ICOBAR (ISW)

BINUS University Gandeng IAI Rawa Aopa, Sajikan Publikasi Bersama dan Perkuat Riset Global di ICOBAR-SMART 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – IAI Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperluas cakrawala kolaborasi akademik internasional. Pekan ini dengan turut menghadiri penyelenggaraan ICOBAR–SMART 2026 pada 5–6 Februari 2026 di Jakarta. ICOBAR 2026, Mengusung tema “Convergence 2026: Smart Governance, Intelligent Business, and Revolutionary Mobility for a Sustainable Global Ecosystem,” konferensi ini menjadi momentum spesial berkat kolaborasi erat antara BINUS University, dengan Korean Institute of Information Technology (KIIT) dari Korea Selatan. 

Sementara itu, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa, mendapatkan peluang untuk digandeng oleh BINUS University. Kehadiran IAI Rawa Aopa dalam konferensi ini menandai langkah dalam mengintegrasikan perspektif teknologi modern dengan nilai-nilai tata kelola yang inklusif. Dengan melibatkan kontribusi melalui publikasi 261 paper, konferensi ini menyoroti bagaimana teknologi digital harus mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara adil.

Tema tahun ini mencerminkan urgensi global dalam memastikan percepatan teknologi—mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga sistem mobilitas cerdas—berjalan selaras dengan tata kelola yang adaptif. Keterlibatan IAI Rawa Aopa memperkuat dimensi sosial-humaniora dalam riset-riset yang dipresentasikan, memastikan bahwa inovasi teknologi tetap berorientasi pada pemberdayaan manusia.

Vice Rector of Research and Technology Transfer BINUS University, Prof. Dr. Juneman Abraham, M.Psi., menekankan bahwa teknologi tidak boleh hanya menjadi milik elit. “Bersama mitra strategis kami, kami berkomitmen memastikan inovasi digital benar-benar menjadi milik publik dan digunakan untuk mempersempit jurang kesenjangan sosial. Kami berupaya agar teknologi masa depan tidak memperlakukan manusia sekadar sebagai data, melainkan sebagai subjek yang berdaya,” ujar Juneman.

ICOBAR–SMART 2026 menghadirkan rangkaian diskusi lintas disiplin yang mencakup: Kecerdasan Buatan (AI) & Internet of Things (IoT), Smart Mobility & Digitalisasi Rantai Pasok, Tata Kelola & Kebijakan Publik, dan Pengembangan Keterampilan Masa Depan & Keberlanjutan.

Dr. Joice Yulinda Luke, Chair Organizing Committee, menyambut hangat kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa kehadiran IAI Rawa Aopa bersama KIIT Korea Selatan memperkaya kualitas akademik dan memperluas jejaring internasional yang berlandaskan keberagaman perspektif.

Kemitraan dengan KIIT, yang menaungi 7.500 peneliti dari 200 universitas, semakin memperkokoh posisi Indonesia dalam ekosistem riset global. Prof. Insik Choi, President KIIT, menambahkan bahwa tantangan keberlanjutan menuntut kolaborasi lintas negara yang kuat. Sinergi antara BINUS, IAI Rawa Aopa, dan KIIT diharapkan menjadi jembatan bagi lahirnya solusi praktis yang relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan berkelanjutan di tingkat dunia.

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke yang turut hadir, tidak saja dalam kaitan kolaborasi riset dengan faculty member Binus University, tetapi turut berkolaborasi dalam penyiapan outlet publikasi. “Kami menawarkan kepada komite saintifik ICOBAR 2026, untuk memberikan rekomendasi kepada para pemakalah dalam menyiapkan publikasi,” pungkas Ismail Suardi Wekke di Jakarta, usai mengikuti kegiatan tersebut di Kampus BINUS @kemanggisan. 

YLD (ISW)

Bersiap Menghadiri Youth Leadership di Universiti Kebangsaan Malaysia, Pimpinan IAI Rawa Aopa Meneruskan Kerjasama dengan UKM

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring internasionalnya dengan mempererat kemitraan strategis bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Langkah ini ditandai dengan persiapan keberangkatan delegasi pimpinan institusi untuk menghadiri ajang bergengsi Youth Leadership yang akan diselenggarakan di kampus UKM, Bangi, Malaysia (11 Februari 2026). 

