Workshop (ISW)

Pasca ICOSBE 2026, Kolaborasi Binus Business School Berlanjut Dengan IAI Rawa Aopa

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Momentum usainya perhelatan International Conference on Sustainable Business and Entrepreneurship (ICOSBE) 2026 tidak lantas menyurutkan langkah sinergi antarperguruan tinggi. Binus Business School resmi melanjutkan kolaborasi strategisnya dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melalui gelaran Workshop Penerbitan Publikasi Pasca-Konferensi pada Senin (20/7/2026) yang dilaksanakan daring.

Kegiatan akademis yang berfokus pada pendampingan konversi makalah ilmiah menjadi bab buku berstandar internasional (book chapter) tersebut dipandu langsung oleh Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, yang bertindak sebagai moderator.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa forum ilmiah ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam memperkuat tradisi riset di lingkungan perguruan tinggi swasta dan keagamaan.

“Kami ingin memastikan bahwa karya ilmiah yang dipresentasikan dalam ICOSBE 2026 tidak berhenti sebagai dokumen konferensi saja, melainkan berlanjut hingga menjadi karya kolektif berupa book chapter yang terindeks dan dapat diakses oleh publik global,” tegas Ismail usai kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail turut menegaskan pentingnya membangun ekosistem kolaborasi lintas kampus untuk mendongkrak reputasi akademis nasional.

“Kemitraan antara Binus Business School dan IAI Rawa Aopa adalah bukti konkret bahwa batas geografis dan bentuk kelembagaan bukan penghalang untuk melahirkan karya riset bereputasi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa luaran dari pelatihan ini dirancang khusus untuk memberi dampak langsung pada peningkatan rekam jejak publikasi para dosen dan peneliti.

“Melalui pendampingan terstruktur ini, kami menargetkan luaran berupa naskah berkualitas tinggi yang siap dipublikasikan oleh penerbit bereputasi internasional dalam kurun waktu dekat,” tambahnya.

Selain memberikan pernyataan secara langsung, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan gambaran teknis serta arah kebijakan dari kemitraan strategis ini. Ia mengungkapkan bahwa workshop konversi makalah ini dirancang untuk membantu para peneliti dalam menyusun argumentasi ilmiah yang lebih mendalam dan sesuai dengan standar penerbitan buku akademik global.

Lebih lanjut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa tersebut menyebutkan bahwa kolaborasi pasca-ICOSBE 2026 ini akan dijadikan sebagai pilar utama dalam memperkuat program riset kolaboratif antara IAI Rawa Aopa dan mitra jejaring nasional maupun internasional. Ismail menggarisbawahi bahwa sinergi seperti ini penting untuk terus dirawat agar akademisi dari daerah memiliki ruang dan kesempatan yang sejajar di panggung karya ilmiah global.

Workshop yang berlangsung interaktif ini diisi dengan pemaparan strategi penyuntingan naskah, penyesuaian gaya selingkung penerbit internasional, hingga tips menembus penerbit berpenghargaan global. Sinergi ini diharapkan menjadi model kerja sama berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas publikasi ilmiah di Indonesia.

Binus (ISW)

Turut dalam Kegiatan Bersama di Binus University, IAI Rawa Aopa Persiapkan Usulan Tindak Lanjut

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) Binus University terus memperkuat jejaring globalnya melalui kolaborasi internasional yang inovatif. Bertempat di Kampus Anggrek Binus University, Kamis (2/7/2026), digelar rangkaian kegiatan akademik satu hari penuh yang bekerja sama dengan Sydney University, Australia. 

Acara yang memadukan ujian praktik dan diskusi ilmiah ini turut menggandeng 27 perguruan tinggi di Indonesia sebagai co-host, salah satunya adalah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Sebagai bentuk partisipasi aktif dalam forum strategis ini, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan usulan tindak lanjut program konkret demi mengoptimalkan hasil kolaborasi tersebut di masa depan. 

