Tunas Cendekia (ISW)

Tunas Cendekia: Memupuk Ekosistem Talenta Intelektual Masa Depan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Tunas Cendekia merujuk pada generasi muda yang memiliki potensi (atau peminatan) pada aktivitas intelektual. Mereka adalah bibit unggul yang dapat dilatih untuk menjadi warga masa depan bangsa. Istilah ini dikaitkan dengan program beasiswa atau pengembangan bakat. Fokus utamanya adalah pada pengasahan nalar dan karakter sejak usia dini.

Pendidikan berkesinambungan menjadi nutrisi utama bagi para Tunas Cendekia. Tanpa sistem belajar yang tepat, potensi besar mereka bisa layu sebelum berkembang. Kurikulum yang adaptif sangat diperlukan untuk merespons kecepatan berpikir mereka. Guru berperan sebagai pemandu yang menjaga agar semangat eksplorasi tetap menyala.

Lingkungan sosial juga memegang peranan krusial dalam pertumbuhan ini. Tunas Cendekia membutuhkan ekosistem yang mendukung rasa ingin tahu mereka. Diskusi yang sehat di rumah dan sekolah membantu membentuk pola pikir kritis. Dukungan emosional memastikan mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental.

Pemanfaatan teknologi menjadi katalisator penting bagi perkembangan Tunas Cendekia. Akses terhadap informasi global kini terbuka lebar melalui internet. Mereka dapat mempelajari berbagai disiplin ilmu melampaui batas ruang kelas. Namun, literasi digital tetap diperlukan agar mereka bijak dalam menyaring informasi.

Aspek etika dan moral tidak boleh diabaikan dalam proses ini. Kecerdasan intelektual tanpa integritas dapat berdampak buruk bagi masyarakat. Tunas Cendekia diarahkan untuk memiliki rasa empati yang tinggi terhadap lingkungan sekitar. Mereka diharapkan menjadi pemecah masalah, bukan sekadar pengumpul gelar akademik.

Pemerintah dan sektor swasta memiliki tanggung jawab bersama dalam penyediaan fasilitas dan memastikan habitat tumbung kembang talenta dapat terjaga. Laboratorium, perpustakaan, dan ruang kreatif adalah investasi jangka panjang yang vital. Beasiswa pendidikan membantu meratakan peluang bagi mereka yang kurang mampu. Kolaborasi berbagai pihak akan menciptakan jalan bagi potensi yang terpendam.

Tantangan di era globalisasi menuntut adaptabilitas dari Tunas Cendekia. Mereka harus mampu bersaing di tingkat internasional tanpa kehilangan identitas nasional. Penguasaan bahasa asing dan keterampilan interpersonal menjadi senjata tambahan yang wajib dimiliki. Kemampuan belajar sepanjang hayat (lifelong learning) adalah kunci untuk tetap relevan.

Sebagai penutup, Tunas Cendekia adalah aset warga negara. Investasi pada pengembangan mereka akan membuahkan kemajuan peradaban di masa depan. Mari kita jaga agar setiap tunas dapat tumbuh menjadi pohon yang rimbun dan bermanfaat. Masa depan Indonesia ada di tangan mereka yang terus belajar dan berkarya.

ICEASD (ISW)

Agenda: ICEASD 2026, Madrasah Riset, dan Tunas Cendekia, Sekaligus Pembukaan Rangkaian Dies Natalis X

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, tahun ini menuju tahun yang kesepuluh. Untuk itu, direncanakan akan dilaksanakan kegiatan International Conference on Environmental Awareness for Sustainable Development (ICEASD) 2026 sebagai sebuah forum ilmiah yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai belahan dunia. 

Konferensi ini menjadi wadah strategis untuk mendiskusikan inovasi terbaru serta tantangan global dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui pertukaran ide dan hasil penelitian, ICEASD diharapkan dapat melahirkan solusi konkret yang mampu menyeimbangkan kemajuan peradaban dengan kelestarian ekosistem di masa depan.

