Ruko (ISW)

Bertamu ke Rumah Kolaborasi, IAI Rawa Aopa Diskusi Terkait Potensi Kolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Tidak saja dengan institusi perguruan tinggi, tetapi juga lembaga pengembangan semisal The Local Enabler (TLE).  Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperkuat jejaring kemitraan strategis guna mengembangan kapasitas kelembagaan.

Termasuk dalam kaitan meningkatkan mutu pendidikan dan pengabdian masyarakat. Terbaru, pimpinan perguruan tinggi tersebut bersiap untuk mengadakan kunjungan ke Rumah Kolaborasi untuk mendiskusikan berbagai potensi kerja sama yang dapat diimplementasikan dalam waktu dekat (Rabu, 4 Februari 2026).

Pertemuan ini akan berfokus pada penyelarasan visi antara akademisi dan praktisi di Rumah Kolaborasi. Kedua belah pihak mengeksplorasi peluang integrasi program, mulai dari pengembangan sumber daya manusia hingga inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi institusi untuk menjadi lebih terbuka dan adaptif. Ismail menyampaikan bahwa kehadiran mereka di Rumah Kolaborasi sebagai silaturahmi. Juga merupakan upaya serius untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih dinamis. 

Ia menekankan bahwa sinergi lintas sektor saat ini menjadi kunci utama bagi perguruan tinggi untuk tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengonversi setiap kesepakatan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat luas. 

Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan terobosan baru dalam pengelolaan institusi, terutama dalam aspek perencanaan dan pengembangan kepegawaian yang berbasis pada semangat kebersamaan. Ia juga menambahkan bahwa ruang-ruang diskusi seperti ini sangat diperlukan untuk memetakan tantangan sekaligus peluang yang tersedia di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga memberikan pernyataan secara gamblang mengenai arah kebijakan kampus ke depan. “Kami memandang Rumah Kolaborasi sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam mendorong kemajuan daerah melalui jalur edukasi dan pemberdayaan,” ujar Ismail usai mengikuti diskusi di Universitas Pasundan, Bandung (Selasa, 3 Februari 2026).

Ia juga menekankan perluasan kerjasama yang dibangun agar memiliki jejaring yang bertahan dan berkelanjutan. “Kerja sama ini harus melampaui aktivitas; kita butuh program untuk memperkuat daya inovasi,” tegasnya. 

Kunjungan ini diharapkan menjadi kesempatan dalam meneruskan program-program kolaboratif lainnya di masa depan. Sekaligus, memperkuat posisi IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kemitraan yang inklusif dan inovatif.

Menutup pembicaraan, Ismail memberikan catatan mengenai pentingnya keberlanjutan dari rencana pertemuan tersebut. “Diskusi hari ini adalah fondasi awal, dan kami akan segera merumuskan langkah teknis agar potensi kolaborasi ini dapat segera kita eksekusi bersama,” pungkasnya.

Kerjasama dengan UniSZA (ISW)

Bersiap Menggelar SEASIHE 2026, IAI Rawa Aopa Jadwalkan FGD dengan UniSZA

Rawaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mematangkan langkah strategis untuk menjadi tuan rumah perhelatan internasional Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Sebagai bagian dari persiapan intensif tersebut, IAI Rawa Aopa menjadwalkan pertemuan Focus Group Discussion (FGD) khusus bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia guna menyelaraskan persiapan teknis penyelenggaraan.

FGD tersebut dijadwalkan berlangsung daring pada Rabu, 4 Februari 2026. “Kita mulai menyiapkan acara, selain dengan UniSZA, kami telah berkomunikasi awal dengan perguruan tinggi lain semisal UNISBA Bandung, dan juga UII Yogyakarta,” kata Ismail.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan di Bandung (Selasa, 3 Februari 2026) bahwa kolaborasi dengan UniSZA merupakan langkah untuk memastikan kesuksesan kegiatan. Ismail menyampaikan bahwa kerja sama ini juga untuk meneruskan dengan dokumentasi LoI. Sekaligus sebagai upaya serius untuk membangun ekosistem akademik yang relevan di tingkat regional. 

