Koperasi Jasa (ISW)

IAI Rawa Aopa Siapkan Koperasi, Segera Dikenalkan ke Publik Melalui Peluncuran

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bergerak cepat dalam melakukan penguatan kelembagaan pasca prosesi pelantikan Rektor yang berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026 di Aula Kampus Andoolo. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dimatangkan adalah pendirian Koperasi Jasa Rawa Aopa, sebuah unit usaha yang dirancang untuk mendukung ekosistem ekonomi di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari peta jalan pengembangan institusi yang lebih mandiri. Dalam pernyataan dalam kesempatan yang sama, Ismail menjelaskan bahwa kehadiran koperasi ini menjadi simbol kemandirian lembaga dalam mengelola sumber daya yang dimiliki secara profesional.

“Koperasi Jasa Rawa Aopa kami persiapkan sebagai pilar ekonomi yang akan menopang berbagai kegiatan strategis di kampus serta menjadi wadah kolaborasi bagi seluruh civitas akademika,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam pernyataan usai kegiatan pelantikan.

Melanjutkan pemaparannya, Ismail juga mengungkapkan secara tidak langsung bahwa persiapan peluncuran perdana koperasi tersebut kini tengah memasuki tahap akhir dan akan segera diperkenalkan secara luas kepada publik dalam waktu dekat dengan target sekitar bulan Syawal. Hal ini sejalan dengan upaya kampus untuk memperkuat struktur keuangan internal melalui unit bisnis yang legal dan terorganisir.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh regulasi dan struktur manajemen koperasi sudah siap sepenuhnya sebelum diperkenalkan secara resmi kepada publik agar peluncurannya nanti memberikan dampak yang berkelanjutan,” tegas Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University, Thailand.

Pada pernyataan di kesempatan yang sama Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa melalui koperasi ini, sinergi antara aspek akademik dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan demi kemajuan IAI Rawa Aopa di masa depan. Beliau berharap unit usaha ini menjadi motor penggerak bagi inovasi-inovasi lain yang sedang direncanakan oleh pihak rektorat dalam masa jabatan baru ini.

“Peluncuran ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan civitas akademika dan masyarakat luas melalui model ekonomi berbasis keumatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang turut hadir dalam kegiatan pelantikan tersebut, dimana melantik struktur pejabat di lingkup institusi Rawa Aopa.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Organisasi Koperasi, Abdul Kadir, S.Sos., S.H., M.H., menyatakan bahwa fokus utama tim saat ini adalah mematangkan koordinasi internal. Ia menegaskan bahwa pendirian koperasi ini merupakan langkah konkret pengembangan kelembagaan yang diambil segera setelah pelantikan Rektor baru. Sementara itu, pihak Humas Koperasi mengonfirmasi bahwa persiapan peluncuran perdana kini menjadi prioritas agar seluruh pemangku kepentingan dapat memahami manfaat strategis dari kehadiran Koperasi Jasa Rawa Aopa.

Magang di Jepang (ISW)

Kuliah di IAI Rawa Aopa dan Magang ke Jepang, Kini Dibuka

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan membuka program integrasi perkuliahan yang dikombinasikan dengan kesempatan magang ke Jepang. Program inovatif ini dirancang untuk memberikan pengalaman internasional sekaligus peningkatan keterampilan praktis bagi para mahasiswa di tengah persaingan global yang kian kompetitif. Demikian disampaikan Ismail Suardi Wekke, saat peluncuran pendaftaran mahasiswa baru di kampus Andoolo (Senin, 19 Januari 2026).

Melalui skema ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan penguatan akademik di kampus, tetapi juga memiliki jalur khusus untuk menyelami dunia kerja profesional di luar negeri. “Kita berikan kesempatan untuk mengenali dunia kerja global,” kata Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D.., menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret kampus dalam melakukan akselerasi kualitas lulusan. Ia menjelaskan bahwa pihak universitas telah menjalin komunikasi intensif dengan berbagai mitra strategis guna memastikan mahasiswanya mendapatkan posisi magang yang relevan dengan bidang studi masing-masing. 

