Posko 3 KKA, Kegiatan Bakti Sosial Kampus II IAI RAWA AOPA Konawe Selatan

Posko 3 KKA, Kegiatan Bakti Sosial Kampus II IAI RAWA AOPA Konawe Selatan

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro – Hari ke tujuh pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Posko 3 melaksanakan Kegiatan Bakti Sosial di Kampus II IAI RAWA AOPA Konawe Selatan (Jumat, 14 Agustus 2026). Dalam kegiatan ini Mahasiswa KKA sedang melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan kampus. Kegiatan ini dilakukan supaya lingkungan kampus menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman untuk digunakan. Jadi, mahasiswa tidak hanya datang ke kampus untuk melakukan kegiatan KKA, tetapi juga ikut menjaga tempat yang menjadi bagian dari aktivitas kami selama berada di sini. Kadang kita berpikir, “Ah, cuma satu sampah saja,” atau “Nanti juga ada yang membersihkan.” Tapi kalau semua orang berpikir seperti itu, lingkungan tidak akan pernah benar-benar bersih. Dari kegiatan ini Mahasiswa belajar bahwa menjaga kebersihan itu tidak harus menunggu orang lain. Kalau melihat sesuatu yang perlu dibersihkan dan kita bisa membantu, kenapa tidak kita lakukan?

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Amaliah (KKA) mengerjakannya secara bersama-sama. Ada yang mengambil sampah, ada yang menyapu, ada yang mengumpulkan sampah ke dalam karung, dan ada juga yang membantu melihat bagian mana yang masih perlu dibersihkan.

Melalui kegiatan Jumat bersih ini, Mahasiswa belajar bahwa pekerjaan yang berat bisa terasa ringan kalau dilakukan bersama-sama. Tidak peduli siapa yang memegang sapu, siapa yang membawa karung, atau siapa yang membersihkan bagian tertentu, semuanya punya tujuan yang sama. Dari kerja bakti ini Mahasiswa juga belajar satu hal sederhana, yaitu jangan hanya ingin menikmati tempat yang bersih, tetapi ikutlah menjadi orang yang membuat tempat itu tetap bersih. Karena pada akhirnya, lingkungan yang nyaman bukan hanya tanggung jawab satu atau dua orang. Kalau semua orang mau peduli dari hal kecil, lingkungan yang baik bisa tercipta dengan sendirinya.

Dan mungkin, setelah kegiatan KKA ini selesai, yang tersisa bukan hanya sekedar Dokumentasi, tetapi juga kenangan bahwa pernah ada waktu ketika Mahasiswa bekerja bersama, saling membantu, dan melakukan sesuatu yang sederhana tetapi bermanfaat untuk Kampus II Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

posko 2 KKA, kegiatan jumat bersih di Kampus 2 IAI RAWA AOPA

Posko 2 KKA, Kegiatan Jumat bersih Di Kampus 2 IAI RAWA AOPA Konawe Selatan

Kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id potoro – Hari ke tujuh Kamis, 14 Agustus 2026 melaksanakan
Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dengan mengumpulkan sampah dan membersihkan area sekitar kampus agar tetap bersih dan nyaman.
Kegiatan dilaksanakan di area kampus,  khususnya di sekitar gazebo dan kawasan terbuka yang menjadi tempat berkumpul mahasiswa. Kegiatan dilakukan oleh mahasiswa KKA.
Kegiatan dilaksanakan pada pagi atau siang hari dengan kondisi cuaca yang cerah.
Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, serta menciptakan suasana kampus yang nyaman bagi pengunjung.
Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dan bergotong royong, dengan membagi tugas seperti mengumpulkan sampah, membersihkan area sekitar, serta menggunakan karung dan alat kebersihan untuk mengangkut sampah yang telah dikumpulkan.