Kegiatan ini menjadi kian istimewa karena diselenggarakan bersamaan dengan seremoni pembukaan rangkaian perayaan Dies Natalis ke-X. Dekade pertama perjalanan institusi ini menandai tonggak sejarah penting dalam dedikasinya terhadap dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat. Penggabungan agenda konferensi lingkungan internasional dengan peringatan “ulang tahun” ini mencerminkan semangat institusi untuk terus tumbuh secara global tanpa melupakan akar historis dan visi besarnya dalam menjaga bumi.

Prosesi pembukaan rangkaian Dies Natalis X mengundang jajaran pimpinan, mitra strategis, dan tamu undangan mancanegara. Atmosfer kemeriahan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk syukur, tetapi juga sebagai pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk meningkatkan kontribusi nyata bagi lingkungan. Integrasi kedua acara ini menunjukkan sinergi antara tradisi akademik yang kuat dengan ambisi riset yang progresif demi keberlanjutan global.

Selain aspek kebijakan dan sains lingkungan, agenda ini juga memberikan ruang khusus bagi pengembangan pendidikan dasar dan menengah melalui partisipasi dalam menyukseskan program Madrasah Riset yang merupakan bagian dari kegiatan Kementerian Agama RI. Integrasi ini bertujuan untuk menanamkan kepedulian lingkungan dan nalar kritis sejak dini, di mana madrasah tidak hanya menjadi pusat ilmu agama tetapi juga pusat inkubasi penelitian lingkungan bagi generasi muda. 

Penyelenggaraan ICEASD 2026 dan perayaan Dies Natalis ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi strategis melalui inisiasi program Tunas Cendekia. Sekaligus mengenalkan kembali Akademi Tunas Cendekia. Program ini merupakan hasil sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan yang dirancang khusus untuk memajukan kualitas pendidikan di jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah melalui penguatan literasi serta pendidikan berbasis karakter.

Dengan adanya Tunas Cendekia, pemerintah daerah dan institusi berkomitmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan progresif. Sehingga bakat-bakat muda dari Konawe Selatan dapat berkembang menjadi generasi unggul yang siap berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan turut menyukseskan program Madrasah Riset dan menginisiasi Tunas Cendekia, diharapkan tercipta generasi yang mampu bersaing secara global dengan bekal integritas moral serta kesadaran ekologis yang kuat. Selain pemaparan makalah ilmiah, rangkaian acara ini juga mencakup diskusi panel, keynote speech dari pakar lingkungan internasional, dan pameran inovasi teknologi ramah lingkungan. 

Para peserta diberikan kesempatan untuk memperluas jaringan kolaborasi lintas disiplin ilmu, yang menjadi esensi dari tema pembangunan berkelanjutan yang diangkat. Di sisi lain, kemeriahan Dies Natalis diisi dengan berbagai kompetisi bertema lingkungan dan kegiatan sosial yang melibatkan komunitas internal maupun masyarakat luas.

Sebagai penutup, penyelenggaraan ICEASD 2026 dan pembukaan Dies Natalis X ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi reputasi institusi di kancah internasional. Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata bahwa institusi telah siap menghadapi tantangan sepuluh tahun ke depan dengan pondasi ilmu pengetahuan yang kokoh dan komitmen tinggi terhadap keberlanjutan alam. Peringatan selain sebagai sebuah seremoni kesyukuran, juga akan momentum transformasi menuju masa depan yang lebih hijau dan gemilang.

Research Network (ISW)

Pertahankan Jejaring Riset, IAI Rawa Aopa Kembali Dapatkan Dana Hibah Penelitian dari Australia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkokoh eksistensinya di kancah internasional. Kampus ini kembali berhasil mengamankan dana hibah penelitian dari lembaga donor Australia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata terhubungnya jejaring riset yang dibangun oleh sivitas akademika IAI Rawa Aopa.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan pengumuman tersebut usai silaturahmi dengan Kementerian Agama RI Kabupaten Konawe Selatan di Andoolo (Kamis, 22 Januari 2026). Ismail menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari konsistensi dalam menjaga kualitas kemitraan global. 