Menurutnya, program ini menjadi jawaban atas kebutuhan dunia kerja yang kini menuntut adanya wawasan global dan kedisiplinan tinggi. “Jepang, salah satu negara yang maju dalam produktivitas. Kita punya kesempatan untuk belajar ke sana,” tutur Ismail yang menjadi komite saintifik kegiatan Tohoku University International Interdisciplinary Seminar (TUIIS) selama lima tahun.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa seluruh aspek perencanaan anggaran dan sumber daya manusia telah disiapkan secara matang untuk mendukung keberangkatan para mahasiswa ke Negeri Sakura tersebut. Ia menyebutkan bahwa dukungan institusi tidak hanya berhenti pada pemberangkatan, tetapi juga pada pengawasan selama masa magang berlangsung. 

Pihak kampus berharap agar kolaborasi lintas negara ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan karier mahasiswa di masa depan. “Dengan belajar di IAI Rawa Aopa, maka ada mata kuliah yang dapat ditempuh melalui skema magang,” jelas Ismail yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Dalam kesempatan yang sama di kampus Andoolo, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan terkait visi besar program ini. “Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa IAI Rawa Aopa memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di level internasional, dan magang ke Jepang ini adalah pintu masuknya,” ujarnya dengan penuh optimisme. 

Selain itu, ia juga menambahkan mengenai teknis pelaksanaan program. “Kurikulum kami telah disesuaikan agar proses magang ini dapat dikonversi menjadi skema pembelajaran yang diakui secara akademik, sehingga mahasiswa tetap bisa lulus tepat waktu,” kata Ismail.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh calon mahasiswa dan orang tua untuk tidak ragu memanfaatkan peluang emas ini. “Pendaftaran telah resmi dibuka, dan kami mengundang putra-putri terbaik untuk bergabung bersama kami guna menjemput masa depan yang lebih cerah melalui pengalaman internasional ini,” pungkasnya. Dengan dibukanya program ini, IAI Rawa Aopa semakin mempertahankan posisinya sebagai institusi pendidikan yang progresif di Sulawesi Tenggara.

Agenda: Workshop Penyiapan Akreditasi Jurnal ke SINTA

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sembilan perguruan tinggi memulai prakarsa dalam menjalin kolaborasi strategis. Terbentang dari Papua sampai ke Aceh. Kesembilan perguruan tinggi tersebut, Universitas Amal Ilmiah Yapis Papua, STIT Sunan Giri Bima, STAI DDI Maros, STAI DDI Pangkajene Kepulauan, Universitas Muhammadiyah Barru.

Begitu pula dengan STAI Nusantara (Banda Aceh), STEBI Al Muhsin Yogyakarta. Secara teknis dilaksanakan bersama antara Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Chaeriyah Mamuju. Kegiatan akan dilaksanakan secara daring mulai Jumat, 30 Januari 2026.

Kegiatan dalam kerangka IUCSRS (Indonesian Universities Consortium on Social Religious Studies) yang merupakan prakarsa Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, dalam mendorong dan memajukan kerjasama tri dharma perguruan tinggi. Salah satunya terkait dengan pengelolaa terbitan berkala ilmiah.

Fokus utama adalah penguatan tata kelola jurnal ilmiah. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi sumber daya antarlembaga. Semangat kebersamaan menjadi kunci suksesnya kegiatan workshop ini.

Workshop ini bertujuan menyiapkan jurnal menuju akreditasi SINTA. Peserta membedah standar penilaian nasional secara mendalam. Peningkatan skor evaluasi diri menjadi target utama setiap pengelola. Akreditasi yang baik akan meningkatkan reputasi institusi dan dosen.

Manajemen jurnal berbasis Open Journal Systems (OJS) diperkuat. Peserta mendapatkan bimbingan teknis terkait alur kerja penyuntingan. Kelengkapan atribut profil jurnal diperiksa satu demi satu. Hal ini memastikan proses publikasi berjalan profesional dan konsisten.

Kualitas artikel menjadi poin krusial dalam penilaian SINTA. Workshop membahas pentingnya proses peninjauan sejawat (peer-review) yang ketat. Unsur kebaruan dan kontribusi ilmiah ditekankan kepada para editor. Diversitas penulis dari berbagai instansi juga didorong lebih luas.

Rencana Tindak Lanjut Bersama

Kegiatan disertai dengan penyusunan jadwal kegiatan berbasis akreditasi. Setiap perguruan tinggi berkomitmen memantau progres harian. Pendampingan berkelanjutan akan dilakukan antar-pengelola jurnal. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan jurnal-jurnal yang akan terindeks di SINTA sebagai bentuk pengakuan jurnal di tingkat nasional.