Keterlibatan ini dinilai menjadi momentum penting bagi kampus dalam menyusun draf program kerja sama lanjutan yang lebih aplikatif. Rangkaian acara diawali pada pagi hari dengan pelaksanaan ujian akhir semester (UAS) yang unik, yakni dalam bentuk coffee making exam. Setelah itu, agenda berlanjut ke sesi utama berupa seminar bersama faculty member yang berlangsung secara hibrida (hybrid) di Lantai 8 Kampus Anggrek. 

Seminar ini menjadi ruang diskursus yang dinamis karena mempertemukan para akademisi lintas negara dan lintas institusi guna membahas perkembangan terbaru di sektor komunikasi digital, perhotelan, dan pariwisata. Mengenai inisiatif strategis ini, Head of Internationalization & Partnership Program (HIPP) FDCHT Binus University, Dr. R.A. Aryanti Wardaya Puspokusumo, B.Sc, M.B.M., memberikan penjelasan komprehensif.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antarperguruan tinggi yang bergerak dalam kerangka NUNI (Nationwide University Network in Indonesia) dan juga diperkuat dengan dukungan penuh dari Sydney University, Australia, khususnya melalui kehadiran Prof. John Connell,” ujar Aryanti di sela-sela acara.

Aryanti menambahkan bahwa sinergi seperti ini sangat penting untuk membangun ekosistem akademik yang inklusif di Indonesia. Melalui jaringan NUNI, Binus University berkomitmen untuk tidak hanya maju secara mandiri, melainkan juga bertumbuh bersama dengan puluhan perguruan tinggi mitra di berbagai daerah. 

Keterlibatan pembicara internasional kelas dunia seperti Prof. John Connell pun diharapkan mampu memberikan perspektif global yang segar bagi para dosen dan mahasiswa yang hadir, baik secara luring maupun daring. Apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan kolaborasi internasional ini juga datang dari salah satu perguruan tinggi mitra yang bertindak sebagai co-host

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan pandangannya mengenai nilai penting dari platform akademik ini bagi institusi di luar Pulau Jawa, sekaligus menegaskan langkah taktis ke depan.

“Kami melihat kegiatan ini sebagai langkah transformatif bagi tata kelola akademik dan sangat mengapresiasi Binus University yang telah memberikan kesempatan luar biasa bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk bergabung sebagai co-host,” ungkap Ismail Suardi Wekke.

Ismail juga menekankan bahwa keterlibatan perguruan tinggi daerah dalam forum berskala internasional seperti ini merupakan momentum berharga untuk mempercepat peningkatan mutu dan eksposur institusi. Kerja sama ini membuktikan bahwa batas geografis bukan lagi halangan untuk mengakses diseminasi keilmuan tingkat global. Sebagai langkah konkret pasca-acara, pihak IAI Rawa Aopa berkomitmen agar kolaborasi berbasis jejaring NUNI ini dapat segera dirumuskan ke dalam draf usulan tindak lanjut program-program akademis maupun riset bersama di masa yang akan datang.

NUNI (ISW)

Pengumuman Kegiatan Bersama NUNI dan BINUS University dengan Prof. Dr. John Connell (Australia)

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Pengumuman kegiatan bersama Nation University Network in Indonesia (NUNI) dan BINUS University menghadirkan akademisi internasional terkemuka, Prof. Dr. John Connell dari Australia. Kolaborasi strategis ini dirancang sebagai wadah diseminasi riset global yang mempertemukan pemikiran inovatif antarperguruan tinggi lintas negara. 

Melalui sinergi ini, para peserta diajak mengeksplorasi perspektif baru dalam menjawab tantangan kontemporer di bidang pembangunan dan dinamika regional. Kemitraan akademik global kini menjadi pilar utama dalam mendongkrak visibilitas riset institusi di kancah internasional. 

Ketika perguruan tinggi lokal berkolaborasi dengan pakar dunia, transfer pengetahuan tidak lagi berjalan satu arah, melainkan bertransformasi menjadi dialog interaktif yang subur. Fenomena inilah yang melandasi pentingnya kolaborasi teranyar antara NUNI dan BINUS University.

