Darul Ulum (ISW)

Announcement of International Community Service, @Darul Ulum Ammesangeng Home of UNESCO Geopark Maros-Pangkep

Rawaaopakonsel.ac.id, Ammesangeng – We are thrilled to announce the upcoming International Community Service program, hosted at the prestigious Darul Ulum Ammesangeng, located within the heart of the UNESCO Geopark Maros-Pangkep. This initiative brings together students, educators, and community leaders from across the globe to engage in meaningful cultural exchange and sustainable development. Tuesday, 28 April 2026.

Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam, Himpunan Mahasiswa Islam, Branch of East Makassar will serve the organizing committee. The collaborative community service will come together with IBK NITRO, BOLT, and Universiti Kebangsaan Malaysia. 

The collaboration reaches new heights with the official participation of the Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, which joins as a partner for this international program. Their involvement is instrumental, as it brings a dedicated focus to the social-religious pillar, ensuring that the community service efforts are grounded in spiritual values and social ethics. By integrating their expertise in Islamic studies and community development, IAI Rawa Aopa will play a role in facilitating interfaith dialogue and moral guidance, truly enriching the program’s holistic approach to serving the local population within the UNESCO Geopark.

Set against the backdrop of world-class karst landscapes, this program aims to bridge the gap between academic theory and real-world application while honoring the rich traditions of the South Sulawesi region. The core mission of this year’s service project is to foster environmental stewardship and educational empowerment. Participants will work side-by-side with local residents on various initiatives, ranging from ecological preservation workshops to English literacy programs for youth. 

By integrating global perspectives with local wisdom, we aim to create a lasting impact that preserves the unique biodiversity of the Geopark while providing the community at Darul Ulum Ammesangeng with new tools for a prosperous, interconnected future. Beyond the work itself, this program offers an unparalleled opportunity for cultural immersion. 

Darul Ulum Ammesangeng serves as a vibrant cultural hub where visitors can experience the profound hospitality and spiritual heritage of the local community. From exploring the ancient caves and towering limestone peaks of the Pangkep region to participating in traditional ceremonies, volunteers will gain a deep appreciation for the symbiotic relationship between the people and their majestic natural environment.

Collaboration is the heartbeat of this international endeavor. By partnering with local stakeholders and international organizations, we are building a network of global citizens dedicated to the UN Sustainable Development Goals. This program is not just a short-term visit; it is a commitment to a long-term partnership that values mutual respect and shared growth. We believe that through collective effort, we can protect our world’s natural wonders while uplifting the communities that call them home.

We invite all passionate individuals and institutional partners to join us in this transformative journey. Whether you are contributing your expertise in conservation, education, or social entrepreneurship, your presence will help make this International Community Service a landmark success. Together, we will leave steps of friendship and progress beneath the shadows of the Maros-Pangkep towers. Join us at Darul Ulum Ammesangeng, where global service meets timeless heritage.

Ngaji (ISW)

Ngaji Menulis Artikel Selama Ramadhan 1447 H, Inisiasi Rumah Jurnal UIN Ponorogo Bersama 20 PT dan Institusi Penerbit

Rawaaopakonsel.ac.id, Ponorogo – Menjadikan suasana Ramadhan menjadi momentum intelektual, Rumah Jurnal UIN Ponorogo resmi menginisiasi program “Ngaji Menulis Artikel”. Program kolaboratif ini menggandeng 20 Perguruan Tinggi (PT) dan institusi penerbit di seluruh Indonesia untuk mencetak karya ilmiah berkualitas sepanjang bulan suci 1447 H.

Sesi perdana sukses diselenggarakan secara daring pada Jumat 20 Februari 2026, menandai dimulainya rangkaian transformasi Rumah Jurnal dari sekadar pusat administrasi menjadi inkubator riset yang dinamis bagi akademisi.

Koordinator Rumah Jurnal UIN Ponorogo, Dr. Muhammad Hariri, menegaskan bahwa semangat utama dari agenda ini adalah sinergi.

“Kami fokus pada kolaborasi. Targetnya, jurnal yang dikelola UIN Ponorogo tidak saja maju sendiri, tetapi juga melangkah maju bersama dengan perguruan tinggi lainnya,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.

