Dokumentasi (ISW)

KKA Posko 8 Meluhu, Siapkan Dokumentasi Berbasis Digital

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Meluhu – Melalui media zoom, Posko 8 Meluhu, Kabupaten Konawe mengikuti workshop pendokumentasian laporan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Ahad, 16 Agustus 2026.

Ini dilaksanakan dalam rangka penguatan administrasi pelaksanaan kegiatan. Sebagaimana diketahui bahwa KKA, merupakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terpadu dengan pengabdian masyarakat.

Pendokumentasian ini dipandang perlu untuk pemenuhan laporan kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, anggota Posko 8 Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Tia Safitri, yang juga mahasiswi program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) menyatakan apresiasi atas inisiasi ini.

“Ini adalah bagian dalam menyelaraskan antara kegiatan dan juga pelaporan. Termasuk mahasiswa belajar bagaimana mendokumentasikan aktivitas berbasis website,” kata Tia Safitri yang mengikuti kegiatan dari Posko 8 Meluhu.

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke, yang menjadi pemandu dalam workshop tersebut mendorong adanya dokumentasi digital.

“Pendokumentasian, kita usahakan simultan. Tidak menunggu kegiatan selesai. Sehingga kita bisa mendapatkan pelaporan kegiatan KKA dan sekaligus pemenuhan akreditasi,” kata Ismail Suardi Wekke.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, hanya saja dengan kondisi signal yang tidak stabil. Dalam beberapa kali terputus. Walaupun demikian, tetap berlancar lancar dan sesuai dengan target. “Paling tidak, dengan tutorial ini, mahasiswa bisa mengenali bagaimana mengunggah berita ke website,” pungkas Ismail.

Zakat (ISW)

Kolaborasi KKN IAI Rawa Aopa dan WIZ Konawe: Mahasiswa Posko 9 Salurkan Bantuan Beras untuk Dhuafa di Desa Tudameaso

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, – Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Angkatan ke-8 Posko 9 berkolaborasi dengan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Konawe menyalurkan bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat dhuafa di Desa Tudameaso, Minggu (16/8/2026).

Program penyaluran bantuan ini dilakukan dengan turun langsung ke lapangan. Para mahasiswa menyerahkan bantuan dari rumah ke rumah keluarga prasejahtera untuk memastikan penyaluran tepat sasaran sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan warga setempat.

“Sebaik-baiknya ilmu adalah yang memberi manfaat bagi sesama,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN Posko 9. “Melalui aksi berbagi ini, kami belajar bahwa kebahagiaan terbesar bukan saat kita menerima, melainkan saat kita mampu mengulurkan tangan dan mengukir senyum di wajah saudara-saudara kita. Semoga langkah kecil ini membawa keberkahan.”

Bantuan sembako yang berfokus pada kebutuhan pokok ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan yang ada. Kehadiran mahasiswa KKN di desa tersebut pun mendapat apresiasi yang tinggi dari warga penerima manfaat.

Salah seorang warga Desa Tudameaso yang menerima bantuan menyampaikan rasa syukurnya. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa KKN. Bantuan sembako ini sangat berarti dan langsung menyentuh kebutuhan kami yang kurang mampu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mendoakan para mahasiswa, “Terima kasih atas kepedulian, kerja keras, dan dedikasi kalian selama mengabdi di desa kami. Semoga segala kebaikan ini menjadi amal jariyah dan sukses selalu untuk studi kalian.”

Kegiatan sosial ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademis dan lembaga filantropi dalam upaya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran empati dan kepekaan sosial bagi para mahasiswa.

Dirgahayu (ISW)

Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia 2026, Sekali Merdeka Tetap Merdeka

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum untuk mengontekstualisasikan kembali semboyan historis “Sekali Merdeka Tetap Merdeka”. Di tengah dinamika globalisasi dan transformasi digital, esensi kemerdekaan menuntut interpretasi baru: dari perjuangan fisik merebut kedaulatan menuju ketahanan epistemik dan sosial.

Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni kalender, melainkan proses evaluasi atas kapasitas bangsa dalam merawat nalar kritis dan kemandirian intelektual.

Dalam perspektif sosiologi pendidikan, kedaulatan sebuah bangsa berakar pada kekuatan institusi lokal dalam memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan. Kemerdekaan sejati di era modern diukur dari seberapa inklusif akses pendidikan menjangkau wilayah rural dan kawasan penyangga.

