IMG-20260401-WA0068

Menatap Masa Depan Sains: Pesan Inspirasi dari Webinar Women in Science IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Bank BSN

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menggelar webinar bertajuk “Women in Science” yang berkolaborasi dengan Bank BSN Cabang Kendari. Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam menyoroti peran strategis perempuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern. Dilaksanakan secara hybrid dari kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Senin (16/3/2026).

Rektorat IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam ranah saintifik bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan kebutuhan esensial bagi kemajuan inovasi daerah. Kolaborasi dengan sektor perbankan seperti Bank BSN juga diharapkan mampu membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis literasi digital dan sains bagi kaum perempuan.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi lintas sektor ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa melalui integrasi antara akademisi dan praktisi keuangan, hambatan struktural yang selama ini dihadapi ilmuwan perempuan dapat diminimalisir secara bertahap.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor perbankan merupakan langkah konkret untuk memastikan keberlanjutan riset yang inklusif. Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan dalam dunia sains akan menjadi motor penggerak transformasi sosial di wilayah Konawe Selatan. Selain itu, beliau menambahkan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya guna mendukung ekosistem akademik yang ramah bagi peneliti perempuan.

“Webinar ini adalah jembatan emas bagi para perempuan di Sulawesi Tenggara untuk membuktikan bahwa kontribusi mereka di dunia sains sejajar dengan peran mereka di sektor pembangunan lainnya,” ujar Ismail Suardi Wekke saat membuka sesi diskusi utama.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya dukungan finansial dan pendampingan dalam setiap inovasi yang dihasilkan. “Kami tidak ingin riset perempuan hanya berakhir di perpustakaan; dukungan Bank BSN adalah kunci agar inovasi tersebut memiliki nilai ekonomi dan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ismail mengajak seluruh peserta untuk melihat sains sebagai instrumen pengabdian. “Sinergi hari ini menunjukkan bahwa Women in Science bukan sekadar tema seremonial, melainkan panggilan bagi kita semua untuk menciptakan keadilan akses dalam penguasaan teknologi,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi perbankan. Diskusi mengalir hangat dengan fokus pada tantangan serta peluang masa depan bagi perempuan dalam meniti karier di bidang sains dan teknologi.

Laos (ISW)

Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional di Laos, Bersama IGDA Al Washliyah

Rawaaopakonsel.ac.id, — Presiden Islamic Laos Foundation, Zakir, meminta organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam asal Indonesia, Al Jam’iyatul Washliyah (Al Washliyah), untuk mengirimkan guru-guru bidang keislaman (Islamic studies) ke Laos. Kehadiran para pengajar tersebut diharapkan dapat membina masyarakat muslim setempat sekaligus memperkuat pengembangan dakwah Islam di negara tersebut.

Permintaan itu disampaikan Zakir saat bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (PP IGDA), H. Marjuan Ibrahim, Lc., M.A., di Kota Vientiane, Laos, Selasa (17/3/2026). Kunjungan Marjuan merupakan bagian dari kolaborasi pengabdian masyarakat kolaboratif internasional di Laos, termasuk partisipasi Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Zakir menilai praktik dan corak keislaman di Indonesia sangat cocok menjadi role model bagi perkembangan Islam di Laos. Menurutnya, masyarakat muslim Laos lebih akrab dengan tradisi dan amaliyah Mazhab Syafi’i, serupa dengan mayoritas muslim di Indonesia. Hal ini berbeda dengan komunitas muslim keturunan Pakistan dan India di Laos yang umumnya menganut Mazhab Hanafi.

“Walaupun bahasa Siam (Thailand) memiliki kemiripan dengan bahasa Laos, beberapa imam (luar) yang pernah berkunjung ke Masjid Al Ikhlas Vientiane memiliki visi dan amaliyah yang kurang sesuai dengan masyarakat muslim di sini,” ujar Zakir.

Tak hanya meminta tenaga pendidik, Zakir juga membuka pintu bagi warga Al Washliyah yang berminat untuk berimigrasi dan menetap di Laos. Pihaknya siap memfasilitasi pembentukan komunitas muslim baru di wilayah tersebut.

Bahkan, Islamic Laos Foundation telah menyiapkan lahan seluas 20 hektar yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan masjid keempat di Vientiane, perumahan komunitas muslim, serta sekolah Islam akhir pekan (Sabtu-Minggu). Langkah strategis ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan demografi dan memperkuat benteng budaya lokal di tengah derasnya arus imigran asing.

