Kka.rawaaopakonsel.ac.id, Bekenggasu — Desa Bekenggasu, 14 Agustus 2026, KKN Kelompok 8 Posko Desa Bekenggasu melaksanakan kegiatan pengajian bersama masyarakat Desa Bekenggasu pada Jumat sore, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kebersamaan antara mahasiswa KKN dan masyarakat.
Pengajian berlangsung dalam suasana yang penuh kekeluargaan. Kegiatan diisi dengan dzikir, doa, serta membaca Al-Qur’an bersama. Selain menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa KKN untuk berinteraksi dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga.
Partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan program KKN di Desa Bekenggasu. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan keagamaan masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis dan saling mendukung.
KKN Kelompok 8 Posko Desa Bekenggasu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menyambut serta menerima kehadiran mahasiswa dengan hangat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan silaturahmi antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Bekenggasu dapat terus terjaga, serta kebersamaan dalam kegiatan keagamaan dan sosial dapat terus berkembang.
Tangga 24 Agustus mahasiswa Posko 7 melaksanakan kegiatan kerja bakti: mengecat ulang bangunan masjid, membersihkan lingkungan, serta merapikan area sekitar desa. Semangat gotong royong terus kami jaga, bersama warga dan aparat desa bergotong royong menciptakan Desa Anese yang lebih bersih, indah, dan nyaman untuk ditinggal
Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Anese – Pada hari ini, tanggal 9 Agustus 2026, mahasiswa KKN Posko 7 berkunjung ke kediaman Bapak Kepala Desa ANESE. Kunjungan ini dilakukan untuk membahas persiapan penerimaan mahasiswa KKN yang akan dilaksanakan secara resmi di Kantor Desa ANESE. Hari Kedua KKN Posko 7, Rumah Bapak Kepala Desa — Desa ANESE
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota mahasiswa Posko 7, Bapak Kepala Desa, serta para aparat Desa ANESE. Dalam pertemuan tersebut, kami memperkenalkan diri, lalu membahas hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan penerimaan mahasiswa secara resmi di Kantor Desa. Bapak Kepala Desa beserta aparat desa memberikan arahan, masukan, serta informasi penting yang perlu kami ketahui terkait prosedur dan tata cara selama kami KKN di Desa ANESE.
Suasana berjalan dengan sangat hangat dan akrab. Terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Bapak Kepala Desa dan seluruh aparat desa atas sambutan serta bimbingannya. Semoga proses penerimaan resmi nanti berjalan lancar, dan kami dapat menjalankan pengabdian dengan sebaik-baiknya serta memberikan manfaat nyata bagi Desa ANESE.
KKN kelompok 7 posko
Desa Bekenggasu, 8 Agustus 2026 — KKN Kelompok 8 IAI Rawaopa resmi tiba di Posko Desa Bekenggasu pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Kedatangan mahasiswa KKN bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menjadi langkah awal dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Bekenggasu.
Setibanya di lokasi, kegiatan diawali dengan koordinasi dan silaturahmi bersama DPL serta masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperoleh arahan dan bimbingan sebagai bekal dalam menjalankan berbagai program kerja selama masa pelaksanaan KKN.
Suasana pertemuan berlangsung dengan penuh keakraban. Sambutan hangat dari masyarakat Desa Bekenggasu menjadi kesan positif bagi mahasiswa dalam memulai proses pengabdian di tengah masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi terjalinnya kerja sama antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan berbagai program yang telah direncanakan.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memberikan manfaat, KKN Kelompok 8 siap menjalankan rangkaian pengabdian di Desa Bekenggasu.
KKN Kelompok 8 Posko Desa Bekenggasu
Suasana penyambutan dan pembukaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Kelompok 8 IAI Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Pemerintah Desa Bekenggasu, Senin (10/8/2026).
