IMG-20260310-WA0025

IAI Rawa Aopa Konsel Gelar Aksi Berbagi Nasi dan Takjil Ramadhan di Wilayah Konawe

Rawaaopakonsel.ac.id,Konawe Selatan – Civitas Akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan Hybrid Konawe menggelar kegiatan berbagi takjil kepada 1masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Senin (9/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut diwujudkan dengan membagikan sebanyak 200 porsi nasi takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi berbagi ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial civitas akademika terhadap masyarakat sekitar, sekaligus sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas di bulan yang penuh berkah.

Ipri Yanti selaku Dosen pembimbing civitas akademika IAI Rawa Aopa Konsel menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat,” ujar Ipri Yanti selaku dosen pembimbing.

Selain itu, M. Anang syukur selaku ketua panitia kegiatan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai unsur civitas akademika, mulai dari mahasiswa hingga dosen, yang secara bersama-sama turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bentuk kebersamaan civitas akademika dalam menebar kebaikan di bulan Ramadhan. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat membawa keberkahan dan menjadi inspirasi untuk terus berbagi kepada sesama,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para penerima takjil mengapresiasi inisiatif civitas akademika yang dinilai turut membantu masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan kampus serta menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan.

Ipri Yanti selaku dosen pembimbing Hybrid Konawe berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan kali kedua kami melaksanakan kegiatan yang sama, dan semoga bisa berlanjut ke tahun tahun berikutnya” ujar Ipri Yanti Dosen pembimbing IAI Rawa Aopa.

IMG-20260308-WA0038

Dekan Fakultas Syari’ah Dampingi Mahasiswa Hukum IAI Rawa Aopa Berbagi di Baito

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Suasana sore di Kecamatan Baito, Kabupaten Konawe Selatan, tampak berbeda hari ini, Ahad (8/3/2026). Puluhan mahasiswa Program Studi Hukum Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memadati area jalan untuk membagikan paket takjil kepada masyarakat dan pengendara yang melintas.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh Dekan Fakultas Syari’ah serta jajaran Ketua Program Studi (Kaprodi), sebagai wujud nyata kepedulian kampus terhadap lingkungan sekitar di bulan Ramadan. Ketua Program Studi Hukum Tata Negara menjelaskan bahwa aksi turun ke jalan di Kecamatan Baito ini dilakukan agar para mahasiswa memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sekitar mereka.

Beliau menilai bahwa pengalaman langsung berinteraksi dengan warga akan membentuk karakter mahasiswa hukum yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati yang kuat.

“Kegiatan berbagi takjil ini adalah bentuk kehadiran nyata mahasiswa Hukum IAI Rawa Aopa di tengah masyarakat Baito untuk mempererat silaturahmi di bulan suci,” ujar Ketua Program Studi Hukum Tata Negara, Suriansyah, saat ditemui di lokasi kegiatan.

Kehadiran jajaran pimpinan fakultas dalam agenda ini juga membawa misi literasi hukum yang lebih luas. Dekan Fakultas Syari’ah menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan hari ini merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menjalankan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Di sela-sela pembagian paket berbuka, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para mahasiswa yang mampu mengorganisir kegiatan dengan tertib.

“Saya sangat bangga melihat antusiasme mahasiswa, dan kami dari jajaran dekanat sepenuhnya mendukung aksi sosial yang dibarengi dengan misi literasi hukum ini,” tutur Dekan Fakultas Syari’ah, Aminuddin, MH.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan program strategis kampus terkait standarisasi produk masyarakat. Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) memaparkan bahwa pendirian Pusat Halal di IAI Rawa Aopa merupakan langkah strategis untuk membantu legalitas produk lokal di Konawe Selatan. Menurutnya, aspek legalitas pangan adalah bagian penting dari perlindungan konsumen yang harus dipahami oleh masyarakat luas, terutama para pelaku usaha kecil.