Menanggapi permintaan tersebut, Ketua Umum PP IGDA Marjuan Ibrahim menyambut positif dan berharap Al Washliyah dapat menjadi pionir (assabiqunal awwalin) dalam penyebaran syiar Islam serta pembangunan pondasi pendidikan Islam di Laos.

Kehadiran Marjuan Ibrahim di Laos merupakan bagian dari undangan resmi Islamic Laos Foundation. Selain bertugas sebagai Khatib Salat Idulfitri 1447 H di Masjid Al Ikhlas, Distrik Khamsavat, Vientiane, ia juga memberikan pelatihan (training) bagi imam masjid serta meletakkan dasar penguatan kegiatan kemasjidan berbasis model pengelolaan masjid di Indonesia.

Kegiatan bersama IGDA Al Washliyah dengan Ketua Umu, Marjuan dijadwalkan di Laos selama seminggu, mulai Sabtu (14/3/2026) hingga Jumat (20/3/2026).

Sebagai informasi, Masjid Al Ikhlas merupakan tempat ibadah terbaru yang baru aktif menyelenggarakan shalat fardhu lima waktu, shalat Jumat, dan shalat Tarawih pada Ramadan 1447 H. Masjid ini menjadi pusat ibadah ketiga di Vientiane setelah Masjid Al Azhar (yang didirikan komunitas Kamboja pada tahun 1968 sebelum Laos menjadi negara komunis) dan Masjid Jamiah (didirikan komunitas India pada tahun 1970).

IMG-20260314-WA0043

IAI Rawa Aopa dan GSB UKM Sepakati Kerjasama Akademik demi Pengembangan Ekonomi Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas cakrawala akademik di kancah internasional. Seiring dengan momentum pembukaan dan pengembangan ekonomi syariah yang kian masif, IAI Rawa Aopa secara resmi menjalin kerjasama strategis dengan Graduate School of Business (GSB) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menyelaraskan kurikulum dan riset institusi dengan standar global di sektor ekonomi Islam.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan jembatan emas bagi institusi untuk meningkatkan kualitas lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri syariah saat ini. Ismail menyampaikan bahwa kerjasama dengan GSB UKM bukan sekadar seremoni di atas kertas, melainkan langkah konkret untuk menghadirkan atmosfer akademik internasional di Sulawesi Tenggara.

“Kita baru saja menerima SK untuk izin penerimaan mahasiswa program studi Ekonomi Syariah. Maka, sejak awal sudah disiapkan untuk melampaui standar nasional, sebagaimana panduan lembaga akreditasi mandiri,” papar Ismail Suardi Wekke yang menyatakan kegembiraannya seiring dengan kesediaan UKM untuk meneruskan kerjasama.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung terkait urgensi kemitraan ini.

“Kerjasama ini adalah tonggak sejarah bagi IAI Rawa Aopa dalam memperkuat fondasi ekonomi syariah melalui sinergi pendidikan lintas negara,” tegas Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Sabtu (14/3 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sangat optimis kolaborasi ini akan melahirkan riset-riset inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kajian ekonomi Islam yang lahir dari kampus ini memiliki standar kualitas yang dapat bersanding di dunia internasional, khususnya dari pakar di GSB UKM,” imbuhnya.

Selain pernyataan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara tidak langsung. Beliau menjelaskan bahwa kemitraan ini diharapkan mampu membuka peluang pertukaran pelajar dan dosen yang akan memperkaya pengalaman akademik kedua belah pihak.

Selain itu, Ismail memaparkan bahwa pengembangan kurikulum ekonomi syariah di IAI Rawa Aopa nantinya akan banyak mengadopsi modul-modul mutakhir dari Malaysia yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi Islam dunia. Ia pun menuturkan bahwa sinergi ini akan diarahkan pada penguatan tata kelola lembaga keuangan syariah di tingkat regional agar lebih profesional dan transparan.

Kerjasama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada level manajerial, tetapi juga merambah ke program-program pengabdian masyarakat berbasis ekonomi syariah. Dengan adanya dukungan dari GSB Universiti Kebangsaan Malaysia, IAI Rawa Aopa optimis dapat menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan ekonomi Islam di wilayah Indonesia Timur.

Terakhir, ia menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah mengintegrasikan kearifan lokal dengan praktik ekonomi global.

“Dengan dukungan GSB UKM, kami berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di pasar ekonomi syariah global tanpa melupakan akar budaya kita,” ujar Ismail.

