Posko 3 (ISW)

Ikuti Monev, Posko 3 Pertahankan Komitmen Pengabdian Masyarakat

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Memasuki hari keempat pelaksanaan Kuliah Kerja Amalan (KKA), civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mengawal kualitas pengabdian mahasiswa di lapangan. Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar di Posko 3 menjadi momentum pembuktian komitmen mahasiswa dalam menjalankan program Pengabdian Masyarakat Terpadu secara berkelanjutan.

Kegiatan Monev ini dihadiri langsung oleh Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., serta Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Kehadiran unsur pimpinan yayasan dan rektorat tersebut menegaskan pentingnya integrasi antara nilai-nilai akademik dan dedikasi sosial dalam skema KKA.

Dalam peninjauan tersebut, jajaran pimpinan melihat dari dekat berbagai program kerja berbasis pemberdayaan masyarakat yang tengah dijalankan oleh mahasiswa Posko 3. Pendekatan terpadu yang diusung dalam KKA tahun ini tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan, melainkan sebagai fasilitator perubahan yang berkolaborasi aktif dengan warga setempat.

Pembina Yayasan IAI Rawa Aopa, Al Asri, menyampaikan apresiasinya atas semangat dan dedikasi mahasiswa yang tetap terjaga selama berada di lokasi pengabdian. Ia menekankan bahwa KKA merupakan representasi nyata dari hadirnya perguruan tinggi di tengah-tengah persoalan masyarakat.

Satu nada dengan hal tersebut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menggarisbawahi pentingnya menjaga konsistensi dan kualitas luaran program kerja hingga akhir masa bakti KKA. Menurutnya, pengabdian masyarakat terpadu harus mampu memberikan dampak positif yang terukur dan berkesinambungan bagi desa lokasi penempatan.

Proses Monev di Posko 3 berlangsung interaktif melalui diskusi evaluatif mengenai kendala lapangan, respons masyarakat, serta pemantauan ketercapaian target program kerja. Dengan dilaksanakannya evaluasi berkala ini, IAI Rawa Aopa memastikan seluruh rangkaian KKA berjalan sesuai standar akademik dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Konawe Selatan.

Kunjungan Warga (ISW)

Posko 3 KKA, Berkunjung ke Rumah Warga

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro – Hari keempat pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Posko 3 melaksanakan kegiatan kunjungan ke rumah warga (Selasa, 11 Agustus 2026). Dalam kegiatan ini, sebagai kesempatan untuk bersosialisasi dan sekaligus memperkenalkan kegiatan KKA.

Kegiatan ini sebagai tahapan awal dalam pelaksanaan KKA. Begitu pula untuk sosialisasi terkait dengan persiapan penetapan program kerja.

Dari semua warga posko, mengikuti kegiatan dipimpin oleh Arip Supriyanto (Koordinator Posko Kelurahan Potoro).

Dalam kegiatan ini, warga menerima rombongan dan sekaligus menitipkan pesan bahwa ini adalah sebuah pembelajaran.

Monev (ISW)

Monev KKA di 3 Posko, Kelurahan Potoro, Konawe Selatan

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, — Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kuliah Kerja Amaliah (KKA) berlangsung lancar sesuai rencana di Pasar Potoro pada Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh para peserta KKA yang terbagi dalam tiga posko, sekaligus menjadi ruang dialog interaktif bersama Bapak Pendiri Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si..

Dalam arahannya, Bapak Al Asri menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam pelaksanaan KKA. Beliau menyampaikan bahwa seluruh rangkaian program yang dijalankan oleh mahasiswa hendaknya tidak sekadar menggugurkan kewajiban akademik, melainkan ditransformasikan menjadi nilai ibadah.

“Saat melaksanakan KKA, maka itu kesempatan mendapatkan peluang beramal jariah,” pungkas Bapak Al Asri di hadapan seluruh peserta yang hadir.

Baca Juga: IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Laksanakan KKA, Integrasi antara KKN dengan Pengabdian Masyarakat
https://rawaaopakonsel.ac.id/berita/iai-rawa-aopa-konawe-selatan-bersiap-laksanakan-kka-integrasi-antara-kkn-dengan-pengabdian-masyarakat/

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke. Kehadirannya bertujuan untuk memantau langsung dan memastikan seluruh perencanaan program kerja mahasiswa dapat berjalan secara terstruktur dan tepat sasaran.

