IMG-20260414-WA0015

Menjelang IPRC dan ICon-FiBank 2026, Akademisi Didorong Kuasai Teknik Komunikasi Sains yang Inovatif

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Menjelang perhelatan akbar International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) dan International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO terus memacu kualitas sumber daya manusianya, Selasa (14/4/2026) berlangsung daring.

Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Webinar Series seri kedua yang dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026). Forum ini secara khusus menyoroti vitalnya penguasaan komunikasi sains bagi akademisi yang akan berlaga di kancah internasional.

Fokus utama dalam pertemuan virtual ini adalah membedah strategi komunikasi sains sebuah keterampilan krusial yang sering menjadi titik lemah para peneliti. Peserta diajarkan untuk tidak hanya berkutat pada kompleksitas data, tetapi juga piawai dalam menyusun narasi yang mampu menyederhanakan temuan ilmiah tanpa mengurangi esensinya.

Melalui pembekalan teknik presentasi yang efektif, para akademisi didorong untuk memastikan bahwa gagasan mereka tidak berakhir sebagai tumpukan berkas laporan, melainkan mampu memberikan dampak nyata dan meyakinkan para pemangku kepentingan di panggung global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, yang juga menjabat sebagai Komite Saintifik untuk kedua konferensi tersebut, menegaskan bahwa kecakapan retorika adalah instrumen vital bagi setiap pendidik.

“Seorang akademisi harus memiliki kemampuan menerjemahkan bahasa teknis penelitian ke dalam bahasa yang lebih membumi. Kegagalan dalam mengomunikasikan riset sama saja dengan menyembunyikan kebenaran ilmiah itu sendiri,” tegas Ismail dalam paparannya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa konferensi internasional bukan sekadar ajang pertukaran jurnal, melainkan sebuah panggung diplomasi akademik. Di sini, reputasi institusi sangat bergantung pada kualitas presentasi para delegasinya. Persiapan mental dan teknis melalui webinar ini menjadi fondasi agar diseminasi riset dari Sulawesi Tenggara mampu tampil kompetitif di level dunia.

Ismail juga memberikan tips praktis mengenai estetika presentasi ilmiah. Menurutnya, setiap slide yang ditampilkan harus mampu bercerita secara visual sehingga audiens tidak merasa jenuh dengan deretan angka yang rumit.

“Komunikasi sains bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana kita mentransfer energi dan keyakinan atas temuan riset kita kepada audiens,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, ia optimis bahwa sinergi antara IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO akan menjadi katalisator bagi akademisi lokal untuk berdiri sejajar dengan peneliti dunia. Dengan narasi sains yang kuat dan argumentatif, ICon-FiBank dan IPRC 2026 diprediksi akan menjadi tonggak baru bagi eksistensi intelektual Indonesia Timur di peta ilmu pengetahuan internasional.

IMG-20260413-WA0019

Luncurkan SMP Muhammadiyah 1, PDM Konawe Selatan Percepat Pembangunan Pusat Dakwah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan –   Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Konawe Selatan menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkaikan dengan peluncuran (launching) SMP Muhammadiyah 1 Konawe Selatan di Bike, Senin (13/4/2026).

Momentum ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui sektor pendidikan dan dakwah.

Sekretaris PDM Konawe Selatan, Marham, S.Pd., menegaskan bahwa Muhammadiyah konsisten menjadikan budaya sebagai sarana syiar selama tidak bertentangan dengan prinsip tauhid. Menurutnya, PDM Konawe Selatan terus bersinergi dengan visi SETARA yang diusung pemerintah daerah.

Saat ini, pihaknya tengah merampungkan pembangunan Pusat Dakwah di Pallangga yang dirancang setinggi dua lantai, di mana lantai pertama diperuntukkan sebagai perkantoran dan lantai kedua sebagai masjid.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Ivan Hardiansyah, S.STP., MM.

Dalam sambutannya, Ivan menyampaikan permohonan maaf Bupati yang berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak kalah penting. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk pengakuan atas peran aktif Muhammadiyah yang senantiasa bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tenggara, Drs. H. Syamsul, M.Pd., dalam tausiahnya menyampaikan bahwa Halalbihalal merupakan momen kebangsaan yang menjadi ciri khas keislaman di Nusantara. Ia menjelaskan bahwa tema kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah islamiyah serta persaudaraan dalam bingkai bangsa Indonesia.