IMG-20260314-WA0034

Wujud Kepedulian HMI IAI Rawa Aopa: Tebar Kebaikan di Bulan Suci Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan, puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat IAI Rawa Aopa Cabang Konawe Selatan turun ke jalan untuk menggelar aksi sosial berbagi takjil. Kegiatan ini menyasar masyarakat dan pengguna jalan di Desa Motaha, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (5/3/2026).

Aksi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mempererat solidaritas serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Ketua HMI Komisariat IAI Rawa Aopa, Cabang Konawe Selatan, Muslim Hidayat R., menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, kepedulian sosial harus menjadi identitas yang melekat pada diri setiap kader HMI.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat,” ujar Muslim dalam pernyataan resminya usai kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Muslim juga menyampaikan secara tidak langsung bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan emosional antara kaum intelektual kampus dengan warga sekitar agar tercipta sinergi yang harmonis.

Keberhasilan agenda ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Ketua Kohati HMI Cabang Konawe Selatan, Putri Susanti, mengungkapkan bahwa dana kegiatan ini bersumber dari kontribusi kolektif.

Putri menyebutkan bahwa terselenggaranya pembagian takjil ini berkat adanya sumbangsih dari para alumni serta dukungan dari pihak birokrasi kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Ia menambahkan bahwa suntikan dana yang diberikan sangat membantu kelancaran acara sehingga kegiatan dapat berjalan dengan sangat baik dan tertib.

Inisiatif para mahasiswa ini disambut hangat oleh warga setempat. Banyak pengendara yang merasa terbantu, terutama mereka yang masih menempuh perjalanan jauh saat waktu berbuka puasa tiba.

Salah satu pengguna jalan menyatakan apresiasinya terhadap mahasiswa yang dinilai peka terhadap kondisi lapangan, di mana akses mendapatkan penganan berbuka terkadang sulit bagi mereka yang masih di atas kendaraan.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, HMI Komisariat IAI Rawa Aopa berharap semangat berbagi tidak berhenti di bulan Ramadhan saja, namun terus tumbuh menjadi budaya di lingkungan kampus dan menginspirasi organisasi lain untuk menebar kebaikan serupa.

IMG-20260401-WA0061

Membangun Narasi Literasi, IAI Rawa Aopa Fasilitasi Pelatihan Menulis Berita Layak Muat Media

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bekerja sama dengan Kreasi Communication menyelenggarakan pelatihan menulis berita bertajuk Pesantren Jurnalistik 2026.

Kegiatan ini akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Ahad, 15 Maret 2026. Pelatihan tersebut bertujuan mengasah kemampuan peserta dalam mengolah potensi dunia pesantren menjadi karya jurnalistik yang informatif dan edukatif.

Managing Director Kreasi Communication, Maya Sumitradilaga, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis terkait teknik penulisan berita sesuai standar media massa.

“Penguasaan literasi media menjadi keterampilan penting di era digital, baik untuk menyampaikan gagasan maupun memperluas jangkauan informasi,” ujar Maya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, peserta akan mendapatkan materi mulai dari penggalian ide berita, penerapan kaidah jurnalistik, hingga strategi agar tulisan dapat dipublikasikan di media cetak maupun daring.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut dia, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi sekaligus mendukung penyebaran nilai-nilai Islam melalui tulisan.

“Kampus memiliki tanggung jawab untuk memastikan aktivitas akademik dan pesantren terdokumentasi dalam bentuk karya jurnalistik yang berkualitas,” kata Ismail.

Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan menulis civitas akademika, sekaligus mendorong lahirnya kontributor berita yang mampu menyampaikan informasi secara objektif kepada masyarakat.

Pelatihan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Kegiatan akan menghadirkan wartawan senior Subroto Kardjo sebagai narasumber utama.

Subroto merupakan mantan Managing Editor Republika dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia jurnalistik. Ia juga telah mengantongi Sertifikasi Wartawan Utama dari Dewan Pers.

Dalam sesi yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB, Subroto akan berbagi pengalaman serta kiat menghasilkan tulisan yang akurat dan bernilai berita.

Prodi Eksyar (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Menerima Mahasiswa Baru Program Studi Ekonomi Syariah

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapannya untuk menjaring bibit unggul melalui pembukaan pendaftaran mahasiswa baru pada Program Studi Ekonomi Syariah. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan tenaga profesional yang memahami integrasi antara prinsip keterbukaan ekonomi global dengan nilai-nilai keislaman.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa persiapan sarana dan prasarana telah rampung dilakukan demi menunjang kenyamanan belajar. Ia menjelaskan bahwa pendaftaran tahun ini didesain lebih inklusif agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, prodi ini tidak hanya menawarkan teori, tetapi juga praktik keuangan sosial yang relevan dengan kebutuhan industri halal masa kini.

