ICSHAIS 2025 (Rawa Aopa)

STAI DDI Makassar Kembali Selenggarakan Konferensi Internasional ICSHAIS 2025 bersama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Da’wah wal Irsyad (STAI DDI) Kota Makassar akan kembali menjadi tuan rumah perhelatan akbar International Conference on Social and Humanities Approach to Islamic Studies (ICSHAIS) pada November 2025 mendatang. Kali ini, STAI DDI Makassar menggandeng Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra kolaborasi utama (Selasa, 22 Juli 2025).

ICSHAIS sendiri bukanlah nama baru dalam kancah konferensi internasional di bidang studi Islam. Ajang ini telah menunjukkan konsistensinya sejak pertama kali diadakan. Pada tahun 2020, ICSHAIS memulai debutnya dengan kolaborasi antara IAIN Gorontalo (sekarang IAIN Sultan Amai Gorontalo) dan STAI DDI Makassar, sebagaimana diberitakan sebelumnya di situs IAIN Gorontalo.

Kemudian, ICSHAIS 2022 melangkah lebih jauh secara internasional. Konferensi ini sukses diselenggarakan di Hatyai, Thailand, melalui kerja sama strategis antara STAI DDI Makassar, Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM), dan Andaman Anatolian Technology College (Thailand).

Kini, di tahun 2025, ICSHAIS kembali ke tanah air dengan mitra dengan melangkah bersama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkaya diskusi dan memperluas jangkauan keilmuan dalam bidang studi Islam, sosial, dan humaniora.

“Insya Allah, ICSHAIS 2025 akan berlangsung pada November mendatang,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu dengan pihak STAI DDI Makassar di Hotel Claro. “Kami optimis konferensi ini akan menjadi wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi gagasan, temuan, serta inovasi terbaru dalam studi Islam di era kontemporer.”

Informasi lebih lanjut mengenai tema, sub-tema, dan jadwal pendaftaran ICSHAIS 2025 akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Para peneliti dan akademisi di bidang terkait diundang untuk turut serta dalam agenda ilmiah yang prestisius ini.

FGD Mahasiswa Baru (Rawa Aopa)

FGD Pendaftaran Mahasiswa Baru

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kami mengundang seluruh dosen, staf akademik, dan tenaga kependidikan (administrasi) untuk berpartisipasi dalam Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) mengenai proses Pendaftaran Mahasiswa Baru (Jumat, 25 Juli 2025, Pukul 16.00 wita Andoolo). FGD ini merupakan kesempatan berharga bagi kita untuk bersama-sama mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan merumuskan inovasi demi mempertahankan pendaftaran dan kualitatif mahasiswa baru.

Masukan dan informasi Anda akan sangat berarti dalam membantu kita memahami tantangan yang dihadapi dan harapan terhadap sistem pendaftaran. Dari diskusi ini, kami akan mendapatkan wawasan mendalam yang akan menjadi dasar untuk menciptakan proses pendaftaran yang lebih transparan, efisien, dan ramah pengguna di masa depan. Mari bersama-sama wujudkan sistem pendaftaran yang optimal bagi semua pihak.

Agenda Diskusi:

  • Sesi Pembukaan: Sambutan dan pengantar mengenai tujuan FGD.
  • Diskusi Kelompok: Berbagi pengalaman, tantangan, dan harapan terkait proses pendaftaran.
  • Identifikasi Solusi: Merumuskan ide-ide perbaikan dan inovasi.
  • Sesi Rekomendasi: Presentasi singkat hasil diskusi dan kesimpulan.

Kami menantikan partisipasi aktif Anda dalam FGD ini. Untuk memastikan kelancaran acara, mohon konfirmasi kehadiran Anda melalui rawaaopaunggul at gmai dot com, dan tautan pendaftaran selambat-lambatnya pada tanggal 20 Juli 2025.

Terima kasih atas perhatian dan kontribusi Anda.

Rapat Kerja (Rawa Aopa)

Undangan Rapat Kerja Tahun Akademik 2025/2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan akan segera menyelenggarakan rapat kerja tahunan untuk mempersiapkan diri menghadapi tahun akademik 2025/2026. Acara ini menjadi wadah strategis bagi seluruh civitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, hingga staf, untuk bersama-sama merumuskan arah dan kebijakan institusi. Sabtu, 26 Juli 2025, Pukul 08.00 – 18.00 wita (Andoolo) bertempat di kampus 2, Andoolo.

Fokus utama rapat kerja ini adalah mengevaluasi capaian dan tantangan di tahun sebelumnya, serta menyusun program kerja inovatif yang sejalan dengan visi dan misi IAI Rawa Aopa dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berakhlak mulia.