Melalui program ini, Rumah Jurnal bertindak sebagai ruang diskusi dua arah. Para peserta—yang terdiri dari dosen hingga mahasiswa tingkat akhir—diajak membedah “anatomi” artikel ilmiah secara mendalam, mulai dari perumusan abstrak yang tajam hingga teknik sitasi referensi mutakhir agar layak menembus jurnal bereputasi internasional.

Hadir sebagai narasumber sesi pertama, Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, memberikan apresiasi tinggi terhadap gerakan literasi produktif ini. Menurutnya, menulis adalah bentuk syiar ilmu yang tidak boleh terhenti oleh rasa lapar atau dahaga saat berpuasa.

Program “Ngaji Menulis Artikel” ini direncanakan berlangsung dalam empat sesi selama bulan Ramadhan. Harapannya, tradisi menulis ini akan terus terjaga dan menjadi budaya akademik yang melekat bahkan setelah bulan suci berakhir.

Dalam pemaparannya, Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa kolaborasi lintas institusi yang melibatkan 20 lembaga ini bukan sekadar angka seremonial. Menurutnya, sinergi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pondasi ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia. Dengan menyatukan sumber daya dan perspektif dari berbagai kampus, hambatan-hambatan teknis dalam penulisan diharapkan dapat teratasi melalui transfer pengetahuan antarlembaga.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan para peserta bahwa esensi dari sebuah karya ilmiah tidak hanya terletak pada struktur teknis yang rapi, tetapi juga pada bobot manfaatnya. Ia menegaskan bahwa artikel yang dihasilkan dari program ini harus mampu memberikan dampak nyata dan menjadi solusi bagi persoalan di tengah masyarakat luas, bukan sekadar menjadi tumpukan teks di portal jurnal.

Momentum Ramadhan pun dinilai sebagai waktu yang sangat tepat atau “momentum emas” bagi para peneliti. Di tengah suasana puasa yang menuntut ketenangan, para dosen dan peneliti diajak untuk lebih fokus dalam memoles draf penelitian mereka. Ismail berharap program ini menjadi pemantik agar tradisi menulis tetap mengakar kuat dan terjaga konsistensinya, meski bulan suci telah berlalu.

Turnitin (ISW)

Ngabuburit with Turnitin, Belajar Bersama terkait Integritas Riset dengan Dukungan Teknologi di Bulan Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Kegiatan bertajuk “Ngabuburit with Turnitin” merupakan ikhitar dengan belajar bersama terkait “Integritas Riset dengan Dukungan Teknologi di Bulan Ramadhan” merupakan sebuah inisiatif akademik untuk mengisi waktu sebagai bagian amaliyah Ramadhan menjelang berbuka puasa dengan penguatan kapasitas intelektual. 

Program ini dirancang untuk menyatukan nilai-nilai spiritualitas Ramadhan, seperti kejujuran dan disiplin, dengan prinsip-prinsip etika ilmiah yang fundamental. Melalui forum ini, para akademisi dan peneliti diajak untuk merefleksikan kembali pentingnya menjaga orisinalitas karya sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam ekosistem pendidikan tinggi.

Dalam implementasinya, fokus utama diskusi diarahkan pada pemanfaatan teknologi Turnitin bukan sekadar sebagai alat pendeteksi kesamaan teks (similarity check), melainkan sebagai instrumen edukasi untuk meningkatkan kualitas penulisan ilmiah. Peserta akan mengeksplorasi mengenai teknik parafrasa yang benar, manajemen sitasi yang akurat, serta cara menginterpretasi laporan hasil pemindaian secara bijak. 

Integrasi teknologi ini diharapkan dapat meminimalisir praktik plagiarisme yang tidak disengaja sekaligus memperkuat standar integritas riset yang berlaku di tingkat internasional. Sinergi antara kegiatan rutin di bulan suci dan pengembangan profesionalisme ini diharapkan mampu melahirkan budaya akademik yang lebih sehat dan transparan. Dengan dukungan teknologi terkini, institusi dapat memastikan bahwa setiap publikasi yang dihasilkan memiliki kredibilitas yang tinggi dan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan. 

Pada akhirnya, semangat belajar bersama ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi institusi untuk mencetak peneliti yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki integritas etis yang kokoh.

