IMG-20260305-WA0037

Terima KMA Resmi, IAI Rawa Aopa Siap Cetak Sarjana Ekonomi Syariah Unggulan

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memperkuat kedudukannya sebagai lembaga pendidikan tinggi kredibel dengan menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1714 Tahun 2025 mengenai izin penyelenggaraan Program Studi Ekonomi Syariah untuk jenjang Sarjana (S1).

Penerimaan dokumen strategis tersebut dilakukan pada Senin, 3 Maret 2025, yang diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri. Kehadiran program studi baru ini diharapkan menjadi angin segar bagi calon mahasiswa di Sulawesi Tenggara yang ingin mendalami sektor ekonomi berbasis syariah.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri, Mardan, SKM., M.Si, menegaskan bahwa seluruh infrastruktur penunjang dan sumber daya manusia telah disiagakan untuk melayani calon mahasiswa yang ingin bergabung di kampus hijau tersebut. Mardan menyampaikan bahwa pembukaan program studi baru ini merupakan jawaban atas kebutuhan pasar kerja di Sulawesi Tenggara yang semakin dinamis.

Beliau menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami telah menyiapkan skema pendaftaran yang memudahkan calon mahasiswa, baik dari sisi administrasi maupun akses informasi, agar proses transisi menuju bangku perkuliahan berjalan lancar,” ujar Mardan saat tiba di Kendari usai menerima KMA tersebut.

Selain kesiapan internal, pihak yayasan juga memastikan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah melalui program UKT Setara tetap menjadi prioritas utama. Marda menjelaskan bahwa kehadiran program bantuan biaya pendidikan dari Pemkab Konawe Selatan akan sangat membantu meringankan beban orang tua mahasiswa, terutama bagi keluarga yang kurang mampu namun memiliki semangat belajar tinggi.

Beliau menuturkan bahwa pihak kampus akan terus melakukan sosialisasi masif ke sekolah-sekolah menengah agar informasi mengenai beasiswa dan keunggulan prodi baru ini tersampaikan secara merata ke pelosok daerah.

Ketua Yayasan juga memberikan penekanan khusus pada kualitas lulusan yang ingin dicapai oleh IAI Rawa Aopa di masa depan.

Beliau menyatakan bahwa target utama institusi bukan sekadar menjaring kuantitas mahasiswa yang banyak, melainkan mencetak kader-kader intelektual yang memiliki integritas moral dan keahlian profesional di bidang ekonomi Islam.

“Penerimaan mahasiswa baru tahun ini adalah momentum bagi kami untuk membuktikan bahwa putra-putri daerah tidak perlu jauh-jauh keluar kota demi mendapatkan pendidikan tinggi yang kredibel dan terakreditasi,” tegas Mardan.

Lebih lanjut, Mardan menambahkan bahwa seluruh fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, hingga ruang kelas telah direvitalisasi untuk menyambut mahasiswa angkatan pertama Prodi Ekonomi Syariah.

Beliau menyampaikan rasa optimisnya bahwa antusiasme masyarakat akan sangat tinggi mengingat prodi ini memiliki prospek kerja yang luas di sektor perbankan dan industri kreatif syariah.

“Kami mengundang seluruh generasi muda Konawe Selatan untuk menjadi bagian dari sejarah baru ini dan bersama-sama membangun daerah melalui ilmu pengetahuan yang bermanfaat,” pungkasnya menutup pernyataan.

Langkah penguatan akademik ini berjalan selaras dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Teranyar, Pemkab Konsel kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama Program UKT Setara Tahun Anggaran 2026. Prosesi penandatanganan ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari pada Selasa, 24 Februari 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Ichsan Porosi, yang hadir mewakili pemerintah daerah, didampingi oleh Asisten I Ivan Ardiansyah dan Kepala BKAD Marwiyah Tombili. Dalam agenda tersebut, IAI Rawa Aopa menjadi salah satu dari 13 universitas dan sekolah tinggi mitra yang menyepakati kelanjutan program bantuan biaya pendidikan tersebut.

Kerja sama ini merupakan pengejawantahan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Konawe Selatan dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam sambutannya, Ichsan Porosi menekankan bahwa program UKT Setara adalah bukti nyata kehadiran negara dalam meringankan beban finansial mahasiswa.

