ISOFSEAS (ISW)

Usai FGD, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Laksanakan ISOFSEAS Bersama UniSZA Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Usai sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) antara Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, kini bersiap melangkah ke panggung akademis internasional. Perguruan tinggi keagamaan Islam di Sulawesi Tenggara ini menggalang kolaborasi strategis bersama UniSZA untuk menyelenggararakan The International Student Symposium on Frontiers of Southeast Asia (ISOFSEAS).

Simposium mahasiswa internasional yang telah konsisten dilaksanakan sejak tahun 2016 ini kini resmi memasuki penyelenggaraan tahun ke-11. Kepastian dan pematangan agenda tersebut didiskusikan dalam pertemuan koordinasi secara daring yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026).

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kunci dari kedua institusi. Dari pihak UniSZA Malaysia, hadir Timbalan Naib Canselor (Wakil Rektor), Dekan Fakulti Undang-Undang dan Hubungan Antarabangsa, serta jajaran International Centre. Sementara delegasi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dipimpin oleh Wakil Rektor, didampingi Penanggung Jawab Kampus Kendari, serta perwakilan dosen.

Penyelenggaraan ISOFSEAS edisi ke-11 ini menandai sejarah penting keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam konsorsium simposium mahasiswa bereputasi regional tersebut. Forum ini dirancang khusus untuk memfasilitasi mahasiswa dan peneliti muda dalam mendiseminasikan gagasan ilmiah terkait dinamika Asia Tenggara.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi penguatan kapasitas mahasiswa:

“Menjelang edisi ke-11 ISOFSEAS, keterlibatan IAI Rawa Aopa merupakan langkah nyata untuk membawa mahasiswa kami ke panggung dunia. Kolaborasi dengan UniSZA ini membuktikan bahwa institusi kita siap memfasilitasi riset mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat regional Asia Tenggara.”

Ia menguraikan bahwa hasil dari FGD yang telah dilaksanakan sebelumnya menjadi bahan penyusunan topik-topik strategis yang akan ditawarkan kepada para peserta simposium. Menurutnya, kesiapan internal kampusnya sangat matang untuk menyambut simposium bereputasi ini.

Sementara itu, Timbalan Naib Canselor UniSZA mengapresiasi rekam jejak panjang ISOFSEAS yang terus bertahan dan berkembang sejak 2016:

“ISOFSEAS telah membuktikan keberlanjutannya selama lebih dari satu dekade sebagai wadah bertukar pikiran bagi generasi muda. Sinergi bersama IAI Rawa Aopa akan memberikan warna baru dan memperluas jangkauan dampak akademis simposium ini di kawasan.”

Dekan Fakulti Undang-Undang dan Hubungan Antarabangsa UniSZA turut menyatakan kesediaan untuk menjadi mitra dalam kegiatan mendatang:

Selanjutnya Dekan FUHA UniSZA menyampaikan “Isu-isu perbatasan dan masa depan Asia Tenggara memerlukan gagasan segar dari para mahasiswa. Melalui ISOFSEAS, kami mendorong integrasi antara kajian hukum, hubungan internasional, serta nilai-nilai keislaman untuk menjawab tantangan kawasan.”

Selaras dengan hal tersebut, perwakilan International Centre UniSZA menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal manajemen pendaftaran peserta dari berbagai negara serta dukungan teknis pelaksanaan simposium secara internasional.

Dari pihak IAI Rawa Aopa, Penanggung Jawab Kampus Kendari menjelaskan bahwa Kampus Kendari siap menjadi pusat kendali operasional dan penyediaan fasilitas pendukung bagi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ISOFSEAS.

Perwakilan dosen IAI Rawa Aopa yang hadir juga menambahkan bahwa para dosen saat ini aktif memberikan pendampingan intensif kepada mahasiswa yang akan mengirimkan abstract dan makalah. Diharapkan karya-karya ilmiah mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat memberikan kontribusi pemikiran yang signifikan dalam simposium internasional edisi ke-11 tersebut.

Kendari (ISW)

Persiapan KKA, Dewan Pembina Sampaikan Arahan untuk Tranformasi Budaya Kerja

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Menyambut pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar rapat koordinasi panitia bersama jajaran dosen dan tenaga kependidikan. Pertemuan strategis yang berlangsung di Kampus III (Kampus Penghubung) Kendari pada Kamis (30/7/2026) tersebut berfokus pada penguatan tata kelola lembaga serta percepatan transformasi budaya kerja di lingkungan kampus.

Ketua Dewan Pendiri sekaligus Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., hadir secara langsung memberikan arahan komprehensif. Dalam pandangannya, kesiapan pelaksanaan KKA harus beriringan dengan pembenahan mindset, profesionalisme, serta peningkatan integritas seluruh pengelola perguruan tinggi.

Dalam forum koordinasi tersebut, Al Asri menegaskan bahwa program KKA memegang peranan kunci dalam mengukur kualitas pengabdian institusi kepada masyarakat. Ia mengimbau seluruh panitia dan tenaga pengajar untuk mengawal jalannya kegiatan dengan komitmen penuh.

“KKA bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan etalase utama kualitas tata kelola dan dedikasi akademis kampus kita di tengah masyarakat,” ujar Al Asri di hadapan peserta rapat.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam bekerja demi merespons dinamika pendidikan tinggi modern. Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kesiapan internal dalam beradaptasi dan berinovasi.

“Setiap dosen dan tenaga kependidikan harus berani keluar dari zona nyaman; transformasi budaya kerja yang disiplin, inovatif, dan berintegritas adalah harga mati,” tegasnya.

Al Asri juga berpesan agar seluruh civitas akademika menyadari peran strategis mahasiswa yang diturunkan ke masyarakat. Setiap program kerja di lapangan diharapkan mampu mencerminkan nilai keunggulan institusi secara konsisten.

“Kita tidak hanya melepas mahasiswa ke lapangan, tetapi kita sedang mengutus duta-duta perubahan yang membawa nama baik dan nilai-nilai keunggulan IAI Rawa Aopa,” tambahnya.

Selain memberikan imbauan secara langsung, Al Asri menekankan pentingnya penyelarasan antara perencanaan akademik dan eksekusi administratif. Ia menjelaskan bahwa pelayanan publik serta administrasi kampus yang efektif dan responsif akan menjadi fondasi utama dalam mendukung tercapainya sasaran KKA yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Guna menunjang kelancaran seluruh proses tri dharma perguruan tinggi, pihak yayasan berkomitmen penuh untuk terus memperkuat ketersediaan fasilitas, sarana penunjang, serta pengembangan sistem tata kelola secara berkelanjutan. Dukungan infrastruktur ini diharapkan dapat mempermudah koordinasi lintas unit kerja di lingkungan IAI Rawa Aopa.

Di akhir arahannya, Al Asri menginstruksikan seluruh jajaran kepanitiaan untuk menjalankan sistem evaluasi secara berkala pada setiap tahapan kegiatan KKA. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk memastikan bahwa seluruh program pengabdian yang dirancang tetap relevan, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat di wilayah sasaran. Pertemuan di Kampus III Kendari ini kemudian dilanjutkan dengan pembahasan teknis operasional hingga penutupan agenda koordinasi.