Pimpinan IAI Rawa Aopa Menerima BPKP (ISW)

IAI Rawa Aopa Kembali Salurkan Beasiswa KIP Kuliah, Dukung Akses Pendidikan di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Kampus ini kembali dipercaya pemerintah pusat sebagai salah satu Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Program strategis ini menjadi angin segar bagi putra-putri daerah yang ingin melanjutkan studi namun terkendala biaya.

Kepercayaan yang diberikan kepada IAI Rawa Aopa tercermin dari jumlah kuota mahasiswa penerima manfaat dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 20 mahasiswa telah berhasil mendapatkan beasiswa penuh melalui skema ini. Sementara itu, untuk tahun akademik 2025, program ini terus berlanjut dengan menyasar 15 orang mahasiswa baru yang memenuhi kriteria seleksi nasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya program ini bagi keberlanjutan akademik mahasiswa. Menurutnya, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan finansial, melainkan jembatan untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Ia berharap seluruh penerima dapat memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya.

“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa proses seleksi dan penyaluran beasiswa KIP Kuliah ini tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangannya usai bertemu Bupati Konawe Selatan di rumah jabatan Bupati Konawe Selatan (Rabu, 21 Januari 2026). 

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran beasiswa ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah-tengah mahasiswa IAI Rawa Aopa. “Para mahasiswa harus membuktikan rasa syukur mereka dengan prestasi akademik yang membanggakan di setiap semester,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa kampus akan melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan studi para penerima beasiswa tersebut secara berkala. Ia menyatakan bahwa pihak rektorat ingin memastikan setiap dana yang dikeluarkan negara berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan. Pihak kampus juga disebutnya akan memberikan pembinaan khusus agar para mahasiswa penerima KIP Kuliah memiliki daya saing yang tinggi.

Selain aspek finansial, Ismail menekankan bahwa integritas mahasiswa menjadi poin utama dalam mempertahankan status sebagai penerima beasiswa KIP Kuliah. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kedisiplinan mahasiswa dalam menyelesaikan masa studi tepat waktu. “Jangan sampai kesempatan ini disia-siakan karena ada tanggung jawab moral dan akademik yang besar di pundak saudara sekalian,” pesan Ismail kepada para mahasiswa.

Pihak kampus berharap kuota beasiswa ini dapat terus meningkat pada masa yang akan datang seiring dengan peningkatan akreditasi dan fasilitas di IAI Rawa Aopa. Penambahan kuota ini dinilai penting mengingat tingginya minat lulusan sekolah menengah di wilayah sekitar untuk menempuh pendidikan tinggi. Dengan adanya KIP Kuliah, kendala ekonomi tidak lagi menjadi penghalang utama bagi generasi muda untuk meraih gelar sarjana.

Saat ini, IAI Rawa Aopa terus melakukan sosialisasi intensif ke berbagai sekolah menengah agar informasi mengenai KIP Kuliah dapat menjangkau pelosok desa. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi informasi yang merata bagi seluruh masyarakat. Dengan dukungan penuh dari kementerian terkait, IAI Rawa Aopa optimistis dapat mencetak lulusan yang religius, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Untuk memastikan akuntabilitas pengelolaan beasiswa, Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara telah melakukan evaluasi atas optimalisasi dana bantuan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi Swasta (Adiktis) pada Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Kabupaten Konawe Selatan (24 Juli 2025).  

Kegiatan evaluasi yang dilakukan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan dana bantuan pendidikan, sehingga dapat membantu dalam mengidentifikasi akar permasalahan serta hambatan dalam pelaksanaan program dan memberikan rekomendasi perbaikan kebijakan dan implementasi.

“Sehingga dengan adanya audit dari BPKP Sulawesi Tenggara menjadi kesempatan untuk mendapatkan pemeriksaan bagi kepatuhan terhadap proses akuntabilitas keuangan negara,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa.