Ia menyampaikan sekali lagi bahwa kerja sama riset dengan Australia telah berlangsung dalam beberapa siklus program. “Kepercayaan ini tidak datang tiba-tiba, melainkan melalui proses seleksi yang sangat ketat dan kompetitif di tingkat internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Menurut Ismail, dana hibah tersebut akan dialokasikan untuk mendukung proyek riset yang berfokus pada pengembangan masyarakat lokal. Ia juga menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah dari dana hibah ini berdampak langsung pada kualitas akademik. 

“Kami memastikan bahwa seluruh pendanaan ini akan dikelola secara transparan dan akuntabel guna menunjang produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas,” tambahnya.

Ismail turut menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk memiliki daya saing yang melampaui batas wilayah. Baginya, hibah riset internasional bukan sekadar soal nilai finansial yang diterima kampus. 

“Ini adalah pengakuan dunia terhadap kapasitas intelektual peneliti kita di Konawe Selatan yang mampu bersaing di level dunia,” tegas Ismail dengan penuh optimisme.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong seluruh dosen untuk aktif mencari peluang kolaborasi di luar negeri. Ia menilai bahwa jejaring riset merupakan instrumen penting bagi institusi untuk meningkatkan akreditasi dan reputasi akademik. Dengan adanya hibah ini, Ismail berharap akan lahir inovasi-inovasi baru yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan sosial di Sulawesi Tenggara.

Ia pun menambahkan bahwa pihak rektorat akan memberikan pendampingan khusus bagi tim peneliti yang terlibat dalam proyek ini. Pendampingan tersebut meliputi aspek administratif hingga penguatan metodologi riset agar sesuai dengan standar global. Ismail menginginkan agar momentum ini menjadi pemicu bagi program studi lain di IAI Rawa Aopa untuk segera menyusul kesuksesan yang sama.

Keberhasilan meraih dana dari Australia ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi IAI Rawa Aopa dalam peta pendidikan tinggi di Indonesia Timur. Ismail memaparkan bahwa riset kolaboratif ini juga akan melibatkan pertukaran data dan publikasi bersama pada jurnal bereputasi. Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan sitasi karya ilmiah dari para akademisi kampus tersebut.

Manajemen kampus kini tengah mempersiapkan jadwal pelaksanaan riset yang akan segera dimulai dalam waktu dekat. Ismail meyakini bahwa dengan kepemimpinan yang solid dan dukungan penuh dari yayasan, program ini akan berjalan sukses. Sinergi antara pendanaan internasional dan semangat peneliti lokal diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa menuju kampus yang unggul dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, Ismail Suardi Wekke menyampaikan terima kasih kepada kolega dari pelbagai perguruan tinggi yang turut mendukung kolaborasi ini. “Diantaranya dari Institut Teknologi Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Pimpinan IAI Rawa Aopa Menerima BPKP (ISW)

IAI Rawa Aopa Kembali Salurkan Beasiswa KIP Kuliah, Dukung Akses Pendidikan di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Kampus ini kembali dipercaya pemerintah pusat sebagai salah satu Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Program strategis ini menjadi angin segar bagi putra-putri daerah yang ingin melanjutkan studi namun terkendala biaya.

Kepercayaan yang diberikan kepada IAI Rawa Aopa tercermin dari jumlah kuota mahasiswa penerima manfaat dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 20 mahasiswa telah berhasil mendapatkan beasiswa penuh melalui skema ini. Sementara itu, untuk tahun akademik 2025, program ini terus berlanjut dengan menyasar 15 orang mahasiswa baru yang memenuhi kriteria seleksi nasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan pentingnya program ini bagi keberlanjutan akademik mahasiswa. Menurutnya, KIP Kuliah bukan sekadar bantuan finansial, melainkan jembatan untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Ia berharap seluruh penerima dapat memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya.

“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa proses seleksi dan penyaluran beasiswa KIP Kuliah ini tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangannya usai bertemu Bupati Konawe Selatan di rumah jabatan Bupati Konawe Selatan (Rabu, 21 Januari 2026). 

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran beasiswa ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah-tengah mahasiswa IAI Rawa Aopa. “Para mahasiswa harus membuktikan rasa syukur mereka dengan prestasi akademik yang membanggakan di setiap semester,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa kampus akan melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan studi para penerima beasiswa tersebut secara berkala. Ia menyatakan bahwa pihak rektorat ingin memastikan setiap dana yang dikeluarkan negara berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan. Pihak kampus juga disebutnya akan memberikan pembinaan khusus agar para mahasiswa penerima KIP Kuliah memiliki daya saing yang tinggi.