“Kami telah menyiapkan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan teknologi finansial agar lulusan kami memiliki daya saing yang tinggi di pasar kerja,” ujar Ismail Suardi Wekke saat mendapatkan kabar bahwa Surat Keputusan dari Kementerian Agama telah diterima yayasan (Jakarta, 10 Maret 2026). 

Selain itu, ia menambahkan bahwa pihak kampus memberikan perhatian khusus pada pengembangan karakter mahasiswa. “Visi kami adalah mencetak sarjana ekonomi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang berlandaskan syariat,” tegasnya. 

Terkait aksesibilitas pendidikan, Ismail juga memastikan adanya kemudahan bagi pendaftar. “Pintu IAI Rawa Aopa terbuka lebar bagi seluruh calon mahasiswa yang memiliki semangat untuk memajukan ekonomi umat melalui jalur akademik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke memaparkan bahwa pihak rektorat saat ini tengah memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga keuangan syariah untuk memfasilitasi program magang mahasiswa. Hal ini sejalan dengan komitmen institusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat lokal. 

Dengan dibukanya program ini, IAI Rawa Aopa optimis dapat berkontribusi signifikan dalam mencetak praktisi ekonomi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi religius. “Kita siap menjadi bagian dalam ekosistem ekonomi syariah Indonesia, dan dunia muslim,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia.

IMG-20260310-WA0032

Eratkan Tali Silaturahmi, Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konsel Gelar Buka Puasa Bersama di Konawe

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Civitas akademika Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan kelas Hybrid Konawe menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di bulan suci Ramadhan, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh mahasiswa kelas Hybrid Konawe serta dosen pembimbing kelas Konawe, Ipri Yanti, S.Pd., M.Pd., Gr.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi salah satu agenda kebersamaan civitas akademika yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai ukhuwah Islamiyah, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas serta membangun komunikasi yang lebih baik dalam suasana santai namun tetap penuh makna.

Sebelum waktu berbuka tiba, rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari dosen pembimbing  yang mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, memperbanyak amal ibadah, dan menumbuhkan rasa kepedulian di bulan yang penuh berkah ini. Juga beliau menyampaikan beberapa pesan terkait perkuliahan dan beasiswa yang sedang diusulkan oleh pihak kampus ke pemerintah daerah kab. Konawe. Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut, yang tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa, tetapi juga wadah mempererat hubungan kekeluargaan di antara civitas akademika.

Dosen pembimbing kelas Konawe, Ipri Yanti, S.Pd., M.Pd., Gr, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan buka puasa bersama memiliki nilai positif dalam membangun kedekatan antara mahasiswa dan dosen.

“Ramadhan adalah momen terbaik untuk mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara kita sebagai civitas akademika,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang karena mampu memperkuat nilai kekeluargaan di lingkungan akademik. “Kebersamaan yang terbangun hari ini semoga menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Rendi, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan inisiatif mahasiswa untuk mempererat hubungan silaturahmi di antara seluruh civitas akademika kelas Hybrid Konawe.

“Kami berharap kegiatan buka puasa bersama ini dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara mahasiswa dan dosen,” ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan.

“Terima kasih kepada seluruh teman-teman mahasiswa dan juga kepada Ibu dosen pembimbing yang telah berkenan hadir. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat silaturahmi kita semua,” tuturnya.

Suasana penuh keakraban terlihat ketika mahasiswa dan dosen duduk bersama, berbincang santai, serta saling berbagi cerita dan pengalaman. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi juga mampu memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, serta semangat kekeluargaan di lingkungan civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, khususnya bagi mahasiswa kelas Hybrid Konawe.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara mahasiswa dan dosen dapat terus terjalin dengan baik serta menciptakan suasana akademik yang harmonis dan penuh nilai-nilai keislaman.

IMG-20260310-WA0025

IAI Rawa Aopa Konsel Gelar Aksi Berbagi Nasi dan Takjil Ramadhan di Wilayah Konawe

Rawaaopakonsel.ac.id,Konawe Selatan – Civitas Akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan Hybrid Konawe menggelar kegiatan berbagi takjil kepada 1masyarakat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Senin (9/3/2026).

