IMG-20260208-WA0040

Pertahankan Kerja Sama Global, Pimpinan IAI Rawa Aopa Hadiri Youth Leadership Dialogue UKM 

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Lumpur – Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dijadwalkan menggelar forum internasional bertajuk Youth Leadership Dialogue pada Rabu, 11 Februari 2026 mendatang.

 

Perhelatan yang akan berlangsung di Kampus UKM, Bangi, ini secara khusus mengundang jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan untuk berpartisipasi aktif dalam mendiskusikan masa depan kepemimpinan pemuda di kawasan Asia Tenggara.

 

Pihak IAI Rawa Aopa telah mengonfirmasi kehadiran mereka dalam agenda strategis tersebut. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan kesiapannya untuk bertolak menuju Malaysia guna memenuhi undangan dari salah satu universitas riset terbaik di Negeri Jiran tersebut.

 

Saat dikonfirmasi mengenai kepastian keberangkatan tim, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan singkat namun tegas bahwa rombongan pimpinan dipastikan akan turut serta dalam dialog tersebut.

 

“Insya Allah hadir,” ungkap Ismail saat ditemui di sela-sela aktivitas dalam workshop publikasi pasca konferensi di Jakarta, Ahad (8/2/2026).

 

Ismail Suardi Wekke menambahkan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk memperluas jejaring internasional, terutama di tingkat regional Asia Tenggara. Ia menekankan bahwa dialog di UKM ini sangat penting karena kepemimpinan pemuda adalah kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

 

Selain itu, Ismail menyampaikan bahwa melalui forum ini, IAI Rawa Aopa ingin menunjukkan kontribusi aktif perguruan tinggi dari daerah dalam kancah akademik internasional. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia akan memberikan perspektif baru bagi pengembangan kemahasiswaan di IAI Rawa Aopa.

 

“Kami memandang undangan ini sebagai peluang emas untuk mendiskusikan model kepemimpinan yang relevan dengan nilai-nilai lokal namun tetap memiliki daya saing global,” tutur Ismail yang juga alumni pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia.

 

Dalam keterangannya pada kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke menggarisbawahi pentingnya pertukaran ide antar-pimpinan perguruan tinggi dalam acara tersebut. “Kunjungan ini bukan sekadar menghadiri dialog, tetapi juga merupakan langkah konkret untuk menjajaki kerja sama penelitian dan pengabdian masyarakat antara IAI Rawa Aopa dan UKM di masa depan,” tegasnya.

 

IAI Rawa Aopa yang berlokasi di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, senantiasa melaksanakan langkah-langkah akselerasi dalam pengembangan sumber daya manusia. Sebagai kampus yang sedang berkembang di kawasan penyangga Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, partisipasi dalam Youth Leadership Dialogue di Bangi diharapkan mampu mempertahankan reputasi institusi sekaligus memberikan pengalaman internasional bagi jajaran pimpinan dan civitas akademika.

IMG-20260208-WA0024

Perkuat Sumber Daya Manusia, IAI Rawa Aopa Luncurkan Tawaran Program Beasiswa Kader Partai

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Partai Gerindra genap berusia 18 tahun pada Jumat (6/2/2026). Perayaan hari jadi partai berlambang kepala Garuda ini digelar dengan khidmat di berbagai wilayah, mulai dari kediaman Ketua Umum Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, hingga ke daerah-daerah.

Di Sulawesi Tenggara, momentum ini dimaknai secara strategis oleh IAI Rawa Aopa untuk melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat program beasiswa khusus bagi kader Gerindra di Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, Konawe Selatan.

