IMG-20260417-WA0032

Gelar PBAK di Pasar Potoro, Rektor IAI Rawa Aopa Dorong Mahasiswa Baru Berperan di Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memulai kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026. Acara yang dipusatkan di kawasan Pasar Potoro ini dibuka langsung oleh Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., dengan dihadiri oleh jajaran civitas akademika serta tokoh masyarakat setempat, termasuk Lurah Potoro yang turut memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut, Jumat (17/4/2026).

Dalam sambutannya di hadapan mahasiswa baru, Dr. Basrin Melamba menekankan pentingnya membangun mentalitas pembelajar sejak dini. Beliau menyampaikan bahwa kecerdasan intelektual semata tidaklah cukup tanpa dibarengi dengan karakter yang kuat. Menurutnya, kunci keberhasilan dalam menempuh studi di perguruan tinggi terletak pada kedisiplinan dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi setiap dinamika akademik yang ada.

Rektor juga memotivasi para mahasiswa agar memanfaatkan waktu kuliah dengan sebaik-baiknya melalui sikap rajin dan tekun. Ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral. Pemilihan Pasar Potoro sebagai lokasi pembukaan pun memiliki filosofi tersendiri, yakni untuk mendekatkan institusi pendidikan dengan realitas sosial masyarakat sejak hari pertama mahasiswa menginjakkan kaki di dunia kampus.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangan strategis mengenai pelaksanaan kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari ini. Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa seluruh pembiayaan dan fasilitas pendukung PBAK telah dialokasikan secara transparan demi menjamin kenyamanan mahasiswa baru selama mengikuti proses pengenalan kampus.

Ia juga menyampaikan bahwa manajemen kampus tengah melakukan pembenahan infrastruktur digital untuk mendukung sistem administrasi yang lebih efisien bagi angkatan baru ini. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan staf kepegawaian dalam acara ini merupakan bentuk dedikasi institusi dalam memberikan pelayanan prima sejak tahap orientasi.

Selain penjelasan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai etos kerja dan pengelolaan sumber daya kampus. “Kami telah menyusun kerangka anggaran yang fleksibel namun akuntabel agar setiap agenda pengembangan mahasiswa dapat berjalan tanpa kendala teknis,” tegas Ismail saat ditemui di lokasi acara.

Ia juga menambahkan, “Kehadiran mahasiswa baru adalah investasi masa depan bagi daerah, sehingga kami di jajaran wakil rektor memastikan seluruh hak administratif mereka terpenuhi secara cepat dan tepat.”

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan komitmen manajerialnya dengan berujar, “PBAK ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi bagi kami untuk mengukur sejauh mana kesiapan sumber daya manusia internal dalam menyambut lonjakan jumlah mahasiswa tahun ini.”

Kegiatan PBAK 2026 ini diharapkan mampu menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai luhur IAI Rawa Aopa. Selama tiga hari ke depan, para peserta akan menerima berbagai materi terkait wawasan kebangsaan, kode etik mahasiswa, hingga strategi pembelajaran efektif yang akan dibawakan oleh para dosen dan praktisi pendidikan terkemuka.

IMG-20260417-WA0011

Perkuat Sinergi Global, Dewan Pendidikan Maros Bersama IAI Rawa Aopa Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional di Ammesangeng

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros akan menggelar program International Collaborative Community Service di Madrasah Darul Ulum Ammesangeng, Kabupaten Maros, pada 28 April 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas negara yang melibatkan unsur pendidikan, organisasi kemahasiswaan, dan perguruan tinggi internasional.

Program tersebut diinisiasi bersama Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) HMI Cabang Makassar Timur serta Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Makassar Timur. Selain itu, sejumlah perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri turut ambil bagian, di antaranya IBK NITRO Makassar, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Universitas Bina Nusantara Jakarta, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Tohoku University Jepang.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, Ismail Suardi Wekke, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk nyata kolaborasi antara kampus, organisasi kemahasiswaan, Dewan Pendidikan, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Maros,” ujar Ismail dalam keterangannya, Jumat (16/4/2026).

