KKA Kelompok 8 IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Resmi Disambut dan Paparkan Program Kerja di Desa Bekenggasu

Suasana penyambutan dan pembukaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Kelompok 8 IAI Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Pemerintah Desa Bekenggasu, Senin (10/8/2026).

BEKENGGASU — Peserta Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Kelompok 8 Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan (IAI Rawa Aopa Konawe Selatan) resmi disambut dan dibuka oleh Pemerintah Desa Bekenggasu, Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Bekenggasu dan menjadi awal pelaksanaan rangkaian kegiatan KKA di desa tersebut.

Kegiatan penyambutan dan pembukaan turut dihadiri oleh Kepala Desa Bekenggasu beserta perangkat desa, perwakilan Bapak Camat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat, serta warga Desa Bekenggasu.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKA Kelompok 8 memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan maksud dan tujuan kehadiran mereka di Desa Bekenggasu. Kehadiran mahasiswa merupakan bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat.

Selain agenda penyambutan dan pembukaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemaparan atau seminar program kerja KKA Kelompok 8. Dalam sesi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama berada di Desa Bekenggasu.

Pemaparan program kerja dilakukan sebagai bentuk penyampaian rencana kegiatan kepada Pemerintah Desa dan masyarakat. Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa menjelaskan arah kegiatan yang akan dilaksanakan sekaligus membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan pihak desa.

Seminar program kerja juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh masukan dari Pemerintah Desa Bekenggasu serta pihak-pihak yang hadir. Masukan dan arahan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dalam menyesuaikan pelaksanaan program dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Desa Bekenggasu.

Penyampaian program kerja dilakukan dengan mengedepankan kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menjadi pihak yang menjalankan program, tetapi juga diharapkan dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta warga.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi antara mahasiswa KKA Kelompok 8 dengan Pemerintah Desa Bekenggasu. Koordinasi yang baik menjadi salah satu hal penting agar berbagai kegiatan yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara terarah selama masa KKA berlangsung.

Kehadiran perwakilan Bapak Camat, BPD, LPM, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah desa dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan KKA Kelompok 8 di Desa Bekenggasu.

Melalui kegiatan penyambutan, pembukaan, dan seminar program kerja ini, mahasiswa KKA Kelompok 8 berharap dapat menjalankan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik serta membangun hubungan yang positif dengan masyarakat selama berada di Desa Bekenggasu.

Pelaksanaan KKA diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam berinteraksi dan mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungan Desa Bekenggasu.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, KKA Kelompok 8 IAI Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi memulai rangkaian kegiatan pengabdian di Desa Bekenggasu dengan semangat untuk belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi bersama masyarakat.

Upacara (ISW)

Perayaan Kemerdekaan Indonesia, Diperingati dengan Upacara Bersama di Meluhu

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Meluhu – Posko Kelurahan Meluhu, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, merayakan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, dengan upacara penaikan bendera, kemudian diikuti dengan upacara penurunan bendera.

Keduanya bertempat di Meluhu.

Koordinator Posko 1, Kelurahan Meluhu Darmawan menyampaikan bahwa .

“titik titik,” kata Darmawan usai kegiatan upacara.

Pelaksanaan dua upcara ini, sebagai bentuk mempertahankan kesyukuran atas nikmat kemerdekaan. Tidak saja diikuti oleh mahasiswa KKA Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, tetapi juga oleh masyarakat Meluhu.

Upacara yang berlangsung khidmat dengan inspektur upacara titik titik. Adapun pembina upacara adalah.  Dalam amanatnya pembina upacara menyampaikan bahwa titik titik.

Di tempat terpisah, Ismail Suardi Wekke yang berada di kampus 3 Kota Kendari menyatakan apresiasi atas pelaksanaan upacara yang disertai oleh mahasiswa.

“Kita mensyukuri nikmat kemerdekaan, dengan itu semua kita pertahankan kimitmen terhadap berbagai hal, diantaranya terkait dengan pendidikan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

ADKI (ISW)

Deklarasi Asosiasi Dosen Keagamaan Indonesia di Hari Kemerdekaan, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sambut dengan Apresiasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari — Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi akademisi perguruan tinggi keagamaan. Bertepatan dengan peringatan kemerdekaan 17 Agustus 2026, deklarasi pembentukan Asosiasi Dosen Keagamaan Indonesia (ADKI) digelar, menandai langkah strategis dalam penguatan kapasitas riset dan advokasi profesi dosen keagamaan secara nasional.

Langkah bersejarah tersebut disambut antusias oleh pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa menyampaikan apresiasi mendalam atas terbentuknya wadah profesi yang dinilai relevan dengan tantangan pendidikan tinggi keagamaan saat ini.

“Momen 17 Agustus membawa semangat independensi dan pembaruan. Hadirnya Asosiasi Dosen Keagamaan Indonesia di hari kemerdekaan ini menjadi energi baru bagi para dosen keagamaan di seluruh nusantara untuk semakin solid, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi peradaban bangsa,” ungkap Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Senin (17/8/2026).

