Sesi FGD bersama Mitra Perguruan Tinggi (ISW)

Tindak Lanjut MoU dan MoA dengan STIT Padang Lawas Gunung Tua, Sumatera Utara, Mempersiapkan Seminar Kolaboratif

Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat jejaring akademik lintas pulau. Sebagai langkah konkret pasca diskusi untuk persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Padang Lawas, Gunung Tua, Sumatera Utara (Selasa, 13 Januari 2026). Kedua institusi kini tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan seminar bersama (joint seminar) yang akan berlangsung sabtu pekan mendatang.

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah bagi dosen serta mahasiswa di kedua belah pihak. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial di atas kertas. Menurutnya, pertemuan dan koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan poin-poin kesepakatan segera terwujud dalam aksi nyata.

Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kerja sama dengan STIT Padang Lawas merupakan langkah bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas cakrawala akademik. Ismail juga menyatakan bahwa pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak ingin MoU ini hanya berhenti di penandatanganan saja. 

“Seminar bersama yang sedang kami siapkan adalah bukti bahwa ada semangat berbagi pengetahuan (knowledge sharing) antara Sulawesi Tenggara dan Sumatera Utara. Ini adalah upaya kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan rekognisi institusi di level nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama.

Seminar yang direncanakan akan mengangkat isu-isu kontemporer di bidang pendidikan Islam dan tantangan lokalitas di era digital. Selain seminar, MoA ini juga diproyeksikan mencakup: pertukaran naskah jurnal: Mendorong dosen kedua institusi untuk saling berkontribusi dalam jurnal ilmiah masing-masing.

Berikutnya, kolaborasi riset: Melakukan penelitian bersama yang membandingkan fenomena sosial keagamaan di wilayah Sumatera dan Sulawesi. Termasuk juga pengabdian masyarakat: Program kolaborasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di sekitar kampus.

Dengan adanya tindak lanjut yang cepat ini, diharapkan hubungan antara IAI Rawa Aopa dan STIT Padang Lawas dapat menjadi model kolaborasi yang produktif bagi perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di Indonesia.

Guangzhou (ISW)

Memajukan Kolaborasi Akademik Global di Asia: Pimpinan IAI Rawa Aopa Kunjungi Guangzhou

Rawaaopakonsel.ac.id, Guangzhou – Dalam misi untuk memperluas jangkauan internasional akademisi Asia, Ismail Suardi Wekke baru saja menyelesaikan serangkaian kegiatan di Guangzhou, Tiongkok. Kunjungan ini merupakan upaya eksplorasi terhadap institusi akademik transformatif, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengadopsi model fasilitasi yang dapat meningkatkan visibilitas global serta dampak penelitian universitas-universitas di tingkat regional (Selasa, 23 Desember 2025).

“Sudah saatnya kita mulai memperluas kerja sama regional dari Asia Tenggara ke Asia secara luas,” ujar Wekke setelah menyelesaikan kunjungannya ke Guangzhou di kantor AiScholar. Kunjungan Wekke ke Guangzhou merupakan kelanjutan dari dedikasinya terhadap integrasi regional. Ismail Suardi Wekke, saat ini juga menjabat sebagai wakil rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sebagai tokoh ilmiah kunci dan pendiri Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) yang didirikan pada tahun 2016, beliau telah menghabiskan hampir satu dekade membangun jembatan antar institusi di kawasan Asia Tenggara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Thailand, hingga Singapura. SEAAM lahir dari visi untuk mendobrak sekat-sekat akademik tradisional, memfasilitasi pertukaran mahasiswa dan dosen yang bersifat swadaya dan didorong oleh komunitas. 

Di bawah jejaring SEAAM, persahabatan ini telah bertransformasi dari jaringan sarjana menjadi platform kokoh untuk kolokium internasional dan penelitian bersama. Misinya ke Tiongkok kali ini memperluas filosofi “mobilitas” tersebut ke panggung global, menghubungkan koridor akademik Asia Tenggara dengan pusat pendidikan Asia Timur yang berkembang pesat.

Sementara itu, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang dalam bulan November 2025 lalu, memeringati Dies Natali IX (2025) menjadikan itu sebagai tonggak dalam menapaki perjalanan dari STAI ke IAI. “Insya Allah dalam kurun waktu di bawah 5 tahun, semoga kita mendapatkan pertolongan Allah untuk menuju universitas Islam,” papar Ismail Suardi Wekke yang juga Research Fellow di INTI International University (Malaysia).