Syamsul juga mengingatkan pentingnya menempatkan konteks silaturahmi dengan tepat dan senantiasa mendoakan kebaikan bagi pemerintah.

Turut memberikan pandangan dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Ia menekankan pentingnya integrasi antara lembaga pendidikan dan gerakan dakwah di daerah.

Ismail menyatakan bahwa kehadiran SMP Muhammadiyah 1 harus menjadi mercusuar kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kehadiran sekolah baru ini bukan sekadar menambah jumlah institusi, melainkan bentuk nyata kontribusi kita dalam mencetak generasi unggul di Konawe Selatan,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan, “Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah akan mempercepat transformasi sumber daya manusia di wilayah ini.” Lebih lanjut, ia berpesan, “Kita harus memastikan tata kelola keuangan dan perencanaan sekolah ini dilakukan secara transparan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.”

Dalam pernyataan Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa integrasi program antara IAI Rawa Aopa dan sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah merupakan langkah strategis untuk keberlanjutan pendidikan. Ia juga mengungkapkan harapannya agar SMP Muhammadiyah 1 mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga kuat dalam pemahaman agama.

Selain itu, Ismail menekankan bahwa dukungan sarana prasarana yang memadai di Pusat Dakwah Pallangga akan menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda organisasi ke depan.

IMG-20260411-WA0013

Jajaki Kerjasama, Pertemuan Awal Satu University IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara mempertahankan spirit kolaborasi lintas institusi. Baru-baru ini, Satu University melakukan kunjungan awal guna menemui jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pertemuan awal ini menjadi momentum krusial dalam menginisiasi rencana kerja sama strategis yang diharapkan mampu memperkuat ekosistem akademik dan pengabdian masyarakat di wilayah tersebut, Rabu (8/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan ini membahas berbagai potensi integrasi program, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga kolaborasi riset antar-dosen. Kedua belah pihak sepakat bahwa tantangan pendidikan di era digital memerlukan tangan-tangan yang saling menggenggam agar mampu menghadirkan kualitas lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri maupun sosial.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah nyata dalam memperluas jejaring institusi. Ia menekankan bahwa sinergi antara universitas umum dan institut berbasis keagamaan akan menciptakan perpaduan keilmuan yang unik dan komprehensif bagi para mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pandangannya secara lugas.

“Pertemuan ini merupakan fondasi awal bagi kami untuk menyatukan visi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Konawe Selatan,” tegas Ismail saat ditemui di lokasi pertemuan.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap setiap peluang inovasi yang dibawa oleh Satu University.

“Kami percaya bahwa kolaborasi ini tidak hanya akan berhenti di atas kertas, tetapi akan segera bertransformasi menjadi aksi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat,” lanjutnya dengan optimis.

Lebih jauh lagi, ia menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan sumber daya bersama dengan menyatakan, “Sinergi antara Satu University dan IAI Rawa Aopa adalah kunci untuk menciptakan akselerasi dalam bidang penelitian dan pengabdian di tingkat lokal maupun nasional”.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menyampaikan sejumlah poin penting terkait arah kebijakan kampus di masa depan. Ia menjelaskan bahwa pihak IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memfasilitasi segala bentuk administrasi dan perencanaan keuangan guna mendukung program kerja sama yang akan disepakati nantinya.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi prioritas utama agar implementasi kolaborasi dapat berjalan tanpa kendala teknis yang berarti. Ismail juga memaparkan bahwa integrasi sistem pendidikan antara kedua lembaga ini diharapkan mampu menjawab tantangan disrupsi teknologi yang saat ini tengah dihadapi oleh dunia akademis di Indonesia.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan untuk segera merumuskan rencana kerjasama yang lebih detail. Baik Satu University maupun IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berharap agar kerja sama ini dapat segera diresmikan dalam waktu dekat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh sivitas akademika dan masyarakat luas di Sulawesi Tenggara.

