IMG-20260612-WA0003

FGD Usai Wisuda, Diskusi Pembelajaran Berbasis Outcome-Based Education (OBE) untuk Memenuhi Standar Akreditasi IAI Rawa Aopa

Rawaaopakonsel.ac.id/, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menggelar Wisuda VII Angkatan I pada Rabu (10/62026). Momentum sakral kelulusan ini tidak membuat jajaran civitas akademika larut dalam euforia, melainkan langsung tancap gas mempertahankan sistem penjaminan mutu eksternal.

Langkah konkret tersebut dibuktikan dengan langsung digelarnya Focus Group Discussion (FGD) prodi di lingkungan Fakultas Hukum pasca-prosesi wisuda guna mematangkan persiapan akreditasi program studi. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa akselerasi mutu pasca-wisuda ini merupakan komitmen institusi dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

“Wisuda bukanlah akhir, melainkan gerbang awal bagi kampus untuk membuktikan bahwa lulusan kami dicetak dari sistem akademik yang teruji. Oleh karena itu, penjaminan mutu eksternal dan persiapan akreditasi prodi di Fakultas Hukum menjadi prioritas utama yang langsung kami eksekusi hari ini,” ujar Ismail usai kegiatan tersebut.

“Kami menyadari betul bahwa tantangan dunia hukum di luar sana semakin kompleks, sehingga validasi mutu melalui akreditasi program studi menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi,” kata Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengantar dalam forum FGD Fakultas Hukum.

“Melalui FGD yang digelar segera setelah prosesi wisuda ini, kami memetakan seluruh instrumen akreditasi secara detail agar Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu meraih predikat unggul yang mencerminkan kualitas riil proses belajar-mengajar di kampus kita,” lanjutnya di hadapan para dosen dan jajaran dekanat.

“Kerja keras ini bukan sekadar mengejar status di atas kertas, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab moral lembaga kepada para alumni yang baru saja dikukuhkan hari ini serta para mahasiswa aktif agar masa depan akademik mereka benar-benar terjamin,” pungkas Al Asri dengan optimistis.

Dalam kesempatan yang sama, Al Asri menjelaskan bahwa konsistensi dalam mempertahankan penjaminan mutu eksternal merupakan jangkar utama bagi fakultas untuk tetap relevan dengan kebutuhan dinamika hukum kontemporer. Ia menilai bahwa momentum kelulusan angkatan pertama ini harus dijadikan batu pijakan untuk meningkatkan standardisasi kurikulum dan pelayanan akademik secara menyeluruh.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara seluruh elemen dosen dan tenaga kependidikan dalam menyusun borang akreditasi prodi hukum yang komprehensif. Al Asri mengingatkan bahwa objektivitas penilaian dari lembaga akreditasi eksternal hanya bisa dipenuhi jika seluruh dokumen pendukung dan implementasi tri dharma perguruan tinggi terintegrasi dengan baik.

Di akhir penjelasannya, Al Asri menyampaikan optimisme tinggi bahwa Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu melewati proses akreditasi ini dengan hasil yang memuaskan. Menurutnya, kesiapan instrumen dan solidnya komitmen tim yang langsung bekerja pasca-wisuda menjadi indikator kuat bahwa fakultas siap naik kelas ke level penjaminan mutu yang lebih tinggi.

IMG-20260611-WA0065

Tingkatkan Kualifikasi Akademik, Alumni Diajak Manfaatkan Fasilitas Studi Lanjut Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa selesai menggelar Wisuda VII Angkatan I yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Claro, Kendari, Rabu (10/6/2026).

Momentum sakral yang meluluskan sebanyak 438 wisudawan dan wisudawati ini menjadi kian istimewa dengan disampaikannya kerja sama strategis antara IAI Rawa Aopa dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Furqan Makassar dalam memfasilitasi alumni untuk studi lanjut di sela-sela acara tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pihak kampus berkomitmen penuh untuk mengawal keberlanjutan akademik para lulusan. Beliau menjelaskan bahwa jalinan kemitraan dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar sengaja dirancang sebagai jembatan bagi para alumni yang memiliki komitmen kuat untuk memperdalam keilmuan mereka di tingkat magister.