Jepang (ISW)

Kuliah di Rawa Aopa, Dapat Memilih Program Magang di Jepang

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan program dalam meningkatkan kualitas lulusannya. Terbaru, kampus ini membuka kesempatan emas bagi seluruh mahasiswanya untuk mengikuti program magang internasional ke Jepang. 

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja global sekaligus memperkuat keterampilan teknis mahasiswa di berbagai sektor industri. Ismail Suardi Wekke menyampaikan program tersebut saat bertemu Bupati Konawe Selatan di rumah jabatan BupatI Konawe Selatan (Rabu, 21 Januari 2026)

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa langkah ini adalah wujud nyata internasionalisasi kampus. Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa kini tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga memiliki jembatan langsung menuju karier internasional. Kerjasama ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi di pasar kerja luar negeri.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa di IAI Rawa Aopa memiliki kesempatan yang sama untuk menembus pasar kerja global melalui program magang di Jepang ini,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam pernyataan ke media usai bertemu Bupati Konawe Selatan. 

Ismail menambahkan bahwa program ini bukan kunjungan singkat, melainkan proses belajar mendalam mengenai disiplin kerja dan teknologi di Negeri Sakura. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihak kampus telah menyiapkan skema pembiayaan dan pendampingan yang matang agar program ini berjalan lancar. 

Beliau menyebutkan bahwa dukungan keuangan dan perencanaan karier menjadi prioritas utama bagi manajemen kampus dalam mendukung talenta mahasiswa. Pihak rektorat berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan administratif dan teknis selama mahasiswa berada di luar negeri.

Ismail Suardi Wekke juga menegaskan bahwa standar kompetensi mahasiswa akan meningkat secara signifikan setelah mereka terpapar dengan etos kerja profesional di Jepang. Menurutnya, pengalaman internasional akan menjadi nilai tambah yang sangat besar dalam portofolio setiap mahasiswa.

“Program magang ini adalah instrumen penting bagi kami untuk memperpendek masa tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak,” tegasnya dengan optimis. 

Selain penguatan kompetensi, Ismail memaparkan bahwa program ini juga merupakan bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan IAI Rawa Aopa. Beliau menilai bahwa keberhasilan mahasiswa di kancah internasional akan membawa dampak positif bagi reputasi institusi di tingkat nasional. Transformasi ini menjadi bagian dari visi besar kampus untuk menjadi pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara.

Di sisi lain, beliau menekankan pentingnya penguasaan bahasa dan adaptasi budaya bagi para calon peserta magang sebelum diberangkatkan. “Harapan kami, mahasiswa tidak hanya membawa pulang ilmu teknis, tetapi juga membawa semangat inovasi yang bisa diterapkan untuk membangun daerah asal mereka nantinya,” kata Ismail menutup pernyataannya. Hal ini menunjukkan bahwa visi kampus juga berorientasi pada pembangunan daerah berbasis pengalaman global.

Pendaftaran mahasiswa baru sementara dibuka. Mahasiswa yang mendaftar untuk program ini, akan mendapatkan pembekalan intensif bahasa Jepang sebelum bertolak ke Jepang. Inisiatif ini menandai babak baru bagi IAI Rawa Aopa sebagai institusi pendidikan yang progresif dan berwawasan masa depan.

Beasiswa (ISW)

Beasiswa Bagi Mahasiswa IAI Rawa Aopa dari Pemerintah Kabupaten di Sulawesi Tenggara

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Tiga Pemerintah Kabupaten di Sulawesi Tenggara terus memperkuat komitmen dalam pembangunan sumber daya manusia. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah penyaluran beasiswa bagi mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa. Ketiga pemkab tersebut adalah Konawe Selatan, Konawe, dan Bombana.

“Kita sudah menandatangani MoU dan MoA dengan tiga pemerintah kabupaten tersebut. Sehingga, pencairan beasiswa berjalan lancar,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu Bupati Konawe Selatan di rumah jabatan bupati, Andoolo (Rabu, 21 Januari 2026).