Salah satu agenda utama Dr. Wekke adalah observasi langsung terhadap institusi transformatif di Guangzhou, seperti KEO. Pusat ini berada di garda terdepan dalam menggabungkan pedagogi teknologi tinggi dengan kerangka penelitian internasional. Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa institusi-institusi ini tidak hanya fokus pada mobilitas keluar, tetapi unggul dalam “Internationalization at Home” (Internasionalisasi di Dalam Negeri).

Konsep ini melibatkan integrasi standar global, kurikulum berbasis kecerdasan buatan (AI), dan repositori digital lintas batas langsung ke dalam budaya kampus. Hal ini memastikan setiap mahasiswa mendapatkan manfaat dari pendidikan global tanpa harus terkendala kemampuan untuk bepergian ke luar negeri.

Misi ini disusun berdasarkan pendekatan berlapis untuk pertumbuhan institusional: antara lain pertama, Peningkatan Visibilitas: Prof. Wekke mengeksplorasi penggunaan arsip digital global agar kontribusi akademik lokal mendapatkan audiens dunia dan meningkatkan dampak sitasi.

 

Selanjutnya, Fasilitasi Institusional: Mempelajari bagaimana universitas di Guangzhou mengelola kompleksitas finansial dan budaya dalam membangun kemitraan internasional berkelas dunia sebagai model bagi perguruan tinggi di Asia Tenggara.

Ketiga, Revolusi AI dan Masyarakat Pendidikan Tinggi: Diskusi mengenai model di mana AI bertindak sebagai katalis bagi literasi sains maupun agama, menghasilkan lulusan yang mahir secara teknis namun tetap memiliki landasan etika yang kuat.

Melalui diskusi meja bundar dengan administrator akademik Tiongkok, Dr. Wekke mempertegas pentingnya “lintas wilayah akademik.” Model Guangzhou menunjukkan bahwa ketika sebuah institusi berfungsi sebagai simpul dalam jaringan global, hal itu secara alami akan menarik talenta internasional, prestise, dan pendanaan yang lebih besar.

Kunjungan ini telah meletakkan dasar bagi potensi Nota Kesepahaman (MoU) dan proyek penelitian bersama yang berfokus pada Pendidikan Interdisipliner. Dengan mengadopsi filosofi “Double First-Class” yang diterapkan dalam kebijakan pendidikan tinggi Tiongkok, Prof. Wekke berniat menerapkan kerangka kerja yang memungkinkan institusi Asia Tenggara bersaing dan berkolaborasi secara setara dengan mitra global.

Strategi transformatif ini rencananya akan diintegrasikan ke dalam program fellowship pengembangan akademik SEAAM dan kolokium penelitian internasional sepanjang tahun 2026. Peta jalan ini bukan sekadar tentang pertumbuhan institusi, melainkan komitmen untuk memastikan masa depan di mana pendidikan interdisipliner dan pembangunan berkelanjutan menjadi pilar keamanan manusia dan keunggulan akademik.

MoU (ISW)

IAI Rawa Aopa Konawe dan UNISSA Brunei Darussalam Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe, Sulawesi Tenggara, secara resmi memperkuat jaringan internasionalnya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam. Prosesi penandatanganan ini berlangsung pada Kamis, 20 November 2025, di Kampus UNISSA (Brunei Darussalam), yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua institusi.

Rektor UNISSA, Yang Mulia Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal, menyambut hangat kunjungan muhibah delegasi dari Sulawesi tersebut. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi formal, tetapi juga merupakan langkah konkret dalam membangun sinergi pendidikan tinggi Islam di Asia Tenggara. Delegasi IAI Rawa Aopa sendiri dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina, Al Asri, M.Si.,

MoU (ISW)
MoU (ISW)

Ketua Dewan Penyantun IAI Rawa Aopa Konawe, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., menyampaikan optimisme tinggi terhadap kemitraan ini. “Kami memandang UNISSA sebagai mitra strategis yang memiliki reputasi akademik internasional yang sangat baik, sehingga kolaborasi ini akan menjadi jembatan bagi mahasiswa dan dosen kami untuk memperluas cakrawala di kancah global,” ujarnya di sela-sela acara.

Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan ini mencakup berbagai poin penting, termasuk pertukaran pelajar dan kolaborasi riset lintas negara. “Fokus utama kami adalah memastikan bahwa implementasi dari MoU ini dapat segera dirasakan manfaatnya, terutama dalam meningkatkan kualitas literasi dan kajian keislaman yang relevan dengan tantangan zaman saat ini,” tegas Al Asri.

Lebih lanjut, Al Asri menekankan pentingnya adopsi kurikulum yang adaptif namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman. “Melalui sinergi dengan UNISSA, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat sesuai dengan visi besar institusi kami,” pungkasnya.

Di sisi lain, Al Asri menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja besar yayasan dalam melakukan akselerasi mutu sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara melalui jalur kerja sama internasional. Ia menyatakan bahwa pihak IAI Rawa Aopa telah menyiapkan peta jalan yang jelas untuk menindaklanjuti setiap poin kesepakatan agar tidak berhenti pada seremoni penandatanganan semata.

Beliau pun menyebutkan bahwa pihak UNISSA menyambut baik inisiatif kolaborasi ini, terutama dalam hal pengembangan dakwah dan pendidikan Islam yang inklusif di wilayah regional. Menurutnya, kesamaan visi dalam mencetak generasi rabbani menjadi alasan kuat mengapa kedua institusi ini memutuskan untuk saling mengikatkan diri dalam dokumen Nota Kesepahaman tersebut.

Sebagai penutup, Al Asri mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi swasta lainnya di Indonesia untuk berani melangkah ke level internasional. Ia meyakini bahwa dengan terjalinnya hubungan formal ini, akses terhadap referensi akademik dari Brunei Darussalam akan semakin terbuka lebar bagi sivitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe.

Raker (Rawa Aopa)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rampungkan Raker Akademik: Perkuat Budaya Mutu dan Atmosfer Akademik

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan (Konsel) telah sukses merampungkan Rapat Kerja Akademik (Raker Akademik) tahunan yang berlangsung dalam Sabtu, 26 Juli 2025 bertempat di gedung akademik, kampus Andoolo. 

Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan kerangka kerja akademik, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan budaya mutu dan atmosfer akademik yang kondusif di lingkungan kampus. Raker Akademik ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan, dekan, ketua program studi, dosen, dan staf tenaga kependidikan, menunjukkan komitmen kolektif terhadap kemajuan institusi.

Dalam sambutan pembukanya, Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Ismail Suardi Wekke, menegaskan urgensi Raker Akademik sebagai platform krusial untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya dan merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah institusi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, melainkan juga dari kualitas proses pembelajaran dan lingkungan akademik yang mendukung inovasi dan pengembangan diri.

Ismail Suardi Wekke secara khusus menyoroti pentingnya membangun budaya mutu sebagai pilar utama dalam mencapai visi institusi. Menurutnya, budaya mutu bukanlah sekadar slogan atau standar administratif semata, melainkan sebuah filosofi yang harus meresap dalam setiap lini kegiatan akademik dan non-akademik di kampus.

“Budaya mutu adalah ketika setiap individu di IAI Rawa Aopa, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan, merasa memiliki tanggung jawab personal terhadap kualitas pekerjaan dan layanan yang mereka berikan,” ujar Ismail. 

“Ini berarti komitmen untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak pernah puas dengan status quo. Mutu harus menjadi napas kita, baik dalam penyusunan kurikulum, proses pengajaran, penelitian, hingga pelayanan kemahasiswaan. Kita harus memastikan bahwa setiap lulusan IAI Rawa Aopa tidak hanya memiliki pengetahuan yang mumpuni, tetapi juga karakter yang kuat dan daya saing yang tinggi.”

Rektor menambahkan bahwa implementasi budaya mutu memerlukan sistem evaluasi internal yang kuat dan berkelanjutan, serta kesediaan untuk menerima umpan balik dan melakukan perbaikan secara terus-menerus. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan mutu ini, menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan yang diakui secara regional maupun nasional.

Selain budaya mutu, Prof. Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya menciptakan atmosfer akademik yang inklusif dan kondusif. Atmosfer ini, jelasnya, adalah fondasi bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan lingkungan penelitian yang produktif.