Hadirnya Prof. Dr. John Connell, seorang pakar human geography terkemuka dari University of Sydney, memberikan bobot ilmiah yang signifikan pada agenda ini. Rekam jejak beliau dalam meneliti dinamika sosial-ekonomi dan migrasi di wilayah Asia-Pasifik menawarkan metodologi empiris yang relevan bagi peneliti domestik. Forum ini sekaligus menjadi ruang bedah teoretis untuk memetakan solusi lokal atas problematika global.

Sebagai wadah yang inklusif, NUNI secara konsisten mendorong penguatan kapasitas riset nasional lewat jejaring antaruniversitas di Indonesia. Bersama BINUS University yang dikenal kuat dalam ekosistem riset digital dan teknologi, integrasi keilmuan ini diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata. Pertemuan kelembagaan semacam ini mempercepat akselerasi tata kelola pengetahuan (knowledge management) di era keterbukaan informasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk meruntuhkan dinding tebal antara menara gading akademik dan masyarakat umum. Gagasan-gagasan kompleks mengenai pembangunan berkelanjutan dikemas dengan narasi yang scannable, segar, dan mudah dicerna tanpa kehilangan esensi metodologisnya. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memantik minat generasi muda untuk terjun ke dunia penelitian.

Dari sudut pandang strategis, luaran atau output dari kegiatan bersama ini diproyeksikan mampu memperkaya khazanah publikasi ilmiah yang bereputasi. Melalui diskusi intensif, para peneliti lokal berpeluang membangun kemitraan riset lanjutan yang berbasis Open Science, sehingga memperluas jangkauan sitasi global. Identitas peneliti yang mapan kini tidak hanya dinilai dari gelar, melainkan dari kontribusi nyatanya dalam jaringan kerja global.

Sebagai penutup, pengumuman ini sekaligus menjadi panggilan terbuka bagi para akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk kolaborasi kegiatan dalam bentuk pelaksana bersama (co-host). Kolaborasi internasional bukan lagi sebuah opsi mewah, melainkan suatu keniscayaan di tengah interkonektivitas global saat ini. Mari bersiap menyerap inspirasi dan metodologi segar langsung dari sang pakar demi kemajuan riset nusantara.

Diskusi Termpumpun (ISW)

Undangan Diskusi Terpumpun, Persiapan Pembentukan Komite Etik Lintas Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Dalam ekosistem riset kontemporer, integritas moral dan perlindungan subjek penelitian menjadi pilar utama yang tidak dapat ditawar. Seiring dengan meningkatnya kolaborasi riset antarlembaga, tuntutan akan adanya standarisasi protokol etik yang seragam semakin mendesak. Diskusi Terpumpun ini diselenggarakan sebagai langkah awal yang krusial untuk menyelaraskan visi dan misi antarperguruan tinggi dalam menjamin bahwa setiap karya ilmiah yang dihasilkan memenuhi kaidah moralitas universal tanpa mengesampingkan kekhasan konteks lokal di Indonesia.

Pembentukan Komite Etik Lintas Perguruan Tinggi bertujuan untuk mengatasi kendala birokrasi dan inkonsistensi penilaian etik yang seringkali menghambat laju penelitian kolaboratif. Selama ini, peneliti dari institusi berbeda kerap menghadapi kendala perizinan yang tumpang tindih dan memakan waktu lama. Melalui forum ini, kita akan merancang sebuah mekanisme peninjauan etik yang terintegrasi, sehingga proses ethical clearance dapat berjalan lebih efisien, transparan, dan memiliki akreditasi yang diakui secara luas baik di tingkat nasional maupun internasional.

