Celebes Summit (ISW)

Pengumuman Kegiatan di Oktober yang Akan Datang, Celebes Summit on Education and Culture

Rawaaopakonsel,ac.id, Jakarta – SEAAM (Southeast Asia Academic Mobility), Universitas Muhammadiyah Barru, dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan dengan dukungan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dengan syukur mengumumkan penyelenggaraan Celebes Summit on Education and Culture yang akan datang. Acara kolaboratif ini dijadwalkan berlangsung pertengahan bulan Oktober untuk merayakan kekayaan budaya dan kemajuan akademis di pulau Sulawesi.

Pertemuan hybrid ini dirancang sebagai wadah strategis untuk mempertemukan para akademisi, praktisi budaya, dan pembuat kebijakan dari berbagai daerah. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir inovasi baru yang dapat memajukan mutu pendidikan berbasis kearifan lokal di era digital.

Rangkaian kegiatan akan diisi dengan seminar internasional yang menghadirkan pembicara berkompeten di bidang edukasi global. Selain itu, para peserta juga dapat mengikuti lokakarya interaktif yang berfokus pada pelestarian tradisi dan seni khas Celebes.

Festival budaya mutakhir juga siap digelar guna menampilkan mahakarya seni, musik tradisional, dan pameran literasi bagi masyarakat umum. Kehadiran ruang ekspresi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus mengenalkan identitas kultural Sulawesi kepada generasi muda.

Pendaftaran bagi peserta dan delegasi resmi kini telah dibuka melalui situs panitia pelaksana. Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk menjadi bagian dari agen perubahan dalam masa depan pendidikan dan kebudayaan Indonesia. Untuk sementara pendaftaran dan kesediaan berkolaborasi dapat disampaikan ke STIT Al Chaeriyah Mamuju (mitra perguruan tinggi di Sulawesi Barat). 

Sultan Hasanuddin (ISW)

Perkuat Peran Regional di Sulawesi, IAI Rawa Aopa Ajukan Kemitraan Dengan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berupaya memperkokoh eksistensinya di level regional Sulawesi dengan menginisiasi kemitraan strategis bersama pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan penyelenggaraan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation (SHFRI) yang baru-baru ini digelar di lokasi yang sama, sebagai upaya mendekatkan dunia akademik dengan sektor layanan publik dan industri transportasi udara.

“Kita sementara menyiapkan sebuah kegiatan kolaboratif Celebes Summit on Education and Culture, yang diusulkan untuk dilaksanakan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” kata Ismail Suardi Wekke di Kampus Lamooso, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan usai mengikuti pertemuan koordinasi pimpinan dan yayasan.

Upaya penguatan peran regional ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa institusi pendidikan tinggi tidak hanya berfokus pada kegiatan internal kampus, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi di fasilitas publik berskala internasional. Kehadiran forum riset tersebut membuktikan bahwa sinergi antara akademisi dan pengelola infrastruktur vital mampu melahirkan gagasan-gagasan segar bagi pembangunan wilayah di Indonesia Timur.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari peta jalan besar institusi dalam memperluas kemitraan luar daerah. Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa Bandara Sultan Hasanuddin merupakan gerbang utama yang sangat strategis untuk mengimplementasikan hasil riset terapan secara nyata. Beliau juga menambahkan bahwa melalui kemitraan resmi yang diajukan ini, kedua belah pihak akan memiliki payung hukum yang kuat untuk menjalankan program-program inovasi berkelanjutan di masa depan.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menjelaskan lebih lanjut mengenai visi besar di balik kerja sama ini. “Kami melihat Bandara Internasional Sultan Hasanuddin bukan sekadar tempat pemberangkatan dan kedatangan penumpang, melainkan ruang interaksi global yang membutuhkan sentuhan riset serta inovasi agar pelayanannya semakin unggul,” ujar Ismail. 

Ia juga menyampaikan antusiasmenya terhadap respon positif dari pihak pengelola bandara. “Langkah pengajuan kemitraan ini adalah wujud nyata IAI Rawa Aopa untuk keluar dari zona nyaman dan memberikan kontribusi langsung pada peningkatan kualitas ekosistem transportasi di Sulawesi,” tegasnya. 

Terkait kesuksesan forum yang telah berjalan, Ismail menekankan pentingnya tindak lanjut yang konkret. “Keberhasilan Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation kemarin hanyalah awal, dan kami berkomitmen agar gagasan yang lahir di sana segera bertransformasi menjadi aksi kolaboratif yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Pihak universitas berharap dengan adanya penguatan peran ini, IAI Rawa Aopa dapat menjadi mitra utama bagi pengelola bandara dalam hal pengembangan sumber daya manusia maupun tata kelola berbasis pengetahuan. Ismail Suardi Wekke meyakini bahwa keterlibatan kampus dalam sektor strategis seperti penerbangan akan meningkatkan daya saing lulusan serta relevansi penelitian yang dilakukan oleh para dosen. 

Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan, mengingat posisi Bandara Sultan Hasanuddin sebagai hub utama di wilayah timur Indonesia. “Terima kasih kepada pihak otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang telah memberikan kesempatan untuk berkolaborasi dan juga mengembangkan ekosistem pendidikan melalui konektivitas bandara,” pungkas Ismail Suardi Wekke.