Screenshot_20260219_173034

Pimpinan IAI Rawa Tekankan Pentingnya Modernisasi Kampus di IKAPIM Outlook

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menghadiri agenda IKAPIM Outlook yang diselenggarakan di Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Kehadiran dalam acara ini bertujuan untuk menyerap praktik terbaik dalam pengelolaan pendidikan tinggi di Negeri Jiran guna diimplementasikan dalam konteks pengembangan perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara melalui IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa partisipasi dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk memperluas cakrawala akademik institusi.

“Kehadiran kami di IKAPIM Outlook adalah upaya nyata untuk melihat secara langsung bagaimana tata kelola universitas di Malaysia mampu beradaptasi dengan standar global,” ujar Ismail di sela-sela kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa sangat berkomitmen untuk mengadopsi sistem manajemen keuangan dan perencanaan yang lebih modern.

Ia menegaskan bahwa melalui kolaborasi internasional ini, kampus berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih kompetitif dan akuntabel di masa depan.

Lebih lanjut, Ismail menambahkan,
“Kita tidak hanya bertemu, tetapi membawa pulang kerangka kerja yang aplikatif untuk memperkuat struktur kepegawaian dan efisiensi anggaran di IAI Rawa Aopa,” ungkap Ismail yang beberapa waktu lalu dilantik sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia)
Ismail menyampaikan beberapa poin penting terkait visi pengembangan kampus.

Ia juga mengungkapkan bahwa studi banding ini memberikan gambaran jelas mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam layanan administrasi kampus agar lebih transparan.

Selain itu, Ismail menekankan bahwa penguatan kapasitas dosen melalui riset kolaboratif dengan mitra di Malaysia akan menjadi prioritas dalam rencana kerja tahun depan. Terakhir, ia berharap agar hubungan baik yang terjalin dalam forum ini dapat berlanjut menjadi kerja sama formal yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Pertemuan dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah kelanjutan bagi IAI Rawa Aopa dalam melakukan transformasi internal, terutama dalam menyongsong tantangan pendidikan tinggi di era digital yang semakin dinamis.

“Terima kasih kepada IKAPIM yang telah menyediakan platform diskusi dan pertemuan ini, sehingga kita bisa silaturahmi,” pungkas Ismail yang juga alumni Universiti Kebangsaan Malaysia.

IMG-20260218-WA0023

Bawa Nama Sultra ke Level Dunia, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sambangi Mentri Pendidikan Tinggi Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta –  Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring internasionalnya dengan melakukan kunjungan strategis ke Malaysia.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam makan malam alumni Malaysia di Indonesia (Jakarta, 15 Februari 2026), pimpinan IAI Rawa Aopa secara khusus mengenalkan potensi pendidikan tinggi dari Sulawesi Tenggara langsung kepada Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya akselerasi kampus menuju rekognisi global dan penguatan kolaborasi akademik di tingkat Asia Tenggara.

Sebagaimana diketahui EMGS (Education Malaysia Global Services) yang merupakan agensi Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia melaksanakan gala dinner untuk memperkukuh jalinan komunikasi antara alumni Malaysia di Indonesia. Ismail Suardi Wekke turut hadir dalam acara tersebut yang dilaksanakan bersama antara EMSG dan juga IKAPIM (Ikatan Alumni Pelajar Indonesia se-Malaysia) dengan dukungan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan momentum bagi institusi untuk memperluas cakrawala kerja sama lintas negara. Menurutnya, memperkenalkan identitas kampus dari daerah ke level internasional akan membuka peluang besar bagi pertukaran mahasiswa dan riset kolaboratif.

Ia menegaskan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa di Malaysia adalah wujud nyata dari komitmen kampus dalam membawa nama baik Sulawesi Tenggara ke panggung dunia. Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa fokus utama dari penjajakan ini adalah membangun jembatan intelektual yang kokoh antara Indonesia Timur dan Malaysia.