IAI Rawa Aopa sendiri merupakan institusi pendidikan tinggi yang terletak di kawasan yang strategis dan kaya akan nilai historis serta ekologis, berdekatan dengan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Kampus ini fokus pada pengembangan nilai-nilai keislaman yang dipadukan dengan wawasan kebangsaan, menjadikannya mitra strategis dalam mencetak kader partai yang tidak hanya militan secara politik, tetapi juga terpelajar secara akademik.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Melalui kebijakan beasiswa ini, IAI Rawa Aopa membuka pintu seluas-luasnya bagi kader Gerindra untuk menempuh studi tingkat tinggi sebagai bekal pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pernyataan resminya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan tiga poin utama secara langsung.

“Kami memandang HUT ke-18 Gerindra sebagai momentum tepat untuk meluncurkan program Beasiswa Kesempatan Kuliah bagi para kader agar mereka memiliki kompetensi akademik yang mumpuni dalam mengawal kebijakan pemerintah,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa investasi terbaik bagi sebuah partai politik adalah investasi pada otak para kadernya, sehingga IAI Rawa Aopa siap menjadi kawah candradimuka bagi kader Gerindra di Sulawesi Tenggara. Lebih lanjut, Ismail menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara sektor pendidikan dan partai politik dalam mempercepat pembangunan daerah melalui jalur pendidikan formal.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan secara tidak langsung bahwa pemberian beasiswa ini bertujuan untuk memastikan setiap kader yang menjabat di struktur organisasi maupun legislatif memiliki basis keilmuan yang kuat. Beliau berharap agar para kader tidak menyia-nyiakan peluang emas ini untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka di IAI Rawa Aopa.

Menurutnya, program ini juga dirancang untuk mensinkronkan program kerja partai dengan kajian-kajian ilmiah yang ada di lingkungan kampus, sehingga setiap kebijakan yang diambil kader di lapangan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Pesan penguatan kader ini sejalan dengan arahan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, yang dalam syukuran di Jakarta berpesan agar seluruh kader tetap bekerja keras, mawas diri, dan mendekatkan diri kepada rakyat. Prabowo menegaskan bahwa kader Gerindra harus menjaga kepercayaan publik dan tidak akan memberikan pembelaan bagi mereka yang melakukan perbuatan tercela.

Ahmad Muzani, yang juga Ketua MPR RI turut mengingatkan bahwa selama 18 tahun berdiri, cita-cita utama partai adalah melihat rakyat Indonesia tersenyum. Melalui akses pendidikan seperti yang ditawarkan oleh IAI Rawa Aopa, diharapkan kader-kader Gerindra dapat mewujudkan senyum rakyat tersebut melalui pelayanan yang lebih profesional dan berbasis pengetahuan.

Meski dirayakan secara sederhana karena rasa empati terhadap bencana alam di beberapa daerah, HUT ke-18 ini tetap dibanjiri ucapan selamat dari berbagai tokoh bangsa, termasuk karangan bunga dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah dinamika politik, persahabatan antar-tokoh bangsa tetap terjaga demi kepentingan nasional yang lebih besar.

Women (ISW)

IAI Rawa Aopa Perkuat Ekosistem Wirausaha Perempuan Melalui Program EMPOWHER

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menginisiasi program EMPOWHER, sebuah langkah strategis yang dirancang khusus untuk memperkuat peran perempuan dalam sektor kewirausahaan. Program ini hadir sebagai respons terhadap dinamika ekonomi digital yang menuntut kemandirian serta inovasi dari pelaku usaha kreatif, khususnya di kalangan perempuan di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menegaskan bahwa keberadaan program ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan sebuah gerakan pemberdayaan yang sistematis. Menurutnya, EMPOWHER bertujuan untuk menjembatani kesenjangan akses sumber daya yang selama ini sering menjadi hambatan bagi perempuan dalam memulai maupun mengembangkan bisnis mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pandangan mendalam mengenai visi besar di balik program ini. “Kami percaya bahwa ketika seorang perempuan berdaya secara ekonomi, maka dampak positifnya akan dirasakan langsung oleh keluarga dan masyarakat luas di sekitarnya,” ujar Ismail Suardi Wekke saat mendiskusikan acara tersebut di sela-sela acara ICOBAR-SMART di Binus University, Jakarta, 5 Februari 2026.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam kurikulum program ini. “EMPOWHER dirancang untuk memastikan bahwa para peserta tidak hanya mahir dalam memproduksi barang, tetapi juga unggul dalam menaklukkan pasar digital yang kian kompetitif,” tegasnya. 

