mahasiswa KKA posko 8 Woerahi Gelar Program Penanaman Pagar Hidup

kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id meluhu-posko 8 woerahi, kec.meluhu, kab.konawe, MELUHU, 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) IAI Rawa Aopa Posko 8 Desa Woerahi, Kecamatan Meluhu, sukses menggelar program pembuatan dan penanaman pagar hidup bersama warga setempat. Kegiatan gotong royong ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih asri, hijau, dan tertata rapi.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa bersama warga aktif menyiapkan media tanam dan membibitkan tanaman hias ke dalam polibag untuk dijadikan pembatas pekarangan alami. Selain mempercantik halaman rumah, program ini juga menjadi solusi penghijauan yang hemat biaya dan ramah lingkungan.

Perwakilan mahasiswa KKA Posko 8 berharap program ini dapat terus dirawat oleh masyarakat secara berkelanjutan. Warga Desa Woerahi pun menyambut antusias kegiatan ini karena memberikan dampak estetika langsung terhadap wajah pemukiman desa mereka.

Posko 2 KKA, kunjungan lokasi di area WSP (Wisata Sawah Potoro)

Posko 2 KKA, kunjungan lokasi di area WSP (Wisata Sawah Potoro)

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id potoro – hari ke Enam Rabu, 13 Agustus 2026  melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), posko 2 melakukan kunjungan  ke kawasan wisata persawahan Potoro. Para mahasiwa sedang berkumpul dan mendapatkan pengarahan atau penjelasan sebelum melanjutkan kegiatan di lingkungan persawahan. Kegiatan ini diikuti oleh sekelompok peserta KKA, yang didampingi oleh ketua LPM. Kegiatan berlangsung pada sore hari, tepatnya di jam 16.00. Kunjungan dilakukan untuk mengenal dan menikmati potensi wisata persawahan Potoro, sekaligus memberikan pengalaman kepada peserta mengenai lingkungan pedesaan, pemandangan persawahan, serta kehidupan masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Kegiatan berlangsung di kawasan wisata persawahan Potoro, tepatnya di kel. Potoro, kec.Andoolo, kab. Konawe Selatan.

Kegiatan dilakukan secara berkelompok. Peserta berkumpul di sekitar kendaraan, kemudian menerima pengarahan dari koordinator atau ketua LPM . Setelah mendapatkan arahan, peserta dapat melanjutkan kegiatan dengan mengamati lingkungan persawahan, menikmati pemandangan, serta mengenal potensi wisata yang ada di kawasan tersebut. Kegiatan di wisata persawahan Potoro merupakan aktivitas kunjungan kelompok yang bertujuan mengenalkan potensi lingkungan persawahan dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan tetap memperhatikan arahan dan pendampingan selama berada di lokasi.

Kunjungan Wisata Sawah Potoro (WSP)

Posko 3 KKA, Kunjungan ke WSP (Wisata Sawah Potoro)

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro – Hari keenam pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Posko 3 melaksanakan Kunjungan ke WSP (Wisata Sawah Potoro) (Kamis, 13 Agustus  2026). Kunjungan Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) ke Wisata Persawahan Potoro. Kunjungan ini menjadi salah satu momen bagi mahasiswa untuk menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang pemberdayaan Wisata Sawah Potoro.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Amaliah (KKA) berkumpul bersama sehingga suasananya terasa lebih ramai dan menyenangkan. Wisata Sawah Potoro adalah bukti nyata bagaimana sebuah intervensi infrastruktur sederhana mampu mengubah wajah sosial dan ekonomi suatu wilayah secara total.Bermula dari Aspal Pembawa Berkah Sebelum viral seperti sekarang, kawasan WSP hanyalah hamparan sawah irigasi biasa di Desa Potoro. Tempat ini murni berfungsi sebagai urat nadi pertanian bagi masyarakat suku Tolaki dan transmigran lokal. Saban hari, pemandangan di sini didominasi oleh para petani yang merawat tanaman padi mereka. Perubahan besar dimulai ketika pemerintah daerah melakukan pengaspalan jalan setapak yang membelah persawahan tersebut.