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga pendidikan tinggi Islam di Asia Tenggara guna menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Selain itu, Ismail menjelaskan bahwa pemilihan UniSZA sebagai mitra diskusi didasari oleh reputasi kampus tersebut dalam menyelenggarakan forum internasional yang berbobot.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menguraikan komitmen institusi melalui pernyataan yang lebih mendalam. “Kami memandang FGD dengan UniSZA ini sebagai fondasi utama dalam merancang persiapan konferensi SEASIHE 2026 agar memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” tegas Ismail. 

Ia melanjutkan dengan visi yang lebih luas mengenai peran kampus di kancah global. “Melalui forum ini, IAI Rawa Aopa ingin memastikan bahwa setiap detail teknis, mulai dari publikasi ilmiah hingga jejaring riset, telah siap menyambut delegasi dari berbagai negara,” ujarnya. 

Sebagai penutup, ia menegaskan posisi momentum ini bagi daerah. “Penyelenggaraan SEASIHE 2026 adalah panggung bagi Konawe Selatan melalui ibukota Andoolo untuk mengenalkan secara global bahwa institusi di daerah dapat menjadi bagian diskusi intelektual Islam di tingkat Asia Tenggara,” katanya.

Persiapan ini diharapkan dapat memperkuat posisi IAI Rawa Aopa tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak kolaborasi internasional. Agenda FGD mendatang akan fokus pada pematangan tema besar konferensi, mekanisme seleksi karya ilmiah, serta skema publikasi yang berafiliasi dengan jurnal-jurnal bereputasi global. 

Dengan dukungan penuh dari jajaran pimpinan dan mitra strategis seperti UniSZA, IAI Rawa Aopa optimis SEASIHE 2026 akan menjadi bagian dalam membawa transformasi dalam perjalanan akademik kampus tersebut. “Kita senantiasa bersedia untuk membawa IAI Rawa Aopa tidak sampai di institut saja, tetapi juga sampai ke universitas,” pungkas Ismail.

PKBM Maju Jaya (ISW)

IAI Rawa Aopa Rencanakan Kerjasama Dengan PKBM Maju Jaya di Lalembu

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa mempertahankan perluasan jejaring pengabdian dan pengembangan pendidikan di wilayah Konawe Selatan. Terbaru, IAI Rawa Aopa merencanakan kolaborasi strategis dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Maju Jaya yang berlokasi di Kecamatan Lalembuu. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata perguruan tinggi dalam menyentuh akar rumput pendidikan nonformal.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke yang saat ini berada di Bandung, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bentuk manifestasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, IAI Rawa Aopa tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari masyarakat, melainkan harus hadir memberikan solusi bagi tantangan pendidikan lokal. 

Ia juga menjelaskan bahwa kerjasama ini akan difokuskan pada penguatan kurikulum berbasis lokal serta pendampingan manajerial bagi PKBM agar kualitas lulusan kesetaraan semakin kompetitif. “Saatnya bergerak dengan konsep Menara Air,” tutur Ismail di Bandung (Selsa, 3 Februari 2026) mengawali perencanaan terkait dengan penyediaan sarana PKBM bagi anak yang putus sekolah atau ATS (anak tidak sekolah).

“Kami melihat potensi besar di PKBM Maju Jaya untuk menjadi mitra strategis dalam meningkatkan angka literasi dan akses pendidikan tinggi di Konawe Selatan,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan terkait rencana tersebut. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun sumber daya manusia yang unggul di wilayah manapun, termasuk di daerah pedalaman. “Kerjasama ini bagian komitmen moral kami untuk memastikan masyarakat di pedesaan mendapatkan hak pendidikan. Sehingga program Konawe Selatan SETARA, juga dapat tercakup di pendidikan non formal,” tegasnya. 