Ia menjelaskan, kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mendorong pertukaran gagasan dan inovasi yang berdampak langsung bagi pengembangan pendidikan di tingkat lokal, khususnya di Madrasah Darul Ulum Ammesangeng.

“Melalui sinergi ini, kami ingin menghadirkan pertukaran ide dan inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan satuan pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut, keterlibatan perguruan tinggi dari Malaysia hingga Jepang dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan perspektif global dalam pembangunan pendidikan daerah.

“Kehadiran mitra internasional menunjukkan komitmen bersama untuk membawa wawasan global ke dalam penguatan kualitas pendidikan lokal,” tambahnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Maros dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kemitraan strategis yang inklusif dan berkelanjutan.

IMG-20260416-WA0046

Kombinasi Karakter Lokal dan Wawasan Global dalam PBAK IAI Rawa Aopa 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersiap menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026. Kegiatan rutin tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 17 hingga 19 April 2026.

Adapun tahun ini, pelaksanaan PBAK dipusatkan di Pasar Potoro, sebuah lokasi yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan kompetensi mahasiswa dan pengabdian masyarakat. “Kita siap menggelar PBAK, sebuah ajang silaturahmi bagi mahasiswa dan dosen,” ungkap Ismail Suardi Wekke usai mendampingi panitia menyiapkan acara, Kamis, 16 April 2026.

Tema utama yang diusung dalam PBAK 2026 adalah penguatan wawasan global yang dipadukan dengan karakter kearifan lokal. Pemilihan tema ini bertujuan untuk mencetak generasi akademisi yang tidak hanya mampu bersaing di kancah internasional, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai luhur budaya setempat. Langkah ini dinilai krusial di tengah arus modernisasi yang semakin dinamis agar mahasiswa memiliki jati diri yang kuat.

Pemilihan Pasar Potoro sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Pasar ini merupakan laboratorium lapangan bagi kampus yang berfungsi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat serta pengembangan keuangan inklusi. Melalui integrasi kegiatan akademik di pasar, mahasiswa diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan realitas ekonomi masyarakat dan memahami mekanisme literasi keuangan secara praktis sejak dini.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia kampus dan realitas sosial. Ia menyatakan bahwa Pasar Potoro menjadi simbol laboratorium hidup di mana mahasiswa bisa mempraktikkan teori pemberdayaan secara langsung.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa di pasar tersebut akan membuka cakrawala mereka mengenai pentingnya keuangan inklusif bagi masyarakat perdesaan. Ismail juga menekankan bahwa melalui PBAK ini, kampus ingin memastikan setiap mahasiswa baru memiliki semangat untuk berkontribusi pada kemajuan daerah melalui inovasi yang relevan dengan kebutuhan warga.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus pada esensi kegiatan tersebut. “PBAK 2026 adalah momentum bagi mahasiswa baru untuk menyadari bahwa dunia akademik tidak hanya berada di dalam ruang kelas, tetapi juga hadir di tengah denyut nadi ekonomi masyarakat seperti di Pasar Potoro ini,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, “Kami ingin membentuk karakter mahasiswa yang memiliki cara pandang global namun tetap menjunjung tinggi kearifan lokal sebagai fondasi utama dalam bertindak.”

Terakhir, Ismail menegaskan komitmen institusi dalam pemberdayaan dengan mengatakan, “Pemanfaatan Pasar Potoro sebagai lokasi PBAK merupakan langkah nyata kami dalam memperkuat ekosistem keuangan inklusi melalui peran aktif civitas akademika.”

Penyelenggaraan PBAK selama tiga hari ini akan diisi dengan berbagai materi kepemimpinan, pengenalan budaya kampus, serta sesi khusus mengenai literasi keuangan. Dengan melibatkan Pasar Potoro sebagai latar utama, IAI Rawa Aopa berharap dapat menciptakan pengalaman belajar yang transformatif, sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat luas di Konawe Selatan.

