Pasca Pelantikan (ISW)

Usai Pelantikan Pejabat di Jajaran IAI Rawa Aopa, Di Pekan Pertama Siap Laksanakan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bergerak cepat pasca pelantikan jajaran pejabat struktural baru. Memasuki pekan pertama masa kerja, manajemen kampus telah menjadwalkan agenda strategis berupa kegiatan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas yang ditargetkan berlangsung pada akhir pekan ini.

Langkah taktis ini diputuskan setelah adanya pertemuan koordinasi intensif antara rektorat dengan jajaran yayasan. Bertempat di kediaman Ketua Yayasan di Andoolo, Senin (19 Januari 2026), Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, melakukan pertemuan khusus dengan Ketua Yayasan, Mardan, SkM., M.Si., serta Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., guna mematangkan ritme kerja organisasi ke depan.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa momentum setelah pelantikan harus segera diisi dengan penyamaan persepsi melalui program pengembangan SDM. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memastikan seluruh pejabat yang baru dilantik memiliki kesiapan mental dan manajerial yang mumpuni dalam menjalankan tugas-tugas akademik maupun administratif. Menurutnya, sinergi antara yayasan dan rektorat menjadi kunci utama agar target-target institusi dapat tercapai secara akseleratif.

Selain itu, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama dari upgrading ini adalah penguatan tata kelola keuangan dan perencanaan yang lebih transparan dan akuntabel di lingkungan IAI Rawa Aopa. Ia menyebutkan bahwa setiap pejabat harus mengakselerasi regulasi terbaru serta mekanisme kerja internal agar tidak terjadi hambatan birokrasi yang tidak perlu. Pihaknya berkomitmen untuk menjadikan pekan pertama ini sebagai fondasi kuat bagi transformasi kampus di masa depan.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke secara lugas menekankan pentingnya eksekusi cepat setelah seremoni pelantikan berakhir. “Kita tidak memiliki waktu untuk sekadar bertepuk tangan, sebab setelah pelantikan ini, tanggung jawab besar sudah menanti dan upgrading di akhir pekan nanti adalah langkah awal kita untuk bertahan pada jalur transformasi,” tegas Ismail saat ditemui di usai pertemuan di Andoolo.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan bahwa kualitas pelayanan kepada mahasiswa sangat bergantung pada kapasitas para pengelolanya. “Peningkatan kapasitas ini sebagai silaturahmi, juga merupakan upaya sadar untuk meningkatkan standar mutu pelayanan di IAI Rawa Aopa agar semakin kompetitif,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pihak yayasan terhadap program-program akselerasi ini. “Hasil koordinasi hari ini memastikan bahwa Ketua Yayasan dan Ketua Dewan Pembina memberikan lampu hijau sepenuhnya agar kami segera melakukan konsolidasi internal demi kemajuan institusi yang kita cintai ini,” pungkas Ismail.

Pascasarjana IAI Rawa Aopa (ISW)

Fasilitasi Studi Lanjut Magister dan Doktor bagi Masyarakat Konsel, IAI Rawa Aopa Bentuk Direktorat Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan membentuk Direktorat Pascasarjana sebagai langkah strategis untuk memfasilitasi kebutuhan studi lanjut bagi masyarakat di wilayah Konawe Selatan dan Sulawesi Tenggara. Kehadiran direktorat baru ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi peningkatan kualifikasi akademik masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin menempuh jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3).

Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., usai dilantik, (Sabtu, 17 Januari 2026) menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas kepada masyarakat lokal. Menurutnya, selama ini kendala jarak dan akses seringkali menjadi hambatan utama bagi putra daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan adanya direktorat ini, IAI Rawa Aopa berupaya memangkas hambatan tersebut melalui program-program yang adaptif terhadap kebutuhan daerah.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai visi besar di balik pembentukan unit ini. “Pembentukan Direktorat Pascasarjana ini adalah jawaban konkret kami untuk memastikan bahwa masyarakat Konawe Selatan memiliki wadah yang representatif guna meningkatkan kapasitas keilmuan mereka tanpa harus meninggalkan daerah,” ujar Ismail saat ditemui di kampus IAI Rawa Aopa (Andoolo), usai acara pelantikan Rektor dan Direktur Pascasarjana. 

