Semiloka (ISW)

Seminar dan Lokakarya Nasional “Strategi Pengembangan dan Kolaborasi Pendidikan Tinggi”, Makassar (Hybrid) 16-17 Juni 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Menjelang perhelatan Seminar dan Lokakarya Nasional (Semiloka Nasional) bertajuk “Strategi Pengembangan dan Kolaborasi Pendidikan Tinggi” yang akan digelar secara hybrid di Makassar pada 16–17 Juni 2026 mendatang, gelombang penguatan sinergi antar-perguruan tinggi terus digaungkan. 

Momentum ini dipandang krusial bagi akselerasi mutu akademik nasional, terutama dalam menghadapi dinamika tata kelola kelembagaan di era digital. Dalam kaitan tersebut, Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi setiap institusi yang ingin bertahan. 

Penguatan jaringan ini harus dimulai sejak dini, bahkan diintegrasikan dalam setiap seremoni akademik termasuk pelepasan alumni baru. “Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri dalam mengelola perguruan tinggi di era modern ini. Melalui momentum Semiloka Nasional di Makassar pekan depan, IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai mitra strategis demi mendongkrak mutu lulusan yang adaptif,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengarahan internal.

“Saya melihat tantangan terbesar universitas saat ini adalah bagaimana mentransformasikan kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri tanpa kehilangan akar moralitasnya. Oleh karena itu, skema kolaborasi yang konkret, baik dalam bidang riset bersama maupun pertukaran dosen, harus segera kita rumuskan secara taktis,” lanjutnya secara tegas.

“Pendidikan tinggi harus menjadi motor penggerak inovasi di tengah masyarakat, bukan sekadar menara gading yang memproduksi ijazah. Kita harus memastikan bahwa setiap kesepakatan yang lahir dari forum nasional nanti mampu diimplementasikan secara nyata di tingkat program studi,” pungkas Ismail menutup pernyataannya.

Lebih lanjut, pengurus dewan pendidikan ini juga menyoroti perlunya standardisasi mutu yang inklusif agar perguruan tinggi di daerah dapat sejajar dengan kampus-kampus di kota besar. Ia menambahkan bahwa forum Semiloka Nasional di Makassar nanti menjadi ajang yang sangat tepat untuk merumuskan cetak biru pengembangan kelembagaan yang berbasis pada keunggulan lokal namun berwawasan global.

Di akhir penjelasannya, Ismail optimis bahwa sinergi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan sektor industri akan mempercepat pencapaian akreditasi unggul bagi institusi di kawasan timur Indonesia. Ia berharap ajang nasional pertengahan Juni tersebut mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang taktis bagi kementerian terkait.

Sementara itu, dari ranah pelaksanaan akademis, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan baru saja sukses menyelenggarakan sidang senat terbuka dalam rangka Wisuda VII Angkatan I yang berlangsung khidmat pada Rabu, 10 Juni 2026. Acara tersebut menjadi bukti nyata kesiapan institusi dalam melahirkan sumber daya manusia baru yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Ismail Suardi Wekke mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur digital dan tata kelola pengetahuan (knowledge management) untuk mendukung integrasi akademik tersebut. Menurutnya, sebuah kolaborasi antar-kampus hanya akan menjadi dokumen di atas kertas jika tidak ditopang oleh sistem keterbukaan informasi dan komitmen manajerial yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

Wisuda 2026 (ISW)

Menyongsong Dies Natalis X, IAI Rawa Aopa Telah Awali dengan Istigasah Akbar di Kampus Lamooso

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Menyambut momentum bersejarah satu dekade berdirinya kampus, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memulai rangkaian perayaan Dies Natalis X. Mengawali momentum sakral ini, civitas akademika menggelar Istigasah Akbar yang berlangsung khusyuk di Kampus Lamooso. Kegiatan doa bersama ini menjadi penanda dimulainya berbagai agenda strategis kampus, yang puncaknya disinergikan dengan pelaksanaan Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026).

Rangkaian Dies Natalis X ini dirancang bukan sekadar sebagai selebrasi, melainkan sebagai refleksi mendalam atas capaian institusi selama sepuluh tahun terakhir. Istigasah Akbar di Kampus Lamooso sengaja dipilih sebagai pembuka untuk meletakkan fondasi spiritual sebelum memasuki rangkaian kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat lainnya. Pihak rektorat menegaskan bahwa usia dua digit ini menjadi titik balik bagi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi pusat peradaban Islam yang unggul di Sulawesi Tenggara.