IMG-20260409-WA0047

Targetkan Predikat Unggul, IAI Rawa Aopa Adopsi Tata Kelola Kampus Modern di Bandung

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memacu langkah dalam meningkatkan mutu institusi melalui kunjungan strategis ke dua perguruan tinggi terkemuka di Bandung, Jawa Barat. Pada Kamis, 9 April 2026, delegasi IAI Rawa Aopa menyambangi Telkom University dan Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama dengan perguruan tinggi dari Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara guna melaksanakan program benchmarking dalam upaya akselerasi menuju predikat perguruan tinggi unggul.

Kunjungan ini berfokus pada penguatan tata kelola universitas, pengembangan ekosistem digital, serta penguatan nilai-nilai keislaman yang dipadukan dengan kemajuan teknologi modern. Pihak IAI Rawa Aopa disambut hangat oleh jajaran pimpinan kedua universitas tersebut, yang membuka ruang diskusi lebar terkait manajemen perencanaan dan keuangan berbasis efisiensi tinggi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peta jalan besar institusi untuk bertransformasi secara fundamental. Ismail menyebutkan bahwa pihaknya sengaja memilih Telkom University dan Unisba karena kedua kampus tersebut memiliki reputasi yang sangat solid dalam bidang tata kelola serta integrasi ilmu pengetahuan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung terkait visi kunjungan tersebut. “Kami datang ke Bandung untuk menyerap energi inovasi dan standarisasi internasional yang telah diterapkan dengan sukses di Telkom University dan Unisba,” ujar Ismail di sela-sela pertemuan.

Ia juga menambahkan bahwa komitmen IAI Rawa Aopa untuk mencapai predikat unggul bukan sekadar wacana, melainkan target terukur yang harus segera diwujudkan. “Akselerasi menuju perguruan tinggi unggul menuntut kami untuk belajar dari yang terbaik, sehingga sistem perencanaan dan keuangan kami bisa lebih akuntabel serta progresif,” tegasnya.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke memaparkan beberapa poin penting secara tidak langsung mengenai tindak lanjut dari kunjungan ini. Beliau menjelaskan bahwa hasil dari diskusi di Bandung akan segera diadaptasi menjadi instrumen kebijakan baru dalam pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan di lingkungan IAI Rawa Aopa.

Ismail juga mengungkapkan harapannya agar kolaborasi lintas institusi ini dapat melahirkan inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di Konawe Selatan. Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa penguatan infrastruktur digital menjadi salah satu prioritas utama yang dipelajari guna mendukung efisiensi birokrasi kampus di masa depan.

Melalui benchmarking ini, IAI Rawa Aopa berharap dapat mengimplementasikan standar-standar baru yang ditemukan di Telkom University dan Unisba untuk memperkuat daya saing di tingkat nasional. Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.

IMG_20260408_075005

Langkah Strategis IAI Rawa Aopa Perkuat Transformasi Akademik Melalui Kolaborasi dengan BINUS University

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Bina Nusantara (BINUS) University secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI). Prosesi yang menandai awal kerja sama lintas institusi ini dilaksanakan di Kampus Anggrek, BINUS University, Jakarta, dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi guna membahas penguatan riset dan pengembangan teknologi, Selasa (7/4/2026).

Hadir mewakili BINUS University, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Transfer Teknologi, Prof. Dr. Juneman Abraham, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini sebagai langkah nyata dalam memperluas jejaring transfer teknologi di tingkat nasional. Di sisi lain, IAI Rawa Aopa diwakili secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi intensif mengenai peluang implementasi program-program inovatif yang dapat memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak dan masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya kolaborasi ini bagi perkembangan institusi di daerah. “Kerja sama dengan BINUS University merupakan langkah transformatif bagi IAI Rawa Aopa untuk mengakselerasi standar akademik dan tata kelola perguruan tinggi kami ke level yang lebih kompetitif,” tegas Ismail saat memberikan sambutan.

