IMG_20260511_220426

Dukung Pembangunan Konawe Utara, IAI Rawa Aopa Luncurkan Kegiatan TERPADU di Kecamatan Asera

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Utara – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa sukses menyelenggarakan program Kegiatan TERPADU yang dipusatkan di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, pada Minggu (10/5/2025). Program yang merupakan akronim dari “Tri Dharma Perguruan Tinggi Terintegrasi dan Berkelanjutan”.

Kegiatan ini dirancang untuk memadukan proses pembelajaran mahasiswa secara langsung dengan agenda penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu rangkaian ekosistem akademik yang utuh. Langkah inovatif ini diambil untuk memastikan bahwa setiap aktivitas akademik di kampus tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki dampak nyata bagi pengembangan wilayah di Sulawesi Tenggara.

Dalam pelaksanaannya, civitas akademika IAI Rawa Aopa berinteraksi langsung dengan mitra untuk memetakan potensi daerah sekaligus memberikan solusi berbasis keilmuan terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat Asera. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari transformasi perguruan tinggi.

Ismail menyampaikan bahwa melalui TERPADU, kampus ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di dalam ruang kelas, tetapi juga mampu diimplementasikan dalam bentuk riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai komitmen institusi dalam mengawal pembangunan daerah berbasis pengetahuan. Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyatakan secara lugas mengenai visi besar di balik agenda tersebut.

“Kegiatan TERPADU ini adalah manifestasi dari tekad kami untuk meruntuhkan sekat antara teori akademik dan praktik di lapangan,” ujar Ismail di sela-sela kegiatan.

Beliau juga menambahkan bahwa Asera dipilih sebagai lokasi karena potensi strategisnya dalam pengembangan riset interdisipliner yang mampu memberikan kontribusi balik bagi kemajuan Konawe Utara.

“Kami ingin mahasiswa dan dosen tidak hanya datang sebagai tamu, tetapi sebagai mitra kolaboratif bagi masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ismail menjelaskan bahwa integrasi tri dharma ini juga berfungsi sebagai mekanisme penjaminan mutu kualitas lulusan perguruan tinggi. Melalui skema ini, para dosen diharapkan dapat menghasilkan publikasi ilmiah yang berangkat dari persoalan riil di tengah masyarakat, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Hal ini dipandang penting untuk membangun kesadaran sosial sekaligus profesionalisme sejak dini di lingkungan kampus.

Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari ini ditutup dengan penyusunan draf rencana aksi kolaboratif antara pihak kampus dengan tokoh masyarakat setempat. Dengan adanya program TERPADU ini, IAI Rawa Aopa optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi dalam mendukung kemajuan daerah secara menyeluruh.

IMG-20260509-WA0031

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Jalin Kemitraan Strategis dengan Unmuh Barru

Kabar Panrita.com, Barru – Kerja sama antara Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dan Universitas Muhammadiyah Barru (Unmuh Barru) terus diperkuat pascapelaksanaan Seminar Internasional I-CELEBES 2026 yang berlangsung di Aula KH Ahmad Dahlan, Barru, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan yang turut melibatkan STIKES Bina Bangsa Majene dan Universitas Muhammadiyah Bone tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas jejaring akademik internasional bersama mitra dari Jepang, termasuk akademisi Tohoku University, Prof. Dr. Peter John Wanner.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut implementasi nota kesepahaman (MoU) dan nota kesepakatan (MoA) yang sebelumnya telah dirintis antarlembaga pendidikan tinggi di kawasan Sulawesi.

Dalam seminar tersebut, Ismail Suardi Wekke yang bertindak sebagai moderator menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kampus untuk membuka akses pendidikan dan jejaring internasional yang lebih luas.

“Kita sedang membangun fondasi agar mahasiswa dan dosen di Barru, Bone, Majene, hingga Konawe Selatan memiliki akses yang setara terhadap jejaring intelektual di Jepang,” ujar Ismail saat kegiatan berlangsung.