Ismail juga menambahkan bahwa pihak kampus akan melihat potensi pengembangan, termasuk dalam kaitan kapasitas pengajar di sana. “IAI Rawa Aopa akan berjalan berdampingan dengan pola berkelanjutan agar tata kelola pendidikan nonformal di sini bisa mencapai standar nasional yang lebih baik,” pungkasnya.

Ismail Suardi Wekke pun memaparkan bahwa rencana ini akan segera diimplementasikan melalui program-program yang lebih teknis, termasuk pengabdian dosen dan mahasiswa di lingkungan PKBM. Beliau berharap keberadaan perguruan tinggi dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat Lalembuu, khususnya dalam mendorong minat belajar sepanjang hayat melalui jalur formal maupun nonformal.

 

Binus at Bandung (ISW)

Berkunjung ke BINUS Bandung, Identifikasi Peluang Kerjasama

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Perguruan tinggi terus memperkuat jejaring akademik guna meningkatkan kualitas tridarma melalui kolaborasi lintas institusi. Senin (2 Januari 2026), pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan ke Universitas Bina Nusantara (BINUS) @Bandung dalam rangka identifikasi peluang kerja sama yang dapat diksinergikan antara kedua perguruan tinggi.

Dalam kunjungan ini bertemu dengan Komite Saintifik ICOSBE 2025, Dr. Ahmad Syamil yang bertempat tahun lalu di BINUS Bandung. “BINUS yang selama ini dikenal sebagai pionir dalam integrasi teknologi dalam pendidikan tinggi,” papar ismail Suardi Wekke, 

Pertemuan tersebut dalam diskusi informal pada pemetaan potensi sinergi, mulai dari program pengabdian masyarakat ataupun kesempatan mahasiswa untuk bergabung dalam program mobiliti hingga riset kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan peluang untuk meneruskan langkah ini bagi institusinya. Beliau menyatakan bahwa kedatangan timnya ke kampus kreatif tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana ekosistem digital dapat diimplementasikan dalam struktur kampus yang sedang berkembang. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa kerja sama telah dimulai dengan kesediaan pihak BINUS untuk bergabung dalam Komite Saintifik ICOSBE 2025. Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke berharap bahwa ada peluang lain yang dapat diteruskan dalam kerangka kolaborasi bersama IAI Rawa Aopa. Ia juga menegaskan komitmen institusi untuk mengadopsi standar global dalam pengelolaan perguruan tinggi melalui kemitraan dengan universitas kelas dunia seperti BINUS.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail memberikan penekanan khusus yang menggambarkan visi besar kolaborasi ini. “Kami melihat BINUS Bandung sebagai mitra dalam mengakselerasi transformasi digital di kampus kami, mengingat reputasi mereka dalam bidang teknologi yang sangat kuat,” ujar Ismail. 

Beliau juga menambahkan bahwa tantangan geografis bukan lagi hambatan asalkan ada kemauan untuk saling bersinergi dalam bidang riset dan inovasi. “Sinergi ini adalah upaya nyata IAI Rawa Aopa untuk naik kelas dan memastikan lulusan kami memiliki daya saing dengan mahasiswa di kota-kota besar,” tegasnya.

Pertemuan ini juga dengan menyapa direktur kampus BINUS Bandung. Hasil dari identifikasi peluang ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam bentuk dokumen kerja sama formal yang diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat. 

Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak optimistis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan inovatif bagi seluruh civitas akademika. “Kita di IAI Rawa Aopa menyampaikan keinginan untuk bekerja bersama dengan BINUS University, termasuk dengan kampus Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Raker (ISW)

Usai Rapat Kerja, Saatnya Merencanakan Riset dan Inovasi 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara parallel juga menyusun fokus kerja ke arah pengembangan akademik fundamental usai merampungkan agenda Rapat Kerja tahunan. Dalam langkah strategis menuju tahun 2026, institusi ini memprioritaskan transformasi bidang riset dan inovasi sebagai motor penggerak utama kualitas perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa momentum pasca-Rapat Kerja harus segera diikuti dengan tindak lanjut di lapangan. Menurutnya, perencanaan riset tidak bisa ditunda karena merupakan pilar utama dalam mencapai visi kampus.

