Posko 2 KKA, kunjungan lokasi di area WSP (Wisata Sawah Potoro)

Posko 2 KKA, kunjungan lokasi di area WSP (Wisata Sawah Potoro)

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id potoro – hari ke Enam Rabu, 13 Agustus 2026  melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), posko 2 melakukan kunjungan  ke kawasan wisata persawahan Potoro. Para mahasiwa sedang berkumpul dan mendapatkan pengarahan atau penjelasan sebelum melanjutkan kegiatan di lingkungan persawahan. Kegiatan ini diikuti oleh sekelompok peserta KKA, yang didampingi oleh ketua LPM. Kegiatan berlangsung pada sore hari, tepatnya di jam 16.00. Kunjungan dilakukan untuk mengenal dan menikmati potensi wisata persawahan Potoro, sekaligus memberikan pengalaman kepada peserta mengenai lingkungan pedesaan, pemandangan persawahan, serta kehidupan masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Kegiatan berlangsung di kawasan wisata persawahan Potoro, tepatnya di kel. Potoro, kec.Andoolo, kab. Konawe Selatan.

Kegiatan dilakukan secara berkelompok. Peserta berkumpul di sekitar kendaraan, kemudian menerima pengarahan dari koordinator atau ketua LPM . Setelah mendapatkan arahan, peserta dapat melanjutkan kegiatan dengan mengamati lingkungan persawahan, menikmati pemandangan, serta mengenal potensi wisata yang ada di kawasan tersebut. Kegiatan di wisata persawahan Potoro merupakan aktivitas kunjungan kelompok yang bertujuan mengenalkan potensi lingkungan persawahan dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan tetap memperhatikan arahan dan pendampingan selama berada di lokasi.

Kunjungan Wisata Sawah Potoro (WSP)

Posko 3 KKA, Kunjungan ke WSP (Wisata Sawah Potoro)

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro – Hari keenam pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Posko 3 melaksanakan Kunjungan ke WSP (Wisata Sawah Potoro) (Kamis, 13 Agustus  2026). Kunjungan Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) ke Wisata Persawahan Potoro. Kunjungan ini menjadi salah satu momen bagi mahasiswa untuk menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang pemberdayaan Wisata Sawah Potoro.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Amaliah (KKA) berkumpul bersama sehingga suasananya terasa lebih ramai dan menyenangkan. Wisata Sawah Potoro adalah bukti nyata bagaimana sebuah intervensi infrastruktur sederhana mampu mengubah wajah sosial dan ekonomi suatu wilayah secara total.Bermula dari Aspal Pembawa Berkah Sebelum viral seperti sekarang, kawasan WSP hanyalah hamparan sawah irigasi biasa di Desa Potoro. Tempat ini murni berfungsi sebagai urat nadi pertanian bagi masyarakat suku Tolaki dan transmigran lokal. Saban hari, pemandangan di sini didominasi oleh para petani yang merawat tanaman padi mereka. Perubahan besar dimulai ketika pemerintah daerah melakukan pengaspalan jalan setapak yang membelah persawahan tersebut.