Kunjungan ini tidak sekadar menghadiri undangan seremonial, melainkan menjadi momentum krusial dalam menindaklanjuti serta mempererat kerja sama akademik yang telah terjalin selama ini. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari tindak lanjut terkait peta jalan institusi menuju rekognisi global. 

Ismail menjelaskan bahwa kehadiran pimpinan di Malaysia bertujuan untuk memastikan bahwa setiap butir kesepakatan yang akan ditandatangani dapat diimplementasikan dalam program konkret yang menyentuh kebutuhan mahasiswa dan dosen. Menurutnya, sinergi dengan perguruan tinggi papan atas seperti UKM akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan standar mutu di lingkungan IAI Rawa Aopa.

“Kehadiran kami di UKM adalah bukti nyata komitmen institusi dalam membekali mahasiswa dengan wawasan kepemimpinan internasional yang relevan dengan tantangan zaman,” tegas Ismail Suardi Wekke saat menerima konfirmasi bahwa akan hadir di sana, usai menerima undangan setelah menghadiri kegiatan pengukuhan Majelis Ulama Indonesia di Masjid Istiqlal (Sabtu, 7 Februari 2026). 

Beliau menambahkan bahwa penguatan kerja sama ini mencakup pertukaran riset dan pengembangan sumber daya manusia yang terintegrasi. “Kami tidak ingin kerja sama ini sebagai pemenuhan akreditasi saja. Sehingga pertemuan di Bangi nanti akan fokus pada kolaborasi penelitian lintas negara yang lebih mendalam,” lanjutnya dengan penuh optimisme.

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya platform kepemimpinan pemuda sebagai sarana bagi mahasiswa untuk membangun jejaring lintas budaya. Ismail menyebutkan bahwa forum Youth Leadership di UKM akan menjadi jembatan bagi mahasiswa IAI Rawa Aopa untuk belajar langsung dari ekosistem akademik internasional. 

Ia berpendapat bahwa keterlibatan aktif dalam agenda internasional akan membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa yang inklusif dan berdaya saing global. Ismail berharap kunjungan ini dapat mempercepat proses transformasi IAI Rawa Aopa menjadi pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara yang diakui secara internasional.

Menutup keterangannya, Ismail menggarisbawahi pentingnya kesinambungan hubungan baik dengan institusi di luar negeri. “Hubungan antara IAI Rawa Aopa dan UKM telah melewati fase perkenalan, dan saat ini adalah momentum untuk melangkah ke level berikutnya,” pungkas Ismail. Melalui kunjungan ini, IAI Rawa Aopa menargetkan adanya pembaharuan LoI yang lebih spesifik pada bidang inovasi digital dan tata kelola perguruan tinggi, guna mendukung percepatan akreditasi institusi di masa mendatang.

SEASIHE (ISW)

Dapatkan Dukungan BKSPTIS dan UniSZA, IAI Rawa Aopa Siap Gelar SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan langkah dalam kancah akademik internasional melalui persiapan penyelenggaraan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Momentum ini dipertahankan setelah perguruan tinggi tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) se-Indonesia serta Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia, yang akan memperluas jejaring riset dan kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi antara BKSPTIS dan UniSZA merupakan fondasi dalam memastikan pelaksanaan simposium mendatang. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini akan menjadi sebuah ikhtiar strategis untuk mengangkat posisi perguruan tinggi Islam lokal ke tingkat global. 

Menurutnya, dukungan dari lembaga besar seperti UniSZA memberikan kepercayaan diri lebih bagi IAI Rawa Aopa dalam mengelola perhelatan ilmiah berskala internasional. “Kita akan mengkomunikasikan ini semakin luas ke pelbagai perguruan tinggi Islam. Termasuk dalam jejaring Al Washliyah,” ungkap Ismail di Masjid Istiqlal setelah menghadiri pengukuhan Majelis Ulama Indonesia, Sabtu, 7 Februari 2026.

