Oplus_16908288

Posko 7 Desa Lalopisi Kebersamaan Penuh Berkah: Majelis Taklim & Yasinan Bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) dan Masyarakat Desa Lalopisi

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Lalopisi, 23 Agustus 2026. Kegiatan Rutin Majelis Ta’lim dan Yasinan Malam Senin Bersama Ibu-Ibu Desa Lalopisi.

 

Mahasiswa KKA IAI RAWA AOPA KONSEL posko 7 dan ibu-ibu warga desa rutin berkumpul setiap malam Senin dalam suasana yang tulus, akrab, dan khidmat untuk melaksanakan kegiatan ibadah Majelis Ta’lim serta Yasinan. Pertemuan ini menjadi momen berharga untuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an, berdoa bersama, serta menerima pembinaan keagamaan yang bermanfaat untuk mempertebal iman dan memberi ketenangan jiwa.

 

Di tengah kehangatan persaudaraan, mahasiswa Posko 7 Desa Lalopisi tidak hanya beribadah, tetapi juga belajar banyak ketulusan dan kearifan dari para ibu. Kegiatan ini mempererat tali silaturahmi, menghapus sekat perbedaan, serta membangun kebersamaan yang kokoh dan penuh berkah. Semoga majelis ini senantiasa diridhoi Allah SWT dan membawa kedamaian serta manfaat yang luas bagi seluruh warga.

oplus_0

KKA POSKO 7 Desa Lalopisi, Pematokan Batas Wilayah RT: Kerja Sama Kuliah Kerja Amaliah (KKA) dan Masyarakat Mewujudkan Lingkungan Teratur dan Rapi

Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Lalopisi, Gotong Royong Pematokan Batas Wilayah RT: Sinergi Kuat Antara Tim Kuliah Kerja Amaliah (KKA), kelapa Desa, Aparat Desa dan masyarakat Desa Lalopisi, Selasa, 25 Agustus 2026.

 

Kegiatan pemasangan dan pematokan batas wilayah Rukun Tetangga (RT) telah terlaksana dengan lancar, tertib, dan penuh semangat persaudaraan. Keberhasilan ini tidak lepas dari kebersamaan yang terjalin erat: Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN), perangkat desa, dan seluruh warga masyarakat bekerja bahu-membahu dari awal persiapan hingga selesai. Tidak ada jarak antara mahasiswa dan penduduk desa Lalopisi —semua turun ke lapangan dengan niat tulus melayani, membantu, dan berkontribusi tenaga serta pikiran demi kepentingan lingkungan bersama.

 

Kegiatan ini dilakukan secara terencana, teliti, dan berdasarkan pengamatan serta musyawarah bersama. Langkah demi langkah berjalan rapi: mulai dari peninjauan lokasi, pengukuran yang akurat, penentuan titik yang disepakati bersama, hingga penanaman patok batas yang kokoh dan terlihat jelas. Di setiap tahapan, terlihat keindahan semangat gotong royong khas Indonesia: mahasiswa belajar langsung dari pengalaman dan kearifan warga lokal, sementara warga merasakan kehadiran nyata, bantuan tulus, dan antusiasme segar dari para generasi muda yang turut hadir berbakti.

 

Pematokan batas ini memiliki makna yang sangat besar: bukan sekadar tanda fisik di tanah, melainkan menjadi dasar kejelasan wilayah yang pasti, mencegah kesalahpahaman atau perselisihan batas antar-tetangga, serta memudahkan segala urusan administrasi, perencanaan pembangunan, dan penataan lingkungan desa. Dengan adanya batas yang jelas, setiap warga semakin paham ruang lingkup wilayahnya, hidup lebih tenang, saling menghormati, dan memiliki landasan kuat untuk membangun lingkungan tempat tinggal yang rapi, teratur, aman, dan berkembang maju.

 

Terjalinnya kerja sama antara mahasiswa KKN Posko 7 dan masyarakat desa Lalopisi juga membawa dampak sosial yang luar biasa: semakin erat hubungan persaudaraan, terbangunnya rasa saling percaya dan hormat, serta terbuktinya bahwa persoalan apa pun akan ringan jika dihadapi bersama-sama dengan semangat persatuan dan kerja sama yang baik. Patok-patok yang tertanam kini berdiri tegak sebagai bukti kesepakatan dan keteraturan, sekaligus menjadi saksi kebersamaan yang manis antara warga desa Lalopisi dan tim KKN Posko 7 selama melaksanakan pengabdian.

 

Diharapkan ke depannya batas wilayah ini senantiasa terpelihara dengan baik, lingkungan hidup semakin tertib, dan semangat persatuan yang tercipta saat kegiatan ini berlangsung tetap terjaga terus sebagai kekuatan utama dalam membangun desa Lalopisi yang rukun, damai, dan sejahtera selamanya.