Ismail juga menambahkan komitmen institusinya dalam pengawalan program tersebut dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa akan menjadi inkubator yang menyediakan pendampingan berkelanjutan bagi setiap peserta hingga mereka mampu berdiri mandiri di atas kaki sendiri.

Secara teknis, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memetakan potensi lokal yang bisa diangkat ke skala nasional melalui sentuhan kewirausahaan modern. Ia menyampaikan bahwa pihak universitas telah menyiapkan skema dukungan infrastruktur dan jaringan yang luas untuk memfasilitasi kebutuhan para srikandi wirausaha ini. 

Selain itu, Ismail mengungkapkan harapannya agar program ini mampu menciptakan model bisnis yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Konawe Selatan. “Sehingga kita juga berupaya mendatapkan dukungan dari institusi yang memiliki program terkait keuangan inklusif,” papar Ismail.

Melalui sinergi antara akademisi dan praktisi, EMPOWHER diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya pengusaha perempuan yang tangguh. Ismail meyakini bahwa penguatan kapasitas intelektual dan manajerial melalui program ini akan menjadi modal utama bagi perempuan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa depan dengan rasa percaya diri yang tinggi. “Begitu pula keterlibatan perguruan tinggi di Jakarta, semisal Binus University, dan juga Jakarta Business School, sehingga wirausaha kita memiliki kesempatan melihat Jakarta,” pungkas Ismail.

 

IMG-20260208-WA0020

Sinergi Inovasi dan Teknologi: Langkah Strategis IAI Rawa Aopa Perluas Jejaring Publikasi Global Pasca Konferensi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Gelaran International Conference on Technology, Innovation, and Management (ICTIM) 2025 yang berlangsung di Kampus BINUS @Alam Sutera menjadi momentum krusial bagi Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan untuk mempertegas eksistensinya di kancah akademik internasional.

Kehadiran delegasi dari Sulawesi Tenggara ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan nilai-nilai berkelanjutan yang menjadi fokus utama konferensi tahun ini.

Konferensi ICTIM 2025 yang telah berlangsung mengusung tema Integrating Innovation and Technology for Sustainable Business and Societal Impact ini menjadi wadah bagi akademisi IAI Rawa Aopa untuk bersinergi dengan para pakar dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa keterlibatan kampus dalam forum internasional merupakan bagian dari peta jalan transformasi institusi.

Beliau menyatakan bahwa partisipasi ini adalah ikhtiar nyata untuk membawa perspektif lokal ke ranah global, sekaligus menyerap perkembangan teknologi informasi terbaru untuk diterapkan di daerah.

“Kita diberi kepercayaan pasca konferensi untuk turut dalam menyiapkan publikasi bagi makalah yang sudah dipresentasikan,” kata Ismail Suardi Wekke di sela-sela kegiatan workshop publikasi pasca konferensi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/ 2026).

Ismail Suardi Wekke juga memberikan pandangan mendalam mengenai relevansi materi konferensi terhadap pengembangan sumber daya manusia di perguruan tinggi.

Ia menjelaskan bahwa adaptasi terhadap kecerdasan buatan dan manajemen modal manusia yang dibahas oleh para pembicara utama dalam konferensi yang berlangsung November 2025 di kampus Alam Sutera, seperti Prof. Peter John Wanner dan Prof. Koo Ah-Choo, sangat sejalan dengan kebutuhan tata kelola di IAI Rawa Aopa.

Menurutnya, manajemen kampus di era disrupsi digital menuntut fleksibilitas dan visi yang jauh ke depan agar tetap relevan dengan tuntutan zaman.