Program ini diharapkan mampu meringankan beban biaya pendidikan bagi putra-putri daerah yang sedang menempuh studi. Langkah kolaboratif ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak kampus. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa dukungan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi adalah kunci kemajuan daerah.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas perhatian besar yang diberikan pemerintah kabupaten kepada para mahasiswa. Ia juga menjelaskan bahwa beasiswa tersebut akan sangat membantu keberlanjutan studi mahasiswa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu, Ismail menekankan bahwa bantuan ini merupakan motivasi bagi kampus untuk terus meningkatkan kualitas akademik.

“Beasiswa ini adalah oase bagi mahasiswa kami untuk terus berprestasi tanpa harus terkendala biaya pendidikan,” ujar Ismail saat ditemui di ruang kerjanya. Ia menambahkan bahwa kepercayaan pemerintah daerah harus dijawab dengan prestasi nyata oleh seluruh sivitas akademika. 

“Kami berkomitmen untuk mencetak lulusan yang siap membangun daerah setelah mereka menyelesaikan pendidikan di sini,” tegasnya dengan penuh optimisme.

Kehadiran program beasiswa ini juga dinilai tepat sasaran di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan indeks pembangunan manusia. Ismail Suardi Wekke menyebutkan bahwa alokasi anggaran pendidikan ini mencerminkan keberpihakkan pemerintah terhadap masa depan generasi muda. 

Pemerintah kabupaten dipandang telah menjalankan fungsinya dengan baik dalam memeratakan akses pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Ismail kembali menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam penyaluran bantuan tersebut. 

“Kami akan memastikan bahwa mahasiswa penerima beasiswa adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria dan memiliki semangat belajar tinggi,” kata Ismail. Hal ini penting agar manfaat dari anggaran daerah dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan.

Program ini tidak hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis pengembangan wilayah. Pihak IAI Rawa Aopa berharap kerja sama semacam ini dapat diperluas ke sektor-sektor penelitian dan pengabdian masyarakat. Ismail meyakini bahwa perguruan tinggi harus menjadi laboratorium pemikiran bagi kebijakan-kebijakan pemerintah di masa mendatang.

Penyaluran beasiswa ini kini telah diterima untuk tahun akademik 2025/2026. Mahasiswa diharapkan dapat melaporkan secara berkala kepada pemerintah kabupaten masing-masing agar proses pencairan untuk tahun akademik mendatang dapat berjalan sesuai jadwal yang ditentukan. Dengan adanya dukungan ini, harapan akan munculnya pemimpin masa depan dari pelosok Konawe Selatan kini semakin terbuka lebar.

BRIDA (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siap Menyukseskan Temu Inovasi Bisnis BRIDA Konsel

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung agenda daerah. Kampus hijau ini berkomitmen menyukseskan gelaran Temu Inovasi Bisnis yang diinisiasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe Selatan. Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung di dua titik lokasi, yakni Kecamatan Moramo dan Kecamatan Laeya pada pekan mendatang.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret akademisi (Kamis, 22 Januari 2026) di Kampus Andoolo usai menerima undangan untuk kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi jembatan penting antara hasil riset kampus dan kebutuhan dunia usaha di daerah. Ismail menyebutkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi akan memberikan bobot saintifik dalam setiap inovasi bisnis yang dipamerkan.

“Kami menyambut baik inisiatif BRIDA Konsel ini sebagai ruang hilirisasi riset,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di kampus. Ia menambahkan bahwa persiapan internal IAI Rawa Aopa telah dilakukan secara maksimal untuk menyongsong acara tersebut. “Rektor IAI Rawa Aopa sudah menugaskan SDM terbaik yang akan hadir di acara tersebut, baik di Moramo maupun Laeya,” tegasnya kembali dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan unit terkait untuk memetakan potensi inovasi yang relevan dengan karakteristik wilayah setempat. Ia menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku bisnis adalah kunci pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Menurutnya, IAI Rawa Aopa tidak ingin hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak dalam ekosistem inovasi di Konawe Selatan.

