Rapat Kerja (ISW)

Undangan Rapat Kerja IAI Rawa Aopa 2026, Awal Tahun untuk Konsolidasi Internal

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menggelar Rapat Kerja (Raker) yang difokuskan pada penguatan fondasi organisasi. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas akademika untuk melakukan konsolidasi internal guna memastikan target-target institusi sepanjang tahun dapat tercapai dengan lebih terukur dan sistematis. 

Rapat Kerja dijadwalkan sebagaimana undangan yang sudah disampaikan ke masing-masing unit, da juga civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Senin, 2 Februari 2026. Rencana raker akan dilangsungkan di Kampus Andoolo, Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa rapat kerja kali sebagai pemenuhan administratif, juga menjadi upaya mendalam untuk menyelaraskan visi antar unit kerja. Beliau menyampaikan bahwa konsolidasi di awal tahun sangat krusial agar seluruh gerak langkah institusi berada dalam satu komando yang sama. 

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa efisiensi pengelolaan keuangan akan menjadi prioritas utama guna mendukung program-program akademik yang lebih inovatif ke depannya. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan disiplin serta profesionalisme pegawai sebagai pilar utama dalam transformasi institusi yang sedang berjalan.

Dalam penyampaiannya terkait dengan persiapan rapat, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan langsung terkait urgensi sinergi di lingkungan kampus. “Rapat kerja ini adalah fondasi utama kita untuk menyusun peta jalan yang jelas selama setahun penuh, sehingga akan menyelaraskan semua program kerja,” tegas Ismail. 

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran mengenai tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya. “Kita harus memastikan bahwa setiap aktivitas yang direncanakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kualitas pelayanan mahasiswa dan pengembangan riset dosen untuk bermuara pada pemenuhan akerditasi,” imbuhnya. 

Sebagai penutup pernyataannya, ia mengajak seluruh staf untuk mengubah pola pikir kerja menuju digitalisasi. “Tahun 2026 adalah tahun konsolidasi bagi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi universitas, sheingga lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman,” pungkasnya.

Rapat kerja yang akan berlangsung di aula kampus Andoolo ini ditargetkan untuk melahirkan rumusan kebijakan yang aplikatif dan solutif. Melalui konsolidasi yang matang, IAI Rawa Aopa optimistis dapat meningkatkan daya saingnya di tingkat regional maupun nasional, sekaligus memperkokoh eksistensinya sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang unggul di Kabupaten Konawe Selatan dan dunia global. “Kita ikhtiarkan, bukan saja unggul di lokal, tetapi memiliki visibility di dunia globa,” pungkas Ismail.

Pembukaan Rakernas (ISW)

Hadir dalam Pembukaan Rakernas PPMPI di Yogyakarta, Sampaikan Kesediaan untuk Berkolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Perkumpulan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (PPMPI) melaksanakan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tahun ini di Yogyakarta (Rabu, 28 Januari 2026). Agenda strategis ini dihadiri oleh anggota dari seluruh penjuru Indonesia. Sementara itu, pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan turut hadir dalam acara tersebut.

Kehadiran para pimpinan program studi dari pelbagai perguruan tinggi dalam forum ini menegaskan komitmen kolektif untuk meningkatkan mutu di lingkungan pendidikan Islam. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut hadir langsung dalam seremoni pembukaan tersebut yang berlangsung di University Hotel UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga untuk menjawab tantangan global dalam kaitan pengelolaan program studi. Ismail menyatakan bahwa kolaborasi merupakan kunci utama agar program studi pendidikan Islam dapat bersaing secara internasional dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Dalam keterangannya di sela-sela acara, Ismail Suardi Wekke menyampaikan komitmen institusinya secara lugas. “Kami di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memandang Rakernas ini sebagai momentum emas untuk menyelaraskan visi pengembangan kampus kami,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kesediaan untuk berkolaborasi, juga sebagai langkah konkret untuk berbagi sumber daya dan pengetahuan. “Saya menyatakan bahwa institusi kami sangat terbuka untuk menjalin kemitraan strategis dengan anggota PPMPI lainnya demi kemajuan bersama,” tegas Ismail.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga memaparkan visi manajerialnya terkait pengembangan sumber daya manusia sesuai dengan tekad PPMPI. Ia menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan skema dukungan finansial dan kebijakan untuk pembukaan prodi di kampusnya.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar Rakernas di Yogyakarta ini mampu merumuskan program kerja yang dapat diimplementasikan oleh perguruan tinggi di daerah, termasuk di Konawe Selatan. Ia pun menggarisbawahi bahwa keberhasilan sebuah program studi tidak hanya bergantung pada kualitas dosen, tetapi juga pada soliditas jaringan kerja sama antar-prodi yang tergabung dalam PPMPI.