Diskusi ini akan berfokus pada perumusan kerangka kerja operasional, mulai dari penentuan kriteria keanggotaan komite yang independen hingga penyusunan prosedur operasional standar (SOP) yang adaptif. Kita perlu memastikan bahwa komite yang terbentuk nantinya memiliki kompetensi multidisipliner untuk meninjau berbagai klaster penelitian, mulai dari ilmu kesehatan, sosial-humaniora, hingga teknologi digital. Keterlibatan para pakar dari berbagai latar belakang instansi sangat diharapkan dapat memberikan perspektif yang kaya dalam memetakan potensi risiko dan mitigasi pelanggaran etik.

Selain aspek prosedural, aspek legalitas dan keberlanjutan organisasi juga akan menjadi agenda utama dalam pertemuan ini. Pembahasan akan mencakup payung hukum yang menaungi kerja sama lintas institusi serta model pendanaan mandiri yang tidak mengintervensi independensi pengambilan keputusan etik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa komite etik yang kita bangun memiliki posisi tawar yang kuat dan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik maupun komersial dari pihak manapun, sehingga integritas akademik tetap terjaga di atas segalanya.

Sebagai penutup, melalui forum diskusi terpumpun ini, diharapkan terbentuk sebuah kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan formal pembentukan Komite Etik Lintas Perguruan Tinggi. Sinergi ini bukan sekadar upaya administratif, melainkan sebuah komitmen moral bersama untuk meningkatkan kualitas riset bangsa.

Kami mengundang Bapak/Ibu untuk memberikan kontribusi pemikiran terbaik demi terciptanya iklim penelitian yang aman, etis, dan bermartabat bagi kemajuan ilmu pengetahuan di masa depan. Kegiatan diskusi terpumpun akan dilaksanakan daring, Senin, 30 Maret 2026, Pukul 15.30 – 16.30 WIB | 16.30 – 17.30 WITA | 17.30 – 18.30 WIT.

Penelitian Kolaboratif (ISW)

Jalin Kerja Sama Penelitian dengan Binus dan UKM Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Lumpur – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berikhtiar memperluas jejaring akademiknya di kancah internasional melalui keterlibatan dalam proyek penelitian kolaboratif lintas negara. Dalam perencanaan awal tahun ini, institusi ini menggandeng dua perguruan tinggi ternama, yakni Binus University dari Indonesia dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kolaborasi ini dirancang untuk memadukan berbagai keahlian multidisiplin guna menjawab tantangan regional di Asia Tenggara.

Keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam konsorsium penelitian ini menandai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas luaran akademik dan reputasi institusi. Melalui kemitraan ini, ketiga universitas berkomitmen untuk melakukan pertukaran data, pengembangan metodologi bersama, hingga publikasi karya ilmiah pada jurnal bereputasi internasional. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir dan perdesaan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menjadi pusat keunggulan riset. Menurutnya, kolaborasi dengan Binus University dan UKM Malaysia akan memberikan warna baru bagi iklim akademik di IAI Rawa Aopa. Ia menilai bahwa kehadiran mitra internasional seperti UKM akan memperkuat aspek komparatif dalam riset yang dilakukan, sehingga hasil penelitian memiliki dampak yang lebih luas secara global.

Dalam kesempatan saat tiba di Kuala Lumpur, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi masa depan dosen dan peneliti di lingkungan kampus. “Kerja sama ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan langkah nyata bagi dosen kami untuk mendalami standar riset internasional bersama pakar dari Binus dan UKM,” ungkap Ismail Suardi Wekke di Bangi (Malaysia), Senin, 9 Februari 2026. 

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sangat antusias menyambut kolaborasi ini karena menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa perguruan tinggi di daerah mampu bersaing di panggung dunia. “Kami percaya bahwa jarak geografis justru menjadi peluang untuk melahirkan karya ilmiah yang berkualitas tinggi dan relevan bagi publik global,” tuturnya dengan optimis.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa alokasi sumber daya institusi akan diarahkan untuk mendukung penuh setiap tahapan penelitian kolaboratif ini. Ia menyatakan bahwa pihak rektorat telah menyiapkan skema pendukung agar para peneliti dapat fokus bekerja sama dengan mitra dari Malaysia dan Jakarta tanpa terkendala urusan administratif. 