“Rangkaian Dies Natalis X dan Wisuda VII Angkatan I ini adalah bukti keteguhan kita semua dalam menjaga mutu pendidikan Islam di Konawe Selatan. Hari ini, para wisudawan bukan hanya menerima ijazah, melainkan juga menerima tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan yang membawa kedamaian dan kemajuan di lingkungan tempat mereka mengabdi nanti,” ujar Ismail Suardi Wekke di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Di tengah atmosfer khidmat pelaksanaan wisuda yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis tersebut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memberikan orasi yang membakar semangat para lulusan. Beliau menggarisbawahi pentingnya peran alumni baru dalam menjaga nama baik almamater serta kontribusi nyata mereka di tengah masyarakat setelah menyelesaikan proses pembelajaran di Kampus Lamooso.

“Kita memulai seluruh rangkaian ini dengan Istigasah Akbar di Kampus Lamooso karena kita sadar, perjalanan sepuluh tahun ke depan akan jauh lebih menantang. Oleh karena itu, kekuatan spiritual harus berjalan beriringan dengan keunggulan intelektual agar institusi ini terus melahirkan generasi yang berkarakter mulia dan berdaya saing global,” lanjut Ismail dengan nada optimis.

Ismail juga menambahkan, “Saya berpesan kepada seluruh alumni Angkatan I Wisuda VII ini, jadikan momentum satu dekade kampus kita sebagai motivasi tambahan. Jangan pernah berhenti belajar, jagalah integritas keilmuan kalian, dan buktikan bahwa lulusan IAI Rawa Aopa mampu menjadi solusi atas berbagai dinamika sosial keagamaan yang ada di masyarakat saat ini.”

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, juga memaparkan visi strategis kampus ke depan, di mana beliau menyatakan bahwa momentum satu dekade ini harus dijadikan pijakan utama bagi seluruh civitas akademika untuk meningkatkan akreditasi dan kualitas riset. Menurutnya, sinergi antara alumni, dosen, dan pemerintah daerah akan menjadi kunci utama dalam mempercepat transformasi kelembagaan institusi tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pelaksanaan Wisuda VII Angkatan I yang bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis X ini merupakan tonggak sejarah yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Konawe Selatan. Beliau menegaskan bahwa pencapaian sejauh ini tidak terlepas dari dukungan penuh orang tua mahasiswa dan dedikasi tanpa pamrih dari para staf pengajar di Kampus Lamooso.

Menutup penyampaiannya, Ismail menekankan pentingnya para lulusan baru untuk segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas nilai-nilai keislaman. Beliau berharap agar para alumni tidak hanya fokus mencari lapangan kerja, melainkan juga mampu menciptakan inovasi dan peluang baru yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Wisuda (ISW)

Pimpinan IAI Rawa Aopa Sampaikan Selamat dan Sukses Kepada Wisudawan dan Wisudawati

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati dalam sidang senat terbuka Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum sakral yang berlangsung khidmat tersebut menandai lahirnya generasi baru intelektual muslim yang siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menyatakan kesyukuran setinggi-tingginya atas dedikasi para lulusan yang telah berhasil menyelesaikan masa studinya. Beliau menekankan bahwa gelar sarjana yang diraih hari ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab moral yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses yang setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas pencapaian luar biasa ini. Perjalanan akademik yang kalian lalui dengan penuh ketekunan kini telah membuahkan hasil, dan hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras serta doa yang tidak pernah putus,” ujar Ismail Suardi Wekke saat menyapa para wisudawan dan tamu undangan usai Wisuda VII.

“Tantangan di luar sana tidak lagi sama dengan apa yang kalian hadapi di dalam ruang kuliah, sebab dunia nyata menuntut adaptasi dan inovasi yang cepat. Oleh karena itu, jadikan ilmu yang telah diperoleh di kampus ini sebagai fondasi utama untuk terus belajar, berkarya, dan menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan bagi umat,” lanjut Ismail dengan nada penuh optimisme.

