Pasca Pelantikan (ISW)

Usai Pelantikan Pejabat di Jajaran IAI Rawa Aopa, Di Pekan Pertama Siap Laksanakan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bergerak cepat pasca pelantikan jajaran pejabat struktural baru. Memasuki pekan pertama masa kerja, manajemen kampus telah menjadwalkan agenda strategis berupa kegiatan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas yang ditargetkan berlangsung pada akhir pekan ini.

Langkah taktis ini diputuskan setelah adanya pertemuan koordinasi intensif antara rektorat dengan jajaran yayasan. Bertempat di kediaman Ketua Yayasan di Andoolo, Senin (19 Januari 2026), Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, melakukan pertemuan khusus dengan Ketua Yayasan, Mardan, SkM., M.Si., serta Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., guna mematangkan ritme kerja organisasi ke depan.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa momentum setelah pelantikan harus segera diisi dengan penyamaan persepsi melalui program pengembangan SDM. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memastikan seluruh pejabat yang baru dilantik memiliki kesiapan mental dan manajerial yang mumpuni dalam menjalankan tugas-tugas akademik maupun administratif. Menurutnya, sinergi antara yayasan dan rektorat menjadi kunci utama agar target-target institusi dapat tercapai secara akseleratif.

Selain itu, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama dari upgrading ini adalah penguatan tata kelola keuangan dan perencanaan yang lebih transparan dan akuntabel di lingkungan IAI Rawa Aopa. Ia menyebutkan bahwa setiap pejabat harus mengakselerasi regulasi terbaru serta mekanisme kerja internal agar tidak terjadi hambatan birokrasi yang tidak perlu. Pihaknya berkomitmen untuk menjadikan pekan pertama ini sebagai fondasi kuat bagi transformasi kampus di masa depan.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke secara lugas menekankan pentingnya eksekusi cepat setelah seremoni pelantikan berakhir. “Kita tidak memiliki waktu untuk sekadar bertepuk tangan, sebab setelah pelantikan ini, tanggung jawab besar sudah menanti dan upgrading di akhir pekan nanti adalah langkah awal kita untuk bertahan pada jalur transformasi,” tegas Ismail saat ditemui di usai pertemuan di Andoolo.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan bahwa kualitas pelayanan kepada mahasiswa sangat bergantung pada kapasitas para pengelolanya. “Peningkatan kapasitas ini sebagai silaturahmi, juga merupakan upaya sadar untuk meningkatkan standar mutu pelayanan di IAI Rawa Aopa agar semakin kompetitif,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pihak yayasan terhadap program-program akselerasi ini. “Hasil koordinasi hari ini memastikan bahwa Ketua Yayasan dan Ketua Dewan Pembina memberikan lampu hijau sepenuhnya agar kami segera melakukan konsolidasi internal demi kemajuan institusi yang kita cintai ini,” pungkas Ismail.

Seminar Proposal (ISW)

Mahasiswa IAI Rawa Aopa yang Memprogramkan Skripsi, Ditargetkan Sampai ke Publikasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan program dalam meningkatkan mutu akademik, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir yang tengah menempuh penyelesaian tugas akhir. Saat ini, kampus tersebut melatih mahasiswa yang memprogramkan skripsi untuk tidak sekadar menuntaskan penelitian di atas kertas, melainkan harus menargetkan luaran hingga ke tahap publikasi ilmiah pada jurnal-jurnal bereputasi.

Langkah ini diambil guna memastikan kontribusi intelektual mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat diakses oleh masyarakat luas dan diakui secara akademis di level nasional maupun internasional. Transformasi skripsi menjadi artikel jurnal ini menjadi salah satu indikator utama dalam pemenuhan standar kualitas perguruan tinggi di era digital.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa mahasiswa harus mulai mengubah pola pikir dari sekadar menggugurkan kewajiban akademik menjadi upaya diseminasi ilmu pengetahuan. Menurutnya, publikasi adalah bukti otentik bahwa sebuah penelitian memiliki nilai kebermanfaatan yang nyata bagi perkembangan disiplin ilmu terkait.