Ia menyatakan bahwa program ini memastikan putra-putri daerah memiliki kesempatan setara untuk mengenyam pendidikan tinggi demi mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, addendum ini bukan sekadar bantuan biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan Konawe Selatan.

Melalui sinergi antara izin program studi baru di IAI Rawa Aopa dan dukungan finansial melalui program UKT Setara dari Pemkab Konsel, diharapkan kualitas pendidikan di Sulawesi Tenggara akan mengalami peningkatan signifikan. Pemerintah daerah optimistis bahwa kolaborasi erat dengan perguruan tinggi mitra akan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat di masa mendatang.

Acara Turnitin (ISW)

Ngabuburit with Turnitin, Pertemuan Terakhir: Ngabuburit Produktif dan Berintegritas

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sore hari menjelang berbuka adalah waktu yang begitu membahagiakan. Energi mulai menurun namun semangat harus tetap terjaga. Mahasiswa, dosen, dan juga peneliti dapat berkumpul bersama untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Kita dapat memilih untuk belajar bersama terkait orisinalitas karya tulis ilmiah. Momen ini menjadi ajang belajar sekaligus menunggu azan magrib tiba. Turnitin menjadi perangkat utama dalam sesi ngabuburit khusus ini.

Sesi terakhir dari dua sesi, akan dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026, Pukul 14.00 WIB (Jakarta) – 15.00 WITA (Andoolo/Makassar) – 16.00 WIT (Papua/Wamena). Melalui aplikasi pertemuan zoom.

Ngabuburit with Turnitin adalah sebuah konsep kegiatan kolektif yang memadukan tradisi menunggu berbuka puasa dengan penguatan integritas akademik. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa dan peneliti untuk meninjau orisinalitas karya tulis mereka secara santai.

Fokus utamanya adalah mengubah waktu tunggu yang biasanya pasif menjadi sesi konsultasi naskah yang produktif. Melalui kegiatan ini, budaya jujur dalam menulis ditekankan sebagai bagian dari nilai-nilai kejujuran di bulan suci.

Salah satu tujuan agar peserta mengetahui letak kesalahan sitasi sebelum naskah tersebut dikumpulkan secara resmi. Teknologi digunakan sebagai alat bantu evaluasi diri yang objektif dan transparan.

Kegiatan ini sesi diskusi terkait dengan “Parafrase” yang interaktif. Kegiatan ini juga mengusung konsep pendampingan sebaya (peer-review) dalam membaca laporan hasil Turnitin. Peserta dapat saling memberikan masukan mengenai bagian tulisan yang perlu diperbaiki atau diperjelas sumbernya.

Pemahaman bahwa skor tinggi tidak selalu berarti plagiarisme akan dijelaskan secara mendalam dan mendetail. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan mahasiswa terhadap perangkat lunak pendeteksi kemiripan tersebut. Kerjasama antarpeserta diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang saling mendukung dan kompetitif.

Unsur spiritual tetap diintegrasikan ke dalam konsep ini melalui refleksi tentang integritas diri. Menjaga orisinalitas tulisan dimaknai sebagai bentuk kejujuran yang selaras dengan nilai-nilai ibadah puasa.

Peserta diajak menyadari bahwa karya yang berkah adalah karya yang dihasilkan dari pemikiran sendiri. Integritas akademik bukan sekadar aturan formal, melainkan prinsip moral yang harus dijaga selamanya. Konsep ini membangun karakter peneliti yang bertanggung jawab atas setiap kata yang ditulisnya.

Acara dirancang untuk menjadi bagian amaliah ramadhan. Konsep “Ngabuburit with Turnitin” ini diharapkan menjadi rangkaian kegiatan selama Ramadhan. Sebuah cara mengisi waktu-waktu Ramadhan untuk meraih kesuksesan akademik sekaligus keberkahan di bulan Ramadan.

