SATU University (ISW)

Annoucement International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business, Bandung-Andoolo; (3-5 June) 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – We are pleased to announce the International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business. This prestigious global event brings together bright minds to share innovative research and insights.

Introduction

The International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business is officially open for registration. This prestigious event brings together bright minds to share innovative research and insights.

A Premier Platform for Young Scholar

This symposium serves as an inspiring arena for university students and young scientists to showcase their brilliant ideas. It offers a dedicated space for the next generation of researchers to present their latest findings.

Event Details

The symposium will be hosted concurrently across two distinct locations. Sessions will take place in the vibrant cities of Bandung and Andoolo.

Conclusion: The Position of the Symposium

First and foremost, this symposium functions as a catalyst for knowledge dissemination and intellectual growth. It allows participants to exchange critical feedback and refine their research methodologies.

Additionally, the event acts as a powerful networking bridge connecting global peers and experienced mentors. These interactions help bridge the gap between academic theory and real-world business practices.

Ultimately, the symposium serves to inspire sustainable solutions for future global economic challenges. It empowers young leaders to drive meaningful change through evidence-based research.

ICSHAIS (ISW)

Persiapan ICSHAIS 2026, Kolaborasi Perguruan Tinggi Indonesia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – ICSHAIS (International Conference on Social and Humanities Approach to Islamic Studies) telah menjadi agenda tahunan perguruan tinggi sebagai platform kolaborasi. Maka, tahun 2026 kali ini, juga dilaksanakan kembali sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan tersebut.

Ismail Suardi Wekke dalam kapasitas Komite Saintifik di Jakarta (Ahad, 17 Mei 2026) menyatakan bahwa kini, sementara mempersiapkan kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada semua pihak yang bersedia menjadi mitra selama ini, kita akan teruskan kemitraan ini,” kata Ismail Suardi Wekke, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Sebagaimana diketahui bahwa ICSHAIS pada tahun 2020 pertama kali digagas bersama Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Makassar bersama dengan Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo. Sejak itu, dilaksanakan secara berkelanjutan.

Pada tahun 2021 dilaksanakan kembali di Turkiye. Selanjutnya, perhelatan 2022 dilaksanakan di Kuala Lumpur (Malaysia). Kemudian edisi 2023 dilaksanakan di Hatyai (Thailand). Adapun 2024 dilaksanakan di Maros (Yogyakarta, Indonesia). Pelaksanaan tahun lalu 2025, di Makassar. Untuk kesempatan yang akan datang 2026, akan dilaksanakan di kota yang akan ditentukan sesegera mungkin dengan perencanaan pada bulan September 2026.

“Sekali lagi, terima kasih kepada semua pihak yang telah  membantu atas terselenggaranya kegiatan ini, sehingga sejak 202o telah terlaksana dengan baik.” ungkap Ismai. Dalam kesempatan yang sama Ismail menyatakan bahwa telah berkomunikasi dengan pemrakarsa yaitu STAI DDI Makassar dan IAI Sultan Amai Gorontalo, untuk mendiskusikan peluang melaksanakan kembali penyelenggaraan pada tahun ini.

Kita akan segera mengundang mitra yang bersedia menjadi panitia bersama. “Untuk itu, mulai saat ini akami akan membentuk panitia dan segera mengumumkan kepada publik persiapan demi persiapan sehingga sebagaimana kesuksesan yang lalu, partisipasi publik akan tetap dipertahankan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Bakti Sosial (ISW)

Perencanaan Kegiatan Bakti Sosial 2026 – Idul Adha 1447 H, Kolaborasi Kampus dengan Masyarakat

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Perayaan Idul Adha 1447 H menjadi momentum tepat untuk mempererat kedekatan akademisi dengan masyarakat luas. Kolaborasi nyata ini diwujudkan melalui perencanaan matang program bakti sosial terintegrasi menjelang hari raya. Mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mengasah empati langsung di lapangan.

Langkah awal dimulai dengan melakukan survei mendalam untuk memetakan wilayah yang dapat menjadi mitra bakti sosial. Data mengenai kondisi ekonomi dan distribusi hewan kurban dikumpulkan dari lapangan. Pendekatan ilmiah ini memastikan seluruh bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak yang maksimal.