Menurut Ismail Suardi Wekke, dokumentasi dan pemantauan secara berkala sangat krusial. Selain untuk pemenuhan kelengkapan penilaian mata kuliah, program ini dirancang agar memberikan dampak nyata sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“KKA tidak hanya menjadi sebuah rutinitas atau sebuah seremoni yang berjalan apa adanya. Lebih dari itu, perlu menjadi wadah untuk transformasi masyarakat,” kata Ismail Suardi Wekke.

Al Asri juga mengemukakan bahwa momentum hari kemerdekaan, sebuah kesempatan memadukan patriotisme dengan semangat pengabdian.

“KKA yang terlaksana dalam bulan Agustus ke September, sebuah peluang untuk memadukan pengabdian dalam hari merah putih,” tegas Al Asri menutup acara diskusi tersebut.

Melalui Monev ini, diharapkan seluruh mahasiswa dari keempat posko dapat mengoptimalkan sisa masa KKA dengan program-program bernilai guna tinggi yang berkelanjutan bagi masyarakat Pasar Potoro dan sekitarnya.

Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa Laksanakan Program Penanaman Tanaman Obat di Kebun Dasawisma

kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id meluhu-posko 8 woerahi, kec.meluhu, kab.konawe, Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa sukses melaksanakan program penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) di Kebun Dasawisma Desa Tambakua, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berlangsung pada Rabu (26/8/2026) ini diinisiasi oleh kelompok mahasiswa KKA sebagai bentuk pengabdian masyarakat sekaligus upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan warga.

Program penanaman ini menghadirkan berbagai jenis tanaman obat seperti kunyit, jahe, temulawak, dan sereh yang ditanam bersama para kader Dasawisma serta ibu-ibu PKK setempat. Selain untuk memperhijau lingkungan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya apotek hidup sebagai solusi kesehatan mandiri dan ekonomis. Melalui gotong royong ini, mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa berharap Kebun Dasawisma dapat menjadi percontohan pemanfaatan lahan produktif bagi warga desa setempat.

Mahasiswa KKA IAI rawa aopa Bersih-bersih mesjid as-sidiq didesa woerahi bersama kepala KUA kec meluhu

kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id meluhu-posko 8 woerahi, kec.meluhu, kab.konawe, Wujud nyata pengabdian kepada masyarakat ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa. Berkolaborasi langsung dengan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Meluhu, para mahasiswa menggelar aksi kerja bakti membersihkan Masjid As-Sidiq di Desa Woerahi, Kecamatan Meluhu.

Kegiatan gotong royong yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan ini berfokus pada pembersihan seluruh area masjid, mulai dari area utama ruang shalat, tempat wudhu, hingga halaman sekitar masjid.

Kepala KUA Kecamatan Meluhu memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan semangat para mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa program kerja akademik, tetapi juga memberikan dampak sosial-keagamaan yang positif bagi warga sekitar.

“Aksi bersih-bersih masjid ini merupakan langkah yang sangat mulia. Tempat ibadah yang bersih dan nyaman tentu akan membuat jamaah semakin khusyuk dalam menjalankan ibadah. Sinergi seperti ini diharapkan terus terjalin selama masa pengabdian mahasiswa di sini,” ujar Kepala KUA Kecamatan Meluhu di sela-sela kegiatan.

Sementara itu, koordinator mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bagian dari komitmen mereka dalam menjalankan nilai-nilai Amaliah kampus, yaitu menebar manfaat dan mempererat silaturahmi dengan pihak pemerintah lokal serta masyarakat desa.

Masyarakat Desa Woerahi menyambut positif kegiatan ini. Selain mempererat tali silaturahmi antara akademisi, instansi keagamaan, dan warga, aksi bersih masjid ini diharapkan dapat memotivasi warga setempat untuk terus menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah secara berkelanjutan.

Hijaukan Desa: Langkah Nyata Mahasiswa KKA Posko 8 IAI Rawa Aopa Lewat Kebun Dasa Wisma

 

 

kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id meluhu-posko 8 woerahi, kec.meluhu, kab.konawe, Memanfaatkan lahan pekarangan yang selama ini kurang optimal, mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Posko 8 IAI Rawa Aopa Konawe Selatan secara nyata menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan warga. Melalui program kolaboratif pembuatan Kebun Dasa Wisma, para mahasiswa bahu-membahu bersama masyarakat setempat untuk mengubah pekarangan rumah menjadi area hijau yang produktif dan bernilai ekonomis.