Ismail juga memberikan arahan khusus agar partisipasi kampus mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan bisnis di lapangan. “Visi kami adalah memastikan setiap ide inovatif memiliki nilai komersial dan manfaat sosial,” kata Ismail menekankan pentingnya output kegiatan tersebut. Ia berharap Temu Inovasi Bisnis ini menjadi titik balik bagi penguatan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Dalam tinjauan organisasinya, Ismail memaparkan bahwa dukungan anggaran dan sumber daya manusia telah dialokasikan secara proporsional untuk agenda ini. Ia menekankan pentingnya kehadiran kampus dalam setiap sendi pembangunan di Konawe Selatan melalui fungsi tridharma perguruan tinggi. Ismail meyakini bahwa pemilihan lokasi di Moramo dan Laeya sangat strategis untuk menjangkau potensi maritim dan pertanian yang melimpah.

Kegiatan pekan mendatang diprediksi akan menyedot perhatian banyak pihak, mulai dari investor hingga pengembang teknologi tepat guna. BRIDA Konsel sendiri menggandeng IAI Rawa Aopa guna memastikan setiap inovasi yang muncul telah melalui proses kurasi intelektual. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir kegagalan bisnis bagi para pelaku usaha pemula di daerah tersebut.

Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam Temu Inovasi Bisnis ini mempertegas posisi kampus sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Kolaborasi yang terjalin diharapkan terus berlanjut pada program-program pemberdayaan masyarakat lainnya. Dengan persiapan yang matang, ajang di Moramo dan Laeya ini optimis akan melahirkan terobosan ekonomi baru bagi masyarakat Konawe Selatan.

PALPASI (ISW)

Komunikasi Dengan Pemuda Peduli Pendidikan dan Demokrasi (Palpasi) Indonesia, Terkait dengan Pengembangan Kapasitas Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring guna meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa. Langkah terbaru yang diambil adalah menjalin komunikasi intensif dengan organisasi Pemuda Peduli Pendidikan dan Demokrasi (Palpasi) Indonesia (Andoolo, Kamis, 22 Januari 2026). Inisiasi ini bertujuan untuk membuka ruang kolaborasi bagi mahasiswa dalam bidang pengembangan kapasitas, khususnya pada sektor pendidikan dan penguatan nilai-nilai demokrasi di tanah air.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., mengungkapkan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi awal dengan Ketua Umum Palpasi Indonesia, Andi Muh. Riski. Dalam pembicaraan tersebut, Ismail menekankan pentingnya pelibatan mahasiswa dalam ekosistem organisasi pemuda yang progresif. Ia berharap mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat diberikan panggung yang lebih luas untuk mengeksplorasi potensi mereka melalui berbagai program kolaboratif yang dirancang oleh Palpasi Indonesia.

Selain menjabat sebagai Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke yang juga merupakan Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa ini menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi kampus yang inklusif dan dinamis. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan organisasi kepemudaan seperti Palpasi Indonesia akan memberikan dampak positif bagi pemahaman mahasiswa mengenai realitas sosial di lapangan. 

Ismail meyakini bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam isu pendidikan dan demokrasi akan membentuk karakter kepemimpinan yang kuat di masa depan. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan beberapa poin krusial secara langsung terkait urgensi kerjasama ini. 

“Kami memandang Palpasi Indonesia sebagai mitra strategis dalam mengakselerasi kompetensi mahasiswa agar mereka tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu-isu kewarganegaraan,” ujar Ismail saat dikonfirmasi mengenai program pengembangan mahasiswa. 