Beliau juga menambahkan bahwa komitmen ini diharapkan dapat membuka pintu bagi para dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam proyek penelitian bersama dengan isu interdisipliner.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap poin dalam LoI ini diterjemahkan ke dalam aksi nyata, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Konawe Selatan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke memberikan penjelasan mendalam mengenai visi jangka panjang dari kesepakatan ini secara tidak langsung. Beliau memaparkan bahwa integrasi antara keilmuan agama dan teknologi merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital saat ini.

Menurutnya, IAI Rawa Aopa memandang BINUS University sebagai mitra ideal dalam mendalami mekanisme transfer teknologi yang efektif agar dapat diadaptasi di lingkungan kampus mereka. Selain itu, beliau meyakini bahwa sinergi ini akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa dalam menjalankan fungsi pengabdian masyarakat yang berbasis pada data dan inovasi terkini.

Pertemuan yang berlangsung hangat di Kampus Anggrek ini diakhiri dengan pertukaran cinderamata dan komitmen untuk segera menyusun nota kesepakatan yang lebih teknis. Penandatanganan LoI ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam hubungan antara universitas swasta terkemuka di Jakarta dengan institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara, guna menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan progresif di masa depan.

IMG-20260402-WA0029

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Tegaskan Keperluan Jejaring Internasional dalam ASHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Semangat integrasi akademik di kawasan Asia Tenggara kembali diperkuat melalui perhelatan “Indonesia-Malaysia Week of Academic Friendship”. Agenda besar ini menjadi panggung bagi para akademisi dan mahasiswa melalui dua kegiatan utama, yakni ASEAN Symposium on Higher Education (ASHE) 2026 dan ASEAN Student Leadership Forum.

Penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) dengan Pusat Strategi PERMATA Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), serta mendapat dukungan diantaranya dari Bina Nusantara University (Jakarta).

“Terima kasih kepada semua mitra yang sudah mendukung, diantaranya Universiti Kebangsaan Malaysia dan Bina Nusantara University (Jakarta),” kata Ismail Suardi Wekke, usai pertemuan daring dengan pihak UKM, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan jejaring intelektual yang lebih solid di antara negara-negara serumpun, sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi global. Keterlibatan institusi dari berbagai wilayah, termasuk partisipasi aktif dari perwakilan perguruan tinggi di daerah, menunjukkan bahwa semangat persahabatan akademik ini telah merambah luas melampaui batas administratif dan geografis.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, yang hadir dalam rangkaian acara tersebut memberikan pandangannya mengenai nilai strategis kolaborasi ini. Ismail menyatakan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi di ASEAN bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia secara global.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi institusi pendidikan di Indonesia untuk belajar sekaligus berbagi praktik terbaik dalam tata kelola akademik. Ia juga menekankan bahwa melalui forum kepemimpinan mahasiswa, generasi muda dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang memiliki wawasan regional yang inklusif dan progresif.

Lebih lanjut, dalam wawancara di sela-sela pertemuan daring, Ismail menyampaikan aspirasinya secara lugas bagi pengembangan pendidikan tinggi di tanah air. “Kegiatan persahabatan akademik ini adalah jembatan emas bagi kampus-kampus di pelosok Indonesia untuk meraih standar internasional melalui kemitraan strategis dengan Malaysia,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan mengenai pentingnya mobilitas intelektual bagi dosen dan mahasiswa demi memperkaya perspektif keilmuan. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Bina Nusantara University dan peran SEAAM yang konsisten membuka ruang bagi penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat ASEAN,” lanjutnya.

Menutup pernyataannya, Ismail memberikan penekanan pada dampak jangka panjang dari pertemuan ini. “Ini bukan sekadar acara seremoni, melainkan investasi peradaban untuk memastikan Asia Tenggara menjadi pusat keunggulan akademik dunia,” pungkasnya.

ASHE 2026 adalah salah satu rangkaian Indonesia-Malaysia Week dan forum kepemimpinan tersebut, diharapkan akan lahir rekomendasi-rekomendasi kebijakan pendidikan yang aplikatif. Kerjasama antara SEAAM dan PERMATA UKM ini diproyeksikan akan terus berlanjut menjadi program rutin yang mampu mengakomodasi pertumbuhan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih dinamis di kawasan ASEAN.