“Kita harus memastikan bahwa setiap perencanaan tahun 2026 berorientasi pada hasil riset yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat luas,” ujar Ismail saat menyampaikan catatan usai rapat kerja di kampus Andoolo (2 Februari 2026). Ia menambahkan bahwa transformasi ini memerlukan komitmen kolektif dari seluruh sivitas akademika agar target inovasi yang telah ditetapkan dapat tercapai secara presisi. 

Ismail juga menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam setiap tahapan penelitian guna menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dengan menyatakan bahwa inovasi bukan lagi sebuah pilihan. Bahkan riset dan inovasi sebuah kebutuhan mutlak bagi IAI Rawa Aopa untuk terus bersaing di level nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pihak rektorat kini tengah menyusun skema yang lebih kompetitif guna memicu produktivitas para dosen dalam menghasilkan jurnal-jurnal bereputasi. Beliau juga memaparkan rencana mengenai pembentukan unit inkubasi inovasi yang akan berfungsi untuk menerjemahkan hasil penelitian menjadi produk kebijakan atau teknologi tepat guna bagi daerah Konawe Selatan dan Sulawesi Tenggara. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar seluruh program studi dapat menyinergikan rencana operasional mereka dengan arah besar pengembangan riset nasional yang berbasis pada potensi lokal Indonesia Timur. Fokus pada tahun 2026 ini diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menjadi pusat unggulan dalam kajian keagamaan dan sains yang inovatif dalam kerangka keislaman. Dengan sinkronisasi antara perencanaan keuangan dan target riset, kampus optimis dapat melahirkan berbagai terobosan yang relevan dengan kebutuhan industri maupun pembangunan desa secara berkelanjutan.

PKBM (ISW)

Fasilitasi ATS, IAI Rawa Aopa Siap Jalin Kerjasama Dengan PKBM

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Konawe Selatan. Sebagai langkah taktis, kampus ini bersiap menjalin sinergi strategis dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) guna memfasilitasi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui jalur pendidikan nonformal.

“Kita siap menjalin kerjasama dengan PKBM,” kata Ismail Suardi Wekke jelang pelaksanaan Rapat Kerja IAI Rawa Aopa Konawe Selatan (Ahad, 1 Februari 2026). Ismail yang sementara ini berada di Jakarta menyampaikan bahwa salah satu langkah yang dapat dilakukan dengan mendapatkan dukungan PKBM. “Sehingga anak-anak kita yang tidak memiliki ijazah, dapat menempuh pendidikan melalui jalur paket,” tutur Ismail yang juga pakar pendidikan.

Langkah ini dipicu oleh temuan lapangan saat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, turun langsung ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi program SETARA. Program SETARA sendiri merupakan inisiatif unggulan yang telah berjalan secara konsisten di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Konawe Selatan. 

Namun, dalam kesempatan tersebut, Ismail menemukan fakta bahwa masih terdapat anak-anak yang belum tersentuh layanan pendidikan formal, sehingga diperlukan solusi cepat dan tepat sasaran. Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa di tengah masyarakat bertujuan untuk memastikan program pemerintah daerah dapat dirasakan oleh seluruh lapisan warga tanpa terkecuali. 

Ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan PKBM menjadi salah satu aktivitas karena institusi tersebut memiliki otoritas dalam mengelola program Paket A, Paket B, dan Paket C. Melalui kerja sama ini, anak-anak yang selama ini putus sekolah diharapkan memiliki jalan kembali untuk meraih ijazah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Terkait upaya penuntasan masalah pendidikan ini, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan mengenai urgensi kemitraan tersebut. “Kami melihat PKBM memiliki peran vital sebagai jembatan bagi anak-anak kita yang kehilangan akses pendidikan formal untuk mendapatkan kesetaraan melalui Paket A, B, dan C,” ujar Ismail saat ditemui di sela kegiatannya. 