Jum'at Bersih

Mahasiswa KKA IAIRA Konsel, Gelar Kegiatan Jum’at Bersih Di Kampus 2

Kkabuletinrawaaopakonsel.ac.id, Andoolo-Mahasiswa KKA Institut Agama Islam Rawa Aopa Gelar Kegiatan Jum’at Bersih di Kampus 2

Konawe Selatan, 14 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan melaksanakan kegiatan Jum’at Bersih di lingkungan Kampus 2 Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan kampus. Para mahasiswa bersama-sama membersihkan area sekitar kampus, mulai dari mengumpulkan sampah, membersihkan halaman, hingga merapikan lingkungan yang terlihat kurang tertata.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Para mahasiswa saling bekerja sama dalam membersihkan lingkungan serta menunjukkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan Jum’at Bersih ini, mahasiswa KKA berharap dapat menumbuhkan kesadaran seluruh warga kampus untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan kekompakan antar-mahasiswa.

“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab satu orang, tetapi tanggung jawab kita bersama.”
Kegiatan Jum’at Bersih diharapkan dapat menjadi kegiatan positif yang terus dilakukan secara rutin demi terciptanya lingkungan Kampus 2 Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan yang bersih, sehat, nyaman, dan asri.

Persawahan (posko1)

Kegiatan Kunjungan Mahasiswa KKA IAIRA Kel.Potoro Ke Kawasan Wisata Persawahan

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo-Kegiatan kunjungan Mahasiswa KKA IAIRA Kelurahan Potoro ke kawasan wisata persawahan merupakan bagian dari rangkaian persiapan program kerja (Proker) yang akan dilaksanakan selama kegiatan KKA.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka survei dan pengecekan lokasi secara langsung, untuk melihat kondisi, potensi, fasilitas, serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program kerja. Dengan melakukan survei terlebih dahulu, diharapkan setiap program yang direncanakan dapat disusun dengan lebih matang, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kelurahan Potoro.

Selain sebagai bentuk persiapan kegiatan, survei lokasi ini juga menjadi momentum bagi mahasiswa KKA IAIRA untuk membangun koordinasi, komunikasi, kekompakan, dan kebersamaan antaranggota. Sebab, keberhasilan sebuah program kerja tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh kerja sama dan kepedulian seluruh pihak yang terlibat.

Melalui langkah kecil ini, mahasiswa KKA IAIRA berkomitmen untuk terus menggali potensi yang ada di Kelurahan Potoro serta menghadirkan kegiatan yang dapat memberikan nilai positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Semoga setiap proses yang dilakukan menjadi awal dari lahirnya program-program yang inovatif, bermanfaat, dan mampu meninggalkan kesan serta dampak positif bagi masyarakat Kelurahan Potoro.

“Melangkah bersama, berkarya nyata, menggali potensi, dan memberikan manfaat untuk masyarakat.”

Posko 2 KKA, kunjungan lokasi di area WSP (Wisata Sawah Potoro)

Posko 2 KKA, kunjungan lokasi di area WSP (Wisata Sawah Potoro)

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id potoro – hari ke Enam Rabu, 13 Agustus 2026  melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), posko 2 melakukan kunjungan  ke kawasan wisata persawahan Potoro. Para mahasiwa sedang berkumpul dan mendapatkan pengarahan atau penjelasan sebelum melanjutkan kegiatan di lingkungan persawahan. Kegiatan ini diikuti oleh sekelompok peserta KKA, yang didampingi oleh ketua LPM. Kegiatan berlangsung pada sore hari, tepatnya di jam 16.00. Kunjungan dilakukan untuk mengenal dan menikmati potensi wisata persawahan Potoro, sekaligus memberikan pengalaman kepada peserta mengenai lingkungan pedesaan, pemandangan persawahan, serta kehidupan masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Kegiatan berlangsung di kawasan wisata persawahan Potoro, tepatnya di kel. Potoro, kec.Andoolo, kab. Konawe Selatan.