Menurutnya, kehadiran mitra internasional menjadi peluang besar bagi perguruan tinggi di Sulawesi untuk meningkatkan kualitas riset, pengembangan kurikulum, dan mobilitas akademik mahasiswa maupun dosen.

“Keberlanjutan kerja sama ini adalah kunci bagi kita untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain aktif dalam diskursus keilmuan global di masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, saat dikonfirmasi oleh awak media hari ini, Sabtu (9/5/2026), menegaskan bahwa hasil pertemuan tersebut akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret antarkampus.

“Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata. Kami sedang menyiapkan sejumlah agenda lanjutan seperti kolaborasi riset, publikasi ilmiah bersama, pertukaran akademik, hingga penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa,” kata Ismail.

Ia juga menyebut konsorsium perguruan tinggi di Sulawesi yang terbangun melalui I-CELEBES 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi kampus daerah di tingkat internasional.

“Kampus-kampus di Sulawesi memiliki potensi besar. Dengan jejaring yang tepat dan kolaborasi berkelanjutan, kita optimistis mampu menghadirkan inovasi pendidikan yang kompetitif secara global tanpa meninggalkan kearifan lokal,” tambahnya.

Melalui sinergi tersebut, seluruh perguruan tinggi yang terlibat berkomitmen untuk segera menerjemahkan poin-poin kerja sama ke dalam program nyata yang berdampak langsung terhadap penguatan mutu pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia.

IMG-20260508-WA0051

Pimpinan dan Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Menyampaikan Duka Atas Wafatnya Haerul Saleh, Anggota BPK RI Asal Sulawesi Tenggara

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Kabar duka yang menyelimuti Sulawesi Tenggara atas wafatnya Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Haerul Saleh, memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari jajaran pimpinan dan segenap civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pihak kampus secara resmi menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya tokoh nasional putra daerah terbaik asal Bumi Anoa tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa sosok Haerul Saleh merupakan figur yang memiliki dedikasi tinggi bagi bangsa, khususnya dalam pengawalan transparansi keuangan negara.

“Kami keluarga besar IAI Rawa Aopa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh. Sulawesi Tenggara kehilangan salah satu putra terbaiknya yang telah berkiprah di kancah nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Ismail menambahkan bahwa rekam jejak almarhum, baik saat duduk di parlemen maupun sebagai anggota BPK RI, menjadi teladan bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara, termasuk bagi para mahasiswa di IAI Rawa Aopa.

Segenap Civitas Akademika mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini.

Dedikasi Almarhum diharapkan terus menginspirasi pembangunan di Sulawesi Tenggara dan Indonesia pada umumnya.
Kepergian Haerul Saleh meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi institusi pendidikan yang melihat beliau sebagai sosok yang gigih dalam menjalankan amanah negara. Selamat jalan, Bapak Haerul Saleh.

IMG_20260508_143138

Bangun Kemitraan Akademik Internasional, IAI Rawa Aopa Gandeng UKM Malaysia dan STAI Al-Ittihad Cianjur

Rawaaopakonsel.ac.id, Malaysia– Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kolaborasi akademik lintas negara. IAI Rawa Aopa turut bermitra dalam pelaksanaan kunjungan strategis STAI Al-Ittihad Cianjur ke Graduate School of Business (GSB), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Rabu (6/5/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Bangi, Selangor, Malaysia, tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas jaringan kerja sama perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) Indonesia di tingkat internasional. Kunjungan ini juga merupakan implementasi sinergi antara STAI Al-Ittihad Cianjur dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra strategis.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari peta jalan institusi dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif.

“STAI Al-Ittihad Cianjur merupakan salah satu mitra kerjasama perguruan tinggi kita di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Dalam kesempatan yang akan datang, kami merencanakan sebuah kolaborasi yang lebih luas dengan perguruan tinggi se-Jawa Barat,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangannya usai pertemuan dengan GSB UKM, Kamis (7/5/2026).