Lebih lanjut, rencana besar ini diharapkan dapat menjadi pusat solusi bagi warga Baito yang selama ini mengalami kendala dalam administrasi sertifikasi.

“Kami sedang menyiapkan Pusat Halal di kampus sebagai pusat edukasi dan pendampingan bagi warga yang ingin memastikan produk usahanya memiliki sertifikasi resmi,” ungkap Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) dengan optimis.

Melalui program ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus hadir sebagai jembatan antara kebutuhan hukum masyarakat dan kebijakan pemerintah.

“Kita juga menyebarkan informasi terkait program studi baru yaitu Ekonomi Syariah,” pungkas Suriansyah setelah kegiatan dilaksanakan.

Langkah Strategis LPPM IAI Rawa Aopa dalam Mendorong Literasi Halal di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Nuansa keberkahan Ramadan menyelimuti Kabupaten Konawe Selatan saat civitas akademika Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Rawa Aopa menggelar aksi  kolaboratif bersama Polres Konawe Selatan. Kegiatan yang dimulai dengan pembagian takjil kepada pengguna jalan di area strategis ini menjadi simbol kedekatan antara dunia kampus dan institusi kepolisian.

Agenda sosial tersebut tidak berhenti di jalanan, melainkan berlanjut dengan diskusi hangat dalam balutan buka puasa bersama yang diselenggarakan di markas Polres Konawe Selatan, Jumat (6/3/2026).

Ketua Program Studi HTN IAI Rawa Aopa, Suriansyah, M.H., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa di luar ruang kuliah. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pihak kepolisian adalah langkah strategis untuk mempererat hubungan emosional serta sinergitas institusional.

Suriansyah juga menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bersama aparat keamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus kebahagiaan bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Ini sebuah langkah dalam menyemarakkan Ramadhan, sekaligus juga sebagai laboratorium sosial,” kata Suriansyah, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Dalam wawancara di sela-sela kegiatan, Suriansyah, M.H. memberikan pernyataan langsung mengenai esensi dari gerakan ini.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual dalam memahami hukum, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi melalui aksi berbagi seperti ini,” tegasnya.

Beliau menambahkan mengenai pentingnya kemitraan ini dengan berujar bahwa kerja sama dengan Polres Konawe Selatan adalah langkah positif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kondisi sosial.

Menutup penyataannya, Suriansyah menekankan keberlanjutan program ini dengan harapan agar kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi kolaborasi-kolaborasi berikutnya yang jauh lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat Konawe Selatan.

Dari tempat berbeda, akademisi Ismail Suardi Wekke turut menyoroti langkah institusional IAI Rawa Aopa yang kini tengah serius menggarap potensi ekonomi syariah. Ismail menjelaskan bahwa pengintegrasian Pusat Halal ke dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) merupakan strategi untuk memastikan setiap riset memiliki output yang konkret.

Beliau juga memaparkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi pusat literasi halal yang kredibel di Sulawesi Tenggara melalui pendampingan masyarakat. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa dengan penguatan kelembagaan tersebut, kampus akan bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan industri halal mulai dari tingkat lokal.

Langkah IAI Rawa Aopa dalam memperkuat ekosistem halal memang kini dikoordinir sepenuhnya oleh LPPM sebagai motor penggerak utama. Upaya ini dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menyongsong regulasi wajib halal nasional.

Melalui LPPM, Pusat Halal diproyeksikan mampu menjangkau UMKM di Konawe Selatan untuk mendapatkan sertifikasi dan edukasi yang memadai. Dengan demikian, peran kampus tidak hanya terbatas pada teori hukum tata negara, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai-nilai religius dan standar keamanan produk yang terjamin bagi seluruh lapisan masyarakat.

IMG-20260228-WA0004

Langkah Nyata IAI Rawa Aopa Bangun Pusat Halal di Bawah Koordinasi LPPM

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa beriktiar untuk turut mendukung penguatan ekonomi syariah di Indonesia. Sebagai langkah nyata dalam berpartisipasi aktif pada ekosistem halal nasional, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan pembentukan Pusat Halal (Halal Center).