BEKENGGASU — Peserta Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Kelompok 8 Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan (IAI Rawa Aopa Konawe Selatan) resmi disambut dan dibuka oleh Pemerintah Desa Bekenggasu, Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Bekenggasu dan menjadi awal pelaksanaan rangkaian kegiatan KKA di desa tersebut.
Kegiatan penyambutan dan pembukaan turut dihadiri oleh Kepala Desa Bekenggasu beserta perangkat desa, perwakilan Bapak Camat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat, serta warga Desa Bekenggasu.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKA Kelompok 8 memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan maksud dan tujuan kehadiran mereka di Desa Bekenggasu. Kehadiran mahasiswa merupakan bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat.
Selain agenda penyambutan dan pembukaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemaparan atau seminar program kerja KKA Kelompok 8. Dalam sesi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama berada di Desa Bekenggasu.
Pemaparan program kerja dilakukan sebagai bentuk penyampaian rencana kegiatan kepada Pemerintah Desa dan masyarakat. Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa menjelaskan arah kegiatan yang akan dilaksanakan sekaligus membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan pihak desa.
Seminar program kerja juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh masukan dari Pemerintah Desa Bekenggasu serta pihak-pihak yang hadir. Masukan dan arahan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dalam menyesuaikan pelaksanaan program dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Desa Bekenggasu.
Penyampaian program kerja dilakukan dengan mengedepankan kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menjadi pihak yang menjalankan program, tetapi juga diharapkan dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta warga.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi antara mahasiswa KKA Kelompok 8 dengan Pemerintah Desa Bekenggasu. Koordinasi yang baik menjadi salah satu hal penting agar berbagai kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara terarah selama masa KKA berlangsung.
Kehadiran perwakilan Bapak Camat, BPD, LPM, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah desa dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan KKA Kelompok 8 di Desa Bekenggasu.
Melalui kegiatan penyambutan, pembukaan, dan seminar program kerja ini, mahasiswa KKA Kelompok 8 berharap dapat menjalankan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik serta membangun hubungan yang positif dengan masyarakat selama berada di Desa Bekenggasu.
Pelaksanaan KKA diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam berinteraksi dan mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungan Desa Bekenggasu.
Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, KKA Kelompok 8 IAI Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi memulai rangkaian kegiatan pengabdian di Desa Bekenggasu dengan semangat untuk belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi bersama masyarakat.
Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Meluhu – Melalui media zoom, Posko 8 Meluhu, Kabupaten Konawe mengikuti workshop pendokumentasian laporan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Ahad, 16 Agustus 2026.
Ini dilaksanakan dalam rangka penguatan administrasi pelaksanaan kegiatan. Sebagaimana diketahui bahwa KKA, merupakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terpadu dengan pengabdian masyarakat.
Pendokumentasian ini dipandang perlu untuk pemenuhan laporan kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, anggota Posko 8 Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Tia Safitri, yang juga mahasiswi program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) menyatakan apresiasi atas inisiasi ini.
“Ini adalah bagian dalam menyelaraskan antara kegiatan dan juga pelaporan. Termasuk mahasiswa belajar bagaimana mendokumentasikan aktivitas berbasis website,” kata Tia Safitri yang mengikuti kegiatan dari Posko 8 Meluhu.
Sementara itu, Ismail Suardi Wekke, yang menjadi pemandu dalam workshop tersebut mendorong adanya dokumentasi digital.
“Pendokumentasian, kita usahakan simultan. Tidak menunggu kegiatan selesai. Sehingga kita bisa mendapatkan pelaporan kegiatan KKA dan sekaligus pemenuhan akreditasi,” kata Ismail Suardi Wekke.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, hanya saja dengan kondisi signal yang tidak stabil. Dalam beberapa kali terputus. Walaupun demikian, tetap berlancar lancar dan sesuai dengan target. “Paling tidak, dengan tutorial ini, mahasiswa bisa mengenali bagaimana mengunggah berita ke website,” pungkas Ismail.
Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, – Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Angkatan ke-8 Posko 9 berkolaborasi dengan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Konawe menyalurkan bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat dhuafa di Desa Tudameaso, Minggu (16/8/2026).
Program penyaluran bantuan ini dilakukan dengan turun langsung ke lapangan. Para mahasiswa menyerahkan bantuan dari rumah ke rumah keluarga prasejahtera untuk memastikan penyaluran tepat sasaran sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan warga setempat.
“Sebaik-baiknya ilmu adalah yang memberi manfaat bagi sesama,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN Posko 9. “Melalui aksi berbagi ini, kami belajar bahwa kebahagiaan terbesar bukan saat kita menerima, melainkan saat kita mampu mengulurkan tangan dan mengukir senyum di wajah saudara-saudara kita. Semoga langkah kecil ini membawa keberkahan.”
Bantuan sembako yang berfokus pada kebutuhan pokok ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan yang ada. Kehadiran mahasiswa KKN di desa tersebut pun mendapat apresiasi yang tinggi dari warga penerima manfaat.
Salah seorang warga Desa Tudameaso yang menerima bantuan menyampaikan rasa syukurnya. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa KKN. Bantuan sembako ini sangat berarti dan langsung menyentuh kebutuhan kami yang kurang mampu,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mendoakan para mahasiswa, “Terima kasih atas kepedulian, kerja keras, dan dedikasi kalian selama mengabdi di desa kami. Semoga segala kebaikan ini menjadi amal jariyah dan sukses selalu untuk studi kalian.”
Kegiatan sosial ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademis dan lembaga filantropi dalam upaya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran empati dan kepekaan sosial bagi para mahasiswa.
Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Ruas jalan aspal yang membelah hamparan sawah di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, kini berikhtiar melangkah lebih jauh. Kawasan persawahan yang mulanya hanya menjadi jujugan warga untuk berolahraga ringan dan menikmati senja tersebut mulai dilirik untuk dikembangkan menjadi kawasan Desa Wisata berbasis agrowisata dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, fenomena tingginya kunjungan masyarakat terjadi secara konsisten pada sore hingga menjelang malam hari. Pengunjung dari berbagai usia memanfaatkan infrastruktur jalan yang mulus untuk berjalan santai, berswafoto, hingga bermain sepatu roda dengan latar lanskap persawahan yang asri. Geliat keramaian ini turut memicu kebangkitan ekonomi mikro di sepanjang bahu jalan, di mana puluhan pedagang kaki lima menjajakan aneka jajanan dan minuman ringan untuk memanfaatkan tingginya perputaran interaksi warga.
Melihat dinamika sosial dan potensi ekonomi yang tumbuh secara spontan ini, akademisi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menginisiasi langkah pendampingan terstruktur guna mentransformasi kawasan Potoro menjadi destinasi wisata pedesaan yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, inisiasi pengembangan Desa Wisata di Kelurahan Potoro memfokuskan pendampingan pada tiga pilar utama. Pertama, penataan ruang dan zonasi eco-tourism dilakukan untuk mengatur tata letak aktivitas wisata agar tidak mengganggu fungsi utama lahan pertanian produktif, sekaligus menjaga keselamatan para pejalan kaki dan pengguna jalan.
Selanjutnya, pembinaan UMKM kuliner lokal diarahkan untuk mengorganisasi para pedagang agar memiliki standar higienitas dan penataan tempat usaha yang rapi, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Terakhir, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi prioritas guna mendorong kapasitas kelembagaan masyarakat lokal dalam mengelola potensi lanskap alam secara mandiri dan profesional.
Integrasi antara ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai, keasrian alam pedesaan, serta pendampingan berbasis perguruan tinggi ini diharapkan mampu menjadikan kawasan sawah Andoolo sebagai salah satu model penataan agrowisata berbasis komunitas di Kabupaten Konawe Selatan.