Selain aspek finansial, Ismail menekankan bahwa integritas mahasiswa menjadi poin utama dalam mempertahankan status sebagai penerima beasiswa KIP Kuliah. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kedisiplinan mahasiswa dalam menyelesaikan masa studi tepat waktu. “Jangan sampai kesempatan ini disia-siakan karena ada tanggung jawab moral dan akademik yang besar di pundak saudara sekalian,” pesan Ismail kepada para mahasiswa.

Pihak kampus berharap kuota beasiswa ini dapat terus meningkat pada masa yang akan datang seiring dengan peningkatan akreditasi dan fasilitas di IAI Rawa Aopa. Penambahan kuota ini dinilai penting mengingat tingginya minat lulusan sekolah menengah di wilayah sekitar untuk menempuh pendidikan tinggi. Dengan adanya KIP Kuliah, kendala ekonomi tidak lagi menjadi penghalang utama bagi generasi muda untuk meraih gelar sarjana.

Saat ini, IAI Rawa Aopa terus melakukan sosialisasi intensif ke berbagai sekolah menengah agar informasi mengenai KIP Kuliah dapat menjangkau pelosok desa. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi informasi yang merata bagi seluruh masyarakat. Dengan dukungan penuh dari kementerian terkait, IAI Rawa Aopa optimistis dapat mencetak lulusan yang religius, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.

Untuk memastikan akuntabilitas pengelolaan beasiswa, Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara telah melakukan evaluasi atas optimalisasi dana bantuan pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi Swasta (Adiktis) pada Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Kabupaten Konawe Selatan (24 Juli 2025).  

Kegiatan evaluasi yang dilakukan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan dana bantuan pendidikan, sehingga dapat membantu dalam mengidentifikasi akar permasalahan serta hambatan dalam pelaksanaan program dan memberikan rekomendasi perbaikan kebijakan dan implementasi.

“Sehingga dengan adanya audit dari BPKP Sulawesi Tenggara menjadi kesempatan untuk mendapatkan pemeriksaan bagi kepatuhan terhadap proses akuntabilitas keuangan negara,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa.

Jepang (ISW)

Kuliah di Rawa Aopa, Dapat Memilih Program Magang di Jepang

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan program dalam meningkatkan kualitas lulusannya. Terbaru, kampus ini membuka kesempatan emas bagi seluruh mahasiswanya untuk mengikuti program magang internasional ke Jepang. 

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja global sekaligus memperkuat keterampilan teknis mahasiswa di berbagai sektor industri. Ismail Suardi Wekke menyampaikan program tersebut saat bertemu Bupati Konawe Selatan di rumah jabatan BupatI Konawe Selatan (Rabu, 21 Januari 2026)

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa langkah ini adalah wujud nyata internasionalisasi kampus. Beliau menjelaskan bahwa mahasiswa kini tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga memiliki jembatan langsung menuju karier internasional. Kerjasama ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi di pasar kerja luar negeri.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa di IAI Rawa Aopa memiliki kesempatan yang sama untuk menembus pasar kerja global melalui program magang di Jepang ini,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam pernyataan ke media usai bertemu Bupati Konawe Selatan. 

Ismail menambahkan bahwa program ini bukan kunjungan singkat, melainkan proses belajar mendalam mengenai disiplin kerja dan teknologi di Negeri Sakura. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihak kampus telah menyiapkan skema pembiayaan dan pendampingan yang matang agar program ini berjalan lancar. 

Beliau menyebutkan bahwa dukungan keuangan dan perencanaan karier menjadi prioritas utama bagi manajemen kampus dalam mendukung talenta mahasiswa. Pihak rektorat berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan administratif dan teknis selama mahasiswa berada di luar negeri.

Ismail Suardi Wekke juga menegaskan bahwa standar kompetensi mahasiswa akan meningkat secara signifikan setelah mereka terpapar dengan etos kerja profesional di Jepang. Menurutnya, pengalaman internasional akan menjadi nilai tambah yang sangat besar dalam portofolio setiap mahasiswa.