Kehadiran lembaga ini diproyeksikan menjadi motor penggerak bagi pelaku usaha, khususnya di wilayah Konawe Selatan, untuk mendapatkan pendampingan dan sertifikasi produk halal secara kredibel.

“Siang ini, kami mengikuti remedial dalam kaitan pelatihan penyelia halal yang dilaksanakan Universitas Indonesia,” ungkap Ismail Suardi Wekke (Jumat, 28 Februari 2026).

Pusat Halal IAI Rawa Aopa untuk saat ini dikoordinir langsung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap proses inisiasi berjalan selaras dengan kaidah akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui koordinasi LPPM, perguruan tinggi berupaya melakukan pemetaan potensi produk lokal yang membutuhkan legalitas halal agar dapat bersaing di pasar global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam menjawab kebutuhan zaman. Beliau menjelaskan bahwa pembentukan Pusat Halal sebagai bagian dari partisipasi masyarakat. Juga sebuah ikhtiar besar untuk mengawal kualitas konsumsi masyarakat sekaligus memberdayakan ekonomi umat.

Menurutnya, IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi jembatan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah dalam memahami regulasi serta standar halal yang berlaku. Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kesadaran akan pentingnya ekosistem halal harus dimulai dari institusi pendidikan yang memiliki akses terhadap riset dan edukasi.

Beliau menyatakan, “Kami memandang bahwa Pusat Halal ini adalah instrumen strategis untuk memastikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya hadir dalam ruang kelas, tetapi juga hadir dalam solusi ekonomi masyarakat”.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi dengan berujar, “Kehadiran pusat ini akan menjadi laboratorium pengabdian yang nyata, di mana dosen dan mahasiswa dapat berkontribusi langsung dalam proses standardisasi produk.”

Ismail juga menambahkan mengenai visi jangka panjang lembaga ini dengan mengatakan, “Pusat Halal ini kami siapkan untuk menjadi pionir di Sulawesi Tenggara dalam mendukung percepatan wajib sertifikasi halal yang dicanangkan pemerintah.”

Selain itu, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah mengalokasikan sumber daya yang memadai untuk mendukung operasional awal lembaga tersebut di bawah naungan LPPM. Beliau juga memaparkan bahwa rencana pengembangan Pusat Halal ini mencakup pelatihan bagi para pendamping proses produk halal (P3H) agar memiliki kompetensi yang mumpuni.

Di akhir keterangannya, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi bahwa target utama dari inisiasi ini adalah terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat melalui jaminan kualitas produk yang telah terstandarisasi secara halal.

“Kita sementara menunggu surat keputusan izin pembukaan program studi ekonomi syariah. Sehingga dengan adanya prodi baru ini, menjadi kesempatan untuk membentuk ekosistem ekonomi syariah yang komprehensif,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Screenshot_2026_0226_233032

Kunjungan Pimpinan IAI Rawa Aopa di Potoro: Membawa Pesan Akademik dan Religi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Hidayah, Kelurahan Potoro, saat rombongan Safari Dakwah Ramadhan tiba untuk melangsungkan agenda syiar Islam dan penguatan ukhuwah.

Kehadiran Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sulawesi Tenggara bersama jajaran Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan disambut hangat oleh Lurah Potoro beserta tokoh masyarakat dan warga setempat, Kamis (26/2/2026).

Momentum ini menjadi jembatan komunikasi antara akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah di tingkat kelurahan. Lurah Potoro dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya Masjid Al Hidayah sebagai titik kunjungan. Menurutnya, kehadiran para tokoh pendidikan dan agama ini memberikan suntikan semangat spiritual bagi warga dalam menjalani ibadah di bulan suci.