Rapat Koordinasi (ISW)

Sinergi Yayasan dan Pengelola IAI Rawa Aopa Perkuat Tata Kelola Perguruan Tinggi, Gelar Rapat Koordinasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar rapat koordinasi strategis antara pihak yayasan dan jajaran pengelola perguruan tinggi (Jumat, 16 Januari 2026). Pertemuan yang berlangsung khidmat di Hotel Zam Zam, Andoolo ini dihadiri langsung dan mendengarkan paparan dan pengarahan Dewan Pembina, Al Asri, S.Pd., M.Si., dan Ketua Yayasan Mardan, S.KM., M.Si., guna membahas penguatan institusi dan sinkronisasi program kerja tahun akademik mendatang. 

Sinergi antara kebijakan yayasan dan implementasi di tingkat pengelola menjadi poin utama yang ditekankan untuk memastikan IAI Rawa Aopa tetap relevan dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara. Pertemuan diawali dengan pengarahan Dewan Pembina yang memesankan untuk pengelola senantiasa tetap berada dalam koridor hukum pendidikan tinggi.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., dalam kegiatan tersebut memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya integrasi sistem manajemen internal. Beliau menyatakan bahwa Konsolidasi ini merupakan langkah vital bagi kita semua untuk menyusun peta jalan institusi yang lebih terukur dan berkelanjutan. 

Ismail Suardi Wekke juga menekankan perlunya persiapan penerimaan mahasiswa baru dan juga menargetkan bahwa jurnal yang dikelola oleh IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, dalam tahun ini sudah terindeks SINTA. “Penerimaan mahasiswa baru, segera dibuka. Begitu pula, kita beriktiar bersama, supaya jurnal kita sudah terakreditasi,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Menurutnya, koordinasi ini sangat krusial bagi masa depan lembaga. Ismail kembali menegaskan dengan mengatakan, “Pertemuan hari ini adalah momentum emas untuk menyatukan visi antara regulasi yayasan dengan kebutuhan operasional di lapangan secara presisi,” kata Ismail Suardi Wekke. 

Tak hanya itu, ia juga menekankan aspek akuntabilitas dengan menyatakan bahwa pihak rektorat akan memastikan setiap alokasi anggaran dan penataan kepegawaian berjalan selaras dengan standar mutu nasional demi kemajuan mahasiswa di masa depan.

Dalam tinjauan manajerial yang lebih formal, Ismail Suardi Wekke memaparkan bahwa efektivitas organisasi pendidikan tinggi sangat bergantung pada koherensi antara perencanaan strategis dan ketersediaan sumber daya yang dialokasikan secara proporsional. Beliau menegaskan bahwa implementasi kebijakan good university governance menuntut adanya integrasi data yang akurat guna meminimalisir asimetri informasi antara pihak yayasan sebagai pemegang kebijakan dan rektorat sebagai pelaksana operasional. 

Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa penguatan pilar kepegawaian harus didasarkan pada analisis beban kerja dan pengembangan kompetensi berkelanjutan yang berorientasi pada luaran (output) akademik yang kompetitif. Melengkapi arahan tersebut, Ismail Suardi Wekke turut menyampaikan sejumlah poin strategis melalui pernyataan tidak langsung lainnya. 

Beliau menjelaskan bahwa kedisiplinan administratif merupakan fondasi utama yang tidak boleh ditawar dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan. Beliau juga memaparkan pandangannya mengenai urgensi peningkatan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan internal agar seluruh staf mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika digitalisasi kampus yang kian masif. Beliau menyampaikan harapannya agar kolaborasi yang terjalin erat antara pembina, yayasan, dan pengelola dapat terus dipertahankan sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas dan prestasi IAI Rawa Aopa di masa depan.

Dalam sesi pendalaman, Ismail Suardi Wekke menambahkan tiga pernyataan langsung lainnya untuk mempertegas komitmen institusi. Beliau berujar, “Kita tidak boleh berpuas diri dengan capaian saat ini, karena tantangan global menuntut kita untuk terus melakukan inovasi di sektor perencanaan.” 