“Program magang ini adalah instrumen penting bagi kami untuk memperpendek masa tunggu lulusan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak,” tegasnya dengan optimis. 

Selain penguatan kompetensi, Ismail memaparkan bahwa program ini juga merupakan bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia di lingkungan IAI Rawa Aopa. Beliau menilai bahwa keberhasilan mahasiswa di kancah internasional akan membawa dampak positif bagi reputasi institusi di tingkat nasional. Transformasi ini menjadi bagian dari visi besar kampus untuk menjadi pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara.

Di sisi lain, beliau menekankan pentingnya penguasaan bahasa dan adaptasi budaya bagi para calon peserta magang sebelum diberangkatkan. “Harapan kami, mahasiswa tidak hanya membawa pulang ilmu teknis, tetapi juga membawa semangat inovasi yang bisa diterapkan untuk membangun daerah asal mereka nantinya,” kata Ismail menutup pernyataannya. Hal ini menunjukkan bahwa visi kampus juga berorientasi pada pembangunan daerah berbasis pengalaman global.

Pendaftaran mahasiswa baru sementara dibuka. Mahasiswa yang mendaftar untuk program ini, akan mendapatkan pembekalan intensif bahasa Jepang sebelum bertolak ke Jepang. Inisiatif ini menandai babak baru bagi IAI Rawa Aopa sebagai institusi pendidikan yang progresif dan berwawasan masa depan.

Beasiswa (ISW)

Beasiswa Bagi Mahasiswa IAI Rawa Aopa dari Pemerintah Kabupaten di Sulawesi Tenggara

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Tiga Pemerintah Kabupaten di Sulawesi Tenggara terus memperkuat komitmen dalam pembangunan sumber daya manusia. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah penyaluran beasiswa bagi mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa. Ketiga pemkab tersebut adalah Konawe Selatan, Konawe, dan Bombana.

“Kita sudah menandatangani MoU dan MoA dengan tiga pemerintah kabupaten tersebut. Sehingga, pencairan beasiswa berjalan lancar,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu Bupati Konawe Selatan di rumah jabatan bupati, Andoolo (Rabu, 21 Januari 2026).

Program ini diharapkan mampu meringankan beban biaya pendidikan bagi putra-putri daerah yang sedang menempuh studi. Langkah kolaboratif ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak kampus. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa dukungan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi adalah kunci kemajuan daerah.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas perhatian besar yang diberikan pemerintah kabupaten kepada para mahasiswa. Ia juga menjelaskan bahwa beasiswa tersebut akan sangat membantu keberlanjutan studi mahasiswa, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu, Ismail menekankan bahwa bantuan ini merupakan motivasi bagi kampus untuk terus meningkatkan kualitas akademik.

“Beasiswa ini adalah oase bagi mahasiswa kami untuk terus berprestasi tanpa harus terkendala biaya pendidikan,” ujar Ismail saat ditemui di ruang kerjanya. Ia menambahkan bahwa kepercayaan pemerintah daerah harus dijawab dengan prestasi nyata oleh seluruh sivitas akademika. 

“Kami berkomitmen untuk mencetak lulusan yang siap membangun daerah setelah mereka menyelesaikan pendidikan di sini,” tegasnya dengan penuh optimisme.

Kehadiran program beasiswa ini juga dinilai tepat sasaran di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan indeks pembangunan manusia. Ismail Suardi Wekke menyebutkan bahwa alokasi anggaran pendidikan ini mencerminkan keberpihakkan pemerintah terhadap masa depan generasi muda. 

Pemerintah kabupaten dipandang telah menjalankan fungsinya dengan baik dalam memeratakan akses pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Ismail kembali menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam penyaluran bantuan tersebut. 

“Kami akan memastikan bahwa mahasiswa penerima beasiswa adalah mereka yang benar-benar memenuhi kriteria dan memiliki semangat belajar tinggi,” kata Ismail. Hal ini penting agar manfaat dari anggaran daerah dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan.

