Zakat (ISW)

Kolaborasi KKN IAI Rawa Aopa dan WIZ Konawe: Mahasiswa Posko 9 Salurkan Bantuan Beras untuk Dhuafa di Desa Tudameaso

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, – Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Angkatan ke-8 Posko 9 berkolaborasi dengan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Konawe menyalurkan bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat dhuafa di Desa Tudameaso, Minggu (16/8/2026).

Program penyaluran bantuan ini dilakukan dengan turun langsung ke lapangan. Para mahasiswa menyerahkan bantuan dari rumah ke rumah keluarga prasejahtera untuk memastikan penyaluran tepat sasaran sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan warga setempat.

“Sebaik-baiknya ilmu adalah yang memberi manfaat bagi sesama,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN Posko 9. “Melalui aksi berbagi ini, kami belajar bahwa kebahagiaan terbesar bukan saat kita menerima, melainkan saat kita mampu mengulurkan tangan dan mengukir senyum di wajah saudara-saudara kita. Semoga langkah kecil ini membawa keberkahan.”

Bantuan sembako yang berfokus pada kebutuhan pokok ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan yang ada. Kehadiran mahasiswa KKN di desa tersebut pun mendapat apresiasi yang tinggi dari warga penerima manfaat.

Salah seorang warga Desa Tudameaso yang menerima bantuan menyampaikan rasa syukurnya. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa KKN. Bantuan sembako ini sangat berarti dan langsung menyentuh kebutuhan kami yang kurang mampu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mendoakan para mahasiswa, “Terima kasih atas kepedulian, kerja keras, dan dedikasi kalian selama mengabdi di desa kami. Semoga segala kebaikan ini menjadi amal jariyah dan sukses selalu untuk studi kalian.”

Kegiatan sosial ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademis dan lembaga filantropi dalam upaya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran empati dan kepekaan sosial bagi para mahasiswa.

Dirgahayu (ISW)

Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia 2026, Sekali Merdeka Tetap Merdeka

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum untuk mengontekstualisasikan kembali semboyan historis “Sekali Merdeka Tetap Merdeka”. Di tengah dinamika globalisasi dan transformasi digital, esensi kemerdekaan menuntut interpretasi baru: dari perjuangan fisik merebut kedaulatan menuju ketahanan epistemik dan sosial.

Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni kalender, melainkan proses evaluasi atas kapasitas bangsa dalam merawat nalar kritis dan kemandirian intelektual.

Dalam perspektif sosiologi pendidikan, kedaulatan sebuah bangsa berakar pada kekuatan institusi lokal dalam memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan. Kemerdekaan sejati di era modern diukur dari seberapa inklusif akses pendidikan menjangkau wilayah rural dan kawasan penyangga.

“Kemerdekaan hari ini adalah bagaimana kita membebaskan generasi muda dari keterbelakangan literasi dan ketergantungan teknologi tanpa batas. Wilayah seperti Konawe Selatan memiliki potensi lokal melimpah yang harus dikelola dengan pendekatan saintifik dan etika keagamaan yang kokoh,” ujar Ismail Suardi Wekke.
Poin-poin strategis yang menjadi sorotan dalam penguatan kemerdekaan berbasis akademik meliputi:
  • Desentralisasi Keilmuan: Mendorong kampus-kampus di daerah untuk menjadi pusat kajian berbasis kearifan lokal (local wisdom) yang berdaya saing nasional.
  • Integrasi Nilai Agama dan Sains: Membangun paradigma keilmuan yang adaptif terhadap sains modern tanpa mereduksi nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
  • Kemandirian Berpikir Generasi Muda: Membekali mahasiswa dengan kecakapan berpikir analitis (critical thinking) guna menyaring disinformasi di era digital.

Slogan “Sekali Merdeka Tetap Merdeka” diposisikan sebagai imperatif moral yang menuntut kontribusi nyata di sektor pendidikan tinggi. Melalui penguatan riset aplikatif, pengabdian masyarakat, dan penguatan karakter, perguruan tinggi di daerah memegang peranan krusial sebagai pilar kedaulatan bangsa.

Peringatan Dirgahayu Kemerdekaan RI 2026 ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pusat-pusat metropolitan, tetapi juga oleh denyut inovasi dan dedikasi akademis yang tumbuh dari kawasan seperti Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.