Terkait tata kelola keuangan, beliau menegaskan, “Setiap rupiah yang dikelola harus memiliki dampak langsung pada peningkatan kualitas layanan akademik dan fasilitas pendukung bagi mahasiswa.” Menutup pernyataannya, Ismail memberikan motivasi kepada seluruh pengelola dengan mengatakan, “Dedikasi kita dalam menata kepegawaian hari ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi unggul dari Konawe Selatan.”

PMB 2026 (ISW)

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kabar gembira bagi para calon mahasiswa di manapun berada, khususnya di Sulawesi Tenggara. Mulai hari ini, Senin (19/01/2026), proses seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk Tahun Akademik 2026/2027 resmi dibuka. Jadwal penerimaan mahasiswa baru sampai dengan 31 Agustus 2026.

Penerimaan tahun ini mengusung tema “Inovasi dan Integritas: Menyiapkan Generasi Unggul 2045”, dengan fokus pada penjaringan talenta yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi.

Jalur Seleksi yang Tersedia

Terdapat beberapa skema masuk yang dapat dipilih oleh calon mahasiswa sesuai dengan minat dan prestasinya:

  • Jalur Prestasi (Undangan): Seleksi berdasarkan nilai rapor dan prestasi non-akademik tingkat nasional/internasional.
  • Jalur Tes Mandiri: Ujian berbasis komputer yang mengukur kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran kognitif.
  • Jalur Beasiswa: Khusus bagi calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu atau daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Juga bagi yang memenuhi persyaratan untuk menerima KIP Kuliah.
  • Jalur Internasional: Dibuka khusus untuk program PPL & KKA dengan institusi mitra luar negeri semisal di Jepang.

Persyaratan Umum Pendaftaran

Bagi Anda yang berencana mendaftar, berikut adalah dokumen utama yang perlu dipersiapkan:

  1. Scan ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL), tamatan sekolah menengah atau Paket C.
  2. Pas foto terbaru.
  3. Kartu Identitas (KTP & Kartu Keluarga).
  4. Sertifikat pendukung (khusus jalur prestasi).

Catatan Penting: Proses pendaftaran dapat dilakukan secara daring (online) atau datang langsung ke kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Calon mahasiswa diimbau untuk waspada dan berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan panitia seleksi, terutama dari nomor WhatsApp yang tidak dikenal.

Informasi Lebih Lanjut:

Kunjungi situs web resmi di https://rawaaopakonsel.ac.id/2026/01/19/penerimaan-mahasiswa-baru-tahun-akademik-2026-2027/ atau hubungi Call Center Bagian Informasi dan Data IAI Rawa Aopa tertera di laman website kampus (https://rawaaopakonsel.ac.id/2026/01/18/kontak-dan-narahubung-pendaftaran-mahasiswa-baru/).

Diskusi Kerjasama (ISW)

Agenda: Pertemuan Awal dengan HoD di SoA, Bina Nusantara University

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pertemuan awal dengan Head of Department (HoD) di School of Architecture (SoA), Bina Nusantara University dijadwalkan Sabtu mendatang (24 Januari 2026). Langkah ini, merupakan kesempatan strategis untuk membuka ruang dialog formal dan menjajaki potensi sinergi akademik. 

Fokus utama dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan profil masing-masing institusi serta menyelaraskan visi terkait pengembangan keilmuan di bidang akuntasi dan keuangan. Melalui sesi ini, kedua belah pihak dapat mengidentifikasi peluang kerja sama yang konkret, baik dalam skala nasional maupun internasional. 

Sebagaimana diketahui Binus University, merupakan institusi yang sudah tersenarai dalam QS Rangking. “Sekaligus merupakan sekolah bisnis terbaik di Indonesia dalam rangking QS,” ujar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kuangan, dan Kepegawaian, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sementara itu, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, saat ini sementara menunggu persetujuan pihak Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Kementerian Agama RI, terkait dengan surat keputusan ijin operasional program studi ekonomi syariah. “Dengan kegiatan ini, akan menjadi kesempatan mengenalkan IAI Rawa Aopa ke calon mitra, Bina Nusantara University,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai research fellow INTI International University (Malaysia).