Dengan komitmen yang kuat tersebut, IAI Rawa Aopa berharap hasil riset ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi para pengambil kebijakan dalam menyusun program pembangunan yang berbasis data dan ilmu pengetahuan. “Terima kasih kepada BINUS dan Universiti Kebangsaan Malaysia yang bersedia menerima kehadiran kami,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

ICOBAR (ISW)

BINUS University Gandeng IAI Rawa Aopa, Sajikan Publikasi Bersama dan Perkuat Riset Global di ICOBAR-SMART 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – IAI Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperluas cakrawala kolaborasi akademik internasional. Pekan ini dengan turut menghadiri penyelenggaraan ICOBAR–SMART 2026 pada 5–6 Februari 2026 di Jakarta. ICOBAR 2026, Mengusung tema “Convergence 2026: Smart Governance, Intelligent Business, and Revolutionary Mobility for a Sustainable Global Ecosystem,” konferensi ini menjadi momentum spesial berkat kolaborasi erat antara BINUS University, dengan Korean Institute of Information Technology (KIIT) dari Korea Selatan. 

Sementara itu, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, mendapatkan peluang untuk digandeng oleh BINUS University. Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam konferensi ini menandai langkah dalam mengintegrasikan perspektif teknologi modern dengan nilai-nilai tata kelola yang inklusif. Dengan melibatkan kontribusi melalui publikasi 261 paper, konferensi ini menyoroti bagaimana teknologi digital harus mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara adil.

Tema tahun ini mencerminkan urgensi global dalam memastikan percepatan teknologi—mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga sistem mobilitas cerdas—berjalan selaras dengan tata kelola yang adaptif. Keterlibatan IAI Rawa Aopa memperkuat dimensi sosial-humaniora dalam riset-riset yang dipresentasikan, memastikan bahwa inovasi teknologi tetap berorientasi pada pemberdayaan manusia.

Vice Rector of Research and Technology Transfer BINUS University, Prof. Dr. Juneman Abraham, M.Psi., menekankan bahwa teknologi tidak boleh hanya menjadi milik elit. “Bersama mitra strategis kami, kami berkomitmen memastikan inovasi digital benar-benar menjadi milik publik dan digunakan untuk mempersempit jurang kesenjangan sosial. Kami berupaya agar teknologi masa depan tidak memperlakukan manusia sekadar sebagai data, melainkan sebagai subjek yang berdaya,” ujar Juneman.

ICOBAR–SMART 2026 menghadirkan rangkaian diskusi lintas disiplin yang mencakup: Kecerdasan Buatan (AI) & Internet of Things (IoT), Smart Mobility & Digitalisasi Rantai Pasok, Tata Kelola & Kebijakan Publik, dan Pengembangan Keterampilan Masa Depan & Keberlanjutan.

Dr. Joice Yulinda Luke, Chair Organizing Committee, menyambut hangat kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa bersama KIIT Korea Selatan memperkaya kualitas akademik dan memperluas jejaring internasional yang berlandaskan keberagaman perspektif.

Kemitraan dengan KIIT, yang menaungi 7.500 peneliti dari 200 universitas, semakin memperkokoh posisi Indonesia dalam ekosistem riset global. Prof. Insik Choi, President KIIT, menambahkan bahwa tantangan keberlanjutan menuntut kolaborasi lintas negara yang kuat. Sinergi antara BINUS, IAI Rawa Aopa, dan KIIT diharapkan menjadi jembatan bagi lahirnya solusi praktis yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan berkelanjutan di tingkat dunia.

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke yang turut hadir, tidak saja dalam kaitan kolaborasi riset dengan faculty member Binus University, tetapi turut berkolaborasi dalam penyiapan outlet publikasi. “Kami menawarkan kepada komite saintifik ICOBAR 2026, untuk memberikan rekomendasi kepada para pemakalah dalam menyiapkan publikasi,” pungkas Ismail Suardi Wekke di Jakarta, usai mengikuti kegiatan tersebut di Kampus BINUS @kemanggisan. 