Tujuan awalnya sangat praktis, yaitu mempermudah jalur traktor dan mempercepat mobilisasi hasil panen. Namun, aspal hitam lurus yang kontras dengan karpet hijau persawahan justru melahirkan estetika visual yang luar biasa indah.Magnet “Senja Andoolo” yang ViralKombinasi jalanan mulus, angin sepoi-sepoi, siluet perbukitan Konawe Selatan, dan pemandangan matahari terbenam (sunset) yang dramatis langsung memikat mata generasi muda. Melalui kekuatan media sosial seperti Instagram dan TikTok, foto-foto keindahan tempat ini menyebar cepat. Secara organik, masyarakat mulai menjuluki kawasan ini sebagai WSP atau Wisata Sawah Potoro.Kini, setiap pukul 16.00 hingga menjelang magrib, WSP berubah menjadi ruang publik yang sangat hidup. Tempat ini menjadi wadah interaksi sosial yang inklusif. Di satu sudut, terlihat anak-anak riang bermain sepatu roda di atas aspal mulus. Di sudut lain, tampak warga paruh baya sedang melakukan olahraga jalan santai, sementara para remaja asyik berswafoto mengabadikan momen emas golden hour.Inspirasi Pemberdayaan Ekonomi Kreatif bagi kita sebagai mahasiswa KKN, fenomena WSP memberikan pelajaran berharga mengenai konsep Agrowisata berbasis komunitas. Lonjakan pengunjung lokal langsung direspons cerdas oleh warga Desa Potoro dengan membuka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sepanjang tepi jalan sawah, puluhan pedagang kaki lima kini menggantungkan rezeki sore mereka. Mulai dari penjual kopi kekinian, batagor, hingga camilan tradisional, semuanya meramaikan roda perputaran ekonomi desa. Fenomena ini bisa menjadi bahan studi kasus atau inspirasi program kerja KKN terkait digitalisasi UMKM atau penataan wisata desa yang berkelanjutan.WSP adalah pengingat bahwa potensi wisata tidak selalu harus bermodal kemewahan buatan. Keaslian alam desa yang dikelola dengan akses yang baik sudah cukup untuk menggerakkan ekonomi warga.

Desa Wisata (ISW)

Inisiasi Desa Wisata: Program Pengabdian Masyarakat Dorong Optimalisasi Potensi Sawah Andoolo

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Ruas jalan aspal yang membelah hamparan sawah di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, kini berikhtiar melangkah lebih jauh. Kawasan persawahan yang mulanya hanya menjadi jujugan warga untuk berolahraga ringan dan menikmati senja tersebut mulai dilirik untuk dikembangkan menjadi kawasan Desa Wisata berbasis agrowisata dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, fenomena tingginya kunjungan masyarakat terjadi secara konsisten pada sore hingga menjelang malam hari. Pengunjung dari berbagai usia memanfaatkan infrastruktur jalan yang mulus untuk berjalan santai, berswafoto, hingga bermain sepatu roda dengan latar lanskap persawahan yang asri. Geliat keramaian ini turut memicu kebangkitan ekonomi mikro di sepanjang bahu jalan, di mana puluhan pedagang kaki lima menjajakan aneka jajanan dan minuman ringan untuk memanfaatkan tingginya perputaran interaksi warga.

Melihat dinamika sosial dan potensi ekonomi yang tumbuh secara spontan ini, akademisi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menginisiasi langkah pendampingan terstruktur guna mentransformasi kawasan Potoro menjadi destinasi wisata pedesaan yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, inisiasi pengembangan Desa Wisata di Kelurahan Potoro memfokuskan pendampingan pada tiga pilar utama. Pertama, penataan ruang dan zonasi eco-tourism dilakukan untuk mengatur tata letak aktivitas wisata agar tidak mengganggu fungsi utama lahan pertanian produktif, sekaligus menjaga keselamatan para pejalan kaki dan pengguna jalan.

Selanjutnya, pembinaan UMKM kuliner lokal diarahkan untuk mengorganisasi para pedagang agar memiliki standar higienitas dan penataan tempat usaha yang rapi, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Terakhir, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi prioritas guna mendorong kapasitas kelembagaan masyarakat lokal dalam mengelola potensi lanskap alam secara mandiri dan profesional.

Integrasi antara ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai, keasrian alam pedesaan, serta pendampingan berbasis perguruan tinggi ini diharapkan mampu menjadikan kawasan sawah Andoolo sebagai salah satu model penataan agrowisata berbasis komunitas di Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan PPQ Harian

Posko 3 KKA, Kegiatan PPQ Harian

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro – Hari kelima pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Posko 3 melaksanakan kegiatan PPQ Harian (Rabu, 12 Agustus 2026). Dalam kegiatan ini, berkesempatan untuk mengajar dan mendampingi anak-anak dalam belajar mengaji. Kegiatan ini bukan hanya tentang membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sebuah proses untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak sejak usia dini.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Amaliah (KKA) sebagai pendamping dan pengajar, serta anak-anak yang mengikuti pembelajaran mengaji.