Sinergi antara lembaga pendidikan seperti IAI Rawa Aopa dengan masyarakat diharapkan terus berlanjut guna menciptakan ekosistem sosial yang religius dan edukatif.

“Terima kasih Al Washliyah atas kesediaan bergandengan tangan dengan kami,” kata Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang turut hadir dalam rombongan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kampus kepada masyarakat luas.

“Kami datang ke Masjid Al Hidayah sebagai kunjungan, juga dalam kaitan untuk memastikan bahwa nilai-nilai akademik dan religiusitas dapat berdenyut langsung di tengah-tengah warga,” tegas Ismail di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan kampus dalam Safari Dakwah adalah bagian dari tanggung jawab moral untuk memberikan pencerahan di luar ruang kelas. Ia menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum emas untuk memperkuat simpul kebangsaan melalui jalur dakwah yang menyejukkan.

“Safari ini menjadi laboratorium sosial bagi kami untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus menyebarkan pesan damai Ramadhan,” ujarnya menambahkan.

Terkait pengembangan institusi, Ismail juga menyoroti bagaimana peran masyarakat sangat vital dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di daerah tersebut. Ia menegaskan komitmen IAI Rawa Aopa untuk terus terbuka terhadap kerja sama yang berdampak pada kesejahteraan umat.

“Keberadaan IAI Rawa Aopa harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di Kelurahan Potoro ini, melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan lokal,” kata Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail turut memaparkan bahwa pihak rektorat saat ini tengah fokus menyinkronkan program perencanaan kampus agar lebih adaptif terhadap dinamika sosial di Sulawesi Tenggara.

Beliau juga menjelaskan bahwa penguatan sumber daya manusia di internal IAI Rawa Aopa bertujuan untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai kearifan lokal.

Selain itu, Ismail menggarisbawahi bahwa manajemen keuangan dan kepegawaian yang transparan di kampus menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik, sehingga institusi dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah kelurahan dalam berbagai program pemberdayaan di masa depan.

Screenshot_2026_0226_185410

Kolaborasi Strategis IAI Rawa Aopa dan Al Washliyah dalam Safari Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menerima kunjungan Tim Safari Dakwah Ramadhan dari organisasi Al Washliyah, Kamis (26/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut menjadi momentum bagi kedua belah pihak untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyelaraskan program dakwah di wilayah Sulawesi Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaborasi ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kehadiran lembaga keagamaan dalam menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

Turut hadir dekan di jajaran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, begitu pula Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama. Hadir pula dosen dan ketua program studi.

“Kami memandang kehadiran Tim Safari Dakwah Al Washliyah sebagai berkah bagi civitas akademika dan masyarakat sekitar, terutama dalam menyemarakkan syiar Islam di bulan yang suci ini,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela penyambutan.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara akademisi dan praktisi dakwah merupakan kunci untuk memberikan solusi atas tantangan umat saat ini. “Kemitraan ini tidak boleh berhenti pada seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam program-program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin strategis terkait pengembangan institusi. Beliau menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memfasilitasi setiap gerakan dakwah yang berorientasi pada moderasi beragama dan pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, peran perguruan tinggi adalah menjadi jembatan ilmu yang mendukung gerakan sosial keagamaan seperti yang dilakukan oleh Al Washliyah. Lebih lanjut, beliau menyampaikan harapan agar kunjungan ini menjadi titik awal bagi pertukaran sumber daya manusia, khususnya dalam hal pengembangan dai-dai muda di lingkungan kampus.

Kegiatan Safari Dakwah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi penguatan nilai-nilai religiusitas di Konawe Selatan. Kehadiran tokoh-tokoh dari Al Washliyah diharapkan memberikan warna baru dalam diskusi keagamaan yang inklusif dan mencerahkan.

IMG-20260224-WA0050

IAI Rawa Aopa Ajukan Kolaborasi Dengan Dewan Sengketa Indonesia Perkuat Ekosistem Pendidikan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memperluas jejaring kerja sama strategis. Kali ini, kampus hijau di Konawe Selatan tersebut tengah mematangkan rencana kolaborasi dengan Dewan Sengketa Indonesia (DSI).

