IMG-20260704-WA0017

BINUS University dan Kemenpar Bersama 27+ PT Perkuat Kolaborasi, AI Jadi Andalan Transformasi Pariwisata Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Penguatan sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta pengembangan pariwisata berkelanjutan menjadi fokus utama dalam audiensi antara BINUS University dan Kementerian Pariwisata yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Pertemuan yang digelar oleh Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi itu berlangsung di Ruang Rapat Lantai 11 Gedung Sapta Pesona. Audiensi dihadiri Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Prof. Dr. John Connell dari Sydney University, Australia, bersama tim BINUS University.

Pertemuan tersebut membahas strategi memperkuat promosi pariwisata Indonesia di tengah keterbatasan anggaran pemasaran pada tahun ini. Salah satu solusi yang didorong adalah optimalisasi teknologi digital berbasis perangkat seluler untuk menjangkau wisatawan secara lebih efektif.

Dalam kesempatan itu, turut diperkenalkan inovasi MaiA, asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang dirancang membantu wisatawan merencanakan perjalanan ke Indonesia secara lebih personal. Teknologi tersebut mampu memberikan rekomendasi berdasarkan durasi kunjungan, destinasi yang diminati, hingga aktivitas wisata yang sesuai dengan preferensi pengguna.

Selain membahas transformasi digital, forum juga menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui penguatan desa wisata berbasis komunitas. Evaluasi penyelenggaraan berbagai event pariwisata juga menjadi perhatian agar mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi sektor perhotelan, restoran, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Para peserta juga mengidentifikasi masih adanya kesenjangan antara kebutuhan industri pariwisata yang berkembang sangat cepat dengan kesiapan SDM. Karena itu, penyesuaian kurikulum pendidikan tinggi dan vokasi dinilai menjadi langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Wakil Rektor I Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menilai pertemuan tersebut menunjukkan arah baru pembangunan pariwisata nasional yang semakin menempatkan inovasi dan kolaborasi sebagai fondasi utama.

“Pariwisata Indonesia tidak lagi cukup mengandalkan keindahan alam semata. Diperlukan transformasi SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence, agar mampu menjawab tantangan industri yang terus berubah,” ujar Ismail Suardi Wekke.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan sekaligus kompetitif di tingkat global.

“Kampus memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan pengetahuan, riset, dan inovasi. Karena itu, sinergi dengan pemerintah dan pelaku industri harus diterjemahkan dalam program-program konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh peserta membahas tiga langkah tindak lanjut. Pertama, menjadikan transformasi SDM, penyelenggaraan event, safety tourism, dan teknologi AI sebagai pilar utama menjawab tantangan industri menuju Indonesia Emas 2045. Kedua, mendorong pendekatan yang lebih terukur, tepat sasaran, dan berbasis kebutuhan lapangan. Ketiga, mengimplementasikan kolaborasi melalui program percontohan (pilot project) yang dikoordinasikan melalui satu pintu agar lebih efektif dan terarah.

Menutup pandangannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa implementasi nyata dari hasil audiensi akan menjadi kunci keberhasilan transformasi sektor pariwisata nasional.

“Bagian yang paling penting bukan hanya menghasilkan gagasan, tetapi memastikan setiap kesepakatan diwujudkan dalam aksi nyata. Kolaborasi yang berkelanjutan akan menjadi modal utama untuk membangun pariwisata Indonesia yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global,” tutup Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260704-WA0014

Kemenpar Menerima 27+ Perguruan Tinggi, Siapkan Kolaborasi Strategis Desa Wisata dan Sumber Daya Wisata

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengawali langkah kolaborasi strategis bersama lebih dari 27 perguruan tinggi di Indonesia melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD). Pertemuan yang fokus pada pengembangan Desa Wisata dan Sumber Daya Wisata ini digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Kamis (2/7/2026).

FGD ini diinisiasi sebagai bentuk akselerasi pembangunan pariwisata berbasis masyarakat dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, khususnya di tingkat pedesaan yang menjadi pilar baru ekonomi kreatif nasional.

Co-Chair kegiatan tersebut, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa keterlibatan institusi pendidikan tinggi sangat vital dalam memberikan landasan ilmiah serta pendampingan praktis bagi pertumbuhan desa wisata.

“Kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan formal di atas kertas, melainkan sebuah langkah awal yang konkret untuk memetakan, mendampingi, dan mengawal desa-desa wisata di Indonesia agar mampu mandiri serta memiliki daya saing yang tinggi,” ujar Ismail saat memberikan pemaparannya di Gedung Sapta Pesona.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki instrumen Tri Dharma pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang sangat cocok untuk diterapkan langsung dalam mendiversifikasi sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya wisata yang ada di daerah.

Komitmen serupa juga datang dari sektor akademisi swasta. Dr. R.A. Aryanti Wardaya Puspokusumo, yang menjabat sebagai Head of Internationalisation and Partnership FDCHT Binus University, menyambut positif langkah proaktif yang diambil oleh Kementerian Pariwisata.

Ia menyatakan bahwa Binus University siap mendukung penuh program ini dengan membawa jejaring kemitraan dan perspektif global ke dalam pengembangan ekosistem pariwisata lokal.

“Kami di FDCHT Binus University berkomitmen untuk membawa perspektif internasional dan standar kemitraan yang kuat demi mendukung program Desa Wisata ini. Potensi lokal yang kita miliki sebenarnya sangat luar biasa, dan dengan pendampingan yang tepat dari akademisi, desa-desa ini akan siap bersaing di kancah internasional,” tutur Dr. Aryanti.

Melalui FGD ini, Kementerian Pariwisata bersama seluruh perwakilan perguruan tinggi yang hadir sepakat untuk menyusun peta jalan (roadmap) aksi nyata. Langkah terdekat mencakup sinkronisasi program magang mahasiswa, riset terapan untuk solusi pariwisata daerah, serta pelatihan manajemen tata kelola destinasi bagi kelompok sadar wisata (pokdarwis) di berbagai wilayah Indonesia.

IMG-20260703-WA0017

FDCHT Binus University Sukses Gelar Rangkaian Kegiatan Bersama Sydney University, Turut Berpartisipasi 27 Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) Binus University terus memperkuat jejaring globalnya melalui kolaborasi internasional yang inovatif. Bertempat di Kampus Anggrek Binus University, Kamis (2/7/2026), digelar rangkaian kegiatan akademik satu hari penuh yang bekerja sama dengan Sydney University, Australia.

Acara yang memadukan ujian praktik dan diskusi ilmiah ini turut menggandeng lebih dari 27 perguruan tinggi di Indonesia sebagai co-host, salah satunya adalah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Rangkaian acara diawali pada pagi hari dengan pelaksanaan ujian akhir semester (UAS) yang unik, yakni dalam bentuk coffee making exam.

Sebelum itu, acara dibuka Dekan FDCHT Binus University, Dr. Yanti Tong. Dalam sambutan itu, Dr. Yanti menekankan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempersiapkan acara. Begitu pula Dr Yanti berharap bahwa kolaborasi ke depan dapat diteruskan.

Setelah itu, agenda berlanjut ke sesi utama berupa seminar bersama faculty member yang berlangsung secara hibrida (hybrid) di Lantai 8 Kampus Anggrek. Seminar ini menjadi ruang diskursus yang dinamis karena mempertemukan para akademisi lintas negara dan lintas institusi guna membahas perkembangan terbaru di sektor komunikasi digital, perhotelan, dan pariwisata.

Mengenai inisiatif strategis ini, Head of Internationalization & Partnership Program (HIPP) FDCHT Binus University, Dr. R.A. Aryanti Wardaya Puspokusumo, B.Sc, M.B.M., memberikan penjelasan yang komprehensif.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antarperguruan tinggi yang bergerak dalam kerangka NUNI (Nationwide University Network in Indonesia) dan juga diperkuat dengan dukungan penuh dari Sydney University, Australia, khususnya melalui kehadiran Prof. John Connell,” ujar Aryanti di sela-sela acara.

Aryanti menambahkan bahwa sinergi seperti ini sangat penting untuk membangun ekosistem akademik yang inklusif di Indonesia. Melalui jaringan NUNI, Binus University berkomitmen untuk tidak hanya maju secara mandiri, melainkan juga bertumbuh bersama dengan puluhan perguruan tinggi mitra di berbagai daerah.

Keterlibatan pembicara internasional kelas dunia seperti Prof. John Connell pun diharapkan mampu memberikan perspektif global yang segar bagi para dosen dan mahasiswa yang hadir, baik secara luring maupun daring. Apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kolaborasi internasional ini juga datang dari salah satu perguruan tinggi mitra yang bertindak sebagai co-host.