“Kegiatan ini merupakan prakarsa bersama Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Turnitin Indonesia”

Screenshot_2026_0226_233032

Momentum Ramadhan, IAI Rawa Aopa dan Al Washliyah Sulawesi Tenggara Pererat Ukhuwah

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus memperkuat jejaring sosial dan keagamaan melalui kolaborasi strategis. Kali ini, IAI Rawa Aopa bersama-sama dengan Pengurus Wilayah Al Washliyah Sulawesi Tenggara dalam agenda Safari Ramadhan yang dipusatkan di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini selain Ketua Program Studi HTN, Suriansyah, M.H., juga turut hadir hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke. Kehadiran delegasi akademisi ini disambut hangat oleh jamaah dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk pengabdian masyarakat di bulan suci.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kemasyarakatan. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan penguatan spiritualitas di tengah masyarakat. Menurutnya, Safari Ramadhan sebagai upaya menyemarakkan Ramadhan. Juga menjadi jembatan untuk mendengar langsung aspirasi warga serta memperkokoh ukhuwah islamiyah.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmen kampus dalam mendukung kegiatan syiar Islam yang berdampingan dengan pengembangan keilmuan. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran Prodi HTN di tengah masyarakat bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa hukum tata negara juga memiliki peran penting dalam mengatur tatanan sosial yang harmonis dan religius. Ia berharap melalui momentum Ramadhan ini, kerjasama dengan Al Washliyah dapat terus berlanjut dalam program-program pemberdayaan umat lainnya.

Terkait pelaksanaan kegiatan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan “Kegiatan Safari Ramadhan ini adalah wujud implementasi pengabdian masyarakat yang menjadi pilar penting dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi di IAI Rawa Aopa,” tegasnya di hadapan jamaah yang juga dihadiri Kepala Kelurahan Potoro.

Ia juga menambahkan, “Kami memilih berkolaborasi dengan Al Washliyah karena memiliki visi yang sama dalam merawat tradisi keislaman dan mencerdaskan kehidupan bangsa”.

Sebagai penutup, ia menyampaikan pesan optimisme, “Semoga kehadiran kami di Masjid Al Hidayah ini mampu mempererat tali persaudaraan dan membawa keberkahan bagi kemajuan Konawe Selatan.”

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi ringan antara delegasi kampus, pengurus Al Washliyah, dan pengurus Masjid Al Hidayah mengenai rencana pengembangan dakwah dan pendidikan di wilayah Potoro dan sekitarnya.

Screenshot_2026_0226_233032

Kunjungan Pimpinan IAI Rawa Aopa di Potoro: Membawa Pesan Akademik dan Religi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Hidayah, Kelurahan Potoro, saat rombongan Safari Dakwah Ramadhan tiba untuk melangsungkan agenda syiar Islam dan penguatan ukhuwah.

Kehadiran Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sulawesi Tenggara bersama jajaran Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan disambut hangat oleh Lurah Potoro beserta tokoh masyarakat dan warga setempat, Kamis (26/2/2026).

Momentum ini menjadi jembatan komunikasi antara akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan pemerintah di tingkat kelurahan. Lurah Potoro dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dipilihnya Masjid Al Hidayah sebagai titik kunjungan. Menurutnya, kehadiran para tokoh pendidikan dan agama ini memberikan suntikan semangat spiritual bagi warga dalam menjalani ibadah di bulan suci.

Sinergi antara lembaga pendidikan seperti IAI Rawa Aopa dengan masyarakat diharapkan terus berlanjut guna menciptakan ekosistem sosial yang religius dan edukatif.

“Terima kasih Al Washliyah atas kesediaan bergandengan tangan dengan kami,” kata Ismail Suardi Wekke.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang turut hadir dalam rombongan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kampus kepada masyarakat luas.

“Kami datang ke Masjid Al Hidayah sebagai kunjungan, juga dalam kaitan untuk memastikan bahwa nilai-nilai akademik dan religiusitas dapat berdenyut langsung di tengah-tengah warga,” tegas Ismail di hadapan para jamaah.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan kampus dalam Safari Dakwah adalah bagian dari tanggung jawab moral untuk memberikan pencerahan di luar ruang kelas. Ia menyampaikan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum emas untuk memperkuat simpul kebangsaan melalui jalur dakwah yang menyejukkan.

“Safari ini menjadi laboratorium sosial bagi kami untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus menyebarkan pesan damai Ramadhan,” ujarnya menambahkan.

Terkait pengembangan institusi, Ismail juga menyoroti bagaimana peran masyarakat sangat vital dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di daerah tersebut. Ia menegaskan komitmen IAI Rawa Aopa untuk terus terbuka terhadap kerja sama yang berdampak pada kesejahteraan umat.

“Keberadaan IAI Rawa Aopa harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di Kelurahan Potoro ini, melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan lokal,” kata Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail turut memaparkan bahwa pihak rektorat saat ini tengah fokus menyinkronkan program perencanaan kampus agar lebih adaptif terhadap dinamika sosial di Sulawesi Tenggara.