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya aksesibilitas bagi mahasiswa daerah dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen membuka jalan bagi mahasiswa untuk mendapatkan peluang emas dalam kolaborasi berskala nasional bersama Palpasi. Ia pun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sinergi ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak kader bangsa yang peduli pada kemajuan pendidikan dan stabilitas demokrasi.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya IAI Rawa Aopa dalam memperluas jangkauan kerja sama internasional dan nasional. Ismail menggarisbawahi bahwa mahasiswa perlu mendapatkan stimulasi yang tepat di luar ruang kelas agar mampu bersaing di era global. Dengan adanya komunikasi dengan Andi Muh. Riski, diharapkan program-program peningkatan kapasitas yang dimiliki Palpasi Indonesia dapat segera diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh sivitas akademika di Konawe Selatan.

Undangan (ISW)

Undangan Kegiatan Recharger & Upgrading Skill – Peningkatan Kapasitas 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Memasuki dinamika kerja tahun 2026 yang semakin kompleks, perusahaan menyadari bahwa sumber daya manusia adalah aset paling berharga yang memerlukan perhatian khusus. Kegiatan Recharger & Upgrading Skill ini dirancang sebagai momentum kolektif untuk menyegarkan kembali semangat kerja sekaligus meningkatkan standar kompetensi profesional seluruh anggota tim. Melalui tema “Peningkatan Kapasitas”, kita akan menyelaraskan visi pribadi dengan target besar organisasi demi mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Kegiatan difokuskan pada aspek Recharger, di mana peserta diajak untuk melepaskan penat sejenak dari rutinitas harian melalui berbagai aktivitas reflektif dan motivasional. Tahapan ini bertujuan untuk memulihkan energi mental, memperkuat ketahanan emosional, serta membangun kembali kohesi antarkaryawan. Dengan semangat yang telah terisi penuh, diharapkan setiap individu dapat kembali bekerja dengan perspektif yang lebih positif, kreatif, dan penuh antusiasme.

Memasuki inti acara, agenda Upgrading Skill akan menghadirkan serangkaian lokakarya intensif yang relevan dengan tren industri terkini. Fokus utama pengembangan kali ini mencakup penguasaan teknologi mutakhir, strategi komunikasi persuasif, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar. Peserta tidak hanya akan menerima teori, tetapi juga terlibat langsung dalam simulasi kasus nyata yang akan mengasah ketajaman analisis dan kecepatan dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Selain peningkatan kompetensi teknis, kegiatan ini juga menekankan pada pentingnya kolaborasi lintas departemen untuk meruntuhkan silo-silo organisasi. Melalui permainan tim dan diskusi panel, setiap peserta didorong untuk memahami peran rekan kerja lainnya sehingga tercipta sinergi yang lebih harmonis. Peningkatan kapasitas secara kolektif ini merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem kerja yang lincah dan mampu merespons tantangan global dengan lebih efektif.

Sebagai penutup, seluruh peserta akan bersama-sama merumuskan komitmen baru dan rencana aksi berupa Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2026 yang akan diimplementasikan sekembalinya ke unit kerja masing-masing. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan investasi strategis untuk memastikan setiap individu memiliki bekal yang cukup dalam menghadapi tahun 2026. Dengan kapasitas yang meningkat dan energi yang terbarukan, kita optimis dapat melampaui target yang telah ditetapkan dan membawa organisasi menuju level kesuksesan yang baru.

Silaturahmi dengan Kemenag (ISW)

Silaturahmi Yayasan dan Pimpinan IAI Rawa Aopa dengan Kemenag Kab Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –

Jajaran pengurus Yayasan (Ketua Dewan Pembina, Al Asri) dan unsur pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa (Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor) melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe Selatan. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat sinergi sektor pendidikan keagamaan. 

Kehadiran rombongan kampus disambut hangat oleh jajaran pejabat Kemenag setempat dalam suasana penuh kekeluargaan. Diterima langsung Kepala Kementerian Agama RI, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kepala Seksi Pendidikan Islam, Hidayat, S.Ag., M.Pd.