“Kemerdekaan hari ini adalah bagaimana kita membebaskan generasi muda dari keterbelakangan literasi dan ketergantungan teknologi tanpa batas. Wilayah seperti Konawe Selatan memiliki potensi lokal melimpah yang harus dikelola dengan pendekatan saintifik dan etika keagamaan yang kokoh,” ujar Ismail Suardi Wekke.
Poin-poin strategis yang menjadi sorotan dalam penguatan kemerdekaan berbasis akademik meliputi:
  • Desentralisasi Keilmuan: Mendorong kampus-kampus di daerah untuk menjadi pusat kajian berbasis kearifan lokal (local wisdom) yang berdaya saing nasional.
  • Integrasi Nilai Agama dan Sains: Membangun paradigma keilmuan yang adaptif terhadap sains modern tanpa mereduksi nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
  • Kemandirian Berpikir Generasi Muda: Membekali mahasiswa dengan kecakapan berpikir analitis (critical thinking) guna menyaring disinformasi di era digital.

Slogan “Sekali Merdeka Tetap Merdeka” diposisikan sebagai imperatif moral yang menuntut kontribusi nyata di sektor pendidikan tinggi. Melalui penguatan riset aplikatif, pengabdian masyarakat, dan penguatan karakter, perguruan tinggi di daerah memegang peranan krusial sebagai pilar kedaulatan bangsa.

Peringatan Dirgahayu Kemerdekaan RI 2026 ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pusat-pusat metropolitan, tetapi juga oleh denyut inovasi dan dedikasi akademis yang tumbuh dari kawasan seperti Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

KKA Posko 2, Melakukan Kegiatan TPQ di Posko KKA

KKA Posko 2, Melakukan Kegiatan TPQ di Posko KKA

kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id potoro – Hari ke delapan Sabtu, 15 Agustus 2026 melaksanakan kegiatan TPQ.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam Rawa Aopa Tahun Akademik 2026 di wilayah Kabupaten Konawe Selatan dan Konawe Utara, mahasiswa turut berpartisipasi dalam kegiatan pendampingan mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) setempat. Kegiatan ini dilaksanakan di sebuah bangunan semi-terbuka yang digunakan sebagai tempat belajar mengaji bagi anak-anak di lingkungan sekitar lokasi KKA.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKA mendampingi santri-santri TPQ secara individual dengan metode sorogan, yaitu menyimak bacaan Al-Qur’an dan Iqra’ anak satu per satu sambil memberikan koreksi bacaan secara langsung. Para santri yang mengenakan pakaian muslim dan peci tampak duduk melingkar di atas karpet sambil membawa mushaf, Iqra’, dan buku latihan menulis huruf Arab.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKA dalam bidang keagamaan, sekaligus upaya memperkuat kemampuan baca tulis Al-Qur’an anak-anak di lingkungan lokasi pengabdian. Melalui pendekatan personal dan penuh kesabaran, mahasiswa berharap dapat membantu meningkatkan semangat belajar mengaji para santri serta mempererat hubungan silaturahmi antara mahasiswa KKA dengan masyarakat setempat.

Posko 3 KKA, Kegiatan Dasawisma Kelurahan Potoro Kec. Andoolo Konawe Selatan

Posko 3 KKA, Kegiatan Dasawisma Kelurahan Potoro Kec. Andoolo Konawe Selatan

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro – Hari ke delapan pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Posko 3 melaksanakan Kegiatan Dasawisma Kelurahan Potoro Kec. Andoolo Konawe Selatan (Sabtu, 15 Agustus 2026). Di sini Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa sedang melakukan kegiatan Dasawisma dengan cara mengolah dan membersihkan lahan yang ada di sekitar lingkungan warga. Mahasiswa turun langsung untuk mengerjakan lahan tersebut, bukan hanya melihat atau mengarahkan saja. Ada yang mencangkul, membersihkan tanah, dan mengerjakan bagian masing-masing.

Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa bersama masyarakat supaya lahan yang ada bisa lebih terawat dan nantinya bisa dimanfaatkan dengan baik bukan hanya itu saja, kegiatan ini juga menjadi cara untuk membangun kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat.