Beliau juga menjelaskan bahwa penguatan sumber daya manusia di internal IAI Rawa Aopa bertujuan untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai kearifan lokal.

Selain itu, Ismail menggarisbawahi bahwa manajemen keuangan dan kepegawaian yang transparan di kampus menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik, sehingga institusi dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah kelurahan dalam berbagai program pemberdayaan di masa depan.

Screenshot_2026_0226_185410

Kolaborasi Strategis IAI Rawa Aopa dan Al Washliyah dalam Safari Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menerima kunjungan Tim Safari Dakwah Ramadhan dari organisasi Al Washliyah, Kamis (26/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut menjadi momentum bagi kedua belah pihak untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menyelaraskan program dakwah di wilayah Sulawesi Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaborasi ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kehadiran lembaga keagamaan dalam menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

Turut hadir dekan di jajaran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, begitu pula Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama. Hadir pula dosen dan ketua program studi.

“Kami memandang kehadiran Tim Safari Dakwah Al Washliyah sebagai berkah bagi civitas akademika dan masyarakat sekitar, terutama dalam menyemarakkan syiar Islam di bulan yang suci ini,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela penyambutan.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara akademisi dan praktisi dakwah merupakan kunci untuk memberikan solusi atas tantangan umat saat ini. “Kemitraan ini tidak boleh berhenti pada seremonial semata, melainkan harus diwujudkan dalam program-program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin strategis terkait pengembangan institusi. Beliau menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memfasilitasi setiap gerakan dakwah yang berorientasi pada moderasi beragama dan pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, peran perguruan tinggi adalah menjadi jembatan ilmu yang mendukung gerakan sosial keagamaan seperti yang dilakukan oleh Al Washliyah. Lebih lanjut, beliau menyampaikan harapan agar kunjungan ini menjadi titik awal bagi pertukaran sumber daya manusia, khususnya dalam hal pengembangan dai-dai muda di lingkungan kampus.

Kegiatan Safari Dakwah ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi penguatan nilai-nilai religiusitas di Konawe Selatan. Kehadiran tokoh-tokoh dari Al Washliyah diharapkan memberikan warna baru dalam diskusi keagamaan yang inklusif dan mencerahkan.

IMG-20260304-WA0001

Pemkab Konawe Selatan dan 13 Perguruan Tinggi Teken Kerja Sama Bantuan UKT Anggaran 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mempertegas komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi warganya. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama Program UKT Setara Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (24/2/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Ichsan Porosi, hadir mewakili pemerintah daerah dalam prosesi penandatanganan tersebut. Beliau didampingi oleh Asisten I Ivan Ardiansyah dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Marwiyah Tombili. Agenda strategis ini melibatkan perwakilan dari 13 universitas serta sekolah tinggi mitra, termasuk Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan yang turut memperkuat sinergi pendidikan ini.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Konsel dalam merealisasikan program UKT Setara. Program ini merupakan salah satu pilar prioritas dalam visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ichsan Porosi menegaskan bahwa program UKT Setara adalah bukti nyata kehadiran pemerintah daerah dalam menjawab aspirasi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa program ini memastikan putra-putri daerah memiliki kesempatan yang setara untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus terbebani oleh tingginya biaya perkuliahan. Hal ini dianggap sebagai langkah krusial untuk membangun generasi yang unggul dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.

Lebih lanjut, Ichsan berharap addendum kerja sama ini mampu mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan. Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda Konawe Selatan yang cerdas dan kompeten. Dengan resminya kesepakatan ini, Pemkab Konsel optimistis kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di daerah akan terus meningkat secara signifikan.

Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan menjadi salah satu dari 13 perguruan tinggi yang menandatangani MoU tersebut. Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten Konawe Selatan atas dukungan bagi penyelenggaraan pendidikan tinggi di daerah.