Rakernas ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi seluruh pengelola prodi manajemen pendidikan Islam. Dengan adanya dukungan dari jajaran pimpinan rektorat seperti yang ditunjukkan oleh IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, akselerasi akreditasi di lingkungan perguruan tinggi Islam optimis dapat tercapai dalam waktu dekat.

UGM (ISW)

Dinamika Persoalan Kalangan Pemuda dan Remaja di Pascasarjana UGM, Pimpinan IAI Rawa Aopa Didaulat Menjadi Panelis

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Seminar Nasional dengan tema Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045 digelar Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM, Jumat (30 Januari 2026). Kegiatan yang diprakarsai Ruang Kolaborasi Pemuda bersama-sama dengan KAPASGAMA dan Sekolah Pascasarjana UGM.

Forum yang mempertemukan tokoh nasional, legislator, akademisi, dan praktisi ini untuk membahas peran nyata pemuda dalam arah kebijakan dan pembangunan Indonesia. “Ruang Kolaborasi Pemuda adalah platform mempertemukan lintas profesi. Sehingga inilah yang menjadi salah satu makna Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” awal Ismail Suardi Wekke sebelum acara dimulai.

Tampil sebagai narasumber Ahmad Syauqi Suratno Anggota DPD RI Dapil DIY, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Scientific Committee Asian Youth Forum, Ambar Purwoko, Wakil Bupati Kulon Progo, Ruly Artha GM Bandara Internasional Yogyakarta.

Sedang sambutan disampaikan Muhamad Asruri Faishal Alam Ketua Ruang Kolaborasi Pemuda, Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si Ketua KAPASGAMA UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D Dekan Sekolah Pascasarjana UGM.

Dinamika persoalan dikalangan pemuda dan remaja saat ini kian memprihatinkan, mulai dari kejahatan jalanan, tindak kekerasan, judi online dan kenakalan remaja lainnya. Kasus yang kerap kali muncul di media sosial adalah kejahatan jalanan semakin meresahkan masyarakat.

Seyogyanya generasi muda yang menjadi generasi penerus bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas, namun realita yang terjadi saat justru jauh dari harapan. M. Asruri Faishal Alam selaku Ketua Umum Ruang Kolaborasi Pemuda (RKP) DIY berpendapat bahwa problematika yang terjadi tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan stakeholder dalam mengatasinya.

Asruri Faishal Alam atau yang akrab disapa Faishal saat ditemui awak media disela acara Seminar Nasional,) siang menyatakan siap untuk berkolaborasi bersama semua pihak untuk bergerak berdampak agar generasi muda saat ini dapat memberikan kontribusi postif dalam sosial masyarakat dan juga dalam membangun bangsa ini.

Bahwa Seminar yang digelar di Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Kebijakan Sosial dan Pembangunan Daerah Menuju Indonesia Emas 2045” bertujuan terbangunnya ruang dialog yang konstruktif untuk memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan, wadah pertukaran gagasan guna mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan infrastruktur, sehingga terhindar dari perilaku-perilaku negatif ataupun menyimpang,” jelas Faishal.