Unsur pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan pandangannya mengenai nilai penting dari platform akademik ini bagi institusi di luar Pulau Jawa.

“Kami melihat kegiatan ini sebagai langkah transformatif bagi tata kelola akademik dan sangat mengapresiasi Binus University yang telah memberikan kesempatan luar biasa bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan perguruan tinggi di Tanah Papua untuk bergabung sebagai co-host,” ungkap Ismail Suardi Wekke.

Ismail juga menekankan bahwa keterlibatan perguruan tinggi daerah dalam forum berskala internasional seperti ini merupakan momentum berharga untuk mempercepat peningkatan mutu dan eksposur institusi. Kerja sama ini membuktikan bahwa batas geografis bukan lagi halangan untuk mengakses diseminasi keilmuan tingkat global.

Pihaknya berharap kolaborasi berbasis jejaring NUNI ini dapat terus berlanjut ke dalam program-program konkret lainnya di masa depan. “Terima kasih Binus University dan terima kasih NUNI atas kesempatan ini. Sebuah kehormatan bagi kita, bisa menjadi bagian dari acara,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260629-WA0032

Perkuat Integritas Akademik, LPPM IAI Rawa Aopa Sukses Gelar Workshop Bersama Turnitin

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menyelenggarakan workshop akademik berbasis digital, Senin (29/6/2026).

Acara yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting ini terlaksana berkat dukungan penuh dari platform deteksi plagiarisme global, Turnitin.

Agenda strategis ini dihadiri dari berbagai elemen. Tercatat, kegiatan tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan jajaran pengurus yayasan internal, tetapi juga dihadiri oleh perwakilan civitas akademika lintas kampus. Kehadiran peserta dari berbagai institusi luar ini sekaligus menjadi wujud nyata implementasi kerja sama antar-perguruan tinggi yang diinisiasi oleh LPPM.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan institusi dalam menjaga mutu ilmiah. Beliau menekankan bahwa penanaman nilai kejujuran di lingkungan kampus tidak boleh berhenti pada tataran teori.

“Ini merupakan ikhtiar dalam mendukung integritas. Bagaimanapun integritas perlu diikhtiarkan, diimplementasikan, dan dijadikan sebagai nilai, bahkan tradisi,” tegas Ismail dalam acara tersebut yang bertindak selaku moderator.

Sejalan dengan hal tersebut, Ismail mengemukakan bahwa LPPM IAI Rawa Aopa senantiasa kolaborasi dengan institusi luar merupakan langkah taktis untuk mengakselerasi adaptasi teknologi digital dalam proses penjaminan mutu karya ilmiah.

Ismail di sela-sela acara menambahkan, “Kehadiran teknologi seperti Turnitin bukan untuk membatasi kreativitas, melainkan menjadi panduan agar karya ilmiah yang dilahirkan mahasiswa dan dosen kita benar-benar orisinal serta dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Menanggapi animo peserta lintas kampus, Ismail menyebutkan bahwa kehadiran partisipan daring ini membuktikan besarnya kebutuhan akan standardisasi antiprosedur plagiat di era digital. Salah satu peserta yang mengikuti jalannya workshop secara penuh menuturkan.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi rekan-rekan dari lintas kampus yang hadir hari ini, karena upaya menjaga muruah akademik ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus kolektif,” ungkapnya.

Di sisi lain, materi yang disampaikan memberikan perspektif baru bagi para peserta. Perwakilan peserta dari kampus mitra mengungkapkan bahwa pemaparan dalam workshop ini memberikan pemahaman yang sangat aplikatif mengenai batasan plagiarisme dan teknik sitasi yang benar.

Apresiasi juga datang dari kalangan pengajar. Salah seorang dosen senior mengapresiasi inisiatif LPPM yang menggandeng Turnitin karena menurutnya sistem pelacakan ini sangat membantu proses bimbingan.

“Melalui sistem ini, proses verifikasi tugas akhir mahasiswa menjadi jauh lebih objektif dan transparan,” ujarnya.

Melalui suksesnya workshop virtual ini, LPPM IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap pemanfaatan Turnitin dapat dioptimalkan secara menyeluruh oleh seluruh civitas akademika, sekaligus menjadi motor penggerak lahirnya generasi peneliti yang menjunjung tinggi etika penulisan ilmiah.