“Kami di jajaran rektorat tidak ingin mengantar bapak, ibu, dan saudara-saudari sekalian hanya sampai pada gerbang kelulusan sarjana hari ini saja. Kerja sama dengan Pascasarjana STAI Al Furqan Makassar ini adalah bukti konkret bahwa IAI Rawa Aopa bertanggung jawab moral atas masa depan akademik para alumni kami,” ujar Ismail di hadapan wisudawan yang memadati ruangan usai kegiatan wisuda.

Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai fasilitas kemudahan, mulai dari sinkronisasi kurikulum, efisiensi proses pendaftaran, hingga penyediaan program beasiswa kemitraan. Menurutnya, langkah taktis ini diambil institusi untuk merespons dinamika dunia profesional modern yang semakin kompetitif, sehingga para alumni IAI Rawa Aopa memiliki daya saing tinggi.

“Melalui kolaborasi ini, para alumni akan mendapatkan jalur khusus, kemudahan administratif, serta skema beasiswa yang telah kita sepakati bersama demi menunjang kelancaran studi lanjut mereka. Tantangan di dunia kerja saat ini menuntut penguatan kapasitas keilmuan yang tidak boleh terhenti, dan Pascasarjana STAI Al Furqan adalah mitra yang sangat tepat untuk menjawab tantangan tersebut,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Ia juga menitipkan pesan mendalam kepada seluruh wisudawan agar senantiasa merawat tradisi literasi dan akademik dengan tidak berhenti belajar.

Di akhir pertemuan dengan pekerja media, Ismail menegaskan, “Oleh karena itu, saya mengetuk semangat 438 wisudawan yang dikukuhkan hari ini untuk tidak cepat berpuas diri dengan gelar sarjana yang baru saja diraih. Manfaatkan peluang emas hasil sinergi antarinstitusi ini dengan sebaik-baiknya agar ke depan, lahir lebih banyak magister-magister baru yang siap memajukan umat dan mengabdi bagi bangsa,” pungkasnya.

IMG-20260611-WA0009

Wisuda IAI Rawa Aopa: Mengukuhkan Sarjana Penggerak Pemajuan Ilmu Pengetahuan dari Konawe Selatan untuk Dunia

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses mengukuhkan 438 sarjana baru dalam rapat senat terbuka Wisuda Sarjana ke-VII Tahun 2026. Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ballroom Hotel Claro, Kendari, pada Rabu (10/6/2026).

Ratusan wisudawan tersebut berasal dari tiga program studi (Prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Kopertais Wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua) Prof. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D.; Sekretaris Kopertais Wilayah VIII AGH. Dr. Nur Taufik, M.Ag.; serta Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten III Setda Konsel, Suwardi, S.Pt., M.Si. Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, serta keluarga para wisudawan.

Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Al Asri sekaligus pendiri IAI Rawa Aopa, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan merupakan hasil kolaborasi dari kerja keras mahasiswa, dedikasi dosen, dan dukungan orang tua.

“Saya berpesan agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi benar-benar diamalkan untuk kemaslahatan umat. Jadilah sarjana yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu menghadirkan solusi,” ujar Al Asri.

Senada dengan hal tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., mengingatkan para lulusan bahwa gelar akademik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Ia meminta alumni untuk terus menjaga integritas dan nama baik almamater di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi IAI Rawa Aopa dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Mewakili Bupati, Asisten III Setda Konawe Selatan, Suwardi, S.Pt., M.Si., mengajak para lulusan baru untuk bersinergi membangun daerah.

“Kami berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan, pelopor pembangunan, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan Konawe Selatan yang maju dan sejahtera,” kata Suwardi.
Sementara itu, Ketua Kopertais Wilayah VIII, Prof. Dr. H. Hamdan Juhanis, Ph.D., dalam orasi ilmiahnya menyoroti tantangan berat di era transformasi digital dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya lima modal utama bagi lulusan perguruan tinggi Islam agar tidak berhenti belajar setelah lulus.

“Dunia saat ini berubah sangat cepat. Kompetensi akademik saja tidak cukup. Jangan pernah berhenti belajar setelah diwisuda. Jadilah agen perubahan yang membawa manfaat,” tegas Prof. Hamdan, yang juga memuji perkembangan pesat IAI Rawa Aopa dalam meraih kepercayaan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan yang sama Prof. Hamdan menyampaikan bahwa Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi tersehat di wilayah VIII (Sulawesi, Maluku, dan Papua). “Dengan mahasiswa yang mencapai 2000-an dan juga lulusan yang diwisuda hari ini, membuktikan bahwa keberadaan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan bagian dari perguruan tinggi yang tersehat,” ungkap Prof. Hamdan.