Kegiatan sesi #1 akan dilaksanakan di Bulan Ramadhan pada tanggal 7 Ramadhan bertepatan dengan 24 Februari 2026, Pukul 14.00 WIB (Jakarta) 15.00 (Makassar/Maros), 16.00 WIT (Papua/Wamena).

Kegiatan dilaksanakan bersama Turnitin Indonesia dengan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan dukungan STAI DDI Maros, STAI DDI Pangkep, IAI DDI Sidrap, Institut Bisnis dan Keuangan NITRO (Makassar), IUCSRS – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, NR Institute dan LTMI HMI Cabang Makassar Timur.

IPRC (ISW)

Announcement International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026, Makassar-Maros, 27-28 April 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – We announce the International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026, scheduled to take place on April 27–28, 2026. Set against the stunning backdrop of Makassar and Maros, Indonesia, this year’s conference invites postgraduate scholars from across the globe to share their ground-breaking research. 

This event serves as a platform for doctoral and master’s students with the faculty members to showcase their work, engage in interdisciplinary dialogue, and bridge the gap between academic theory and real-world application in an increasingly complex global landscape.

The two-day program is designed to foster deep intellectual exchange through a series of keynote addresses, oral presentations, and interactive poster sessions. Participants will have the unique opportunity to receive constructive feedback from seasoned academics and industry experts, helping to refine their methodologies and sharpen their findings. 

Beyond the formal sessions, the conference highlights the cultural and natural majesty of the region—from the historic streets of Makassar to the breathtaking karst landscapes of Maros—providing an inspiring environment for networking and collaborative discovery.

Submissions are now open for original research papers across a wide array of disciplines. Whether your work focuses on technology, social sciences, or sustainable development, IPRC 2026 offers the visibility and peer support necessary to elevate your academic career. We look forward to welcoming you to Makassar-Maros this April for an unforgettable exchange of ideas. It is a chance to connect with a vibrant community of researchers and explore the rich heritage of South Sulawesi. 

Registration is here: https://forms.gle/JWoCKmWEYSiw4yz67; (Registration is opened until 20 March 2026) It is open to everyone.

Halal (ISW)

Pelatihan Pendamping PPH, Halal Center Politeknik AKA Bogor

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) yang diselenggarakan oleh Halal Center Politeknik AKA Bogor merupakan program yang dirancang untuk mencetak tenaga ahli yang kompeten dalam mendukung percepatan sertifikasi halal di Indonesia. Program ini bertujuan membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai regulasi Jaminan Produk Halal (JPH), kriteria Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), serta teknik verifikasi dan validasi lapangan.

Sebagai lembaga di bawah naungan institusi pendidikan vokasi yang berfokus pada analisis kimia dan industri, pelatihan ini menjamin kualitas kurikulum yang selaras dengan standar teknis dan hukum yang berlaku. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi komprehensif yang mencakup kebijakan pemerintah terkait sertifikasi halal jalur Self Declare bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Fokus utama instruksi meliputi tata cara pemeriksaan bahan, pemantauan proses produksi, hingga penggunaan sistem informasi Sihalal. Dengan pendekatan praktis, Halal Center Politeknik AKA Bogor memastikan setiap calon Pendamping PPH tidak hanya memahami teori secara tekstual, tetapi juga mampu melakukan pendampingan secara presisi agar produk yang dihasilkan pelaku usaha benar-benar memenuhi kriteria kehalalan yang mutlak.

Melalui inisiatif ini, Halal Center Politeknik AKA Bogor berperan aktif dalam membangun ekosistem halal nasional yang kuat dan terpercaya. Lulusan pelatihan ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam membantu UMKM memperoleh sertifikat halal, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Sinergi antara keahlian teknis laboratorium yang dimiliki Politeknik AKA dengan integritas proses sertifikasi menjadikan pelatihan ini sebagai salah satu rujukan utama bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam industri halal di Indonesia.

Silahkan mendaftar dengan mengisi link pendaftaran melalui tautan: https://bit.ly/Pendaftaran_P3H_24

UKM (ISW)

Kerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia, Perkuat Kajian Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Bangi, – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap mempertahankan langkahnya di kancah internasional dengan menjalin kolaborasi strategis bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kerja sama ini difokuskan pada penguatan kajian Islam dan pengembangan riset akademik yang relevan dengan tantangan global saat ini. Kemitraan tersebut diharapkan mampu membuka cakrawala baru bagi sivitas akademika dalam menghasilkan pemikiran Islam yang moderat dan inovatif.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menjadi pusat unggulan kajian Islam di Asia Tenggara. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan universitas kelas dunia seperti UKM akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa. 