“Terima kasih, sebuah apresiasi kami kepada Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan, dan semua jajaran OPD yang telah menjadikan program bantuan UKT ini sebagai bagian dari program daerah,” pungkas Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian  IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

IMG-20260224-WA0013

Amaliah Ramadhan IAI Rawa Aopa Fokus pada Dimensi, Akademik, Spiritual, dan Pengabdian Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan meluncurkan rangkaian program “Amaliah Ramadhan” guna mengisi bulan suci dengan aktivitas edukatif dan religius. Program yang dirancang secara komprehensif ini mencakup berbagai kegiatan unggulan, mulai dari kursus intensif bahasa asing bagi mahasiswa hingga pelaksanaan Safari Ramadhan yang menjangkau masyarakat di pelosok daerah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata pengabdian kampus kepada masyarakat sekaligus upaya peningkatan kapasitas intelektual mahasiswa. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan amaliah tahun ini sengaja dikonsep secara variatif agar menyentuh aspek akademik dan spiritual secara bersamaan.

Menurutnya, program tersebut juga menjadi sarana bagi para dosen dan mahasiswa untuk mempererat silaturahmi dengan warga di sekitar Kabupaten Konawe Selatan.

“Terima kasih kepada semua pihak, dalam Ramadhan kali ini, sudah hampir sepekan, IAI Rawa Aopa menggelar pelbagai rangkaian kegiatan,” papar Ismail.

Lanjut “Kami ingin menjadikan momentum Ramadhan ini selain sebagai rutinitas ibadah, juga laboratorium pembelajaran nyata bagi seluruh sivitas akademika melalui berbagai kursus keahlian,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu pimpinan Pesantren Darul Ulum Ammesangeng, Senin (23/2/2026).

Beliau menambahkan bahwa antusiasme mahasiswa sangat tinggi, terutama pada kelas bahasa yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing global mereka.

“Melalui Safari Ramadhan, kami juga berkomitmen untuk menghadirkan pesan-pesan kesejukan dan moderasi beragama di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Selain memperkuat fondasi keagamaan, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa pihak rektorat telah mengalokasikan dukungan sumber daya yang maksimal agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan tepat sasaran. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah dalam menyukseskan agenda-agenda dakwah yang bersifat transformatif.

Terakhir, Ismail berharap agar kegiatan ini dapat berkelanjutan setiap tahunnya sehingga kehadiran IAI Rawa Aopa semakin dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Kami ingin menjadikan momentum Ramadhan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan laboratorium pembelajaran nyata bagi seluruh sivitas akademika melalui berbagai kursus keahlian,” pungkas Ismail Suardi Wekke setiba di Kendari.

Screenshot_2026_0221_221105

Lintas Kampus: Tingkatkan Kualitas Penulisan Ilmiah Sambil Tunggu Buka Puasa

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Mengisi waktu luang menjelang berbuka puasa dengan kegiatan intelektual, sejumlah institusi pendidikan tinggi berkolaborasi menggelar program bertajuk “Ngabuburit with Turnitin”. Mengangkat tema “Integritas Riset dengan Dukungan Teknologi di Bulan Ramadhan”, inisiatif ini bertujuan menyelaraskan nilai spiritualitas kejujuran dengan etika ilmiah yang fundamental.

Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar akademik untuk memperkuat kapasitas intelektual para peneliti dan akademisi. Fokus utamanya adalah menggeser paradigma penggunaan teknologi Turnitin; dari yang semula dianggap sekadar alat “pendeteksi plagiarisme” menjadi instrumen edukasi untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah.

Melalui forum ini, peserta diajak mengeksplorasi teknik parafrasa yang benar dan manajemen sitasi yang akurat. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir praktik plagiarisme yang tidak disengaja serta memastikan setiap publikasi memiliki kredibilitas tinggi di tingkat internasional.

“Program ini dirancang untuk menyatukan nilai-nilai Ramadhan, seperti disiplin dan kejujuran, ke dalam ekosistem pendidikan tinggi guna melahirkan budaya akademik yang sehat dan transparan,” kata Ismail Suardi Wekke, Komite Saintifik kegiatan ini, Sabtu (21/2/2026).

Dengan kolaborasi ini, institusi berharap dapat mencetak peneliti yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki integritas etis yang kokoh sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan.

Sesi perdana dari rangkaian kegiatan edukatif ini dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa, 24 Februari 2026, yang bertepatan dengan momentum 7 Ramadhan 1447 H. Mengingat jangkauan pesertanya yang luas, panitia telah menetapkan waktu pelaksanaan serentak di tiga zona waktu Indonesia, yakni pukul 14.00 WIB (Jakarta), 15.00 WITA (Makassar/Maros), dan 16.00 WIT (Papua/Wamena).