Prosesi wisuda ke-VII ini ditutup dengan momen haru saat para wisudawan memberikan penghormatan kepada orang tua mereka. Momentum ini menandai langkah baru IAI Rawa Aopa dalam melahirkan generasi intelektual muslim yang siap mengabdi demi kemajuan bangsa dan agama.

IMG-20260605-WA0066

Gandeng Akademisi IAI Rawa Aopa, Pre-Conference ICTIM 2026 Dorong Kompetensi Menulis Bab Buku Ilmiah

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dalam rangka menyambut perhelatan ilmiah berskala internasional, Binus Online menyelenggarakan Pre-Conference International Conference on Information Technology and Information Management (ICTIM) 2026. Agenda strategis tersebut dilaksanakan secara daring pada Jumat (5/6/2026).

Kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan pembekalan komprehensif bagi para akademisi dan peneliti sebelum menuju acara puncak konferensi. Acara resmi dibuka oleh Dr. Hartiwi Prabowo, S.E., M.M., selaku Deputy Director Binus Online. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya wadah ilmiah seperti ICTIM dalam memfasilitasi diseminasi hasil riset terkini di bidang teknologi informasi dan manajemen.

Beliau juga berharap pra-konferensi ini dapat memotivasi para peserta untuk menghasilkan luaran publikasi yang berkualitas tinggi serta bereputasi global. Rangkaian diskusi ilmiah ini terbagi ke dalam tiga sesi utama yang dipandu secara interaktif. Sesi pertama diawali dengan pengenalan mendalam mengenai ICTIM 2026 yang dijadwalkan berlangsung secara daring pada 4-5 Agustus 2026 mendatang.

Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Conference Chair, Dr. Yulius Denny Prabowo, S.T., M.T.I., yang juga merupakan dosen senior dari program studi Computer Science. Beliau memaparkan tema besar, sub-tema, serta peluang jejaring akademik yang dapat dioptimalkan oleh seluruh delegasi.

Memasuki sesi kedua, fokus diskusi beralih pada strategi teknis penulisan karya ilmiah dengan tajuk “Bagaimana Menulis Bab dalam Buku”. Sesi ini menghadirkan nara sumber utama, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Beliau merupakan Komite Saintifik ICTIM 2026 yang juga aktif sebagai dosen senior di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Kehadiran beliau memberikan perspektif mendalam mengenai standarisasi dan metodologi penyusunan book chapter yang menjadi salah satu luaran utama dari konferensi ini. Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke yang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menggarisbawahi pentingnya adaptasi teknologi dalam ekosistem riset modern.

Beliau menyatakan bahwa forum pra-konferensi seperti ini menjadi kesempatan untuk menyelaraskan persepsi antara komite saintifik dan para penulis. Menurutnya, pemanfaatan platform digital yang tepat akan mempercepat proses penelaahan naskah ilmiah.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan secara tidak langsung bahwa luaran konferensi yang berbentuk bab buku memiliki nilai strategis bagi rekognisi institusi. Beliau menegaskan kembali kepada seluruh peserta mengenai komitmen komite untuk menjaga standar kualitas penulisan agar dapat menembus indeksasi global.

Di samping itu, beliau mengapresiasi langkah Binus Online yang konsisten membangun kolaborasi akademik lintas pulau dan lintas institusi di Indonesia. Sebagai bentuk motivasi langsung kepada para peneliti muda, Ismail Suardi Wekke membagikan kutipan penting terkait konsistensi menulis.

“Menulis bab dalam buku ilmiah bukan sekadar menyusun kata, melainkan seni mendokumentasikan pemikiran strategis yang dapat diakses oleh peradaban global,” ujar Ismail di sela-sela presentasinya.

Beliau juga menambahkan sebuah penegasan akademis yang kuat untuk memacu semangat peserta. “Kita harus bergeser dari ego sektoral menuju kolaborasi riset, di mana ICTIM 2026 menjadi jembatan emas bagi hilirisasi inovasi tersebut,” tegasnya.

