Anti Korupsi (ISW)

IAI Rawa Aopa Rintis Integrasi Pembelajaran Anti Korupsi, Didukung oleh Pegiat Anti Korupsi Melalui IMprove Foundation

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Setelah pelaksanaan kegiatan pengembangan kapasitas kelembagaan dan juga penguatan kapasitas dosen, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memulai langkah dalam memperkuat integritas akademik melalui rintisan integrasi pembelajaran anti korupsi. Program inovatif ini mendapat dukungan penuh dari para pegiat anti korupsi yang tergabung dalam IMprove Foundation, sebagai upaya nyata menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih dan transparan di Sulawesi Tenggara.

Diskusi antara pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan IMprove Foundation telah dilaksanakan dalam satu kesempatan FGD, dan juga satu kali dalam partisipasi IMprove Foundation pada seminar internasional. Ahad malam, dilaksanakan kembali FGD (daring) untuk mematangkan persiapan kegiatan (Andoolo, 25 Januari 2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons institusi terhadap pentingnya penanaman nilai-nilai kejujuran sejak dini di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kolaborasi ini, kurikulum pembelajaran di IAI Rawa Aopa akan diperkaya dengan muatan edukasi anti korupsi yang disusun bersama para pakar dan praktisi dari IMprove Foundation.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini sebagai bagian program untuk penyiapan rencana reakreditasi. Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa integrasi ini merupakan komitmen institusi untuk memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memegang teguh integritas moral yang tinggi. 

Beliau juga menambahkan bahwa kerja sama dengan IMprove Foundation akan memberikan dimensi praktis bagi mahasiswa dalam memahami risiko dan dampak destruktif korupsi bagi pembangunan bangsa. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguatan tata kelola keuangan dan kepegawaian di internal kampus juga menjadi prioritas utama seiring dengan peluncuran program pembelajaran ini.

Komitmen tersebut dipertegas oleh Ismail Suardi Wekke melalui pernyataan langsungnya di sela-sela diskusi program. “Kami ingin menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai bagian dalam melahirkan generasi yang memiliki imunitas kuat terhadap perilaku koruptif di Sulawesi Tenggara,” tegas Ismail. 

Ia juga menambahkan mengenai teknis pelaksanaan program tersebut dengan menyatakan bahwa pembelajaran ini tidak akan berdiri sebagai mata kuliah tunggal yang kaku, melainkan diintegrasikan ke dalam berbagai rumpun ilmu agar nilai-nilai kejujuran menjadi ruh dalam setiap nafas pendidikan. 

Menutup keterangannya, Ismail menekankan pentingnya sinergi eksternal dengan mengatakan bahwa kehadiran IMprove Foundation sangat vital untuk menjaga standar objektivitas dan kualitas materi anti korupsi yang disampaikan kepada para mahasiswa.

Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi perguruan tinggi lain di wilayah tersebut untuk mengadopsi langkah serupa. Dengan adanya dukungan dari pegiat anti korupsi, IAI Rawa Aopa optimis dapat menciptakan lingkungan kampus yang akuntabel serta menghasilkan kader bangsa yang berintegritas tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat.

Kick Off Meeting (ISW)

Kick Off Meeting dan FGD untuk Pelaksanaan International Conference of NITRO, bersama IBK NITRO yang Direncanakan April

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO Makassar bersama mitra, diantaranya Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memulai rangkaian persiapan konferensi internasional melalui agenda Kick Off Meeting dan Focus Group Discussion (FGD). Pertemuan yang berlangsung daring ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan institut, para dekan, serta panitia pelaksana guna mematangkan teknis pelaksanaan International Conference of NITRO yang dijadwalkan akan berlangsung pada April mendatang (Senin, 26 Januari 2026).

Dalam kesempatan tersebut, selaku moderator Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, yang juga didapuk sebagai Co-Chair International Conference (ICON) 2026. Kehadirannya mempertegas rintisan sinergi antarperguruan tinggi dalam skala global. “Ini kesempatan bagi IAI Rawa Aopa dalam kaitan mempersiapan prodi Ekonomi Syariah yang dalam proses menunggu SK dari Kementerian Agama RI,” papar Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Ismail Suardi Wekke memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah besar bagi kedua institusi. “Kami menyampaikan apresiasi dan sangat menghargai kesediaan IBK NITRO untuk menjadikan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra utama dalam penyelenggaraan konferensi internasional ini,” ujar Ismail Suardi Wekke usai diskusi. 