Tujuan awalnya sangat praktis, yaitu mempermudah jalur traktor dan mempercepat mobilisasi hasil panen. Namun, aspal hitam lurus yang kontras dengan karpet hijau persawahan justru melahirkan estetika visual yang luar biasa indah.Magnet “Senja Andoolo” yang ViralKombinasi jalanan mulus, angin sepoi-sepoi, siluet perbukitan Konawe Selatan, dan pemandangan matahari terbenam (sunset) yang dramatis langsung memikat mata generasi muda. Melalui kekuatan media sosial seperti Instagram dan TikTok, foto-foto keindahan tempat ini menyebar cepat. Secara organik, masyarakat mulai menjuluki kawasan ini sebagai WSP atau Wisata Sawah Potoro.Kini, setiap pukul 16.00 hingga menjelang magrib, WSP berubah menjadi ruang publik yang sangat hidup. Tempat ini menjadi wadah interaksi sosial yang inklusif. Di satu sudut, terlihat anak-anak riang bermain sepatu roda di atas aspal mulus. Di sudut lain, tampak warga paruh baya sedang melakukan olahraga jalan santai, sementara para remaja asyik berswafoto mengabadikan momen emas golden hour.Inspirasi Pemberdayaan Ekonomi Kreatif bagi kita sebagai mahasiswa KKN, fenomena WSP memberikan pelajaran berharga mengenai konsep Agrowisata berbasis komunitas. Lonjakan pengunjung lokal langsung direspons cerdas oleh warga Desa Potoro dengan membuka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sepanjang tepi jalan sawah, puluhan pedagang kaki lima kini menggantungkan rezeki sore mereka. Mulai dari penjual kopi kekinian, batagor, hingga camilan tradisional, semuanya meramaikan roda perputaran ekonomi desa. Fenomena ini bisa menjadi bahan studi kasus atau inspirasi program kerja KKN terkait digitalisasi UMKM atau penataan wisata desa yang berkelanjutan.WSP adalah pengingat bahwa potensi wisata tidak selalu harus bermodal kemewahan buatan. Keaslian alam desa yang dikelola dengan akses yang baik sudah cukup untuk menggerakkan ekonomi warga.

WhatsApp Image 2026-08-31 at 18.32.36

KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa Gelar Penataan dan Pembersihan Balai Desa Bekenggasu Indah

Bekenggasu Indah, 13 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 8 Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melaksanakan kegiatan penataan dan pembersihan Balai Desa Bekenggasu Indah, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung terciptanya lingkungan fasilitas desa yang bersih, rapi, dan nyaman. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama-sama melakukan pembersihan area halaman balai desa, merapikan lemari dan berbagai perlengkapan, serta menata lingkungan sekitar balai.

Penataan dan pembersihan dilakukan untuk menciptakan suasana balai desa yang lebih nyaman dan tertata, mengingat Balai Desa merupakan salah satu fasilitas penting yang digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas pemerintahan maupun kegiatan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa turut menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan dan pemeliharaan fasilitas umum di Desa Bekenggasu Indah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan KKN.

Diharapkan, kebersihan dan kerapian Balai Desa Bekenggasu Indah dapat terus dipertahankan secara bersama-sama sehingga fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa dan seluruh masyarakat.

Kegiatan penataan dan pembersihan ini menjadi salah satu langkah sederhana namun bermakna dalam membangun lingkungan desa yang nyaman, tertib, dan mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa
Posko Desa Bekenggasu Indah

 

WhatsApp Image 2026-08-28 at 23.11.09

KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa Perkenalkan Diri kepada Siswa SD dan SMP di Desa Bekenggasu Indah

Desa Bekenggasu Indah, 12 Agustus 2026 — KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa Posko Desa Bekenggasu Indah melaksanakan kegiatan silaturahmi dan perkenalan dengan siswa-siswi tingkat

Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Desa Bekenggasu Indah.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah awal mahasiswa KKN dalam membangun komunikasi dan kedekatan dengan lingkungan pendidikan di desa. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan diri kepada para siswa sekaligus menyampaikan maksud dan tujuan kehadiran mereka selama melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Bekenggasu Indah.
Perkenalan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para mahasiswa berinteraksi langsung dengan siswa-siswi, sehingga tercipta suasana yang lebih santai dan terbuka. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal terjalinnya hubungan yang baik antara mahasiswa KKN dengan para siswa dan pihak sekolah.
Kehadiran mahasiswa KKN di lingkungan sekolah juga diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Selama masa KKN, mahasiswa berkomitmen untuk turut mendukung berbagai kegiatan pendidikan yang menjadi bagian dari program kerja kelompok, khususnya kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi siswa.
KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa menyampaikan terima kasih kepada Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta seluruh siswa-siswi yang telah memberikan sambutan hangat dan menerima kehadiran mahasiswa dengan baik.
Melalui kegiatan silaturahmi dan perkenalan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan siswa-siswi selama pelaksanaan pengabdian di Desa Bekenggasu Indah. Semoga kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif serta membawa semangat baru bagi lingkungan pendidikan di desa.

KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa
Posko Desa Bekenggasu Indah

Desa Wisata (ISW)

Inisiasi Desa Wisata: Program Pengabdian Masyarakat Dorong Optimalisasi Potensi Sawah Andoolo

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Ruas jalan aspal yang membelah hamparan sawah di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, kini berikhtiar melangkah lebih jauh. Kawasan persawahan yang mulanya hanya menjadi jujugan warga untuk berolahraga ringan dan menikmati senja tersebut mulai dilirik untuk dikembangkan menjadi kawasan Desa Wisata berbasis agrowisata dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, fenomena tingginya kunjungan masyarakat terjadi secara konsisten pada sore hingga menjelang malam hari. Pengunjung dari berbagai usia memanfaatkan infrastruktur jalan yang mulus untuk berjalan santai, berswafoto, hingga bermain sepatu roda dengan latar lanskap persawahan yang asri. Geliat keramaian ini turut memicu kebangkitan ekonomi mikro di sepanjang bahu jalan, di mana puluhan pedagang kaki lima menjajakan aneka jajanan dan minuman ringan untuk memanfaatkan tingginya perputaran interaksi warga.

Melihat dinamika sosial dan potensi ekonomi yang tumbuh secara spontan ini, akademisi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menginisiasi langkah pendampingan terstruktur guna mentransformasi kawasan Potoro menjadi destinasi wisata pedesaan yang berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, inisiasi pengembangan Desa Wisata di Kelurahan Potoro memfokuskan pendampingan pada tiga pilar utama. Pertama, penataan ruang dan zonasi eco-tourism dilakukan untuk mengatur tata letak aktivitas wisata agar tidak mengganggu fungsi utama lahan pertanian produktif, sekaligus menjaga keselamatan para pejalan kaki dan pengguna jalan.

Selanjutnya, pembinaan UMKM kuliner lokal diarahkan untuk mengorganisasi para pedagang agar memiliki standar higienitas dan penataan tempat usaha yang rapi, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Terakhir, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi prioritas guna mendorong kapasitas kelembagaan masyarakat lokal dalam mengelola potensi lanskap alam secara mandiri dan profesional.

Integrasi antara ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai, keasrian alam pedesaan, serta pendampingan berbasis perguruan tinggi ini diharapkan mampu menjadikan kawasan sawah Andoolo sebagai salah satu model penataan agrowisata berbasis komunitas di Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan PPQ Harian

Posko 3 KKA, Kegiatan PPQ Harian

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro – Hari kelima pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Posko 3 melaksanakan kegiatan PPQ Harian (Rabu, 12 Agustus 2026). Dalam kegiatan ini, berkesempatan untuk mengajar dan mendampingi anak-anak dalam belajar mengaji. Kegiatan ini bukan hanya tentang membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sebuah proses untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak sejak usia dini.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Amaliah (KKA) sebagai pendamping dan pengajar, serta anak-anak yang mengikuti pembelajaran mengaji.

Kegiatan ini dilakukan karena pendidikan agama merupakan salah satu hal penting dalam kehidupan anak-anak. Belajar mengaji sejak dini dapat membantu anak-anak mengenal Al-Qur’an, memahami nilai-nilai kebaikan, serta membiasakan diri untuk mencintai ajaran agama.
Bagi mahasiswa KKA, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama berada di bangku perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya datang untuk menyelesaikan program kerja, tetapi juga belajar bagaimana cara berbagi ilmu, bersabar dalam menghadapi anak-anak, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Mahasiswa mendampingi anak-anak dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Anak-anak diajarkan secara perlahan sesuai dengan kemampuan mereka. Mahasiswa membantu memperbaiki bacaan, memberikan contoh, mendengarkan ketika anak-anak membaca, dan memberikan semangat ketika mereka mengalami kesulitan.
Dalam prosesnya, pembelajaran tidak hanya dilakukan dengan suasana yang serius, tetapi juga dengan pendekatan yang menyenangkan agar anak-anak tidak merasa takut atau bosan. Dengan begitu, anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan perlahan menumbuhkan rasa senang terhadap kegiatan mengaji.