ICOBAR (ISW)

Hadir di ICOBAR 2026, IAI Rawa Aopa Sampaikan Apresiasi Kepada BINUS University

Rawaaopakonsel.ac.id, jakarta – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menghadiri perhelatan International Conference on Biospheric Harmony (ICOBAR) 2026 yang diselenggarakan oleh BINUS University (Kamis, 5 Februari 2026) di Kampus Anggrek, Jakarta Barat. Dalam forum berskala internasional tersebut, IAI Rawa Aopa menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan BINUS dalam kolaborasi riset.

Hadir, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah bagi perguruan tinggi di daerah untuk meningkatkan daya sanding di kancah global. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa partisipasi dalam ICOBAR merupakan komitmen lembaga untuk terus belajar dari ekosistem akademik yang telah mapan seperti BINUS University.

“Kami sangat mengapresiasi ruang yang diberikan oleh BINUS University melalui ICOBAR 2026 ini sebagai jembatan bagi akademisi daerah untuk bertukar gagasan di level internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan. 

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antarperguruan tinggi sangat krusial dalam menghadapi tantangan keberlanjutan global. “Kehadiran kami di sini adalah bentuk nyata dari upaya IAI Rawa Aopa untuk menyelaraskan visi riset lokal dengan standar global yang diusung oleh BINUS,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya keberlanjutan hubungan ini dengan menyatakan bahwa ICOBAR bukan sekadar konferensi, melainkan laboratorium ide yang inklusif. “Selain kepada panitia, kami juga mengapresiasi faculty member Binus yang telah bersedia bekerja bersama sehingga dua artikel kami diterima untuk dipresentasikan dalam konferensi ini,” tutur Ismail Suardi Wekke dalam jamuan makan malam yang berlangsung di tempat yang sama.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan bahwa pihak IAI Rawa Aopa mendapatkan kehormatan sehingga dapat dilibatkan dalam agenda sebesar ini. Ia menyebutkan bahwa pengalaman yang didapatkan selama konferensi akan menjadi bahan referensi dan pengembangan penting bagi pengelolaan riset di internal kampusnya ke depan. 

Selain itu, Ismail mengungkapkan harapannya agar kerja sama antara IAI Rawa Aopa dan BINUS University dapat berlanjut pada program-program penguatan sumber daya manusia yang lebih teknis. “Sampai pada titik ini, kita tetap berterima kasih. Semoga di masa dan kesempatan mendatang, BINUS tetap bersedia membuka ruang kerjasama kepada kami,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang dalam beberapa kesempatan sebelum menjadi komite saintifik konferensi di BINUS.

Konferensi ICOBAR 2026 sendiri dihadiri oleh ratusan peneliti dari berbagai negara. Kehadiran delegasi dari IAI Rawa Aopa diharapkan mampu memberikan perspektif baru, khususnya terkait kearifan lokal dalam menjaga ekosistem biosfer di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan adanya pernyataan dukungan dari pimpinan IAI Rawa Aopa, diharapkan hubungan kerja sama antara kedua institusi ini semakin solid dan memberikan dampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan, terkhusus bagi IAI Rawa Aopa.

Binus at Bandung (ISW)

Berkunjung ke BINUS Bandung, Identifikasi Peluang Kerjasama

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Perguruan tinggi terus memperkuat jejaring akademik guna meningkatkan kualitas tridarma melalui kolaborasi lintas institusi. Senin (2 Januari 2026), pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan ke Universitas Bina Nusantara (BINUS) @Bandung dalam rangka identifikasi peluang kerja sama yang dapat diksinergikan antara kedua perguruan tinggi.