Kesuksesan acara ini bertumpu pada transparansi pengelolaan dana yang dihimpun dari berbagai pihak. Kampus membuka peluang donasi bagi alumni, institusi mitra, serta masyarakat umum yang ingin berbagi. Sistem pelaporan keuangan dikelola digital dan diperbarui secara berkala demi menjaga kepercayaan para donatur.

Kolaborasi ini juga menghadirkan penyuluhan ilmiah dalam bidang Hukum Tata Negara. Dosen sekaligus memberikan pelatihan praktis kepada panitia masjid setempat dalam rangka penguatan institusi hukum masjid. Langkah preventif ini penting untuk menjamin kualitas daging yang aman dikonsumsi masyarakat.

Pihak kampus dan warga dapat mendiskusikan untuk meninggalkan kantong plastik sekali pakai dalam distribusi daging. Distribusi logistik dirancang menggunakan daun yang ramah terhadap lingkungan sekitar. Strategi hijau ini menjadi contoh nyata penerapan gaya hidup berkelanjutan di tingkat lokal.

Selain pembagian daging kurban, bakti sosial ini dimeriahkan dengan pengenalan layanan perbankan melalui Bank BSN. Dosen dan mahasiswa baik dari jurusan Hukum Tata Negara maupun Ekonomi Syariah diminta untuk memeriksa berdiskusi dengan warga masyarakat. Layanan ini mencakup fasilitasi pembukaan rekening di Bank BSN.

Setiap tahapan pelaksanaan kegiatan akan dicatat dan dianalisis sebagai bahan kajian ilmiah. Pengukuran kepuasan masyarakat dilakukan melalui pengisian kuesioner sederhana setelah seluruh rangkaian acara selesai. Hasil evaluasi ini menjadi cetak biru berharga untuk perbaikan program di tahun mendatang.

Kegiatan bakti sosial Idul Adha 1447 H ini membuktikan bahwa ilmu pengetahuan harus keluar dari kampus. Hubungan harmonis antara kampus dan masyarakat tidak boleh terputus saat program ini berakhir. Sinergi mulia ini diharapkan terus tumbuh menjadi pilar kekuatan sosial yang berkelanjutan.

Celebes Summit (ISW)

Pengumuman Kegiatan di Oktober yang Akan Datang, Celebes Summit on Education and Culture

Rawaaopakonsel,ac.id, Jakarta – SEAAM (Southeast Asia Academic Mobility), Universitas Muhammadiyah Barru, dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan dukungan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dengan syukur mengumumkan penyelenggaraan Celebes Summit on Education and Culture yang akan datang. Acara kolaboratif ini dijadwalkan berlangsung pertengahan bulan Oktober untuk merayakan kekayaan budaya dan kemajuan akademis di pulau Sulawesi.

Pertemuan hybrid ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mempertemukan para akademisi, praktisi budaya, dan pembuat kebijakan dari berbagai daerah. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir inovasi baru yang dapat memajukan mutu pendidikan berbasis kearifan lokal di era digital.

Rangkaian kegiatan akan diisi dengan seminar internasional yang menghadirkan pembicara berkompeten di bidang edukasi global. Selain itu, para peserta juga dapat mengikuti lokakarya interaktif yang berfokus pada pelestarian tradisi dan seni khas Celebes.

Festival budaya mutakhir juga siap digelar guna menampilkan mahakarya seni, musik tradisional, dan pameran literasi bagi masyarakat umum. Kehadiran ruang ekspresi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus mengenalkan identitas kultural Sulawesi kepada generasi muda.

Pendaftaran bagi peserta dan delegasi resmi kini telah dibuka melalui situs panitia pelaksana. Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk menjadi bagian dari agen perubahan dalam masa depan pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Untuk sementara pendaftaran dan kesediaan berkolaborasi dapat disampaikan ke STIT Al Chaeriyah Mamuju (mitra perguruan tinggi di Sulawesi Barat). 