IMG-20260414-WA0015

Menjelang IPRC dan ICon-FiBank 2026, Akademisi Didorong Kuasai Teknik Komunikasi Sains yang Inovatif

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Menjelang perhelatan akbar International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) dan International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO terus memacu kualitas sumber daya manusianya, Selasa (14/4/2026) berlangsung daring.

Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Webinar Series seri kedua yang dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026). Forum ini secara khusus menyoroti vitalnya penguasaan komunikasi sains bagi akademisi yang akan berlaga di kancah internasional.

Fokus utama dalam pertemuan virtual ini adalah membedah strategi komunikasi sains sebuah keterampilan krusial yang sering menjadi titik lemah para peneliti. Peserta diajarkan untuk tidak hanya berkutat pada kompleksitas data, tetapi juga piawai dalam menyusun narasi yang mampu menyederhanakan temuan ilmiah tanpa mengurangi esensinya.

Melalui pembekalan teknik presentasi yang efektif, para akademisi didorong untuk memastikan bahwa gagasan mereka tidak berakhir sebagai tumpukan berkas laporan, melainkan mampu memberikan dampak nyata dan meyakinkan para pemangku kepentingan di panggung global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, yang juga menjabat sebagai Komite Saintifik untuk kedua konferensi tersebut, menegaskan bahwa kecakapan retorika adalah instrumen vital bagi setiap pendidik.

“Seorang akademisi harus memiliki kemampuan menerjemahkan bahasa teknis penelitian ke dalam bahasa yang lebih membumi. Kegagalan dalam mengomunikasikan riset sama saja dengan menyembunyikan kebenaran ilmiah itu sendiri,” tegas Ismail dalam paparannya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa konferensi internasional bukan sekadar ajang pertukaran jurnal, melainkan sebuah panggung diplomasi akademik. Di sini, reputasi institusi sangat bergantung pada kualitas presentasi para delegasinya. Persiapan mental dan teknis melalui webinar ini menjadi fondasi agar diseminasi riset dari Sulawesi Tenggara mampu tampil kompetitif di level dunia.

Ismail juga memberikan tips praktis mengenai estetika presentasi ilmiah. Menurutnya, setiap slide yang ditampilkan harus mampu bercerita secara visual sehingga audiens tidak merasa jenuh dengan deretan angka yang rumit.

“Komunikasi sains bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana kita mentransfer energi dan keyakinan atas temuan riset kita kepada audiens,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, ia optimis bahwa sinergi antara IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO akan menjadi katalisator bagi akademisi lokal untuk berdiri sejajar dengan peneliti dunia. Dengan narasi sains yang kuat dan argumentatif, ICon-FiBank dan IPRC 2026 diprediksi akan menjadi tonggak baru bagi eksistensi intelektual Indonesia Timur di peta ilmu pengetahuan internasional.

IMG-20260413-WA0019

Luncurkan SMP Muhammadiyah 1, PDM Konawe Selatan Percepat Pembangunan Pusat Dakwah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan –   Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Konawe Selatan menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkaikan dengan peluncuran (launching) SMP Muhammadiyah 1 Konawe Selatan di Bike, Senin (13/4/2026).

Momentum ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui sektor pendidikan dan dakwah.

Sekretaris PDM Konawe Selatan, Marham, S.Pd., menegaskan bahwa Muhammadiyah konsisten menjadikan budaya sebagai sarana syiar selama tidak bertentangan dengan prinsip tauhid. Menurutnya, PDM Konawe Selatan terus bersinergi dengan visi SETARA yang diusung pemerintah daerah.

Saat ini, pihaknya tengah merampungkan pembangunan Pusat Dakwah di Pallangga yang dirancang setinggi dua lantai, di mana lantai pertama diperuntukkan sebagai perkantoran dan lantai kedua sebagai masjid.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Ivan Hardiansyah, S.STP., MM.