“Kita tidak ingin karya ilmiah mahasiswa hanya berakhir menjadi pajangan di rak perpustakaan, melainkan harus menjadi rujukan bagi peneliti lain melalui publikasi jurnal yang terakreditasi,” ujar Ismail Suardi Wekke saat membuka Seminar Proposal yang terintegrasi dengan Pengabdian Masyarakat, di Poleang Timur (Kamis, 15 Januari 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihak rektorat telah menyiapkan skema dukungan bagi mahasiswa dan dosen pembimbing agar proses konversi skripsi ke artikel jurnal dapat berjalan lebih sistematis. Ismail menekankan pentingnya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menjaga standar kualitas tulisan agar layak tembus ke jurnal bereputasi.

“Proses publikasi ini adalah jembatan bagi mahasiswa untuk memasuki ekosistem ilmiah yang lebih luas, sehingga kemampuan menulis mereka akan teruji secara objektif oleh para reviewer,” tambahnya dalam sebuah sesi diskusi usai kegiatan.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa target publikasi ini juga berdampak positif pada akreditasi institusi dan program studi. Ia meyakini bahwa dengan meningkatnya jumlah publikasi dari mahasiswa, reputasi IAI Rawa Aopa akan semakin kuat sebagai lembaga pendidikan yang produktif dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas.

“Saya berharap setiap mahasiswa yang memprogramkan skripsi tahun ini memiliki semangat yang sama untuk menembus batas-batas ruang kelas melalui tulisan yang dipublikasikan secara daring,” tegasnya menutup pernyataan.

Kebijakan ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya mahir secara teoritis, tetapi juga memiliki rekam jejak digital yang positif dalam dunia akademik. Pihak kampus berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa dalam setiap tahap penyusunan hingga naskah mereka berhasil diterbitkan.

Salam Setara (ISW)

IAI Rawa Aopa Konsel Silaturahmi Dengan Bupati Konsel, Laporkan Pelantikan Rektor hingga Apresiasi Bantuan UKT

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Jajaran Yayasan dan pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan (Konsel) menggelar audiensi dengan Bupati Konawe Selatan di Rumah Jabatan Bupati pada Rabu (21 Januari 2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempertahankan sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam memajukan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa Konsel yang baru saja dilantik, Dr. Basrin Melamba, melaporkan secara resmi proses transisi kepemimpinan di kampus hijau tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa IAI Rawa Aopa sebagai mitra strategis pemerintah.

“Kehadiran kami hari ini selain untuk bersilaturahmi, juga melaporkan hasil pelantikan rektor. Kami sangat memohon dukungan dan arahan dari Bapak Bupati agar perguruan tinggi ini terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah Konawe Selatan,” ujar Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., di hadapan Bupati.

Senada dengan hal itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi pembangunan fisik dan non-fisik antara yayasan dan pemerintah kabupaten. Demikian pula terkait dengan pelaksanaan kegiatan yang sudah berlangsung yang juga mendapatkan dukungan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.

“Kami menyadari bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah daerah. Dukungan Bapak Bupati sangat kami harapkan, baik dalam bentuk kebijakan maupun bantuan fasilitas yang menunjang aktivitas akademik mahasiswa kami,” kata Al Asri.

Salah satu poin utama dalam audiensi ini adalah penyampaian apresiasi mendalam atas perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan mahasiswa. Tercatat, sebanyak 200 mahasiswa IAI Rawa Aopa menerima bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang hadir mendampingi rektor, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat meringankan beban mahasiswa. “Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Bapak Bupati atas bantuan UKT bagi 200 mahasiswa kami. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan anak-anak Konsel tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Dalam pertemuan yang sama, Ismail Suardi Wekke yang juga Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa, menyoroti aspek pengembangan mutu lulusan dan riset daerah. Ia melihat peluang besar dalam kerja sama yang lebih luas di masa depan.

“Sinergi ini harus terus kita rawat. Kami di Pascasarjana selalu menjadi mitra berpikir pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis riset untuk kemajuan Konawe Selatan,” tutur Ismail.

Salah satu yang dilaporkan Ismail kepada Bupati Konawe Selatan terkait dengan mahasiswa magang di Jepang. “Sementara ini berlangsung pelatihan bahasa Jepang dengan bekerja sama LPK Salewangang di Maros,” tutur Ismail Suardi Wekke.

Tak hanya dari sisi akademik, aspek ekonomi kerakyatan juga menjadi bahasan dalam pertemuan ini. Wakil Ketua Koperasi Jasa Rawa Aopa, Abdul Kadir, S.Sos., S.H., M.H., yang turut hadir, menyatakan kesiapan institusi dalam mendukung program ekonomi kreatif di lingkungan kampus dan sekitarnya.