Pada akhir sesinya, beliau menyimpulkan tantangan riset masa kini dengan sebuah pesan penutup. “Kualitas luaran sebuah konferensi ditentukan oleh ketajaman metodologi dan relevansi solusi yang ditawarkan terhadap masalah nyata di masyarakat,” pungkasnya.

Sesi ketiga kemudian dilanjutkan oleh Stefanus Rumangkit, SE., M.Sc., yang memberikan panduan praktis mengenai tata cara registrasi kepesertaan. Beliau membedah langkah demi langkah penggunaan platform Conference Management Toolkit (CMT) yang menjadi sistem pengelolaan resmi ICTIM 2026.

Penjelasan ini bertujuan untuk meminimalisir kendala teknis yang sering dihadapi oleh para pendaftar saat mengunggah abstrak maupun manuskrip lengkap mereka. Setelah pemaparan dari ketiga sesi utama tersebut selesai disampaikan, agenda pra-konferensi langsung ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Para peserta memanfaatkan momentum ini dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis seputar substansi penulisan dan teknis pelaksanaan konferensi. Kegiatan pra-konferensi ini diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh demi kesuksesan penyelenggaraan ICTIM 2026 pada bulan Agustus mendatang.

IMG-20260604-WA0025

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Gabung Jejaring ACER-N untuk Penguatan Riset Regional

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan kerja sama di tingkat regional. Kali ini, institusi pendidikan tinggi tersebut secara resmi menyatakan minatnya untuk bergabung dalam jaringan ASEAN Council for Educational Research Network (ACER-N). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu riset, publikasi ilmiah, serta pengabdian masyarakat yang berbasis pada kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa momentum ini menjadi titik balik yang sangat penting bagi akselerasi akademik kampus. Penguatan jaringan internasional dipandang bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak untuk menjawab tantangan global.

Pihak manajemen kampus pun telah mempersiapkan seluruh instrumen pendukung demi kelancaran proses integrasi ke dalam ekosistem ACER-N tersebut. Mengenai kesiapan institusi, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung terkait komitmen penuh kampus dalam penjajakan ini.

“Kami melihat ACER-N sebagai platform yang sangat strategis untuk mengintegrasikan potensi riset yang dimiliki oleh dosen dan peneliti IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan lanskap akademik di Asia Tenggara,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya. Beliau juga menambahkan mengenai orientasi pengembangan kelembagaan yang sedang berjalan saat ini.

“Bergabungnya kami dalam jejaring ini akan membuka pintu lebar bagi kolaborasi riset multilateral yang berdampak langsung pada akselerasi mutu lulusan serta reputasi kampus di kancah internasional,” kata Ismail, Kamis (4/6/2026).

Lebih lanjut, beliau menggarisbawahi kesiapan tata kelola internal untuk menyambut kemitraan besar tersebut.

“Seluruh jajaran di bidang perencanaan dan keuangan telah dialokasikan secara optimal untuk mendukung implementasi program-program kerja sama internasional yang produktif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Di sisi lain, terdapat beberapa poin krusial yang disampaikan melalui pernyataan tidak langsung dari sang Wakil Rektor. Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam jaringan kerja sama regional seperti ACER-N menjadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan peluang mendapatkan jejaring penelitian kolaboratif global yang dihasilkan oleh sivitas akademika kampus secara signifikan.

Selain itu, beliau menyampaikan bahwa manajemen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tengah menyusun peta jalan integrasi kurikulum berbasis riset yang relevan dengan standar serta dinamika pendidikan di kawasan ASEAN. Dalam kesempatan yang sama, beliau memaparkan bahwa keterlibatan ini juga diharapkan mampu menarik minat para peneliti luar negeri untuk melakukan kolaborasi riset terapan di wilayah Konawe Selatan.

Langkah penjajakan ini langsung mendapat respons positif dari seluruh elemen di internal senat dan fakultas. Kehadiran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan di dalam ACER-N diproyeksikan akan memperkuat posisi tawar institusi dalam berbagai forum ilmiah internasional formal. Dengan komitmen yang kuat serta dukungan tata kelola kepegawaian yang profesional, proses aplikasi keanggotaan ini diharapkan dapat segera rampung dalam waktu dekat.