Sebagaimana diketahui bahwa SEASIHE 2026 akan dilaksanakan di Kendari-Andoolo, Sulawesi Tenggara, pada bulan Mei yang akan datang. Sekaligus sebuah kesempatan mendorong wujudnya kerjasama perguruan tinggi luar negeri dengan pemerintah kabupaten Konawe Selatan.

“Penyelenggaraan SEASIHE 2026 adalah manifestasi dari komitmen kami untuk menjadikan Konawe Selatan sebagai salah satu titik temu pemikiran interdisipliner Islam di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke sesaat setelah menyapa Ketua Umum PB Al Wahliyah yang dilantik menjadi pengurus MUI. 

Ismail menambahkan bahwa keterlibatan BKSPTIS akan menjadi jembatan bagi berbagai kampus swasta di Indonesia untuk turut serta dalam diskursus global. “Kami ingin memastikan bahwa setiap gagasan yang lahir dari simposium ini memiliki dampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Selain itu, Ismail juga menjelaskan bahwa persiapan aspek infrastruktur dan sumber daya manusia terus dikebut guna menyambut para delegasi dari mancanegara. Beliau menyampaikan bahwa dukungan administratif dan anggaran telah dialokasikan secara proporsional demi kelancaran acara tersebut. Pihak IAI Rawa Aopa optimis bahwa dengan dukungan teknis dari mitra luar negeri, SEASIHE 2026 akan mampu menghasilkan luaran publikasi ilmiah yang kompetitif dan diakui secara internasional.

Menutup keterangannya, Ismail menggarisbawahi pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi di masa depan. “Dukungan UniSZA dan BKSPTIS adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa dapat menjadi motor penggerak kolaborasi akademik lintas batas,” ucap Ismail secara optimis. Kehadiran simposium ini diharapkan tidak hanya memperkuat profil kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas melalui penyebaran ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman.

Pengumuman Pelaksanaan SEASIHE 2026, Menerima Kesediaan Cohost

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Dengan senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, kami umumkan bahwa persiapan konferensi Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026 telah mencapai tahapan awal dalam persiapan pelaksanaan. Melalui kolaborasi, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), dan Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) telah memulai untuk menyelenggarakan forum kolaboratif SEASIHE yang akan berlangsung pada 6–10 Mei 2026 di Kendari-Andoolo, Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Kemitraan ini menandai sinergi yang kuat antara inisiatif konservasi lingkungan, institusi akademik prestisius, dan jaringan luas perguruan tinggi Islam swasta, yang menjamin pendekatan multifaset dalam menghadapi tantangan inovasi berkelanjutan. Kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen strategis terhadap keberagaman pemikiran dan keahlian. 

UniSZA, yang dikenal dengan keunggulan akademik dan kurikulum berbasis riset, menyediakan fondasi intelektual yang diperlukan untuk diskusi tingkat tinggi. Sementara itu, BKSPTIS menghadirkan jaringan institusi swasta yang memastikan hasil konferensi ini beresonansi di seluruh demografi pendidik dan mahasiswa. Melengkapi kekuatan tersebut, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan memberikan perspektif unik yang menekankan pada titik temu kritis antara pelestarian ekologi dan kerangka pendidikan di wilayah Taman Nasional Rawa Aopa.

Di tengah transisi dunia menuju teknologi hijau dan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang etis, SEASIHE 2026 bertujuan untuk menjadi forum utama dalam menampilkan ide-ide transformatif. Para penyelenggara akan bekerja secara terpadu untuk menyusun program yang menonjolkan riset terobosan dalam bidang energi terbarukan, pengelolaan kampus berkelanjutan, serta literasi digital. Dengan menyatukan sumber daya yang ada, UniSZA, BKSPTIS, dan IAI Rawa Aopa menciptakan sebuah platform di mana kearifan lokal bertemu dengan inovasi global, sekaligus menumbuhkan dialog yang berakar pada budaya dan berpandangan maju dalam kerangka keislaman.