Kegiatan dilakukan secara berkelompok. Peserta berkumpul di sekitar kendaraan, kemudian menerima pengarahan dari koordinator atau ketua LPM . Setelah mendapatkan arahan, peserta dapat melanjutkan kegiatan dengan mengamati lingkungan persawahan, menikmati pemandangan, serta mengenal potensi wisata yang ada di kawasan tersebut. Kegiatan di wisata persawahan Potoro merupakan aktivitas kunjungan kelompok yang bertujuan mengenalkan potensi lingkungan persawahan dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan tetap memperhatikan arahan dan pendampingan selama berada di lokasi.

Kunjungan Wisata Sawah Potoro (WSP)

Posko 3 KKA, Kunjungan ke WSP (Wisata Sawah Potoro)

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro – Hari keenam pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Posko 3 melaksanakan Kunjungan ke WSP (Wisata Sawah Potoro) (Kamis, 13 Agustus  2026). Kunjungan Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) ke Wisata Persawahan Potoro. Kunjungan ini menjadi salah satu momen bagi mahasiswa untuk menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang pemberdayaan Wisata Sawah Potoro.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Amaliah (KKA) berkumpul bersama sehingga suasananya terasa lebih ramai dan menyenangkan. Wisata Sawah Potoro adalah bukti nyata bagaimana sebuah intervensi infrastruktur sederhana mampu mengubah wajah sosial dan ekonomi suatu wilayah secara total.Bermula dari Aspal Pembawa Berkah Sebelum viral seperti sekarang, kawasan WSP hanyalah hamparan sawah irigasi biasa di Desa Potoro. Tempat ini murni berfungsi sebagai urat nadi pertanian bagi masyarakat suku Tolaki dan transmigran lokal. Saban hari, pemandangan di sini didominasi oleh para petani yang merawat tanaman padi mereka. Perubahan besar dimulai ketika pemerintah daerah melakukan pengaspalan jalan setapak yang membelah persawahan tersebut.

Tujuan awalnya sangat praktis, yaitu mempermudah jalur traktor dan mempercepat mobilisasi hasil panen. Namun, aspal hitam lurus yang kontras dengan karpet hijau persawahan justru melahirkan estetika visual yang luar biasa indah.Magnet “Senja Andoolo” yang ViralKombinasi jalanan mulus, angin sepoi-sepoi, siluet perbukitan Konawe Selatan, dan pemandangan matahari terbenam (sunset) yang dramatis langsung memikat mata generasi muda. Melalui kekuatan media sosial seperti Instagram dan TikTok, foto-foto keindahan tempat ini menyebar cepat. Secara organik, masyarakat mulai menjuluki kawasan ini sebagai WSP atau Wisata Sawah Potoro.Kini, setiap pukul 16.00 hingga menjelang magrib, WSP berubah menjadi ruang publik yang sangat hidup. Tempat ini menjadi wadah interaksi sosial yang inklusif. Di satu sudut, terlihat anak-anak riang bermain sepatu roda di atas aspal mulus. Di sudut lain, tampak warga paruh baya sedang melakukan olahraga jalan santai, sementara para remaja asyik berswafoto mengabadikan momen emas golden hour.Inspirasi Pemberdayaan Ekonomi Kreatif bagi kita sebagai mahasiswa KKN, fenomena WSP memberikan pelajaran berharga mengenai konsep Agrowisata berbasis komunitas. Lonjakan pengunjung lokal langsung direspons cerdas oleh warga Desa Potoro dengan membuka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sepanjang tepi jalan sawah, puluhan pedagang kaki lima kini menggantungkan rezeki sore mereka. Mulai dari penjual kopi kekinian, batagor, hingga camilan tradisional, semuanya meramaikan roda perputaran ekonomi desa. Fenomena ini bisa menjadi bahan studi kasus atau inspirasi program kerja KKN terkait digitalisasi UMKM atau penataan wisata desa yang berkelanjutan.WSP adalah pengingat bahwa potensi wisata tidak selalu harus bermodal kemewahan buatan. Keaslian alam desa yang dikelola dengan akses yang baik sudah cukup untuk menggerakkan ekonomi warga.