“Atmosfer akademik yang baik adalah suasana di mana mahasiswa merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan ide-ide mereka tanpa rasa takut atau canggung,” kata Ismail. “Ini adalah lingkungan di mana dosen dan mahasiswa dapat berkolaborasi dalam penelitian, saling menginspirasi, dan mendorong batas-batas pengetahuan. Kita harus menciptakan ruang di mana perbedaan pendapat dihargai, inovasi didukung, dan setiap individu merasa menjadi bagian dari komunitas ilmiah yang dinamis.”

Untuk mencapai hal ini, Rektor meminta agar fasilitas perpustakaan diperkaya, akses terhadap sumber daya digital ditingkatkan, serta kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar, lokakarya, dan diskusi rutin digalakkan. Ia juga mendorong pengembangan program mentoring bagi mahasiswa, serta kesempatan bagi dosen untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan mereka melalui studi lanjut dan partisipasi dalam konferensi internasional.

“Atmosfer akademik juga berarti menjunjung tinggi etika akademik, integritas, dan objektivitas dalam setiap penelitian dan publikasi,” tambahnya. “Ini adalah tentang membangun kepercayaan antara dosen dan mahasiswa, serta menciptakan lingkungan yang bebas dari plagiarisme dan praktik-praktik tidak etis lainnya.”

Raker Akademik ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi panduan bagi seluruh unit kerja di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan selama satu tahun ke depan. Rekomendasi tersebut mencakup peningkatan digitalisasi layanan akademik, penguatan jejaring kemitraan dengan institusi lain, serta pengembangan program studi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Penutupan Raker Akademik ini ditandai dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mengimplementasikan hasil-hasil yang telah disepakati. Dengan semangat kebersamaan dan visi yang jelas, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan siap melangkah maju menuju masa depan yang lebih cerah, menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan agama.

NASA Challenge (Rawa Aopa)

IAI Rawa Aopa Menjadi Mitra Pelaksanaan NASA Challenge 2025

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, menjadi institusi pendidikan tinggi yang dikenal dengan fokusnya pada integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan, kini menorehkan capaian yang perlu disyukuri. IAI Rawa Aopa secara resmi terpilih sebagai mitra pelaksana NASA Challenge 2025, sebuah kompetisi inovasi global yang diselenggarakan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA). 

Kemitraan ini bukan hanya pengakuan atas potensi akademik dan riset IAI Rawa Aopa, tetapi juga menjadi jembatan penting bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk berkontribusi langsung pada eksplorasi antariksa dan pengembangan teknologi mutakhir yang relevan dengan tantangan global.

Keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam NASA Challenge 2025 akan membuka peluang kolaborasi multidisiplin yang unik. Kompetisi ini biasanya mendorong partisipan untuk mengembangkan solusi inovatif terhadap permasalahan nyata, mulai dari tantangan teknis dalam misi luar angkasa hingga aplikasi data antariksa untuk mengatasi isu-isu lingkungan di Bumi. 

Dengan demikian, IAI Rawa Aopa akan berperan dalam memfasilitasi partisipasi aktif dari sivitas akademika, terutama dalam bidang-bidang yang mungkin bersentuhan dengan teknologi informasi, analisis data, keberlanjutan lingkungan, dan bahkan etika dalam eksplorasi antariksa. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa institusi yang berakar pada nilai-nilai lokal dapat menghasilkan inovasi berkelas dunia.

Sebagai mitra pelaksana, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diharapkan akan menyediakan platform, sumber daya, dan bimbingan bagi para peserta NASA Challenge 2025. Keterlibatan ini juga akan memperkuat jaringan kolaborasi internasional IAI Rawa Aopa dengan lembaga-lembaga riset dan teknologi terkemuka di seluruh dunia. 

Diharapkan, kemitraan ini tidak hanya meningkatkan profil IAI Rawa Aopa di kancah global, tetapi juga menginspirasi generasi muda Indonesia untuk mengejar karier di bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika), sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya eksplorasi ilmiah dan inovasi demi kemajuan peradaban.

