IMG-20260416-WA0046

Kombinasi Karakter Lokal dan Wawasan Global dalam PBAK IAI Rawa Aopa 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersiap menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026. Kegiatan rutin tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 April 2026.

Adapun tahun ini, pelaksanaan PBAK dipusatkan di Pasar Potoro, sebuah lokasi yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan kompetensi mahasiswa dan pengabdian masyarakat. “Kita siap menggelar PBAK, sebuah ajang silaturahmi bagi mahasiswa dan dosen,” ungkap Ismail Suardi Wekke usai mendampingi panitia menyiapkan acara, Kamis, 16 April 2026.

Tema utama yang diusung dalam PBAK 2026 adalah penguatan wawasan global yang dipadukan dengan karakter kearifan lokal. Pemilihan tema ini bertujuan untuk mencetak generasi akademisi yang tidak hanya mampu bersaing di kancah internasional, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai luhur budaya setempat. Langkah ini dinilai krusial di tengah arus modernisasi yang semakin dinamis agar mahasiswa memiliki jati diri yang kuat.

Pemilihan Pasar Potoro sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Pasar ini merupakan laboratorium lapangan bagi kampus yang berfungsi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat serta pengembangan keuangan inklusi. Melalui integrasi kegiatan akademik di pasar, mahasiswa diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan realitas ekonomi masyarakat dan memahami mekanisme literasi keuangan secara praktis sejak dini.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia kampus dan realitas sosial. Ia menyatakan bahwa Pasar Potoro menjadi simbol laboratorium hidup di mana mahasiswa bisa mempraktikkan teori pemberdayaan secara langsung.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa di pasar tersebut akan membuka cakrawala mereka mengenai pentingnya keuangan inklusif bagi masyarakat perdesaan. Ismail juga menekankan bahwa melalui PBAK ini, kampus ingin memastikan setiap mahasiswa baru memiliki semangat untuk berkontribusi pada kemajuan daerah melalui inovasi yang relevan dengan kebutuhan warga.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus pada esensi kegiatan tersebut. “PBAK 2026 adalah momentum bagi mahasiswa baru untuk menyadari bahwa dunia akademik tidak hanya berada di dalam ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah denyut nadi ekonomi masyarakat seperti di Pasar Potoro ini,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, “Kami ingin membentuk karakter mahasiswa yang memiliki cara pandang global namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal sebagai fondasi utama dalam bertindak.”

Terakhir, Ismail menegaskan komitmen institusi dalam pemberdayaan dengan mengatakan, “Pemanfaatan Pasar Potoro sebagai lokasi PBAK merupakan langkah nyata kami dalam memperkuat ekosistem keuangan inklusi melalui peran aktif civitas akademika.”

Penyelenggaraan PBAK selama tiga hari ini akan diisi dengan berbagai materi kepemimpinan, pengenalan budaya kampus, serta sesi khusus mengenai literasi keuangan. Dengan melibatkan Pasar Potoro sebagai latar utama, IAI Rawa Aopa berharap dapat menciptakan pengalaman belajar yang transformatif, sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat luas di Konawe Selatan.

IAI Rawa Aopa Siap Seret Penyebar Fitnah ke Dewan Pers: Itu Murni Pembunuhan Karakter

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara tegas memberikan bantahan keras terhadap gelombang pemberitaan miring yang menyudutkan institusi belakangan ini. Manajemen kampus menyatakan bahwa seluruh tuduhan yang beredar di media massa adalah kebohongan publik yang tidak memiliki dasar hukum dan merupakan upaya sistematis untuk merusak reputasi lembaga melalui fitnah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi serangan informasi tersebut sebagai kampanye gelap. Menurutnya, apa yang disebarluaskan bukan lagi kritik, melainkan penyebaran berita bohong yang dirancang untuk mengelabui masyarakat.

“Apa yang berkembang di media terkait kejadian di Masjid Kampus IAI Rawa Aopa sepenuhnya adalah fitnah dan merupakan bentuk nyata dari pembunuhan karakter yang sengaja didesain untuk merugikan kami secara institusional maupun personal,” ujar Ismail saat memberikan klarifikasi resmi di kampus dalam persiapan pelaksanaan PBAK, Kamis (16/4/2026).

Ismail menegaskan bahwa seluruh operasional kampus, baik dari aspek keuangan maupun manajerial, berjalan transparan dan sesuai regulasi. Ia mencurigai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengembuskan kebohongan karena kebencian terhadap IAI Rawa Aopa.

“Kami tidak akan membiarkan martabat institusi ini diinjak-injak oleh narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara faktual,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata melawan fitnah ini, pihak rektorat tengah mempertimbangkan jalur hukum secara serius. Ismail juga menyayangkan lemahnya prinsip jurnalisme dalam pemberitaan tersebut yang tidak melakukan verifikasi (cek dan recek), sehingga justru menjadi corong bagi kebohongan publik.

“Pemberitaan yang ada dalam kaitan kejadian di Masjid Kampus sepenuhnya mengabaikan prinsip jurnalistik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Secara prosedural, kami akan segera melapor ke Dewan Pers agar diambil tindakan tegas terhadap penyebaran fitnah ini,” pungkas Ismail.