Desa Wisata (ISW)

Inisiasi Desa Wisata: Program Pengabdian Masyarakat Dorong Optimalisasi Potensi Sawah Andoolo

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Ruas jalan aspal yang membelah hamparan sawah di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, kini berikhtiar melangkah lebih jauh. Kawasan persawahan yang mulanya hanya menjadi jujugan warga untuk berolahraga ringan dan menikmati senja tersebut mulai dilirik untuk dikembangkan menjadi kawasan Desa Wisata berbasis agrowisata dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, fenomena tingginya kunjungan masyarakat terjadi secara konsisten pada sore hingga menjelang malam hari. Pengunjung dari berbagai usia memanfaatkan infrastruktur jalan yang mulus untuk berjalan santai, berswafoto, hingga bermain sepatu roda dengan latar lanskap persawahan yang asri. Geliat keramaian ini turut memicu kebangkitan ekonomi mikro di sepanjang bahu jalan, di mana puluhan pedagang kaki lima menjajakan aneka jajanan dan minuman ringan untuk memanfaatkan tingginya perputaran interaksi warga.

Melihat dinamika sosial dan potensi ekonomi yang tumbuh secara spontan ini, akademisi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menginisiasi langkah pendampingan terstruktur guna mentransformasi kawasan Potoro menjadi destinasi wisata pedesaan yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, inisiasi pengembangan Desa Wisata di Kelurahan Potoro memfokuskan pendampingan pada tiga pilar utama. Pertama, penataan ruang dan zonasi eco-tourism dilakukan untuk mengatur tata letak aktivitas wisata agar tidak mengganggu fungsi utama lahan pertanian produktif, sekaligus menjaga keselamatan para pejalan kaki dan pengguna jalan.

Selanjutnya, pembinaan UMKM kuliner lokal diarahkan untuk mengorganisasi para pedagang agar memiliki standar higienitas dan penataan tempat usaha yang rapi, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Terakhir, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi prioritas guna mendorong kapasitas kelembagaan masyarakat lokal dalam mengelola potensi lanskap alam secara mandiri dan profesional.

Integrasi antara ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai, keasrian alam pedesaan, serta pendampingan berbasis perguruan tinggi ini diharapkan mampu menjadikan kawasan sawah Andoolo sebagai salah satu model penataan agrowisata berbasis komunitas di Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan PPQ Harian

Posko 3 KKA, Kegiatan PPQ Harian

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro – Hari kelima pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Posko 3 melaksanakan kegiatan PPQ Harian (Rabu, 12 Agustus 2026). Dalam kegiatan ini, berkesempatan untuk mengajar dan mendampingi anak-anak dalam belajar mengaji. Kegiatan ini bukan hanya tentang membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sebuah proses untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak sejak usia dini.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Amaliah (KKA) sebagai pendamping dan pengajar, serta anak-anak yang mengikuti pembelajaran mengaji.

Kegiatan ini dilakukan karena pendidikan agama merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan anak-anak. Belajar mengaji sejak dini dapat membantu anak-anak mengenal Al-Qur’an, memahami nilai-nilai kebaikan, serta membiasakan diri untuk mencintai ajaran agama.
Bagi mahasiswa KKA, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama berada di bangku perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya datang untuk menyelesaikan program kerja, tetapi juga belajar bagaimana cara berbagi ilmu, bersabar dalam menghadapi anak-anak, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Mahasiswa mendampingi anak-anak dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Anak-anak diajarkan secara perlahan sesuai dengan kemampuan mereka. Mahasiswa membantu memperbaiki bacaan, memberikan contoh, mendengarkan ketika anak-anak membaca, dan memberikan semangat ketika mereka mengalami kesulitan.
Dalam prosesnya, pembelajaran tidak hanya dilakukan dengan suasana yang serius, tetapi juga dengan pendekatan yang menyenangkan agar anak-anak tidak merasa takut atau bosan. Dengan begitu, anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan perlahan menumbuhkan rasa senang terhadap kegiatan mengaji.