Menurutnya, kolaborasi lintas institusi seperti ini akan memperkuat posisi akademik kedua kampus di tingkat internasional. Selain itu, Ismail menekankan pentingnya persiapan yang matang agar luaran dari konferensi ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan. 

Ia menegaskan bahwa forum internasional ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan jembatan untuk inovasi yang berkelanjutan. “Melalui Kick Off Meeting ini, kita sedang meletakkan fondasi kuat untuk sebuah forum yang akan mempertemukan berbagai pemikiran brilian dari berbagai negara pada April nanti,” tambahnya dengan optimis.

Ismail juga menyoroti relevansi tema yang diangkat oleh NITRO dengan kebutuhan industri dan akademik saat ini. Ia menilai bahwa sinergi ini akan membuka peluang riset yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa. “Sinergi ini harus menjadi energi baru bagi kita untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan memperluas jaringan riset di kancah global,” tegas Ismail yang dua pekan lalu mendapatkan pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Lebih lanjut, dalam pemaparannya, Ismail menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi komitmen IAI Rawa Aopa untuk terus aktif dalam kegiatan akademik internasional meskipun berada di wilayah kabupaten. Ia menjelaskan pula bahwa keterlibatan pihaknya sebagai mitra strategis akan membawa perspektif baru dalam pengelolaan konferensi tersebut. 

Terakhir, ia menuturkan bahwa agenda FGD ini sangat krusial untuk memetakan tantangan teknis serta memastikan seluruh pimpinan dan panitia memiliki visi yang selaras menuju pelaksanaan di bulan April. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan komitmen bersama antara pihak IBK NITRO dan panitia pelaksana untuk segera menindaklanjuti poin-poin teknis hasil FGD.

Gontor (ISW)

Berkunjung ke Pesantren Gontor Kampus 6 Pudahoa, Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Identifikasi Potensi Kolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Upaya memperkuat jejaring pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia terus dipacu oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Terbaru, jajaran pimpinan kampus melakukan kunjungan strategis ke Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus 6 yang berlokasi di Pudahoa, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, guna mengidentifikasi berbagai peluang kolaborasi akademik dan pemberdayaan masyarakat (Ahad, 25 Januari 2026).

Kunjungan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan visi dalam mencetak generasi unggul di Sulawesi Tenggara. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, dibahas berbagai potensi kerja sama mulai dari penguatan ekosistem keilmuan hingga pengembangan talenta muda Indonesia yang memiliki daya saing global namun tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam membangun daya dukung ekosistem intelektual di daerah. Ia menyatakan secara langsung bahwa kehadiran Gontor di Konawe Selatan adalah aset berharga yang harus disinergikan dengan perguruan tinggi untuk menciptakan akselerasi kualitas pendidikan. 

“Kami melihat peluang untuk melakukan integrasi program, terutama dalam hal pengembangan bahasa dan kedisiplinan yang menjadi ciri khas Gontor, untuk kemudian diadaptasi dalam penguatan kapasitas mahasiswa kami,” ujar Ismail Suardi Wekke. 

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sinergi ini akan difokuskan pada pembentukan talenta muda Indonesia melalui pola inkubasi yang lebih modern namun tetap berbasis pada nilai-nilai keislaman yang moderat. Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan institusi pendidikan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat lokal. 

Ia memaparkan bahwa pimpinan IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk menjadikan kolaborasi ini sebagai jembatan bagi program pengabdian masyarakat yang lebih terukur dan berdampak luas. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya terbatas pada level administratif, melainkan harus menyentuh aspek fundamental dalam riset kolaboratif yang mampu menjawab tantangan zaman di era digital.

Ismail juga menyampaikan bahwa pihak kampus saat ini sedang mengidentifikasi kerangka kerja sama yang akan mencakup. Ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa ingin memastikan untuk mendapatkan dukungan Gontor, terutama dalam meningkatkan akreditasi dan reputasi akademik di tingkat nasional melalui jaringan Gontor. 

Penekanan pada ekosistem keilmuan ini diharapkan mampu menjadikan Konawe Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan intelektual di Indonesia Timur. “Terima kasih kepada wakil pengasuh Gontor Pudahoa telah menerima silaturahmi kami. Sekalipun ini adalah yang pertama, insya Allah kita akan teruskan dengan pelbagai platfrom kerjasama terutama dukungan dari Gontor untuk IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga alumni Pesantren IMMIM.