Persiapan saat ini telah berjalan untuk memastikan pengalaman yang lancar bagi para delegasi dari berbagai lokasi di Asia Tenggara. Kemitraan ini mewakili lebih dari sekadar pengaturan teknis; ia merupakan visi bersama bagi masa depan pendidikan tinggi di Asia Tenggara. Melalui sesi pleno gabungan, lokakarya, dan pameran, para tuan rumah bersama bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, serta memberikan wawasan nyata kepada para peserta yang dapat diimplementasikan di institusi masing-masing guna mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kami mengundang para peneliti, akademisi, dan pemimpin industri untuk mencatat tanggal agenda bergengsi ini dalam kalender kegiatan mereka. Termasuk bagi institusi yang bersedia menjadi cohost pelaksanaan simposium. Formalisasi kesepakatan tuan rumah bersama ini merupakan aksi nyata dari tekad kolektif para mitra kami untuk memimpin gerakan inovasi berkelanjutan. Kami menantikan kehadiran Anda dalam lingkungan pertukaran akademik yang ketat dan semangat kolaboratif, selagi kita bekerja bersama untuk membentuk masa depan pendidikan tinggi yang tangguh dan inovatif di kawasan kita.

SEASIHE (ISW)

Announcement of Cohost Acceptance, Rawa Aopa – UniSZA – BKSPTIS will Organize SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – With shukur and thankfully to Allah, We announce that the Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026 conference has reached a significant milestone in its organizational journey. In a landmark collaboration, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), and the Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) already started discussion to organize  a collaborative forum namely SEASIHE (6-10 May 2026; Kendari-Andoolo, Southeast Sulawesi, Indonesia). 

This partnership marks a synergy between environmental conservation initiatives, prestigious academic institutions, and a robust network of private Islamic higher education bodies, ensuring a multifaceted approach to the challenges of sustainable innovation. The collaboration reflects a strategic commitment to diversity in thought and expertise. UniSZA, renowned for its academic excellence and research-driven curriculum, provides the intellectual foundation necessary for high-level discourse. 

Furthermore, BKSPTIS brings a network of private institutions, ensuring that the conference’s outcomes resonate across a wide demographic of educators and students. Complementing these is the unique perspective of Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, emphasizing the critical intersection of ecological preservation and educational frameworks in the home of Taman Nasional Rawa Aopa.

As the world pivots toward greener technologies and ethical AI integration, SEASIHE 2026 aims to be the premier forum for showcasing transformative ideas. The cohosts will work in tandem to curate a program that highlights groundbreaking research in renewable energy, sustainable campus management, and digital literacy. By pooling their resources, UniSZA, BKSPTIS, and IAI Rawa Aopa are creating a platform where local wisdom meets global innovation, fostering a dialogue that is both culturally grounded and forward-looking in the framework of Islam.

Logistical preparations are already underway to ensure a seamless experience for delegates from across the globe. This partnership signifies more than just a logistical arrangement; it represents a shared vision for the future of higher education in Southeast Asia. Through joint plenary sessions, workshops, and exhibitions, the cohosts aim to bridge the gap between theory and practice, providing attendees with actionable insights that can be implemented within their respective institutions to drive sustainable growth.

We invite researchers, academicians, and industry leaders to mark their calendars for this prestigious event. The formalization of this cohost agreement is a testament to the collective resolve of our partners to lead the charge in sustainable innovation. We look forward to welcoming you to an environment of rigorous academic exchange and collaborative spirit, as we work together to shape a resilient and innovative future for higher education in our region.

ICOBAR (ISW)

IAI Rawa Aopa dengan dukungan BKSPTIS Bersiap Melaksanakan konferensi SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan konferensi internasional Southeast Asia Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS), menyusul koordinasi intensif yang dilakukan oleh pimpinan IAI Rawa Aopa dalam sepekan terakhir.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, bergerak cepat dengan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta pada pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, Ismail secara langsung mengantarkan surat permohonan dukungan kolaborasi kepada Ketua Umum BKSPTIS. Upaya ini merupakan bentuk komitmen IAI Rawa Aopa untuk memosisikan diri sebagai pusat diskursus pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai sosok yang juga menjabat di Bidang Kerjasama BKSPTIS, Ismail memberikan kepastian mengenai kelanjutan rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa permohonan kolaborasi yang diajukannya telah mendapatkan lampu hijau melalui pesan singkat di WhatsApp. 