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa tidak ingin sekadar menjadi menara gading, melainkan harus hadir memberikan solusi nyata. “Kerja sama ini adalah ikhtiar kolektif agar tidak ada lagi anak di Konawe Selatan yang tertinggal dalam hal literasi dan pendidikan dasar,” tegasnya. 

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dengan menyatakan bahwa pemenuhan hak pendidikan bagi Anak Tidak Sekolah adalah tanggung jawab moral yang harus segera dieksekusi melalui aksi nyata bersama PKBM.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menyampaikan beberapa poin penting secara mendalam mengenai visi institusi ke depan. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun skema pendampingan bagi PKBM agar mutu lulusan pendidikan kesetaraan tetap terjaga dan kompetitif di dunia kerja maupun akademik. 

Selain itu, ia menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mengawal proses identifikasi ATS di tingkat desa agar mereka mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan hingga tuntas. Ismail pun menekankan bahwa optimalisasi program SETARA akan jauh lebih efektif jika didukung oleh jaringan pendidikan nonformal yang kuat dan terorganisir dengan baik.

Dengan adanya inisiasi kerja sama ini, IAI Rawa Aopa berharap angka putus sekolah di Konawe Selatan dapat ditekan secara signifikan. Sinergi antara akademisi dan pengelola kegiatan belajar masyarakat ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, sehingga visi besar pembangunan manusia yang dicanangkan oleh pemerintah daerah dapat terwujud secara merata hingga ke pelosok desa.

IMG-20260201-WA0002

Pimpinan IAI Rawa Aopa Berbagi Gagasan Solutif Masalah Pemuda di Pascasarjana UGM

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tempat kegiatan diskusi pada Jumat (30/1/2026) saat ratusan pemuda berkumpul dalam Seminar Nasional bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) ini bekerja sama dengan Keluarga Alumni Pascasarjana UGM (KAPASGAMA) serta Sekolah Pascasarjana UGM untuk merumuskan langkah nyata pemuda dalam pembangunan nasional.

“Ruang Kolaborasi Pemuda adalah platform mempertemukan lintas profesi, sehingga inilah yang menjadi salah satu makna Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” ujar Ismail Suardi
Wekke sebelum acara dimulai. Sebagaimana diketahui, Ismail Suardi Wekke, selain sebagai Komite Saintifik Asian Youth Forum (AYF) juga adalah Wakil Rektor di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, dalam keterangannya menyoroti fenomena memprihatinkan yang tengah melanda generasi muda. Ia mengungkapkan bahwa saat ini remaja kian rentan terjebak dalam masalah sosial seperti kejahatan jalanan yang meresahkan, tindak kekerasan, hingga jeratan judi online.
Faishal menjelaskan bahwa seminar nasional yang digelar di UGM tersebut bertujuan untuk membangun ruang dialog konstruktif guna memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan dalam pembangunan sosial dan infrastruktur.

Selain itu, pengaruh buruk lingkungan dan media sosial turut memicu maraknya penyalahgunaan narkoba serta minuman keras yang menjauhkan pemuda dari harapan menjadi penerus bangsa. Menanggapi tantangan tersebut, Faishal menegaskan bahwa problematika ini merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

Ketua Umum RKP DIY, M. Asruri Faishal Alam, berpendapat bahwa berbagai problematika yang menimpa remaja saat ini merupakan tanggung jawab bersama bagi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengatasinya.

Seminar ini dirancang sebagai ruang dialog konstruktif guna memperkuat posisi pemuda sebagai agen perubahan. Dengan mendorong keterlibatan aktif dalam sektor sosial, ekonomi, hingga infrastruktur, diharapkan generasi muda dapat mengalihkan energi mereka ke arah positif dan berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah.

Diskusi ini diperkuat oleh kehadiran narasumber lintas sektor, mulai dari Ahmad Syauqi Suratno selaku Anggota DPD RI Dapil DIY, Ismail Suardi Wekke dari Scientific Committee Asian Youth Forum, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko, hingga GM Bandara Internasional Yogyakarta Ruly Artha.

Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa salah satu instrumen utama kemajuan adalah pemeliharaan semangat gotong royong dalam setiap aktivitas kepemudaan sebagai warisan nilai luhur bangsa.

Ismail Suardi Wekke mengemukakan bahwa gotong royong merupakan salah satu instrumen penting bagi kemajuan bangsa yang harus terus diteruskan dalam berbagai aktivitas pemuda.

“Keberagaman latar belakang pembicara dalam paneli telah menjadi perspektif diskusi yang kaya,” kata Ismail Suardi Wekke saat ditemui awak media.

“Dalam kapasitas pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, kami menyampaikan terima kasih atas undangan ini. Ruang Kolaborasi Pemuda, sebagaimana namanya, juga telah menjadi ruang ekspresi bagi kami perguruan tinggi di timur Indonesia,” papar Ismail Suardi Wekke di sela-sela acara saat menyapa panitia dan menyampaikan apresiasi.

Acara yang diikuti oleh sekitar 300 peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan organisasi kepemudaan ini dibuka dengan sambutan dari Dekan Sekolah Pascasarjana UGM Prof. Ir. Siti Malkhamah serta Ketua KAPASGAMA Dr. H. Khamim Zarkasih Putro.

Keberagaman latar belakang peserta ini diharapkan mampu menciptakan perspektif diskusi yang lebih kaya, sehingga tercipta kolaborasi inklusif untuk mengawal arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

M. Asruri Faishal Alam menegaskan, “Mari bersama-sama seluruh elemen masyarakat, kita bangun dan rawat generasi muda dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.”

Empat Kota (ISW)

Proyeksi Perencanaan Bermitra dengan 9 Kampus di 3 Kota Taiwan

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional. Dalam proyeksi perencanaan terbaru, kampus ini membidik kerja sama komprehensif dengan sembilan perguruan tinggi yang tersebar di tiga kota besar di Taiwan. 

Langkah ini diambil sebagai upaya mempercepat transformasi akademik dan peningkatan mutu sumber daya manusia melalui kolaborasi lintas negara. “Kita mulai merintis kerjasama dengan Taiwan,” kata Ismail Suardi Wekke usai menghadiri acara diskusi (daring) dengan konsultan pendidikan Taiwan (Jumat, 30 Januari 2025) yang saat itu berada di Yogyakarta.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini sebagai rencana awal, juga kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan global. Beliau menyatakan bahwa kolaborasi dengan sembilan kampus di Taiwan ini merupakan langkah konkret untuk membawa atmosfer akademik internasional langsung ke jantung Sulawesi Tenggara. 

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pihaknya telah memetakan potensi sinergi di tiga kota utama yang memiliki keunggulan riset dan teknologi, sehingga implementasi program nantinya akan lebih terukur dan tepat sasaran. Ia juga meyakini bahwa kemitraan ini akan menjadi katalisator bagi dosen dan mahasiswa dalam mengeksplorasi inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri di masa depan.

9 Kampus (ISW)
9 Kampus (ISW)

Dalam sebuah kesempatan usai diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke secara gamblang memaparkan target di balik program internasionalisasi ini. “Kami menargetkan sembilan kampus di Taiwan sebagai mitra strategis karena reputasi mereka dalam integrasi teknologi dan pendidikan sangat selaras dengan visi pengembangan IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail menegaskan rencana institusinya.

“Sekalipun dalam perjalanan di kereta api, situasinya tetap aman dan nyaman sehingga memungkinkan untuk mengikuti acara diskusi. Ini sebuah peluang emas,” papar Ismail Suardi Wekke yang baru saja menghadiri acara diskusi di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia juga menyoroti pentingnya mobilitas akademik bagi civitas akademika dalam waktu dekat. “Proyeksi ini mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, di mana kami ingin memastikan bahwa pengalaman belajar di tiga kota di Taiwan tersebut memberikan dampak transformatif bagi kurikulum kita,” tambahnya. 