Pihak pimpinan IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa pembentukan asosiasi ini memiliki beberapa fokus penting:

  • Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi: Mendorong kolaborasi riset lintas kampus, publikasi jurnal bereputasi, serta pengabdian masyarakat berbasis moderasi beragama.
  • Pengembangan Profesionalisme: Menjadi ruang peningkatan kompetensi pedagogik, digital, dan kepangkatan akademik dosen keagamaan.
  • Jejaring dan Advokasi: Menyediakan wadah aspirasi bersama bagi sivitas akademika perguruan tinggi keagamaan swasta maupun negeri di seluruh daerah.
Dengan dideklarasikannya asosiasi tersebut, IAI Rawa Aopa menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi dan berkontribusi aktif dalam berbagai program strategis yang diinisiasi Asosiasi Dosen Keagamaan Indonesia ke depan.
Rektorat (ISW)

Pimpinan Rektorat Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Berikut pimpinan rektorat, didampingi oleh kepala BAAK, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan

 

Rektor

Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A.

 

Wakil  Rektor Bidang Akademik, Pengembangan Lembaga dan Kerjasama

Asmiatin, S.Pd., M.Pd.

 

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Kepegawaian

Ismail Suardi Wekke, S.Ag., M.A., Ph.D.

 

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni

Sardin, S.Pd.I., M.Pd.

 

Biro Administrasi, Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK)

Akbar Amina, S.Pd. S.H., M.Pd.

WhatsApp Image 2026-08-28 at 23.11.11

KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa Bersama Dasawisma Gelar Gotong Royong Pembuatan Kebun Tanaman

Desa Bekenggasu Indah, Minggu, 16 Agustus 2026 — KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa Posko Desa Bekenggasu Indah bersama ibu-ibu Dasawisma melaksanakan kegiatan gotong royong dalam rangka pembuatan kebun tanaman di lingkungan desa.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN dan kelompok Dasawisma dalam memanfaatkan lahan yang tersedia agar menjadi lebih produktif. Dengan semangat kebersamaan, mahasiswa dan ibu-ibu Dasawisma bersama-sama mempersiapkan lahan, menata area kebun, serta melakukan berbagai tahapan awal dalam pembuatan kebun tanaman.

Pembuatan kebun tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pemanfaatan lahan secara optimal sekaligus menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga. Selain menghasilkan lingkungan yang lebih produktif, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia dengan kegiatan yang memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan gotong royong berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Keterlibatan ibu-ibu Dasawisma menunjukkan adanya antusiasme masyarakat dalam mendukung kegiatan yang bertujuan memberikan manfaat bagi lingkungan dan keluarga.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun silaturahmi, memperkuat kerja sama dengan masyarakat, serta turut mengambil bagian dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Bekenggasu Indah.

KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ibu-ibu Dasawisma serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kebun tanaman yang dibangun dapat terus dirawat dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan secara produktif serta menumbuhkan semangat kemandirian dan gotong royong di lingkungan Desa Bekenggasu Indah.

KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa
Posko Desa Bekenggasu Indah

Pemanfaatan Lahan Dasawisma, Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Gelar Penanaman Sayur

kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id meluhu-posko 8 woerahi, kec.meluhu, kab.konawe, Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar aksi sosial penanaman sayur bersama warga setempat di Kebun Dasawisma. Kegiatan yang berlangsung pada sore hari ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan pekarangan kosong menjadi area produktif. Langkah ini diambil guna memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKA saling bahu-membahu bersama anggota Dasawisma dan masyarakat setempat. Mereka mengolah tanah, membagikan bibit sayuran, hingga menutupi media tanam menggunakan dedaunan dan jerami guna menjaga kelembapan tanah serta mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Lewat kolaborasi ini, diharapkan kebun Dasawisma tersebut dapat terus dikelola secara berkelanjutan oleh warga untuk memenuhi kebutuhan gizi harian secara mandiri.

Dokumentasi (ISW)

KKA Posko 8 Meluhu, Siapkan Dokumentasi Berbasis Digital

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Meluhu – Melalui media zoom, Posko 8 Meluhu, Kabupaten Konawe mengikuti workshop pendokumentasian laporan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Ahad, 16 Agustus 2026.

Ini dilaksanakan dalam rangka penguatan administrasi pelaksanaan kegiatan. Sebagaimana diketahui bahwa KKA, merupakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) terpadu dengan pengabdian masyarakat.

Pendokumentasian ini dipandang perlu untuk pemenuhan laporan kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, anggota Posko 8 Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Tia Safitri, yang juga mahasiswi program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) menyatakan apresiasi atas inisiasi ini.

“Ini adalah bagian dalam menyelaraskan antara kegiatan dan juga pelaporan. Termasuk mahasiswa belajar bagaimana mendokumentasikan aktivitas berbasis website,” kata Tia Safitri yang mengikuti kegiatan dari Posko 8 Meluhu.