“Saat ini, kita tengah menunggu terbitnya surat resmi dari Ketua Umum BKSPTIS, yang dijabat oleh Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), guna memperkuat legitimasi kemitraan strategis ini,” kata Ismail Suardi Wekke usai pembukaan acara konferensi di Bina Nusantara University, Jakarta (Kamis, 5 Februari 2026).

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi. “Konferensi SEASIHE 2026 adalah sarana bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jejaring akademik di level internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang merupakan alumni pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia. 

Beliau juga menambahkan bahwa dukungan dari BKSPTIS menjadi bagian dalam menyukseskan perhelatan yang akan dihadiri oleh berbagai akademisi lintas negara tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa persiapan teknis dan substansi kegiatan ini berjalan selaras dengan standar global. Olehnya, perguruan tinggi Islam saatnya bersama-sama ke arah yang sama,” tegasnya menutup pernyataan.

Ismail juga menjelaskan secara mendalam mengenai proses persiapan yang tengah berjalan. Ia memaparkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi Islam sangat krusial untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. 

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi tuan rumah yang representatif bagi para ilmuwan dari Asia Tenggara. Terakhir, Ismail menekankan bahwa nantinya, setelah terbitnya surat dari Ketua Umum BKSPTIS nantinya akan menjadi dukungan bagi seluruh panitia untuk segera mengeskalasi persiapan di lapangan.

Penyelenggaraan SEASIHE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang komunikasi akademik, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi daerah Konawe Selatan ke kancah mancanegara. Dengan dukungan dari BKSPTIS, IAI Rawa Aopa optimistis konferensi ini akan melahirkan rencana aksi bagi masa depan pendidikan Islam di kawasan ini.

Seminar (ISW)

Introducing SEASIHE 2026, The Collaboration Platform of Southeast Asia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – SEASIHE 2026, or the Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education, marks a landmark moment for regional academic synergy. Scheduled to take place in Kendari and Andoolo from May 6 to 10, 2026, this symposium is a collaborative effort initiated by Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan of Indonesia. 

By bringing together these two prominent institutions, the event establishes a dedicated space for scholars and educators to bridge the gap between national borders and academic disciplines. The primary mission of SEASIHE 2026 is to serve as a dynamic collaboration platform that addresses the evolving challenges of the 21st century. In an era where digital transformation, ethical governance, and social stability are paramount, the symposium provides a forum to harmonize Islamic educational values with modern research methodologies. 

This gathering is designed not just for passive listening, but for active engagement through Focus Group Discussions (FGDs) and workshops that aim to produce tangible research outputs and policy recommendations. Furthermore, sessions will run workshop, FGD, mini exhibition, and competition.

A key highlight of the symposium is its focus on inclusive growth and regional identity. By centering the discussion in Southeast Asia, the platform highlights the unique cultural and intellectual landscape of the region. It seeks to empower local institutions—often far from traditional urban centers—to take their place on the global stage. This “Menara Air” (Water Tower) approach ensures that high-level academic discussions flow down to benefit local communities, fostering an environment where knowledge is shared rather than hoarded.

The event’s structured pathways for collaboration include joint research initiatives, student mobility programs, and the publication of findings in globally reputable journals. By aligning technical expertise from Malaysia with the rich social fabric of Indonesia, SEASIHE 2026 facilitates a cross-pollination of ideas that is vital for the region’s intellectual resilience. It is an invitation to educators, technologists, and practitioners to participate in a “connected intelligence” that spans the diverse markets and cultures of ASEAN.

As we look toward the future, SEASIHE 2026 stands as a testament to the power of inter-institutional partnership. It is more than a conference; it is a catalyst for long-term strategic alliances that will shape the trajectory of Islamic higher education for years to come. By fostering a spirit of unity and shared purpose, the symposium ensures that Southeast Asia remains at the forefront of global intellectual and ethical discourse.