Rapat kerja ini diharapkan menjadi momentum refleksi mendalam mengenai berbagai aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Di bidang pendidikan, pembahasan akan meliputi kurikulum, metode pembelajaran, dan peningkatan kualitas dosen agar sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri. 

Untuk penelitian, akan digali potensi riset kolaboratif yang relevan dengan isu-isu lokal maupun nasional, serta mendorong publikasi ilmiah yang berkualitas. Sementara itu, dalam pengabdian kepada masyarakat, IAI Rawa Aopa akan merumuskan program-program yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan sosial dan ekonomi di Konawe Selatan dan sekitarnya.

Salah satu agenda dalam rapat kerja ini adalah penentuan prioritas pengembangan institusi untuk tahun akademik mendatang. Ini mencakup perencanaan anggaran yang efektif, optimalisasi pemanfaatan fasilitas kampus, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Diskusi juga akan diarahkan pada upaya penguatan kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun organisasi masyarakat, guna memperluas jaringan dan kesempatan bagi mahasiswa. Seluruh keputusan yang dihasilkan dalam rapat kerja ini akan menjadi landasan bagi operasional IAI Rawa Aopa sepanjang tahun akademik 2025/2026.

Partisipasi aktif dari seluruh peserta rapat kerja sangat diharapkan untuk menciptakan sinergi dan kolaborasi yang kuat. Ide-ide segar, masukan konstruktif, dan komitmen bersama dari setiap elemen IAI Rawa Aopa akan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap institusi ini akan mendorong lahirnya program-program inovatif yang tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat peran IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan pendidikan Islam di wilayah Sulawesi Tenggara.

Dengan berakhirnya rapat kerja ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan akan memiliki peta jalan yang jelas dan terarah untuk menyongsong tahun akademik 2025/2026. Hasil dari rapat kerja ini tidak hanya akan membentuk masa depan institusi, tetapi juga akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam konteks pendidikan Islam.

Teluk Bone (IAI Rawa Aopa)

Agenda Panel Discussion Forum Pendidikan Teluk Bone: Membangun Jembatan Intelektual melalui Teluk Bone dengan Jejaring Global

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Nerus – Teluk Bone, sebuah kawasan yang kaya akan potensi alam dan budaya, kini memandang ke depan untuk mengukuhkan posisinya dalam peta pendidikan global. Pada hari Kamis, 11 September mendatang, pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, sebuah Panel Diskusi (sebagai permulaan) akan diselenggarakan sebagai bagian dari Forum Pendidikan Teluk Bone.

Acara ini akan diadakan dari pelbagai lokasi selain Bone, diantaranya juga Kuala Terengganu (Malaysia) dan Andoolo (Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara), menandai komitmen lintas batas dalam memajukan pendidikan tinggi di wilayah ini. Topik utama yang akan menjadi sorotan dalam diskusi panel ini adalah kolaborasi perguruan tinggi di kawasan Teluk Bone dengan jejaring pendidikan global.

Ini adalah langkah strategis untuk membawa institusi-institusi pendidikan di Teluk Bone ke panggung internasional, memperluas cakrawala akademik, dan menciptakan peluang bagi inovasi berkelanjutan.

Dalam era sekarang, isolasi bukan lagi pilihan bagi institusi pendidikan. Kemitraan internasional menawarkan berbagai keuntungan yang substansial. Kolaborasi dengan peneliti dari universitas terkemuka dunia, misalnya, dapat memperkaya metodologi riset, membuka akses ke fasilitas mutakhir, dan mendorong publikasi ilmiah di jurnal bereputasi.

Lebih lanjut, program bersama mahasiswa dan dosen memungkinkan transfer pengetahuan dan budaya, memperluas perspektif, serta mempersiapkan lulusan untuk menjadi warga negara global yang kompeten. Berinteraksi dengan sistem pendidikan lain juga dapat memicu pengembangan kurikulum yang inovatif dan relevan dengan tuntutan pasar
kerja global serta tantangan masa depan.

Terakhir, kemitraan semacam ini membuka pintu bagi pendanaan riset bersama, hibah internasional, dan sumber daya lainnya yang mungkin tidak tersedia secara lokal.

Agenda Diskusi: Membuka Ruang Kolaborasi
Panel diskusi ini diharapkan menjadi platform yang efektif untuk mengidentifikasi peluang, mengatasi tantangan, dan merumuskan strategi konkret. Para pakar, akademisi, dan pemangku kepentingan akan berdiskusi secara mendalam mengenai berbagai aspek penting.

Pembahasan akan mencakup model-model kolaborasi yang telah berhasil diterapkan di berbagai belahan dunia, serta potensi spesifik perguruan tinggi di Teluk Bone yang dapat ditawarkan kepada mitra global. Selain itu, diskusi akan mengupas langkah-langkah praktis untuk membangun kapasitas institusional dalam menjalin dan mengelola kemitraan internasional, dan juga peran strategis pemerintah serta industri dalam mendukung inisiatif ini.