IMG-20260529-WA0019

Pasca-Kurban, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Gelar Seminar Hukum Internasional di Vietnam

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Momentum Hari Raya Idul Adha tidak menyurutkan langkah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dalam memacu pengembangan institusi. Usai menuntaskan agenda sosial keagamaan melalui penyerahan dan penyaluran satu ekor hewan kurban berupa kambing kepada masyarakat, perguruan tinggi ini langsung mengalihkan fokus pada penguatan jejaring akademik internasional, Jumat (29/5/2026).

IAI Rawa Aopa kini tengah mematangkan persiapan matang untuk merealisasikan kolaborasi strategis dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Vietnam.
Kerja sama lintas negara tersebut akan diawali dengan pelaksanaan sebuah agenda besar, yakni seminar hukum internasional yang menyoroti berbagai dinamika regulasi di kawasan Asia Tenggara.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen kampus dalam meningkatkan mutu akademik serta memperluas kontribusi ilmiah di tingkat regional. Pihak kampus menilai bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan di Vietnam akan membuka ruang diplomasi kebudayaan dan intelektual yang lebih luas bagi kedua belah pihak.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kepedulian sosial yang tecermin dalam ibadah kurban harus berjalan beriringan dengan peningkatan mutu akademik universitas.

“Kami tidak ingin berhenti pada kegiatan sosial keagamaan saja, melainkan langsung bergerak cepat menyongsong program internasionalisasi kampus,” ujar Ismail usai memantau rampungnya kegiatan Bakti Sosial dalam rangka idul adha.

Beliau juga menambahkan bahwa kerja sama dengan pihak Vietnam ini akan berfokus pada kajian hukum kontemporer demi merespons dinamika yang berkembang cepat di kawasan Asia Tenggara. Ismail menegaskan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang berdampak nyata bagi penguatan regulasi di tingkat regional.

Menurut Ismail, kemitraan lintas negara ini menjadi langkah nyata dalam mentransformasi institusi menuju panggung global yang lebih inklusif. Ia menjelaskan bahwa pemilihan Vietnam sebagai mitra strategis didasarkan pada kesamaan komitmen dalam mengembangkan riset hukum yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Ke depan, proyeksi kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada seminar ilmiah, melainkan akan dikembangkan ke arah pertukaran dosen dan publikasi riset bersama. Melalui forum ilmiah ini, manajemen kampus berkomitmen untuk memfasilitasi para peneliti lokal agar mampu berbicara banyak di forum internasional.

“Melalui forum ilmiah ini, kami ingin memastikan bahwa dosen dan mahasiswa kita memiliki cakrawala berpikir yang luas serta berdaya sanding secara internasional,” pungkas Ismail.

Di akhir keterangannya, Ismail menyampaikan harapan besar agar seluruh sivitas akademika IAI Rawa Aopa dapat mengambil peran aktif dalam seminar internasional tersebut guna memperkaya khazanah keilmuan mereka. Dengan persiapan yang mulai berjalan intensif, seminar hukum Asia Tenggara ini diharapkan menjadi batu loncatan penting bagi IAI Rawa Aopa dalam membangun reputasi akademik yang disegani di kawasan Asia Tenggara

FB_IMG_1779980102446

Perlunya Panduan Etika Riset dan Implementasi, Ini Kata Akademisi Ismail Suardi Wekke

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Dugaan pemalsuan riset yang melibatkan sejumlah warga negara Indonesia dalam forum ilmiah internasional di Denmark menuai sorotan tajam dari akademisi Institut Agama Islam (IAI) Rawa Opa, Ismail Suardi Wekke. Ia menilai kasus tersebut bukan sekadar pelanggaran etik, melainkan alarm krisis integritas akademik di Indonesia.

Kasus itu mencuat setelah muncul dugaan manipulasi data penelitian, pemalsuan identitas peserta konferensi, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk merekayasa artikel ilmiah demi memperoleh bantuan perjalanan (travel grant). Praktik tersebut dinilai mencoreng citra akademik Indonesia di tingkat internasional.

Ismail Suardi Wekke menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai ilmu pengetahuan.

“Ketika riset dijadikan tiket jalan-jalan gratis ke luar negeri, maka ilmu pengetahuan telah kehilangan kehormatannya,” kata Ismail, Kamis (28/5/2026).