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke, yang menjadi pemandu dalam workshop tersebut mendorong adanya dokumentasi digital.

“Pendokumentasian, kita usahakan simultan. Tidak menunggu kegiatan selesai. Sehingga kita bisa mendapatkan pelaporan kegiatan KKA dan sekaligus pemenuhan akreditasi,” kata Ismail Suardi Wekke.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, hanya saja dengan kondisi signal yang tidak stabil. Dalam beberapa kali terputus. Walaupun demikian, tetap berlancar lancar dan sesuai dengan target. “Paling tidak, dengan tutorial ini, mahasiswa bisa mengenali bagaimana mengunggah berita ke website,” pungkas Ismail.

Zakat (ISW)

Kolaborasi KKN IAI Rawa Aopa dan WIZ Konawe: Mahasiswa Posko 9 Salurkan Bantuan Beras untuk Dhuafa di Desa Tudameaso

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, – Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Angkatan ke-8 Posko 9 berkolaborasi dengan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) Konawe menyalurkan bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat dhuafa di Desa Tudameaso, Minggu (16/8/2026).

Program penyaluran bantuan ini dilakukan dengan turun langsung ke lapangan. Para mahasiswa menyerahkan bantuan dari rumah ke rumah keluarga prasejahtera untuk memastikan penyaluran tepat sasaran sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan warga setempat.

“Sebaik-baiknya ilmu adalah yang memberi manfaat bagi sesama,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN Posko 9. “Melalui aksi berbagi ini, kami belajar bahwa kebahagiaan terbesar bukan saat kita menerima, melainkan saat kita mampu mengulurkan tangan dan mengukir senyum di wajah saudara-saudara kita. Semoga langkah kecil ini membawa keberkahan.”

Bantuan sembako yang berfokus pada kebutuhan pokok ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah berbagai tantangan yang ada. Kehadiran mahasiswa KKN di desa tersebut pun mendapat apresiasi yang tinggi dari warga penerima manfaat.

Salah seorang warga Desa Tudameaso yang menerima bantuan menyampaikan rasa syukurnya. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada adik-adik mahasiswa KKN. Bantuan sembako ini sangat berarti dan langsung menyentuh kebutuhan kami yang kurang mampu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mendoakan para mahasiswa, “Terima kasih atas kepedulian, kerja keras, dan dedikasi kalian selama mengabdi di desa kami. Semoga segala kebaikan ini menjadi amal jariyah dan sukses selalu untuk studi kalian.”

Kegiatan sosial ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademis dan lembaga filantropi dalam upaya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran empati dan kepekaan sosial bagi para mahasiswa.

Dirgahayu (ISW)

Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia 2026, Sekali Merdeka Tetap Merdeka

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum untuk mengontekstualisasikan kembali semboyan historis “Sekali Merdeka Tetap Merdeka”. Di tengah dinamika globalisasi dan transformasi digital, esensi kemerdekaan menuntut interpretasi baru: dari perjuangan fisik merebut kedaulatan menuju ketahanan epistemik dan sosial.

Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar seremoni kalender, melainkan proses evaluasi atas kapasitas bangsa dalam merawat nalar kritis dan kemandirian intelektual.

Dalam perspektif sosiologi pendidikan, kedaulatan sebuah bangsa berakar pada kekuatan institusi lokal dalam memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan. Kemerdekaan sejati di era modern diukur dari seberapa inklusif akses pendidikan menjangkau wilayah rural dan kawasan penyangga.

“Kemerdekaan hari ini adalah bagaimana kita membebaskan generasi muda dari keterbelakangan literasi dan ketergantungan teknologi tanpa batas. Wilayah seperti Konawe Selatan memiliki potensi lokal melimpah yang harus dikelola dengan pendekatan saintifik dan etika keagamaan yang kokoh,” ujar Ismail Suardi Wekke.
Poin-poin strategis yang menjadi sorotan dalam penguatan kemerdekaan berbasis akademik meliputi:
  • Desentralisasi Keilmuan: Mendorong kampus-kampus di daerah untuk menjadi pusat kajian berbasis kearifan lokal (local wisdom) yang berdaya saing nasional.
  • Integrasi Nilai Agama dan Sains: Membangun paradigma keilmuan yang adaptif terhadap sains modern tanpa mereduksi nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
  • Kemandirian Berpikir Generasi Muda: Membekali mahasiswa dengan kecakapan berpikir analitis (critical thinking) guna menyaring disinformasi di era digital.

Slogan “Sekali Merdeka Tetap Merdeka” diposisikan sebagai imperatif moral yang menuntut kontribusi nyata di sektor pendidikan tinggi. Melalui penguatan riset aplikatif, pengabdian masyarakat, dan penguatan karakter, perguruan tinggi di daerah memegang peranan krusial sebagai pilar kedaulatan bangsa.

Peringatan Dirgahayu Kemerdekaan RI 2026 ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pusat-pusat metropolitan, tetapi juga oleh denyut inovasi dan dedikasi akademis yang tumbuh dari kawasan seperti Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.