Beliau berharap sinergi ini nantinya dapat diwujudkan dalam program-program konkret yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di kedua negara. Terkait visi jangka panjang, Ismail menyampaikan bahwa langkah diplomasi pendidikan ini akan terus ditingkatkan guna memastikan IAI Rawa Aopa tetap relevan dalam perkembangan pendidikan global.

Saat memberikan keterangan resmi, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya kolaborasi ini dengan menyatakan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah strategis untuk menempatkan IAI Rawa Aopa dalam ekosistem pendidikan tinggi di Asia Tenggara.

“Kami datang membawa semangat dari Sulawesi Tenggara untuk belajar sekaligus berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi Islam yang moderat dan inovatif,” ujar Ismail saat menyapa Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia dalam acara tersebut.

Menutup pernyataannya, ia menambahkan bahwa sambutan hangat dari pihak Malaysia menjadi sinyal positif bagi masa depan kerja sama kedua belah pihak.

“Interaksi langsung dengan Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia memberikan optimisme baru bagi kami bahwa perguruan tinggi di daerah memiliki ruang yang sama luasnya untuk bersaing di level internasional,” tegas Ismail Suardi Wekke yang merupakan alumni Universiti Kebangsaan Malaysia.

Terakhir, Ismail menggarisbawahi komitmen institusi dengan berujar bahwa IAI Rawa Aopa siap menjadi mitra strategis dalam berbagai inisiatif akademik yang melibatkan universitas-universitas ternama di Malaysia.

“Kita bersiap melaksanakan kegiatan SEASIHE yang merupakan kerjasama antara perguruan tinggi Indonesia-Malaysia,” pungkas Ismail.

IMG-20260213-WA0005

Sains dan Keadilan: Menilik Visi IAI Rawa Aopa dalam Forum Kepemimpinan Pemuda di UKM

Rawaaopakonsel.ac.id, Bangi – Forum Youth Leadership Dialogue 2026 yang diselenggarakan di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada Rabu (11/2/2026), menjadi panggung bagi diskusi kepemimpinan pemuda strategis masa depan.

Dalam kegiatan bertajuk AI Future Readiness: Empowering Malaysia’s Next Generation for an AI-Driven Economy tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan pentingnya integrasi sains dan nilai agama dalam merumuskan kebijakan publik.

Di hadapan para mahasiswa dan calon pemimpin dari Neo G5 (UKM-GSB) serta MINDA-UKM, Ismail memaparkan gagasan inovatif mengenai pendekatan harm reduction atau pengurangan bahaya sebagai jalan tengah strategis bagi negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Menurutnya, kebijakan kesehatan tidak boleh hanya kaku pada angka medis, tetapi harus berpijak pada nilai Maslahah untuk kebaikan bersama dan Hifz al-Nafs demi perlindungan jiwa.

Pendekatan ini dinilai sangat relevan bagi Indonesia yang memiliki ketergantungan kuat pada industri tembakau dan cengkeh. Ismail menegaskan bahwa transisi menuju kesehatan publik yang lebih baik harus dilakukan secara adil tanpa mengabaikan kesejahteraan jutaan petani.

Penggunaan inovasi teknologi, seperti produk tembakau yang dipanaskan (HTP), disebut sebagai solusi nyata karena secara ilmiah mampu mengurangi paparan zat berbahaya hingga 90-95 persen dibandingkan rokok konvensional.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan pandangannya secara lugas mengenai arah kepemimpinan masa depan.

