IMG-20260414-WA0015

Menjelang IPRC dan ICon-FiBank 2026, Akademisi Didorong Kuasai Teknik Komunikasi Sains yang Inovatif

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Menjelang perhelatan akbar International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) dan International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO terus memacu kualitas sumber daya manusianya, Selasa (14/4/2026) berlangsung daring.

Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Webinar Series seri kedua yang dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026). Forum ini secara khusus menyoroti vitalnya penguasaan komunikasi sains bagi akademisi yang akan berlaga di kancah internasional.

Fokus utama dalam pertemuan virtual ini adalah membedah strategi komunikasi sains sebuah keterampilan krusial yang sering menjadi titik lemah para peneliti. Peserta diajarkan untuk tidak hanya berkutat pada kompleksitas data, tetapi juga piawai dalam menyusun narasi yang mampu menyederhanakan temuan ilmiah tanpa mengurangi esensinya.

Melalui pembekalan teknik presentasi yang efektif, para akademisi didorong untuk memastikan bahwa gagasan mereka tidak berakhir sebagai tumpukan berkas laporan, melainkan mampu memberikan dampak nyata dan meyakinkan para pemangku kepentingan di panggung global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, yang juga menjabat sebagai Komite Saintifik untuk kedua konferensi tersebut, menegaskan bahwa kecakapan retorika adalah instrumen vital bagi setiap pendidik.

“Seorang akademisi harus memiliki kemampuan menerjemahkan bahasa teknis penelitian ke dalam bahasa yang lebih membumi. Kegagalan dalam mengomunikasikan riset sama saja dengan menyembunyikan kebenaran ilmiah itu sendiri,” tegas Ismail dalam paparannya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa konferensi internasional bukan sekadar ajang pertukaran jurnal, melainkan sebuah panggung diplomasi akademik. Di sini, reputasi institusi sangat bergantung pada kualitas presentasi para delegasinya. Persiapan mental dan teknis melalui webinar ini menjadi fondasi agar diseminasi riset dari Sulawesi Tenggara mampu tampil kompetitif di level dunia.

Ismail juga memberikan tips praktis mengenai estetika presentasi ilmiah. Menurutnya, setiap slide yang ditampilkan harus mampu bercerita secara visual sehingga audiens tidak merasa jenuh dengan deretan angka yang rumit.

“Komunikasi sains bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana kita mentransfer energi dan keyakinan atas temuan riset kita kepada audiens,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, ia optimis bahwa sinergi antara IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO akan menjadi katalisator bagi akademisi lokal untuk berdiri sejajar dengan peneliti dunia. Dengan narasi sains yang kuat dan argumentatif, ICon-FiBank dan IPRC 2026 diprediksi akan menjadi tonggak baru bagi eksistensi intelektual Indonesia Timur di peta ilmu pengetahuan internasional.

Webinar Series (ISW)

Perkuat Kapasitas Akademisi, IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO Bedah Strategi Komunikasi Sains Menuju ICon-FiBank dan IPRC 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bekerja sama dengan Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO terus mematangkan persiapan menjelang perhelatan akbar International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) serta International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026. Sebagai langkah menuju perhelatan tersebut, kedua institusi kembali menggelar Webinar Series seri kedua yang secara khusus menyoroti urgensi komunikasi publik bagi kalangan akademisi dalam mempresentasikan ide-ide inovatif mereka di kancah internasional (Selasa, 14 April 2026).

Fokus utama pada sesi kali ini adalah komunikasi sains, sebuah keterampilan yang seringkali menjadi tantangan bagi para peneliti dalam menyederhanakan kompleksitas data menjadi narasi yang mudah dipahami. Melalui forum ini, para peserta dibekali teknik presentasi yang efektif agar gagasan yang disampaikan tidak hanya berhenti sebagai tumpukan berkas laporan, namun mampu memberikan dampak nyata dan meyakinkan para pemangku kepentingan dalam berbagai forum ilmiah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, yang juga Komite Saintifik kedua konferensi tersebut menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik adalah instrumen vital bagi setiap pendidik. Beliau menyatakan bahwa seorang akademisi harus memiliki kecakapan dalam menerjemahkan bahasa teknis penelitian ke dalam bahasa yang lebih membumi agar manfaat ilmu pengetahuan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. 

Menurutnya, kegagalan dalam mengomunikasikan riset sama saja dengan menyembunyikan kebenaran ilmiah itu sendiri. Selain itu, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi bahwa webinar ini merupakan bagian dari ekosistem persiapan mental dan teknis sebelum para dosen terjun ke ajang ICon-FiBank dan IPRC mendatang. 