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua lembaga dalam menyelaraskan program-program pengembangan sumber daya manusia. IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus menjadi mitra garda terdepan bagi Kemenag dalam mencetak generasi unggul. Pihak yayasan menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas literasi keagamaan di wilayah Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangannya dalam kesempatan tersebut. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran kampus di tengah masyarakat harus mampu memberikan solusi nyata terhadap tantangan zaman. Ismail juga menjelaskan bahwa manajemen kampus sedang melakukan akselerasi besar-besaran untuk memperbaiki tata kelola keuangan dan kepegawaian demi menunjang kualitas akademik.

Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya standar mutu pelayanan yang tinggi bagi seluruh civitas akademika di IAI Rawa Aopa. Menurutnya, setiap langkah perencanaan yang diambil institusi saat ini selalu berorientasi pada kemajuan jangka panjang bagi para mahasiswa. Ia berharap kerja sama dengan Kemenag ini dapat membuka akses beasiswa dan fasilitas pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri daerah.

“Kami datang ke sini dengan niat silaturahmi untuk merajut kerja sama yang lebih erat demi kemajuan pendidikan Islam di daerah kita,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pernyataan resminya usai pertemuan tersebut. Dirinya yakin bahwa hubungan harmonis antara perguruan tinggi dan pemerintah akan membawa perubahan positif bagi masyarakat luas. Semangat kolaboratif ini menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan yang diambil oleh jajaran rektorat IAI Rawa Aopa.

Ismail kembali menegaskan posisi kampus dalam ekosistem pendidikan melalui pernyataan langsungnya di hadapan para pejabat Kemenag. “IAI Rawa Aopa siap menjadi laboratorium pemikiran dan pengembangan dakwah yang modern di Konawe Selatan,” tegasnya. 

Beliau menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan inovasi di bidang kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Dalam sesi diskusi yang lebih mendalam, Ismail kembali memberikan penekanan terkait transparansi dan akuntabilitas lembaga. 

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dan setiap pegawai di kampus kami bekerja maksimal untuk melayani umat,” tuturnya dengan penuh keyakinan. Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa IAI Rawa Aopa sedang bertransformasi menjadi institusi yang profesional dan terpercaya.

Pihak Kemenag Kabupaten Konawe Selatan menyambut positif seluruh rencana strategis dan komitmen yang disampaikan oleh pimpinan IAI Rawa Aopa. Pertemuan ini diakhiri dengan respon untuk mengajukan permohonan rekomendasi sebagai tindak lanjut untuk kerja sama konkret di masa mendatang. 

Sinergi ini diharapkan dapat memperkokoh fondasi pendidikan Islam dan kerukunan umat beragama di wilayah Sulawesi Tenggara. “Kita juga akan turut berpatisipasi dalam memperkuat program Madrasah Riset di Kementerian Agama secara umum,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga Distingished Professor di North Bangkok University (Thailand)

Wisuda 2026 (ISW)

Undangan Wisuda Tahun 2026, Direncanakan Tanggal 16 Mei 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan akan menyelenggarakan prosesi Wisuda Sarjana. Acara ini merupakan momentum kesyukuran bagi para lulusan yang telah menyelesaikan studi. Seluruh civitas akademika turut bersukacita merayakan keberhasilan akademik mahasiswa. Direncanakan, Sabtu 16 Mei 2026 di Kendari.

Momen wisuda tahun ini terasa sangat istimewa bagi institusi. Kegiatan ini dirangkaikan dengan perayaan Dies Natalis ke-10 (X) IAI Rawa Aopa. Satu dekade perjalanan kampus menjadi bukti dedikasi dan partisipasi dalam dunia pendidikan.

Dies Natalis X tahun 2026 mengusung semangat kesyukuran yang mendalam. Kampus telah melewati berbagai dinamika pertumbuhan selama sepuluh tahun terakhir. Pencapaian ini dirayakan sebagai bentuk syukur atas dukungan untuk keberlanjutan visi pendidikan di Indonesia melalui Kabupaten Konawe Selatan.