Ia menambahkan, agenda di Malaysia tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan untuk merumuskan kesepakatan formal yang dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan akademik di Indonesia.

“Salah satu agenda ke depan bersama UKM adalah agar bisa mewujudkan kolaborasi di Indonesia dengan PTKIS Jawa Barat dan Indonesia secara umum melalui nota kesepahaman (MoU) yang komprehensif,” tambahnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mencakup berbagai bidang, mulai dari pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, hingga peningkatan kapasitas dosen. Dengan melibatkan UKM sebagai salah satu universitas riset terkemuka di Malaysia, IAI Rawa Aopa berharap dapat menghadirkan standar pendidikan global dalam pengembangan institusi lokal, khususnya di Sulawesi Tenggara dan Jawa Barat.

IMG-20260511-WA0007

STAI DDI Maros Gelar The 2nd International Conference on Islamic Education, Law, and Civilization (ICIELC) 2026, IAI Rawa Aopa Turut Serta

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Maros kembali sukses menyelenggarakan The 2nd International Conference on Islamic Education, Law, and Civilization (ICIELC) 2026. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 2–3 Mei 2026 di kampus STAI DDI Maros, Sulawesi Selatan.

Mengusung tema “Reimagining Islamic Education, Law, and Civilization in the Digital and Sustainable Era”, konferensi ini menjadi wadah strategis dalam merespons tantangan perkembangan zaman, khususnya dalam bidang pendidikan, hukum, dan peradaban di era digital yang terus berkembang.

Kegiatan ini diikuti oleh akademisi, peneliti, dosen, guru dan mahasiswa dari berbagai daerah dan negara. Tercatat sebanyak 54 pembicara dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional turut ambil bagian dalam forum ilmiah ini.

ICIELC 2026 menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka dari dalam dan luar negeri. Pada sesi pembukaan (opening speech), tampil Muhammad Azmi, S.Pd.I., M.Pd.I selaku Ketua STAI DDI Maros, bersama Prof. Ismail Suardi Wekke, Ph.D dari Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) yang juga Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros.

Ismail menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada STAI DDI Maros yang secara konsisten telah menjalankan konferensi ini. Begitu pula telah menjadi mitra perguruan tinggi diantaranya Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. Sementara itu, pada sesi utama (keynote speakers), konferensi ini menghadirkan Prof. Peter John Wanner, Ph.D dari Tohoku University Jepang, serta Assoc. Prof. Dr. Yazid Saleh dari Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia.

Selain menghadirkan pembicara utama, konferensi ini juga diramaikan oleh berbagai presenter dari STAI DDI Maros, di antaranya Dr. Dideng Kadir, M.Pd., Abdul Rahman, S.Pd., M.Pd., Dr. Haeruddin, MH., Emi Sri Rahayu Fatimah, SE., ME., Dr. Salmia M.Pd., Nuraeni, serta puluhan mahasiswa lainnya seperti Nur Fitri Ramadani, Nurhidayah, Nurwinda Pratiwi, Nur Anisa, hingga Fadilah Maharani yang mengangkat beragam tema penelitian di bidang pendidikan, hukum, dan budaya lokal.

Tidak hanya dari internal kampus, partisipasi juga datang dari berbagai institusi luar daerah dan internasional, seperti Sudarmin dari SDN 57 Bulu-Bulu Maros, serta dari perguruan tinggi lain seperti Muh. Bambang Taufik dari University of London, Muhammad Ikram Nur Fuady dari University of Liverpool, dan Nurbaeti dari Politeknik Negeri Ujung Pandang, Sri Fatta Meldawati dari IAI Yapnas Jeneponto, Abu Sahman Nasim dari IAIN Ternate dan Hardiyanti Ridwan dari UIAD Sinjai. Kehadiran para presenter ini menunjukkan kuatnya kolaborasi akademik lintas institusi dan negara, sekaligus memperkaya diskusi ilmiah yang berlangsung selama konferensi.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring kerja sama internasional. STAI DDI Maros secara aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra, di antaranya BOLT (Japan) dan SEAAM, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas akademik dan daya saing institusi di tingkat global.