Kegiatan ini dilakukan karena pendidikan agama merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan anak-anak. Belajar mengaji sejak dini dapat membantu anak-anak mengenal Al-Qur’an, memahami nilai-nilai kebaikan, serta membiasakan diri untuk mencintai ajaran agama.
Bagi mahasiswa KKA, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama berada di bangku perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya datang untuk menyelesaikan program kerja, tetapi juga belajar bagaimana cara berbagi ilmu, bersabar dalam menghadapi anak-anak, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Mahasiswa mendampingi anak-anak dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Anak-anak diajarkan secara perlahan sesuai dengan kemampuan mereka. Mahasiswa membantu memperbaiki bacaan, memberikan contoh, mendengarkan ketika anak-anak membaca, dan memberikan semangat ketika mereka mengalami kesulitan.
Dalam prosesnya, pembelajaran tidak hanya dilakukan dengan suasana yang serius, tetapi juga dengan pendekatan yang menyenangkan agar anak-anak tidak merasa takut atau bosan. Dengan begitu, anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan perlahan menumbuhkan rasa senang terhadap kegiatan mengaji.

Bersih Masjid (ISW)

Semangat Gotong Royong, KKA Posko 8 Bersama Kepala KUA Bersihkan Masjid As-Sidiq di Desa Woerahi

Buletinkka.rawaaopakonsel.ac.id, – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah, mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Posko 8 menggelar aksi gotong royong melalui program Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS). Kegiatan ini dipusatkan di Masjid As-Sidiq, Desa Woerahi, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Senin (10/8/2026).

Sebagaimana diketahui, Kuliah Kerja Amaliah (KKA) IAI Rawa Aopa merupakan program pengabdian masyarakat tahunan yang dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademis dan keagamaan dengan dinamika kehidupan sosial warga. Melalui program ini, mahasiswa diterjunkan langsung ke berbagai wilayah untuk menghadirkan solusi konkret serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat.

Aksi sosial tersebut berlangsung khidmat dan lancar berkat kolaborasi yang kuat antara mahasiswa dan otoritas keagamaan setempat. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Meluhu turun langsung ke lapangan untuk mendampingi, memimpin, serta bahu-membahu bersama mahasiswa membersihkan seluruh area dalam hingga halaman masjid.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata dari civitas akademika IAI Rawa Aopa terhadap berbagai program prioritas Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban, kebersihan lingkungan, serta pemberdayaan umat berbasis rumah ibadah.

Kegiatan GEBER MAS ini juga menjadi bagian dari partisipasi aktif mahasiswa KKA dalam mengabdi kepada masyarakat. Melalui aksi nyata bersih-bersih rumah ibadah ini, diharapkan menjadi jalan dalam membina hubungan silaturahmi antara mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa, pihak KUA, serta warga Desa Woerahi.

Koordinator Desa berharap bahwa dengan kegiatan seperti ini, maka hubungan silaturahmi dapat terjalin semakin erat hingga masa pengabdian selesai.

Posko 3 (ISW)

Ikuti Monev, Posko 3 Pertahankan Komitmen Pengabdian Masyarakat

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Memasuki hari keempat pelaksanaan Kuliah Kerja Amalan (KKA), civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mengawal kualitas pengabdian mahasiswa di lapangan. Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar di Posko 3 menjadi momentum pembuktian komitmen mahasiswa dalam menjalankan program Pengabdian Masyarakat Terpadu secara berkelanjutan.

Kegiatan Monev ini dihadiri langsung oleh Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., serta Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Kehadiran unsur pimpinan yayasan dan rektorat tersebut menegaskan pentingnya integrasi antara nilai-nilai akademik dan dedikasi sosial dalam skema KKA.

Dalam peninjauan tersebut, jajaran pimpinan melihat dari dekat berbagai program kerja berbasis pemberdayaan masyarakat yang tengah dijalankan oleh mahasiswa Posko 3. Pendekatan terpadu yang diusung dalam KKA tahun ini tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan, melainkan sebagai fasilitator perubahan yang berkolaborasi aktif dengan warga setempat.

Pembina Yayasan IAI Rawa Aopa, Al Asri, menyampaikan apresiasinya atas semangat dan dedikasi mahasiswa yang tetap terjaga selama berada di lokasi pengabdian. Ia menekankan bahwa KKA merupakan representasi nyata dari hadirnya perguruan tinggi di tengah-tengah persoalan masyarakat.