PPL (ISW)

Fakultas Tarbiyah IAI Rawa Aopa Melaksanakan PPL di 56 Lokasi Dengan Peserta 232 Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Sulawesi Tenggara – Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa secara resmi memulai agenda Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terpadu tahun ini dengan skala yang cukup masif. Tercatat sebanyak 232 mahasiswa diterjunkan langsung ke tengah masyarakat yang tersebar di 56 lokasi berbeda. Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman komprehensif bagi calon pendidik dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan dan sosial yang semakin kompleks.

Sebagai bagian dari inovasi, praktik lapangan kali ini mengusung konsep PPL Terpadu. Dalam skema ini, para mahasiswa tidak hanya dituntut untuk melaksanakan praktik pembelajaran di kelas, tetapi juga diwajibkan mengintegrasikan aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara bersamaan. Pendekatan holistik ini bertujuan agar setiap kegiatan yang dilakukan di lokasi PPL memiliki dasar saintifik yang kuat sekaligus memberikan dampak nyata bagi pengembangan warga sekitar.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa program ini merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dijunjung tinggi oleh setiap sivitas akademika. Beliau menyatakan bahwa PPL Terpadu menjadi jembatan krusial antara teori yang didapatkan di bangku kuliah dengan realitas yang ada di lapangan kerja.

“PPL Terpadu ini adalah ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa kompetensi pedagogik mereka bisa sejalan dengan kepekaan sosial,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu Dekan Fakultas Tarbiyah di kampus Andoolo (Selasa, 12 Mei 2026). Beliau juga menambahkan bahwa pelaksanaan di 56 lokasi ini menuntut fleksibilitas dan dedikasi yang tinggi dari setiap peserta. “Kami menitipkan nama baik institusi di pundak kalian, maka jadikanlah setiap interaksi di lokasi sebagai sarana dakwah dan edukasi yang santun,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa.

Selain memberikan pesan langsung, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi pentingnya aspek penelitian dalam kegiatan ini. Beliau menjelaskan bahwa hasil observasi mahasiswa selama di lapangan harus mampu dikonversi menjadi data akademik yang bermanfaat bagi pengembangan kurikulum di masa depan. Menurutnya, melalui integrasi penelitian, mahasiswa diajak untuk berpikir kritis dalam memetakan masalah pendidikan di lokasi masing-masing.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar unsur pengabdian masyarakat tidak sekadar menjadi formalitas administratif belaka. Beliau berpendapat bahwa kontribusi mahasiswa harus dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, baik melalui program penguatan keagamaan maupun pendampingan sosial lainnya. Dengan demikian, kehadiran IAI Rawa Aopa melalui para mahasiswa ini dapat menjadi solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi oleh sekolah maupun desa mitra.

Kegiatan yang melibatkan 232 mahasiswa ini diharapkan mampu menciptakan luaran yang berkualitas, baik bagi mahasiswa itu sendiri maupun bagi para pemangku kepentingan di 56 titik lokasi tersebut. Pihak rektorat memastikan akan terus melakukan pemantauan berkala guna menjamin kualitas pelaksanaan PPL Terpadu ini tetap berada pada standar akademik yang telah ditetapkan.

Turkiye (ISW)

NITRO dan IAI Rawa Aopa Perkuat Sinergi Global Melalui Program Kolaborasi di Istanbul

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO bersama Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempersiapkan langkah internasionalisasi mereka dengan mempersiapkan rangkaian kegiatan kolaboratif yang akan dipusatkan di Istanbul, Turki, pada November yang akan datang. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari berbagai inisiatif bersama yang telah dilakukan sebelumnya, guna meningkatkan rekognisi global bagi kedua institusi pendidikan tinggi tersebut. 

Fokus utama dari agenda di Istanbul ini mencakup pengembangan riset bersama, seminar internasional, serta penguatan tata kelola institusi melalui studi banding lintas budaya. Demikian terungkap dalam pembukaan ICon-FiBank yang dilaksanakan di Kampus NITRO Makassar, 27 April 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menghadirkan pengalaman akademik yang melampaui batas nasional. Menurut Ismail, pemilihan Istanbul sebagai lokasi kegiatan tidak lepas dari posisi strategis kota tersebut sebagai titik temu peradaban dunia yang menawarkan banyak perspektif bagi pengembangan ilmu pengetahuan. 