Dalam kegiatan yang berkolaborasi dengan Kapasgama (Keluarga Alumni Pascasarjana Universitas Gajah Mada) tersebut menghadirkan narasumber Ahmad Syauqi Soeratno(Anggota DPD RI), Ismail Suardi Wekke, Ph.D. (Scientific Committee Asian Youth Forum), Ruly Artha (GM Bandara YIA), Ambar Purwoko (Wakil Bupati Kulon Progo).

Acara ini dihadiri Dr. Khamim Zarkasih Putro (Ketua Kapasgama) dan diikuti oleh sekitar 300 orang dari kalangan mahasiswa, remaja / pelajar, komunitas, organisasi kepemudaan, dan relawan sosial. “Keberagaman latar belakang peserta diharapkan dapat memperkaya perspektif diskusi serta mendorong terciptanya dialog dan kolaborasi pemuda yang konstruktif dalam merespons arah pembangunan wilayah secara inklusif dan berkelanjutan”, ujar faishal.

Lebih lanjut Faishal menyampaikan bahwa pengaruh negatif lingkungan dan media sosial merupakan faktor yang mempengaruhi timbulnya permasalahan dikalangan generasi muda seperti kenakalan remaja, tindak kekerasan, kejahatan jalanan, miras, narkoba, judol dll. Oleh sebab itu melalui momentum kegiatan seminar ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkegiatan positif, begerak dan berdampak.

“Mari bersama-sama seluruh elemen masyarakat, kita bangun dan rawat generasi muda dalam kerangka pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045”, pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. yang didaulat sebagai panelis dalam acara tersebut mengemukakan bahwa salah satu instrument kemajuan adalah dengan gotong royong. “Kita perlu meneruskan semangat dan tradisi gotong royong dalam pelbagai aktivitas,” tutur Ismail yang juga Wakil Rektor Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke menuturkan bahwa sebuah kehormatan bisa turut memberikan pandangan dan gagasan dalam kegiatan ini. “Terima kasih kepada Ruang Kolaborasi Pemuda yang telah mengundang kami,” tutup Ismail Suardi Wekke.

(Bahan Berita diambil dari Harian Merapi)

Save the Date

Agenda: Public Lecture and Collaborative Research

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan (The Rawa Aopa Islamic Studies Institute of South Konawe) will host an academic session On February 20, 2026, from 1:30 PM to 3:00 PM UK time. This event brings together scholars and researchers in collaboration with Dublin City University (Ireland), University of South Wales (United Kingdom), and Institut Barcelona d’Estudis Internacionals (IBEI), Spain. The session is designed to foster international academic synergy, bridging expertise from Ireland, the United Kingdom and Spain, to address contemporary global challenges.

The first segment of the program features a Public Lecture, offering an open platform for rigorous intellectual exchange. This lecture will delve into critical themes within international studies, providing attendees with fresh perspectives and evidence-based insights. By leveraging the combined academic strengths of the participating institutions, the talk aims to stimulate critical thinking and provide a comprehensive overview of current trends and theoretical frameworks relevant to the field.

Following the lecture, the agenda shifts to a focused Discussion on Collaborative Research. This interactive session serves as a strategic planning forum for faculty and researchers to identify shared objectives and develop frameworks for future joint projects. By facilitating direct dialogue between Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, on fostering collaboration with IBEI, Dublin City University, and the University of South Wales, the session aims to formalize research pathways that enhance global academic mobility and produce impactful, cross-border scholarly contributions.

India (ISW)

Conference Announcement: The 7th International Conference, Hosted Speakingcube Foundation

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – The Speakingcube Foundation is honored to announce the 7th International Conference, a premier global gathering dedicated to fostering innovation, collaboration, and impactful discourse across diverse sectors. As we navigate an era of rapid technological and social transformation, this year’s summit serves as a vital platform for thought leaders, researchers, and practitioners to exchange ideas that transcend borders.

Speakingcube (ISW)
Speakingcube (ISW)

Hosted by Speakingcube, the event continues its legacy of bridging the gap between theoretical insights and practical applications, ensuring that every voice contributes to a larger global narrative. This year’s program features an expansive lineup of keynote addresses, interactive workshops, and panel discussions led by world-class experts. Participants can expect deep dives into emerging trends, with a particular focus on sustainable development, digital integration, and inclusive leadership. 