Satu nada dengan hal tersebut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menggarisbawahi pentingnya menjaga konsistensi dan kualitas luaran program kerja hingga akhir masa bakti KKA. Menurutnya, pengabdian masyarakat terpadu harus mampu memberikan dampak positif yang terukur dan berkesinambungan bagi desa lokasi penempatan.

Proses Monev di Posko 3 berlangsung interaktif melalui diskusi evaluatif mengenai kendala lapangan, respons masyarakat, serta pemantauan ketercapaian target program kerja. Dengan dilaksanakannya evaluasi berkala ini, IAI Rawa Aopa memastikan seluruh rangkaian KKA berjalan sesuai standar akademik dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Konawe Selatan.

Kunjungan Warga (ISW)

Posko 3 KKA, Berkunjung ke Rumah Warga

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro – Hari keempat pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Posko 3 melaksanakan kegiatan kunjungan ke rumah warga (Selasa, 11 Agustus 2026). Dalam kegiatan ini, sebagai kesempatan untuk bersosialisasi dan sekaligus memperkenalkan kegiatan KKA.

Kegiatan ini sebagai tahapan awal dalam pelaksanaan KKA. Begitu pula untuk sosialisasi terkait dengan persiapan penetapan program kerja.

Dari semua warga posko, mengikuti kegiatan dipimpin oleh Arip Supriyanto (Koordinator Posko Kelurahan Potoro).

Dalam kegiatan ini, warga menerima rombongan dan sekaligus menitipkan pesan bahwa ini adalah sebuah pembelajaran.

Monev (ISW)

Monev KKA di 3 Posko, Kelurahan Potoro, Konawe Selatan

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, — Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Amaliah (KKA) berlangsung lancar sesuai rencana di Pasar Potoro pada Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh para peserta KKA yang terbagi dalam tiga posko, sekaligus menjadi ruang dialog interaktif bersama Bapak Pendiri Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si..

Dalam arahannya, Bapak Al Asri menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam pelaksanaan KKA. Beliau menyampaikan bahwa seluruh rangkaian program yang dijalankan oleh mahasiswa hendaknya tidak sekadar menggugurkan kewajiban akademik, melainkan ditransformasikan menjadi nilai ibadah.

“Saat melaksanakan KKA, maka itu kesempatan mendapatkan peluang beramal jariah,” pungkas Bapak Al Asri di hadapan seluruh peserta yang hadir.

Baca Juga: IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Laksanakan KKA, Integrasi antara KKN dengan Pengabdian Masyarakat
https://rawaaopakonsel.ac.id/berita/iai-rawa-aopa-konawe-selatan-bersiap-laksanakan-kka-integrasi-antara-kkn-dengan-pengabdian-masyarakat/

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke. Kehadirannya bertujuan untuk memantau langsung dan memastikan seluruh perencanaan program kerja mahasiswa dapat berjalan secara terstruktur dan tepat sasaran.

Menurut Ismail Suardi Wekke, dokumentasi dan pemantauan secara berkala sangat krusial. Selain untuk pemenuhan kelengkapan penilaian mata kuliah, program ini dirancang agar memberikan dampak nyata sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“KKA tidak hanya menjadi sebuah rutinitas atau sebuah seremoni yang berjalan apa adanya. Lebih dari itu, perlu menjadi wadah untuk transformasi masyarakat,” kata Ismail Suardi Wekke.

Al Asri juga mengemukakan bahwa momentum hari kemerdekaan, sebuah kesempatan memadukan patriotisme dengan semangat pengabdian.

“KKA yang terlaksana dalam bulan Agustus ke September, sebuah peluang untuk memadukan pengabdian dalam hari merah putih,” tegas Al Asri menutup acara diskusi tersebut.

Melalui Monev ini, diharapkan seluruh mahasiswa dari keempat posko dapat mengoptimalkan sisa masa KKA dengan program-program bernilai guna tinggi yang berkelanjutan bagi masyarakat Pasar Potoro dan sekitarnya.