“Kita memerlukan kebijakan berbasis bukti yang berani menyatukan antara kemajuan sains dengan kearifan lokal agar perlindungan jiwa dan keadilan ekonomi dapat berjalan beriringan,” ujar Ismail saat menanggapi pemaparan materi.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan moderat ini merupakan manifestasi dari nilai Islam dalam menjawab tantangan zaman. “Inovasi produk tembakau yang dipanaskan adalah bukti nyata bahwa tantangan kesehatan global dapat dimitigasi melalui teknologi tanpa harus menghancurkan struktur ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Ismail juga menekankan bahwa transisi kebijakan yang drastis melalui pelarangan total sering kali mengabaikan akar budaya dan dampak ekonomi yang luas. Beliau menyatakan bahwa prinsip-prinsip fundamental Islam harus menjadi kerangka filosofis dalam merumuskan regulasi yang seimbang.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi mutakhir merupakan kunci utama dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat secara efektif di abad ke-21. Ismail turut menyoroti bahwa di era ekonomi digital dan kecerdasan buatan, kepemimpinan tidak lagi bisa bersifat linear.

Ia berpendapat bahwa pemimpin masa kini dituntut untuk memiliki ketangkasan dalam menyeimbangkan antara regulasi yang ketat dan ruang inovasi yang inklusif. Menurutnya, kegagalan dalam mengadopsi teknologi yang lebih aman bukan hanya kerugian dari sisi kesehatan, melainkan juga kegagalan dalam menjalankan amanah kepemimpinan yang progresif dan berorientasi pada kemanusiaan.

Lebih dalam lagi, paparan ini menyentuh aspek diplomasi internasional di mana Indonesia dan Malaysia memiliki posisi strategis sebagai negara Muslim yang sedang bertransformasi secara ekonomi.

Ismail meyakini bahwa keberanian untuk mengambil posisi sebagai pionir dalam kebijakan pengurangan bahaya akan memperkuat tawar-menawar kedua negara di forum global.

Hal ini menunjukkan bahwa bangsa serumpun mampu merumuskan standar kesehatan modern yang tetap menghormati kedaulatan ekonomi dan tradisi lokal secara harmoni.
Forum ini tidak sekadar menjadi ruang diskusi, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk memberdayakan pemimpin muda dengan wawasan yang dapat segera diimplementasikan.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan para peserta mampu membangun jejaring lintas disiplin dan menumbuhkan warisan keunggulan serta tanggung jawab sosial.

Dengan menajamkan sisi kepemimpinan di tengah ekonomi yang didorong oleh kecerdasan buatan, generasi muda diajak untuk mendefinisikan kembali arti kepemimpinan yang transformatif dan responsif terhadap inovasi global demi kemaslahatan umat manusia secara luas.

Terakhir, ia menyampaikan kepada peserta, “Pemuda sebagai intelektual masa depan harus mampu memimpin dengan diplomasi kebijakan yang berbasis data di panggung internasional”.

IMG-20260212-WA0035

Menuju Sentra Halal Sulawesi Tenggara, IAI Rawa Aopa Berpartisipasi Dalam Pelatihan di Universitas Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Depok – Universitas Indonesia (UI) secara resmi meluncurkan UI Halal Training Center sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem industri halal di Indonesia. Peresmian yang berlangsung di Kampus UI Depok ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan akademis, ditandai dengan penyerahan registrasi dari Sekretaris Utama BPJPH.

Dalam kesempatan ini, pimpinan dari Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan juga turut dalam pelatihan.

“Ini juga terkait dengan persiapan pendirian Pusat Halal di kampus kita,” kata Ismail Suardi Wekke.

Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam momentum ini menandai keseriusan institusi tersebut dalam mengadopsi standar nasional dan internasional dalam pengelolaan sertifikasi serta pelatihan halal. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi kesempatan akselerasi pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang penjaminan produk halal, khususnya untuk wilayah Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan apresiasi mendalam terhadap langkah UI. Ia menyatakan bahwa peresmian UI Halal Training Center merupakan best practice bagi IAI Rawa Aopa yang saat ini sedang dalam tahap finalisasi persiapan pendirian unit serupa.

Menurutnya, sinergi antarperguruan tinggi sangat krusial agar standar halal tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga menjadi keunggulan kompetitif bangsa di kancah global. Ismail menambahkan bahwa melalui kemitraan ini, pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa Pusat Halal IAI Rawa Aopa nantinya memiliki kurikulum pelatihan yang kredibel dan mampu menjangkau para pelaku usaha di daerah.