Agenda ini juga dirancang sebagai forum untuk mendiskusikan peluang untuk menjalin program-program inovatif, seperti kolaborasi riset, pertukaran dosen, hingga pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri global. Dengan melibatkan pimpinan departemen secara langsung, setiap poin kesepakatan diharapkan memiliki landasan manajerial yang kuat untuk ditindaklanjuti menjadi program nyata. 

Diskusi akan mencakup pemanfaatan sumber daya bersama guna meningkatkan kualitas lulusan dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Sebagai penutup, pertemuan ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka kerja sama (MoU/MoA) yang menguntungkan kedua pihak. 

Output yang diharapkan bukan sekadar seremoni formal, melainkan terciptanya jejaring akademik yang berkelanjutan dalam kerangka mobilitas keilmuan. Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan Bina Nusantara University dan mitra dapat bersama-sama memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan berkelanjutan di sektor keuangan dan akuntansi.

KIP Kuliah (ISW)

Mahasiswa KIP Kuliah IAI Rawa Aopa Ditargetkan Menempuh PPL dan KKA di Luar Negeri

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah menyiapkan langkah strategis untuk membawa mahasiswanya bersaing di kancah global. Tidak tanggung-tanggung, pihak kampus menargetkan mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebagai prioritas utama dalam program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Amaliyah (KKA) lintas negara.

Program strategis ini dirancang untuk mematahkan stigma bahwa keterbatasan ekonomi merupakan penghalang bagi mahasiswa untuk mencicipi pengalaman akademik internasional. Pihak rektorat memandang bahwa mahasiswa KIP Kuliah memiliki ketahanan dan motivasi belajar yang tinggi, sehingga layak diberikan panggung di luar negeri.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan di sela-sela peluncuran pendaftaran mahasiswa baru di kampus Andoolo (Senin, 19 Januari 2026). Ismail menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari transformasi institusi menuju standar internasional. Dalam pertemuan koordinasi di kampus baru-baru ini, beliau menegaskan komitmen institusi terhadap para penerima beasiswa.

“Kami berkomitmen penuh untuk memfasilitasi mahasiswa KIP Kuliah agar bisa merasakan atmosfer pendidikan internasional melalui program PPL dan KKA di luar negeri tahun ini,” ujar Ismail Suardi Wekke secara tegas.

Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada teori di dalam kelas, melainkan harus melihat bagaimana ilmu pengetahuan diaplikasikan di berbagai negara dengan budaya kerja yang berbeda. Ismail menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menyusun skema kerja sama dengan berbagai instansi di luar negeri untuk memastikan tempat praktik yang kredibel bagi mahasiswa.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa mentalitas “jago kandang” harus segera ditinggalkan. Ia percaya bahwa interaksi dengan masyarakat global akan membuka pola pikir mahasiswa secara drastis.

“Jangan sampai ada anggapan bahwa penerima beasiswa hanya jago di kandang; mereka memiliki potensi besar yang harus kita asah melalui interaksi global di negara-negara tetangga,” tambahnya.

Namun, keberangkatan ini tentu memerlukan bekal yang matang. Dalam keterangannya, Ismail menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing dan adaptasi budaya bagi para mahasiswa sebelum mereka diberangkatkan ke lokasi PPL internasional. Tanpa kemampuan komunikasi yang baik, pengalaman di luar negeri tidak akan terserap secara maksimal.

Dari sisi manajerial, program ini juga merupakan investasi jangka panjang bagi reputasi IAI Rawa Aopa. Ismail menyebutkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kancah internasional akan menjadi poin plus bagi akreditasi institusi sekaligus meningkatkan nilai tawar lulusan di pasar kerja.

Untuk merealisasikan hal tersebut, perencanaan anggaran menjadi kunci utama. Ismail memastikan bahwa dukungan finansial dan kemitraan akan terus diperkuat.

“Anggaran dan kemitraan sedang kami pertajam agar mobilisasi mahasiswa ke luar negeri ini berjalan efektif dan memberikan dampak akademik yang nyata,” jelas Ismail menutup pernyataannya.

Saat ini, IAI Rawa Aopa telah memiliki kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi dan lembaga mitra di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam. Negara-negara ini dipilih karena memiliki kedekatan sosiokultural namun menawarkan sistem manajemen pendidikan dan sosial yang sangat maju.