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sukses melaksanakan program kolaborasi bersama kelompok Dasawisma setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan keluarga di tingkat Rukun Tetangga (RT). Dasawisma sebagai unit terkecil dari gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memiliki peran strategis. Potensi besar inilah yang mendasari mahasiswa KKA untuk menghadirkan inovasi program yang menyasar langsung kelompok ibu rumah tangga. Edukasi dan Aksi Nyata di Lapangan dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKA tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengajak warga melakukan aksi nyata. Beberapa fokus utama kegiatan meliputi, pemanfaatan pekarangan, mengajak warga menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan sayuran organik. Sambutan Positif dari Warga Ketua Dasawisma setempat menyatakan bahwa kehadiran Mahasiswa KKA memberikan semangat baru bagi para Ibu. Warga menjadi lebih produktif dalam mengelola pekarangan rumah mereka, Mahasiswa KKA berharap roda aktivitas Dasawisma dapat terus berputar secara mandiri. Kedekatan yang terjalin selama KKA diharapkan meninggalkan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat desa.

Alih Status (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Transformasi ke Universitas Islam Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapannya untuk bertransformasi menjadi Universitas Islam Rawa Aopa Konawe Selatan. Komitmen alih status kelembagaan ini menjadi agenda dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang berlangsung di Kampus Andoolo, Jumat (14/8/2026).

Rapat kerja intensif yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WITA tersebut menindaklanjuti arahan langsung dari jajaran Dewan Pembina dan Ketua Yayasan perihal peningkatan mutu perguruan tinggi dengan salah satunya kegiatan alih status dari institut ke universitas.

Merespons agenda rapat tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, langsung merespon dengan akselerasi langkah teknis melalui pembentukan tim kerja. Tim ini akan bertugas menyusun dokumen kelayakan akademik, penguatan tata kelola, hingga pemenuhan regulasi alih bentuk sesuai standar kementerian terkait.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan hal yang sama terkait dengan penetapan langkah strategis tersebut saat memberikan keterangan di Kampus 3 IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Kota Kendari, Sabtu (15/8/2026).

“Transformasi menjadi Universitas Islam Rawa Aopa merupakan respons nyata institusi terhadap kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, tidak lagi di Indonesia Timur saja. Arahan dari Dewan Pembina dan Ketua Yayasan langsung disambut dengan langkah konkret melalui penetapan panitia kerja oleh Bapak Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan,” terang Ismail.

Ismail menambahkan, transformasi ini akan mencakup akselerasi sumber daya manusia untuk menjamin kesiapan sarana-prasarana serta kapasitas dosen dalam mendukung pembukaan program-program studi baru lintas disiplin di masa mendatang.

Posko 3 KKA, Kegiatan Bakti Sosial Kampus II IAI RAWA AOPA Konawe Selatan

Posko 3 KKA, Kegiatan Bakti Sosial Kampus II IAI RAWA AOPA Konawe Selatan

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro – Hari ke tujuh pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Posko 3 melaksanakan Kegiatan Bakti Sosial di Kampus II IAI RAWA AOPA Konawe Selatan (Jumat, 14 Agustus 2026). Dalam kegiatan ini Mahasiswa KKA sedang melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan kampus. Kegiatan ini dilakukan supaya lingkungan kampus menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman untuk digunakan. Jadi, mahasiswa tidak hanya datang ke kampus untuk melakukan kegiatan KKA, tetapi juga ikut menjaga tempat yang menjadi bagian dari aktivitas kami selama berada di sini. Kadang kita berpikir, “Ah, cuma satu sampah saja,” atau “Nanti juga ada yang membersihkan.” Tapi kalau semua orang berpikir seperti itu, lingkungan tidak akan pernah benar-benar bersih. Dari kegiatan ini Mahasiswa belajar bahwa menjaga kebersihan itu tidak harus menunggu orang lain. Kalau melihat sesuatu yang perlu dibersihkan dan kita bisa membantu, kenapa tidak kita lakukan?

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Amaliah (KKA) mengerjakannya secara bersama-sama. Ada yang mengambil sampah, ada yang menyapu, ada yang mengumpulkan sampah ke dalam karung, dan ada juga yang membantu melihat bagian mana yang masih perlu dibersihkan.

Melalui kegiatan Jumat bersih ini, Mahasiswa belajar bahwa pekerjaan yang berat bisa terasa ringan kalau dilakukan bersama-sama. Tidak peduli siapa yang memegang sapu, siapa yang membawa karung, atau siapa yang membersihkan bagian tertentu, semuanya punya tujuan yang sama. Dari kerja bakti ini Mahasiswa juga belajar satu hal sederhana, yaitu jangan hanya ingin menikmati tempat yang bersih, tetapi ikutlah menjadi orang yang membuat tempat itu tetap bersih. Karena pada akhirnya, lingkungan yang nyaman bukan hanya tanggung jawab satu atau dua orang. Kalau semua orang mau peduli dari hal kecil, lingkungan yang baik bisa tercipta dengan sendirinya.