Dalam keterangannya secara langsung, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya integrasi akademik dalam industri halal.

“Peresmian UI Halal Training Center ini menjadi cetak biru bagi kami di IAI Rawa Aopa untuk segera menghadirkan fasilitas serupa yang terstandarisasi di Konawe Selatan,” ujar Ismail di sela-sela acara, Depok, Kamis (12/2/ 2026).

Ia juga menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah menyiapkan infrastruktur yang legal dan diakui secara nasional.

“Selain mendirikan lembaga, juga membangun ekosistem di mana akademisi dan praktisi halal bisa berkolaborasi secara profesional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar kerja sama ini terus berlanjut ke tahap implementasi teknis.

“Sinergi ini adalah langkah konkret kami untuk memastikan masyarakat di Sulawesi Tenggara mendapatkan akses pelayanan halal yang berkualitas melalui institusi pendidikan,” tambahnya.

Langkah IAI Rawa Aopa ini merupakan bagian dari transformasi institusi dalam merespons kebutuhan pasar dan regulasi pemerintah terkait kewajiban sertifikasi halal.

Dengan pendampingan dan pembelajaran dari unit yang telah mapan seperti milik Universitas Indonesia, diharapkan Pusat Halal IAI Rawa Aopa dapat segera beroperasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekosistem halal di Indonesia.

UKM (ISW)

Kerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia, Perkuat Kajian Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Bangi, – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap mempertahankan langkahnya di kancah internasional dengan menjalin kolaborasi strategis bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kerja sama ini difokuskan pada penguatan kajian Islam dan pengembangan riset akademik yang relevan dengan tantangan global saat ini. Kemitraan tersebut diharapkan mampu membuka cakrawala baru bagi sivitas akademika dalam menghasilkan pemikiran Islam yang moderat dan inovatif.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menjadi pusat unggulan kajian Islam di Asia Tenggara. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan universitas kelas dunia seperti UKM akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa. 

Ismail yang saat ini berada di Universiti Kebangsaan Malaysia untuk acara Youth leadership Dialogue, juga menggunakan kesempatan untuk bertemu dengan dosen dari Fakutas Pengajian Islam UKM. “Salah satu mitra yang dekat dengan secara keilmuan adalah FKI,” kata Ismail di Bangi, Selasa, 10 Februari 2026.

Selain itu, Ismail menyampaikan bahwa melalui pertukaran gagasan ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan metodologi riset internasional yang mutakhir. Dalam sebuah yang sama, Ismail Suardi Wekke secara lugas memberikan pandangannya terkait visi besar di balik kerja sama ini. 

“Kemitraan dengan UKM bukan sekadar seremoni tanda tangan, melainkan jembatan intelektual untuk memperdalam kajian Islam yang inklusif dan transformatif,” ujar Ismail menekankan substansi kolaborasi tersebut. 

Ia juga menambahkan, “Kami ingin memastikan bahwa setiap riset yang dihasilkan dari kerja sama ini mampu menjawab problematika sosial keagamaan yang sedang berkembang di kedua negara.” 

Lebih lanjut, Ismail menyatakan, “IAI Rawa Aopa siap menyediakan sumber daya terbaik guna menyukseskan agenda riset bersama demi kemajuan peradaban Islam di kawasan regional.”

Ismail juga panduan teknis terkait implementasi program tersebut ke depannya. Beliau memaparkan bahwa akan ada agenda rutin berupa simposium bersama dan workshop penulisan jurnal internasional yang akan melibatkan pakar-pakar dari kedua belah pihak. 

Menurutnya, fokus utama dalam waktu dekat adalah penyelarasan kurikulum berbasis riset yang dapat diakses oleh mahasiswa di kedua institusi. Beliau mengharapkan agar seluruh elemen di IAI Rawa Aopa dapat merespons peluang emas ini dengan meningkatkan kompetensi akademik mereka di level global.