Dalam kunjungan ini bertemu dengan Komite Saintifik ICOSBE 2025, Dr. Ahmad Syamil yang bertempat tahun lalu di BINUS Bandung. “BINUS yang selama ini dikenal sebagai pionir dalam integrasi teknologi dalam pendidikan tinggi,” papar ismail Suardi Wekke, 

Pertemuan tersebut dalam diskusi informal pada pemetaan potensi sinergi, mulai dari program pengabdian masyarakat ataupun kesempatan mahasiswa untuk bergabung dalam program mobiliti hingga riset kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan peluang untuk meneruskan langkah ini bagi institusinya. Beliau menyatakan bahwa kedatangan timnya ke kampus kreatif tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana ekosistem digital dapat diimplementasikan dalam struktur kampus yang sedang berkembang. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa kerja sama telah dimulai dengan kesediaan pihak BINUS untuk bergabung dalam Komite Saintifik ICOSBE 2025. Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke berharap bahwa ada peluang lain yang dapat diteruskan dalam kerangka kolaborasi bersama IAI Rawa Aopa. Ia juga menegaskan komitmen institusi untuk mengadopsi standar global dalam pengelolaan perguruan tinggi melalui kemitraan dengan universitas kelas dunia seperti BINUS.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail memberikan penekanan khusus yang menggambarkan visi besar kolaborasi ini. “Kami melihat BINUS Bandung sebagai mitra dalam mengakselerasi transformasi digital di kampus kami, mengingat reputasi mereka dalam bidang teknologi yang sangat kuat,” ujar Ismail. 

Beliau juga menambahkan bahwa tantangan geografis bukan lagi hambatan asalkan ada kemauan untuk saling bersinergi dalam bidang riset dan inovasi. “Sinergi ini adalah upaya nyata IAI Rawa Aopa untuk naik kelas dan memastikan lulusan kami memiliki daya saing dengan mahasiswa di kota-kota besar,” tegasnya.

Pertemuan ini juga dengan menyapa direktur kampus BINUS Bandung. Hasil dari identifikasi peluang ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam bentuk dokumen kerja sama formal yang diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat. 

Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak optimistis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan inovatif bagi seluruh civitas akademika. “Kita di IAI Rawa Aopa menyampaikan keinginan untuk bekerja bersama dengan BINUS University, termasuk dengan kampus Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Diskusi dengan Binus (ISW)

Pertemuan dengan SOA Binus University, Usulkan Persiapan Kolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa berusaha mempertahankan jejaring akademik di tingkat nasional. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memenuhi undangan diskusi daring dari School of Accounting (SOA) Bina Nusantara University (Sabtu, Januari 2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan draf kerja sama formal antar kedua institusi.

Diskusi tersebut berfokus pada pengembangan kualitas riset dan penguatan kapasitas dosen. Ismail Suardi Wekke menilai kolaborasi dengan Binus University sangat strategis bagi pengembangan institusi di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, sinergi ini akan membuka akses bagi dosen IAI Rawa Aopa untuk mendalami tata kelola akuntansi modern dan publikasi ilmiah berstandar internasional.

Dalam forum tersebut, Ismail menyampaikan antusiasmenya terhadap penyelarasan program akademik. “Pertemuan ini adalah momentum penting bagi kami untuk mengadopsi praktik terbaik dalam manajemen pendidikan tinggi dari Binus University,” ujar Ismail Suardi Wekke di tengah sesi diskusi. Ia berharap draf kolaborasi ini segera rampung untuk diimplementasikan pada semester mendatang.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa kerja sama ini menjadi peluang untuk bersama-sama dalam pelbagai bentuk kolaborasi. “Kami mengusulkan persiapan kolaborasi yang menyentuh aspek fundamental, terutama dalam pengabdian masyarakat berbasis literasi keuangan,” tegasnya. Baginya, IAI Rawa Aopa membutuhkan mitra yang kuat untuk mengakselerasi transformasi digital di lingkungan kampus.

Ismail juga memberikan arahan khusus mengenai target yang ingin dicapai melalui kemitraan ini. “Saya ingin memastikan bahwa setiap dosen di IAI Rawa Aopa mendapatkan manfaat nyata dari jejaring dengan School of Accounting Binus,” kata Ismail Suardi Wekke yang mengikuti diskusi (daring) saat berada di Bombana dalam kegiatan pengabdian masyarakat terintegrasi dengan penelitian dan publikasi. 