FGD Anti Korupsi (ISW)

Mengawali Pembelajaran Anti Korupsi di Perguruan Tinggi, IAI Rawa Aopa Laksanakan FGD Bersama Pegiat Anti Korupsi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi mengawali langkah strategis dalam penguatan integritas akademik dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Integrasi Pembelajaran Anti Korupsi di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom ini menghadirkan sejumlah pegiat anti korupsi untuk merumuskan kurikulum dan metode internalisasi nilai-nilai integritas bagi civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (Ahad, 25 Januari 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kampus dalam mencetak generasi masa depan yang bersih. Beliau menyampaikan bahwa pendidikan anti korupsi bukan sekadar materi tambahan, melainkan pondasi utama dalam membangun karakter mahasiswa di lingkungan IAI Rawa Aopa.

Dalam sesi diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai urgensi integrasi nilai tersebut ke dalam sistem pendidikan tinggi. “Kita harus menyadari bahwa kampus adalah laboratorium peradaban, sehingga penyemaian nilai anti korupsi harus dimulai dari sini secara sistematis dan berkelanjutan,” ujar Ismail Suardi Wekke. 

Beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan pegiat anti korupsi dalam diskusi ini sangat krusial untuk memberikan perspektif praktis bagi akademisi. “Kolaborasi dengan para pegiat di lapangan akan memperkaya khazanah pemahaman mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya paham teori tetapi juga memiliki imunitas terhadap perilaku koruptif,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya komitmen kelembagaan dalam mendukung program ini. Beliau menyatakan, “IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadikan transparansi dan akuntabilitas sebagai urat nadi dalam setiap aktivitas perencanaan dan keuangan di lingkup internal kami.” 

Melalui langkah ini, pihak rektorat berharap IAI Rawa Aopa dapat menjadi bagian dalam gerakan moral di Sulawesi Tenggara, khususnya di wilayah Konawe Selatan. “Kita juga tidak dalam kaitan memenuhi kriteria akreditasi saja, tetapi menjadikan anti korupsi sebagai bagian gerakan bersama,” lanjut Ismail Suardi Wekke.

Ismail Suardi Wekke juga menguraikan bahwa hasil dari FGD ini nantinya akan ditindaklanjuti dengan penyusunan modul pembelajaran yang adaptif terhadap dinamika sosial saat ini. Beliau menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya universitas untuk memastikan bahwa setiap lulusan memiliki integritas yang teruji sebelum terjun ke masyarakat. 

Selain itu, Ismail menyampaikan harapannya agar sinergi antara perguruan tinggi dan pegiat anti korupsi tidak berhenti pada kegiatan seremoni saja, melainkan berlanjut dalam pengawasan dan edukasi publik yang lebih luas. Pertemuan ini menandai babak baru bagi IAI Rawa Aopa dalam memperkuat tata kelola kampus yang bersih. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, institusi ini optimistis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga bermartabat secara moral.

Padang Lawas (ISW)

Implementasi MoU dan MoA dengan STIT Padang Lawas Gunung Tua Sumatera Utara, IAI Rawa Aopa Laksanakan Seminar Nasional Kolaboratif

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan jejaring akademik di tingkat nasional. Langkah konkret ini diwujudkan melalui implementasi kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Padang Lawas Gunung Tua, Sumatera Utara. Kedua lembaga sepakat menggelar Seminar Nasional Kolaboratif sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang telah disepakati sebelumnya (Sabtu, 24 Januari 2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kedua institusi dalam meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi. Seminar tersebut menghadirkan berbagai narasumber kompeten untuk membahas tantangan pendidikan Islam di era transformasi digital. Sinergi antara perguruan tinggi dari Sulawesi Tenggara dan Sumatera Utara ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru dalam pengembangan kurikulum.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa pertemuan akademik lintas pulau adalah kunci kemajuan institusi. 

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang untuk membangun kekuatan intelektual bersama,” ujar Ismail Suardi Wekke yang turut menjadi salah satu pembicara dalam seminar nasional tersebut.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa fokus utama dari kerja sama ini adalah akselerasi kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, dosen dan mahasiswa harus memiliki wawasan yang luas melampaui batas daerah masing-masing. Ia menyebutkan bahwa seminar nasional ini menjadi wadah pertukaran ide yang segar bagi para akademisi dari kedua kampus yang terlibat.

Pihak rektorat IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk memastikan setiap butir kesepahaman tidak berhenti di atas kertas saja. Ismail menekankan pentingnya keberlanjutan program pasca-seminar agar dampak positifnya terasa bagi masyarakat luas. 