Diharapkan, hasil dari panel diskusi ini tidak hanya berupa rekomendasi, melainkan juga peta jalan yang jelas bagi perguruan tinggi di Teluk Bone untuk secara proaktif menjalin dan memperkuat jejaring global. Dengan demikian, kawasan Teluk Bone dapat bertransformasi menjadi pusat keunggulan pendidikan yang diakui secara internasional, berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi, dan mendorong pembangunan berkelanjutan di tingkat regional maupun global.

Pelaksana Bersama: Sekolah Tinggi Agama Islam Al Gazali Bone, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, dan Universiti Malaysia Terengganu.

FGD Bersama (IAI Rawa Aopa)

Undangan FGD IAI Rawa Aopa, STIT Sunan Giri Bima, dan ESERI UniSZA: Persiapan dan Tindak Lanjut Kerjasama

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Undangan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan tiga institusi pendidikan tinggi dari dua negara berbeda— IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan STIT Sunan Giri Bima dari Indonesia, serta ESERI UniSZA (Universiti Sultan Zainal Abidin) dari Malaysia akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2025.

Undangan ini merupakan langkah lanjutan, sekaligus langkah strategis untuk menjajaki teknis dan mempererat kolaborasi lintas batas. Fokus utama FGD ini adalah persiapan dan tindak lanjut kerjasama yang diharapkan mampu membuka peluang baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sinergi antara ketiga institusi ini berpotensi menciptakan ekosistem akademik yang lebih kaya, mendorong inovasi, dan menghasilkan dampak positif yang lebih luas bagi komunitas akademik maupun masyarakat umum.

Diskusi dalam FGD ini tentunya akan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penjajakan potensi bidang kerjasama yang relevan bagi masing-masing institusi hingga perumusan kerangka kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. Misalnya, kolaborasi bisa berfokus pada penelitian bersama di bidang studi keagamaan dan sosial, kegiatan bersama mahasiswa dan dosen, pengembangan kurikulum bersama, atau bahkan proyek pengabdian masyarakat yang terintegrasi. Pentingnya FGD ini terletak pada kemampuannya untuk menyelaraskan visi dan misi ketiga pihak, mengidentifikasi kekuatan dan sumber daya yang dapat saling melengkapi, serta merumuskan langkah-langkah praktis untuk mewujudkan tujuan bersama.

Keberhasilan FGD ini akan menjadi fondasi kokoh bagi terjalinnya kemitraan strategis yang bermanfaat jangka panjang. Tindak lanjut dari diskusi ini diharapkan akan berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) atau perjanjian kerjasama (MoA) yang lebih spesifik, yang akan menjadi payung hukum bagi berbagai program dan kegiatan kolaboratif.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan ketiga institusi dapat saling belajar, berbagi pengalaman terbaik, dan bersama-sama menghadapi tantangan global dalam dunia pendidikan tinggi. Ini adalah langkah maju yang menjanjikan dalam upaya memperluas jejaring akademik dan memperkuat kapasitas keilmuan di kancah internasional.

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siap Mengikuti Simposium Internasional di Tiga Negara Asia Tenggara

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tengah mematangkan persiapan untuk berpartisipasi dalam sebuah simposium internasional yang akan diadakan di tiga negara Asia Tenggara: Malaysia, Thailand, dan Singapura (Senin, 14 Juli 2025). 

Acara ini digagas dan diselenggarakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (APTIKIS), bekerja sama erat dengan sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS) terkemuka lainnya di Indonesia.

Puluhan kampus PTKIS dari berbagai penjuru Nusantara akan mengirimkan delegasi terbaiknya untuk ambil bagian dalam simposium ini. Menariknya, setiap rombongan delegasi akan dipimpin langsung oleh ketua atau rektor masing-masing institusi. 

Hal ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah manifestasi dari komitmen tinggi pimpinan perguruan tinggi terhadap pengembangan akademik, penguatan jaringan internasional, serta peningkatan kualitas pendidikan Islam secara keseluruhan.

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan antusiasmenya terkait partisipasi kampusnya. “Kami sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan simposium internasional ini,” ujar Prof. Jamaluddin. 

“Ini adalah kesempatan emas bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas cakrawala, menjalin kemitraan strategis dengan institusi pendidikan di luar negeri, dan tentu saja, mempromosikan keunggulan dan potensi yang kami miliki di kancah global. Kami berharap bisa membawa pulang banyak inspirasi dan ide-ide baru yang dapat diterapkan untuk kemajuan kampus kami, khususnya dalam mengembangkan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.”

Lebih lanjut, Ismail menambahkan bahwa keikutsertaan dalam simposium ini bukan hanya sekadar ajang pertukaran informasi, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat peran PTKIS dalam kontribusi terhadap peradaban Islam global. 