Langkah progresif ini menandai era baru bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam memperluas jejaring internasionalnya. Dengan dukungan penuh dari jajaran rektorat, institusi ini optimis dapat melahirkan ilmuwan-ilmuwan Muslim yang tidak hanya kompeten secara teologis, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dalam dunia riset internasional.

Penelitian Kolaboratif (ISW)

Jalin Kerja Sama Penelitian dengan Binus dan UKM Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Lumpur – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berikhtiar memperluas jejaring akademiknya di kancah internasional melalui keterlibatan dalam proyek penelitian kolaboratif lintas negara. Dalam perencanaan awal tahun ini, institusi ini menggandeng dua perguruan tinggi ternama, yakni Binus University dari Indonesia dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kolaborasi ini dirancang untuk memadukan berbagai keahlian multidisiplin guna menjawab tantangan regional di Asia Tenggara.

Keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam konsorsium penelitian ini menandai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas luaran akademik dan reputasi institusi. Melalui kemitraan ini, ketiga universitas berkomitmen untuk melakukan pertukaran data, pengembangan metodologi bersama, hingga publikasi karya ilmiah pada jurnal bereputasi internasional. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir dan perdesaan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menjadi pusat keunggulan riset. Menurutnya, kolaborasi dengan Binus University dan UKM Malaysia akan memberikan warna baru bagi iklim akademik di IAI Rawa Aopa. Ia menilai bahwa kehadiran mitra internasional seperti UKM akan memperkuat aspek komparatif dalam riset yang dilakukan, sehingga hasil penelitian memiliki dampak yang lebih luas secara global.

Dalam kesempatan saat tiba di Kuala Lumpur, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi masa depan dosen dan peneliti di lingkungan kampus. “Kerja sama ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan langkah nyata bagi dosen kami untuk mendalami standar riset internasional bersama pakar dari Binus dan UKM,” ungkap Ismail Suardi Wekke di Bangi (Malaysia), Senin, 9 Februari 2026. 

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sangat antusias menyambut kolaborasi ini karena menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa perguruan tinggi di daerah mampu bersaing di panggung dunia. “Kami percaya bahwa jarak geografis justru menjadi peluang untuk melahirkan karya ilmiah yang berkualitas tinggi dan relevan bagi publik global,” tuturnya dengan optimis.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa alokasi sumber daya institusi akan diarahkan untuk mendukung penuh setiap tahapan penelitian kolaboratif ini. Ia menyatakan bahwa pihak rektorat telah menyiapkan skema pendukung agar para peneliti dapat fokus bekerja sama dengan mitra dari Malaysia dan Jakarta tanpa terkendala urusan administratif. 

Dengan komitmen yang kuat tersebut, IAI Rawa Aopa berharap hasil riset ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi para pengambil kebijakan dalam menyusun program pembangunan yang berbasis data dan ilmu pengetahuan. “Terima kasih kepada BINUS dan Universiti Kebangsaan Malaysia yang bersedia menerima kehadiran kami,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

IMG-20260209-WA0029

Pusat Halal Rawa Aopa Segera Terbentuk, Pimpinan Kampus Perdalam Kompetensi di Universitas Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan turut mematangkan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem halal di Sulawesi Tenggara. Sebagai bentuk komitmen nyata, pimpinan kampus dijadwalkan akan mengikuti pelatihan intensif di Universitas Indonesia (UI) guna mempersiapkan pendirian Pusat Halal Rawa Aopa.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa lembaga yang akan dibentuk memiliki standar kompetensi yang diakui secara nasional dan mampu melayani kebutuhan sertifikasi serta edukasi halal bagi masyarakat luas.