Lebih lanjut, dalam pernyataan yang sama, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmennya terhadap pengembangan riset kolaboratif.

“Kehadiran kami di ICTIM 2025 lalu dan juga kini dalam wroskhop publikasi pasca konferensi adalah jembatan untuk membangun kemitraan riset lintas negara yang akan memperkuat kualitas publikasi ilmiah dosen-dosen kami,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan poin penting mengenai peran teknologi dalam pemberdayaan masyarakat dengan berujar, “Inovasi teknologi harus mampu menyentuh level akar rumput, sehingga transformasi digital tidak hanya dirasakan di kota besar, tetapi juga menjadi solusi bagi pembangunan di Konawe Selatan”.

Menutup pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya keberlanjutan pasca-konferensi ini bagi institusinya.

“Kami tidak ingin berhenti pada presentasi saja; setiap gagasan yang lahir di sini harus dikonversi menjadi kebijakan akademik yang progresif di kampus,” ungkapnya dengan optimistis.

Semangat ini tercermin dari keikutsertaan akademisi IAI Rawa Aopa dalam pasca konferensi untuk menyiapkan publikasi. Sekaligus diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia Timur.

IMG-20260208-WA0012

Sinergi Akademik dan Pemikiran Tokoh: IAI Rawa Aopa Simak Rekam Jejak Yusril demi Masa Depan Hukum Tata Negara

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Perayaan ulang tahun ke-70 Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, berlangsung khidmat dengan peluncuran delapan buku rekam jejak pemikirannya di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026).

Momentum bersejarah ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, yang secara khusus memberikan apresiasi terhadap kontribusi intelektual Yusril, terutama bagi pengembangan akademik dalam konteks Program Studi Hukum Tata Negara.

Acara yang dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini menjadi magnet bagi para tokoh hukum nasional. Terlihat hadir Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, hingga pengacara senior seperti Maqdir Ismail dan Todung Mulya Lubis.

Kehadiran pimpinan IAI Rawa Aopa dalam agenda ini juga sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam menyerap gagasan-gagasan besar untuk diterapkan pada kurikulum Hukum Tata Negara di kampus mereka.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa karya-karya yang diluncurkan merupakan rujukan berharga bagi dunia pendidikan.

Beliau menegaskan bahwa delapan buku tersebut akan menjadi sumber referensi primer bagi mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara di IAI Rawa Aopa guna mendalami dinamika ketatanegaraan Indonesia.

Menurutnya, pemikiran Yusril sangat relevan dengan visi IAI Rawa Aopa dalam mencetak kader hukum yang memiliki kedalaman akademik serta integritas nasional yang kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan resminya mengenai relevansi buku ini bagi kampus.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk apresiasi sekaligus upaya menjemput gagasan besar untuk memperkuat fondasi akademik di Program Studi Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail.

Selain itu, beliau juga menambahkan bahwa delapan buku ini bukan sekadar biografi, melainkan peta jalan hukum Indonesia yang sangat krusial untuk dipelajari oleh seluruh civitas akademika di Konawe Selatan. Sebagai penutup pernyataan langsungnya, Ismail menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai pengabdian yang tertuang dalam buku tersebut ke dalam semangat belajar para mahasiswa di daerah.

Secara tidak langsung, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya ketersediaan literatur digital gratis yang disediakan oleh pihak Yusril, karena hal tersebut sangat membantu aksesibilitas mahasiswa di pelosok daerah seperti di Konawe Selatan.

Ia berpendapat bahwa kemudahan akses e-book ini akan mempercepat transformasi pengetahuan hukum tata negara di lingkungan kampus IAI Rawa Aopa tanpa terkendala urusan biaya buku. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar para dosen di Program Studi Hukum Tata Negara dapat membedah setiap bab dari delapan buku tersebut sebagai bagian dari pengayaan materi kuliah hukum kontemporer.