Strategi IAI Rawa Aopa Tingkatkan Mutu Kampus Lewat Kemitraan dengan PT Sarajevo

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring global melalui rencana ekspansi kerja sama ke wilayah Eropa Tenggara. Institusi yang berbasis di Konawe Selatan ini kini tengah menjajaki kolaborasi strategis dengan sejumlah perguruan tinggi di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina, sebagai langkah nyata dalam meningkatkan mutu akademik dan daya saing lulusan di level internasional.

“Kita sementara berdikusi intensif dengan perguruan tinggi di Sarajevo, Bosnia – Herzegovina, untuk melaksanakan kemitraan perguruan tinggi,” paparan awal Ismail Suardi Wekke sekaitan dengan aspek pengembangan program studi ekonomi syariah, di Andoolo, Rabu (1/4/2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari desain besar pengembangan kampus. Ia menyatakan bahwa Sarajevo dipilih karena memiliki akar sejarah dan tradisi akademik yang kuat, terutama dalam studi keislaman dan kemanusiaan yang relevan dengan visi IAI Rawa Aopa. Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak diharapkan dapat saling bertukar perspektif dalam pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan global.

“Kami memandang Sarajevo sebagai mitra strategis yang memiliki kemiripan nilai kultural sekaligus keunggulan akademik di wilayah Balkan untuk memperkuat posisi institusi kami,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan mengenai rencana tersebut.

Beliau juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan mencakup berbagai aspek fundamental pendidikan tinggi.

“Langkah ini adalah upaya konkret kami untuk memastikan bahwa dosen dan mahasiswa IAI Rawa Aopa memiliki wawasan global yang inklusif dan kompetitif,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya implementasi yang berkelanjutan. “Kami berkomitmen agar rencana ini segera dituangkan dalam dokumen kerja sama resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh civitas akademika dalam waktu dekat,” tegas Ismail.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan secara mendalam mengenai teknis dan arah kebijakan yang akan diambil. Beliau menyampaikan bahwa penjajakan ini bertujuan untuk membuka peluang pertukaran dosen dan mahasiswa, yang nantinya akan memberikan pengalaman belajar di lingkungan internasional bagi seluruh komponen kampus.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa kolaborasi riset antarnegara menjadi salah satu poin utama dalam draf kerja sama tersebut guna meningkatkan jumlah publikasi ilmiah IAI Rawa Aopa di jurnal bereputasi internasional. Terakhir, beliau menguraikan bahwa rencana ini merupakan bagian dari akselerasi transformasi IAI Rawa Aopa menuju universitas yang memiliki rekognisi internasional, sejalan dengan rencana strategis pengembangan kepegawaian dan infrastruktur akademik.

Rencana kolaborasi ini disambut positif oleh berbagai pihak di lingkungan kampus. Dengan terjalinnya kemitraan dengan perguruan tinggi di Bosnia-Herzegovina, IAI Rawa Aopa optimis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih dinamis. Kerja sama lintas benua ini diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam metode pembelajaran serta mempererat hubungan diplomatik melalui jalur pendidikan antara Indonesia dan Bosnia-Herzegovina.

IMG-20260401-WA0028

Sinergi Kampus dan Rakyat: Pasar Potoro Jadi Pusat Riset Mahasiswa Ekonomi Syariah IAI Rawa Aopa

Kabar Panrita.com, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan terobosan signifikan dalam menyambut tahun akademik baru. Program Studi Ekonomi Syariah kini secara resmi mengintegrasikan Pasar Rakyat Potoro sebagai laboratorium pembelajaran lapangan bagi para mahasiswa.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya menguasai teori di dalam kelas, tetapi juga memahami dinamika transaksi ekonomi riil yang bernafaskan nilai-nilai islami di tengah masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kesiapan menyambut mahasiswa baru tahun ini ditandai dengan penguatan fasilitas praktik yang aplikatif.

Menurutnya, keberadaan Pasar Rakyat Potoro akan menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana etika bisnis syariah diimplementasikan dalam skala ekonomi kerakyatan.

“Pasar Rakyat Potoro menjadi laboratorium terpadu,” ungkap Ismail Suardi Wekke di Potoro, usai meninjau akselerasi pasar, Rabu (1/4/2026).