“Kita sudah mendapatkan konfirmasi atas pendaftaran untuk menjadi peserta dalam pelatihan yang dilaksanakan Pusat Halal Universitas Indonesia,” ungkap Ismail di Jakarta, sebelum bertolak ke Kuala Lumpur, Senin (9/2/2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar kampus dalam mendukung kemandirian ekonomi umat. Beliau menyatakan bahwa kehadiran pimpinan dalam pelatihan di Universitas Indonesia adalah upaya untuk menyerap metodologi dan tata kelola pusat halal yang profesional.

Ismail Suardi Wekke menambahkan bahwa Pusat Halal Rawa Aopa nantinya tidak hanya menjadi lembaga administratif, tetapi juga pusat kajian yang mendalam mengenai produk halal di kawasan tersebut. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi dengan institusi sekelas Universitas Indonesia akan memberikan landasan akademik yang kokoh bagi operasional pusat halal di masa depan.

Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus terkait urgensi program ini bagi institusi.

“Kami menyadari bahwa pendirian Pusat Halal memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni, sehingga pelatihan di UI ini menjadi kunci utama bagi jajaran pimpinan,” ujar Ismail saat berada di bandara Soekarno Hatta dalam persiapan menghadiri kegiatan di Universiti Kebangsaan Malaysia.

Ia juga menambahkan rincian mengenai fokus kegiatan tersebut dengan menyatakan, “Partisipasi kami di Universitas Indonesia adalah langkah awal untuk memastikan Pusat Halal Rawa Aopa memiliki kredibilitas tinggi dalam memberikan layanan sertifikasi nantinya”.

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan komitmen keberlanjutan dari program ini dengan berkata, “Setelah pelatihan ini selesai, kami segera merumuskan struktur organisasi dan program kerja teknis agar Pusat Halal Rawa Aopa dapat langsung beroperasi melayani UMKM di Sulawesi Tenggara”.

Upaya pengembangan ini dipandang strategis mengingat potensi produk lokal di Konawe Selatan yang membutuhkan pendampingan sertifikasi halal untuk menembus pasar yang lebih luas. Melalui kerja sama dan peningkatan kapasitas pimpinan di level nasional, IAI Rawa Aopa optimistis dapat menjadi pelopor dalam gerakan halal di wilayahnya.

Ke depannya, Pusat Halal Rawa Aopa diharapkan mampu bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pelaku usaha, guna menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

IMG-20260208-WA0040

Pertahankan Kerja Sama Global, Pimpinan IAI Rawa Aopa Hadiri Youth Leadership Dialogue UKM 

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Lumpur – Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dijadwalkan menggelar forum internasional bertajuk Youth Leadership Dialogue pada Rabu, 11 Februari 2026 mendatang.

 

Perhelatan yang akan berlangsung di Kampus UKM, Bangi, ini secara khusus mengundang jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan untuk berpartisipasi aktif dalam mendiskusikan masa depan kepemimpinan pemuda di kawasan Asia Tenggara.

 

Pihak IAI Rawa Aopa telah mengonfirmasi kehadiran mereka dalam agenda strategis tersebut. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan kesiapannya untuk bertolak menuju Malaysia guna memenuhi undangan dari salah satu universitas riset terbaik di Negeri Jiran tersebut.

 

Saat dikonfirmasi mengenai kepastian keberangkatan tim, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan singkat namun tegas bahwa rombongan pimpinan dipastikan akan turut serta dalam dialog tersebut.

 

“Insya Allah hadir,” ungkap Ismail saat ditemui di sela-sela aktivitas dalam workshop publikasi pasca konferensi di Jakarta, Ahad (8/2/2026).

 

Ismail Suardi Wekke menambahkan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk memperluas jejaring internasional, terutama di tingkat regional Asia Tenggara. Ia menekankan bahwa dialog di UKM ini sangat penting karena kepemimpinan pemuda adalah kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

 

Selain itu, Ismail menyampaikan bahwa melalui forum ini, IAI Rawa Aopa ingin menunjukkan kontribusi aktif perguruan tinggi dari daerah dalam kancah akademik internasional. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia akan memberikan perspektif baru bagi pengembangan kemahasiswaan di IAI Rawa Aopa.