Dalam sambutannya, Ketua STAI DDI Maros, Muhammad Azmi, S.Pd.I., M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penyelenggaraan yang kedua setelah sukses dilaksanakan pada tahun 2024. “Kegiatan ICIELC ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan setelah sukses pada tahun 2024. Output dari kegiatan ini telah melahirkan prosiding internasional dan menjadi ajang berbagi hasil penelitian bagi para akademisi,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan konferensi meliputi sesi pembukaan, pemaparan materi oleh keynote speaker, serta sesi paralel presentasi ilmiah yang berlangsung secara offline dan online. Diskusi yang berlangsung menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta dalam bertukar ide dan pengalaman.

Melalui kegiatan ini, STAI DDI Maros menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Islam yang relevan dengan kebutuhan zaman. ICIELC 2026 diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun peradaban yang unggul dan berkelanjutan.

IMG-20260429-WA0031

Kolaborasi Multinasional, NITRO dan IAI Rawa Aopa dan Tohoku Gelar PkM Kolaboratif Internasional di Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Suasana Madrasah Aliyah Darul Ulum Ammessangeng, Maros, tampak berbeda pada Selasa, 28 April 2026. Rangkaian pelaksanaan International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) secara resmi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skala internasional.

Agenda ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara institusi madrasah, perguruan tinggi, dan organisasi kemahasiswaan dalam memajukan kualitas pendidikan di daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pakar dari dalam dan luar negeri. Selain melibatkan jajaran akademisi dari perguruan tinggi di Makassar, hadir pula delegasi dari IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Tak tanggung-tanggung, nuansa global kian terasa dengan kehadiran dosen dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Para delegasi luar negeri lainnya yang turut serta meliputi perwakilan dari Jepang, yang bergabung bersama mitra perguruan tinggi lokal lainnya.

Sementara itu, dosen dan mahasiswa secara bersama-sama turut hadir. Mereka menjalin kolaborasi dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional dengan memilih madrasah sebagai lokasi. Panitia Pelaksana turut terlibat Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam, HMI Cabang Makassar Timur.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiasi ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran para akademisi lintas negara di tengah siswa madrasah bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mentransfer energi akademik lintas negara.

Ismail menekankan pentingnya membangun jejaring sejak dini bagi para siswa agar mereka memiliki wawasan yang tidak lagi terbatas pada batas-batas administratif wilayah, melainkan global. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan terkait dampak kegiatan ini bagi institusi. “Kolaborasi ini adalah jembatan emas bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jangkauan pengabdian kami hingga ke level internasional melalui mitra di Maros,” ujarnya.

Ia kemudian melanjutkan bahwa kehadiran dosen dari Jepang dan Malaysia memberikan perspektif baru bagi para pendidik di madrasah. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi keuangan dan perbankan yang dibahas di konferensi dapat membumi dan dipahami oleh generasi muda di tingkat sekolah menengah,” tambah Ismail dengan optimis.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga mengemukakan bahwa integrasi antara organisasi kemahasiswaan dan perguruan tinggi merupakan kunci keberlanjutan program pengabdian di masa depan. Ia berpendapat bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam mendampingi delegasi asing akan mengasah kemampuan komunikasi internasional mereka.

Selain itu, Ismail memandang bahwa pemilihan Madrasah Aliyah Darul Ulum Ammessangeng sebagai lokasi kegiatan menunjukkan bahwa pendidikan agama dan sains modern dapat berjalan beriringan melalui dukungan kemitraan strategis global yang dibawa oleh jejaring ICon-FiBank.