Beyond the formal sessions, the conference is designed to facilitate high-level networking, providing attendees with unique opportunities to forge strategic partnerships and collaborate on projects that address the most pressing challenges of our time. We cordially invite professionals, academics, and visionaries from around the world to join us for this landmark event. Registration will officially open through the Speakingcube Foundation website, with early-bird options available for those looking to secure their place in this influential community. Join the Speakingcube Foundation as we convene to inspire change, ignite curiosity, and build a more connected future. We look forward to welcoming you to an environment where innovation meets impact.

India-Indonesia (ISW)

IAI Rawa Aopa Initiates Partnership with Indian NGO, Begins with Initial Discussion

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – The Rawa Aopa Islamic Institute (IAI) of South Konawe has taken a strategic step onto the international stage by establishing a partnership with the Speaking Online Mental Health Consulting Foundation, a non-governmental organization (NGO) based in India. This collaboration kicked off on Wednesday, January 28, 2026, with an in-depth virtual discussion focused on strengthening the knowledge framework between the two nations.

Ismail Suardi Wekke, the Vice Rector for Planning, Finance, and Personnel at IAI Rawa Aopa, emphasized that this meeting serves as a cornerstone for the institution’s global networking efforts. “This cooperation is a necessity and a concrete step for us to initiate cross-border academic collaboration. We are starting with intensive discussions on mental health and education issues,” stated Ismail during his briefing from Yogyakarta.

During the session, both parties agreed on several follow-up agendas aimed at elevating academic standards through joint research and publication efforts. Ismail highlighted that prioritizing the investigation into India-Indonesia knowledge frameworks will be a primary focus, with plans already in motion for collaborative scientific journals and book publications. By merging the insights of Indonesian academics with Indian practitioners, the partnership aims to contribute significantly to the global body of science.

The collaboration also serves as a catalyst for institutional exposure, specifically focusing on the preparation of international conference presentations. Ismail noted that by involving lecturers and researchers in these global forums, the institution aims to transcend national educational standards. Furthermore, IAI Rawa Aopa is committed to bringing the local perspectives of Southeast Sulawesi to the international stage, ensuring that regional wisdom informs global solutions for social challenges.

The virtual nature of the meeting highlighted how technology is being leveraged to break down geographical barriers in higher education. This partnership solidifies IAI Rawa Aopa’s position as a progressive institution committed to building meaningful international alliances that offer tangible benefits to the academic community and society at large.

India-Indonesia (ISW)

Mulai Jalin Kerjasama dengan NGO India, IAI Rawa Aopa Awali Dengan Diskusi

Rawaaopakonsel.ac.id, Yogyakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memulai langkah strategis internasional dengan menjalin kerja sama bersama Speaking Online Mental Health Consulting Foundation, sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) asal India. Inisiasi kolaborasi ini diawali melalui diskusi mendalam dalam pertemuan daring yang fokus pada penguatan kerangka pengetahuan antara kedua negara (Rabu, 28 Januari 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan fondasi bagi institusi dalam memperluas jejaring global. “Kerja sama ini sebagai sebuah keperluan, juga menjadi langkah konkret kami untuk mengawali kolaborasi akademik yang melintasi batas negara, dimulai dengan diskusi intensif mengenai isu-isu kesehatan mental dan pendidikan,” ujar Ismail dalam keterangannya usai diskusi yang saat ini berada di Yogyakarta.

Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak menyepakati sejumlah agenda tindak lanjut yang mencakup bidang penelitian dan publikasi. Ismail menekankan pentingnya sinergi ini dengan menyebutkan bahwa kolaborasi riset mengenai kerangka pengetahuan India-Indonesia akan menjadi salah satu prioritas utama. Beliau menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menghadirkan perspektif lokal Sulawesi Tenggara dalam kancah internasional melalui kemitraan strategis ini.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa diskusi ini juga mematangkan persiapan untuk presentasi dalam konferensi internasional yang akan datang. Menurutnya, keterlibatan aktif dosen dan peneliti dalam forum bersama NGO India tersebut akan melampaui standar nasional pendidikan dalam bidang akademik serta eksposur institusi di tingkat global. Beliau berharap hasil dari diskusi awal ini dapat segera diimplementasikan dalam bentuk kegiatan nyata yang bermanfaat bagi kedua lembaga.

Selain rencana presentasi konferensi, agenda kerja sama ini mencakup program publikasi bersama, baik dalam jurnal ilmiah maupun penerbitan buku. Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa integrasi pemikiran antara akademisi Indonesia dan praktisi dari India akan memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Beliau juga menambahkan bahwa ke depannya, kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan karya-karya akademik yang bereputasi dan memberikan solusi atas tantangan sosial di kedua negara.

Pertemuan yang berlangsung secara virtual tersebut menjadi bukti pemanfaatan teknologi dalam menembus sekat geografis demi kemajuan pendidikan tinggi. Melalui tautan rekam medis pertemuan yang telah didokumentasikan, seluruh sivitas akademika dapat memantau progres kolaborasi ini. Dengan adanya kesepakatan awal ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan semakin memantapkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang progresif dalam membangun kemitraan internasional.

Anti Korupsi (ISW)

IAI Rawa Aopa Rintis Integrasi Pembelajaran Anti Korupsi, Didukung oleh Pegiat Anti Korupsi Melalui IMprove Foundation

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Setelah pelaksanaan kegiatan pengembangan kapasitas kelembagaan dan juga penguatan kapasitas dosen, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memulai langkah dalam memperkuat integritas akademik melalui rintisan integrasi pembelajaran anti korupsi. Program inovatif ini mendapat dukungan penuh dari para pegiat anti korupsi yang tergabung dalam IMprove Foundation, sebagai upaya nyata menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih dan transparan di Sulawesi Tenggara.

Diskusi antara pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan IMprove Foundation telah dilaksanakan dalam satu kesempatan FGD, dan juga satu kali dalam partisipasi IMprove Foundation pada seminar internasional. Ahad malam, dilaksanakan kembali FGD (daring) untuk mematangkan persiapan kegiatan (Andoolo, 25 Januari 2026).

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons institusi terhadap pentingnya penanaman nilai-nilai kejujuran sejak dini di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kolaborasi ini, kurikulum pembelajaran di IAI Rawa Aopa akan diperkaya dengan muatan edukasi anti korupsi yang disusun bersama para pakar dan praktisi dari IMprove Foundation.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini sebagai bagian program untuk penyiapan rencana reakreditasi. Dalam penjelasannya, Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa integrasi ini merupakan komitmen institusi untuk memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memegang teguh integritas moral yang tinggi. 

Beliau juga menambahkan bahwa kerja sama dengan IMprove Foundation akan memberikan dimensi praktis bagi mahasiswa dalam memahami risiko dan dampak destruktif korupsi bagi pembangunan bangsa. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguatan tata kelola keuangan dan kepegawaian di internal kampus juga menjadi prioritas utama seiring dengan peluncuran program pembelajaran ini.

Komitmen tersebut dipertegas oleh Ismail Suardi Wekke melalui pernyataan langsungnya di sela-sela diskusi program. “Kami ingin menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai bagian dalam melahirkan generasi yang memiliki imunitas kuat terhadap perilaku koruptif di Sulawesi Tenggara,” tegas Ismail. 

Ia juga menambahkan mengenai teknis pelaksanaan program tersebut dengan menyatakan bahwa pembelajaran ini tidak akan berdiri sebagai mata kuliah tunggal yang kaku, melainkan diintegrasikan ke dalam berbagai rumpun ilmu agar nilai-nilai kejujuran menjadi ruh dalam setiap nafas pendidikan. 

