MELUHU — Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan meluncurkan program pemanfaatan lahan kosong berbasis komoditas jagung hibrida. Langkah ini diambil sebagai upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan lokal.
Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengolahan lahan tidur milik desa menjadi kawasan pertanian produktif. Kerja bakti gotong royong melibat para mahasiswa KKA, pemerintah desa setempat, serta puluhan warga.
Tahapan Pelaksanaan dan Budidaya
-
Pembersihan & Pengolahan Tanah: Menyiapkan lahan semak belukar yang lama tak terpakai menggunakan teknik pembajakan dan pemberian pupuk organik dasar.
-
Penanaman Bibit Unggul: Menggunakan varietas bibit jagung unggul yang tahan terhadap perubahan cuaca lokal agar memaksimalkan potensi hasil panen.
-
Sistem Perawatan Terpadu: Pembentukan tim pemeliharaan harian yang menggabungkan mahasiswa dan kelompok tani setempat untuk penyiraman, pemupukan berkala, serta pengendalian hama.
Ketua Kelompok KKA IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya sebatas pemenuhan kewajiban akademis pengabdian masyarakat. Lebih dari itu, program ini dirancang agar keberlanjutannya dapat diteruskan secara mandiri oleh warga setelah masa KKA berakhir.
Pernyataan Mahasiswa: “Kami melihat banyak potensi lahan tidur yang belum tersentuh. Dengan menanam jagung, kami ingin memberikan stimulus modal sosial dan teknik budidaya yang lebih efisien agar dapat dipanen bersama untuk mendukung ekonomi warga,” ujar Koordinator Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa.
Dampak Sosial dan Ekonomi
-
Pemanfaatan Potensi Lokal: Mengubah area non-produktif menjadi sumber pangan baru di desa.
-
Transfer Pengetahuan: Memberikan edukasi praktis mengenai tata cara manajemen perawatan tanaman pangan yang terstruktur.
-
Pemberdayaan Ekonomi Kominiter: Hasil panen jagung nantinya dialokasikan untuk pemenuhan konsumsi konsumsi pangan keluarga serta dipasarkan melalui pasar lokal Konawe Selatan untuk menambah kas kelompok tani.
Pemerintah dan tokoh masyarakat desa memberikan apresiasi penuh atas inisiatif kolaboratif ini. Kehadiran mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa dinilai membawa dorongan positif dan semangat gotong royong baru bagi masyarakat dalam mengelola potensi pertanian daerah.