Kegiatan yang digagas oleh mahasiswa Posko 8 ini berfokus pada penanaman berbagai jenis tanaman obat keluarga (TOGA), sayur-mayur harian seperti cabai, terung, dan bayam, serta tanaman pembumbuan dapur. Selain membantu estetika lingkungan agar lebih asri, Kebun Dasa Wisma ini dirancang sebagai langkah efisiensi pengeluaran rumah tangga warga setempat dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari.

Koordinator Mahasiswa Posko 8 KKA IAI Rawa Aopa menyampaikan bahwa inisiasi ini bukan sekadar aksi penanaman fisik semata, melainkan sarana edukasi dan penguatan sinergi antara mahasiswa dan kelompok kader Dasa Wisma di desa.

“Kami ingin kehadiran KKA Posko 8 memberi dampak yang berkelanjutan. Kebun Dasa Wisma ini harapannya menjadi stimulan agar semangat gotong royong dan kesadaran memanfaatkan pekarangan rumah tetap hidup, bahkan setelah masa pengabdian kami selesai,” ujarnya di sela-sela aktivitas penanaman.

Masyarakat dan kelompok ibu-ibu Dasa Wisma menyambut hangat program pendampingan tersebut. Proses gotong royong tampak hangat sejak tahap pembersihan lahan, penyediaan media tanam dari pupuk organik lokal, hingga penataan polibag dan bedengan.

Melalui langkah kecil yang konsisten ini, Posko 8 KKA IAI Rawa Aopa membuktikan bahwa pengabdian masyarakat dapat dimulai dari pekarangan rumah—menciptakan desa yang tidak hanya lebih hijau dan asri, tetapi juga mandiri secara pangan.

Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Sejahtera Melalui Posyandu Balita dan Lansia KKA IAI Rawa Aopa Posko 8

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliyah (KKA) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Posko 8 sukses menggelar kegiatan Posyandu Integrasi yang diperuntukkan bagi balita dan lansia pada Rabu, 8 Agustus 2026. Berlokasi di posko pelayanan masyarakat setempat, kegiatan ini diusung sebagai bentuk komitmen nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa di sekitarnya. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi sejak pagi hari, dengan puluhan ibu rumah tangga membawa anak-anak mereka serta para lansia yang datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala.

Rangkaian kegiatan posyandu berjalan dengan lancar berkat kerja sama sinergis antara mahasiswa KKA Posko 8 dan para kader kesehatan desa. Untuk kategori balita, pelayanan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan tumbuh kembang, pemberian imunisasi rutin, serta pembagian makanan tambahan (PMT) bergizi. Sementara itu, untuk para lansia, pemeriksaan difokuskan pada pengecekan tekanan darah, gula darah, serta sesi konsultasi kesehatan ringan untuk mengontrol dan mencegah penyakit tidak menular.

Melalui program terpadu ini, KKA IAI Rawa Aopa Posko 8 berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan sejak dini hingga usia lanjut. Penanggung jawab kegiatan Posko 8 menyampaikan bahwa pemenuhan gizi balita dan perawatan kesehatan lansia merupakan kunci utama dalam menciptakan tatanan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Kehadiran mahasiswa KKA ini mendapat apresiasi hangat dari pemerintah desa dan masyarakat setempat karena dinilai sangat membantu serta memberi dampak positif secara langsung bagi kesejahteraan warga.

Aksi Bersih Masjid As-Siddiq: Sinergi KKA Posko 8 dan Masyarakat Desa Woerahi

kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id meluhu-posko 8 woerahi, kec.meluhu, kab.konawe, Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Posko 8 Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar aksi bersih-bersih di Masjid As-Siddiq, Desa Woerahi, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bergotong royong bersama warga setempat guna menjaga kebersihan dan kenyamanan sarana ibadah desa.

Aksi yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA tersebut berfokus pada pembersihan area dalam ruang utama shalat, penataan karpet, pembersihan tempat wudhu, hingga perawatan halaman luar masjid. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat terlihat dari pembagian tugas yang efektif demi mengoptimalkan kelancaran kegiatan.