Yusril sendiri menjelaskan bahwa delapan buku yang ditulis oleh Prof. Dr. Hafid Abbas dan tim ini merangkum jejak perjalanannya selama setengah abad, mulai dari masa mahasiswa hingga perannya di pemerintahan saat ini.

Ia juga menekankan bahwa buku-buku tersebut tidak diperjualbelikan melainkan dibagikan secara gratis sebagai amal jariah intelektual yang bisa diunduh melalui situs resminya. Baginya, penyebaran ide jauh lebih penting daripada hak cipta, sehingga ia mengizinkan siapa saja untuk mencetak dan mendiskusikan isi buku tersebut demi kepentingan bangsa dan negara.

MUI (ISW)

Presiden Prabowo Saksikan Pengukuhan Pengurus MUI Masa Khidmat 2025–2030, Pimpinan IAI Rawa Turut Hadir

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri dan menyaksikan langsung prosesi pengukuhan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa khidmat 2025–2030. Acara yang berlangsung khidmat di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7 Februari 2026) ini mengusung tema besar “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”. Kehadiran jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dalam perhelatan nasional ini menegaskan keikutsertaan perguruan tinggi di Konawe Selatan dalam agenda nasional.

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan didampingi sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan simbol vital persatuan antara ulama dan umara (pemimpin pemerintahan). Ia meyakini bahwa bersatunya kedua elemen ini adalah kunci utama untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar, makmur, dan berdaulat.

Momentum ini juga mendapat perhatian khusus dari akademisi, salah satunya Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Dalam keterangannya di sela acara, Ismail Suardi Wekke memberikan apresiasi mendalam atas pengukuhan ini. Ia menyatakan bahwa pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 bukan sekadar pergantian struktur, melainkan energi baru dalam memperkokoh ukhuwah Islamiyah di seluruh pelosok tanah air. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menyelaraskan program-program akademik dan pengabdian masyarakat dengan visi besar MUI dalam menjaga moralitas bangsa. Ismail juga menekankan bahwa kehadiran Presiden Prabowo memberikan legitimasi kuat bahwa kolaborasi antara kepemimpinan politik dan bimbingan spiritual ulama adalah fondasi tak tergoyahkan bagi stabilitas nasional.

Senada dengan pengamatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara lugas memberikan pernyataan langsung terkait signifikansi acara ini. “Kami melihat pengukuhan ini sebagai tonggak penting di mana nilai-nilai agama dan kebijakan negara berjalan beriringan untuk kemaslahatan umat,” ujar Ismail. 

Ia juga menambahkan, “IAI Rawa Aopa akan terus menjadi mitra strategis MUI dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang luhur.” Menutup pernyatannya, Ismail menegaskan bahwa sinergi ini adalah cerminan nyata dari semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Pengukuhan pengurus MUI ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan bernomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025 yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan. Dengan formasi kepengurusan baru ini, MUI diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam membimbing umat serta mendukung komitmen pemerintah, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi dan perlindungan kekayaan sumber daya alam Indonesia.

ICOBAR (ISW)

BINUS University Gandeng IAI Rawa Aopa, Sajikan Publikasi Bersama dan Perkuat Riset Global di ICOBAR-SMART 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – IAI Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperluas cakrawala kolaborasi akademik internasional. Pekan ini dengan turut menghadiri penyelenggaraan ICOBAR–SMART 2026 pada 5–6 Februari 2026 di Jakarta. ICOBAR 2026, Mengusung tema “Convergence 2026: Smart Governance, Intelligent Business, and Revolutionary Mobility for a Sustainable Global Ecosystem,” konferensi ini menjadi momentum spesial berkat kolaborasi erat antara BINUS University, dengan Korean Institute of Information Technology (KIIT) dari Korea Selatan. 