IMG-20260628-WA0021

Menuju Panggung Dunia, UIN Ponorogo Bersiap Gelar ICIS 2026 Kolaborasi Rumah Jurnal PTKI, IAI Rawa Aopa Siap Berpartisipasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo – Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo terus mematangkan persiapan untuk menyambut gelaran akbar The 4th International Conference on Islamic Studies (ICIS) 2026. Sebagai tuan rumah, UIN Ponorogo berkomitmen menjadikan konferensi internasional ini sebagai batu loncatan penting dalam penguatan tradisi akademik dan publikasi ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Penyelenggaraan ICIS tahun ini terasa sangat spesial karena mengusung semangat kolaborasi yang kuat antarrumah jurnal dari berbagai PTKI di Indonesia. Aliansi strategis ini dibentuk untuk memastikan bahwa artikel-artikel ilmiah yang dipresentasikan nantinya mampu menembus jurnal-jurnal bereputasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Komite Saintifik The 4th ICIS 2026, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa persiapan yang dilakukan telah memasuki tahapan akhir, terutama dalam menyelaraskan visi bersama para pengelola jurnal.

Ismail Suardi Wekke juga menegaskan komitmen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk turut berpartisipasi. “Melalui Rumah Jurnal IAI Rawa Aopa Konawe Selatan kita siap berpartisipasi,” kata Ismail di Jakarta, Minggu (28/6/2026).

“Kami sedang merancang sebuah ekosistem konferensi yang tidak hanya sekadar menjadi tempat berkumpulnya para pemikir, tetapi juga sebagai mesin penggerak lahirnya publikasi ilmiah yang berkualitas global,” ujarnya saat memberikan keterangan terkait kesiapan panitia.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kekuatan akademik PTKI ke mata dunia. Menurutnya, keterlibatan aktif Rumah Jurnal dari berbagai perguruan tinggi akan menjadi pilar utama dalam menyaring dan mengurasi karya-karya terbaik yang masuk ke meja panitia. Hal ini diharapkan dapat mendongkrak indeks sitasi dan reputasi lembaga secara kolektif.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya standar tinggi yang diterapkan dalam seleksi naskah pada konferensi kali ini.

“Melalui kerja sama dengan Rumah Jurnal PTKI, kita menerapkan standar penelaahan sejawat (peer-review) yang sangat ketat agar luaran dari ICIS 2026 ini benar-benar memiliki dampak akademik yang signifikan,” tambah Ismail.

Terkait dengan kesiapan teknis dan substansi acara, Ismail menyatakan optimismenya terhadap komitmen UIN Ponorogo sebagai pusat kegiatan. Ia melihat koordinasi yang solid antara panitia lokal dan komite saintifik menjadi modal utama kelancaran acara.

“UIN Ponorogo telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam menyiapkan infrastruktur dan atmosfer akademik yang kondusif, sehingga kami optimistis The 4th ICIS 2026 akan berjalan sukses dan menghadirkan kebaruan ilmiah (novelty) yang dicari dunia internasional,” pungkasnya mantap.

Dengan perpaduan persiapan yang matang dan sinergi lintas Rumah Jurnal PTKI, ICIS 2026 di UIN Ponorogo diproyeksikan akan menjadi salah satu langkah dalam perkembangan dan pengembangan studi Islam dunia, sekaligus meneguhkan posisi PTKI sebagai pusat keunggulan akademik global.

IMG-20260628-WA0003

Jelang ICOSBE 2026, Binus Business School Siap Gelar Pre-Conference Workshop di Kampus Anggrek

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menjelang perhelatan The 3rd International Conference on Sustainable Business and Entrepreneurship (ICOSBE) 2026, Binus Business School (BBS) bergerak cepat mematangkan persiapan. Sebagai langkah awal, BBS dijadwalkan akan menggelar Pre-Conference Workshop pada 14 Juli 2026 mendatang yang dipusatkan di Kampus Anggrek, Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

Forum ilmiah ini diproyeksikan menjadi wadah strategis bagi para akademisi dan peneliti untuk memperdalam metodologi serta strategi publikasi global sebelum konferensi utama dimulai. Research Coordinator Binus Business School, Sambudi Hamali, menegaskan di Jakarta, Sabtu (27/6/2026) bahwa lokakarya ini merupakan bagian tidak terpisahkan dari ekosistem konferensi tahunan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan fondasi yang kuat bagi para peserta agar artikel ilmiah mereka mampu menembus standar global. “Sebuah rangkaian dengan kegiatan ICOSBE 2026,” kata Sambudi di Jakarta, di sela-sela konsinyering publikasi ICOSBE.