Bersih Masjid (ISW)

Semangat Gotong Royong, KKA Posko 8 Bersama Kepala KUA Bersihkan Masjid As-Sidiq di Desa Woerahi

Buletinkka.rawaaopakonsel.ac.id, – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah, mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Posko 8 menggelar aksi gotong royong melalui program Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS). Kegiatan ini dipusatkan di Masjid As-Sidiq, Desa Woerahi, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Senin (10/8/2026).

Sebagaimana diketahui, Kuliah Kerja Amaliah (KKA) IAI Rawa Aopa merupakan program pengabdian masyarakat tahunan yang dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademis dan keagamaan dengan dinamika kehidupan sosial warga. Melalui program ini, mahasiswa diterjunkan langsung ke berbagai wilayah untuk menghadirkan solusi konkret serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat.

Aksi sosial tersebut berlangsung khidmat dan lancar berkat kolaborasi yang kuat antara mahasiswa dan otoritas keagamaan setempat. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Meluhu turun langsung ke lapangan untuk mendampingi, memimpin, serta bahu-membahu bersama mahasiswa membersihkan seluruh area dalam hingga halaman masjid.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata dari civitas akademika IAI Rawa Aopa terhadap berbagai program prioritas Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban, kebersihan lingkungan, serta pemberdayaan umat berbasis rumah ibadah.

Kegiatan GEBER MAS ini juga menjadi bagian dari partisipasi aktif mahasiswa KKA dalam mengabdi kepada masyarakat. Melalui aksi nyata bersih-bersih rumah ibadah ini, diharapkan menjadi jalan dalam membina hubungan silaturahmi antara mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa, pihak KUA, serta warga Desa Woerahi.

Koordinator Desa berharap bahwa dengan kegiatan seperti ini, maka hubungan silaturahmi dapat terjalin semakin erat hingga masa pengabdian selesai.

Posko 3 (ISW)

Ikuti Monev, Posko 3 Pertahankan Komitmen Pengabdian Masyarakat

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Memasuki hari keempat pelaksanaan Kuliah Kerja Amalan (KKA), civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mengawal kualitas pengabdian mahasiswa di lapangan. Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar di Posko 3 menjadi momentum pembuktian komitmen mahasiswa dalam menjalankan program Pengabdian Masyarakat Terpadu secara berkelanjutan.

Kegiatan Monev ini dihadiri langsung oleh Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., serta Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Kehadiran unsur pimpinan yayasan dan rektorat tersebut menegaskan pentingnya integrasi antara nilai-nilai akademik dan dedikasi sosial dalam skema KKA.

Dalam peninjauan tersebut, jajaran pimpinan melihat dari dekat berbagai program kerja berbasis pemberdayaan masyarakat yang tengah dijalankan oleh mahasiswa Posko 3. Pendekatan terpadu yang diusung dalam KKA tahun ini tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan, melainkan sebagai fasilitator perubahan yang berkolaborasi aktif dengan warga setempat.

Pembina Yayasan IAI Rawa Aopa, Al Asri, menyampaikan apresiasinya atas semangat dan dedikasi mahasiswa yang tetap terjaga selama berada di lokasi pengabdian. Ia menekankan bahwa KKA merupakan representasi nyata dari hadirnya perguruan tinggi di tengah-tengah persoalan masyarakat.

Satu nada dengan hal tersebut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menggarisbawahi pentingnya menjaga konsistensi dan kualitas luaran program kerja hingga akhir masa bakti KKA. Menurutnya, pengabdian masyarakat terpadu harus mampu memberikan dampak positif yang terukur dan berkesinambungan bagi desa lokasi penempatan.

Proses Monev di Posko 3 berlangsung interaktif melalui diskusi evaluatif mengenai kendala lapangan, respons masyarakat, serta pemantauan ketercapaian target program kerja. Dengan dilaksanakannya evaluasi berkala ini, IAI Rawa Aopa memastikan seluruh rangkaian KKA berjalan sesuai standar akademik dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Konawe Selatan.