Menutup keterangannya, Ismail menekankan pentingnya sinergi eksternal dengan mengatakan bahwa kehadiran IMprove Foundation sangat vital untuk menjaga standar objektivitas dan kualitas materi anti korupsi yang disampaikan kepada para mahasiswa.

Kerja sama ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi perguruan tinggi lain di wilayah tersebut untuk mengadopsi langkah serupa. Dengan adanya dukungan dari pegiat anti korupsi, IAI Rawa Aopa optimis dapat menciptakan lingkungan kampus yang akuntabel serta menghasilkan kader bangsa yang berintegritas tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat.

dari Gontor ke Rawa Aopa (ISW)

Dari Gontor ke Rawa Aopa: Mengadaptasi Arsitektur Kelembagaan Gontor untuk Akselerasi Menara Pendidikan Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Ini merupakan catatan, dalam kaitan untuk eksplorasi kerjasama antara Universitas Darussalam Gontor dan Gontor Kampus 6 (Pudahoa, Konawe Selatan) dengan Institut Agama Islam Rawa Konawe Selatan.

Dalam peta pendidikan Islam di Indonesia, Pondok Modern Darussalam Gontor beserta Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor telah bertransformasi menjadi “Menara Pendidikan”. Keberhasilannya dalam menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan modernitas menjadi role model bagi institusi baru. 

Bagi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyerap energi dan metodologi dari Gontor bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan langkah strategis untuk melakukan lompatan kualitas (quantum leap) dalam penguatan kapasitas internal. Berikut adalah pilar-pilar penguatan yang dapat diadaptasi melalui kolaborasi strategis tersebut:

Pertama: Standarisasi Manajemen Tata Kelola (Total Quality Management)

Gontor memiliki sistem tata kelola yang mandiri, disiplin, dan berkelanjutan. IAI Rawa Aopa dapat belajar mengenai sistem administrasi dan manajemen organisasi yang berbasis pada nilai keikhlasan namun dijalankan dengan profesionalisme tinggi. Pendampingan dari UNIDA Gontor dalam hal penjaminan mutu internal akan membantu IAI Rawa Aopa membangun sistem kelembagaan yang kokoh, transparan, dan akuntabel sejak dini.

Kedua: Pengembangan Kapasitas SDM melalui “Kaderisasi” Akademik

Salah satu kekuatan utama Gontor adalah sistem kaderisasinya yang tak pernah putus. Melalui kolaborasi ini, dosen dan staf IAI Rawa Aopa dapat mengikuti program short course atau magang manajerial di UNIDA Gontor. Tujuannya adalah untuk mentransfer etos kerja, kedisiplinan, dan pola pikir pengabdian yang menjadi ciri khas tenaga pendidik di Gontor, sehingga tercipta SDM yang memiliki loyalitas tinggi terhadap visi institusi.

Ketiga: Internalisasi “Panca Jiwa” dalam Budaya Kampus

Pendidikan Islam bukan hanya soal transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. IAI Rawa Aopa dapat mengadopsi nilai-nilai “Panca Jiwa” (Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan Kebebasan) ke dalam budaya kampus. Dengan belajar dari Gontor, IAI Rawa Aopa dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga membentuk integritas moral mahasiswa di Konawe Selatan.

Keempat: Pendampingan Akreditasi dan Publikasi Ilmiah

Sebagai institusi yang telah mapan, UNIDA Gontor memiliki pengalaman luas dalam menavigasi regulasi pendidikan tinggi dan standar akreditasi nasional maupun internasional. Gontor dapat memberikan asistensi teknis bagi IAI Rawa Aopa dalam memetakan borang akreditasi, pengelolaan jurnal ilmiah, hingga strategi peningkatan jabatan fungsional dosen, sehingga proses penguatan status kelembagaan dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Kelima: Pemanfaatan Jaringan Global Gontor untuk Aksesibilitas

Gontor memiliki jejaring alumni dan kemitraan internasional yang sangat luas di Timur Tengah maupun Barat. Dengan bernaung di bawah bimbingan “Menara” ini, IAI Rawa Aopa mendapatkan akses untuk terhubung dengan mitra-mitra internasional tersebut. Hal ini membuka peluang bagi IAI Rawa Aopa untuk terlibat dalam forum-forum ilmiah dunia, program beasiswa, dan kolaborasi global yang sebelumnya sulit dijangkau secara mandiri.