Ia berharap kolaborasi dengan NITRO ini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus masing-masing. “Kegiatan di Istanbul ini adalah langkah konkret kami dalam menerjemahkan visi internasionalisasi menjadi aksi nyata yang melibatkan dosen dan peneliti,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam sesi wawancara. 

Beliau juga menambahkan bahwa kemitraan strategis dengan NITRO menjadi katalisator penting untuk saling berbagi sumber daya dan keahlian di tingkat global. Ismail menegaskan, “Kami ingin memastikan bahwa setiap kerja sama luar negeri yang dibangun memiliki output yang terukur bagi pengembangan institusi di masa depan.”

Secara teknis, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di Turki tersebut direncanakan mencakup berbagai agenda yang bersifat integratif antara ilmu sosial dan ekonomi. Beliau menyampaikan bahwa persiapan telah memasuki tahap finalisasi koordinasi dengan mitra lokal di Istanbul untuk menjamin kelancaran seluruh rangkaian acara.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya sinergi antara IAI Rawa Aopa dan NITRO sebagai upaya bersama dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis di era global saat ini. Kehadiran delegasi dari kampus di Turki diharapkan tidak hanya sekadar formalitas akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun jejaring yang lebih luas dengan perguruan tinggi di kawasan Eropa dan Timur Tengah. 

Melalui program kolaboratif ini, NITRO dan IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus berinovasi dalam penyelenggaraan pendidikan yang inklusif dan berwawasan internasional. Agenda ini sekaligus menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk menunjukkan eksistensinya dalam kancah ilmiah internasional melalui kemitraan yang berkelanjutan.

SEA-AFSID (ISW)

IAI Rawa Aopa Bersama SEAAM Mulai Gelar Rangkaian Acara SEA-AFSID, Dilaksanakan di 8 Negara, 17 Kota

Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bekerja sama dengan Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) memulai rangkaian acara Southeast Asia Academic Forum on Sustainable Integrated Development (SEA-AFSID). Agenda besar berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung secara maraton di 17 kota yang tersebar di 8 negara kawasan Asia Tenggara, sebagai upaya memperkuat sinergi akademik dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Dimulai pada Kamis, 23 April s.d. Kamis, 7 Mei 2026. Berlangsung hybrid dengan kemitraan perguruan tinggi dari 8 negara. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke yang juga Komite Saintifik SEA-AFSID, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis kampus untuk menembus batas-batas lokal menuju panggung dunia. 

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan di 17 titik berbeda tersebut bertujuan untuk memotret beragam persoalan pembangunan secara langsung di lapangan serta membangun jejaring peneliti antarnegara yang lebih solid. “Ini merupakan adaptasi dari pasca pandemi, sehingga keikutsertaan bisa lebih luas dan juga mendapatkan kontribusi secara luas,” papar Ismail Suardi Wekke yang menjelaskan bahwa SEA-AFSID telah dilaksanakan sejak 2017 di Jambi.

Lebih lanjut, Ismail menekankan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh dalam memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat luas melalui forum internasional ini. “Kegiatan ini merupakan ikhtiar kolektif kami untuk memastikan bahwa kampus-kampus di daerah memiliki daya saing global melalui kolaborasi lintas negara yang konkret,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui di sela-sela persiapan pembukaan acara.

Ismail juga menambahkan pentingnya integrasi riset dalam setiap sesi yang digelar di berbagai kota tersebut agar hasil pemikiran akademisi dapat diaplikasikan secara praktis. “Kami sengaja memilih 17 kota agar perspektif yang dihasilkan tidak terpusat pada satu wilayah saja, melainkan mencakup keragaman dinamika sosial dan ekonomi di Asia Tenggara dan Asia,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Ismail menegaskan bahwa sinergi dengan SEAAM adalah kunci dalam memperluas jangkauan publikasi dan mobilitas dosen maupun mahasiswa di masa depan. “SEA-AFSID bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan bagi IAI Rawa Aopa untuk terlibat aktif dalam merumuskan solusi atas tantangan integrasi pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Rangkaian SEA-AFSID ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem akademik yang lebih dinamis di Asia Tenggara. Dengan keterlibatan delapan negara, forum ini diproyeksikan akan menghasilkan berbagai kesepakatan strategis dan publikasi ilmiah yang akan menjadi rujukan dalam kebijakan pembangunan terintegrasi di kawasan tersebut.