Dan mungkin, setelah kegiatan KKA ini selesai, yang tersisa bukan hanya sekedar Dokumentasi, tetapi juga kenangan bahwa pernah ada waktu ketika Mahasiswa bekerja bersama, saling membantu, dan melakukan sesuatu yang sederhana tetapi bermanfaat untuk Kampus II Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

posko 2 KKA, kegiatan jumat bersih di Kampus 2 IAI RAWA AOPA

Posko 2 KKA, Kegiatan Jumat bersih Di Kampus 2 IAI RAWA AOPA Konawe Selatan

Kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id potoro – Hari ke tujuh Kamis, 14 Agustus 2026 melaksanakan
Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dengan mengumpulkan sampah dan membersihkan area sekitar kampus agar tetap bersih dan nyaman.
Kegiatan dilaksanakan di area kampus,  khususnya di sekitar gazebo dan kawasan terbuka yang menjadi tempat berkumpul mahasiswa. Kegiatan dilakukan oleh mahasiswa KKA.
Kegiatan dilaksanakan pada pagi atau siang hari dengan kondisi cuaca yang cerah.
Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, serta menciptakan suasana kampus yang nyaman bagi pengunjung.
Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dan bergotong royong, dengan membagi tugas seperti mengumpulkan sampah, membersihkan area sekitar, serta menggunakan karung dan alat kebersihan untuk mengangkut sampah yang telah dikumpulkan.

Jum'at Bersih

Mahasiswa KKA IAIRA Konsel, Gelar Kegiatan Jum’at Bersih Di Kampus 2

Kkabuletinrawaaopakonsel.ac.id, Andoolo-Mahasiswa KKA Institut Agama Islam Rawa Aopa Gelar Kegiatan Jum’at Bersih di Kampus 2

Konawe Selatan, 14 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan melaksanakan kegiatan Jum’at Bersih di lingkungan Kampus 2 Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan kampus. Para mahasiswa bersama-sama membersihkan area sekitar kampus, mulai dari mengumpulkan sampah, membersihkan halaman, hingga merapikan lingkungan yang terlihat kurang tertata.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Para mahasiswa saling bekerja sama dalam membersihkan lingkungan serta menunjukkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan Jum’at Bersih ini, mahasiswa KKA berharap dapat menumbuhkan kesadaran seluruh warga kampus untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan kekompakan antar-mahasiswa.

“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab satu orang, tetapi tanggung jawab kita bersama.”
Kegiatan Jum’at Bersih diharapkan dapat menjadi kegiatan positif yang terus dilakukan secara rutin demi terciptanya lingkungan Kampus 2 Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan yang bersih, sehat, nyaman, dan asri.

Persawahan (posko1)

Kegiatan Kunjungan Mahasiswa KKA IAIRA Kel.Potoro Ke Kawasan Wisata Persawahan

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo-Kegiatan kunjungan Mahasiswa KKA IAIRA Kelurahan Potoro ke kawasan wisata persawahan merupakan bagian dari rangkaian persiapan program kerja (Proker) yang akan dilaksanakan selama kegiatan KKA.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka survei dan pengecekan lokasi secara langsung, untuk melihat kondisi, potensi, fasilitas, serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program kerja. Dengan melakukan survei terlebih dahulu, diharapkan setiap program yang direncanakan dapat disusun dengan lebih matang, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kelurahan Potoro.

Selain sebagai bentuk persiapan kegiatan, survei lokasi ini juga menjadi momentum bagi mahasiswa KKA IAIRA untuk membangun koordinasi, komunikasi, kekompakan, dan kebersamaan antaranggota. Sebab, keberhasilan sebuah program kerja tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh kerja sama dan kepedulian seluruh pihak yang terlibat.

Melalui langkah kecil ini, mahasiswa KKA IAIRA berkomitmen untuk terus menggali potensi yang ada di Kelurahan Potoro serta menghadirkan kegiatan yang dapat memberikan nilai positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Semoga setiap proses yang dilakukan menjadi awal dari lahirnya program-program yang inovatif, bermanfaat, dan mampu meninggalkan kesan serta dampak positif bagi masyarakat Kelurahan Potoro.

“Melangkah bersama, berkarya nyata, menggali potensi, dan memberikan manfaat untuk masyarakat.”