IMG-20260428-WA0035

Kampus Nitro Jadi Tuan Rumah ICon-FiBank, Pererat Kerja Sama Akademik Lintas Benua

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Upaya memperkuat sinergi akademik lintas benua kembali ditegaskan dalam pembukaan International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) yang berlangsung di Kampus Nitro, Makassar. Perhelatan bergengsi yang digelar secara hibrida pada 27-28 April 2026 ini mempertemukan para akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi ternama di Asia dan Eropa guna mendiskusikan transformasi sektor keuangan global.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang, Dr. Ridwan Arif. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional sebagai kunci bagi perguruan tinggi lokal untuk tetap relevan di tengah dinamika ekonomi global yang kian kompleks.

Kehadiran delegasi dari luar negeri, seperti Thailand, Turkiye, Jepang, dan Malaysia, menjadi bukti nyata bahwa Makassar telah menjadi titik temu strategis bagi diskursus intelektual di bidang perbankan dan keuangan.
Partisipasi institusi dalam negeri pun tidak kalah signifikan. Selain tuan rumah, tercatat delegasi dari Binus University dan mitra perguruan tinggi lainnya di Makassar turut hadir secara luring.

Salah satu keikutsertaan perguruan tinggi dalam konferensi ini IAI Rawa Aopa yang dihadiri Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kehadiran beliau mempertegas komitmen institusi pendidikan di daerah untuk terlibat aktif dalam level internasional.

Dalam sebuah sesi diskusi, Ismail Suardi Wekke secara lugas menyatakan dukungannya terhadap forum ini. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan standar akademik nasional.

“Pertemuan lintas negara ini adalah jembatan bagi kita untuk menyelaraskan kurikulum dan riset keuangan dengan standar global yang berlaku saat ini,” ungkap Ismail.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa merupakan bentuk nyata dari upaya kampus daerah untuk melakukan internasionalisasi demi mutu lulusan yang kompetitif. Menurutnya, ICon-FiBank dan IPRC menjadi momentum yang sangat tepat bagi setiap peserta untuk memperluas jejaring profesional yang melampaui batas-batas geografis negara.

Melanjutkan pandangannya secara lebih mendalam, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa integrasi antara perguruan tinggi di Asia dan Eropa akan membawa perspektif baru bagi pengembangan ekonomi syariah dan keuangan digital di Indonesia. Beliau berpendapat bahwa transfer pengetahuan yang terjadi selama dua hari ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan kebijakan keuangan di kampus masing-masing.

Lebih jauh, beliau meyakini bahwa kolaborasi semacam ini akan mempercepat proses transformasi digital di sektor perbankan nasional melalui adopsi praktik-praktik terbaik dari mitra luar negeri. Penyelenggaraan ICon-FiBank di Kampus Nitro ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis yang aplikatif.

Dengan format hibrida, konferensi ini berhasil memfasilitasi dialog yang intens antara peserta yang hadir langsung di Makassar dengan para ahli yang terhubung secara daring dari berbagai belahan dunia, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam ekosistem pendidikan tinggi di tingkat global.

IMG-20260427-WA0044

IAI Rawa Aopa Turut Mendorong Integrasi Riset Asia-Eropa dalam Forum ICon-FiBank di Kampus Nitro

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Kampus Nitro Makassar menjadi pusat perhelatan dunia akademik dengan diselenggarakannya International Conference of Finance and Banking (ICon-FiBank) 2026 yang berlangsung selama dua hari, 27-28 April 2026. Forum ini menghadirkan kolaborasi lintas benua antara perguruan tinggi dari Asia dan Eropa dalam format hybrid, memungkinkan partisipasi luas dari para pakar keuangan dan perbankan internasional meski berada di lokasi berbeda.

Acara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang, Dr. Ridwan Arif. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi internasional untuk menjawab tantangan ekonomi global yang kian kompleks. Kehadiran perwakilan dari berbagai negara ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan tinggi di Indonesia semakin diakui sebagai mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan di kancah global.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, turut memberikan kontribusi sebagai Komite Saintifik dalam forum tersebut.