 

“Kami memandang undangan ini sebagai peluang emas untuk mendiskusikan model kepemimpinan yang relevan dengan nilai-nilai lokal namun tetap memiliki daya saing global,” tutur Ismail yang juga alumni pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia.

 

Dalam keterangannya pada kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi pentingnya pertukaran ide antar-pimpinan perguruan tinggi dalam acara tersebut. “Kunjungan ini bukan sekadar menghadiri dialog, tetapi juga merupakan langkah konkret untuk menjajaki kerja sama penelitian dan pengabdian masyarakat antara IAI Rawa Aopa dan UKM di masa depan,” tegasnya.

 

IAI Rawa Aopa yang berlokasi di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, senantiasa melaksanakan langkah-langkah akselerasi dalam pengembangan sumber daya manusia. Sebagai kampus yang sedang berkembang di kawasan penyangga Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, partisipasi dalam Youth Leadership Dialogue di Bangi diharapkan mampu mempertahankan reputasi institusi sekaligus memberikan pengalaman internasional bagi jajaran pimpinan dan civitas akademika.

IMG-20260208-WA0024

Perkuat Sumber Daya Manusia, IAI Rawa Aopa Luncurkan Tawaran Program Beasiswa Kader Partai

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Partai Gerindra genap berusia 18 tahun pada Jumat (6/2/2026). Perayaan hari jadi partai berlambang kepala Garuda ini digelar dengan khidmat di berbagai wilayah, mulai dari kediaman Ketua Umum Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, hingga ke daerah-daerah.

Di Sulawesi Tenggara, momentum ini dimaknai secara strategis oleh IAI Rawa Aopa untuk melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat program beasiswa khusus bagi kader Gerindra di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan.

IAI Rawa Aopa sendiri merupakan institusi pendidikan tinggi yang terletak di kawasan yang strategis dan kaya akan nilai historis serta ekologis, berdekatan dengan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Kampus ini fokus pada pengembangan nilai-nilai keislaman yang dipadukan dengan wawasan kebangsaan, menjadikannya mitra strategis dalam mencetak kader partai yang tidak hanya militan secara politik, tetapi juga terpelajar secara akademik.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Melalui kebijakan beasiswa ini, IAI Rawa Aopa membuka pintu seluas-luasnya bagi kader Gerindra untuk menempuh studi tingkat tinggi sebagai bekal pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan tiga poin utama secara langsung.

“Kami memandang HUT ke-18 Gerindra sebagai momentum tepat untuk meluncurkan program Beasiswa Kesempatan Kuliah bagi para kader agar mereka memiliki kompetensi akademik yang mumpuni dalam mengawal kebijakan pemerintah,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa investasi terbaik bagi sebuah partai politik adalah investasi pada otak para kadernya, sehingga IAI Rawa Aopa siap menjadi kawah candradimuka bagi kader Gerindra di Sulawesi Tenggara. Lebih lanjut, Ismail menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara sektor pendidikan dan partai politik dalam mempercepat pembangunan daerah melalui jalur pendidikan formal.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan secara tidak langsung bahwa pemberian beasiswa ini bertujuan untuk memastikan setiap kader yang menjabat di struktur organisasi maupun legislatif memiliki basis keilmuan yang kuat. Beliau berharap agar para kader tidak menyia-nyiakan peluang emas ini untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka di IAI Rawa Aopa.

Menurutnya, program ini juga dirancang untuk mensinkronkan program kerja partai dengan kajian-kajian ilmiah yang ada di lingkungan kampus, sehingga setiap kebijakan yang diambil kader di lapangan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Pesan penguatan kader ini sejalan dengan arahan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yang dalam syukuran di Jakarta berpesan agar seluruh kader tetap bekerja keras, mawas diri, dan mendekatkan diri kepada rakyat. Prabowo menegaskan bahwa kader Gerindra harus menjaga kepercayaan publik dan tidak akan memberikan pembelaan bagi mereka yang melakukan perbuatan tercela.

