Pertemuan IFI (ISW)

IAI Rawa Aopa Rintis Rencana Kerja Sama Global Lewat Program Bahasa Prancis

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempersiapkan langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional melalui pengembangan kelembagaan berbasis bahasa. Pada Jumat, 17 April 2026, pimpinan IAI Rawa Aopa memenuhi undangan pertemuan awal guna membahas rencana teknis terkait program pembelajaran Bahasa Prancis di lingkungan kampus dan juga sekolah & madrasah mitra.

Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dari upaya korespondensi yang telah dilakukan sebelumnya. Pada Selasa, 7 April 2026, pihak kampus telah melayangkan surat resmi kepada Institut Français Indonésie (IFI) sebagai permohonan kesediaan untuk menjalin kemitraan strategis. Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi civitas akademika untuk mengakses literatur global serta program-program pendidikan di Prancis, dan juga negara-negara frankofon.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing selain Arab dan Inggris kini menjadi kebutuhan mendesak. Beliau menyatakan bahwa Bahasa Prancis dipilih karena posisinya sebagai salah satu bahasa resmi diplomasi internasional yang akan memberikan nilai tambah bagi lulusan. 

Selain itu, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar kursus bahasa biasa, melainkan bagian dari desain besar transformasi institusi menuju standar global yang lebih kompetitif. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya yang diperlukan demi keberhasilan program ini. 

Beliau juga memaparkan bahwa sinergi dengan institusi dari Prancis dapat menjadi peluang untuk pengembangan kurikulum, penyediaan tenaga pengajar ahli, hingga standarisasi ujian kompetensi bahasa bagi mahasiswa dan dosen. Menurutnya, keberadaan program bahasa ini nantinya akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara dan Indonesia Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyatakan urgensi program ini bagi masa depan kampus. “Kami memandang bahwa keterbukaan terhadap budaya dan bahasa Eropa, khususnya Prancis, akan membuka pintu riset kolaboratif yang lebih luas bagi para dosen kami di kancah internasional,” ujarnya. 

Beliau juga menambahkan mengenai status surat permohonan yang telah dikirimkan ke IFI. “Surat yang kami kirimkan pada tanggal 7 April lalu adalah komitmen awal kami, dan hari ini kami menyampaikan terima kasih bahwa IFI merespon dengan kesediaan untuk mengundang kami menyampaikan apa yang menjadi identifikasi keperluan ataupun tujuan yang hendak dicapai,” tegas Ismail.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan optimisme bahwa langkah ini semoga membuahkan hasil dalam waktu dekat. “Visi kami adalah menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang berakar kuat pada nilai lokal namun memiliki sayap yang mampu terbang tinggi di kancah global melalui kemampuan linguistik yang mumpuni,” pungkasnya.

IMG-20260417-WA0011

Perkuat Sinergi Global, Dewan Pendidikan Maros Bersama IAI Rawa Aopa Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional di Ammesangeng

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros akan menggelar program International Collaborative Community Service di Madrasah Darul Ulum Ammesangeng, Kabupaten Maros, pada 28 April 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas negara yang melibatkan unsur pendidikan, organisasi kemahasiswaan, dan perguruan tinggi internasional.

Program tersebut diinisiasi bersama Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) HMI Cabang Makassar Timur serta Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Makassar Timur. Selain itu, sejumlah perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri turut ambil bagian, di antaranya IBK NITRO Makassar, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Universitas Bina Nusantara Jakarta, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Tohoku University Jepang.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, Ismail Suardi Wekke, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk nyata kolaborasi antara kampus, organisasi kemahasiswaan, Dewan Pendidikan, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Maros,” ujar Ismail dalam keterangannya, Jumat (16/4/2026).

Ia menjelaskan, kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mendorong pertukaran gagasan dan inovasi yang berdampak langsung bagi pengembangan pendidikan di tingkat lokal, khususnya di Madrasah Darul Ulum Ammesangeng.

“Melalui sinergi ini, kami ingin menghadirkan pertukaran ide dan inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan satuan pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut, keterlibatan perguruan tinggi dari Malaysia hingga Jepang dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan perspektif global dalam pembangunan pendidikan daerah.

“Kehadiran mitra internasional menunjukkan komitmen bersama untuk membawa wawasan global ke dalam penguatan kualitas pendidikan lokal,” tambahnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Maros dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kemitraan strategis yang inklusif dan berkelanjutan.