Kegiatan sosial tersebut diwujudkan dengan membagikan sebanyak 200 porsi nasi takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa.

Aksi berbagi ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial civitas akademika terhadap masyarakat sekitar, sekaligus sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas di bulan yang penuh berkah.

Ipri Yanti selaku Dosen pembimbing civitas akademika IAI Rawa Aopa Konsel menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat,” ujar Ipri Yanti selaku dosen pembimbing.

Selain itu, M. Anang syukur selaku ketua panitia kegiatan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai unsur civitas akademika, mulai dari mahasiswa hingga dosen, yang secara bersama-sama turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bentuk kebersamaan civitas akademika dalam menebar kebaikan di bulan Ramadhan. Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat membawa keberkahan dan menjadi inspirasi untuk terus berbagi kepada sesama,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para penerima takjil mengapresiasi inisiatif civitas akademika yang dinilai turut membantu masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan kampus serta menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk bersama-sama menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan.

Ipri Yanti selaku dosen pembimbing Hybrid Konawe berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kemanusiaan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan kali kedua kami melaksanakan kegiatan yang sama, dan semoga bisa berlanjut ke tahun tahun berikutnya” ujar Ipri Yanti Dosen pembimbing IAI Rawa Aopa.

IMG-20260307-WA0024-768x480

Ismail Suardi Wekke Kupas Tuntas Strategi Publikasi Buku Scopus di Webinar Institut Nitro

awaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Nitro Bisnis dan Keuangan Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem akademik nasional melalui penyelenggaraan Ramadhan Webinar Series 1.

Mengusung tema strategis “How to Publish Book with Scopus Index”, kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu (7/3/2026) ini menjadi oase bagi para peneliti yang ingin menembus ketatnya persaingan publikasi ilmiah di tingkat global.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Rektor Institut Nitro, Dr. Megawati, S.E., MHRM, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan sebuah lompatan strategis bagi institusi dan peserta. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal menuju pelaksanaan International Conference (ICon-FiBank) yang direncanakan berlangsung pada 27–28 April 2026 di wilayah Makassar–Maros.

Dr. Megawati juga menggarisbawahi peran krusial indeks Scopus dalam memperluas jangkauan karya ilmiah hingga ke tingkat internasional, mengingat kredibilitas akademik saat ini sangat bergantung pada pengakuan global.

Dr. Megawati menegaskan secara langsung mengenai tujuan utama acara ini:

“Webinar ini menjadi ruang berbagi pengetahuan bagi kalangan akademisi untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di tingkat internasional,” ujarnya di hadapan ratusan peserta virtual.

Memasuki sesi inti, narasumber utama Ismail Suardi Wekke, S.Ag., M.A., Ph.D, yang juga merupakan anggota Komite Saintifik ICon-FiBank, membedah secara mendalam urgensi publikasi pada platform bereputasi. Beliau menjelaskan bahwa publikasi yang terindeks Scopus bukan sekadar mengejar angka kredit, melainkan membangun rekam jejak ilmiah yang abadi di dunia digital internasional. Ismail Suardi Wekke menyoroti pentingnya platform penerbit internasional seperti IGI Global sebagai gerbang bagi peneliti Indonesia untuk diakui oleh komunitas sains dunia.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya portofolio peneliti: “Publikasi pada platform bereputasi internasional tidak hanya memperluas jangkauan pembaca secara global, tetapi juga menjadi bagian dari portofolio akademik yang menunjukkan rekam jejak ilmiah seorang peneliti di tingkat internasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memberikan panduan teknis yang sangat rinci bagi para peserta. Ismail memaparkan bahwa proses penerbitan buku dimulai dari registrasi akun yang tepat, penyusunan proposal buku yang kuat, hingga manajemen revisi yang profesional sebelum naskah final dikirimkan. Penjelasan ini mencakup strategi komunikasi dengan editor internasional agar naskah memiliki peluang diterima lebih besar.

Ismail juga menambahkan detail mengenai tahapan teknis pengajuan buku: “Kita akan memaparkan secara rinci tahapan yang harus dilakukan dalam menulis dan mengajukan buku agar dapat terindeks Scopus melalui platform penerbit internasional IGI Global,” tambahnya dengan penuh semangat.

