Posko 5 KKA, kegiatan penutupan lomba antar dusun desa wawonggura.

Posko 5 KKA, kegiatan penutupan lomba antar dusun desa wawonggura.

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.idpalangga – (24 Agustus 2026).

Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa yang melaksanakan KKA di Desa Wawonggura, Kecamatan Palangga, melaksanakan penutupan kegiatan lomba antar dusun pada 24 Agustus 2026.Kegiatan lomba tersebut sebelumnya telah dibuka pada 22 Agustus 2026 oleh Bapak Camat Palangga dan Kepala Desa Wawonggura. Kegiatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa KKA sebagai salah satu bentuk program kerja untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat.

Pelaksanaan lomba mendapat sambutan dan antusiasme yang baik dari masyarakat Desa Wawonggura. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKA berharap dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat serta memberikan kontribusi positif selama pelaksanaan KKA.Penutupan lomba berlangsung dengan penuh kebersamaan dan menjadi tanda berakhirnya seluruh rangkaian perlombaan antar dusun yang telah dilaksanakan bersama masyarakat Desa Wawonggura.

WhatsApp Image 2026-08-25 at 21.12.06

mahasiswa KKA IAI RAWA AOPA Posko 9 Desa TudaMeaso berpartisipasi dalam kegiatan PORDES

Mahasiswa KKA IAI RAWA AOPA KONAWE SELATAN berpartisipasi dalam kegiatan lomba (PORDES) di desa Tudameaso. dan MAHASISWA juga menyerahkan Berupa  PROPOSAL sebagai tanda bahwa MAHASISWA  KKA IAI RAWA AOPA POSKO 9 DESA TUDAMEASO, mendukung penuh kegiatan PORDES yang di Agendakan Langsung Ketua KARANG TARUNA  desa tudameaso.

MAHASISWA KKA IAI RAWA AOPA. Bangga dapat berpartisipasi dan mendukung penuh kemeriahan  perlombaan di DESA TUDAMEASO. kehadiran para mahasiswa  ini tidak hanya datang KKA saja di desa tersebut, tetapi juga ikut serta dalam bagian kegiatan lomba yaitu menjadi PANITIA lomba, kehadiran MAHASISWA KKA IAI RAWA AOPA di Desa Tudameaso. Membawa semangat baru bagi masyarakat, dan menambah kemeriahan baru.

kordinator desa (kordes) KKA posko 9 ”SADRI ” menyampaikan bahwa

    “partisipasi ini merupakan langka nyata untuk membaur dan mempererat tali silaturahmi anatara MAHASISWA dengan masyarakat,

“kami ingin hadir tidak hanya membawa program kerja fisik, tetapi juga membangun kebersamaan.lewat kegiatan PORDES ini, kami  bisa saling mengenal dekat dengan warga dalam suasana yang cair penuh ke gembiraan. ” ujar SADRI sebagai kordes posko 9.

Kepala Desa Tudameaso Bapak NDEA.  Menyambut possitif Antusiasme MAHASISWA. menurutnya,keterlibatan MAHASISWA KKA memberikan energi positif dan semangat baru bagi warga,

       “Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan keikutsertaan MAHASISWA KKA dalam kegiatan lomba ini. Antusiasme mereka tidak hanya memeriakan PORDES tetapi juga mencairkan suasana sehingga warga masyarakat TUDAMEASO merasa sangat dekat dengan mereka 

ini bentuk sinergi yang sangat luar biasa antara MAHASISWA dan masyarakat DESA TUDAMEASO” ujar NDEA Kepala Desa Tudameaso.

Kegiatan ini menjadi momentum penting Bagi MAHASISWA untuk mengasah kepekaan sosial,memahami kearifan lokal,serta meruntuhkan sekat antara akademisi dan masyarakat desa, senyum dan telak tawa selama kegiatan PORDES menjadi bukti hangatnya penerimaan masyarakat terhadap MAHASISWA KKA.