“Kami ingin memastikan bahwa ICOSBE bukan sekadar wadah presentasi, melainkan ruang inkubasi riset yang berdampak luas,” ujar Sambudi saat memberikan keterangan pada media.

Lebih lanjut, Sambudi menjelaskan bahwa pelaksanaan workshop ini merupakan komitmen berkelanjutan dari Binus Business School dalam menjaga mutu dan reputasi akademik ICOSBE yang telah berjalan dari tahun ke tahun. Guna mencapai target tersebut, BBS tidak tanggung-tanggung dalam menghadirkan narasumber utama.

Pada edisi kali ini, lokakarya akan menghadirkan kembali Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang merupakan Managing Editor dari penerbit global, sebuah penerbit internasional bereputasi. Kehadiran pakar publikasi ini diharapkan dapat mengupas tuntas teknik menembus jurnal dan buku ilmiah tingkat dunia.

“Kehadiran Ismail Suardi Wekke sebagai pembicara akan meneruskan diskursus kontemporer mengenai lanskap publikasi global yang dinamis,” kata Sambudi optimis.

Sambudi juga menambahkan bahwa melalui rekam jejak narasumber, para peserta akan mendapatkan panduan praktis dan langsung dari dapur redaksi penerbit internasional. Pihak manajemen BBS pun meyakini, melalui persiapan yang matang di Kampus Anggrek ini, kualitas luaran (output) riset dari para delegasi ICOSBE tahun ini akan meningkat secara signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Di akhir penjelasannya, Sambudi menekankan signifikansi tradisi akademik ini bagi universitas. Ia menyebutkan bahwa pre-conference ini telah bertransformasi menjadi jangkar mutu bagi ICOSBE, memastikan bahwa setiap gagasan yang dipresentasikan memiliki daya saing tinggi.

“Lokakarya pra-konferensi ini telah menjadi agenda tahunan wajib ICOSBE untuk terus mengawal kualitas luaran riset para akademisi kita,” pungkas Sambudi menutup pernyataannya.

IMG-20260627-WA0032

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Ikuti Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 yang Dibuka Presiden Prabowo

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi keagamaan. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi aktif pimpinan kampus dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Kegiatan tingkat nasional yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat (26/6/2026) tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kehadiran Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan bersama jajaran pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia dalam forum ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah pendidikan tinggi keagamaan Islam dengan prioritas pembangunan nasional yang tengah dijalankan pemerintah.

Keterlibatan perguruan tinggi Islam dinilai sangat krusial dalam merumuskan arah pembangunan bangsa, terutama dalam aspek penguatan SDM yang unggul, berkarakter, dan inovatif.

“Kami hadir dengan komitmen tinggi untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi keagamaan dengan agenda prioritas pemerintah. Melalui forum ini, kita memperoleh arahan langsung dari Presiden RI mengenai peran strategis ilmuwan dan akademisi dalam mendukung ketahanan pangan, energi, hingga hilirisasi industri,” ujar Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke.

Menurut beliau, berbagai isu strategis yang dibahas mulai dari sektor pertanian, ekonomi dan keuangan syariah, hingga ketahanan pangan akan menjadi referensi penting bagi IAI Rawa Aopa dalam memperkuat riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan riil di daerah Konawe Selatan dan Indonesia pada umumnya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, dalam laporan pembukaannya menyampaikan bahwa Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 kali ini berhasil menghimpun lebih dari 2.600 peserta dari berbagai unsur akademisi dan praktisi. Di antaranya tercatat kehadiran 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, serta 1.596 dosen dan peneliti dari seluruh penjuru Indonesia.

Mengusung tema besar “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”, konvensi yang diisiasi langsung oleh Presiden Prabowo sejak tahun lalu ini dirancang untuk menempatkan ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama kebijakan negara. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta intensif membedah sektor-sektor krusial seperti pertanian, energi, ekonomi, ketahanan pangan, kelautan, perikanan, hingga hilirisasi industri. Seluruh gagasan dari para rektor dan ilmuwan ini nantinya akan dirumuskan secara konkret menjadi rekomendasi kebijakan pemerintah berbasis sains.

Dalam pengarahannya yang disambut antusias oleh para peserta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebangkitan sebuah negara sangat bergantung pada optimalisasi potensi riset dan pemikiran yang ada di lingkungan kampus.

“Kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan dan digerakkan potensi serta kemampuan dari kampus-kampus,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para pimpinan perguruan tinggi.

Acara berskala nasional ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, serta jajaran mitra industri se-Indonesia.

IMG-20260626-WA0025

Bahas Peta Jalan Riset Indonesia Timur dalam Simposium Indonesia-Australia di ITB: Pimpinan IAI Rawa Aopa Bergabung Dalam Riset Kolaboratif

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Kolaborasi riset antara Indonesia dan Australia kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Kick Off Meeting yang dirangkaikan dengan Indonesia-Australia Symposium di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri delegasi dari Murdoch University, Australia, bersama tim peneliti dari Indonesia yang akan menjalankan program penelitian kolaboratif. Riset ini memperoleh dukungan pendanaan dari program KONEKSI, hasil kerja sama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan LPDP untuk memperkuat kemitraan riset internasional.

Salah satu anggota tim peneliti, Ismail Suardi Wekke yang juga Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memaparkan tiga fokus utama yang menjadi perhatian dalam simposium tersebut. Menurutnya, penelitian diarahkan untuk memperkuat pemahaman terhadap dinamika kawasan Indonesia Timur sekaligus menyusun arah pengembangan riset yang lebih kolaboratif.

“Ada tiga hal yang menjadi fokus pembahasan, yakni memahami Indonesia Timur, belajar dari keberhasilan program Keluarga Berencana dan SD Inpres, serta menyusun peta jalan riset dan pengembangan model bersama perguruan tinggi di Indonesia Timur,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam pemaparannya.

Ia menjelaskan, kajian mengenai Indonesia Timur menjadi fondasi penting untuk merumuskan kebijakan dan model pengembangan yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Selain itu, pengalaman keberhasilan program Keluarga Berencana dan pembangunan SD Inpres dinilai dapat menjadi referensi dalam menyusun strategi pembangunan berbasis riset.

Melalui kolaborasi ini, tim peneliti Indonesia dan Australia diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi ilmiah yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Indonesia Timur.

“Tiga fokus tersebut menjadi pijakan untuk membangun peta jalan riset dan mengembangkan model kolaborasi bersama perguruan tinggi di Indonesia Timur,” tutup Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260622-WA0025

Perkuat Studi Hukum Tata Negara, IAI Rawa Aopa Jajaki Kemitraan dengan Istiqlal Fatwa Centre

Rawaaopakonsel.ac.id, Ciputat – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Istiqlal Fatwa Centre (IFTA). Langkah ini diambil guna memperkuat implementasi keilmuan, khususnya pada Program Studi Hukum Tata Negara di bawah naungan Fakultas Syariah.

Keinginan kolaborasi tersebut mengemuka setelah momentum hangat di sela-sela Majelis Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM) Jabodetabek yang berlangsung di Ciputat, Sabtu (19/6/2026). Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., yang juga merupakan alumni Pesantren IMMIM, berkesempatan menyapa langsung narasumber pengajian bulanan tersebut, Dr. H. Mahkama Mahdin, Lc., MA.

Dr. Mahkama Mahdin, seorang alumnus Universitas Al-Azhar Kairo, saat ini mengemban amanah sebagai Direktur Istiqlal Fatwa Centre. Dalam perbincangan usai acara, Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa kehadiran IFTA di berbagai daerah merupakan kebutuhan mendesak untuk mencerahkan umat.

Ia menegaskan kesiapan institusinya untuk menjadi perpanjangan tangan program tersebut di wilayah Sulawesi Tenggara. Sekaligus, IAI Rawa Aopa dapat belajar bersama dengan perangkat institusi di Masjid Istiqlal.

“Kami melihat visi besar Imam Besar Masjid Istiqlal untuk mengembangkan IFTA ke pelbagai wilayah dan penjuru Indonesia sebagai peluang strategis yang harus disambut baik oleh perguruan tinggi daerah,” ujar Ismail.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa keunikan kurikulum dan fokus akademik yang dimiliki oleh IAI Rawa Aopa, terutama di ranah Hukum Tata Negara, akan menjadi modal utama yang sangat kokoh dalam menyokong dan mempercepat realisasi perluasan jaringan Istiqlal Fatwa Centre di tingkat lokal.

Menurutnya, sinergi antara otoritas fatwa nasional dan institusi akademik akan menghasilkan kajian yang berdampak luas. Keberadaan IAI Rawa Aopa dapat menjadi bagian dalam perluasan IFTA ke berbagai wilayah.