Hal ini menjadi komitmen pimpinan untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan. Ismail Suardi Wekke turut menjelaskan bahwa tindak lanjut dari pertemuan ini akan melibatkan penyusunan poin-poin kesepahaman (MoU) yang lebih detail. 

Ia menyatakan bahwa pihak kampus sangat terbuka terhadap masukan teknologi dari Binus yang dapat diterapkan pada kurikulum lokal. Pihaknya berencana mengundang tim SOA Binus untuk melakukan pendampingan teknis secara daring maupun luring.

Rencana kolaborasi ini juga mencakup bidang penulisan buku dan artikel jurnal secara bersama. Ismail menyebutkan bahwa potensi riset di Sulawesi Tenggara sangat melimpah namun memerlukan metodologi yang lebih tajam. 

Melalui kemitraan ini, ia meyakini karya-karya akademisi IAI Rawa Aopa akan mempelajari teknis dalam menembus indeksasi global dengan bimbingan dari pakar di Binus University. Pertemuan daring ini berakhir dengan catatan untuk mengadakan pertemuan lagi berikutnya dalam terkait teknis. 

IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus bergerak progresif dalam menjalin aliansi strategis. Langkah ini dipandang sebagai upaya nyata Ismail Suardi Wekke dalam membawa kampus tersebut menjadi pusat unggulan untuk berperan dalam ekosistem keilmuan.

Diskusi Kerjasama (ISW)

Agenda: Pertemuan Awal dengan HoD di SoA, Bina Nusantara University

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pertemuan awal dengan Head of Department (HoD) di School of Architecture (SoA), Bina Nusantara University dijadwalkan Sabtu mendatang (24 Januari 2026). Langkah ini, merupakan kesempatan strategis untuk membuka ruang dialog formal dan menjajaki potensi sinergi akademik. 

Fokus utama dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan profil masing-masing institusi serta menyelaraskan visi terkait pengembangan keilmuan di bidang akuntasi dan keuangan. Melalui sesi ini, kedua belah pihak dapat mengidentifikasi peluang kerja sama yang konkret, baik dalam skala nasional maupun internasional. 

Sebagaimana diketahui Binus University, merupakan institusi yang sudah tersenarai dalam QS Rangking. “Sekaligus merupakan sekolah bisnis terbaik di Indonesia dalam rangking QS,” ujar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kuangan, dan Kepegawaian, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sementara itu, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, saat ini sementara menunggu persetujuan pihak Direktur Pendidikan Tinggi Islam, Kementerian Agama RI, terkait dengan surat keputusan ijin operasional program studi ekonomi syariah. “Dengan kegiatan ini, akan menjadi kesempatan mengenalkan IAI Rawa Aopa ke calon mitra, Bina Nusantara University,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai research fellow INTI International University (Malaysia).

Agenda ini juga dirancang sebagai forum untuk mendiskusikan peluang untuk menjalin program-program inovatif, seperti kolaborasi riset, pertukaran dosen, hingga pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri global. Dengan melibatkan pimpinan departemen secara langsung, setiap poin kesepakatan diharapkan memiliki landasan manajerial yang kuat untuk ditindaklanjuti menjadi program nyata. 

Diskusi akan mencakup pemanfaatan sumber daya bersama guna meningkatkan kualitas lulusan dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Sebagai penutup, pertemuan ini bertujuan untuk menghasilkan kerangka kerja sama (MoU/MoA) yang menguntungkan kedua pihak. 

Output yang diharapkan bukan sekadar seremoni formal, melainkan terciptanya jejaring akademik yang berkelanjutan dalam kerangka mobilitas keilmuan. Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan Bina Nusantara University dan mitra dapat bersama-sama memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan berkelanjutan di sektor keuangan dan akuntansi.