 

 

Expo Desa (ISW)

Expo Desa Hasil KKA di Seminar Indonesia-Filipina

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Dumagete — Semarak kolaborasi lintas negara mewarnai gedung Dumagete pada Selasa Sore sampai malam (25 Agustus 2026). Dalam forum Seminar Internasional Indonesia-Filipina, gelaran Expo Desa Hasil Kuliah Kerja Akademik (KKA) mencuri perhatian para delegasi akademisi, praktisi pembangunan, serta pejabat kedua negara.

Pameran yang menampilkan ragam inovasi dan produk unggulan hasil pemberdayaan masyarakat desa ini menjadi etalase nyata bagaimana sentuhan akademis mampu menggerakkan roda ekonomi akar rumput. Berbagai produk lokal, mulai dari olahan pangan bernilai tambah hingga kerajinan tangan ramah lingkungan, dipajang apik di bilik-bilik stan pameran.

Ketua Panitia Seminar menyebutkan bahwa kehaidran KKA bukan sebagai agenda strategis akademik, juga laboratorium sosial di mana mahasiswa dan warga desa merajut solusi atas persoalan nyata. “Desa bukan lagi objek, melainkan subjek utama pembangunan. Melalui KKA, potensi terpendam di perdesaan digali dan diangkat ke panggung global,” ujarnya di sela-sela peninjauan stan.

Sejumlah delegasi asal Filipina tampak antusias mendiskusikan model pemberdayaan yang diterapkan di desa-desa binaan Indonesia. Mereka menilai pendekatan partisipatif yang diusung dalam KKA memiliki kemiripan tantangan dengan wilayah perdesaan di Filipina, sehingga membuka peluang besar untuk pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) di masa mendatang.

Dokumentasi posko 2 meluhu

KKA Posko 2 Meluhu, Rapat Bersama Pemerintah Desa Lamelai Dan Masyarakat..

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Meluhu – Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin komunikasi dan koordinasi yang baik antara Mahasiswa KKA, Pemerintah Desa, Dan Masyarakat Desa Lamelai.

Lamelai, 4 Ahustus 2026 – Kegiatan yang berlangsung di balai desa tersebut menjadi salah satu bentuk komunikasi sekaligus silahturahmi dengan masyarakat.

Dalam suasana yang penuh rasa kekeluargaan Mahasiswa memperkenalkan diri, menyampaikan tujuan dan program kerja apa saja yang akan dilaksanakan.

Kegiatan ini diharapakan dapat mempererat hubungan antara Mahasiswa KKA. pemerintah Desa dan Masyarakat Desa Lamelai, sehingga program kerja yang akan dilakukan dapat terlaksana dengan efektif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Laga Persahabatan Voli KKA Posko 2 Melawan KKA Posko 6