KKA Tudameaso

Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa Berbaur di Desa Tudameaso, Warga Keluhkan Harga Pinang Murah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe  Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan Posko VIII silaturahmi dengan masyarakat petani Pinang di Desa Tudameaso, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Rabu (5/8/2026).

Dalam pertemuan itu, mahasiswa dan warga berbincang tentang hasil produksi Pinang yang menjadi salah satu faktor perputaran ekonomi masyarakat sekitar.

Mahasiswa mendengarkan langsung keluhan warga tentang harga Pinang yang belum sesuai dengan keinginan petani.

Keluhan itu salah satunya disampaikan oleh Maudu. Selaku pemilik Pinang, ia merasa produksi Pinang yang dilakukan petani belum setara dengan harga pasar yang tergolong murah.

“Kami masih sangat kesusahan dengan harga Pinang yang murah, khususnya di Kecamatan Muluhu. Pinang belum banyak yang menanam tapi harganya sangat murah,” keluh Maudu.

Mendengar itu, Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Posko VIII, Sulwati menilai masalah yang dialami warga sekitar harusnya bisa menjadi perhatian pemerintah terkait.

“Keluhan petani akibat anjloknya harga pinang sangat wajar karena berdampak langsung pada daya beli dan biaya hidup,” kata Sulwati.

Sekadar diketahui, KKA IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sudah memasuki hari ketiga sejak dimulainya pada Senin, 3 Agustus 2026 lalu.

Berbagai aktivitas sudah dilakukan, termasuk di antaranya saat Rembuk Sunting di Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe pada Selasa 4 Agustus 2026.

NR (ISW)

IAI Rawa Aopa Jalin Kerjasama dengan NR Institute, Dorong Ekosistem Koperasi di Desa

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) resmi dibuka dengan menggelar Rapat Pleno I pada Selasa (4/8/2026). Turut hadir Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, termasuk hadir dalam agenda utama rapat pleno pertama. Agenda Pleno I berfokus pada pengukuhan visi dan misi organisasi serta pembahasan strategis mengenai pengembangan ekosistem koperasi.

Pelaksanaan Munas kali ini digelar secara hybrid, mengombinasikan kehadiran tatap muka terbatas di Sekretariat Organisasi kawasan Tebet, Jakarta Selatan, serta partisipasi dalam jaringan (daring) bagi para peserta dari berbagai daerah.

Dalam kepemimpinannya pada Pleno I, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya penyelarasan visi dan misi agar seluruh jajaran organisasi memiliki fondasi yang kokoh, khususnya dalam mendorong penguatan ekonomi anggota melalui koperasi.

“Pengukuhan visi dan misi ini menjadi dasar sebelum kita melangkah ke program kerja strategis, terutama dalam membangun ekosistem koperasi yang tangguh dan relevan. Format hybrid ini memastikan seluruh anggota tetap memiliki hak dan ruang yang sama untuk mengawal arah gerak organisasi,” ujar Ismail saat memimpin jalannya sidang.

Agenda dilanjutkan dengan diskusi mendalam terkait rancangan ekosistem koperasi. Para peserta menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola, digitalisasi layanan koperasi, hingga perluasan jaringan kemitraan guna memperkuat daya saing usaha bersama di tengah ketidakpastian ekonomi.

Suasana rapat berlangsung dinamis. Peserta yang hadir secara fisik di Tebet maupun secara virtual aktif memberikan masukan untuk penajaman draf visi-misi serta poin-poin krusial terkait pengembangan koperasi tersebut.

Setelah melalui serangkaian tanggapan dan penyempurnaan substansial, Rapat Pleno I secara resmi mengesahkan rumusan visi dan misi organisasi yang baru sekaligus menyepakati kerangka awal pengembangan ekosistem koperasi. Pengesahan ini menjadi pijakan untuk melanjutkan ke agenda Rapat Pleno berikutnya dalam rangkaian Musyawarah Nasional tahun ini.

Sebagaimana diketahui, IAI Rawa Aopa sementara menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) terpadu dengan nama utama Kuliah Kerja Amaliah. “Kesempatan ini bisa diseleraskan antara NR Institute dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk mendorong ekosiostem koperasi,” pungkas Ismail usai Pleno I selesai.