“Koperasi Jasa Rawa Aopa siap bersinergi dengan program-program pemberdayaan ekonomi daerah, sehingga kemandirian mahasiswa dan masyarakat sekitar kampus dapat terwujud sejalan dengan visi Bupati,” pungkasnya.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti beberapa poin kerja sama teknis guna mempercepat akselerasi pendidikan tinggi di Kabupaten Konawe Selatan.

Pascasarjana IAI Rawa Aopa (ISW)

Fasilitasi Studi Lanjut Magister dan Doktor bagi Masyarakat Konsel, IAI Rawa Aopa Bentuk Direktorat Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan membentuk Direktorat Pascasarjana sebagai langkah strategis untuk memfasilitasi kebutuhan studi lanjut bagi masyarakat di wilayah Konawe Selatan dan Sulawesi Tenggara. Kehadiran direktorat baru ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi peningkatan kualifikasi akademik masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin menempuh jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3).

Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., usai dilantik, (Sabtu, 17 Januari 2026) menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas kepada masyarakat lokal. Menurutnya, selama ini kendala jarak dan akses seringkali menjadi hambatan utama bagi putra daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan adanya direktorat ini, IAI Rawa Aopa berupaya memangkas hambatan tersebut melalui program-program yang adaptif terhadap kebutuhan daerah.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai visi besar di balik pembentukan unit ini. “Pembentukan Direktorat Pascasarjana ini adalah jawaban konkret kami untuk memastikan bahwa masyarakat Konawe Selatan memiliki wadah yang representatif guna meningkatkan kapasitas keilmuan mereka tanpa harus meninggalkan daerah,” ujar Ismail saat ditemui di kampus IAI Rawa Aopa (Andoolo), usai acara pelantikan Rektor dan Direktur Pascasarjana. 

Ia juga menambahkan bahwa institusi sedang merancang kurikulum yang relevan dengan dinamika sosial dan potensi ekonomi di Sulawesi Tenggara. “Kami ingin lulusan pascasarjana nantinya bukan sekadar meraih gelar, tetapi benar-benar menjadi pakar yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan di Konsel,” imbuhnya. 

Terkait kolaborasi, Ismail menyatakan komitmennya untuk membangun jejaring luas. “Langkah awal kami adalah memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna menjamin mutu akademik yang kompetitif,” tegasnya.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menjelaskan bahwa keberadaan direktorat ini diharapkan dapat memacu semangat para aparatur sipil negara (ASN) dan praktisi pendidikan di Konawe Selatan untuk terus belajar. Ia menyampaikan bahwa pihak kampus akan memberikan kemudahan administratif dan bimbingan yang intensif bagi para calon mahasiswa agar mereka dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan standar kualitas yang terjaga. 

Lebih lanjut, Ismail mengutarakan optimismenya bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Konawe Selatan akan memiliki stok sumber daya manusia unggul yang melimpah berkat fasilitasi pendidikan yang sistematis melalui pemberian bantuan UKT oleh Bupati Konawe Selatan.

Pendirian Direktorat Pascasarjana ini juga merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) pengembangan kampus untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan akademik di wilayah selatan Sulawesi Tenggara. Dengan manajemen yang terfokus di bawah kepemimpinan Direktur Pascasarjana Ismail Suardi Wekke, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan proses pengembangan program studi baru yang linear dengan kebutuhan pasar kerja global namun tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Beasiswa (ISW)

Beasiswa Bagi Mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk Tahun Akademik Mendatang

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus memperkuat komitmennya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara. Untuk tahun akademik mendatang, pihak kampus mengumumkan ketersediaan program beasiswa komprehensif yang diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa yang membutuhkan bantuan finansial guna memastikan tidak ada anak bangsa yang putus kuliah karena kendala ekonomi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari visi strategis institusi. Dalam penjelasannya, Ismail menyampaikan bahwa pihaknya telah merancang skema bantuan yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. 

“Kami telah mengalokasikan anggaran khusus yang cukup signifikan untuk memastikan bahwa mahasiswa berbakat dari keluarga kurang mampu dapat terus melanjutkan studi mereka tanpa terbebani biaya pendidikan,” ujar Ismail saat ditemui di ruang kerjanya usai peluncuran pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru, Andoolo (Selasa, 20 Januari 2026).

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya integrasi antara prestasi akademik dengan kemudahan akses pendidikan bagi para mahasiswa di IAI Rawa Aopa. Ia menyebutkan bahwa beasiswa ini tidak hanya menyasar mereka yang berprestasi di dalam kelas, tetapi juga mencakup potensi bakat di bidang lain. 