“Kami ingin memastikan bahwa setiap MoA yang ditandatangani segera dikonversi menjadi aksi nyata yang produktif bagi sivitas akademika,” tegas lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail menguraikan bahwa penguatan tata kelola kelembagaan menjadi salah satu prioritas dalam kemitraan ini. Ia berharap adanya transfer pengetahuan mengenai manajemen perguruan tinggi antara IAI Rawa Aopa dan STIT Padang Lawas. Upaya ini dipandang strategis untuk mendorong percepatan akreditasi program studi menuju predikat unggul di masa mendatang.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan pesan optimistis mengenai masa depan pendidikan Islam di Indonesia melalui kolaborasi yang inklusif. Ia berpendapat bahwa kemandirian kampus dapat dicapai dengan cara saling mendukung antarlembaga pendidikan. “Sinergi ini adalah langkah awal dari rangkaian panjang riset bersama dan publikasi ilmiah yang akan kita garap di tahun ini,” tambahnya dengan penuh semangat.

Seminar nasional ini ditutup dengan penyusunan rencana aksi bersama untuk program pertukaran dosen tamu dan penelitian kolaboratif. Keberhasilan acara ini menandai babak baru bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas pengaruh akademisnya hingga ke wilayah Sumatera. Kerja sama ini diharapkan menjadi role model bagi institusi lain dalam membangun konektivitas pendidikan di tingkat nasional.

Boepinang (ISW)

Implementasi MoU Dengan Pemkab Bombana, Pimpinan dan Dosen IAI Rawa Aopa Laksanakan Pendampingan Mahasiswa di Boepinang

Rawaaopakonsel.ac.id, Boepinang – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan merealisasikan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bombana. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan pendampingan mahasiswa yang dilaksanakan oleh jajaran pimpinan dan dosen di Boepinang, Kabupaten Bombana (Sabtu, 24 Januari 2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua belah pihak sebelumnya dalam kaitan memberi bantuan pembiayaan untuk mahasiswa asal Bombana. “Namun, bukan soal biaya saja, kita juga memastikan mahasiswa selesai tepat waktu,” kata Ismail Suardi Wekke.

Kehadiran pimpinan dan IAI Rawa Aopa di wilayah tersebut bertujuan untuk memastikan kegiatan mahasiswa terkait dengan program pengabdian masyarakat berjalan optimal. Dosen pendamping lapangan memberikan arahan langsung kepada mahasiswa agar program yang dijalankan relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bombana.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut hadir memantau langsung proses pendampingan tersebut. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar soal biaya kuliah. Menurutnya, aksi nyata di lapangan adalah kunci dari keberhasilan sebuah kemitraan institusi pendidikan dengan pemerintah daerah.

“Kehadiran kami di Boepinang merupakan bukti komitmen kampus dalam mengawal setiap butir kesepakatan dengan Pemkab Bombana agar berdaya guna,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui di sela kegiatan. 

Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan dosen secara aktif diharapkan mampu mentransfer pengetahuan praktis kepada mahasiswa dan warga sekitar. Ia juga menekankan bahwa melalui pendampingan ini, mahasiswa dapat belajar memecahkan masalah sosial secara lebih sistematis dan terukur.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa pihaknya ingin memastikan seluruh sumber daya kampus dikerahkan untuk mendukung program prioritas daerah di wilayah Bombana. Beliau juga mengungkapkan harapannya agar sinergi ini melahirkan inovasi baru yang muncul dari hasil interaksi antara akademisi dan realitas sosial di lapangan. 

Selain itu, Ismail menambahkan bahwa penguatan kapasitas mahasiswa di Boepinang akan menjadi pilot project bagi implementasi MoU di wilayah-wilayah lainnya. Sekolah setempat menyambut baik kehadiran tim dari IAI Rawa Aopa yang turun langsung ke masyarakat. 

Kolaborasi ini dinilai strategis dalam ikhtiar mempercepat pembangunan di sektor pendidikan dan sosial keagamaan. Mahasiswa yang sedang bertugas merasa terbantu dengan adanya arahan teknis dari para pimpinan dan dosen yang hadir.

Kegiatan pendampingan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemberdayaan ekonomi umat hingga penguatan literasi pendidikan. Dosen yang terlibat tidak hanya memantau, tetapi juga ikut serta dalam diskusi-diskusi bersama tokoh masyarakat setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program yang dijalankan memiliki keberlanjutan jangka panjang bagi warga Boepinang.