PBAK (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Gelar PBAK Akhir Pekan Ini, Fokus pada Pembentukan Karakter Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menjadwalkan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru pada akhir pekan ini tertanggal 17-19 April 2026. Agenda tahunan tersebut dirancang sebagai gerbang utama bagi para akademisi muda untuk memahami ekosistem pendidikan tinggi di lingkungan kampus hijau tersebut (Rabu, 15 April 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa seluruh perangkat pendukung telah disiapkan secara matang. Beliau menegaskan bahwa panitia saat ini sedang melakukan sinkronisasi akhir guna memastikan seluruh alur kegiatan berjalan sesuai rencana tanpa kendala teknis yang berarti.

Dalam sela-sela persiapan, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus terkait tujuan utama dari pelaksanaan PBAK tahun ini. Berikut adalah pernyataan langsung beliau: “Kami ingin memastikan bahwa PBAK ini bukan sekadar seremoni penyambutan, melainkan fondasi awal bagi mahasiswa untuk mengenal nilai-nilai integritas dan intelektualitas yang dijunjung tinggi oleh IAI Rawa Aopa,” ujar Ismail saat ditemui di persiapan tempat pelaksanaan.

Lebih lanjut, beliau juga menyoroti pentingnya adaptasi teknologi bagi mahasiswa baru di era digital saat ini. “Mahasiswa baru harus segera bertransformasi dari pola pikir sekolah menengah ke pola pikir akademik yang kritis, sehingga mereka mampu menjawab tantangan zaman melalui riset dan inovasi sejak dini,” tambahnya.

Ismail pun menutup pernyataannya dengan pesan semangat bagi para peserta yang akan mengikuti prosesi tersebut. “Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru di kampus perjuangan ini, mari jadikan akhir pekan besok sebagai langkah pertama untuk meniti jalan pengabdian bagi bangsa dan agama,” pungkasnya.

Selain memberikan arahan secara langsung, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan beberapa poin teknis dan filosofis terkait kebijakan kampus. Beliau menyampaikan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengawal jalannya PBAK agar tetap berada dalam koridor edukatif dan jauh dari praktik perpeloncoan yang tidak produktif. Menurutnya, orientasi kampus harus diisi dengan pengenalan budaya literasi serta penguatan moderasi beragama bagi seluruh civitas akademika.

Ismail juga menginstruksikan kepada seluruh panitia pelaksana agar mengedepankan aspek pelayanan dan keramahan dalam menyambut para mahasiswa baru. Beliau berharap atmosfer kampus yang hangat dapat membantu proses adaptasi mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah di Sulawesi Tenggara menjadi lebih cepat dan nyaman.

Terakhir, sang Wakil Rektor mengungkapkan bahwa pengelolaan anggaran untuk kegiatan ini telah dilakukan secara transparan dan akuntabel guna menunjang fasilitas terbaik bagi mahasiswa. Ia meyakini bahwa dengan perencanaan keuangan yang tepat, kualitas materi dan output dari PBAK ini dapat melahirkan generasi emas yang kompeten dan berkarakter unggul di masa depan.

Matching Grant (ISW)

Meneruskan Kolaborasi Dengan UCYP University Malaysia, IAI Rawa Aopa Rencanakan Matching Grant

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus mempertahankan langkahnya di kancah internasional dengan memperpanjang kerja sama strategis bersama University College of Yayasan Pahang (UCYP) Malaysia. Kolaborasi yang telah terjalin lama ini kini memasuki babak baru melalui perencanaan program matching grant yang difokuskan pada penguatan riset dan pengabdian masyarakat lintas negara. Dilaksanakan sebuah kegiatan FGD daring di kedua institusi (Senin, 13 April 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa keberlanjutan kolaborasi ini merupakan manifestasi dari visi kampus untuk bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang kompetitif secara global. Menurutnya, sinergi dengan UCYP University dilaksanakan dengan upaya nyata dalam meningkatkan kualitas akademik melalui pendanaan riset bersama yang kompetitif.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa skema matching grant yang tengah dirancang akan menjadi stimulus penting bagi para dosen di kedua institusi untuk melakukan penelitian kolaboratif. Ia menyatakan bahwa melalui skema pendanaan bersama ini, IAI Rawa Aopa dan UCYP Malaysia berkomitmen untuk mendukung inovasi yang memiliki dampak langsung terhadap pengembangan keilmuan dan solusi bagi persoalan sosial di tingkat regional Asia Tenggara.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya internasionalisasi kampus dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan aktif dalam jaringan akademik luar negeri, seperti dengan Malaysia, akan membuka ruang pertukaran ide dan budaya kerja yang lebih luas bagi sivitas akademika. Hal ini diharapkan dapat memacu produktivitas publikasi ilmiah internasional yang menjadi indikator utama kemajuan sebuah perguruan tinggi.