Ismail yang saat ini berada di Universiti Kebangsaan Malaysia untuk acara Youth leadership Dialogue, juga menggunakan kesempatan untuk bertemu dengan dosen dari Fakutas Pengajian Islam UKM. “Salah satu mitra yang dekat dengan secara keilmuan adalah FKI,” kata Ismail di Bangi, Selasa, 10 Februari 2026.

Selain itu, Ismail menyampaikan bahwa melalui pertukaran gagasan ini, IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan metodologi riset internasional yang mutakhir. Dalam sebuah yang sama, Ismail Suardi Wekke secara lugas memberikan pandangannya terkait visi besar di balik kerja sama ini. 

“Kemitraan dengan UKM bukan sekadar seremoni tanda tangan, melainkan jembatan intelektual untuk memperdalam kajian Islam yang inklusif dan transformatif,” ujar Ismail menekankan substansi kolaborasi tersebut. 

Ia juga menambahkan, “Kami ingin memastikan bahwa setiap riset yang dihasilkan dari kerja sama ini mampu menjawab problematika sosial keagamaan yang sedang berkembang di kedua negara.” 

Lebih lanjut, Ismail menyatakan, “IAI Rawa Aopa siap menyediakan sumber daya terbaik guna menyukseskan agenda riset bersama demi kemajuan peradaban Islam di kawasan regional.”

Ismail juga panduan teknis terkait implementasi program tersebut ke depannya. Beliau memaparkan bahwa akan ada agenda rutin berupa simposium bersama dan workshop penulisan jurnal internasional yang akan melibatkan pakar-pakar dari kedua belah pihak. 

Menurutnya, fokus utama dalam waktu dekat adalah penyelarasan kurikulum berbasis riset yang dapat diakses oleh mahasiswa di kedua institusi. Beliau mengharapkan agar seluruh elemen di IAI Rawa Aopa dapat merespons peluang emas ini dengan meningkatkan kompetensi akademik mereka di level global.

Langkah progresif ini menandai era baru bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam memperluas jejaring internasionalnya. Dengan dukungan penuh dari jajaran rektorat, institusi ini optimis dapat melahirkan ilmuwan-ilmuwan Muslim yang tidak hanya kompeten secara teologis, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dalam dunia riset internasional.

Penelitian Kolaboratif (ISW)

Jalin Kerja Sama Penelitian dengan Binus dan UKM Malaysia

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Lumpur – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berikhtiar memperluas jejaring akademiknya di kancah internasional melalui keterlibatan dalam proyek penelitian kolaboratif lintas negara. Dalam perencanaan awal tahun ini, institusi ini menggandeng dua perguruan tinggi ternama, yakni Binus University dari Indonesia dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kolaborasi ini dirancang untuk memadukan berbagai keahlian multidisiplin guna menjawab tantangan regional di Asia Tenggara.

Keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam konsorsium penelitian ini menandai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas luaran akademik dan reputasi institusi. Melalui kemitraan ini, ketiga universitas berkomitmen untuk melakukan pertukaran data, pengembangan metodologi bersama, hingga publikasi karya ilmiah pada jurnal bereputasi internasional. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir dan perdesaan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari peta jalan institusi untuk menjadi pusat keunggulan riset. Menurutnya, kolaborasi dengan Binus University dan UKM Malaysia akan memberikan warna baru bagi iklim akademik di IAI Rawa Aopa. Ia menilai bahwa kehadiran mitra internasional seperti UKM akan memperkuat aspek komparatif dalam riset yang dilakukan, sehingga hasil penelitian memiliki dampak yang lebih luas secara global.

Dalam kesempatan saat tiba di Kuala Lumpur, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya kolaborasi ini bagi masa depan dosen dan peneliti di lingkungan kampus. “Kerja sama ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan langkah nyata bagi dosen kami untuk mendalami standar riset internasional bersama pakar dari Binus dan UKM,” ungkap Ismail Suardi Wekke di Bangi (Malaysia), Senin, 9 Februari 2026. 