Sementara itu, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, mendapatkan peluang untuk digandeng oleh BINUS University. Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam konferensi ini menandai langkah dalam mengintegrasikan perspektif teknologi modern dengan nilai-nilai tata kelola yang inklusif. Dengan melibatkan kontribusi melalui publikasi 261 paper, konferensi ini menyoroti bagaimana teknologi digital harus mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara adil.

Tema tahun ini mencerminkan urgensi global dalam memastikan percepatan teknologi—mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga sistem mobilitas cerdas—berjalan selaras dengan tata kelola yang adaptif. Keterlibatan IAI Rawa Aopa memperkuat dimensi sosial-humaniora dalam riset-riset yang dipresentasikan, memastikan bahwa inovasi teknologi tetap berorientasi pada pemberdayaan manusia.

Vice Rector of Research and Technology Transfer BINUS University, Prof. Dr. Juneman Abraham, M.Psi., menekankan bahwa teknologi tidak boleh hanya menjadi milik elit. “Bersama mitra strategis kami, kami berkomitmen memastikan inovasi digital benar-benar menjadi milik publik dan digunakan untuk mempersempit jurang kesenjangan sosial. Kami berupaya agar teknologi masa depan tidak memperlakukan manusia sekadar sebagai data, melainkan sebagai subjek yang berdaya,” ujar Juneman.

ICOBAR–SMART 2026 menghadirkan rangkaian diskusi lintas disiplin yang mencakup: Kecerdasan Buatan (AI) & Internet of Things (IoT), Smart Mobility & Digitalisasi Rantai Pasok, Tata Kelola & Kebijakan Publik, dan Pengembangan Keterampilan Masa Depan & Keberlanjutan.

Dr. Joice Yulinda Luke, Chair Organizing Committee, menyambut hangat kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa bersama KIIT Korea Selatan memperkaya kualitas akademik dan memperluas jejaring internasional yang berlandaskan keberagaman perspektif.

Kemitraan dengan KIIT, yang menaungi 7.500 peneliti dari 200 universitas, semakin memperkokoh posisi Indonesia dalam ekosistem riset global. Prof. Insik Choi, President KIIT, menambahkan bahwa tantangan keberlanjutan menuntut kolaborasi lintas negara yang kuat. Sinergi antara BINUS, IAI Rawa Aopa, dan KIIT diharapkan menjadi jembatan bagi lahirnya solusi praktis yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan berkelanjutan di tingkat dunia.

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke yang turut hadir, tidak saja dalam kaitan kolaborasi riset dengan faculty member Binus University, tetapi turut berkolaborasi dalam penyiapan outlet publikasi. “Kami menawarkan kepada komite saintifik ICOBAR 2026, untuk memberikan rekomendasi kepada para pemakalah dalam menyiapkan publikasi,” pungkas Ismail Suardi Wekke di Jakarta, usai mengikuti kegiatan tersebut di Kampus BINUS @kemanggisan. 

YLD (ISW)

Bersiap Menghadiri Youth Leadership di Universiti Kebangsaan Malaysia, Pimpinan IAI Rawa Aopa Meneruskan Kerjasama dengan UKM

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring internasionalnya dengan mempererat kemitraan strategis bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Langkah ini ditandai dengan persiapan keberangkatan delegasi pimpinan institusi untuk menghadiri ajang bergengsi Youth Leadership yang akan diselenggarakan di kampus UKM, Bangi, Malaysia (11 Februari 2026). 

Kunjungan ini tidak sekadar menghadiri undangan seremonial, melainkan menjadi momentum krusial dalam menindaklanjuti serta mempererat kerja sama akademik yang telah terjalin selama ini. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari tindak lanjut terkait peta jalan institusi menuju rekognisi global. 

Ismail menjelaskan bahwa kehadiran pimpinan di Malaysia bertujuan untuk memastikan bahwa setiap butir kesepakatan yang akan ditandatangani dapat diimplementasikan dalam program konkret yang menyentuh kebutuhan mahasiswa dan dosen. Menurutnya, sinergi dengan perguruan tinggi papan atas seperti UKM akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan standar mutu di lingkungan IAI Rawa Aopa.