Penutup

Belajar dari Gontor berarti belajar tentang ketahanan dan visi jangka panjang. Dengan memposisikan Gontor sebagai mentor kelembagaan, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak perlu memulai semuanya dari nol. 

Melalui bimbingan dari UNIDA Gontor dan dukungan kewilayahan dari Gontor Kampus 6, IAI Rawa Aopa siap bertransformasi menjadi pusat keunggulan pendidikan Islam di Sulawesi Tenggara yang berakar kuat pada tradisi dan menjulang tinggi dalam prestasi.

 

Kick Off Meeting (ISW)

Kick Off Meeting dan FGD untuk Pelaksanaan International Conference of NITRO, bersama IBK NITRO yang Direncanakan April

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO Makassar bersama mitra, diantaranya Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memulai rangkaian persiapan konferensi internasional melalui agenda Kick Off Meeting dan Focus Group Discussion (FGD). Pertemuan yang berlangsung daring ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan institut, para dekan, serta panitia pelaksana guna mematangkan teknis pelaksanaan International Conference of NITRO yang dijadwalkan akan berlangsung pada April mendatang (Senin, 26 Januari 2026).

Dalam kesempatan tersebut, selaku moderator Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, yang juga didapuk sebagai Co-Chair International Conference (ICON) 2026. Kehadirannya mempertegas rintisan sinergi antarperguruan tinggi dalam skala global. “Ini kesempatan bagi IAI Rawa Aopa dalam kaitan mempersiapan prodi Ekonomi Syariah yang dalam proses menunggu SK dari Kementerian Agama RI,” papar Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Ismail Suardi Wekke memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah besar bagi kedua institusi. “Kami menyampaikan apresiasi dan sangat menghargai kesediaan IBK NITRO untuk menjadikan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra utama dalam penyelenggaraan konferensi internasional ini,” ujar Ismail Suardi Wekke usai diskusi. 

Menurutnya, kolaborasi lintas institusi seperti ini akan memperkuat posisi akademik kedua kampus di tingkat internasional. Selain itu, Ismail menekankan pentingnya persiapan yang matang agar luaran dari konferensi ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan. 

Ia menegaskan bahwa forum internasional ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan jembatan untuk inovasi yang berkelanjutan. “Melalui Kick Off Meeting ini, kita sedang meletakkan fondasi kuat untuk sebuah forum yang akan mempertemukan berbagai pemikiran brilian dari berbagai negara pada April nanti,” tambahnya dengan optimis.

Ismail juga menyoroti relevansi tema yang diangkat oleh NITRO dengan kebutuhan industri dan akademik saat ini. Ia menilai bahwa sinergi ini akan membuka peluang riset yang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa. “Sinergi ini harus menjadi energi baru bagi kita untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan memperluas jaringan riset di kancah global,” tegas Ismail yang dua pekan lalu mendapatkan pelantikan sebagai Research Fellow INTI International University (Malaysia).

Lebih lanjut, dalam pemaparannya, Ismail menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi komitmen IAI Rawa Aopa untuk terus aktif dalam kegiatan akademik internasional meskipun berada di wilayah kabupaten. Ia menjelaskan pula bahwa keterlibatan pihaknya sebagai mitra strategis akan membawa perspektif baru dalam pengelolaan konferensi tersebut. 

Terakhir, ia menuturkan bahwa agenda FGD ini sangat krusial untuk memetakan tantangan teknis serta memastikan seluruh pimpinan dan panitia memiliki visi yang selaras menuju pelaksanaan di bulan April. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan komitmen bersama antara pihak IBK NITRO dan panitia pelaksana untuk segera menindaklanjuti poin-poin teknis hasil FGD.