Menurut dia, fenomena tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan tumbuh dari budaya akademik instan yang lebih berorientasi pada sertifikat internasional, angka publikasi, dan gengsi seminar luar negeri dibanding kualitas riset serta kejujuran ilmiah.

“Kampus jangan berubah menjadi pabrik CV akademik. Hari ini orang berlomba mengoleksi seminar dan publikasi, tetapi lupa bahwa fondasi utama ilmu adalah kejujuran,” ujarnya.

Ia menilai obsesi administratif terhadap publikasi internasional tanpa penguatan etika akademik telah membuka ruang bagi praktik manipulasi ilmiah.

“Kondisi yang sedang kita hadapi bukan sekadar pelaku nakal, tetapi krisis moral akademik yang perlahan dianggap normal,” katanya.

Terkait dugaan penggunaan AI untuk membuat artikel dan data penelitian palsu, Ismail menegaskan bahwa teknologi bukan sumber utama persoalan. Menurut dia, masalah terletak pada penyalahgunaan teknologi tanpa tanggung jawab moral.

“Artificial Intelligence tidak berbahaya. Posisi yang berbahaya adalah manusia malas berpikir tetapi ingin terlihat ilmiah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti maraknya budaya akademik yang lebih menekankan pencitraan intelektual dibanding membangun tradisi riset yang otentik.

“Ada orang ingin terlihat sebagai ilmuwan internasional, padahal yang dibangun hanya panggung pencitraan akademik,” ungkapnya.

Selain itu, Pimpinan IAI Rawa Opa menilai pengawasan terhadap konferensi predator, publikasi abal-abal, serta distribusi travel grant masih lemah dan rentan disalahgunakan.

“Selama ukuran keberhasilan dosen hanya dihitung dari stempel seminar luar negeri dan jumlah publikasi instan, maka industri akademik palsu akan terus hidup dan berkembang,” terangnya.

Melalui institusi perguruan tinggi seperti IAI Rawa Opa mendesak pemerintah, perguruan tinggi, asosiasi ilmiah, dan lembaga akreditasi untuk melakukan audit integritas akademik secara menyeluruh. Evaluasi juga dinilai perlu dilakukan terhadap mekanisme hibah perjalanan akademik serta penggunaan AI dalam penulisan ilmiah.

“Saatnya kita menginternalisasi nilai integritas akademik. Sekaligus keperluan untuk tidak menjadikan rangking sebagai tolok ukur utama dan tunggal,” urai Ismail Suardi Wekke yang menerima posisi Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand) sejak 2025.

Menurut Ismail, kasus tersebut harus menjadi momentum pembenahan serius bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia, bukan sekadar klarifikasi administratif untuk meredam sorotan publik.

“Indonesia tidak kekurangan orang pintar. Yang mulai langka adalah keberanian untuk jujur dalam dunia ilmu pengetahuan,” katanya.

Ia mengingatkan, jika praktik semacam itu terus dibiarkan, masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap perguruan tinggi dan dunia akademik nasional.

“Ketika kebohongan diberi panggung akademik, maka generasi muda akan belajar bahwa kepalsuan lebih cepat dihargai daripada proses ilmiah yang jujur,” ujarnya.

Dalam.kapasitas sebagai Wakil Rektor IAI Rawa Opa menegaskan, pemulihan martabat akademik Indonesia hanya dapat dilakukan melalui keberanian membersihkan budaya manipulasi di lingkungan pendidikan tinggi.

“Perlunya mengutamakan riset sederhana dan jujur, menghindari penelitian terlihat canggih tetapi dibangun di atas kebohongan,” tegas Ismail.

IMG-20260528-WA0039

Rayakan Dies Natalis X, IAI Rawa Aopa Siapkan Agenda Akademik, Momentum Idul Adha Sekaligus Penyerahan Hewan Kurban

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah bersiap menyambut momentum bersejarah. Tahun ini, kampus tersebut resmi menginjak usia kesepuluh dalam perayaan Dies Natalis X. Sebagai langkah awal dari seluruh rangkaian perayaan, pihak kampus akan memprioritaskan pelaksanaan Wisuda 2026.