Koordinator Posko 8 KKA IAI Rawa Aopa menyatakan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk menjaga fisik sarana ibadah, tetapi juga sebagai sarana mempererat jalinan silaturahmi antara mahasiswa peserta KKA dan warga Desa Woerahi. Pemilihan Masjid As-Siddiq sebagai pusat kegiatan didasari oleh posisinya sebagai sarana ibadah utama masyarakat sekitar.

Tokoh masyarakat dan pengurus Masjid As-Siddiq menyambut baik inisiatif ini. Kehadiran mahasiswa KKA dinilai membawa dorongan positif dalam memelihara kebersihan lingkungan tempat ibadah secara berkelanjutan.

Melalui aksi gotong royong ini, KKA Posko 8 IAI Rawa Aopa berharap kenyamanan jamaah dalam beribadah di Masjid As-Siddiq semakin meningkat, sekaligus memperkokoh semangat kebersamaan selama masa pengabdian masyarakat di Desa Woerahi.

KKA Posko 8 IAI Rawa Aopa Ajak Murid dan Guru Mengaji Lantunkan Asmaul Husna Bersama

 

 

kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id meluhu-posko 8 woerahi, kec.meluhu, kab.konawe, Mahasiswa Kuliah Kerja Amalan (KKA) Posko 8 Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar kegiatan spiritual bersama masyarakat dengan melantunkan Asmaul Husna di Desa Woerahi. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh para murid Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan guru mengaji setempat.

Program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKA Posko 8 ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan karakter religius anak-anak sejak dini, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa, pengajar Al-Qur’an, dan warga sekitar.

Acara diawali dengan shalat berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan 99 nama-nama Allah SWT secara serentak. Suasana khidmat dan penuh keberkahan terasa saat lantunan Asmaul Husna bergema, dipandu langsung oleh para mahasiswa KKA bersama guru mengaji setempat.

Koordinator Posko 8 KKA IAI Rawa Aopa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dalam bidang keagamaan dan pendidikan Islam. “Kami ingin menghadirkan suasana belajar Al-Qur’an yang tidak hanya berfokus pada kelancaran membaca, tetapi juga menanamkan nilai-nilai tauhid dan kecintaan kepada Allah SWT melalui Asmaul Husna,” ujarnya.

Para guru mengaji Desa Woerahi menyambut positif inisiatif ini. Menurut mereka, kehadiran mahasiswa KKA membawa semangat baru bagi para murid dalam mengikuti kegiatan pengajian rutin di TPQ.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKA Posko 8 IAI Rawa Aopa berharap kebiasaan melantunkan Asmaul Husna dapat terus dilestarikan oleh para santri dan guru mengaji, sehingga nilai-nilai keislaman tetap hidup dan menjadi benteng moral bagi generasi muda di Desa Woerahi.

KKA Tudameaso

Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa Berbaur di Desa Tudameaso, Warga Keluhkan Harga Pinang Murah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe  Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan Posko VIII silaturahmi dengan masyarakat petani Pinang di Desa Tudameaso, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Rabu (5/8/2026).

Dalam pertemuan itu, mahasiswa dan warga berbincang tentang hasil produksi Pinang yang menjadi salah satu faktor perputaran ekonomi masyarakat sekitar.

Mahasiswa mendengarkan langsung keluhan warga tentang harga Pinang yang belum sesuai dengan keinginan petani.

Keluhan itu salah satunya disampaikan oleh Maudu. Selaku pemilik Pinang, ia merasa produksi Pinang yang dilakukan petani belum setara dengan harga pasar yang tergolong murah.

“Kami masih sangat kesusahan dengan harga Pinang yang murah, khususnya di Kecamatan Muluhu. Pinang belum banyak yang menanam tapi harganya sangat murah,” keluh Maudu.

Mendengar itu, Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Posko VIII, Sulwati menilai masalah yang dialami warga sekitar harusnya bisa menjadi perhatian pemerintah terkait.

“Keluhan petani akibat anjloknya harga pinang sangat wajar karena berdampak langsung pada daya beli dan biaya hidup,” kata Sulwati.

Sekadar diketahui, KKA IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sudah memasuki hari ketiga sejak dimulainya pada Senin, 3 Agustus 2026 lalu.

Berbagai aktivitas sudah dilakukan, termasuk di antaranya saat Rembuk Sunting di Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe pada Selasa 4 Agustus 2026.