“Fakultas Syariah kami, khususnya Program Studi Hukum Tata Negara, memiliki kekhasan yang sangat kontekstual untuk menjadi mitra strategis dalam mendiseminasikan serta mengembangkan kajian-kajian dari Istiqlal Fatwa Centre,” tambahnya.

Ismail juga memaparkan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi ini sebagai jembatan ilmu. Ia menilai, kemitraan ini bukan sekadar kerja sama di atas kertas, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk menghadirkan rujukan hukum Islam yang otoritatif dan adaptif bagi dinamika tata negara di daerah.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap IAI Rawa Aopa dapat menjadi pusat pertumbuhan dan mitra utama IFTA di kawasan, guna menghadirkan kajian hukum Islam yang moderat dan integratif,” pungkas Ismail.

Pertemuan dalam bingkai silaturahmi alumni ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti menjadi kesepahaman formal, demi mendukung desentralisasi edukasi dan pelayanan fatwa sebagaimana amanat yang dicanangkan oleh Masjid Istiqlal Jakarta.

IMG-20260621-WA0021

Partisipasi IAI Rawa Aopa Dalam Hadiri Workshop Hukum Perdagangan Internasional di Universitas Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Depok – Jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri program penguatan kapasitas (capacity building) di bidang hukum perdagangan internasional. Kegiatan bertajuk Capacity Building Programme on International Trade Law: PhD and Researcher Workshop tersebut diselenggarakan di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jumat (19/6/2026).

Workshop berskala internasional ini menghadirkan pakar hukum terkemuka, Prof. Peter Van de Bossche dari School of Law, Xi’an Jiaotong University (XJTU), China, yang mengupas tuntas dinamika serta tantangan terkini dalam sistem penyelesaian sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization / WTO Dispute Settlement).

Kehadiran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam forum akademik bergengsi ini direalisasikan melalui keterlibatan aktif Program Studi Hukum Tata Negara (HTN). Partisipasi ini menjadi langkah strategis kampus dalam memperluas jejaring global serta memperkuat kompetensi riset para dosen dan peneliti di bidang hukum internasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa keterlibatan ini merupakan komitmen institusi untuk membawa pemikiran global ke tingkat lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa dosen dan periset di Program Studi Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa memiliki pemahaman yang kuat dan kontekstual mengenai mekanisme WTO Dispute Settlement yang terus berkembang,” ujarnya usai acara.

Ismail juga memaparkan bahwa workshop bersama Prof. Peter Van de Bossche memberikan perspektif baru yang sangat berharga bagi pengembangan kurikulum. Menurutnya, pemikiran dari mantan Ketua Badan Banding WTO tersebut akan membantu institusi dalam merumuskan metode pembelajaran hukum perdagangan internasional yang lebih aplikatif dan relevan dengan tantangan zaman.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar kolaborasi akademik seperti ini dapat terus berlanjut demi mendongkrak reputasi kampus di kancah nasional maupun internasional. “Keikutsertaan dalam capacity building di UI ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan riset-riset berkualitas yang mampu berkontribusi pada penyelesaian isu-isu hukum kontemporer,” pungkasnya.

Terkait dengan dampak jangka panjang, Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa hasil dari lokakarya ini akan segera diintegrasikan ke dalam ekosistem riset prodi HTN, sehingga para mahasiswa dapat ikut merasakan pembaruan keilmuan hukum perdagangan global. Ia menambahkan pula bahwa interaksi langsung dengan periset dari berbagai universitas dalam forum ini telah membuka peluang kolaborasi publikasi ilmiah yang lebih luas bagi civitas akademika IAI Rawa Aopa.

Di akhir penjelasannya, Ismail menggarisbawahi bahwa pemahaman komprehensif mengenai hukum internasional kini bukan lagi monopoli perguruan tinggi di kota besar, melainkan kebutuhan mutlak bagi kampus-kampus di daerah demi mencetak lulusan yang berdaya saing global.

Forum PhD and Researcher Workshop ini berlangsung interaktif dengan membedah berbagai studi kasus sengketa dagang antarnegara. Melalui program ini, prodi HTN IAI Rawa Aopa diproyeksikan mampu menjadi salah satu pusat kajian hukum tata negara dan internasional yang juga menyertakan akademisi dari kawasan Sulawesi Tenggara.