Ia juga menambahkan bahwa institusi sedang merancang kurikulum yang relevan dengan dinamika sosial dan potensi ekonomi di Sulawesi Tenggara. “Kami ingin lulusan pascasarjana nantinya bukan sekadar meraih gelar, tetapi benar-benar menjadi pakar yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan di Konsel,” imbuhnya. 

Terkait kolaborasi, Ismail menyatakan komitmennya untuk membangun jejaring luas. “Langkah awal kami adalah memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna menjamin mutu akademik yang kompetitif,” tegasnya.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menjelaskan bahwa keberadaan direktorat ini diharapkan dapat memacu semangat para aparatur sipil negara (ASN) dan praktisi pendidikan di Konawe Selatan untuk terus belajar. Ia menyampaikan bahwa pihak kampus akan memberikan kemudahan administratif dan bimbingan yang intensif bagi para calon mahasiswa agar mereka dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan standar kualitas yang terjaga. 

Lebih lanjut, Ismail mengutarakan optimismenya bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Konawe Selatan akan memiliki stok sumber daya manusia unggul yang melimpah berkat fasilitasi pendidikan yang sistematis melalui pemberian bantuan UKT oleh Bupati Konawe Selatan.

Pendirian Direktorat Pascasarjana ini juga merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) pengembangan kampus untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan akademik di wilayah selatan Sulawesi Tenggara. Dengan manajemen yang terfokus di bawah kepemimpinan Direktur Pascasarjana Ismail Suardi Wekke, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan proses pengembangan program studi baru yang linear dengan kebutuhan pasar kerja global namun tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Pelantikan PP IAPIM (ISW)

Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Sampaikan Selamat Atas Pengukuhan PP IAPIM

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menyampaikan ucapan selamat dan sukses secara resmi atas pengukuhan jajaran Pengurus Pusat Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM). Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap keberlanjutan regenerasi kepemimpinan dalam organisasi alumni pesantren tersebut, disampaikan Ismail Suardi Wekke di sela-sela pelaksanaan ujian akhir semester IAI Rawa Aopa (Sabtu, 17 Januari 2026).

Dalam keterangan persnya, Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menekankan bahwa pengukuhan ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat jejaring alumni pesantren yang kini telah berkiprah di berbagai sektor strategis. Ia menilai bahwa alumni pesantren memiliki keunggulan komparatif karena mampu memadukan kedalaman spiritual dengan kecerdasan intelektual dalam menjawab tantangan zaman.

“Dalam pelbagai kesempatan, alumnus pesantren merupakan bagian dalam memajukan pendidikan tinggi Indonesia,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang juga alumnus pesantren IMMIM.

Beliau berharap agar amanah yang diemban oleh pengurus baru dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi membawa organisasi IAPIM menjadi lebih besar dan memberikan manfaat nyata bagi umat. Lebih lanjut, ia juga melihat adanya potensi besar bagi kedua belah pihak untuk menjalin sinergi di masa depan, terutama dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jenjang pendidikan tinggi.

“Melalui pesantren kita bisa belajar banyak. Ketika duduk di bangku pesantren, saat itu kami mendapatkan peluang belajar banyak hal semisal bahasa Inggris dan Arab sehingga kini mendapatkan pelbagai peluang di tingkat global,” tutur Ismail yang kini juga memegang jabatan sebagai Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Selain urusan akademik, Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam program pengabdian masyarakat yang melibatkan pakar serta praktisi dari kalangan alumni. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat literasi Islam dan moderasi beragama, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.

Pengukuhan ini diyakini akan menjadi titik awal bagi IAPIM untuk semakin solid dalam menjalin ukhuwah antaralumni. Dengan kepemimpinan yang baru, organisasi ini diharapkan terus menjadi mitra strategis bagi lembaga pendidikan dan pemerintah dalam upaya mencetak generasi emas yang berakhlak mulia.

“Dengan adanya regenerasi ini, menjadi peluang bagi IAPIM untuk tetap berkontribusi bagi pemajuan ilmu pengetahuan,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang menulis disertasi terkait pembelajaran bahasa di Pesantren IMMIM.

Sebagai catatan, tegas Ismail bahwa pesantren menjadi sarana dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Pada saat yang sama, kita perlu mempertahankan bahwa pesantren menyediakan akses pendidikan yang selama ini tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh pemerintah dan negara,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga research fellow INTI International University (Malaysia).