Keberhasilan inisiatif ini tidak lepas dari sinergi kuat antara Turnitin Indonesia dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Selain itu, program ini didukung penuh oleh konsorsium institusi pendidikan dan organisasi profesi yang berkomitmen pada penguatan literasi digital, di antaranya:
Kolaborasi Turnitin Indonesea dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan juga menggandeng Sektor Akademik: STAI DDI Maros, STAI DDI Pangkep, IAI DDI Sidrap, serta Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO Makassar.

Kemudian juga, turut bergabung, Lembaga Kajian & Pendidikan: International Universities Community Service and Research Synergy (IUCSRS) – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros. Begitu pula dengan Organisasi Strategis: NR Institute dan Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) HMI Cabang Makassar Timur.

Kolaborasi lintas sektoral ini diharapkan mampu menciptakan efek domino dalam peningkatan standar publikasi ilmiah di kawasan Indonesia Tengah dan Timur, sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai bulan produktivitas intelektual.

Ngaji (ISW)

Ngaji Menulis Artikel Selama Ramadhan 1447 H, Inisiasi Rumah Jurnal UIN Ponorogo Bersama 20 PT dan Institusi Penerbit

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo – Menjadikan suasana Ramadhan menjadi momentum intelektual, Rumah Jurnal UIN Ponorogo resmi menginisiasi program “Ngaji Menulis Artikel”. Program kolaboratif ini menggandeng 20 Perguruan Tinggi (PT) dan institusi penerbit di seluruh Indonesia untuk mencetak karya ilmiah berkualitas sepanjang bulan suci 1447 H.

Sesi perdana sukses diselenggarakan secara daring pada Jumat 20 Februari 2026, menandai dimulainya rangkaian transformasi Rumah Jurnal dari sekadar pusat administrasi menjadi inkubator riset yang dinamis bagi akademisi.

Koordinator Rumah Jurnal UIN Ponorogo, Dr. Muhammad Hariri, menegaskan bahwa semangat utama dari agenda ini adalah sinergi.

“Kami fokus pada kolaborasi. Targetnya, jurnal yang dikelola UIN Ponorogo tidak saja maju sendiri, tetapi juga melangkah maju bersama dengan perguruan tinggi lainnya,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Melalui program ini, Rumah Jurnal bertindak sebagai ruang diskusi dua arah. Para peserta—yang terdiri dari dosen hingga mahasiswa tingkat akhir—diajak membedah “anatomi” artikel ilmiah secara mendalam, mulai dari perumusan abstrak yang tajam hingga teknik sitasi referensi mutakhir agar layak menembus jurnal bereputasi internasional.

Hadir sebagai narasumber sesi pertama, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan literasi produktif ini. Menurutnya, menulis adalah bentuk syiar ilmu yang tidak boleh terhenti oleh rasa lapar atau dahaga saat berpuasa.

Program “Ngaji Menulis Artikel” ini direncanakan berlangsung dalam empat sesi selama bulan Ramadhan. Harapannya, tradisi menulis ini akan terus terjaga dan menjadi budaya akademik yang melekat bahkan setelah bulan suci berakhir.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa kolaborasi lintas institusi yang melibatkan 20 lembaga ini bukan sekadar angka seremonial. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pondasi ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia. Dengan menyatukan sumber daya dan perspektif dari berbagai kampus, hambatan-hambatan teknis dalam penulisan diharapkan dapat teratasi melalui transfer pengetahuan antarlembaga.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan para peserta bahwa esensi dari sebuah karya ilmiah tidak hanya terletak pada struktur teknis yang rapi, tetapi juga pada bobot manfaatnya. Ia menegaskan bahwa artikel yang dihasilkan dari program ini harus mampu memberikan dampak nyata dan menjadi solusi bagi persoalan di tengah masyarakat luas, bukan sekadar menjadi tumpukan teks di portal jurnal.

Momentum Ramadhan pun dinilai sebagai waktu yang sangat tepat atau “momentum emas” bagi para peneliti. Di tengah suasana puasa yang menuntut ketenangan, para dosen dan peneliti diajak untuk lebih fokus dalam memoles draf penelitian mereka. Ismail berharap program ini menjadi pemantik agar tradisi menulis tetap mengakar kuat dan terjaga konsistensinya, meski bulan suci telah berlalu.