SEASIHE (ISW)

IAI Rawa Aopa dan UniSZA Bersiap Menggelar SEASIHE, Kendari 6-10 Mei 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) yang dijadwalkan berlangsung di Kendari pada 6-10 Mei 2026 mendatang. Pertemuan ilmiah berskala regional ini diharapkan menjadi momentum krusial dalam mempererat sinergi akademik dan riset antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara didahului dengan rapat dari kedua belah pihak (Rabu, 4 Februari 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa persiapan teknis dan substansi kegiatan telah mulai berjalan sesuai target. Menurutnya, pelaksanaan SEASIHE 2026 sebagai sebuah langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi Islam yang kompetitif di level global. 

Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara ini untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. “Kegiatan SEASIHE ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami dalam menginternasionalisasi institusi sekaligus menyediakan panggung bagi para akademisi untuk bertukar gagasan strategis,” ujar Ismail Suardi Wekke usai pertemuan dari dari Bandung. 

Beliau menambahkan bahwa pemilihan Kendari sebagai tuan rumah bertujuan untuk memperkenalkan potensi intelektual lokal ke kancah mancanegara. “Kami ingin memastikan bahwa setiap sesi dalam simposium ini mampu menghasilkan rencana kerja dan rencana aksi yang berdampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa sinergi dengan UniSZA merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis yang telah terjalin lama, sehingga koordinasi antar-kedua pihak berjalan sangat efektif. Ia juga menyampaikan bahwa panitia sedang mengupayakan kehadiran para pakar terkemuka dari berbagai negara tetangga guna memperkaya perspektif dalam diskusi-diskusi yang akan digelar. Selain itu, Ismail optimis bahwa dukungan penuh dari seluruh sivitas akademika akan menjadi kunci keberhasilan acara ini dalam memperkuat posisi IAI Rawa Aopa di peta pendidikan internasional.

Penyelenggaraan simposium ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat akademis bagi para peserta, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan promosi budaya bagi Sulawesi Tenggara. Kehadiran delegasi dari berbagai universitas di Asia Tenggara diprediksi akan memperluas jejaring penelitian dan publikasi bersama, yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu serta akreditasi lembaga pendidikan tinggi Islam di tanah air.

Ruko (ISW)

Bertamu ke Rumah Kolaborasi, IAI Rawa Aopa Diskusi Terkait Potensi Kolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Tidak saja dengan institusi perguruan tinggi, tetapi juga lembaga pengembangan semisal The Local Enabler (TLE).  Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperkuat jejaring kemitraan strategis guna mengembangan kapasitas kelembagaan.

Termasuk dalam kaitan meningkatkan mutu pendidikan dan pengabdian masyarakat. Terbaru, pimpinan perguruan tinggi tersebut bersiap untuk mengadakan kunjungan ke Rumah Kolaborasi untuk mendiskusikan berbagai potensi kerja sama yang dapat diimplementasikan dalam waktu dekat (Rabu, 4 Februari 2026).

Pertemuan ini akan berfokus pada penyelarasan visi antara akademisi dan praktisi di Rumah Kolaborasi. Kedua belah pihak mengeksplorasi peluang integrasi program, mulai dari pengembangan sumber daya manusia hingga inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi institusi untuk menjadi lebih terbuka dan adaptif. Ismail menyampaikan bahwa kehadiran mereka di Rumah Kolaborasi sebagai silaturahmi. Juga merupakan upaya serius untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih dinamis. 

Ia menekankan bahwa sinergi lintas sektor saat ini menjadi kunci utama bagi perguruan tinggi untuk tetap relevan dalam menghadapi perubahan zaman yang begitu cepat. Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mengonversi setiap kesepakatan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat luas. 

Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan terobosan baru dalam pengelolaan institusi, terutama dalam aspek perencanaan dan pengembangan kepegawaian yang berbasis pada semangat kebersamaan. Ia juga menambahkan bahwa ruang-ruang diskusi seperti ini sangat diperlukan untuk memetakan tantangan sekaligus peluang yang tersedia di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga memberikan pernyataan secara gamblang mengenai arah kebijakan kampus ke depan. “Kami memandang Rumah Kolaborasi sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan visi dalam mendorong kemajuan daerah melalui jalur edukasi dan pemberdayaan,” ujar Ismail usai mengikuti diskusi di Universitas Pasundan, Bandung (Selasa, 3 Februari 2026).

Ia juga menekankan perluasan kerjasama yang dibangun agar memiliki jejaring yang bertahan dan berkelanjutan. “Kerja sama ini harus melampaui aktivitas; kita butuh program untuk memperkuat daya inovasi,” tegasnya. 

Kunjungan ini diharapkan menjadi kesempatan dalam meneruskan program-program kolaboratif lainnya di masa depan. Sekaligus, memperkuat posisi IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kemitraan yang inklusif dan inovatif.

Menutup pembicaraan, Ismail memberikan catatan mengenai pentingnya keberlanjutan dari rencana pertemuan tersebut. “Diskusi hari ini adalah fondasi awal, dan kami akan segera merumuskan langkah teknis agar potensi kolaborasi ini dapat segera kita eksekusi bersama,” pungkasnya.

Binus at Bandung (ISW)

Berkunjung ke BINUS Bandung, Identifikasi Peluang Kerjasama

Rawaaopakonsel.ac.id, Bandung – Perguruan tinggi terus memperkuat jejaring akademik guna meningkatkan kualitas tridarma melalui kolaborasi lintas institusi. Senin (2 Januari 2026), pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan ke Universitas Bina Nusantara (BINUS) @Bandung dalam rangka identifikasi peluang kerja sama yang dapat diksinergikan antara kedua perguruan tinggi.

Dalam kunjungan ini bertemu dengan Komite Saintifik ICOSBE 2025, Dr. Ahmad Syamil yang bertempat tahun lalu di BINUS Bandung. “BINUS yang selama ini dikenal sebagai pionir dalam integrasi teknologi dalam pendidikan tinggi,” papar ismail Suardi Wekke, 

Pertemuan tersebut dalam diskusi informal pada pemetaan potensi sinergi, mulai dari program pengabdian masyarakat ataupun kesempatan mahasiswa untuk bergabung dalam program mobiliti hingga riset kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan peluang untuk meneruskan langkah ini bagi institusinya. Beliau menyatakan bahwa kedatangan timnya ke kampus kreatif tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana ekosistem digital dapat diimplementasikan dalam struktur kampus yang sedang berkembang. 

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa kerja sama telah dimulai dengan kesediaan pihak BINUS untuk bergabung dalam Komite Saintifik ICOSBE 2025. Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke berharap bahwa ada peluang lain yang dapat diteruskan dalam kerangka kolaborasi bersama IAI Rawa Aopa. Ia juga menegaskan komitmen institusi untuk mengadopsi standar global dalam pengelolaan perguruan tinggi melalui kemitraan dengan universitas kelas dunia seperti BINUS.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail memberikan penekanan khusus yang menggambarkan visi besar kolaborasi ini. “Kami melihat BINUS Bandung sebagai mitra dalam mengakselerasi transformasi digital di kampus kami, mengingat reputasi mereka dalam bidang teknologi yang sangat kuat,” ujar Ismail. 

Beliau juga menambahkan bahwa tantangan geografis bukan lagi hambatan asalkan ada kemauan untuk saling bersinergi dalam bidang riset dan inovasi. “Sinergi ini adalah upaya nyata IAI Rawa Aopa untuk naik kelas dan memastikan lulusan kami memiliki daya saing dengan mahasiswa di kota-kota besar,” tegasnya.

Pertemuan ini juga dengan menyapa direktur kampus BINUS Bandung. Hasil dari identifikasi peluang ini nantinya akan ditindaklanjuti dalam bentuk dokumen kerja sama formal yang diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat. 

Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak optimistis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan inovatif bagi seluruh civitas akademika. “Kita di IAI Rawa Aopa menyampaikan keinginan untuk bekerja bersama dengan BINUS University, termasuk dengan kampus Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.