“Kehadiran kami di UKM adalah bukti nyata komitmen institusi dalam membekali mahasiswa dengan wawasan kepemimpinan internasional yang relevan dengan tantangan zaman,” tegas Ismail Suardi Wekke saat menerima konfirmasi bahwa akan hadir di sana, usai menerima undangan setelah menghadiri kegiatan pengukuhan Majelis Ulama Indonesia di Masjid Istiqlal (Sabtu, 7 Februari 2026). 

Beliau menambahkan bahwa penguatan kerja sama ini mencakup pertukaran riset dan pengembangan sumber daya manusia yang terintegrasi. “Kami tidak ingin kerja sama ini sebagai pemenuhan akreditasi saja. Sehingga pertemuan di Bangi nanti akan fokus pada kolaborasi penelitian lintas negara yang lebih mendalam,” lanjutnya dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya platform kepemimpinan pemuda sebagai sarana bagi mahasiswa untuk membangun jejaring lintas budaya. Ismail menyebutkan bahwa forum Youth Leadership di UKM akan menjadi jembatan bagi mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk belajar langsung dari ekosistem akademik internasional. 

Ia berpendapat bahwa keterlibatan aktif dalam agenda internasional akan membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa yang inklusif dan berdaya saing global. Ismail berharap kunjungan ini dapat mempercepat proses transformasi IAI Rawa Aopa menjadi pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara yang diakui secara internasional.

Menutup keterangannya, Ismail menggarisbawahi pentingnya kesinambungan hubungan baik dengan institusi di luar negeri. “Hubungan antara IAI Rawa Aopa dan UKM telah melewati fase perkenalan, dan saat ini adalah momentum untuk melangkah ke level berikutnya,” pungkas Ismail. Melalui kunjungan ini, IAI Rawa Aopa menargetkan adanya pembaharuan LoI yang lebih spesifik pada bidang inovasi digital dan tata kelola perguruan tinggi, guna mendukung percepatan akreditasi institusi di masa mendatang.

ICOBAR (ISW)

IAI Rawa Aopa dengan dukungan BKSPTIS Bersiap Melaksanakan konferensi SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan konferensi internasional Southeast Asia Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS), menyusul koordinasi intensif yang dilakukan oleh pimpinan IAI Rawa Aopa dalam sepekan terakhir.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, bergerak cepat dengan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta pada pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, Ismail secara langsung mengantarkan surat permohonan dukungan kolaborasi kepada Ketua Umum BKSPTIS. Upaya ini merupakan bentuk komitmen IAI Rawa Aopa untuk memosisikan diri sebagai pusat diskursus pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai sosok yang juga menjabat di Bidang Kerjasama BKSPTIS, Ismail memberikan kepastian mengenai kelanjutan rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa permohonan kolaborasi yang diajukannya telah mendapatkan lampu hijau melalui pesan singkat di WhatsApp. 

“Saat ini, kita tengah menunggu terbitnya surat resmi dari Ketua Umum BKSPTIS, yang dijabat oleh Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), guna memperkuat legitimasi kemitraan strategis ini,” kata Ismail Suardi Wekke usai pembukaan acara konferensi di Bina Nusantara University, Jakarta (Kamis, 5 Februari 2026).

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi. “Konferensi SEASIHE 2026 adalah sarana bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jejaring akademik di level internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang merupakan alumni pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia. 

Beliau juga menambahkan bahwa dukungan dari BKSPTIS menjadi bagian dalam menyukseskan perhelatan yang akan dihadiri oleh berbagai akademisi lintas negara tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa persiapan teknis dan substansi kegiatan ini berjalan selaras dengan standar global. Olehnya, perguruan tinggi Islam saatnya bersama-sama ke arah yang sama,” tegasnya menutup pernyataan.