ICSHAIS (Rawa Aopa)

Announcement: International Conference on Social Sciences and Humanities Approaches to Islamic Studies (ICSHAIS) 2025 (3-5 December)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – STAI DDI Makassar is once again preparing to host the International Conference on Social Sciences and Humanities Approaches to Islamic Studies (ICSHAIS) in 2025. This significant academic event will be held in collaboration with IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, marking a continued commitment to fostering intellectual discourse and scholarly collaboration in the field. The partnership between these esteemed institutions aims to create a robust platform for the exchange of ideas and research findings.

ICSHAIS (3-5 December) 2025 is designed to bring together academics, researchers, and practitioners from diverse backgrounds to explore critical issues and innovative perspectives within social sciences and humanities, particularly as they relate to Islamic studies. While the specific theme and sub-themes for the 2025 conference are yet to be unveiled, the event promises to uphold its tradition of stimulating meaningful discussions and contributing to advancements in the academic sphere.

All researchers and academics actively engaged in related fields are cordially invited to participate in ICSHAIS 2025. This conference offers a unique opportunity to present cutting-edge research, engage in vibrant debates, and network with peers from various national and international institutions. Participants are encouraged to prepare their scholarly contributions as the conference will provide a valuable forum for intellectual growth and collaboration.

Further essential information, including the official theme of ICSHAIS 2025, detailed sub-themes, and the complete registration schedule, will be announced in due course. Prospective attendees and presenters are advised to regularly check official channels for these crucial updates to ensure they do not miss any key deadlines or important information regarding the conference proceedings.

The organizing committees from STAI DDI Makassar and IAI Rawa Aopa Konawe Selatan eagerly anticipate the active participation of scholars and researchers. ICSHAIS 2025 is set to be another successful endeavor in advancing knowledge and fostering academic excellence within the realm of social sciences and humanities with an Islamic focus. Stay tuned for forthcoming announcements and prepare to be a part of this enriching academic experience.

ICSHAIS 2025 (Rawa Aopa)

STAI DDI Makassar Kembali Selenggarakan Konferensi Internasional ICSHAIS 2025 bersama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Da’wah wal Irsyad (STAI DDI) Kota Makassar akan kembali menjadi tuan rumah perhelatan akbar International Conference on Social and Humanities Approach to Islamic Studies (ICSHAIS) pada November 2025 mendatang. Kali ini, STAI DDI Makassar menggandeng Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra kolaborasi utama (Selasa, 22 Juli 2025).

ICSHAIS sendiri bukanlah nama baru dalam kancah konferensi internasional di bidang studi Islam. Ajang ini telah menunjukkan konsistensinya sejak pertama kali diadakan. Pada tahun 2020, ICSHAIS memulai debutnya dengan kolaborasi antara IAIN Gorontalo (sekarang IAIN Sultan Amai Gorontalo) dan STAI DDI Makassar, sebagaimana diberitakan sebelumnya di situs IAIN Gorontalo.

Kemudian, ICSHAIS 2022 melangkah lebih jauh secara internasional. Konferensi ini sukses diselenggarakan di Hatyai, Thailand, melalui kerja sama strategis antara STAI DDI Makassar, Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM), dan Andaman Anatolian Technology College (Thailand).

Kini, di tahun 2025, ICSHAIS kembali ke tanah air dengan mitra dengan melangkah bersama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkaya diskusi dan memperluas jangkauan keilmuan dalam bidang studi Islam, sosial, dan humaniora.

“Insya Allah, ICSHAIS 2025 akan berlangsung pada November mendatang,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu dengan pihak STAI DDI Makassar di Hotel Claro. “Kami optimis konferensi ini akan menjadi wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi gagasan, temuan, serta inovasi terbaru dalam studi Islam di era kontemporer.”

Informasi lebih lanjut mengenai tema, sub-tema, dan jadwal pendaftaran ICSHAIS 2025 akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Para peneliti dan akademisi di bidang terkait diundang untuk turut serta dalam agenda ilmiah yang prestisius ini.

Rapat Kerja (Rawa Aopa)

Undangan Rapat Kerja Tahun Akademik 2025/2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan akan segera menyelenggarakan rapat kerja tahunan untuk mempersiapkan diri menghadapi tahun akademik 2025/2026. Acara ini menjadi wadah strategis bagi seluruh civitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, hingga staf, untuk bersama-sama merumuskan arah dan kebijakan institusi. Sabtu, 26 Juli 2025, Pukul 08.00 – 18.00 wita (Andoolo) bertempat di kampus 2, Andoolo.