Program ini tidak hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis pengembangan wilayah. Pihak IAI Rawa Aopa berharap kerja sama semacam ini dapat diperluas ke sektor-sektor penelitian dan pengabdian masyarakat. Ismail meyakini bahwa perguruan tinggi harus menjadi laboratorium pemikiran bagi kebijakan-kebijakan pemerintah di masa mendatang.

Penyaluran beasiswa ini kini telah diterima untuk tahun akademik 2025/2026. Mahasiswa diharapkan dapat melaporkan secara berkala kepada pemerintah kabupaten masing-masing agar proses pencairan untuk tahun akademik mendatang dapat berjalan sesuai jadwal yang ditentukan. Dengan adanya dukungan ini, harapan akan munculnya pemimpin masa depan dari pelosok Konawe Selatan kini semakin terbuka lebar.

BRIDA (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siap Menyukseskan Temu Inovasi Bisnis BRIDA Konsel

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung agenda daerah. Kampus hijau ini berkomitmen menyukseskan gelaran Temu Inovasi Bisnis yang diinisiasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Konawe Selatan. Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung di dua titik lokasi, yakni Kecamatan Moramo dan Kecamatan Laeya pada pekan mendatang.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret akademisi (Kamis, 22 Januari 2026) di Kampus Andoolo usai menerima undangan untuk kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan tersebut menjadi jembatan penting antara hasil riset kampus dan kebutuhan dunia usaha di daerah. Ismail menyebutkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi akan memberikan bobot saintifik dalam setiap inovasi bisnis yang dipamerkan.

“Kami menyambut baik inisiatif BRIDA Konsel ini sebagai ruang hilirisasi riset,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di kampus. Ia menambahkan bahwa persiapan internal IAI Rawa Aopa telah dilakukan secara maksimal untuk menyongsong acara tersebut. “Rektor IAI Rawa Aopa sudah menugaskan SDM terbaik yang akan hadir di acara tersebut, baik di Moramo maupun Laeya,” tegasnya kembali dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan unit terkait untuk memetakan potensi inovasi yang relevan dengan karakteristik wilayah setempat. Ia menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku bisnis adalah kunci pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Menurutnya, IAI Rawa Aopa tidak ingin hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak dalam ekosistem inovasi di Konawe Selatan.

Ismail juga memberikan arahan khusus agar partisipasi kampus mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan bisnis di lapangan. “Visi kami adalah memastikan setiap ide inovatif memiliki nilai komersial dan manfaat sosial,” kata Ismail menekankan pentingnya output kegiatan tersebut. Ia berharap Temu Inovasi Bisnis ini menjadi titik balik bagi penguatan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Dalam tinjauan organisasinya, Ismail memaparkan bahwa dukungan anggaran dan sumber daya manusia telah dialokasikan secara proporsional untuk agenda ini. Ia menekankan pentingnya kehadiran kampus dalam setiap sendi pembangunan di Konawe Selatan melalui fungsi tridharma perguruan tinggi. Ismail meyakini bahwa pemilihan lokasi di Moramo dan Laeya sangat strategis untuk menjangkau potensi maritim dan pertanian yang melimpah.

Kegiatan pekan mendatang diprediksi akan menyedot perhatian banyak pihak, mulai dari investor hingga pengembang teknologi tepat guna. BRIDA Konsel sendiri menggandeng IAI Rawa Aopa guna memastikan setiap inovasi yang muncul telah melalui proses kurasi intelektual. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir kegagalan bisnis bagi para pelaku usaha pemula di daerah tersebut.

Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam Temu Inovasi Bisnis ini mempertegas posisi kampus sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan. Kolaborasi yang terjalin diharapkan terus berlanjut pada program-program pemberdayaan masyarakat lainnya. Dengan persiapan yang matang, ajang di Moramo dan Laeya ini optimis akan melahirkan terobosan ekonomi baru bagi masyarakat Konawe Selatan.