Implementasi MoU ini diharapkan terus berkembang ke berbagai sektor pembangunan lainnya di masa depan. IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mencetak generasi unggul. Penutupan kegiatan pendampingan hari ini menandai babak baru kolaborasi aktif antara dunia akademik dan birokrasi di Sulawesi Tenggara.

 

RKT 2026 (ISW)

Usai Kegiatan Pengembangan Kapasitas, Dosen dan Unsur Pimpinan Diskusikan RKT 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Setelah pelaksanaan kegiatan Pengembangan Kapasitas, peserta bersama-sama unsur pimpinan mengadakan sesi diskusi informal. Mereka bersama-sama diskusi terkait dengan Rencana Kerja Tahunan 2026.

“Ini sebagai upaya awal untuk proyeksi kegiatan yang menjadi kebutuhan 2026,” ujar Ismail usai penutupan kegiatan di aula kampus Andoolo (23 Januari 2026).

Dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas, tantangan akreditasi menjadi materi utama. Baik akreditasi institusi, maupun akreditasi program studi.

Flyer Kegiatan (ISW)

Kegiatan Pengembangan Kapasitas Pimpinan dan Dosen IAI Rawa Aopa Menyamakan Perspesi untuk Penyusunan RKT 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kegiatan Pengembangan Kapasitas yang dilaksanakan yayasan pendidikan Al Asri bertempat di Aula Kampus Andoolo, sukses terselenggara (Jumat, 23 Januari 2026). Kegiatan yang dibuka oleh Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menghadirkan panel pembicara.

Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A., dalam sambutan pembukaan menyampaikan amanah untuk kesatuan gerak dalam mutu tri dharma.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyamakan persepsi pimpinan dan dosen dalam menghadapi rencana kerja tahunan, 2026,” ujar rektor.

Kegiatan tersebut juga diteruskan dengan pembekalan dari Prof. La Ino (Universitas Halu Oleo), salah satu assesor akreditasi.

Kuliah Umum (ISW)

Kuliah Umum Kolaboratif: Kerjasama Perguruan Tinggi dengan CIDES ICMI dan UNESCO Chair COSDEV

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Memperkuat sinergi akademik dan wawasan global, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar Kuliah Umum Kolaboratif yang bekerja sama dengan Center for Information and Development Studies (CIDES) ICMI. Acara yang berlangsung daring khidmat ini menghadirkan Direktur CIDES ICMI, Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, sebagai pemateri (Selasa, 20 Januari 2026). 

Kehadiran beliau yang juga merupakan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus pemegang takhta UNESCO Chair in Communication and Sustainable Development (COSDEV) memberikan bobot strategis bagi pengembangan institusi di Sulawesi Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang menjadi moderator kuliah umum ini, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. 

“Pelaksanaan kuliah umum dengan kolaborasi lintas perguruan tinggi diantaranya Universitas Muhammadiyah Barru, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, STIT Al Chaeriyah Mamuju, STIT Sunan Giri Bima, STEBI Al Muhsin Yogyakarta,” kata Ismail Suardi Wekke.

Beliau menyatakan bahwa kehadiran pakar kaliber internasional seperti Prof. Andi Faisal Bakti menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi. Ismail menjelaskan bahwa kerja sama dengan CIDES ICMI adalah bagian dari peta jalan besar universitas untuk memperluas jejaring intelektual yang berdampak pada pembangunan daerah secara berkelanjutan. Lebih lanjut, ia juga menguraikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif demi memperkaya cakrawala berpikir mahasiswa dan dosen dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam sesi penyampaian kuliah umum, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus pada pentingnya transfer pengetahuan melalui kemitraan strategis. “Kuliah umum kolaboratif ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan jembatan bagi mahasiswa kami untuk mengakses pemikiran-pemikiran global dari tokoh sekaliber Prof. Andi Faisal Bakti,” tegas Ismail dalam pernyataan langsungnya. 

Ia menambahkan bahwa institusi saat ini tengah fokus pada penguatan fondasi akademik yang berbasis pada pembangunan berkelanjutan sesuai dengan semangat yang diusung oleh UNESCO. “Kami ingin memastikan bahwa setiap kerja sama yang dijalin, termasuk dengan CIDES ICMI, memberikan kontribusi konkret bagi akselerasi kapasitas kelembagaan IAI Rawa Aopa menuju standar internasional,” lanjutnya. 

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan komitmen manajerialnya dengan berujar, “Sinergi antara praktisi kebijakan dari ICMI dan akademisi kampus harus terus dipupuk agar melahirkan solusi-solusi nyata bagi permasalahan di Konawe Selatan dan Indonesia secara luas.”