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sangat antusias menyambut kolaborasi ini karena menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa perguruan tinggi di daerah mampu bersaing di panggung dunia. “Kami percaya bahwa jarak geografis justru menjadi peluang untuk melahirkan karya ilmiah yang berkualitas tinggi dan relevan bagi publik global,” tuturnya dengan optimis.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa alokasi sumber daya institusi akan diarahkan untuk mendukung penuh setiap tahapan penelitian kolaboratif ini. Ia menyatakan bahwa pihak rektorat telah menyiapkan skema pendukung agar para peneliti dapat fokus bekerja sama dengan mitra dari Malaysia dan Jakarta tanpa terkendala urusan administratif. 

Dengan komitmen yang kuat tersebut, IAI Rawa Aopa berharap hasil riset ini nantinya dapat menjadi rujukan bagi para pengambil kebijakan dalam menyusun program pembangunan yang berbasis data dan ilmu pengetahuan. “Terima kasih kepada BINUS dan Universiti Kebangsaan Malaysia yang bersedia menerima kehadiran kami,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ramadhan (ISW)

IAI Rawa Aopa dan STIT Sunan Giri Bima Perkuat Sinergi Lewat Program Kolaboratif Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima. Kedua institusi pendidikan tinggi Islam ini sepakat untuk meluncurkan serangkaian program kolaboratif yang fokus pada pengembangan pengabdian masyarakat dan penguatan literasi keagamaan.

“Kita bertemu di Jakarta, dan mendiskusikan sebuah program untuk belajar bersama sepanjang Ramadhan dengan kegiatan intensif bagi penelitian dan publikasi,” papar Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Minggu, 8 Februari 2026.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk memperluas jangkauan syiar akademik di luar batas wilayah masing-masing kampus. Menurutnya, momentum Ramadhan adalah waktu yang paling tepat untuk mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih bermakna.

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa sinergi ini akan menjadi sarana dalam penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa. Beliau juga menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk tidak hanya menjadi menara gading, melainkan harus hadir dimulai dari soliditas internal. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa luaran dari program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetensi dosen dan mahasiswa dalam menuliskan program riset yang telah dijalankan melalui program-program yang inovatif dan relevan.

Dalam sebuah sesi wawancara, Ismail menegaskan komitmen institusinya terhadap keberlanjutan program ini. “Kami ingin memastikan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa dan STIT Sunan Giri Bima dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, Dalam kesempatan selama Ramadhan justru kita bisa terus belajar,” ujar Ismail yang bersiap berangkat ke Kuala Lumpur.

Ia juga menambahkan mengenai aspek teknis pelaksanaan kegiatan tersebut di lapangan. “Kerja sama ini telah berjalan dan justru meomentum Ramadhan menjadi kesempatan mempertahankan kerjasama yang sudah berlangsung selama ini,” tegasnya. 

Menutup pernyataannya, Ismail memberikan pesan mengenai visi jangka panjang dari kemitraan ini. “Momentum ini adalah awal dari kolaborasi lintas provinsi yang akan menjadi pola kerja dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat berbasis keagamaan di Indonesia Timur,” pungkasnya.

Program kolaboratif ini rencananya akan dilaksanakan sepanjang bulan suci Ramadhan, dan tidak terbatas pada dua kampus. “Kita sebagai pelaksana teknis saja, namun justru menjadi platform kerjasama lintas kampus,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Women (ISW)

IAI Rawa Aopa Perkuat Ekosistem Wirausaha Perempuan Melalui Program EMPOWHER

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menginisiasi program EMPOWHER, sebuah langkah strategis yang dirancang khusus untuk memperkuat peran perempuan dalam sektor kewirausahaan. Program ini hadir sebagai respons terhadap dinamika ekonomi digital yang menuntut kemandirian serta inovasi dari pelaku usaha kreatif, khususnya di kalangan perempuan di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menegaskan bahwa keberadaan program ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan sebuah gerakan pemberdayaan yang sistematis. Menurutnya, EMPOWHER bertujuan untuk menjembatani kesenjangan akses sumber daya yang selama ini sering menjadi hambatan bagi perempuan dalam memulai maupun mengembangkan bisnis mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pandangan mendalam mengenai visi besar di balik program ini. “Kami percaya bahwa ketika seorang perempuan berdaya secara ekonomi, maka dampak positifnya akan dirasakan langsung oleh keluarga dan masyarakat luas di sekitarnya,” ujar Ismail Suardi Wekke saat mendiskusikan acara tersebut di sela-sela acara ICOBAR-SMART di Binus University, Jakarta, 5 Februari 2026.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam kurikulum program ini. “EMPOWHER dirancang untuk memastikan bahwa para peserta tidak hanya mahir dalam memproduksi barang, tetapi juga unggul dalam menaklukkan pasar digital yang kian kompetitif,” tegasnya. 