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat ekosistem pendidikan, khususnya dalam bidang hukum, mediasi, dan penyelesaian sengketa di lingkungan akademik maupun pengabdian masyarakat. “Kita sementara berkomunikasi dengan DSI dalam penguatan program Studi Hukum Tata Negara,” papar Ismail di Kendari, Selasa (24/2/ 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi institusi dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, keberadaan Dewan Sengketa Indonesia akan memberikan warna baru bagi pengembangan sumber daya manusia di kampus, terutama dalam melahirkan mediator-mediator profesional dari kalangan akademisi.

“Kami memandang kolaborasi dengan Dewan Sengketa Indonesia sebuah ikhtiar untuk membumikan budaya perdamaian melalui jalur mediasi di Sulawesi Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangannya.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa melalui kemitraan ini, IAI Rawa Aopa berencana membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi di bidang penyelesaian sengketa. Ia meyakini bahwa penguatan aspek hukum non-litigasi akan menjadi nilai tambah bagi lulusan IAI Rawa Aopa sehingga mereka tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga kecakapan praktis dalam resolusi konflik.

Selain fokus pada pendidikan, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya riset kolaboratif yang mengangkat kearifan lokal dalam penyelesaian masalah di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa ingin mengintegrasikan nilai-nilai lokalitas Sulawesi Tenggara dengan standar profesionalisme yang dimiliki oleh DSI.

Ismail Suardi Wekke mengatakan bahwa tujuan utama dari rencana ini adalah menciptakan ekosistem kampus yang sadar hukum dan mampu menjadi pelopor dalam penyelesaian sengketa secara mandiri. Ia menambahkan bahwa institusi sedang menyiapkan regulasi internal dan fasilitas pendukung agar pusat mediasi yang direncanakan dapat segera beroperasi di bawah payung kerja sama tersebut.

“Harapan kami, sinergi ini akan melahirkan pusat studi mediasi yang kuat, di mana kampus menjadi rujukan utama bagi masyarakat Konawe Selatan dalam mencari keadilan melalui jalur alternatif yang bermartabat,” tegas Ismail Suardi Wekke menutup penjelasannya.

IMG-20260224-WA0020

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siapkan Langkah Transformasi Melalui Kemitraan UNHAS

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Upaya penguatan institusi dan perluasan jejaring akademik terus dilakukan oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Terbaru, jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa melakukan kunjungan resmi ke Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar guna mengajukan kerangka perencanaan kerja sama strategis yang mencakup berbagai aspek pengembangan perguruan tinggi, Senin (23/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa untuk belajar pengalaman dari UNHAS sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia. Fokus utama pembicaraan diarahkan pada sinkronisasi program perencanaan, tata kelola keuangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui skema kolaborasi yang berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan langkah konkret untuk mempercepat akselerasi kualitas pendidikan di wilayah Sulawesi Tenggara. Beliau menegaskan bahwa sebagai institusi yang terus berkembang, pihaknya memerlukan mitra strategis seperti Universitas Hasanuddin untuk melakukan transformasi tata kelola yang lebih modern dan akuntabel.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa sangat berharap dapat mengadopsi sistem perencanaan yang telah matang di UNHAS untuk diterapkan secara adaptif di Konawe Selatan. Ia menilai bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk memastikan setiap gerak pembangunan kampus didasarkan pada perencanaan yang presisi dan berorientasi pada mutu.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa penguatan bidang kepegawaian dan keuangan menjadi pilar utama yang ingin dikerjasamakan dalam waktu dekat. Menurutnya, pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan dunia akademik yang semakin kompetitif, sehingga sinergi antarperguruan tinggi menjadi jalan pintas yang sangat efektif.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara gamblang mengutarakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti pertemuan ini.