PALPASI (ISW)

Komunikasi Dengan Pemuda Peduli Pendidikan dan Demokrasi (Palpasi) Indonesia, Terkait dengan Pengembangan Kapasitas Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring guna meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa. Langkah terbaru yang diambil adalah menjalin komunikasi intensif dengan organisasi Pemuda Peduli Pendidikan dan Demokrasi (Palpasi) Indonesia (Andoolo, Kamis, 22 Januari 2026). Inisiasi ini bertujuan untuk membuka ruang kolaborasi bagi mahasiswa dalam bidang pengembangan kapasitas, khususnya pada sektor pendidikan dan penguatan nilai-nilai demokrasi di tanah air.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., mengungkapkan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi awal dengan Ketua Umum Palpasi Indonesia, Andi Muh. Riski. Dalam pembicaraan tersebut, Ismail menekankan pentingnya pelibatan mahasiswa dalam ekosistem organisasi pemuda yang progresif. Ia berharap mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat diberikan panggung yang lebih luas untuk mengeksplorasi potensi mereka melalui berbagai program kolaboratif yang dirancang oleh Palpasi Indonesia.

Selain menjabat sebagai Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke yang juga merupakan Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa ini menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi kampus yang inklusif dan dinamis. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan organisasi kepemudaan seperti Palpasi Indonesia akan memberikan dampak positif bagi pemahaman mahasiswa mengenai realitas sosial di lapangan. 

Ismail meyakini bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam isu pendidikan dan demokrasi akan membentuk karakter kepemimpinan yang kuat di masa depan. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan beberapa poin krusial secara langsung terkait urgensi kerjasama ini. 

“Kami memandang Palpasi Indonesia sebagai mitra strategis dalam mengakselerasi kompetensi mahasiswa agar mereka tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu-isu kewarganegaraan,” ujar Ismail saat dikonfirmasi mengenai program pengembangan mahasiswa. 

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya aksesibilitas bagi mahasiswa daerah dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen membuka jalan bagi mahasiswa untuk mendapatkan peluang emas dalam kolaborasi berskala nasional bersama Palpasi. Ia pun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sinergi ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak kader bangsa yang peduli pada kemajuan pendidikan dan stabilitas demokrasi.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya IAI Rawa Aopa dalam memperluas jangkauan kerja sama internasional dan nasional. Ismail menggarisbawahi bahwa mahasiswa perlu mendapatkan stimulasi yang tepat di luar ruang kelas agar mampu bersaing di era global. Dengan adanya komunikasi dengan Andi Muh. Riski, diharapkan program-program peningkatan kapasitas yang dimiliki Palpasi Indonesia dapat segera diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh sivitas akademika di Konawe Selatan.

Ketua Dewan Pembina Yayasan (ISW)

Peluang Beasiswa BDGS Brunei Darussalam 2026/2027: IAI Rawa Aopa Perkuat Implementasi MoU dengan UNISSA

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pemerintah Brunei Darussalam melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan resmi membuka pendaftaran Brunei Darussalam Government Scholarship (BDGS) untuk Tahun Akademik 2026/2027. Program ini menawarkan beasiswa penuh bagi siswa-siswi Indonesia untuk jenjang Diploma, Sarjana (S1), dan Magister (S2).

Pembukaan beasiswa ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika, khususnya bagi keluarga besar IAI Rawa Aopa. Hal ini merupakan langkah nyata dalam menindaklanjuti Nota Kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara IAI Rawa Aopa dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA).

Melalui program BDGS, para lulusan maupun dosen memiliki peluang besar untuk melakukan mobilitas akademik di UNISSA, salah satu institusi mitra dalam program beasiswa ini. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi riset, pertukaran pelajar, serta peningkatan kualifikasi SDM di lingkungan IAI Rawa Aopa guna mewujudkan visi internasionalisasi kampus.

Pelamar juga dapat memilih institusi pendidikan tinggi terkemuka di Brunei, yaitu UNISSA (Universiti Islam Sultan Sharif Ali) sebagaimana telah ditandantangani 20 November 2025., 

Penerima beasiswa akan mendapatkan dukungan finansial yang komprehensif, meliputi:

  • Tiket pesawat kelas ekonomi pulang-pergi.
  • Pembebasan biaya kuliah secara penuh.
  • Tunjangan uang saku bulanan sebesar BND 500.
  • Fasilitas asrama, asuransi kesehatan, serta tunjangan lainnya.