Ismail juga menambahkan komitmen institusinya dalam pengawalan program tersebut dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa akan menjadi inkubator yang menyediakan pendampingan berkelanjutan bagi setiap peserta hingga mereka mampu berdiri mandiri di atas kaki sendiri.

Secara teknis, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memetakan potensi lokal yang bisa diangkat ke skala nasional melalui sentuhan kewirausahaan modern. Ia menyampaikan bahwa pihak universitas telah menyiapkan skema dukungan infrastruktur dan jaringan yang luas untuk memfasilitasi kebutuhan para srikandi wirausaha ini. 

Selain itu, Ismail mengungkapkan harapannya agar program ini mampu menciptakan model bisnis yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Konawe Selatan. “Sehingga kita juga berupaya mendatapkan dukungan dari institusi yang memiliki program terkait keuangan inklusif,” papar Ismail.

Melalui sinergi antara akademisi dan praktisi, EMPOWHER diharapkan menjadi katalisator bagi lahirnya pengusaha perempuan yang tangguh. Ismail meyakini bahwa penguatan kapasitas intelektual dan manajerial melalui program ini akan menjadi modal utama bagi perempuan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa depan dengan rasa percaya diri yang tinggi. “Begitu pula keterlibatan perguruan tinggi di Jakarta, semisal Binus University, dan juga Jakarta Business School, sehingga wirausaha kita memiliki kesempatan melihat Jakarta,” pungkas Ismail.

 

MUI (ISW)

Presiden Prabowo Saksikan Pengukuhan Pengurus MUI Masa Khidmat 2025–2030, Pimpinan IAI Rawa Turut Hadir

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri dan menyaksikan langsung prosesi pengukuhan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa khidmat 2025–2030. Acara yang berlangsung khidmat di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7 Februari 2026) ini mengusung tema besar “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”. Kehadiran jajaran pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dalam perhelatan nasional ini menegaskan keikutsertaan perguruan tinggi di Konawe Selatan dalam agenda nasional.

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan didampingi sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan simbol vital persatuan antara ulama dan umara (pemimpin pemerintahan). Ia meyakini bahwa bersatunya kedua elemen ini adalah kunci utama untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang besar, makmur, dan berdaulat.

Momentum ini juga mendapat perhatian khusus dari akademisi, salah satunya Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Dalam keterangannya di sela acara, Ismail Suardi Wekke memberikan apresiasi mendalam atas pengukuhan ini. Ia menyatakan bahwa pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 bukan sekadar pergantian struktur, melainkan energi baru dalam memperkokoh ukhuwah Islamiyah di seluruh pelosok tanah air. 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menyelaraskan program-program akademik dan pengabdian masyarakat dengan visi besar MUI dalam menjaga moralitas bangsa. Ismail juga menekankan bahwa kehadiran Presiden Prabowo memberikan legitimasi kuat bahwa kolaborasi antara kepemimpinan politik dan bimbingan spiritual ulama adalah fondasi tak tergoyahkan bagi stabilitas nasional.

Senada dengan pengamatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara lugas memberikan pernyataan langsung terkait signifikansi acara ini. “Kami melihat pengukuhan ini sebagai tonggak penting di mana nilai-nilai agama dan kebijakan negara berjalan beriringan untuk kemaslahatan umat,” ujar Ismail. 

Ia juga menambahkan, “IAI Rawa Aopa akan terus menjadi mitra strategis MUI dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang luhur.” Menutup pernyatannya, Ismail menegaskan bahwa sinergi ini adalah cerminan nyata dari semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Pengukuhan pengurus MUI ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan bernomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025 yang ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan. Dengan formasi kepengurusan baru ini, MUI diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam membimbing umat serta mendukung komitmen pemerintah, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi dan perlindungan kekayaan sumber daya alam Indonesia.