Ia menyatakan bahwa konferensi internasional bukan sekadar tempat bertukar jurnal, melainkan panggung diplomasi akademik di mana citra institusi dipertaruhkan melalui kualitas presentasi para delegasinya. Dengan persiapan yang matang melalui seri webinar ini, ia optimis kualitas diseminasi riset dari Sulawesi Tenggara akan semakin kompetitif di level global.

Lebih lanjut, dalam sesi tersebut Ismail Suardi Wekke menyampaikan beberapa poin kunci secara lugas kepada para peserta webinar. “Komunikasi sains bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana kita mentransfer energi dan keyakinan atas temuan riset kita kepada audiens,” tegas Ismail usai kegiatan. 

Ia juga menambahkan pernyataan penting mengenai esensi presentasi ilmiah dengan menyebutkan bahwa setiap slide yang ditampilkan harus mampu bercerita secara visual tanpa harus membuat audiens merasa jenuh dengan angka-angka yang rumit. Sebagai penutup pernyataannya, ia menegaskan, “Kita ingin ICon-FiBank dan IPRC 2026 menjadi momentum di mana akademisi lokal mampu berdiri sejajar dengan peneliti dunia melalui kekuatan narasi sains yang kuat dan argumentatif.”

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sosialisasi bagi para civitas akademika untuk terus mengasah kemampuan soft skills mereka. Dengan sinergi yang terjalin antara IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO, persiapan menuju konferensi internasional tahun 2026 diprediksi akan semakin solid, sekaligus memperkuat posisi kedua institusi dalam peta pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia Timur.

Webinar (ISW)

Undangan Partisipasi Dalam Webinar Series Atdikbud di 15 Negara, dan Wakil Delegasi Tetap RI-UNESCO

Webinar Atdikbud (ISW)
Webinar Atdikbud (ISW)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kolaborasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan bersiap menggelar rangkaian kegiatan intelektual melalui Webinar Series Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud). Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 ini akan menghadirkan para diplomat pendidikan dari 15 negara serta Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO sebagai narasumber utama. 

Acara strategis ini rencananya akan disertai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang bertindak sebagai pembicara kunci untuk memberikan arah kebijakan pendidikan Indonesia di kancah global. “Terima kasih kepada Atdikbud yang telah memberikan kesempatan untuk partisipasi,” kata Ismail Suardi Wekke

Inisiatif besar ini mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan akademisi di daerah, termasuk dari Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa keterlibatan para Atdikbud dari 15 negara merupakan langkah konkret dalam memperluas cakrawala berpikir mahasiswa dan dosen di Indonesia. 

Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan emas bagi perguruan tinggi di daerah untuk memahami kondisi pendidikan internasional langsung dari para praktisinya di luar negeri. Selain itu, Ismail juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dengan implementasi di tingkat institut guna menyongsong digitalisasi pendidikan yang menjadi tema besar dalam rangkaian webinar tersebut.

Dalam sebuah sesi wawancara, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan terkait urgensi partisipasi aktif dalam agenda ini. “Kami melihat webinar series ini bukan sekadar rutinitas diskusi, melainkan momentum bagi kampus-kampus di pelosok untuk menyerap sari pati kebijakan global yang dibawa oleh para delegasi kita di UNESCO dan para Atase Pendidikan,” ujar Ismail dengan antusias. 

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mendorong seluruh sivitas akademika agar terlibat penuh dalam setiap sesi. “Kehadiran dua menteri sebagai keynote speakers menunjukkan betapa krusialnya penyelarasan visi antara pendidikan dasar hingga tinggi dalam menghadapi tantangan sains dan teknologi di masa depan,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Ismail memberikan pesan kuat bagi para pengelola pendidikan di daerah. “Jangan sampai peluang emas ini terlewatkan, karena akses informasi langsung dari 15 negara ini adalah modal sosial untuk pengembangan mutu sumber daya manusia kita di Konawe Selatan,” pungkasnya.

Rangkaian webinar ini diharapkan mampu menjadi platform untuk memperkuat jejaring internasional bagi lembaga pendidikan di seluruh pelosok tanah air. Dengan menghadirkan perspektif dari berbagai negara, mulai dari kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika, para peserta akan diajak untuk membedah praktik terbaik (best practices) pendidikan yang dapat diadaptasi dalam konteks lokal Indonesia. 

Sinergi antara kementerian pusat, delegasi internasional, dan akademisi daerah seperti yang ditunjukkan oleh IAI Rawa Aopa menjadi bagian dari kunci keberhasilan transformasi pendidikan nasional yang berdaya saing global. “Sekali lagi, terima kasih kepada Atdikbud yang telah membuka peluang untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” pungkas Ismail Suardi Wekke.