Dalam sambutannya, Ivan menyampaikan permohonan maaf Bupati yang berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak kalah penting. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk pengakuan atas peran aktif Muhammadiyah yang senantiasa bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tenggara, Drs. H. Syamsul, M.Pd., dalam tausiahnya menyampaikan bahwa Halalbihalal merupakan momen kebangsaan yang menjadi ciri khas keislaman di Nusantara. Ia menjelaskan bahwa tema kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah islamiyah serta persaudaraan dalam bingkai bangsa Indonesia.

Syamsul juga mengingatkan pentingnya menempatkan konteks silaturahmi dengan tepat dan senantiasa mendoakan kebaikan bagi pemerintah.

Turut memberikan pandangan dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Ia menekankan pentingnya integrasi antara lembaga pendidikan dan gerakan dakwah di daerah.

Ismail menyatakan bahwa kehadiran SMP Muhammadiyah 1 harus menjadi mercusuar kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kehadiran sekolah baru ini bukan sekadar menambah jumlah institusi, melainkan bentuk nyata kontribusi kita dalam mencetak generasi unggul di Konawe Selatan,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan, “Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah akan mempercepat transformasi sumber daya manusia di wilayah ini.” Lebih lanjut, ia berpesan, “Kita harus memastikan tata kelola keuangan dan perencanaan sekolah ini dilakukan secara transparan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.”

Dalam pernyataan Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa integrasi program antara IAI Rawa Aopa dan sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah merupakan langkah strategis untuk keberlanjutan pendidikan. Ia juga mengungkapkan harapannya agar SMP Muhammadiyah 1 mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga kuat dalam pemahaman agama.

Selain itu, Ismail menekankan bahwa dukungan sarana prasarana yang memadai di Pusat Dakwah Pallangga akan menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda organisasi ke depan.

IMG-20260411-WA0013

Jajaki Kerjasama, Pertemuan Awal Satu University IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara mempertahankan spirit kolaborasi lintas institusi. Baru-baru ini, Satu University melakukan kunjungan awal guna menemui jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pertemuan awal ini menjadi momentum krusial dalam menginisiasi rencana kerja sama strategis yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem akademik dan pengabdian masyarakat di wilayah tersebut, Rabu (8/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan ini membahas berbagai potensi integrasi program, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga kolaborasi riset antar-dosen. Kedua belah pihak sepakat bahwa tantangan pendidikan di era digital memerlukan tangan-tangan yang saling menggenggam agar mampu menghadirkan kualitas lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri maupun sosial.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah nyata dalam memperluas jejaring institusi. Ia menekankan bahwa sinergi antara universitas umum dan institut berbasis keagamaan akan menciptakan perpaduan keilmuan yang unik dan komprehensif bagi para mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pandangannya secara lugas.

“Pertemuan ini merupakan fondasi awal bagi kami untuk menyatukan visi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Konawe Selatan,” tegas Ismail saat ditemui di lokasi pertemuan.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap setiap peluang inovasi yang dibawa oleh Satu University.

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini tidak hanya akan berhenti di atas kertas, tetapi akan segera bertransformasi menjadi aksi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat,” lanjutnya dengan optimis.

Lebih jauh lagi, ia menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan sumber daya bersama dengan menyatakan, “Sinergi antara Satu University dan IAI Rawa Aopa adalah kunci untuk menciptakan akselerasi dalam bidang penelitian dan pengabdian di tingkat lokal maupun nasional”.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menyampaikan sejumlah poin penting terkait arah kebijakan kampus di masa depan. Ia menjelaskan bahwa pihak IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memfasilitasi segala bentuk administrasi dan perencanaan keuangan guna mendukung program kerja sama yang akan disepakati nantinya.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi prioritas utama agar implementasi kolaborasi dapat berjalan tanpa kendala teknis yang berarti. Ismail juga memaparkan bahwa integrasi sistem pendidikan antara kedua lembaga ini diharapkan mampu menjawab tantangan disrupsi teknologi yang saat ini tengah dihadapi oleh dunia akademis di Indonesia.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan untuk segera merumuskan rencana kerjasama yang lebih detail. Baik Satu University maupun IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap agar kerja sama ini dapat segera diresmikan dalam waktu dekat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas di Sulawesi Tenggara.