Ismail juga menjelaskan secara mendalam mengenai proses persiapan yang tengah berjalan. Ia memaparkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi Islam sangat krusial untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. 

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi tuan rumah yang representatif bagi para ilmuwan dari Asia Tenggara. Terakhir, Ismail menekankan bahwa nantinya, setelah terbitnya surat dari Ketua Umum BKSPTIS nantinya akan menjadi dukungan bagi seluruh panitia untuk segera mengeskalasi persiapan di lapangan.

Penyelenggaraan SEASIHE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang komunikasi akademik, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi daerah Konawe Selatan ke kancah mancanegara. Dengan dukungan dari BKSPTIS, IAI Rawa Aopa optimistis konferensi ini akan melahirkan rencana aksi bagi masa depan pendidikan Islam di kawasan ini.

Kuliah Umum (ISW)

Persiapan Kuliah Umum dan Lokakarya Penyusunan Proposal Penelitian

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan merencanakan sebuah kegiatan di awal semester dihelat dengan bentuk Kuliah Umum dan Lokakarya Nasional Penyusunan Proposal Penelitian yang dijadwalkan berlangsung pekan depan (Sabtu, 14 Februari 2026). Agenda ini dirancang untuk menyelaraskan produktivitas sivitas akademika, khususnya dalam menghasilkan rancangan penelitian yang kompetitif dan inovatif di tingkat nasional maupun internasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kegiatan ini sebagai awal semester seiring dengan agenda enam bulanan. Ini juga dirancang menjadi fondasi bagi pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa. 

Beliau menyampaikan bahwa persiapan teknis maupun substantif telah memasuki tahap akhir guna memastikan setiap peserta mendapatkan manfaat maksimal dari kegiatan ini. “Kita mengundang Prof Dwi Cahyono, sebagai kesempatan belajar bersama,” tutur Ismail Suardi Wekke di Bandung (Rabu, 4 Februari 2026) di sela-sela pertemuan dengan komite saintifik ICOSBE 2025.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus pada kualitas luaran penelitian. “Kita ingin memastikan bahwa setiap proposal yang lahir dari lokakarya ini memiliki inovasi dan mampu menjawab persoalan riil di masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Paskal, Bandung. 

Beliau juga menambahkan komitmen institusi dalam mendukung penuh langkah ini dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa akan terus menyediakan ekosistem yang mendukung bagi tumbuhnya tradisi riset yang kuat dan berkelanjutan. Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dengan menegaskan bahwa sinergi antarpeneliti adalah bagian untuk menembus hibah penelitian di masa depan.

Selain itu, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara mendalam. Beliau menjelaskan bahwa pihak rektorat saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai mitra strategis guna memperluas jaringan publikasi hasil penelitian nantinya. 

Ismail juga mengungkapkan harapan besar agar kegiatan ini mampu menjadi katalisator bagi peningkatan akreditasi institusi melalui penguatan pilar penelitian. Terakhir, Ismail memastikan bahwa manajemen kampus telah mengalokasikan sumber daya yang optimal agar seluruh rangkaian acara, mulai dari kuliah umum hingga sesi lokakarya, dapat berjalan dengan standar operasional yang tinggi.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan draf proposal penelitian yang siap diajukan ke berbagai lembaga pemberi hibah, sekaligus mempertegas posisi IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan akademik di wilayah Sulawesi Tenggara. Panitia pelaksana kini tengah melakukan sinkronisasi jadwal dengan para pakar yang akan hadir sebagai mentor dalam sesi pendampingan penulisan proposal tersebut.

“Kita juga mengajukan permohonan, sehingga ada dukungan dari BRIDA Konawe Selatan untuk turut memberikan pengantar terkait dengan orientasi riset dan inovasi daerah sebagai bagian dari RPJMD Kabupaten Konawe Selatan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.