“Target utama kami adalah mencetak lulusan yang unggul secara intelektual dan memiliki daya saing global, sehingga beasiswa ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus stimulus bagi mereka untuk terus berkarya,” tuturnya dengan optimis.

Menyangkut proses distribusi dan transparansi, Ismail Suardi Wekke menjamin bahwa seluruh tahapan seleksi akan dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Ia menyampaikan komitmen institusi dalam menjaga integritas pemberian bantuan tersebut agar tepat sasaran sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. 

“Seluruh proses verifikasi data hingga penetapan penerima akan dilakukan secara transparan oleh tim khusus agar setiap bantuan yang keluar benar-benar jatuh ke tangan mahasiswa yang paling membutuhkan dan berhak,” tegas Ismail mengakhiri keterangannya.

Selain memberikan pernyataan secara lugas, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan beberapa poin penting terkait teknis pelaksanaan program ini. Ia memaparkan bahwa pihak universitas saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai mitra strategis, baik dari sektor pemerintahan maupun swasta, untuk memperluas cakupan sumber pendanaan beasiswa bagi para mahasiswa. 

Langkah ini diambil guna menambah kuota penerima manfaat di masa depan sehingga jangkauan bantuan pendidikan di lingkungan IAI Rawa Aopa dapat menyentuh lebih banyak individu. Dalam kesempatan yang sama, Ismail menerangkan bahwa kriteria penilaian untuk calon penerima beasiswa tahun ini akan mengalami penyesuaian yang lebih adaptif terhadap kondisi ekonomi terkini di Konawe Selatan. 

Ia menyebutkan bahwa faktor keberlanjutan studi menjadi poin krusial dalam penilaian, di mana mahasiswa yang menunjukkan konsistensi dalam nilai akademik akan mendapatkan prioritas lebih tinggi. Hal ini dimaksudkan agar bantuan yang diberikan efektif dalam menjaga performa pendidikan mahasiswa hingga meraih gelar sarjana.

Terakhir, Ismail Suardi Wekke menginformasikan bahwa seluruh informasi terkait syarat dan prosedur pendaftaran akan segera dipublikasikan melalui kanal resmi kampus. Ia menghimbau kepada seluruh mahasiswa agar segera mempersiapkan dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan sejak dini supaya tidak terhambat kendala administrasi saat pendaftaran resmi dibuka. Upaya jemput bola ini diharapkan dapat mempercepat proses sinkronisasi data keuangan kampus dengan kebutuhan riil mahasiswa di lapangan.

Koperasi Jasa (ISW)

IAI Rawa Aopa Siapkan Koperasi, Segera Dikenalkan ke Publik Melalui Peluncuran

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bergerak cepat dalam melakukan penguatan kelembagaan pasca prosesi pelantikan Rektor yang berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Aula Kampus Andoolo. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dimatangkan adalah pendirian Koperasi Jasa Rawa Aopa, sebuah unit usaha yang dirancang untuk mendukung ekosistem ekonomi di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari peta jalan pengembangan institusi yang lebih mandiri. Dalam pernyataan dalam kesempatan yang sama, Ismail menjelaskan bahwa kehadiran koperasi ini menjadi simbol kemandirian lembaga dalam mengelola sumber daya yang dimiliki secara profesional.

“Koperasi Jasa Rawa Aopa kami persiapkan sebagai pilar ekonomi yang akan menopang berbagai kegiatan strategis di kampus serta menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh civitas akademika,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam pernyataan usai kegiatan pelantikan.

Melanjutkan pemaparannya, Ismail juga mengungkapkan secara tidak langsung bahwa persiapan peluncuran perdana koperasi tersebut kini tengah memasuki tahap akhir dan akan segera diperkenalkan secara luas kepada publik dalam waktu dekat dengan target sekitar bulan Syawal. Hal ini sejalan dengan upaya kampus untuk memperkuat struktur keuangan internal melalui unit bisnis yang legal dan terorganisir.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh regulasi dan struktur manajemen koperasi sudah siap sepenuhnya sebelum diperkenalkan secara resmi kepada publik agar peluncurannya nanti memberikan dampak yang berkelanjutan,” tegas Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University, Thailand.