Ahmad Muzani, yang juga Ketua MPR RI turut mengingatkan bahwa selama 18 tahun berdiri, cita-cita utama partai adalah melihat rakyat Indonesia tersenyum. Melalui akses pendidikan seperti yang ditawarkan oleh IAI Rawa Aopa, diharapkan kader-kader Gerindra dapat mewujudkan senyum rakyat tersebut melalui pelayanan yang lebih profesional dan berbasis pengetahuan.

Meski dirayakan secara sederhana karena rasa empati terhadap bencana alam di beberapa daerah, HUT ke-18 ini tetap dibanjiri ucapan selamat dari berbagai tokoh bangsa, termasuk karangan bunga dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah dinamika politik, persahabatan antar-tokoh bangsa tetap terjaga demi kepentingan nasional yang lebih besar.

Women (ISW)

IAI Rawa Aopa Perkuat Ekosistem Wirausaha Perempuan Melalui Program EMPOWHER

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menginisiasi program EMPOWHER, sebuah langkah strategis yang dirancang khusus untuk memperkuat peran perempuan dalam sektor kewirausahaan. Program ini hadir sebagai respons terhadap dinamika ekonomi digital yang menuntut kemandirian serta inovasi dari pelaku usaha kreatif, khususnya di kalangan perempuan di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menegaskan bahwa keberadaan program ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan sebuah gerakan pemberdayaan yang sistematis. Menurutnya, EMPOWHER bertujuan untuk menjembatani kesenjangan akses sumber daya yang selama ini sering menjadi hambatan bagi perempuan dalam memulai maupun mengembangkan bisnis mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pandangan mendalam mengenai visi besar di balik program ini. “Kami percaya bahwa ketika seorang perempuan berdaya secara ekonomi, maka dampak positifnya akan dirasakan langsung oleh keluarga dan masyarakat luas di sekitarnya,” ujar Ismail Suardi Wekke saat mendiskusikan acara tersebut di sela-sela acara ICOBAR-SMART di Binus University, Jakarta, 5 Februari 2026.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam kurikulum program ini. “EMPOWHER dirancang untuk memastikan bahwa para peserta tidak hanya mahir dalam memproduksi barang, tetapi juga unggul dalam menaklukkan pasar digital yang kian kompetitif,” tegasnya. 

Ismail juga menambahkan komitmen institusinya dalam pengawalan program tersebut dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa akan menjadi inkubator yang menyediakan pendampingan berkelanjutan bagi setiap peserta hingga mereka mampu berdiri mandiri di atas kaki sendiri.

Secara teknis, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memetakan potensi lokal yang bisa diangkat ke skala nasional melalui sentuhan kewirausahaan modern. Ia menyampaikan bahwa pihak universitas telah menyiapkan skema dukungan infrastruktur dan jaringan yang luas untuk memfasilitasi kebutuhan para srikandi wirausaha ini. 

Selain itu, Ismail mengungkapkan harapannya agar program ini mampu menciptakan model bisnis yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Konawe Selatan. “Sehingga kita juga berupaya mendatapkan dukungan dari institusi yang memiliki program terkait keuangan inklusif,” papar Ismail.

Melalui sinergi antara akademisi dan praktisi, EMPOWHER diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya pengusaha perempuan yang tangguh. Ismail meyakini bahwa penguatan kapasitas intelektual dan manajerial melalui program ini akan menjadi modal utama bagi perempuan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa depan dengan rasa percaya diri yang tinggi. “Begitu pula keterlibatan perguruan tinggi di Jakarta, semisal Binus University, dan juga Jakarta Business School, sehingga wirausaha kita memiliki kesempatan melihat Jakarta,” pungkas Ismail.