Ia menyatakan bahwa kampus berkomitmen penuh untuk menghadirkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, di mana pasar tradisional menjadi pusat riset dan pengembangan kemitraan strategis. Dalam sebuah kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai peran laboratorium hidup ini.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa Ekonomi Syariah memiliki kepekaan terhadap denyut nadi ekonomi masyarakat melalui kehadiran laboratorium di Pasar Rakyat Potoro ini,” ujar Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara akademisi dan pedagang pasar akan menciptakan ekosistem pendidikan yang saling menguntungkan.

“Laboratorium ini bukan sekadar tempat observasi, melainkan ruang pengabdian di mana mahasiswa memberikan edukasi terkait tata kelola keuangan syariah kepada para pedagang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam pembelajaran tinggi. “Kesiapan kami menerima mahasiswa baru adalah janji kualitas, di mana teori di bangku kuliah akan langsung diuji dengan realitas pasar yang dinamis,” pungkas Ismail.

Secara teknis, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa kurikulum Prodi Ekonomi Syariah telah dirancang sedemikian rupa agar jadwal perkuliahan terintegrasi dengan aktivitas di pasar tersebut.

Beliau menyampaikan pula bahwa pihak rektorat telah menjalin koordinasi dengan pengelola pasar guna menjamin kenyamanan dan keamanan mahasiswa selama melakukan praktik lapangan.

Selain itu, Ismail memaparkan bahwa melalui laboratorium ini, IAI Rawa Aopa bercita-cita mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mahir dalam melakukan pendampingan ekonomi syariah di tingkat akar rumput.

Dengan adanya fasilitas laboratorium di Pasar Rakyat Potoro, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimis dapat menarik minat calon mahasiswa yang menginginkan pengalaman belajar yang nyata dan berdampak luas.

Penggabungan antara tradisi pasar rakyat dan prinsip ekonomi modern berbasis syariah ini diharapkan mampu melahirkan inovator-inovator ekonomi baru dari Sulawesi Tenggara.

IMG-20260401-WA0007

Tali Silaturahmi, Pimpinan IAI Rawa Aopa Berkunjung ke Wakil Bupati Konsel di Momentum Syawal

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Memanfaatkan momentum hangat Bulan Syawal 1447 H, jajaran pengurus Yayasan bersama pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Wakil Bupati Konawe Selatan, H. Wahyu Ade Pratama Imran, S.H. Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara institusi pendidikan tinggi dengan pemerintah daerah demi kemajuan sumber daya manusia di Bumi Syekh Yusuf, Senin (30/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pembina Yayasan dan Pendiri, Al Asri, M.Si., bersama dengan Pimpinan IAI Rawa Aopa, Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke. “Kita silaturahmi, sekaligus menyampaikan terima kasih atas dukungannya selama ini,” papar Ismail.

Wakil Bupati Konawe Selatan, H. Wahyu Ade Pratama Imran, menyambut hangat kehadiran rombongan akademisi tersebut. Dalam dialog yang mengalir santai, Wahyu menekankan pentingnya peran perguruan tinggi lokal dalam memberikan kontribusi pemikiran dan mencetak kader-kader daerah yang religius serta kompeten secara intelektual. Kehadiran IAI Rawa Aopa dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong indeks pembangunan manusia di wilayah tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk menyelaraskan visi pengembangan kampus dengan arah pembangunan daerah. Ismail menegaskan bahwa momen Syawal merupakan waktu yang tepat untuk membuka lembaran baru kerja sama yang lebih erat dan produktif.