“Jangan pernah melupakan peran dan pengorbanan orang tua serta keluarga yang telah menjadi pilar pendukung utama hingga kalian bisa berdiri di podium kelulusan ini. Bawalah nama baik almamater IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan penuh integritas, dan buktikan bahwa lulusan institusi ini mampu bersaing serta memberikan warna positif di berbagai sektor kehidupan,” tegas Wakil Rektor dalam menutup pertemuan dalam acara wisuda tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan bahwa pihak rektorat menaruh harapan besar agar para lulusan Angkatan I ini tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan peluang kerja baru yang inovatif. Beliau menegaskan pentingnya penguasaan teknologi dan pemahaman keagamaan yang moderat sebagai modal utama dalam menghadapi era disrupsi global saat ini.

Lebih lanjut, Wakil Rektor menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Wisuda VII ini merupakan tonggak sejarah penting bagi perkembangan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, pihak kampus berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kurikulum agar selalu relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika sosial masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, Ismail mengingatkan para wisudawan akan pentingnya menjaga jaringan alumni yang kuat demi saling mendukung dalam pengembangan karier ke depan. Beliau menambahkan bahwa kontribusi nyata di masyarakat adalah indikator utama keberhasilan dari sebuah proses pendidikan yang sesungguhnya di kampus IAI Rawa Aopa.

Vietnam (ISW)

Pertahankan Kerjasama dengan Vietnam Bersiap Acara Seminar di Desember Mendatang

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan komitmen di kancah internasional. Berkomitmen menjaga kesinambungan kolaborasi global, kampus ini bersiap menggelar seminar internasional berskala besar di Vietnam pada Desember mendatang. Agenda strategis tersebut digarap melalui kemitraan erat dengan Balsamo Outreach for Teaching and Learning (BOLT) dan Da Lat University, Vietnam.

Langkah akselerasi internasional ini mencuat di akhir kekhidmatan Sidang Senat Terbuka Wisuda VII Angkatan I IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum kelulusan para wisudawan kali ini tidak hanya menjadi panggung selebrasi akademik lokal, melainkan juga penanda komitmen institusi dalam memperluas jejaring kontribusi ilmiah melintasi batas negara.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa konsistensi hubungan bilateral dengan institusi di Vietnam merupakan langkah krusial untuk membangun ekosistem akademik yang kompetitif. Kemitraan ini sengaja dirawat demi memastikan seluruh civitas akademika mendapatkan eksposur global yang berkelanjutan.

“Kerjasama yang kita jalin dengan Vietnam, khususnya melalui rencana seminar bersama Da Lat University pada Desember nanti, adalah bukti nyata bahwa IAI Rawa Aopa tidak pernah berhenti bergerak di level internasional. Kita ingin memastikan bahwa lulusan kita, termasuk yang diwisuda hari ini, lahir dari iklim akademik yang terkoneksi global,” ujar Ismail Suardi Wekke saat melepas tamu undangan yang hadir dalam acara wisudaw.

Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian ini menerangkan bahwa pemilihan Vietnam sebagai mitra strategis didasarkan pada kesamaan visi dalam mentransformasi manajemen pendidikan tinggi. Menurutnya, IAI Rawa Aopa ingin menyerap praktik-praktik terbaik dari Da Lat University dalam mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam kurikulum yang berdaya saing global.

“Lewat kolaborasi strategis bersama BOLT, seminar ini dirancang bukan sekadar forum diskusi seremonial. Kami menargetkan adanya pertukaran gagasan yang konkret, riset kolaboratif, serta penguatan metodologi pengajaran kontemporer yang dapat langsung diadopsi oleh dosen dan mahasiswa kita sekembalinya dari Vietnam,” tambahnya dengan nada optimistis.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke juga memaparkan bahwa persiapan menuju seminar internasional di Da Lat University sudah mulai berjalan matang. Ia menjelaskan bahwa sinergi dengan bOLT menjadi katalisator penting untuk menyusun agenda-agenda akademik yang visioner, yang diharapkan mampu mendongkrak reputasi riset universitas di tingkat regional Asia Tenggara.

“Oleh karena itu, momentum Wisuda VII Angkatan I ini harus menjadi refleksi bagi kita semua. Tantangan di luar sana semakin kompleks, dan IAI Rawa Aopa menjawabnya dengan membuka pintu-pintu kemitraan internasional seluas-luasnya agar institusi ini terus adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman,” tegas Ismail menutup pernyataannya.

Mengakhiri penjelasannya terkait diplomasi akademik tersebut, Ismail menyampaikan harapan besarnya agar atmosfer internasional ini dapat menular kepada para alumni baru. Ia menekankan pentingnya bagi para sarjana yang baru dikukuhkan untuk memiliki kepercayaan diri tinggi, mengingat kampus tempat mereka bernaung telah membuktikan diri mampu sejajar dan aktif berkolaborasi dengan lembaga-lembaga terkemuka di luar negeri.