IMG-20260409-WA0047

Targetkan Predikat Unggul, IAI Rawa Aopa Adopsi Tata Kelola Kampus Modern di Bandung

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memacu langkah dalam meningkatkan mutu institusi melalui kunjungan strategis ke dua perguruan tinggi terkemuka di Bandung, Jawa Barat. Pada Kamis, 9 April 2026, delegasi IAI Rawa Aopa menyambangi Telkom University dan Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama dengan perguruan tinggi dari Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara guna melaksanakan program benchmarking dalam upaya akselerasi menuju predikat perguruan tinggi unggul.

Kunjungan ini berfokus pada penguatan tata kelola universitas, pengembangan ekosistem digital, serta penguatan nilai-nilai keislaman yang dipadukan dengan kemajuan teknologi modern. Pihak IAI Rawa Aopa disambut hangat oleh jajaran pimpinan kedua universitas tersebut, yang membuka ruang diskusi lebar terkait manajemen perencanaan dan keuangan berbasis efisiensi tinggi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peta jalan besar institusi untuk bertransformasi secara fundamental. Ismail menyebutkan bahwa pihaknya sengaja memilih Telkom University dan Unisba karena kedua kampus tersebut memiliki reputasi yang sangat solid dalam bidang tata kelola serta integrasi ilmu pengetahuan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung terkait visi kunjungan tersebut. “Kami datang ke Bandung untuk menyerap energi inovasi dan standarisasi internasional yang telah diterapkan dengan sukses di Telkom University dan Unisba,” ujar Ismail di sela-sela pertemuan.

Ia juga menambahkan bahwa komitmen IAI Rawa Aopa untuk mencapai predikat unggul bukan sekadar wacana, melainkan target terukur yang harus segera diwujudkan. “Akselerasi menuju perguruan tinggi unggul menuntut kami untuk belajar dari yang terbaik, sehingga sistem perencanaan dan keuangan kami bisa lebih akuntabel serta progresif,” tegasnya.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke memaparkan beberapa poin penting secara tidak langsung mengenai tindak lanjut dari kunjungan ini. Beliau menjelaskan bahwa hasil dari diskusi di Bandung akan segera diadaptasi menjadi instrumen kebijakan baru dalam pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan di lingkungan IAI Rawa Aopa.

Ismail juga mengungkapkan harapannya agar kolaborasi lintas institusi ini dapat melahirkan inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Konawe Selatan. Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa penguatan infrastruktur digital menjadi salah satu prioritas utama yang dipelajari guna mendukung efisiensi birokrasi kampus di masa depan.

Melalui benchmarking ini, IAI Rawa Aopa berharap dapat mengimplementasikan standar-standar baru yang ditemukan di Telkom University dan Unisba untuk memperkuat daya saing di tingkat nasional. Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

IMG_20260408_075005

Langkah Strategis IAI Rawa Aopa Perkuat Transformasi Akademik Melalui Kolaborasi dengan BINUS University

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Bina Nusantara (BINUS) University secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI). Prosesi yang menandai awal kerja sama lintas institusi ini dilaksanakan di Kampus Anggrek, BINUS University, Jakarta, dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi guna membahas penguatan riset dan pengembangan teknologi, Selasa (7/4/2026).