“Kami datang ke UNHAS membawa harapan besar agar visi perencanaan kami dapat bersinergi dengan standar yang telah mapan di sini, sehingga IAI Rawa Aopa bisa tumbuh lebih cepat dan profesional,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kerja sama ini akan menjadi tonggak sejarah bagi pengembangan pendidikan tinggi di Konawe Selatan.

“Langkah ini adalah ikhtiar kami untuk memastikan bahwa pengelolaan keuangan dan kepegawaian di kampus kami memiliki standar nasional yang mumpuni,” pungkasnya di akhir pertemuan.

IMG-20260221-WA0022

Ngaji Menulis Artikel Selama Ramadhan, Inisiasi Rumah Jurnal UIN Ponorogo Bersama 20 Mitra Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Rumah Jurnal UIN Ponorogo: Programkan Ngaji Menulis Artikel Selama Ramadhan 1447 H. Rumah Jurnal UIN Ponorogo menginisiasi program “Ngaji Menulis Artikel”. Kegiatan ini berlangsung selama bulan Ramadhan 1447 H. Sebanyak 20 Perguruan Tinggi (PT) dan institusi penerbit turut berkolaborasi.

Program ini bertujuan produktif di bulan suci. Peserta akan mendalami teknik penulisan karya ilmiah. Sesi pertama sukses terselenggara di Jumat, 20 Februari 2026 berlangsung daring.
Di balik deretan gedung tinggi Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo, terdapat sebuah unit yang menjadi motor penggerak intelektualitas kampus. Rumah Jurnal UIN Ponorogo kini semakin intensif melakukan transformasi, bukan sekadar menjadi pusat administrasi, melainkan inkubator riset yang krusial bagi sivitas akademika.

Suasana di ruang Rumah Jurnal tampak sibuk pada Jumat siang. Layar monitor menampilkan peserta dan pembicara yang berlangsung daring. Tim pengelola jurnal dari berbagai fakultas tengah berkumpul dalam agenda Ngaji Menulis Artikel.

“Kami fokus pada kolaborasi. Targetnya, jurnal yang dikelola UIN Ponorogo tidak saja maju, tetapi juga maju bersama dengan perguruan tinggi lainnya,” ujar Dr. Muhammad Hariri, Koordinator Rumah Jurnal di awal kegiatan.

Tidak hanya bersifat manajerial, Rumah Jurnal juga aktif turun ke lapangan melalui program Ngaji Menulis Artikel. Dalam sesi yang sering digelar, ruangan biasanya dipenuhi oleh para dosen dan mahasiswa tingkat akhir yang membawa draf penelitian mereka.

Kegiatan ini bertransformasi menjadi ruang diskusi dua arah. Narasumber membedah anatomi artikel, mulai dari cara merumuskan abstrak yang tajam hingga pemilihan referensi yang mutakhir. Situasi ini menciptakan ekosistem riset yang hidup, di mana ide-ide mentah dipoles hingga menjadi karya ilmiah yang layak terbit di jurnal bereputasi internasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyambut baik inisiatif ini. Ismail yang menjadi pembicara pada sesi pertama dari rencana empat sesi menyatakan bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi kunci kemajuan akademik. Ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan penghalang untuk tetap berkarya. Menurutnya, menulis artikel adalah bentuk syiar ilmu yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail menyatakakan “Kami sangat mendukung penuh gerakan literasi produktif ini,” ujar Ismail.
Ia menambahkan, “Sinergi 20 institusi ini akan memperkuat ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia.” Ismail juga menekankan pentingnya kualitas. “Artikel yang dihasilkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” ungkpnya, Sabtu (21/2/2026).

Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa program ini merupakan momentum emas bagi para dosen dan peneliti. Beliau menjelaskan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa merupakan komitmen institusi dalam pengembangan sumber daya manusia. Ismail juga berharap agar tradisi menulis ini tetap terjaga meski bulan Ramadhan telah usai.