Fokus utama rapat kerja ini adalah mengevaluasi capaian dan tantangan di tahun sebelumnya, serta menyusun program kerja inovatif yang sejalan dengan visi dan misi IAI Rawa Aopa dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berakhlak mulia.

Rapat kerja ini diharapkan menjadi momentum refleksi mendalam mengenai berbagai aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Di bidang pendidikan, pembahasan akan meliputi kurikulum, metode pembelajaran, dan peningkatan kualitas dosen agar sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri. 

Untuk penelitian, akan digali potensi riset kolaboratif yang relevan dengan isu-isu lokal maupun nasional, serta mendorong publikasi ilmiah yang berkualitas. Sementara itu, dalam pengabdian kepada masyarakat, IAI Rawa Aopa akan merumuskan program-program yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan sosial dan ekonomi di Konawe Selatan dan sekitarnya.

Salah satu agenda dalam rapat kerja ini adalah penentuan prioritas pengembangan institusi untuk tahun akademik mendatang. Ini mencakup perencanaan anggaran yang efektif, optimalisasi pemanfaatan fasilitas kampus, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Diskusi juga akan diarahkan pada upaya penguatan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun organisasi masyarakat, guna memperluas jaringan dan kesempatan bagi mahasiswa. Seluruh keputusan yang dihasilkan dalam rapat kerja ini akan menjadi landasan bagi operasional IAI Rawa Aopa sepanjang tahun akademik 2025/2026.

Partisipasi aktif dari seluruh peserta rapat kerja sangat diharapkan untuk menciptakan sinergi dan kolaborasi yang kuat. Ide-ide segar, masukan konstruktif, dan komitmen bersama dari setiap elemen IAI Rawa Aopa akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap institusi ini akan mendorong lahirnya program-program inovatif yang tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat peran IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan pendidikan Islam di wilayah Sulawesi Tenggara.

Dengan berakhirnya rapat kerja ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan akan memiliki peta jalan yang jelas dan terarah untuk menyongsong tahun akademik 2025/2026. Hasil dari rapat kerja ini tidak hanya akan membentuk masa depan institusi, tetapi juga akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam konteks pendidikan Islam.

ESERI UniSZA (Rawa Aopa)

Meneruskan Pesan Menteri Agama: IAI Rawa Aopa dan UniSZA Kolaborasi untuk Pendidikan Ekoteologi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Nerus – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan yang relevan dengan tantangan global, khususnya di bidang lingkungan dan keagamaan. Meneruskan pesan penting dari Menteri Agama Republik Indonesia mengenai ekoteologi, IAI Rawa Aopa bersiap meluncurkan program pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) bersama dengan East Coast Environmental Research Institute (ESERI) Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.

Kolaborasi ini menandai langkah maju yang signifikan dalam mengintegrasikan perspektif keagamaan dengan isu-isu keberlanjutan lingkungan. Ismail yang saat ini berada di kampus Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia merespon pesan Menteri Agama RI terkait dengan ekoteologi (Selasa, 15 Juli 2025).

Pernyataan Menteri Agama RI yang menekankan pentingnya peran agama dalam menjaga kelestarian lingkungan menjadi landasan kuat bagi inisiatif ini. Ekoteologi, sebagai bidang studi yang semakin krusial, berupaya menjembatani pemahaman spiritual dengan krisis lingkungan yang sedang kita hadapi.

Melalui program studi lanjut Master dan PhD ini, IAI Rawa Aopa dan UniSZA berkomitmen untuk menghasilkan cendekiawan yang mampu mengkaji, menganalisis, dan memberikan solusi berbasis nilai-nilai agama terhadap permasalahan lingkungan.

Kerja sama dengan UniSZA, sebuah institusi pendidikan tinggi terkemuka di Malaysia dengan keahlian di bidang lingkungan, akan memperkaya kurikulum dan pengalaman belajar mahasiswa. Program Master dan PhD ini diharapkan dapat melahirkan para ahli yang tidak hanya memahami teori ekoteologi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik, baik melalui penelitian maupun pengabdian masyarakat.

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan antusiasmenya terhadap kolaborasi bersejarah ini. “Kami sangat gembira dapat berkolaborasi dengan ESERI UniSZA untuk meluncurkan program Master dan PhD dalam Lingkungan dan Keagamaan,” ujar Dr.