Pada pernyataan di kesempatan yang sama Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa melalui koperasi ini, sinergi antara aspek akademik dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan demi kemajuan IAI Rawa Aopa di masa depan. Beliau berharap unit usaha ini menjadi motor penggerak bagi inovasi-inovasi lain yang sedang direncanakan oleh pihak rektorat dalam masa jabatan baru ini.

“Peluncuran ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan civitas akademika dan masyarakat luas melalui model ekonomi berbasis keumatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang turut hadir dalam kegiatan pelantikan tersebut, dimana melantik struktur pejabat di lingkup institusi Rawa Aopa.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Organisasi Koperasi, Abdul Kadir, S.Sos., S.H., M.H., menyatakan bahwa fokus utama tim saat ini adalah mematangkan koordinasi internal. Ia menegaskan bahwa pendirian koperasi ini merupakan langkah konkret pengembangan kelembagaan yang diambil segera setelah pelantikan Rektor baru. Sementara itu, pihak Humas Koperasi mengonfirmasi bahwa persiapan peluncuran perdana kini menjadi prioritas agar seluruh pemangku kepentingan dapat memahami manfaat strategis dari kehadiran Koperasi Jasa Rawa Aopa.

Rapat Koordinasi (ISW)

Sinergi Yayasan dan Pengelola IAI Rawa Aopa Perkuat Tata Kelola Perguruan Tinggi, Gelar Rapat Koordinasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar rapat koordinasi strategis antara pihak yayasan dan jajaran pengelola perguruan tinggi (Jumat, 16 Januari 2026). Pertemuan yang berlangsung khidmat di Hotel Zam Zam, Andoolo ini dihadiri langsung dan mendengarkan paparan dan pengarahan Dewan Pembina, Al Asri, S.Pd., M.Si., dan Ketua Yayasan Mardan, S.KM., M.Si., guna membahas penguatan institusi dan sinkronisasi program kerja tahun akademik mendatang. 

Sinergi antara kebijakan yayasan dan implementasi di tingkat pengelola menjadi poin utama yang ditekankan untuk memastikan IAI Rawa Aopa tetap relevan dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara. Pertemuan diawali dengan pengarahan Dewan Pembina yang memesankan untuk pengelola senantiasa tetap berada dalam koridor hukum pendidikan tinggi.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., dalam kegiatan tersebut memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya integrasi sistem manajemen internal. Beliau menyatakan bahwa Konsolidasi ini merupakan langkah vital bagi kita semua untuk menyusun peta jalan institusi yang lebih terukur dan berkelanjutan. 

Ismail Suardi Wekke juga menekankan perlunya persiapan penerimaan mahasiswa baru dan juga menargetkan bahwa jurnal yang dikelola oleh IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, dalam tahun ini sudah terindeks SINTA. “Penerimaan mahasiswa baru, segera dibuka. Begitu pula, kita beriktiar bersama, supaya jurnal kita sudah terakreditasi,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Menurutnya, koordinasi ini sangat krusial bagi masa depan lembaga. Ismail kembali menegaskan dengan mengatakan, “Pertemuan hari ini adalah momentum emas untuk menyatukan visi antara regulasi yayasan dengan kebutuhan operasional di lapangan secara presisi,” kata Ismail Suardi Wekke. 

Tak hanya itu, ia juga menekankan aspek akuntabilitas dengan menyatakan bahwa pihak rektorat akan memastikan setiap alokasi anggaran dan penataan kepegawaian berjalan selaras dengan standar mutu nasional demi kemajuan mahasiswa di masa depan.

Dalam tinjauan manajerial yang lebih formal, Ismail Suardi Wekke memaparkan bahwa efektivitas organisasi pendidikan tinggi sangat bergantung pada koherensi antara perencanaan strategis dan ketersediaan sumber daya yang dialokasikan secara proporsional. Beliau menegaskan bahwa implementasi kebijakan good university governance menuntut adanya integrasi data yang akurat guna meminimalisir asimetri informasi antara pihak yayasan sebagai pemegang kebijakan dan rektorat sebagai pelaksana operasional. 

Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa penguatan pilar kepegawaian harus didasarkan pada analisis beban kerja dan pengembangan kompetensi berkelanjutan yang berorientasi pada luaran (output) akademik yang kompetitif. Melengkapi arahan tersebut, Ismail Suardi Wekke turut menyampaikan sejumlah poin strategis melalui pernyataan tidak langsung lainnya. 

