IWDN (ISW)

Penguatan Kapasitas Mahasiswa, IAI Rawa Aopa Proyeksikan Mahasiswa untuk Berinteraksi Dalam Kerangka IWDN

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan komitmennya dalam membawa civitas akademika menuju panggung internasional. Langkah strategis ini dipertegas melalui pertemuan penting antara pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Pendiri sekaligus Presiden Islamic World Development Network (IWDN), Fakih Fadilah Muttaqin, di Jakarta pada Senin (22/6).

Pertemuan ini menjadi tonggak krusial karena IAI Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi memulai komunikasi dalam jaringan global tersebut, Begitu pula IAI Rawa Aopa bergabung bersama 19 perguruan tinggi terkemuka lainnya di Indonesia dalam mempersiapkan kolaborasi dengan NUNI.

Dengan total aliansi 20 perguruan tinggi, kolaborasi ini dirancang sebagai katalisator utama dalam memperluas cakrawala pergaulan dan kompetensi mahasiswa di level internasional. Presiden IWDN, Fakih Fadilah Muttaqin, menyambut baik visi besar yang diusung oleh IAI Rawa Aopa. Ia menilai keterlibatan kampus dari Sulawesi Tenggara ini akan memberikan warna baru dalam diplomasi pemuda.

“Kami percaya bahwa potensi kepemimpinan muda tidak boleh dibatasi oleh sekat geografis. Kehadiran IAI Rawa Aopa sebagai bagian dari jejaring akan memperkaya perspektif inklusif dalam kerangka kerja IWDN, sekaligus membuka akses bagi mahasiswa daerah untuk terlibat langsung dalam forum-forum global,” ujar Ismail Suardi Wekke setelah pertemuan.

Ismail juga menambahkan bahwa kemitraan strategis ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem akademis yang dinamis, di mana mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor aktif dalam merespons berbagai isu kontemporer dunia.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang hadir dalam pertemuan tersebut, menegaskan bahwa internasionalisasi kampus adalah agenda mutlak. Menurutnya, pergaulan internasional bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan instrumen fundamental dalam struktur pengembangan kapasitas mahasiswa era modern.

“Kami tidak ingin mahasiswa kami canggung saat berinteraksi dengan dunia luar. Kerangka kerja bersama IWDN ini adalah karpet merah bagi mereka untuk mengasah global mindset, memperluas jaringan, dan membangun kepercayaan diri di lingkungan internasional,” tegas Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa status co-host yang disandang bersama 19 perguruan tinggi lainnya merupakan bukti nyata kepercayaan publik terhadap tata kelola institusi. Beliau menekankan bahwa kolaborasi lintas kampus ini akan menjadi wadah pertukaran pengetahuan, riset bersama, serta program pengabdian masyarakat yang memiliki dampak dan gaung secara global.

Melalui sinergi erat bersama IWDN dan jejaring NUNI (Nationwide University Network Indonesia) bersama 20 perguruan tinggi ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimistis mampu mentransformasi pola pembinaan mahasiswa. Institusi kini memproyeksikan seluruh program penguatan kapasitas untuk berbasis pada standar internasional, guna melahirkan lulusan yang berkarakter lokal namun berkemampuan global.