IMG-20260417-WA0032

Gelar PBAK di Pasar Potoro, Rektor IAI Rawa Aopa Dorong Mahasiswa Baru Berperan di Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memulai kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026. Acara yang dipusatkan di kawasan Pasar Potoro ini dibuka langsung oleh Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., dengan dihadiri oleh jajaran civitas akademika serta tokoh masyarakat setempat, termasuk Lurah Potoro yang turut memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut, Jumat (17/4/2026).

Dalam sambutannya di hadapan mahasiswa baru, Dr. Basrin Melamba menekankan pentingnya membangun mentalitas pembelajar sejak dini. Beliau menyampaikan bahwa kecerdasan intelektual semata tidaklah cukup tanpa dibarengi dengan karakter yang kuat. Menurutnya, kunci keberhasilan dalam menempuh studi di perguruan tinggi terletak pada kedisiplinan dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi setiap dinamika akademik yang ada.

Rektor juga memotivasi para mahasiswa agar memanfaatkan waktu kuliah dengan sebaik-baiknya melalui sikap rajin dan tekun. Ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral. Pemilihan Pasar Potoro sebagai lokasi pembukaan pun memiliki filosofi tersendiri, yakni untuk mendekatkan institusi pendidikan dengan realitas sosial masyarakat sejak hari pertama mahasiswa menginjakkan kaki di dunia kampus.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangan strategis mengenai pelaksanaan kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari ini. Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa seluruh pembiayaan dan fasilitas pendukung PBAK telah dialokasikan secara transparan demi menjamin kenyamanan mahasiswa baru selama mengikuti proses pengenalan kampus.

Ia juga menyampaikan bahwa manajemen kampus tengah melakukan pembenahan infrastruktur digital untuk mendukung sistem administrasi yang lebih efisien bagi angkatan baru ini. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan staf kepegawaian dalam acara ini merupakan bentuk dedikasi institusi dalam memberikan pelayanan prima sejak tahap orientasi.

Selain penjelasan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai etos kerja dan pengelolaan sumber daya kampus. “Kami telah menyusun kerangka anggaran yang fleksibel namun akuntabel agar setiap agenda pengembangan mahasiswa dapat berjalan tanpa kendala teknis,” tegas Ismail saat ditemui di lokasi acara.

Ia juga menambahkan, “Kehadiran mahasiswa baru adalah investasi masa depan bagi daerah, sehingga kami di jajaran wakil rektor memastikan seluruh hak administratif mereka terpenuhi secara cepat dan tepat.”

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan komitmen manajerialnya dengan berujar, “PBAK ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi bagi kami untuk mengukur sejauh mana kesiapan sumber daya manusia internal dalam menyambut lonjakan jumlah mahasiswa tahun ini.”

Kegiatan PBAK 2026 ini diharapkan mampu menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai luhur IAI Rawa Aopa. Selama tiga hari ke depan, para peserta akan menerima berbagai materi terkait wawasan kebangsaan, kode etik mahasiswa, hingga strategi pembelajaran efektif yang akan dibawakan oleh para dosen dan praktisi pendidikan terkemuka.

Pertemuan IFI (ISW)

IAI Rawa Aopa Rintis Rencana Kerja Sama Global Lewat Program Bahasa Prancis

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempersiapkan langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional melalui pengembangan kelembagaan berbasis bahasa. Pada Jumat, 17 April 2026, pimpinan IAI Rawa Aopa memenuhi undangan pertemuan awal guna membahas rencana teknis terkait program pembelajaran Bahasa Prancis di lingkungan kampus dan juga sekolah & madrasah mitra.

Langkah ini merupakan tindak lanjut nyata dari upaya korespondensi yang telah dilakukan sebelumnya. Pada Selasa, 7 April 2026, pihak kampus telah melayangkan surat resmi kepada Institut Français Indonésie (IFI) sebagai permohonan kesediaan untuk menjalin kemitraan strategis. Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi civitas akademika untuk mengakses literatur global serta program-program pendidikan di Prancis, dan juga negara-negara frankofon.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing selain Arab dan Inggris kini menjadi kebutuhan mendesak. Beliau menyatakan bahwa Bahasa Prancis dipilih karena posisinya sebagai salah satu bahasa resmi diplomasi internasional yang akan memberikan nilai tambah bagi lulusan. 

Selain itu, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar kursus bahasa biasa, melainkan bagian dari desain besar transformasi institusi menuju standar global yang lebih kompetitif. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya yang diperlukan demi keberhasilan program ini. 

Beliau juga memaparkan bahwa sinergi dengan institusi dari Prancis dapat menjadi peluang untuk pengembangan kurikulum, penyediaan tenaga pengajar ahli, hingga standarisasi ujian kompetensi bahasa bagi mahasiswa dan dosen. Menurutnya, keberadaan program bahasa ini nantinya akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara dan Indonesia Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyatakan urgensi program ini bagi masa depan kampus. “Kami memandang bahwa keterbukaan terhadap budaya dan bahasa Eropa, khususnya Prancis, akan membuka pintu riset kolaboratif yang lebih luas bagi para dosen kami di kancah internasional,” ujarnya. 

Beliau juga menambahkan mengenai status surat permohonan yang telah dikirimkan ke IFI. “Surat yang kami kirimkan pada tanggal 7 April lalu adalah komitmen awal kami, dan hari ini kami menyampaikan terima kasih bahwa IFI merespon dengan kesediaan untuk mengundang kami menyampaikan apa yang menjadi identifikasi keperluan ataupun tujuan yang hendak dicapai,” tegas Ismail.

Menutup keterangannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan optimisme bahwa langkah ini semoga membuahkan hasil dalam waktu dekat. “Visi kami adalah menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang berakar kuat pada nilai lokal namun memiliki sayap yang mampu terbang tinggi di kancah global melalui kemampuan linguistik yang mumpuni,” pungkasnya.

IMG-20260417-WA0011

Perkuat Sinergi Global, Dewan Pendidikan Maros Bersama IAI Rawa Aopa Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional di Ammesangeng

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros akan menggelar program International Collaborative Community Service di Madrasah Darul Ulum Ammesangeng, Kabupaten Maros, pada 28 April 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas negara yang melibatkan unsur pendidikan, organisasi kemahasiswaan, dan perguruan tinggi internasional.

Program tersebut diinisiasi bersama Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) HMI Cabang Makassar Timur serta Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Makassar Timur. Selain itu, sejumlah perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri turut ambil bagian, di antaranya IBK NITRO Makassar, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Universitas Bina Nusantara Jakarta, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Tohoku University Jepang.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, Ismail Suardi Wekke, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk nyata kolaborasi antara kampus, organisasi kemahasiswaan, Dewan Pendidikan, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Maros,” ujar Ismail dalam keterangannya, Jumat (16/4/2026).

Ia menjelaskan, kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mendorong pertukaran gagasan dan inovasi yang berdampak langsung bagi pengembangan pendidikan di tingkat lokal, khususnya di Madrasah Darul Ulum Ammesangeng.

“Melalui sinergi ini, kami ingin menghadirkan pertukaran ide dan inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan satuan pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut, keterlibatan perguruan tinggi dari Malaysia hingga Jepang dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan perspektif global dalam pembangunan pendidikan daerah.

“Kehadiran mitra internasional menunjukkan komitmen bersama untuk membawa wawasan global ke dalam penguatan kualitas pendidikan lokal,” tambahnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Maros dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kemitraan strategis yang inklusif dan berkelanjutan.