Pelantikan Rektor (ISW)

Transformasi IAI Rawa Aopa: Perkuat Struktur Kelembagaan Melalui Pelantikan Rektor dan Direktorat Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa tengah memasuki babak baru dalam sejarah perkembangannya. Seiring dengan pelantikan rektor (periode 2026-2030), institusi ini secara progresif menetapkan langkah strategis dengan mempersiapkan pembentukan Direktorat Pascasarjana (Sabtu, 17 Januari 2026) bersama dengan pelantikan rektor di aula kampus Andoolo. 

Langkah besar ini merupakan respon konkret terhadap meningkatnya permintaan akan akses pendidikan tinggi pada level magister. Sekaligus menjadi upaya institusi dalam memperkuat posisi tawarnya sebagai pusat keunggulan akademik di wilayah Sulawesi Tenggara.

Fokus utama dari pembentukan direktorat ini adalah melakukan akselerasi pada sistem penjaminan mutu dan standarisasi akreditasi. Melalui manajemen yang terintegrasi, Direktorat Pascasarjana bertugas untuk menyiapkan instrumen pembukaan program studi baru yang ketat secara kualifikasi, sehingga nantinya program-program magister yang dilahirkan mampu menjawab tantangan industri dan kebutuhan sosial-keagamaan masyarakat. 

Upaya ini dilakukan dengan memastikan seluruh kelengkapan administratif dan akademik memenuhi standar nasional pendidikan tinggi yang ditetapkan oleh pemerintah. “Kita menyiapkan pendidikan magister, dan segera mengajukan permohonan izin ke direktur pendidikan tinggi Islam di Kementerian Agama,” ujar Ismail Suardi Wekke, usai pelantikan.

Selain penguatan internal, direktorat ini dirancang untuk menjadi motor penggerak dalam membangun jejaring kolaborasi internasional. Di bawah kepemimpinan yang baru, IAI Rawa Aopa memproyeksikan transformasi menjadi universitas Islam. 

Begitu pula, perluasan kemitraan strategis dengan berbagai universitas ternama di luar negeri. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup pertukaran mahasiswa atau dosen, tetapi juga difokuskan pada program riset bersama (joint research) yang mampu memberikan kontribusi pada pemecahan masalah global. Transformasi ini diharapkan dapat membawa atmosfer akademik internasional ke lingkungan kampus Rawa Aopa secara lebih intensif.

Aspek literasi ilmiah juga menjadi prioritas yang ditekankan dalam pengembangan struktur baru ini. Direktorat Pascasarjana berkomitmen untuk menciptakan ekosistem riset yang produktif dengan mendorong para dosen dan mahasiswa untuk aktif menghasilkan karya ilmiah yang kompetitif. Fokusnya adalah memastikan hasil-hasil penelitian dari IAI Rawa Aopa dapat menembus jurnal-jurnal bereputasi internasional. 

Dengan meningkatnya output publikasi ilmiah, institusi ini optimistis dapat mempercepat proses transformasi kelembagaan serta memberikan dampak nyata melalui inovasi pemikiran yang dihasilkan dari rahim akademis IAI Rawa Aopa. “Penambahan jumlah mahasiswa yang tetap stabil dan signifikan, menjadi pondasi yang kuat untuk menuju universitas,” kata Ismail Suardi Wekke.

Dalam momentum yang bersejarah ini, IAI Rawa Aopa secara resmi menunjuk Ismail Suardi Wekke, S.Ag., M.A., Ph.D. untuk menakhodai Direktorat Pascasarjana tersebut. Penunjukan beliau dinilai sebagai langkah yang sangat tepat mengingat latar belakang akademisnya yang mumpuni sebagai alumnus Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). 

Dengan pengalaman panjang dalam tata kelola pendidikan tinggi dan jaringan luas di tingkat regional Asia Tenggara, Ismail diharapkan mampu mentransfer nilai-nilai profesionalisme dan standar internasional ke dalam struktur pascasarjana yang sedang dirintis. Kehadiran beliau dipandang sebagai katalisator yang akan mempercepat visi IAI Rawa Aopa untuk tumbuh menjadi institusi yang berdaya saing global.