Laga Persahabatan Voli KKA Posko 2 Melawan KKA Posko 6

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro Hari kedelapan belas (Selasa, 25 Agustus 2026) Pertandingan bola voli putri yang mempertemukan tim Posko 6 melawan tim Posko 2 berlangsung meriah di sebuah lapangan terbuka berlantai tanah yang dikelilingi oleh pepohonan hijau yang rindang. Suasana pertandingan tampak kasual namun penuh semangat khas kegiatan antar-posko mahasiswa yang sedang menjalankan program pengabdian. Cuaca sedang sangat cerah dan mendukung, di mana pancaran sinar matahari menyinari area lapangan dan memberikan bayangan tubuh para pemain di tanah. Peristiwa olahraga ini diselenggarakan di lapangan terbuka Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo. Lapangan terbuka ini berlatar belakang vegetasi pepohonan yang cukup lebat, mencerminkan karakteristik wilayah pedesaan yang asri di Andoolo. Pertandingan yang mempertemukan dua tim posko ini dilaksanakan pada siang menjelang sore hari, terlihat dari posisi pencahayaan matahari yang cukup terik namun mulai condong, menciptakan momen yang ideal bagi warga dan mahasiswa untuk berkumpul serta berolahraga bersama. Pihak-pihak yang terlibat aktif dalam dokumentasi tersebut adalah para mahasiswa dari Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Amaliah (KKA). Para mahasiswi putri ini terbagi ke dalam dua tim, yaitu tim Posko 6 dan tim Posko 2. Sebagian besar pemain putri yang berada di dalam lapangan tampak mengenakan pakaian olahraga kasual, celana panjang, serta jilbab hitam untuk memudahkan pergerakan. Di sisi lapangan, terlihat pula beberapa orang penonton yang berdiri menyaksikan jalannya pertandingan dengan antusias. Pertandingan ini diadakan sebagai sarana hiburan sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antar-anggota posko maupun dengan masyarakat Kelurahan Potoro melalui kegiatan kompetisi yang sehat. Mekanisme jalannya pertandingan bola voli putri ini berlangsung cukup sengit dan kompetitif sejak set pertama dimulai. Kedua tim saling berbalas serangan dengan melakukan servis, operan, dan passing untuk menjatuhkan bola di area pertahanan lawan demi mengumpulkan poin demi poin. Melalui perjuangan yang melelahkan dan kerja sama tim yang solid, kemenangan akhirnya berhasil diraih oleh tim Posko 6 dengan skor akhir 2-1. Tim Posko 6 sukses mengamankan dua set kemenangan, sementara tim Posko 2 harus puas dengan mencuri satu set pertandingan dalam perlawanan mereka yang luar biasa.

Posko 5 KKA, Kegiatan Pembukaan Devile Kecamatan Palangga

Posko 5 KKA, Kegiatan Pembukaan Devile Kecamatan Palangga

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.idpalangga. (25 Agustus 2026), mahasiswa KKA turut berpartisipasi dalam kegiatan pembukaan devile Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) tingkat Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa KKN bersama peserta devile, pemerintah daerah, panitia, dan masyarakat yang hadir untuk memeriahkan acara.

Kegiatan pembukaan devile dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Pekan Olahraga dan Seni yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat sportivitas, mempererat persatuan dan kebersamaan, serta mendukung masyarakat dalam mengembangkan potensi di bidang olahraga dan seni. Mahasiswa KKA turut mengambil bagian dengan mengikuti dan memeriahkan kegiatan secara bersama-sama.Kegiatan berlangsung dengan meriah, penuh antusiasme, dan suasana kebersamaan. Setelah mengikuti rangkaian pembukaan, mahasiswa KKA melakukan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan atas partisipasi dalam kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin silaturahmi yang semakin baik antara mahasiswa KKA, pemerintah, peserta, dan masyarakat Kecamatan Palangga.

Posko 3 KKA, Gotong Royong Perbaikan Akses Jalan Desa Bersama Warga Potoro.

Posko 3 KKA, Gotong Royong Perbaikan Akses Jalan Desa Bersama Warga Potoro.

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro – Hari kedelapanbelas pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Selasa, 25 Agustus 2026. Posko 3 melaksanakan aksi gotong royong bersama warga untuk memperbaiki akses jalan yang rusak di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan kerja bakti ini dilakukan secara bersama-sama pada pagi hari untuk mempermudah mobilitas dan aktivitas transportasi harian masyarakat setempat. Aksi sosial ini dipicu oleh kondisi jalanan yang masih berupa tanah, bergelombang, dan rawan terkikis sehingga sulit dilalui oleh kendaraan. Melihat kendala tersebut, para mahasiswa KKA Posko 3 berinisiatif mengajak warga sekitar untuk turun langsung ke lapangan. Mereka berkolaborasi meratakan tanah, membersihkan batu-batu besar, serta memperbaiki titik-titik jalan yang dinilai membahayakan bagi pengendara.Proses perbaikan jalan ini dilakukan dengan menggunakan alat-alat manual seadanya seperti sekop dan cangkul. Melalui semangat gotong royong ini, akses jalan kini menjadi lebih aman untuk dilewati oleh warga. Kegiatan ini tidak hanya berhasil memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi dan kebersamaan antara mahasiswa dengan masyarakat Kelurahan Potoro.