Beliau menjelaskan bahwa kedisiplinan administratif merupakan fondasi utama yang tidak boleh ditawar dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan. Beliau juga memaparkan pandangannya mengenai urgensi peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan internal agar seluruh staf mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika digitalisasi kampus yang kian masif. Beliau menyampaikan harapannya agar kolaborasi yang terjalin erat antara pembina, yayasan, dan pengelola dapat terus dipertahankan sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas dan prestasi IAI Rawa Aopa di masa depan.

Dalam sesi pendalaman, Ismail Suardi Wekke menambahkan tiga pernyataan langsung lainnya untuk mempertegas komitmen institusi. Beliau berujar, “Kita tidak boleh berpuas diri dengan capaian saat ini, karena tantangan global menuntut kita untuk terus melakukan inovasi di sektor perencanaan.” 

Terkait tata kelola keuangan, beliau menegaskan, “Setiap rupiah yang dikelola harus memiliki dampak langsung pada peningkatan kualitas layanan akademik dan fasilitas pendukung bagi mahasiswa.” Menutup pernyataannya, Ismail memberikan motivasi kepada seluruh pengelola dengan mengatakan, “Dedikasi kita dalam menata kepegawaian hari ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi unggul dari Konawe Selatan.”

PMB 2026 (ISW)

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kabar gembira bagi para calon mahasiswa di manapun berada, khususnya di Sulawesi Tenggara. Mulai hari ini, Senin (19/01/2026), proses seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk Tahun Akademik 2026/2027 resmi dibuka. Jadwal penerimaan mahasiswa baru sampai dengan 31 Agustus 2026.

Penerimaan tahun ini mengusung tema “Inovasi dan Integritas: Menyiapkan Generasi Unggul 2045”, dengan fokus pada penjaringan talenta yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi.

Jalur Seleksi yang Tersedia

Terdapat beberapa skema masuk yang dapat dipilih oleh calon mahasiswa sesuai dengan minat dan prestasinya:

  • Jalur Prestasi (Undangan): Seleksi berdasarkan nilai rapor dan prestasi non-akademik tingkat nasional/internasional.
  • Jalur Tes Mandiri: Ujian berbasis komputer yang mengukur kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran kognitif.
  • Jalur Beasiswa: Khusus bagi calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu atau daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Juga bagi yang memenuhi persyaratan untuk menerima KIP Kuliah.
  • Jalur Internasional: Dibuka khusus untuk program PPL & KKA dengan institusi mitra luar negeri semisal di Jepang.

Persyaratan Umum Pendaftaran

Bagi Anda yang berencana mendaftar, berikut adalah dokumen utama yang perlu dipersiapkan:

  1. Scan ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL), tamatan sekolah menengah atau Paket C.
  2. Pas foto terbaru.
  3. Kartu Identitas (KTP & Kartu Keluarga).
  4. Sertifikat pendukung (khusus jalur prestasi).

Catatan Penting: Proses pendaftaran dapat dilakukan secara daring (online) atau datang langsung ke kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Calon mahasiswa diimbau untuk waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan panitia seleksi, terutama dari nomor WhatsApp yang tidak dikenal.

Informasi Lebih Lanjut:

Kunjungi situs web resmi di https://rawaaopakonsel.ac.id/2026/01/19/penerimaan-mahasiswa-baru-tahun-akademik-2026-2027/ atau hubungi Call Center Bagian Informasi dan Data IAI Rawa Aopa tertera di laman website kampus (https://rawaaopakonsel.ac.id/2026/01/18/kontak-dan-narahubung-pendaftaran-mahasiswa-baru/).

FGD dengan UniSZA (ISW)

Perkuat Kolaborasi Regional, Pascasarjana UniZSA Malaysia Gelar Diskusi Terpumpun Bersama Empat Perguruan Tinggi Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Program Pascasarjana Universiti Sultan Zainal Abidin (UniZSA) Malaysia memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Forum Diskusi Terpumpun (FGD) bersama empat perguruan tinggi dari Indonesia. Pertemuan ini difokuskan pada pendokumentasian dan pemantapan implementasi kerja sama yang mencakup bidang studi lanjut, riset, dan publikasi (Ahad, 18 Januari 2026).

Turut hadir dosen dan pimpinan perguruan tinggi selain UniSZA, juga STAI DDI Makassar, Universitas Muhammadiyah Bima, dan STIT Sunan Giri Bima, bersama-sama dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Moderator dalam pertemuan tersebut, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan pandangan strategis mengenai arah kolaborasi ini. Dalam sesi diskusi, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah krusial untuk memastikan perguruan tinggi daerah di Indonesia dapat sejajar dengan institusi global.