Poski (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Menjadi Tuan Rumah POSKI, Tegas Dewan Pembina di Acara Wisuda

Kendari – Perhelatan Pekan Olahraga, Seni, dan Karya Ilmiah (POSKI) II tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di lingkungan Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua telah dilaksanakan dalam beberapa kesempatan. Momentum tersebut direspons cepat oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan yang menyatakan kesiapannya untuk mengambil tongkat estafet sebagai penanggung jawab pelaksanaan POSKI berikutnya.

Kesiapan strategis ini disampaikan langsung oleh Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri yang merupakan pengelola IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026). Di hadapan para wisudawan, orang tua, dan jajaran senat akademik, ia menegaskan bahwa pihak yayasan telah melakukan konsolidasi internal guna memastikan seluruh fasilitas penunjang siap menyambut gelaran akbar regional tersebut.

Dalam sambutannya, Al Asri menjelaskan bahwa penunjukan sebagai lokasi penyelenggaraan POSKI bukan sekadar kehormatan bagi kampus, melainkan sebuah peluang besar untuk memperkenalkan potensi daerah. Ia menilai kehadiran ratusan kontingen dari berbagai provinsi tidak hanya akan menjadi panggung unjuk bakat bagi mahasiswa, tetapi juga diyakini mampu mendongkrak perputaran ekonomi lokal di wilayah Konawe Selatan.

“Dalam momentum khidmat Wisuda VII Angkatan I ini, saya selaku Dewan Pembina secara resmi menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa siap untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan POSKI berikutnya. Terlaksanaya POSKI dalam beberapa kesempatan sebelumnya menjadi sinyal bagi kami untuk mengambil peran dan tanggung jawab besar ini demi bersama-sama memajukan mutiara akademik di Indonesia Timur,” ujar Al Asri di atas podium.

Di tengah riuh tepuk tangan wisudawan, ia menambahkan bahwa persiapan sarana dan prasarana akan segera digenjot agar mampu menyambut seluruh kontingen dari Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan representatif. “Kami tidak ingin sekadar menjadi penyelenggara formalitas. Melalui mimbar akademik ini, saya instruksikan jajaran rektorat untuk segera membuka koordinasi intensif dengan Kopertais Wilayah VIII dan pemerintah daerah,” tegasnya.

“Hari kelulusan ini menjadi saksi komitmen kita bersama bahwa IAI Rawa Aopa siap naik kelas. Kita tidak hanya fokus pada penguatan mutu alumni, tetapi juga siap menjadi episentrum kegiatan kemahasiswaan skala regional. Saya optimistis, dengan dukungan seluruh civitas akademika yang hadir di ruangan ini, kita mampu menjadi tuan rumah yang sukses dan berkesan,” pungkas Al Asri menutup sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, IAI Rawa Aopa mewisuda 438 alumni dari tiga program studi di fakultas tarbiyah. “Sementara ini dengan 5 prodi, kita sudah meluluskan di tiga program studi,” papar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, dalam kesempatan usai kegiatan wisuda.

Pasca Sarjana (ISW)

Dalam Momen Wisuda IAI Rawa Aopa, Sampaikan Kerjasama dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar dalam Fasilitasi Alumni Studi Lanjut

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa selesai menggelar Wisuda VII Angkatan I yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum sakral yang meluluskan sebanyak 438 wisudawan dan wisudawati ini menjadi kian istimewa dengan disampaikannya kerja sama strategis antara IAI Rawa Aopa dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Furqan Makassar dalam memfasilitasi alumni untuk studi lanjut di sela-sela acara tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pihak kampus berkomitmen penuh untuk mengawal keberlanjutan akademik para lulusan. Beliau menjelaskan bahwa jalinan kemitraan dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar sengaja dirancang sebagai jembatan bagi para alumni yang memiliki komitmen kuat untuk memperdalam keilmuan mereka di tingkat magister.

“Kami di jajaran rektorat tidak ingin mengantar bapak, ibu, dan saudara-saudari sekalian hanya sampai pada gerbang kelulusan sarjana hari ini saja. Kerja sama dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar ini adalah bukti konkret bahwa IAI Rawa Aopa bertanggung jawab moral atas masa depan akademik para alumni kami,” ujar Ismail di hadapan wisudawan yang memadati ruangan usai kegiatan wisuda.

Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai fasilitas kemudahan, mulai dari sinkronisasi kurikulum, efisiensi proses pendaftaran, hingga penyediaan program beasiswa kemitraan. Menurutnya, langkah taktis ini diambil institusi untuk merespons dinamika dunia profesional modern yang semakin kompetitif, sehingga para alumni IAI Rawa Aopa memiliki daya saing tinggi.

“Melalui kolaborasi ini, para alumni akan mendapatkan jalur khusus, kemudahan administratif, serta skema beasiswa yang telah kita sepakati bersama demi menunjang kelancaran studi lanjut mereka. Tantangan di dunia kerja saat ini menuntut penguatan kapasitas keilmuan yang tidak boleh terhenti, dan Pascasarjana STAI Al Furqan adalah mitra yang sangat tepat untuk menjawab tantangan tersebut,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Ia juga menitipkan pesan mendalam kepada seluruh wisudawan agar senantiasa merawat tradisi literasi dan akademik dengan tidak berhenti belajar. 

Di akhir pertemuan dengan pekerja media, Ismail menegaskan, “Oleh karena itu, saya mengetuk semangat 438 wisudawan yang dikukuhkan hari ini untuk tidak cepat berpuas diri dengan gelar sarjana yang baru saja diraih. Manfaatkan peluang emas hasil sinergi antarinstitusi ini dengan sebaik-baiknya agar ke depan, lahir lebih banyak magister-magister baru yang siap memajukan umat dan mengabdi bagi bangsa.”

Wisuda 2026 (ISW)

Ikhtiar Menjadi Perguruan Tinggi Inklusif dan Bekerja Untuk Kemanusiaan, IAI Rawa Aopa Luluskan Alumni Dari Pemeluk Kristen dan Hindu

Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang inklusif dan humanis. Hal ini dibuktikan secara nyata dalam rapat senat terbuka Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026), di mana perguruan tinggi Islam tersebut turut meluluskan 4 wisudawan non-Muslim, yakni dari pemeluk agama Kristen dan Hindu.

“4 Wisudawan tersebut menjadi bagian 438 lulusan yang dikukuhkan pada kesempatan hari ini,” papar Ismail memulai penjelasannya.

Langkah ini menjadi momentum bersejarah sekaligus bukti konkrit dari visi kampus yang tidak hanya fokus pada pendidikan keagamaan internal, tetapi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi keberagaman dan kemanusiaan.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kelulusan mahasiswa dari latar belakang agama yang berbeda ini merupakan bagian dari ikhtiar panjang kampus untuk menjadi menara suar yang inklusif serta tidak lagi menjadi menara gading tetapi menjadi menara air.

“Hari ini kami membuktikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya bekerja untuk satu golongan, melainkan bekerja untuk kemanusiaan. Kelulusan alumni dari saudara-saudara kita yang beragama Kristen dan Hindu adalah wujud nyata dari ikhtiar kami menjadi perguruan tinggi yang inklusif,” ujar Ismail Suardi Wekke usai kegiatan wisuda yang bertempat di Hotel Claro, Kendari.

Ismail menambahkan, keberadaan mahasiswa non-Muslim di kampus berbasis Islam ini tidak mengurangi nilai-nilai akademik maupun spiritual masing-masing. Sebaliknya, hal tersebut justru memperkaya ruang dialektika dan menumbuhkan toleransi yang otentik di lingkungan akademik. Kampus, menurutnya, harus menjadi laboratorium sosial yang sehat bagi generasi muda.

Wisuda VII Angkatan I ini selain ritual pengukuhan gelar akademik, juga menjadi pesan kuat dari Sulawesi Tenggara kepada Indonesia tentang indahnya merawat kebhinekaan. Pihak rektorat berharap, para alumni—tanpa memandang latar belakang suku dan agama—dapat kembali ke masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa misi kemanusiaan, kedamaian, dan kemajuan bangsa.

Dengan kelulusan angkatan ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimistis dapat terus memperluas kontribusinya dalam dunia pendidikan tinggi nasional yang ramah terhadap keberagaman, sekaligus mencetak sarjana yang siap mengabdi demi kemaslahatan masyarakat luas.