Informasi Pendaftaran

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi beasiswa pemerintah Brunei Darussalam. Pelamar diwajibkan membuat akun terlebih dahulu melalui tautan pendaftaran yang tersedia (https://www.mfa.gov.bn/Pages/scholarship.aspx).

Batas Akhir Pendaftaran: 15 Februari 2026

Perkuliahan dimulai: Juli/Agustus 2026

UniSZA (ISW)

UniSZA and Indonesian Islamic Higher Institutions Foster Strategic Postgraduate Partnership

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The Graduate School of Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) has signaled a new era of regional academic synergy following a high-level strategic dialogue with four prominent Indonesian Islamic Higher Education Institutions (HEIs).

The virtual meeting, held on January 19, 2026, focused on establishing a sustainable research and mobility ecosystem across Southeast Asia. Led by Assoc. Prof. Dr. Mutia Sobihah Abd Halim, Dean of the UniSZA Graduate School, the meeting resulted in a concrete roadmap for student exchange, joint seminars, and matching grant initiatives.

The Indonesian delegation was moderated by Prof. Ismail Suardi Wekke, Director of the Postgraduate Program at IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, representing a broad network that includes STAI DDI Makassar, STIT Sunan Giri Bima, Universitas Muhammadiyah Bima, and the extensive Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) network, which oversees 12 HEIs and approximately 700 madrasahs.

Prof. Wekke emphasized that this partnership aims to move beyond ad-hoc projects. “We are building an annual forum designed to efficiently serve 20 to 30 Indonesian universities,” he stated, citing the success of the Southeast Asia Student Symposium (ISOFSEAS), which has already generated over 200 Scopus-indexed articles. “The ISOFSEAS is the instrumen for collaboration under the mobility student program,” said Ismail Suardi Wekke that appointed as reserach fellow of INTI International University (Malaysia) last week.

“This collaboration is a strategic milestone for IAI Rawa Aopa and our partner institutions in Indonesia. By aligning our research agendas with UniSZA, we are not just pursuing academic credentials, but creating a bridge for our students to compete at a global level while maintaining our unique Islamic identity,” Prof. Ismail remarked during the session.

He further emphasized the operational improvements of the partnership, stating, “Alhamdulillah, we are seeing a remarkable transformation in institutional governance. Communication via WhatsApp and email with the UniSZA Graduate School is now swift and highly responsive—a far improved experience from previous years that allows us to execute our joint programs with much higher precision.”

“Our focus for 2026 is sustainability and tangible impact. Through the matching grant schemes and the series of international symposia we have planned, we are ensuring that the collaboration produces high-quality Scopus publications and fosters a genuine intellectual exchange that benefits the entire ASEAN academic community,” he added.

The collaboration has outlined a rigorous schedule for the coming year to ensure measurable academic output. The agenda begins with the activation of matching grants for collaborative research from February through November, followed closely by the ASEAN Symposium at Binus University in Jakarta, scheduled for March 31 to April 3 or the official announcement will be coming soon. These initiatives will be complemented by UniSZA student mobility programs taking place in April and August.

Furthering this momentum, the Southeast Asian Symposium on Higher Education (SEASIHE) is set to be hosted in Southeast Sulawesi from May 6 to 10. The year’s strategic activities will culminate in December with an interdisciplinary academic program held in Vietnam.

Assoc. Prof. Dr. Mutia introduced her newly restructured administrative team, pledging expedited processes for Letters of Intent (LoI) and Memoranda of Understanding (MoU). To support Indonesian students, the meeting discussed grouping MAIDAM scholarships and establishing MoUs with three regencies in Southeast Sulawesi—Konawe Selatan, Bombana, and Konawe—to facilitate dedicated funding channels.

The partners agreed to finalize LoI signings via an online ceremony prior to the month of Ramadan. Additionally, a promotional seminar targeting the “Sulawesi cluster” is scheduled for the near future.

The collaboration sets ambitious targets for 2026, including more than 30 new postgraduate enrollments at UniSZA and the publication of at least 20 Scopus-indexed papers. This alliance solidifies UniSZA’s standing as an innovative hub for Islamic postgraduate excellence in the ASEAN region.