ICLASH (ISW)

IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros Siap Laksanakan ICLASH 2026, Didukung 11 Institusi dari 9 Negara

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama IAI DDI Maros mengumumkan kesiapan mereka untuk menyelenggarakan konferensi internasional bergengsi bertajuk International Conference on Law, Accountability, Sustainability, and Halal (ICLASH) 2026. Perhelatan akademik ini mendapat dukungan penuh dari 11 institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset yang tersebar di 9 negara, mempertegas posisi kedua institusi dalam kancah intelektual global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan rekognisi internasional terhadap institusi di daerah. Beliau menekankan bahwa kehadiran mitra dari sembilan negara tersebut membuktikan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset kolaboratif. 

Ismail menambahkan bahwa agenda ini juga menjadi momentum bagi para dosen dan peneliti lokal untuk mendiseminasikan hasil pemikiran mereka di panggung dunia. Terkait persiapan teknis dan dukungan manajerial, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmen institusinya dalam memastikan kelancaran acara tersebut. 

“Kami telah mengalokasikan sumber daya, baik dari sisi anggaran maupun personel, guna menjamin standar pelaksanaan konferensi ini setara dengan pertemuan ilmiah internasional lainnya,” tegas Ismail saat ditemui di ruang kerjanya (Jumat, 8 Mei 2026). 

“Insya Allah kita rencanakan di Oktober mendatang, sebagai bentuk kolaborasi dan juga s=momentum alih status STAI DDI Maros menjadi IAI DDI Maros, dimana sejak pelaksanakan ICLASH kali pertama merupakan rekan strategis,” ungkap Ismail.

Beliau juga menambahkan, “Dukungan dari sebelas institusi lintas negara ini adalah modal sosial yang sangat berharga bagi pengembangan program pascasarjana dan peningkatan akreditasi kami ke depan.” Lebih lanjut, Ismail menyampaikan optimisme tinggi terhadap luaran konferensi ini dengan mengatakan, “ICLASH 2026 bukan sekadar seremoni akademik, melainkan jembatan bagi lahirnya inovasi kebijakan yang berbasis pada hukum dan kemanusiaan.”

Sinergi antara IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros dalam mengelola dukungan internasional ini diharapkan dapat menghasilkan konsorsium riset jangka panjang. Dengan melibatkan pakar dari berbagai latar belakang budaya dan yurisdiksi hukum, konferensi ini diprediksi akan menjadi salah satu forum diskusi paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2026.

Rawa Aopa (ISW)

Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Sampaikan Selamat Penerimaan KMA Alih Status IAI DDI Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Segenap civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang mendalam atas terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) mengenai alih status IAI DDI Maros. Momentum ini dipandang sebagai tonggak sejarah baru bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat jejaring akademik di tingkat regional (Jumat, 8 Mei 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi panjang seluruh elemen di IAI DDI Maros. Beliau menegaskan bahwa perubahan status ini akan membawa dampak signifikan pada perluasan akses pendidikan dan peningkatan kualitas riset di lingkungan institusi tersebut.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa keberhasilan IAI DDI Maros dalam meraih alih status menjadi sumber motivasi bagi perguruan tinggi lain di wilayah sekitarnya untuk terus melakukan pembenahan tata kelola. Menurutnya, transformasi institusi merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman dan memenuhi standar mutu pendidikan nasional yang semakin kompetitif.

Ismail Suardi Wekke juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga pasca-perubahan status ini. Ia meyakini bahwa dengan posisi yang baru, IAI DDI Maros akan semakin lincah dalam membangun kemitraan strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi inovasi pendidikan di Indonesia Timur secara berkelanjutan.

“Kami atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika IAI Rawa Aopa menyampaikan selamat yang setinggi-tingginya kepada IAI DDI Maros atas terbitnya KMA alih status ini yang menjadi bukti pengakuan atas kualitas tata kelola yang dijalankan selama ini.”

Lebih lanjut Ismail menyampaikan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan tanggung jawab baru untuk meningkatkan standar layanan akademik dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di masyarakat.” Dalam kesempatan yang sama Ismail mengemukakan “Besar harapan kami agar momentum ini membuka pintu kolaborasi yang lebih luas antara IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros dalam memajukan pendidikan tinggi Islam yang moderat dan inovatif.”

Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa pencapaian IAI DDI Maros dalam meraih status institut merupakan hasil dari komitmen kolektif seluruh elemen kampus dalam menjaga mutu pendidikan tinggi. Beliau menekankan bahwa dengan perubahan status tersebut, IAI DDI Maros diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi peningkatan daya saing lulusan di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa menyampaikan terima kasih selama ini atas keterbukaan IAI DDI Maros dalam menjalin sinergi lebih dalam di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat guna merespons dinamika sosial melalui perspektif akademik yang kuat.