Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi membantah berbagai pemberitaan miring yang menyudutkan institusi tersebut belakangan ini. Manajemen kampus menegaskan bahwa seluruh tuduhan yang beredar di media massa tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan cenderung mengarah pada upaya sistematis perusakan reputasi lembaga pendidikan tersebut.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pihaknya telah mencermati dinamika informasi yang berkembang. Menurutnya, serangan informasi yang dialamatkan kepada IAI Rawa Aopa bukan lagi sekadar kritik konstruktif, melainkan sudah masuk dalam kategori penyebaran berita bohong.
Beliau menegaskan bahwa apa yang disorot oleh sejumlah pihak di media sepenuhnya adalah fitnah dan merupakan bentuk nyata dari pembunuhan karakter terhadap pimpinan maupun institusi secara keseluruhan. Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke secara lugas menyampaikan pembelaan terhadap integritas kampus. “Apa yang berkembang di media terkait IAI Rawa Aopa sepenuhnya adalah fitnah dan merupakan upaya pembunuhan karakter yang sengaja didesain untuk merugikan kami,” ujar Ismail saat memberikan klarifikasi resmi di kampus IAI Rawa Aopa.
Ia juga menambahkan bahwa setiap langkah manajerial yang diambil selama ini selalu mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas sesuai dengan regulasi pendidikan tinggi yang berlaku. “Kami tidak akan tinggal diam melihat institusi ini dikerdilkan oleh narasi-narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara faktual,” tegasnya dengan nada meyakinkan.
Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa seluruh operasional kampus, baik dari segi keuangan maupun kepegawaian, berjalan di atas rel aturan yang sah. Beliau menekankan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut sengaja diembuskan oleh pihak tertentu yang tidak senang dengan kemajuan yang diraih oleh IAI Rawa Aopa dalam beberapa waktu terakhir.
Ismail pun menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen kampus untuk membawa persoalan ini ke jalur hukum jika kampanye hitam ini terus berlanjut tanpa ada itikad baik dari pihak-pihak terkait. “Langkah hukum sedang kami pertimbangkan secara serius sebagai bentuk perlindungan terhadap marwah institusi pendidikan,” pungkas Ismail.
Dari pihak rektorat, Ismail Suardi Wekke meminta masyarakat dan para mahasiswa tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk tetap fokus pada peningkatan kualitas akademik dan pengabdian masyarakat, sembari memastikan bahwa kebenaran akan terungkap melalui proses yang objektif.
Manajemen juga mengimbau media massa untuk lebih mengedepankan prinsip cek dan recek agar pemberitaan yang dihasilkan tidak menjadi sarana bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan pembunuhan karakter demi kepentingan sepihak. “Pemberitaan yang ada saat ini, tidak mengedepankan prinsip jurnalistik, sehingga sepenuhnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Secara prosedural, kami akan melaporkan ke dewan pers, untuk diambil tindakan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.