Ia menekankan pentingnya integrasi akademik antara Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi tantangan pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Ismail yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana ini menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah mempercepat hilirisasi riset agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat di kedua negara.

Terkait teknis pelaksanaan, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung mengenai visi kolaborasi ini:

“Diskusi ini merupakan kelanjutan, sekaligus upaya kita untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa pascasarjana memiliki akses terhadap literatur dan mentor internasional melalui jaringan UniZSA (Malaysia),” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, ia memaparkan pentingnya dokumentasi kerja sama yang rapi sebagai basis keberlanjutan program ke depan.

“Kami di IAI Rawa Aopa berkomitmen agar dapat diwujudkan satu MoU. Kita ingin ada output nyata berupa publikasi bersama pada jurnal bereputasi global dalam waktu dekat,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia dan anggaran di institusinya kini mulai diprioritaskan untuk mendukung mobilitas akademik lintas negara.

“Internasionalisasi adalah keharusan. Dengan skema pembiayaan yang terencana, kami ingin dosen dan mahasiswa kami memiliki cakrawala berpikir yang luas melalui kolaborasi strategis seperti ini,” pungkasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi cetak biru bagi kolaborasi pendidikan tinggi di Asia Tenggara, di mana UniZSA dan empat mitra Indonesia tersebut sepakat untuk segera menindaklanjuti hasil diskusi dalam bentuk program kerja nyata pada semester mendatang.

Pelantikan PP IAPIM (ISW)

Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Sampaikan Selamat Atas Pengukuhan PP IAPIM

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menyampaikan ucapan selamat dan sukses secara resmi atas pengukuhan jajaran Pengurus Pusat Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM). Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap keberlanjutan regenerasi kepemimpinan dalam organisasi alumni pesantren tersebut, disampaikan Ismail Suardi Wekke di sela-sela pelaksanaan ujian akhir semester IAI Rawa Aopa (Sabtu, 17 Januari 2026).

Dalam keterangan persnya, Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menekankan bahwa pengukuhan ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat jejaring alumni pesantren yang kini telah berkiprah di berbagai sektor strategis. Ia menilai bahwa alumni pesantren memiliki keunggulan komparatif karena mampu memadukan kedalaman spiritual dengan kecerdasan intelektual dalam menjawab tantangan zaman.

“Dalam pelbagai kesempatan, alumnus pesantren merupakan bagian dalam memajukan pendidikan tinggi Indonesia,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang juga alumnus pesantren IMMIM.

Beliau berharap agar amanah yang diemban oleh pengurus baru dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi membawa organisasi IAPIM menjadi lebih besar dan memberikan manfaat nyata bagi umat. Lebih lanjut, ia juga melihat adanya potensi besar bagi kedua belah pihak untuk menjalin sinergi di masa depan, terutama dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jenjang pendidikan tinggi.

“Melalui pesantren kita bisa belajar banyak. Ketika duduk di bangku pesantren, saat itu kami mendapatkan peluang belajar banyak hal semisal bahasa Inggris dan Arab sehingga kini mendapatkan pelbagai peluang di tingkat global,” tutur Ismail yang kini juga memegang jabatan sebagai Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Selain urusan akademik, Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam program pengabdian masyarakat yang melibatkan pakar serta praktisi dari kalangan alumni. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat literasi Islam dan moderasi beragama, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.

Pengukuhan ini diyakini akan menjadi titik awal bagi IAPIM untuk semakin solid dalam menjalin ukhuwah antaralumni. Dengan kepemimpinan yang baru, organisasi ini diharapkan terus menjadi mitra strategis bagi lembaga pendidikan dan pemerintah dalam upaya mencetak generasi emas yang berakhlak mulia.

“Dengan adanya regenerasi ini, menjadi peluang bagi IAPIM untuk tetap berkontribusi bagi pemajuan ilmu pengetahuan,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang menulis disertasi terkait pembelajaran bahasa di Pesantren IMMIM.

Sebagai catatan, tegas Ismail bahwa pesantren menjadi sarana dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Pada saat yang sama, kita perlu mempertahankan bahwa pesantren menyediakan akses pendidikan yang selama ini tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh pemerintah dan negara,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga research fellow INTI International University (Malaysia).