Prof. Dr. Andi Faisal Bakti dalam paparannya mengupas tuntas mengenai peran komunikasi dan pembangunan berkelanjutan sebagai pilar utama kemajuan bangsa. Sebagai pimpinan CIDES ICMI, beliau menyambut baik antusiasme IAI Rawa Aopa dalam menginisiasi kerja sama ini. Melalui forum ini, diharapkan lahir kesepahaman baru mengenai bagaimana perguruan tinggi di daerah dapat berperan aktif sebagai pusat keunggulan (center of excellence) melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat dan terukur.

Pembukaan Peningkatan Kapasitas (ISW)

IAI Rawa Aopa Gelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas 2026, Rektor Tekankan Profesionalisme Civitas Akademika

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) tahun 2026. Acara yang menjadi agenda awal athun dibuka langsung oleh Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A. (Jumat, 23 Januari 2026). Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat sinergi dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi tersebut dalam menghadapi tantangan pendidikan global.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kampus Andoolo, IAI Rawa Aopa, Kabupaten Konawe Selatan. Ruangan yang menjadi pusat kegiatan akademik ini dipenuhi oleh jajaran dosen, tenaga kependidikan, serta pimpinan yayasan yang antusias mengikuti jalannya kegiatan yang direncanakan dilangsungkan selama dua hari. Lokasi ini dipilih guna memperkuat atmosfer akademik dan kedekatan antar unit kerja di dalam lingkungan internal kampus.

Dalam sambutannya, Dr. Basrin Melamba menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas menjadi agenda kegiatan rutin tahunan, juga sebuah kebutuhan mendesak. Beliau menekankan bahwa sebagai lembaga pendidikan tinggi, IAI Rawa Aopa harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan metodologi pengajaran terkini. Hal ini penting demi menjaga mutu lulusan agar tetap kompetitif di pasar kerja nasional maupun internasional.

Dr. Basrin juga menyoroti pentingnya integritas dan profesionalisme bagi setiap civitas akademika. Menurutnya, kapasitas individu yang mumpuni harus dibarengi dengan etika kerja yang baik serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Beliau berharap melalui pelatihan ini, akan lahir inovasi-inovasi baru dalam tata kelola administrasi maupun teknik instruksional di ruang-ruang kelas.

Selain aspek manajerial, kegiatan Peningkatan Kapasitas 2026 ini juga menitikberatkan pada pengembangan kemampuan riset dan publikasi ilmiah bagi para dosen. Rektor menegaskan bahwa reputasi IAI Rawa Aopa sangat bergantung pada karya-karya akademik yang dihasilkan oleh para pengajarnya. Oleh karena itu, dukungan institusi terhadap kegiatan penelitian akan terus ditingkatkan sejalan dengan visi misi kampus ke depan.

Selama kegiatan berlangsung di Aula Kampus Andoolo, para peserta akan disuguhkan berbagai materi yang relevan, mulai dari kepemimpinan hingga penguasaan perangkat digital pendukung pendidikan. Panitia penyelenggara telah menyiapkan narasumber kompeten yang diharapkan mampu memicu diskusi kritis dan solutif. Dinamika kelompok juga menjadi bagian penting untuk mempererat silaturahmi antar pegawai.

Pihak rektorat berharap, pasca pelaksanaan kegiatan ini, ada perubahan signifikan dalam budaya kerja di IAI Rawa Aopa. Efisiensi pelayanan administrasi kepada mahasiswa diharapkan meningkat, sementara kualitas pengajaran diharapkan menjadi lebih interaktif dan inspiratif. Momentum tahun 2026 ini dipandang sebagai titik tolak bagi kampus untuk melangkah lebih jauh menuju akreditasi unggul.

Acara pembukaan diakhiri dengan doa bersama, menandai dimulainya rangkaian agenda peningkatan kapasitas tersebut secara formal. Dr. Basrin Melamba menutup arahannya dengan optimisme bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan akan terus tumbuh menjadi mercusuar pendidikan di Sulawesi Tenggara. Semangat kolaborasi yang terbangun di Aula Kampus Andoolo menjadi modal utama bagi kemajuan institusi di masa depan.

Kegiatan Peningkatan Kapasitas 2026 dengan nara sumber Prof. Dr. La Ino, M.Hum., Dr. Sarman, S.Pd., M.Pd., dengan kegiatan yang berlangsung selama dua hari. “Kegiatan ditujukan untuk menjadi upgrading skill dan sekaligus recharger,” pungkas ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., yang hadir sepanjang acara berlangsung.