Hadir mewakili BINUS University, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Transfer Teknologi, Prof. Dr. Juneman Abraham, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini sebagai langkah nyata dalam memperluas jejaring transfer teknologi di tingkat nasional. Di sisi lain, IAI Rawa Aopa diwakili secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi intensif mengenai peluang implementasi program-program inovatif yang dapat memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak dan masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya kolaborasi ini bagi perkembangan institusi di daerah. “Kerja sama dengan BINUS University merupakan langkah transformatif bagi IAI Rawa Aopa untuk mengakselerasi standar akademik dan tata kelola perguruan tinggi kami ke level yang lebih kompetitif,” tegas Ismail saat memberikan sambutan.

Beliau juga menambahkan bahwa komitmen ini diharapkan dapat membuka pintu bagi para dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam proyek penelitian bersama dengan isu interdisipliner.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap poin dalam LoI ini diterjemahkan ke dalam aksi nyata, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Konawe Selatan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke memberikan penjelasan mendalam mengenai visi jangka panjang dari kesepakatan ini secara tidak langsung. Beliau memaparkan bahwa integrasi antara keilmuan agama dan teknologi merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital saat ini.

Menurutnya, IAI Rawa Aopa memandang BINUS University sebagai mitra ideal dalam mendalami mekanisme transfer teknologi yang efektif agar dapat diadaptasi di lingkungan kampus mereka. Selain itu, beliau meyakini bahwa sinergi ini akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa dalam menjalankan fungsi pengabdian masyarakat yang berbasis pada data dan inovasi terkini.

Pertemuan yang berlangsung hangat di Kampus Anggrek ini diakhiri dengan pertukaran cinderamata dan komitmen untuk segera menyusun nota kesepakatan yang lebih teknis. Penandatanganan LoI ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam hubungan antara universitas swasta terkemuka di Jakarta dengan institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara, guna menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan progresif di masa depan.

IMG-20260402-WA0029

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Tegaskan Keperluan Jejaring Internasional dalam ASHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Semangat integrasi akademik di kawasan Asia Tenggara kembali diperkuat melalui perhelatan “Indonesia-Malaysia Week of Academic Friendship”. Agenda besar ini menjadi panggung bagi para akademisi dan mahasiswa melalui dua kegiatan utama, yakni ASEAN Symposium on Higher Education (ASHE) 2026 dan ASEAN Student Leadership Forum.

Penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) dengan Pusat Strategi PERMATA Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), serta mendapat dukungan diantaranya dari Bina Nusantara University (Jakarta).

“Terima kasih kepada semua mitra yang sudah mendukung, diantaranya Universiti Kebangsaan Malaysia dan Bina Nusantara University (Jakarta),” kata Ismail Suardi Wekke, usai pertemuan daring dengan pihak UKM, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan jejaring intelektual yang lebih solid di antara negara-negara serumpun, sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi global. Keterlibatan institusi dari berbagai wilayah, termasuk partisipasi aktif dari perwakilan perguruan tinggi di daerah, menunjukkan bahwa semangat persahabatan akademik ini telah merambah luas melampaui batas administratif dan geografis.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, yang hadir dalam rangkaian acara tersebut memberikan pandangannya mengenai nilai strategis kolaborasi ini. Ismail menyatakan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi di ASEAN bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia secara global.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi institusi pendidikan di Indonesia untuk belajar sekaligus berbagi praktik terbaik dalam tata kelola akademik. Ia juga menekankan bahwa melalui forum kepemimpinan mahasiswa, generasi muda dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang memiliki wawasan regional yang inklusif dan progresif.

Lebih lanjut, dalam wawancara di sela-sela pertemuan daring, Ismail menyampaikan aspirasinya secara lugas bagi pengembangan pendidikan tinggi di tanah air. “Kegiatan persahabatan akademik ini adalah jembatan emas bagi kampus-kampus di pelosok Indonesia untuk meraih standar internasional melalui kemitraan strategis dengan Malaysia,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan mengenai pentingnya mobilitas intelektual bagi dosen dan mahasiswa demi memperkaya perspektif keilmuan. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Bina Nusantara University dan peran SEAAM yang konsisten membuka ruang bagi penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat ASEAN,” lanjutnya.