“Kami datang membawa semangat Idulfitri untuk memperbarui komitmen dalam memajukan pendidikan di Konawe Selatan melalui koordinasi yang lebih intensif dengan pemerintah kabupaten,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di sela-sela pertemuan.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa pihak kampus memiliki harapan besar agar kolaborasi ini mampu menyentuh aspek-aspek mendasar bagi kesejahteraan masyarakat. Ia menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi motor penggerak transformasi sosial dan keagamaan di bawah bimbingan dan arahan pemerintah daerah agar setiap program pendidikan yang dijalankan selaras dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Ismail juga memberikan pandangannya mengenai integrasi akademik dan birokrasi dalam memajukan daerah. Menurutnya, IAI Rawa Aopa ingin memastikan bahwa lulusan mereka nantinya bukan sekadar pencari kerja, melainkan sosok yang mampu menjawab tantangan riil di Konawe Selatan dengan dukungan kebijakan dari pimpinan daerah seperti Wakil Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail turut menjelaskan bahwa institusinya kini tengah memfokuskan diri pada penguatan struktur organisasi dan peningkatan kualitas layanan akademik guna menunjang target besar kampus. Ia menyebutkan bahwa proses penguatan internal ini membutuhkan dukungan moral dan administratif dari pemerintah daerah agar IAI Rawa Aopa dapat terus berkembang sebagai ikon pendidikan Islam di wilayah tersebut.

Ismail pun menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya harmoni antara ulama dan umara yang tercermin dalam silaturahmi ini. Ia menekankan bahwa sinergi antara dunia kampus dan pemerintah kabupaten adalah kunci utama dalam menciptakan stabilitas sosial serta mengakselerasi program pembangunan yang berkelanjutan di segala bidang.

“Silaturahmi ini adalah langkah mempertahankan program kolaboratif yang sudah dan akan tetap kita laksanakan ke depan. Terima kasih, kepada Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan yang telah menganggarkan bantuan UKT bagi mahasiswa. Ini merupakan langkah stategis demi masa depan generasi muda Konawe Selatan yang lebih gemilang,” pungkas Ismail.

IMG-20260401-WA0006

Berkunjung ke Bupati Konsel, IAI Rawa Aopa Bahas Keberlanjutan Dukungan Pendidikan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Selatan, Konawe Selatan – Jajaran pengurus yayasan dan pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melakukan kunjungan silaturahmi kepada Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, di Rumah Jabatan Bupati, Andoolo, Senin (30/32026).

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, sekaligus menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan terhadap sektor pendidikan tinggi di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dalam suasana bulan Syawal tersebut, pimpinan IAI Rawa Aopa secara khusus menyoroti peran strategis pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban mahasiswa melalui kebijakan dukungan Uang Kuliah Tunggal (UKT).  Turut hadir bersama pimpinan IAI Rawa Aopa, Dewan Pembina Yayasan yang juga Pendiri, Al Asri, M.Si.

Kerja sama ini dinilai menjadi angin segar bagi keberlangsungan studi putra-putri daerah di Konawe Selatan. “Kita sampaikan terima kasih, atas dukungan pembiayaan UKT bagi mahasiswa,” papar Al Asri usai pertemuan tersebiut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk nyata dari koordinasi institusi dengan pemangku kepentingan daerah. Ia menyampaikan bahwa dukungan Pemkab Konawe Selatan sangat berarti bagi penguatan kapasitas akademik kampus.

“Kami hadir untuk menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati atas komitmen nyata dalam menyokong pendidikan melalui kebijakan UKT ini,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di sela-sela kunjungan tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa bantuan yang dialokasikan oleh pemerintah daerah selain sola angka, juga merupakan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia di Konawe Selatan. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara IAI Rawa Aopa dan Pemerintah Kabupaten adalah langkah strategis dalam mewujudkan visi daerah yang cerdas dan kompetitif.

Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. “Dukungan pemerintah daerah terhadap biaya kuliah mahasiswa menjadi motor penggerak bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di IAI Rawa Aopa,” tegasnya.

Selain menyampaikan apresiasi, pihak kampus juga memaparkan rencana pengembangan institusi ke depan yang memerlukan sinkronisasi dengan program-program pembangunan daerah. Ismail menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang mampu berkontribusi langsung pada pembangunan di Konawe Selatan.

“Sinergi ini membuktikan bahwa pemerintah daerah memiliki visi yang sangat tajam dalam melihat pendidikan sebagai kunci utama kemajuan masyarakat,” imbuh Ismail menutup pernyataannya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan hubungan antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah semakin solid, sehingga akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Konawe Selatan tetap terjamin dan berkualitas.