Selain pembekalan bahasa, para mahasiswa kandidat juga akan mengikuti seleksi internal yang ketat, mencakup aspek akademik, wawasan kebangsaan, dan kesiapan mental. Dengan program ini, IAI Rawa Aopa berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepercayaan diri tinggi untuk berkarier di level internasional.

FGD dengan UniSZA (ISW)

Perkuat Kolaborasi Regional, Pascasarjana UniZSA Malaysia Gelar Diskusi Terpumpun Bersama Empat Perguruan Tinggi Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Program Pascasarjana Universiti Sultan Zainal Abidin (UniZSA) Malaysia memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Forum Diskusi Terpumpun (FGD) bersama empat perguruan tinggi dari Indonesia. Pertemuan ini difokuskan pada pendokumentasian dan pemantapan implementasi kerja sama yang mencakup bidang studi lanjut, riset, dan publikasi (Ahad, 18 Januari 2026).

Turut hadir dosen dan pimpinan perguruan tinggi selain UniSZA, juga STAI DDI Makassar, Universitas Muhammadiyah Bima, dan STIT Sunan Giri Bima, bersama-sama dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Moderator dalam pertemuan tersebut, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan pandangan strategis mengenai arah kolaborasi ini. Dalam sesi diskusi, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah krusial untuk memastikan perguruan tinggi daerah di Indonesia dapat sejajar dengan institusi global.

Ia menekankan pentingnya integrasi akademik antara Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi tantangan pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Ismail yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana ini menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah mempercepat hilirisasi riset agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat di kedua negara.

Terkait teknis pelaksanaan, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung mengenai visi kolaborasi ini:

“Diskusi ini merupakan kelanjutan, sekaligus upaya kita untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa pascasarjana memiliki akses terhadap literatur dan mentor internasional melalui jaringan UniZSA (Malaysia),” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, ia memaparkan pentingnya dokumentasi kerja sama yang rapi sebagai basis keberlanjutan program ke depan.

“Kami di IAI Rawa Aopa berkomitmen agar dapat diwujudkan satu MoU. Kita ingin ada output nyata berupa publikasi bersama pada jurnal bereputasi global dalam waktu dekat,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia dan anggaran di institusinya kini mulai diprioritaskan untuk mendukung mobilitas akademik lintas negara.

“Internasionalisasi adalah keharusan. Dengan skema pembiayaan yang terencana, kami ingin dosen dan mahasiswa kami memiliki cakrawala berpikir yang luas melalui kolaborasi strategis seperti ini,” pungkasnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi cetak biru bagi kolaborasi pendidikan tinggi di Asia Tenggara, di mana UniZSA dan empat mitra Indonesia tersebut sepakat untuk segera menindaklanjuti hasil diskusi dalam bentuk program kerja nyata pada semester mendatang.

Jepang (ISW)

Fasilitasi Magang ke Jepang, IAI Rawa Aopa Tawarkan Bagian dari Merdeka Belajar

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus melakukan langkah progresif dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui penguatan kerja sama internasional. Salah satu program unggulan yang kini tengah digalakkan adalah fasilitasi magang mahasiswa ke Jepang. Program ini tidak hanya sekadar praktik kerja, namun dirancang secara sistematis sebagai bagian integral dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperpendek jarak antara dunia akademik dan kebutuhan industri global. “Kami berkomitmen untuk menyediakan jembatan bagi mahasiswa agar mereka bisa mencicipi atmosfer kerja di negara maju seperti Jepang,” ungkap Ismail Suardi Wekke sebagai pernyataan pertamanya.

Implementasi program ini dipastikan akan mempermudah mahasiswa dalam penyelesaian studi karena sistem konversi nilai yang jelas. Ismail Suardi Wekke menegaskan dalam pernyataan kedua bahwa melalui skema MBKM, pengalaman praktis yang didapatkan mahasiswa di luar negeri akan diakui sepenuhnya sebagai pemenuhan beban SKS, sehingga mahasiswa tidak perlu khawatir akan keterlambatan kelulusan selama menjalani magang.

Terkait teknis pelaksanaan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa pihak kampus sedang menyusun regulasi pendukung agar sinkronisasi antara kurikulum prodi dengan aktivitas di lokasi magang dapat berjalan tanpa hambatan teknis. Beliau optimis bahwa rekognisi pengalaman internasional ini akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi portofolio akademik mahasiswa saat mereka menyelesaikan pendidikan nanti.