“Kami berutang budi kepada masyarakat khususnya Konawe Selatan, dan secar aluas masyarakat Sulawesi dan Indonesia Timur. Pelaksanaan wisuda ini, tidka lepas dari dukungan dan bantuan masyarakat. Sekaligus merupakan kepercayaan mereka dalam mendaftarkan keluarganya di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Al Asri (ISW)

Pesan Ketua Dewan Pembina Yayasan Penyelenggara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Dalam Momen Wisuda 2026: Ilmu untuk Kemaslahatan Kemanusiaan

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Momen sakral ini menjadi panggung penegasan komitmen moral bagi para lulusan. Ketua Dewan Pendiri sekaligus Pembina Yayasan Pendidikan Al Asri yang menaungi IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur mendalam atas capaian monumental ini.

Dalam sambutannya, Al Asri menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan buah dari kolaborasi epik antara kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan tanpa henti dari orang tua. Secara khusus, ia menitipkan pesan mendalam agar para lulusan tidak terjebak pada kebanggaan gelar semata.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan kemanusiaan. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi di tengah masyarakat,” tegas Al Asri.

Senada dengan pesan yayasan, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan bahwa gelar akademik melekat dengan tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di mana pun berada.

Kehadiran Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua), Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., menyemarakkan acara ini. Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Hamdan memberikan apresiasi tinggi dengan menyebut IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII.

“Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 2.000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Ia juga menantang para lulusan untuk menjadi “sarjana organik” yang adaptif di era transformasi digital. “Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan turut memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi nyata IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.

Acara yang turut dihadiri oleh Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag., jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat ini juga melangsungkan pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik dari masing-masing prodi, didampingi oleh orang tua mereka dalam suasana haru.

Usai acara, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang menyukseskan jalannya institusi hingga mencapai titik ini.

“Momen wisuda dan proses-proses sebelumnya merupakan dukungan semua pihak. Untuk itu, terima kasih atas dukungan semua pihak, dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan wisuda ini,” pungkas Ismail yang juga anggota senat institut tersebut.

Wisuda 2026 (ISW)

Wisuda VII Angkatan I 2026, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Meluluskan 438 Alumni

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Hari ini, sebagai momentum Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mengukuhkan 438 sarjana dalam kegiatan rapat senat terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10 Juni 2026).

Wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi (Prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua) Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. yang juga menyampaikan Orasi Ilmiah; Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag.; serta Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten III Setda Konsel, Suwardi, S.Pt., M.Si. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri sekaligus pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kolaborasi dari kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan orang tua.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan umat. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Al Asri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.

Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menyoroti tantangan berat di era transformasi digital dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya lima modal utama bagi lulusan perguruan tinggi Islam agar tidak berhenti belajar setelah lulus.

“Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat,” tegas Prof. Hamdan, yang menyebutnya dengan sarjana organik.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Hamdan menyampaikan bahwa Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Dengan mahasiswa yang mencapai 2000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Prosesi wisuda juga menyampaikan apresiasi kepada wisudawan terbaik masing-masing program studi. Wisudawan terbaik masing-masing didampingi oleh orang tua ataupun pendamping.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan bahwa dalam momen wisuda dan begitu pula proses-proses sebelumnya merupakan dukungan semua pihak.

“Untuk itu, terima kasih atas dukungan semua pihak, dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan wisuda ini,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga anggota senat Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Wisuda 2026 (ISW)

Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta Wilayah VIII, Mengapresiasi IAI Rawa Aopa Sebagai Salah Satu Perguruan Tinggi Tersehat

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses mengukuhkan 438 sarjana baru dalam rapat senat terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10 Juni 2026).

Ratusan wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi (Prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua) Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D.; Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag.; serta Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten III Setda Konsel, Suwardi, S.Pt., M.Si. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri sekaligus pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kolaborasi dari kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan orang tua.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan umat. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Al Asri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.

Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menyoroti tantangan berat di era transformasi digital dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya lima modal utama bagi lulusan perguruan tinggi Islam agar tidak berhenti belajar setelah lulus.

“Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat,” tegas Prof. Hamdan, yang juga memuji perkembangan pesat IAI Rawa Aopa dalam meraih kepercayaan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Hamdan menyampaikan bahwa Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Dengan mahasiswa yang mencapai 2000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Prosesi wisuda ke-VII ini ditutup dengan momen haru saat para wisudawan memberikan penghormatan kepada orang tua mereka. Momentum ini menandai langkah baru IAI Rawa Aopa dalam melahirkan generasi intelektual muslim yang siap mengabdi demi kemajuan bangsa dan agama.