Jadwal pasti pengukuhan para sarjana baru tersebut segera ditetapkan melalui mekanisme rapat kepanitiaan yang telah resmi dibentuk. Langkah taktis ini diambil agar seluruh tahapan acara dapat berjalan dengan matang dan sistematis.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa penentuan tanggal momentum ini memerlukan koordinasi yang solid. Beliau menyampaikan bahwa penetapan jadwal wisuda tersebut akan diputuskan secara bersama-sama dalam rapat panitia khusus yang sudah diberikan mandat.

Melalui forum formal tersebut, seluruh kebutuhan teknis dan administratif akan diselaraskan demi kelancaran hari bahagia para wisudawan. Selain agenda akademik, momentum satu dekade ini juga diwarnai dengan aksi sosial nyata di tengah masyarakat. Kampus melibatkan peran aktif alumni dan mahasiswa untuk menyelenggarakan program pengabdian yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Salah satu agenda yang telah terlaksana adalah penyerahan hewan kurban kepada masyarakat di Kelurahan Potoro. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk rasa syukur institusi atas pencapaian dan eksistensinya selama sepuluh tahun terakhir di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan apresiasi yang mendalam saat menyapa langsung para alumni dan mahasiswa yang sedang sibuk mempersiapkan aksi sosial tersebut.

“Kami bersyukur melihat antusiasme alumni dan mahasiswa yang bergotong-royong menyiapkan penyerahan hewan kurban ini sebagai wujud nyata pengabdian kampus,” ujar Ismail dengan penuh semangat usai mendapatkan informasi selesainya kegiatan tersebut.

Dirinya menilai sinergi ini membuktikan bahwa nilai-nilai kepedulian sosial telah tertanam kuat dalam civitas akademika. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa perayaan satu dekade ini harus menjadi jembatan yang memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat lokal.

“Dies Natalis ke-10 ini bukan sekadar perayaan seremonial bagi internal kampus, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi dengan warga sekitar,” kata Ismail.

Oleh karena itu, kehadiran kampus melalui program kurban di Kelurahan Potoro diharapkan mampu memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Pihak manajemen kampus juga berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh program, baik yang bersifat seremonial akademik maupun aksi sosial, berjalan seimbang dan saling mendukung.

“Seluruh rangkaian kegiatan, dimulai dari prosesi wisuda hingga aksi sosial di lapangan, ditujukan untuk menegaskan komitmen kontribusi IAI Rawa Aopa bagi kemajuan daerah,” tutur Ismail mengakhiri pernyataannya. Melalui persiapan yang matang, kampus optimis perayaan Dies Natalis X ini akan meletakkan fondasi yang lebih kokoh untuk dekade berikutnya.

IMG-20260528-WA0018

Pimpinan IAI Rawa Aopa Mulai Sosialisasikan Panduan Wisuda 2026 Sekaligus Awal Rangkaian Dies Natalis X

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bergerak cepat mematangkan persiapan wisuda sarjana tahun 2026. Momentum pengukuhan kelulusan tersebut dijadwalkan berlangsung setelah perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.

Sebagai langkah awal, pihak rektorat kini mulai menggencarkan sosialisasi panduan akademik dan teknis. Panduan ini perlu dibaca dan dilaksanakan oleh seluruh calon wisudawan dan wisudawati.

Selain agenda pengukuhan, manajemen kampus juga tengah merancang sebuah simposium strategis untuk menyemarakkan rangkaian perhelatan akbar tersebut dengan rangkaian awal sebagai pelaksanaan Dies Natalis X 2026.

Demi memastikan kelancaran acara berskala besar ini, delegasi kampus telah mengadakam kunjungan resmi ke Kopertais. Begitu pula, mereka akan mendatangi Kementerian Sekretariat Negara untuk mendapatkan arahan serta panduan keprotokolan.

Konsultasi ini dinilai sangat penting karena simposium yang dirancang melibatkan aspek tata kelola tingkat nasional. Manajemen lembaga ingin memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai standar baku pemerintahan.

Langkah proaktif ini diambil untuk menjaga reputasi institusi di tingkat nasional. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sosialisasi panduan ini sangat krusial.

Menurutnya, pemahaman yang baik dari para lulusan akan membuat seluruh prosesi berjalan dengan khidmat dan tertib. Momentum kelulusan tahun ini memang sengaja dirangkaikan dengan forum ilmiah berskala besar.