Melalui serangkaian kegiatansebelumnya, Ismail menegaskan urgensi adaptasi institusi pendidikan.

“Konferensi ini bukan sekadar ajang kumpul akademik, melainkan jembatan konkret untuk menyatukan standar riset antara perguruan tinggi di Asia dan Eropa demi menghadapi disrupsi ekonomi,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini harus memberikan dampak langsung bagi kebijakan keuangan di tingkat lokal. “Kita harus memastikan bahwa setiap hasil pemikiran di ICon-FiBank mampu diterjemahkan menjadi solusi praktis bagi penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Timur Indonesia,” tambah Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, ia pun menggarisbawahi peran penting teknologi dalam pendidikan dengan menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan secara hybrid membuktikan bahwa batasan geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi pengembangan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

Selain memberikan pernyataan secara lugas, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan pandangannya mengenai arah pengembangan institusi ke depan. Ia menjelaskan bahwa kemitraan strategis dalam ICon-FiBank ini merupakan langkah awal bagi IAI Rawa Aopa dan institusi mitra lainnya untuk memperluas jangkauan publikasi ilmiah di tingkat internasional.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar pertukaran pengetahuan antara pakar dari Asia dan Eropa dapat memperkaya kurikulum keuangan di tanah air sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing global. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program kolaboratif semacam ini agar momentum kerja sama akademik tidak berhenti hanya pada seremoni konferensi, melainkan berlanjut dalam bentuk riset bersama yang konsisten.

Pelaksanaan ICon-FiBank 2026 yang paralel dengan IPRC 2026 ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem riset yang lebih sehat dan integratif. Dengan dukungan penuh dari berbagai yayasan pendidikan dan tokoh akademik, Makassar kembali membuktikan posisinya sebagai simpul penting dalam diplomasi intelektual di kawasan Asia Tenggara.

IMG-20260422-WA0006

IBK NITRO Perkuat Sinergi Global, Siapkan Kolaborasi ICon-FiBank 2026 dan Pengabdian Masyarakat di Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO semakin memantapkan langkah menuju perhelatan ilmiah internasional. Melalui kunjungan media ke Graha Pena pada Senin (20/4/2026), Panitia dan Komite Saintifik memaparkan kesiapan International Conference on Finance, Banking, and Kinship (ICon-FiBank) 2026 yang akan digelar secara kolaboratif.

Kegiatan ini merupakan prakarsa IBK NITRO yang dirancang berjalan paralel dengan International Professional Resources Conference (IPRC) 2026. Selain pertemuan ilmiah, agenda besar ini juga mencakup International Collaborative Community Service yang akan dilaksanakan di Kabupaten Maros sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.

Komite Saintifik ICon-FiBank 2026, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini terletak pada kekuatan jejaring. “Kegiatan ini adalah kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan untuk menciptakan dampak akademik yang lebih luas,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada pers.

Ismail memaparkan bahwa jangkauan konferensi ini mencakup skala global. Ismail menyatakan bahwa para pembicara yang hadir melibatkan pakar mancanegara seperti dari Thailand, Turkiye, Malaysia, dan Jepang untuk memperkaya perspektif internasional.

Kehadiran para ahli dari lima negara tersebut diharapkan mampu membedah tantangan keuangan dan perbankan dari berbagai sudut pandang geopolitik.

Menjelang acara puncak, panitia telah melakukan serangkaian kegiatan pendahulu. Ismail mengungkapkan bahwa rangkaian webinar series telah terlaksana dalam dua sesi dan berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan panitia. Tren positif ini akan berlanjut pada agenda terdekat untuk merampungkan fase pemanasan diskusi.

“Besok kami akan memasuki sesi terakhir dari target tiga sesi webinar yang telah direncanakan sebagai pembuka menuju konferensi utama,” tambah Ismail mengenai jadwal kegiatan terdekat.