Selain itu, Ismail memberikan penekanan pada keberlanjutan program melalui dukungan manajerial yang kuat dengan mengatakan bahwa perencanaan anggaran dan kepegawaian telah disesuaikan untuk mendukung penuh mobilitas internasional ini guna menjamin efektivitas kemitraan jangka panjang. Strategi yang diusung IAI Rawa Aopa ini diharapkan mampu memperkuat posisi institusi dalam kerjasama global serta membuka peluang beasiswa dan riset kolaboratif. 

Dengan integrasi perencanaan yang matang, kemitraan dengan kampus-kampus di Taiwan tersebut diproyeksikan mulai berjalan pada tahun akademik mendatang, menandai babak baru bagi pendidikan tinggi di Konawe Selatan. “Terima kasih kepada GROW Consulting yang telah memberikan peluang ini,” papar Ismail Suardi Wekke.

Pembukaan Rakernas (ISW)

Hadir dalam Pembukaan Rakernas PPMPI di Yogyakarta, Sampaikan Kesediaan untuk Berkolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) melaksanakan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun ini di Yogyakarta (Rabu, 28 Januari 2026). Agenda strategis ini dihadiri oleh anggota dari seluruh penjuru Indonesia. Sementara itu, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan turut hadir dalam acara tersebut.

Kehadiran para pimpinan program studi dari pelbagai perguruan tinggi dalam forum ini menegaskan komitmen kolektif untuk meningkatkan mutu di lingkungan pendidikan Islam. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut hadir langsung dalam seremoni pembukaan tersebut yang berlangsung di University Hotel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk menjawab tantangan global dalam kaitan pengelolaan program studi. Ismail menyatakan bahwa kolaborasi merupakan kunci utama agar program studi pendidikan Islam dapat bersaing secara internasional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Dalam keterangannya di sela-sela acara, Ismail Suardi Wekke menyampaikan komitmen institusinya secara lugas. “Kami di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memandang Rakernas ini sebagai momentum emas untuk menyelaraskan visi pengembangan kampus kami,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kesediaan untuk berkolaborasi, juga sebagai langkah konkret untuk berbagi sumber daya dan pengetahuan. “Saya menyatakan bahwa institusi kami sangat terbuka untuk menjalin kemitraan strategis dengan anggota PPMPI lainnya demi kemajuan bersama,” tegas Ismail.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga memaparkan visi manajerialnya terkait pengembangan sumber daya manusia sesuai dengan tekad PPMPI. Ia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan skema dukungan finansial dan kebijakan untuk pembukaan prodi di kampusnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar Rakernas di Yogyakarta ini mampu merumuskan program kerja yang dapat diimplementasikan oleh perguruan tinggi di daerah, termasuk di Konawe Selatan. Ia pun menggarisbawahi bahwa keberhasilan sebuah program studi tidak hanya bergantung pada kualitas dosen, tetapi juga pada soliditas jaringan kerja sama antar-prodi yang tergabung dalam PPMPI.

Rakernas ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi seluruh pengelola prodi manajemen pendidikan Islam. Dengan adanya dukungan dari jajaran pimpinan rektorat seperti yang ditunjukkan oleh IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, akselerasi akreditasi di lingkungan perguruan tinggi Islam optimis dapat tercapai dalam waktu dekat.

UGM (ISW)

Dinamika Persoalan Kalangan Pemuda dan Remaja di Pascasarjana UGM, Pimpinan IAI Rawa Aopa Didaulat Menjadi Panelis

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Seminar Nasional dengan tema Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045 digelar Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Jumat (30 Januari 2026). Kegiatan yang diprakarsai Ruang Kolaborasi Pemuda bersama-sama dengan KAPASGAMA dan Sekolah Pascasarjana UGM.

Forum yang mempertemukan tokoh nasional, legislator, akademisi, dan praktisi ini untuk membahas peran nyata pemuda dalam arah kebijakan dan pembangunan Indonesia. “Ruang Kolaborasi Pemuda adalah platform mempertemukan lintas profesi. Sehingga inilah yang menjadi salah satu makna Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” awal Ismail Suardi Wekke sebelum acara dimulai.