Hal tersebut bertujuan agar atmosfer akademik kampus tetap kuat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pihak otoritas kampus berharap kegiatan ini menjadi tolok ukur baru bagi kemajuan institusi.

Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa persiapan yang matang sejak dini akan meminimalkan kendala teknis pada hari pelaksanaan nanti. Beliau juga menjelaskan bahwa konsultasi ke Kementerian Sekretariat Negara menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan tata laksana kegiatan.

Manajemen lembaga berkomitmen penuh untuk memfasilitasi kebutuhan para alumni baru dalam menyongsong fase transisi ke dunia kerja. Sinergi antara bagian keuangan, perencanaan, dan kepegawaian terus dipacu demi menyukseskan agenda besar ini. Seluruh panitia kini bekerja ekstra untuk merampungkan modul panduan tersebut.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh rangkaian acara, mulai dari prosesi sakral wisuda hingga diskusi dalam simposium nanti, berjalan dengan tata kelola yang profesional,” ujar Ismail Suardi Wekke usai menyapa alumni dan mahasiswa melalui ruang digital (Kamis, 28 Mei 2026).

Beliau menekankan pentingnya disiplin dan koordinasi yang kuat di antara seluruh panitia pelaksana. “Wisuda bukan sekadar momentum perayaan, tetapi juga etalase kesiapan institusi dalam melahirkan SDM yang siap berkontribusi bagi daerah,” tegasnya menambahkan.

Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan administrasi kepada para alumni. “Persiapan yang dilakukan secara terukur ini akan menjadi standar baru bagi pelaksanaan kegiatan protokoler di lingkungan kampus kami pada masa mendatang,” pungkasnya menutup penjelasan.

IMG-20260528-WA0012

Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa, Mendaftarkan Kepengurusan di Kesbangpol Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ-HTN) secara resmi mendaftarkan kepengurusan organisasi ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (21/05/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya memperkenalkan keberadaan Institut Agama Islam Rawa Aopa maupun organisasi HMJ-HTN kepada publik, masyarakat luas dan pemerintah daerah, meskipun secara aturan organisasi mahasiswa tidak diwajibkan untuk melakukan pendaftaran tersebut.

Organisasi kemahasiswaan pada dasarnya berada dalam naungan struktur dan statuta perguruan tinggi, dan secara administratif cukup memiliki Surat Keputusan (SK) dari pihak kampus,yaitu Rektor/Dekan yang membidangi kemahasiswaan.

Ketua Umum HMJ-HTN, Hendarwan Sepriyadi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan inisiatif strategis untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah.

“Selaku Ketua Umum, saya menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak wajib mendaftarkan keberadaannya, termasuk HMJ-HTN. Namun demikian, akan lebih baik jika keberadaan pengurus HMJ-HTN diketahui oleh pemerintah daerah Konawe Selatan, sehingga eksistensi Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara di bawah naungan Institut Agama Islam Rawa Aopa dapat diakui secara luas,” ujar Hendarwan.

Ia juga menambahkan bahwa pendaftaran ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara HMJ-HTN dengan pemerintah daerah, khususnya dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan edukasi hukum, penguatan demokrasi, dan partisipasi publik di Konawe Selatan.

Dengan terdaftarnya kepengurusan HMJ-HTN di Kesbangpol, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah melalui peran mahasiswa sebagai agen perubahan.

Lebih lanjut Ketua Umum menyampaikan, dengan terdaftarnya organisasi mahasiswa jurusan hukum tata negara di Kesbangpol merupakan sejarah baru sejak berdirinya kabupaten Konawe Selatan.

Ditempat yang sama Sekretaris Umum HMJ-HTN. Yusdar menyampaikan bahwa, organisasi kemahasiswaan secara resmi sudah diketahui oleh pemerintah daerah kabupaten Konawe Selatan Melalui Kesbangpol tentang keberadaan organisasi kemahasiswaan. Sehingga peran mahasiswa dalam mendukung Program-program maupun kebijakan pemerintah daerah wajib diberi dukungan dan siap berkolaborasi, ujarnya

Untuk itu sebagai Sekretaris Umum, menegaskan kepada seluruh pengurus HMJ-HTN agar taat dengan Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga (Ad/Art) organisasi, tutupnya.