Antusiasme terhadap materi ini terlihat dari keberagaman latar belakang peserta yang hadir. Webinar ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai institusi besar di seluruh Indonesia, mulai dari STIE YPUP Makassar, STIT Sunan Giri Bima, UIN Sunan Ampel, Universitas Awal Bros, hingga STIM LPI Makassar. Tak ketinggalan, delegasi dari Universitas Muhammadiyah Bima, UMI Makassar, UPRI Makassar, UPI, UNIFA, UNITAMA, serta Universitas Siliwangi juga turut menyimak jalannya diskusi. Kehadiran peserta dari STIKOM, Universitas Bosowa, Universitas Udayana, UM Palopo, Institut PPI, Universitas Merdeka, LP3I Makassar, hingga Universitas Katolik Atma Jaya membuktikan bahwa kebutuhan akan edukasi publikasi Scopus bersifat masif di lintas disiplin ilmu.

Amin Hamdat, S.E., M.M, selaku Wakil Humas Institut Nitro yang bertindak sebagai moderator, mampu menghidupkan suasana diskusi sehingga peserta tetap fokus hingga akhir acara yang berlangsung selama hampir dua jam tersebut. Melalui kegiatan ini, pihak penyelenggara berharap para akademisi tidak hanya berhenti pada tahap penulisan, tetapi memiliki motivasi kuat untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di level yang lebih tinggi.

Diharapkan, sinergi yang terbangun dalam webinar ini akan bermuara pada kesuksesan konferensi internasional ICon-FiBank 2026 mendatang. Dengan wawasan baru mengenai strategi publikasi, para peserta diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang tidak hanya membanggakan institusi masing-masing, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi peradaban global.

Langkah Strategis LPPM IAI Rawa Aopa dalam Mendorong Literasi Halal di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Nuansa keberkahan Ramadan menyelimuti Kabupaten Konawe Selatan saat civitas akademika Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI Rawa Aopa menggelar aksi  kolaboratif bersama Polres Konawe Selatan. Kegiatan yang dimulai dengan pembagian takjil kepada pengguna jalan di area strategis ini menjadi simbol kedekatan antara dunia kampus dan institusi kepolisian.

Agenda sosial tersebut tidak berhenti di jalanan, melainkan berlanjut dengan diskusi hangat dalam balutan buka puasa bersama yang diselenggarakan di markas Polres Konawe Selatan, Jumat (6/3/2026).

Ketua Program Studi HTN IAI Rawa Aopa, Suriansyah, M.H., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa di luar ruang kuliah. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pihak kepolisian adalah langkah strategis untuk mempererat hubungan emosional serta sinergitas institusional.

Suriansyah juga menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bersama aparat keamanan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus kebahagiaan bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Ini sebuah langkah dalam menyemarakkan Ramadhan, sekaligus juga sebagai laboratorium sosial,” kata Suriansyah, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Dalam wawancara di sela-sela kegiatan, Suriansyah, M.H. memberikan pernyataan langsung mengenai esensi dari gerakan ini.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara intelektual dalam memahami hukum, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi melalui aksi berbagi seperti ini,” tegasnya.

Beliau menambahkan mengenai pentingnya kemitraan ini dengan berujar bahwa kerja sama dengan Polres Konawe Selatan adalah langkah positif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap kondisi sosial.

Menutup penyataannya, Suriansyah menekankan keberlanjutan program ini dengan harapan agar kegiatan tersebut menjadi titik awal bagi kolaborasi-kolaborasi berikutnya yang jauh lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat Konawe Selatan.

Dari tempat berbeda, akademisi Ismail Suardi Wekke turut menyoroti langkah institusional IAI Rawa Aopa yang kini tengah serius menggarap potensi ekonomi syariah. Ismail menjelaskan bahwa pengintegrasian Pusat Halal ke dalam Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) merupakan strategi untuk memastikan setiap riset memiliki output yang konkret.

Beliau juga memaparkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi pusat literasi halal yang kredibel di Sulawesi Tenggara melalui pendampingan masyarakat. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa dengan penguatan kelembagaan tersebut, kampus akan bertransformasi menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan industri halal mulai dari tingkat lokal.

Langkah IAI Rawa Aopa dalam memperkuat ekosistem halal memang kini dikoordinir sepenuhnya oleh LPPM sebagai motor penggerak utama. Upaya ini dilakukan bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menyongsong regulasi wajib halal nasional.

Melalui LPPM, Pusat Halal diproyeksikan mampu menjangkau UMKM di Konawe Selatan untuk mendapatkan sertifikasi dan edukasi yang memadai. Dengan demikian, peran kampus tidak hanya terbatas pada teori hukum tata negara, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai-nilai religius dan standar keamanan produk yang terjamin bagi seluruh lapisan masyarakat.