Tampil sebagai narasumber Ahmad Syauqi Suratno Anggota DPD RI Dapil DIY, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Scientific Committee Asian Youth Forum, Ambar Purwoko, Wakil Bupati Kulon Progo, Ruly Artha GM Bandara Internasional Yogyakarta.

Sedang sambutan disampaikan Muhamad Asruri Faishal Alam Ketua Ruang Kolaborasi Pemuda, Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si Ketua KAPASGAMA UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D Dekan Sekolah Pascasarjana UGM.

Dinamika persoalan dikalangan pemuda dan remaja saat ini kian memprihatinkan, mulai dari kejahatan jalanan, tindak kekerasan, judi online dan kenakalan remaja lainnya. Kasus yang kerap kali muncul di media sosial adalah kejahatan jalanan semakin meresahkan masyarakat.

Seyogyanya generasi muda yang menjadi generasi penerus bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas, namun realita yang terjadi saat justru jauh dari harapan. M. Asruri Faishal Alam selaku Ketua Umum Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY berpendapat bahwa problematika yang terjadi tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan stakeholder dalam mengatasinya.

Asruri Faishal Alam atau yang akrab disapa Faishal saat ditemui awak media disela acara Seminar Nasional,) siang menyatakan siap untuk berkolaborasi bersama semua pihak untuk bergerak berdampak agar generasi muda saat ini dapat memberikan kontribusi postif dalam sosial masyarakat dan juga dalam membangun bangsa ini.

Bahwa Seminar yang digelar di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045” bertujuan terbangunnya ruang dialog yang konstruktif untuk memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan, wadah pertukaran gagasan guna mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan infrastruktur, sehingga terhindar dari perilaku-perilaku negatif ataupun menyimpang,” jelas Faishal.

Dalam kegiatan yang berkolaborasi dengan Kapasgama (Keluarga Alumni Pascasarjana Universitas Gajah Mada) tersebut menghadirkan narasumber Ahmad Syauqi Soeratno(Anggota DPD RI), Ismail Suardi Wekke, Ph.D. (Scientific Committee Asian Youth Forum), Ruly Artha (GM Bandara YIA), Ambar Purwoko (Wakil Bupati Kulon Progo).

Acara ini dihadiri Dr. Khamim Zarkasih Putro (Ketua Kapasgama) dan diikuti oleh sekitar 300 orang dari kalangan mahasiswa, remaja / pelajar, komunitas, organisasi kepemudaan, dan relawan sosial. “Keberagaman latar belakang peserta diharapkan dapat memperkaya perspektif diskusi serta mendorong terciptanya dialog dan kolaborasi pemuda yang konstruktif dalam merespons arah pembangunan wilayah secara inklusif dan berkelanjutan”, ujar faishal.

Lebih lanjut Faishal menyampaikan bahwa pengaruh negatif lingkungan dan media sosial merupakan faktor yang mempengaruhi timbulnya permasalahan dikalangan generasi muda seperti kenakalan remaja, tindak kekerasan, kejahatan jalanan, miras, narkoba, judol dll. Oleh sebab itu melalui momentum kegiatan seminar ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkegiatan positif, begerak dan berdampak.

“Mari bersama-sama seluruh elemen masyarakat, kita bangun dan rawat generasi muda dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045”, pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. yang didaulat sebagai panelis dalam acara tersebut mengemukakan bahwa salah satu instrument kemajuan adalah dengan gotong royong. “Kita perlu meneruskan semangat dan tradisi gotong royong dalam pelbagai aktivitas,” tutur Ismail yang juga Wakil Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke menuturkan bahwa sebuah kehormatan bisa turut memberikan pandangan dan gagasan dalam kegiatan ini. “Terima kasih kepada Ruang Kolaborasi Pemuda yang telah mengundang kami,” tutup Ismail Suardi Wekke.

(Bahan Berita diambil dari Harian Merapi)