Bersih Masjid (ISW)

Semangat Gotong Royong, KKA Posko 8 Bersama Kepala KUA Bersihkan Masjid As-Sidiq di Desa Woerahi

Buletinkka.rawaaopakonsel.ac.id, – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah, mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Posko 8 menggelar aksi gotong royong melalui program Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS). Kegiatan ini dipusatkan di Masjid As-Sidiq, Desa Woerahi, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Senin (10/8/2026).

Sebagaimana diketahui, Kuliah Kerja Amaliah (KKA) IAI Rawa Aopa merupakan program pengabdian masyarakat tahunan yang dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademis dan keagamaan dengan dinamika kehidupan sosial warga. Melalui program ini, mahasiswa diterjunkan langsung ke berbagai wilayah untuk menghadirkan solusi konkret serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat.

Aksi sosial tersebut berlangsung khidmat dan lancar berkat kolaborasi yang kuat antara mahasiswa dan otoritas keagamaan setempat. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Meluhu turun langsung ke lapangan untuk mendampingi, memimpin, serta bahu-membahu bersama mahasiswa membersihkan seluruh area dalam hingga halaman masjid.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata dari civitas akademika IAI Rawa Aopa terhadap berbagai program prioritas Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban, kebersihan lingkungan, serta pemberdayaan umat berbasis rumah ibadah.

Kegiatan GEBER MAS ini juga menjadi bagian dari partisipasi aktif mahasiswa KKA dalam mengabdi kepada masyarakat. Melalui aksi nyata bersih-bersih rumah ibadah ini, diharapkan menjadi jalan dalam membina hubungan silaturahmi antara mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa, pihak KUA, serta warga Desa Woerahi.

Koordinator Desa berharap bahwa dengan kegiatan seperti ini, maka hubungan silaturahmi dapat terjalin semakin erat hingga masa pengabdian selesai.

Posko 3 (ISW)

Ikuti Monev, Posko 3 Pertahankan Komitmen Pengabdian Masyarakat

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Memasuki hari keempat pelaksanaan Kuliah Kerja Amalan (KKA), civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mengawal kualitas pengabdian mahasiswa di lapangan. Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar di Posko 3 menjadi momentum pembuktian komitmen mahasiswa dalam menjalankan program Pengabdian Masyarakat Terpadu secara berkelanjutan.

Kegiatan Monev ini dihadiri langsung oleh Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., serta Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Kehadiran unsur pimpinan yayasan dan rektorat tersebut menegaskan pentingnya integrasi antara nilai-nilai akademik dan dedikasi sosial dalam skema KKA.

Dalam peninjauan tersebut, jajaran pimpinan melihat dari dekat berbagai program kerja berbasis pemberdayaan masyarakat yang tengah dijalankan oleh mahasiswa Posko 3. Pendekatan terpadu yang diusung dalam KKA tahun ini tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan, melainkan sebagai fasilitator perubahan yang berkolaborasi aktif dengan warga setempat.

Pembina Yayasan IAI Rawa Aopa, Al Asri, menyampaikan apresiasinya atas semangat dan dedikasi mahasiswa yang tetap terjaga selama berada di lokasi pengabdian. Ia menekankan bahwa KKA merupakan representasi nyata dari hadirnya perguruan tinggi di tengah-tengah persoalan masyarakat.

Satu nada dengan hal tersebut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menggarisbawahi pentingnya menjaga konsistensi dan kualitas luaran program kerja hingga akhir masa bakti KKA. Menurutnya, pengabdian masyarakat terpadu harus mampu memberikan dampak positif yang terukur dan berkesinambungan bagi desa lokasi penempatan.

Proses Monev di Posko 3 berlangsung interaktif melalui diskusi evaluatif mengenai kendala lapangan, respons masyarakat, serta pemantauan ketercapaian target program kerja. Dengan dilaksanakannya evaluasi berkala ini, IAI Rawa Aopa memastikan seluruh rangkaian KKA berjalan sesuai standar akademik dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Konawe Selatan.