Menutup pernyataannya, Ismail memberikan penekanan pada dampak jangka panjang dari pertemuan ini. “Ini bukan sekadar acara seremoni, melainkan investasi peradaban untuk memastikan Asia Tenggara menjadi pusat keunggulan akademik dunia,” pungkasnya.

ASHE 2026 adalah salah satu rangkaian Indonesia-Malaysia Week dan forum kepemimpinan tersebut, diharapkan akan lahir rekomendasi-rekomendasi kebijakan pendidikan yang aplikatif. Kerjasama antara SEAAM dan PERMATA UKM ini diproyeksikan akan terus berlanjut menjadi program rutin yang mampu mengakomodasi pertumbuhan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih dinamis di kawasan ASEAN.

Strategi IAI Rawa Aopa Tingkatkan Mutu Kampus Lewat Kemitraan dengan PT Sarajevo

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring global melalui rencana ekspansi kerja sama ke wilayah Eropa Tenggara. Institusi yang berbasis di Konawe Selatan ini kini tengah menjajaki kolaborasi strategis dengan sejumlah perguruan tinggi di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina, sebagai langkah nyata dalam meningkatkan mutu akademik dan daya saing lulusan di level internasional.

“Kita sementara berdikusi intensif dengan perguruan tinggi di Sarajevo, Bosnia – Herzegovina, untuk melaksanakan kemitraan perguruan tinggi,” paparan awal Ismail Suardi Wekke sekaitan dengan aspek pengembangan program studi ekonomi syariah, di Andoolo, Rabu (1/4/2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari desain besar pengembangan kampus. Ia menyatakan bahwa Sarajevo dipilih karena memiliki akar sejarah dan tradisi akademik yang kuat, terutama dalam studi keislaman dan kemanusiaan yang relevan dengan visi IAI Rawa Aopa. Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak diharapkan dapat saling bertukar perspektif dalam pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan global.

“Kami memandang Sarajevo sebagai mitra strategis yang memiliki kemiripan nilai kultural sekaligus keunggulan akademik di wilayah Balkan untuk memperkuat posisi institusi kami,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan mengenai rencana tersebut.

Beliau juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan mencakup berbagai aspek fundamental pendidikan tinggi.

“Langkah ini adalah upaya konkret kami untuk memastikan bahwa dosen dan mahasiswa IAI Rawa Aopa memiliki wawasan global yang inklusif dan kompetitif,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya implementasi yang berkelanjutan. “Kami berkomitmen agar rencana ini segera dituangkan dalam dokumen kerja sama resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh civitas akademika dalam waktu dekat,” tegas Ismail.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan secara mendalam mengenai teknis dan arah kebijakan yang akan diambil. Beliau menyampaikan bahwa penjajakan ini bertujuan untuk membuka peluang pertukaran dosen dan mahasiswa, yang nantinya akan memberikan pengalaman belajar di lingkungan internasional bagi seluruh komponen kampus.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa kolaborasi riset antarnegara menjadi salah satu poin utama dalam draf kerja sama tersebut guna meningkatkan jumlah publikasi ilmiah IAI Rawa Aopa di jurnal bereputasi internasional. Terakhir, beliau menguraikan bahwa rencana ini merupakan bagian dari akselerasi transformasi IAI Rawa Aopa menuju universitas yang memiliki rekognisi internasional, sejalan dengan rencana strategis pengembangan kepegawaian dan infrastruktur akademik.

Rencana kolaborasi ini disambut positif oleh berbagai pihak di lingkungan kampus. Dengan terjalinnya kemitraan dengan perguruan tinggi di Bosnia-Herzegovina, IAI Rawa Aopa optimis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih dinamis. Kerja sama lintas benua ini diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam metode pembelajaran serta mempererat hubungan diplomatik melalui jalur pendidikan antara Indonesia dan Bosnia-Herzegovina.