Lebih lanjut, program ini menitikberatkan pada pengembangan karakter dan etos kerja yang menjadi ciri khas industri di Negeri Sakura. “Magang ini merupakan laboratorium kehidupan bagi mahasiswa untuk mengadopsi kedisiplinan dan budaya kerja profesional yang sangat ketat,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Ia berharap sekembalinya dari Jepang, mahasiswa membawa pola pikir baru yang dapat memicu inovasi di daerah asal mereka. “Kita punya kesempatan belajar ke negara lain,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang juga beberapa kali menerima undangan menyajikan makalah di Jepang melalui Tohoku University.

Sebagai penutup, Ismail Suardi Wekke dalam pernyataan menekankan pentingnya jejaring internasional dalam membangun karier di masa depan. “Di era disrupsi ini, memiliki ijazah saja tidak cukup; mahasiswa membutuhkan koneksi dan pemahaman lintas budaya untuk dapat bersaing di tingkat global,” lanjutnya.

Dengan adanya program ini, IAI Rawa Aopa memposisikan diri sebagai institusi yang tanggap terhadap dinamika global demi masa depan generasi muda Sulawesi Tenggara. “Awalnya Oxford, Cambdridge, dan lokasi-lokasi kampus masyhur hari ini berawal dari kampung juga. Maka, dengan aktifasi kegiatan ini, menjadikan Andoolo juga masyhur di pentas global,” pungkas Ismail.

Pelantikan PP IAPIM (ISW)

Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Sampaikan Selamat Atas Pengukuhan PP IAPIM

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menyampaikan ucapan selamat dan sukses secara resmi atas pengukuhan jajaran Pengurus Pusat Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM). Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap keberlanjutan regenerasi kepemimpinan dalam organisasi alumni pesantren tersebut, disampaikan Ismail Suardi Wekke di sela-sela pelaksanaan ujian akhir semester IAI Rawa Aopa (Sabtu, 17 Januari 2026).

Dalam keterangan persnya, Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menekankan bahwa pengukuhan ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat jejaring alumni pesantren yang kini telah berkiprah di berbagai sektor strategis. Ia menilai bahwa alumni pesantren memiliki keunggulan komparatif karena mampu memadukan kedalaman spiritual dengan kecerdasan intelektual dalam menjawab tantangan zaman.

“Dalam pelbagai kesempatan, alumnus pesantren merupakan bagian dalam memajukan pendidikan tinggi Indonesia,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang juga alumnus pesantren IMMIM.

Beliau berharap agar amanah yang diemban oleh pengurus baru dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi membawa organisasi IAPIM menjadi lebih besar dan memberikan manfaat nyata bagi umat. Lebih lanjut, ia juga melihat adanya potensi besar bagi kedua belah pihak untuk menjalin sinergi di masa depan, terutama dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jenjang pendidikan tinggi.

“Melalui pesantren kita bisa belajar banyak. Ketika duduk di bangku pesantren, saat itu kami mendapatkan peluang belajar banyak hal semisal bahasa Inggris dan Arab sehingga kini mendapatkan pelbagai peluang di tingkat global,” tutur Ismail yang kini juga memegang jabatan sebagai Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Selain urusan akademik, Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam program pengabdian masyarakat yang melibatkan pakar serta praktisi dari kalangan alumni. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat literasi Islam dan moderasi beragama, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.

Pengukuhan ini diyakini akan menjadi titik awal bagi IAPIM untuk semakin solid dalam menjalin ukhuwah antaralumni. Dengan kepemimpinan yang baru, organisasi ini diharapkan terus menjadi mitra strategis bagi lembaga pendidikan dan pemerintah dalam upaya mencetak generasi emas yang berakhlak mulia.

“Dengan adanya regenerasi ini, menjadi peluang bagi IAPIM untuk tetap berkontribusi bagi pemajuan ilmu pengetahuan,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang menulis disertasi terkait pembelajaran bahasa di Pesantren IMMIM.

Sebagai catatan, tegas Ismail bahwa pesantren menjadi sarana dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Pada saat yang sama, kita perlu mempertahankan bahwa pesantren menyediakan akses pendidikan yang selama ini tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh pemerintah dan negara,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga research fellow INTI International University (Malaysia).