Ismail Suardi Wekke selanjutnya menyatakan “Inisiatif ini sejalan dengan visi IAI Rawa Aopa untuk menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan Islam yang relevan dan berdampak.”

Ismail Suardi Wekke melanjutkan, “Pesan dari Bapak Menteri Agama tentang pentingnya ekoteologi telah menjadi inspirasi utama bagi kami. Kami percaya bahwa agama memiliki peran fundamental dalam membentuk etika dan perilaku manusia terhadap lingkungan. Melalui program ini, kami ingin mencetak generasi ilmuwan dan praktisi yang mampu mengintegrasikan kearifan lokal, nilai-nilai agama, dan sains modern untuk mengatasi tantangan lingkungan.”

Program ini akan mencakup berbagai topik interdisipliner, mulai dari teologi lingkungan, etika lingkungan Islam, kebijakan lingkungan berbasis agama, hingga pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Mahasiswa akan didorong untuk melakukan penelitian inovatif yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemecahan masalah lingkungan di Indonesia dan di seluruh dunia.

“Kami berharap lulusan dari program ini akan menjadi agen perubahan yang mampu mengadvokasi keberlanjutan, mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan, dan berkontribusi pada pengembangan kebijakan yang berpihak pada kelestarian alam,” tambah Ismail Suardi Wekke.

“IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mendukung keberhasilan program ini dan menjadikan Sulawesi Tenggara, khususnya Konawe Selatan, sebagai salah satu pionir dalam pengembangan ekoteologi di Indonesia,” ungkap Ismail.

Kolaborasi antara IAI Rawa Aopa dan UniSZA diharapkan tidak hanya akan memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan secara luas, sesuai dengan amanat Menteri Agama dan nilai-nilai luhur agama dalam menjaga kelestarian bumi.

FGD Bersama (IAI Rawa Aopa)

Undangan FGD IAI Rawa Aopa, STIT Sunan Giri Bima, dan ESERI UniSZA: Persiapan dan Tindak Lanjut Kerjasama

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Undangan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan tiga institusi pendidikan tinggi dari dua negara berbeda— IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan STIT Sunan Giri Bima dari Indonesia, serta ESERI UniSZA (Universiti Sultan Zainal Abidin) dari Malaysia akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2025.

Undangan ini merupakan langkah lanjutan, sekaligus langkah strategis untuk menjajaki teknis dan mempererat kolaborasi lintas batas. Fokus utama FGD ini adalah persiapan dan tindak lanjut kerjasama yang diharapkan mampu membuka peluang baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sinergi antara ketiga institusi ini berpotensi menciptakan ekosistem akademik yang lebih kaya, mendorong inovasi, dan menghasilkan dampak positif yang lebih luas bagi komunitas akademik maupun masyarakat umum.

Diskusi dalam FGD ini tentunya akan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penjajakan potensi bidang kerjasama yang relevan bagi masing-masing institusi hingga perumusan kerangka kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. Misalnya, kolaborasi bisa berfokus pada penelitian bersama di bidang studi keagamaan dan sosial, kegiatan bersama mahasiswa dan dosen, pengembangan kurikulum bersama, atau bahkan proyek pengabdian masyarakat yang terintegrasi. Pentingnya FGD ini terletak pada kemampuannya untuk menyelaraskan visi dan misi ketiga pihak, mengidentifikasi kekuatan dan sumber daya yang dapat saling melengkapi, serta merumuskan langkah-langkah praktis untuk mewujudkan tujuan bersama.

Keberhasilan FGD ini akan menjadi fondasi kokoh bagi terjalinnya kemitraan strategis yang bermanfaat jangka panjang. Tindak lanjut dari diskusi ini diharapkan akan berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) atau perjanjian kerjasama (MoA) yang lebih spesifik, yang akan menjadi payung hukum bagi berbagai program dan kegiatan kolaboratif.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan ketiga institusi dapat saling belajar, berbagi pengalaman terbaik, dan bersama-sama menghadapi tantangan global dalam dunia pendidikan tinggi. Ini adalah langkah maju yang menjanjikan dalam upaya memperluas jejaring akademik dan memperkuat kapasitas keilmuan di kancah internasional.