Dalam keterangannya secara langsung, Ismail Suardi Wekke menyatakan, “Kolaborasi ini merupakan langkah konkret kami untuk memastikan bahwa IAI Rawa Aopa tidak hanya tumbuh di tingkat lokal, tetapi juga memiliki resonansi di tingkat internasional melalui kemitraan strategis dengan UCYP Malaysia.”

Ia juga menambahkan mengenai teknis pendanaan yang akan dikelola bersama. “Kami sedang merumuskan mekanisme matching grant yang transparan dan akuntabel, sehingga setiap sen investasi penelitian yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak dapat menghasilkan output jurnal bereputasi yang berkualitas tinggi,” ujar Ismail.

Sebagai penutup perihal komitmen institusi, Ismail menegaskan, “Sinergi ini adalah jembatan bagi para dosen dan peneliti kami untuk mengeksplorasi isu-isu global bersama rekan-rekan di Malaysia, yang pada akhirnya akan memperkaya khazanah intelektual di kampus IAI Rawa Aopa.”

Diskusi (ISW)

Laksanakan Diskusi Terpumpun Daring, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Satu University Siap Melaksanakan Kegiatan Kolaboratif

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring akademik berskala nasional. Langkah terbaru ditandai dengan pelaksanaan Diskusi Terpumpun (Focus Group Discussion) secara daring yang dilakukan bersama Satu University (Senin, 13 April 2026). Pertemuan daring ini menjadi babak baru bagi kedua institusi untuk menyelaraskan visi dalam berbagai program kolaboratif yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat.

Sinergi ini bertujuan untuk menggabungkan keunggulan masing-masing lembaga dalam ranah pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Fokus utama diskusi mencakup pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri serta pertukaran sumber daya akademik untuk meningkatkan kualitas lulusan di wilayah Sulawesi Tenggara maupun secara nasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa momentum ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat transformasi kampus. Beliau menyatakan bahwa pertemuan daring ini bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi kokoh untuk kerja sama yang berkelanjutan ke depannya. Ismail juga menekankan bahwa kolaborasi dengan Satu University akan membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen dalam mengeksplorasi inovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya yang diperlukan guna menyukseskan agenda bersama ini. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan peta jalan strategis agar poin-poin kesepakatan dalam diskusi terpumpun tersebut dapat segera dieksekusi di lapangan. Dukungan administratif dan anggaran juga dipastikan akan berjalan beriringan dengan target pencapaian akademik yang telah ditetapkan.

Dalam sesi diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke menyatakan terkait visi kolaborasi ini. “Kami melihat Satu University sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam mencetak generasi unggul yang adaptif terhadap perubahan zaman,” ujar Ismail dengan penuh optimisme. 

Beliau menambahkan, “Diskusi ini adalah langkah awal dari rangkaian proyek bersama yang mencakup penelitian lintas disiplin dan program magang bersertifikat bagi mahasiswa.” Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan, “Sinergi ini membuktikan bahwa jarak geografis bukan lagi penghalang untuk membangun keunggulan akademik yang inklusif dan progresif.”

Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi ekosistem pendidikan di Konawe Selatan. Dengan menggandeng Satu University, IAI Rawa Aopa optimistis dapat menghadirkan standar mutu internasional dalam bingkai nilai-nilai lokal. Pertemuan daring tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk segera merumuskan nota kesepahaman yang lebih teknis sebagai payung hukum aktivitas kolaboratif di masa mendatang.