“Melalui forum ini, kami berharap dapat saling berbagi praktik terbaik, membahas isu-isu krusial terkait pendidikan Islam di era modern, serta menjajaki peluang kolaborasi dalam penelitian, publikasi ilmiah, hingga program pertukaran mahasiswa dan dosen,” jelasnya.

Rombongan delegasi dari seluruh PTKIS yang berpartisipasi dijadwalkan akan berangkat bersama-sama menuju destinasi pertama, Malaysia dengan tujuan Kuala Lumpur, sebelum melanjutkan perjalanan ke Thailand dan Singapura. 

Simposium ini diproyeksikan akan menghasilkan gagasan-gagasan inovatif dan rekomendasi strategis yang dapat memberikan dampak positif signifikan bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia dan Asia Tenggara. 

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen penuh untuk mengambil peran aktif dalam setiap sesi dan kegiatan yang akan berlangsung.

NASA Challenge (Dok NASA)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Menjadi Mitra Kegiatan Global, NASA International Space Apps Challenge 2025

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai mitra kegiatan global NASA International Space Apps Challenge 2025. Kemitraan strategis ini menjadi tonggak sejarah bagi IAI Rawa Aopa, menegaskan komitmennya dalam memajukan inovasi dan teknologi di tingkat daerah hingga kancah internasional. 

Keikutsertaan ini membuka peluang besar bagi mahasiswa dan komunitas lokal untuk berkontribusi dalam solusi tantangan global berbasis data antariksa. “Kita menjadikan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra 2025,” kata Ismail Suardi Wekke, Local Lead NASA International Space Apps Challenge 2025.

Sebagai satusatunya institusi pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara yang terpilih sebagai mitra, IAI Rawa Aopa telah menunjukkan dedikasi yang kuat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Kemitraan dengan NASA Space Apps Challenge 2025 bukan hanya pengakuan atas kapabilitas institusi, tetapi juga jembatan bagi para talenta muda Indonesia untuk terlibat langsung dalam proyek-prosi inovatif yang relevan dengan isu-isu global, mulai dari perubahan iklim hingga eksplorasi luar angkasa. Peran IAI Rawa Aopa akan mencakup penyediaan fasilitas, mentor, dan dukungan logistik bagi para peserta di wilayahnya.

NASA Space Apps Challenge adalah hackathon internasional tahunan yang diselenggarakan oleh NASA, mendorong kolaborasi tim untuk memecahkan masalah dunia nyata menggunakan data terbuka dari NASA. 

Dengan menjadi mitra, IAI Rawa Aopa akan menjadi bagian tuan rumah lokal untuk kegiatan ini, memfasilitasi partisipasi dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, profesional, hingga pegiat teknologi. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat Konawe Selatan dalam skala global.

Ismail Suardi Wekke, menyatakan antusiasmenya terhadap kemitraan ini. “Kami sangat bangga dan bersemangat menjadi bagian dari inisiatif global yang prestisius ini. Kemitraan ini sejalan dengan visi kami untuk menciptakan lingkungan akademik yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Kami berharap melalui NASA Space Apps Challenge, mahasiswa kami dapat mengembangkan keterampilan kritis, pemikiran kolaboratif, dan solusi-solusi disruptif yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ke depan, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen untuk mempersiapkan diri secara optimal dalam menyukseskan NASA International Space Apps Challenge 2025. Dengan adanya kemitraan ini, diharapkan akan muncul inovasi-inovasi cemerlang dari bumi Konawe Selatan yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam upaya global untuk menjawab tantangan masa depan. Ini adalah langkah maju yang signifikan bagi IAI Rawa Aopa dan seluruh komunitas pendidikan di wilayah tersebut.

Announcement Student Conference, July 29-30 2025

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan announces student program “International Student Seminar on Health and Environment” (hybrid) with a kind cooperation STIKES Pantita Husada, Universitas LIA, and STIT Sunan Giri Bima.

This collaborative initiative underscores the shared commitment of all participating institutions to fostering academic exchange and addressing pressing societal concerns. In addition, to provide an academic platform for student organizations.

By bringing together students from diverse backgrounds and institutions, the seminar aims to create a dynamic platform for interdisciplinary dialogue, knowledge sharing, and innovative solutions related to health and environmental challenges.

Participants can look forward to engaging discussions, expert presentations, and opportunities to connect with peers and faculty from across the region and beyond.

The “International Student Seminar on Health and Environment” promises to be an enriching experience, empowering students with deeper insights and practical knowledge to contribute positively to their communities and the world.
Further details regarding registration, keynote speakers, and the full program schedule will be released soon.

Students interested in health, environmental studies, and sustainable development are highly encouraged to participate in this significant academic event.