Maklumat ini menjadi informasi awal bagi calon wisudawan dan tamu kehormatan. Kehadiran para tokoh masyarakat dan mitra strategis sangat diharapkan. Acara ini menjadi ajang silaturahmi akbar bagi seluruh keluarga besar kampus.

Panitia telah menyiapkan rangkaian acara dengan penuh khidmat dan kebanggaan. Harapannya, lulusan dapat berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Selamat atas wisuda dan selamat hari jadi yang X untuk IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pertemuan dengan BRIDA (ISW)

Silaturahmi ke BRIDA Konsel, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sampaikan Kesiapan Berkolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Konawe Selatan. Pertemuan ini berlangsung di gedung perkantoran Andoolo dengan agenda utama memperkuat sinergi antara dunia akademisi dan pemerintah daerah (Rabu, 21 Januari 2026). Kedatangan Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diterima Kepala BRIDA Konawe Selatan, Drs. I Putu Darta, MT.

Suasana hangat menyelimuti pertemuan yang membahas berbagai peluang kerja sama strategis untuk kemajuan daerah. IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mitra penelitian bagi pemerintah. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak konkret bagi pembangunan berbasis data dan riset di wilayah Konawe Selatan.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, dalam pertemuan tersebut memberikan pernyataan kesediaan untuk berkolaborasi. Ismail yang juga Direktur Pascasarjana, menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung inovasi di daerah. Ia melihat BRIDA sebagai mitra strategis dalam mengimplementasikan hasil-hasil riset para akademisi dan mahasiswa.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk menyelaraskan kurikulum dan riset kampus dengan kebutuhan pembangunan di Konawe Selatan,” ujar Ismail di hadapan Kepala BRIDA. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan menjadi jalan bagi kampus untuk berkontribusi lebih nyata. 

“Kami siap menerjunkan dosen dan mahasiswa yang dapat berfungsi sebagai peneliti untuk belajar bersama BRIDA dalam merumuskan kebijakan yang berbasis pada data ilmiah,” tegasnya. 

Terakhir, ia menyatakan bahwa sinergi ini merupakan langkah awal dari transformasi IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang responsif terhadap isu-isu lokal.

Selain itu, Ismail juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan mahasiswa pascasarjana dalam program-program inovasi daerah. Ia menyebutkan bahwa mahasiswa pascasarjana memiliki potensi besar untuk melakukan pemetaan masalah sosial dan ekonomi di Konawe Selatan. Menurutnya, hasil studi tersebut nantinya dapat menjadi rujukan penting bagi BRIDA dalam menyusun rekomendasi kebijakan bagi Bupati.

Ismail turut menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dapat bersama-sama BRIDA menyiapkan peta jalan riset yang relevan dengan visi pembangunan daerah dan didukung dengan keberadaan habitat pendidikan, diantaranya melalui perguruan tinggi. Ia berpendapat bahwa integrasi antara keahlian akademis dan kewenangan pemerintah daerah akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. 

Lebih lanjut, ia meyakini bahwa keberadaan BRIDA dalam memberi pendampingan untuk aktivitas kampus akan menciptakan ekosistem inovasi yang sehat di Andoolo. “BRIDA Konsel dapat menjadi mitra strategis bagi keberadaan lembaga penelitian, dan pengabdian masyarakat di kampus kami,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University. 

Kepala BRIDA Konawe Selatan, I Putu Darta, menerima kedatangan pimpinan IAI Rawa Rawa Aopa Konawe Selatan dengan penuh keterbukaan. Ismail menyampaikan bahwa Kepala BRIDA, memberikan eksplorasi dan juga kesediaan untuk bekerja bersama. 

Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk merumuskan nota kesepahaman yang lebih teknis dalam waktu dekat. Silaturahmi ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk segera menindaklanjuti poin-poin diskusi dalam program kerja nyata. 

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan BRIDA Konawe Selatan dapat melanjutkan dengan pertemuan berikutnya dengan salah satu agenda terkait inovasi daerah. Langkah ini diproyeksikan akan membawa wajah baru bagi pembangunan Konawe Selatan yang lebih modern dan terukur.

Apresiasi dari Busan (ISW)

Unggah Ucapan Pelantikan Rektor Media Sosial, Pimpinan IAI Rawa Aopa Apresiasi Guru Besar Busan University Korea Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –

Pelantikan Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa periode 2026-2030 mendapatkan atensi luas dari dunia internasional. Hal ini terlihat dari deretan ucapan selamat yang membanjiri berbagai kanal media sosial kampus. Salah satu yang memberi perhatian adalah ungkapan apresiasi dari Guru Besar Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan, Prof. Dr. H. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si..

Unggahan ucapan tersebut segera mendapatkan respons positif dari jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Pimpinan kampus menilai dukungan dari kampus internasional ini menjadi energi baru bagi pengembangan institusi di masa depan. Kolaborasi lintas negara kini menjadi fokus utama dalam membangun reputasi akademik yang lebih kompetitif.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memberikan apresiasi mendalam atas kiriman ucapan tersebut. “Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Guru Besar dari Busan University of Foreign Studies melalui media sosial,” ujar Ismail saat memberikan pernyataan kepada media usai silaturahmi dengan Bupati Konawe Selatan di Andoolo (Rabu, 21 Januari 2026). Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa eksistensi IAI Rawa Aopa dapat dikenali oleh perguruan tinggi di tingkat global.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa apresiasi dari mancanegara tersebut menunjukkan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang dalam membangun jejaring intelektual. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran dukungan digital ini menjadi bukti nyata kekuatan konektivitas akademik antara Indonesia dan Korea Selatan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengakuan dari profesor di Busan University of Foreign Studies tersebut akan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai jembatan diplomasi kampus. “Unggahan ini bukan sekadar seremoni digital, melainkan bentuk pengakuan tulus terhadap proses transisi kepemimpinan di kampus kami,” tegas Ismail dengan nada optimis. Ia memandang fenomena ini sebagai langkah awal yang baik untuk memperkuat hubungan bilateral dalam bidang riset dan pengajaran.

Terkait dengan rencana pengembangan kampus kedepan, Ismail memaparkan bahwa pihak rektorat akan menindaklanjuti dukungan ini dengan komunikasi yang lebih intensif. Ia menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk membuka pintu kerja sama yang lebih luas, terutama dalam program pertukaran dosen dan mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi rektor yang baru dilantik untuk membawa kampus menuju standar internasional.

Ismail Suardi Wekke juga menambahkan komitmennya untuk mendukung penuh fasilitas penunjang akademik yang memadai. “Melalui perencanaan yang matang, kami akan memastikan bahwa kolaborasi internasional seperti ini dapat terakomodasi dalam program kerja tahunan,” pungkasnya. 

Ia berharap momentum pelantikan ini menjadi kesempatan meneruskan posisi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi pusat unggulan studi Islam di tingkat global. “Kita sudah ada kerjasama, dan kita pertahankan. Senyampang itu, terus menggalang dukungan perguruan tinggi lainnya,” imbuh Ismail Suardi Wekke yang baru saj amendapatkan pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Sebagaimana diketahui, Pelaksanaan rangkaian pelantikan yang berlangsung pelan lalu ditandai dengan semangat optimisme dari seluruh staf dan pimpinan. Kehadiran tokoh-tokoh penting di kolom komentar media sosial kampus memberikan warna tersendiri bagi kemeriahan acara. IAI Rawa Aopa kini bersiap melangkah lebih jauh di bawah kepemimpinan baru dengan dukungan moral yang kuat dari mitra domestik maupun internasional.