Tidak hanya berhenti pada diskusi di ruang sidang, ICon-FiBank 2026 juga memiliki misi sosial. Ismail menyebutkan bahwa integrasi konferensi dengan pengabdian masyarakat di Maros bertujuan agar hasil pemikiran akademis memiliki dampak nyata di masyarakat.

Hal ini selaras dengan semangat pengabdian lintas batas yang diusung oleh para kolaborator. Sebagai penutup, Ismail mengajak seluruh elemen untuk turut serta mengawal kesuksesan acara ini.

“Kami mengundang seluruh pihak untuk ikut menyukseskan agenda ini, karena ICon-FiBank bukan sekadar konferensi, melainkan jembatan inovasi bagi para peneliti dan praktisi,” pungkasnya.

 

IMG-20260417-WA0032

Gelar PBAK di Pasar Potoro, Rektor IAI Rawa Aopa Dorong Mahasiswa Baru Berperan di Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memulai kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026. Acara yang dipusatkan di kawasan Pasar Potoro ini dibuka langsung oleh Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, M.A., dengan dihadiri oleh jajaran civitas akademika serta tokoh masyarakat setempat, termasuk Lurah Potoro yang turut memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut, Jumat (17/4/2026).

Dalam sambutannya di hadapan mahasiswa baru, Dr. Basrin Melamba menekankan pentingnya membangun mentalitas pembelajar sejak dini. Beliau menyampaikan bahwa kecerdasan intelektual semata tidaklah cukup tanpa dibarengi dengan karakter yang kuat. Menurutnya, kunci keberhasilan dalam menempuh studi di perguruan tinggi terletak pada kedisiplinan dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi setiap dinamika akademik yang ada.

Rektor juga memotivasi para mahasiswa agar memanfaatkan waktu kuliah dengan sebaik-baiknya melalui sikap rajin dan tekun. Ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral. Pemilihan Pasar Potoro sebagai lokasi pembukaan pun memiliki filosofi tersendiri, yakni untuk mendekatkan institusi pendidikan dengan realitas sosial masyarakat sejak hari pertama mahasiswa menginjakkan kaki di dunia kampus.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangan strategis mengenai pelaksanaan kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari ini. Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa seluruh pembiayaan dan fasilitas pendukung PBAK telah dialokasikan secara transparan demi menjamin kenyamanan mahasiswa baru selama mengikuti proses pengenalan kampus.

Ia juga menyampaikan bahwa manajemen kampus tengah melakukan pembenahan infrastruktur digital untuk mendukung sistem administrasi yang lebih efisien bagi angkatan baru ini. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan staf kepegawaian dalam acara ini merupakan bentuk dedikasi institusi dalam memberikan pelayanan prima sejak tahap orientasi.

Selain penjelasan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai etos kerja dan pengelolaan sumber daya kampus. “Kami telah menyusun kerangka anggaran yang fleksibel namun akuntabel agar setiap agenda pengembangan mahasiswa dapat berjalan tanpa kendala teknis,” tegas Ismail saat ditemui di lokasi acara.

Ia juga menambahkan, “Kehadiran mahasiswa baru adalah investasi masa depan bagi daerah, sehingga kami di jajaran wakil rektor memastikan seluruh hak administratif mereka terpenuhi secara cepat dan tepat.”

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan komitmen manajerialnya dengan berujar, “PBAK ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi bagi kami untuk mengukur sejauh mana kesiapan sumber daya manusia internal dalam menyambut lonjakan jumlah mahasiswa tahun ini.”

Kegiatan PBAK 2026 ini diharapkan mampu menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai luhur IAI Rawa Aopa. Selama tiga hari ke depan, para peserta akan menerima berbagai materi terkait wawasan kebangsaan, kode etik mahasiswa, hingga strategi pembelajaran efektif yang akan dibawakan oleh para dosen dan praktisi pendidikan terkemuka.