Sesi FGD bersama Mitra Perguruan Tinggi (ISW)

Tindak Lanjut MoU dan MoA dengan STIT Padang Lawas Gunung Tua, Sumatera Utara, Mempersiapkan Seminar Kolaboratif

Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat jejaring akademik lintas pulau. Sebagai langkah konkret pasca diskusi untuk persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Padang Lawas, Gunung Tua, Sumatera Utara (Selasa, 13 Januari 2026). Kedua institusi kini tengah mematangkan persiapan penyelenggaraan seminar bersama (joint seminar) yang akan berlangsung sabtu pekan mendatang.

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah bagi dosen serta mahasiswa di kedua belah pihak. Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial di atas kertas. Menurutnya, pertemuan dan koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan poin-poin kesepakatan segera terwujud dalam aksi nyata.

Dalam pernyataannya, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa kerja sama dengan STIT Padang Lawas merupakan langkah bagi IAI Rawa Aopa dalam memperluas cakrawala akademik. Ismail juga menyatakan bahwa pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan tidak ingin MoU ini hanya berhenti di penandatanganan saja. 

“Seminar bersama yang sedang kami siapkan adalah bukti bahwa ada semangat berbagi pengetahuan (knowledge sharing) antara Sulawesi Tenggara dan Sumatera Utara. Ini adalah upaya kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan rekognisi institusi di level nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Administrasi Keuangan dan Kerjasama.

Seminar yang direncanakan akan mengangkat isu-isu kontemporer di bidang pendidikan Islam dan tantangan lokalitas di era digital. Selain seminar, MoA ini juga diproyeksikan mencakup: pertukaran naskah jurnal: Mendorong dosen kedua institusi untuk saling berkontribusi dalam jurnal ilmiah masing-masing.

Berikutnya, kolaborasi riset: Melakukan penelitian bersama yang membandingkan fenomena sosial keagamaan di wilayah Sumatera dan Sulawesi. Termasuk juga pengabdian masyarakat: Program kolaborasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di sekitar kampus.

Dengan adanya tindak lanjut yang cepat ini, diharapkan hubungan antara IAI Rawa Aopa dan STIT Padang Lawas dapat menjadi model kolaborasi yang produktif bagi perguruan tinggi keagamaan Islam swasta di Indonesia.

Raker (Rawa Aopa)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Rampungkan Raker Akademik: Perkuat Budaya Mutu dan Atmosfer Akademik

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan (Konsel) telah sukses merampungkan Rapat Kerja Akademik (Raker Akademik) tahunan yang berlangsung dalam Sabtu, 26 Juli 2025 bertempat di gedung akademik, kampus Andoolo. 

Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan kerangka kerja akademik, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan budaya mutu dan atmosfer akademik yang kondusif di lingkungan kampus. Raker Akademik ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan, dekan, ketua program studi, dosen, dan staf tenaga kependidikan, menunjukkan komitmen kolektif terhadap kemajuan institusi.

Dalam sambutan pembukanya, Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Ismail Suardi Wekke, menegaskan urgensi Raker Akademik sebagai platform krusial untuk mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya dan merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah institusi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, melainkan juga dari kualitas proses pembelajaran dan lingkungan akademik yang mendukung inovasi dan pengembangan diri.

Ismail Suardi Wekke secara khusus menyoroti pentingnya membangun budaya mutu sebagai pilar utama dalam mencapai visi institusi. Menurutnya, budaya mutu bukanlah sekadar slogan atau standar administratif semata, melainkan sebuah filosofi yang harus meresap dalam setiap lini kegiatan akademik dan non-akademik di kampus.

“Budaya mutu adalah ketika setiap individu di IAI Rawa Aopa, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan, merasa memiliki tanggung jawab personal terhadap kualitas pekerjaan dan layanan yang mereka berikan,” ujar Ismail. 

“Ini berarti komitmen untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak pernah puas dengan status quo. Mutu harus menjadi napas kita, baik dalam penyusunan kurikulum, proses pengajaran, penelitian, hingga pelayanan kemahasiswaan. Kita harus memastikan bahwa setiap lulusan IAI Rawa Aopa tidak hanya memiliki pengetahuan yang mumpuni, tetapi juga karakter yang kuat dan daya saing yang tinggi.”

Rektor menambahkan bahwa implementasi budaya mutu memerlukan sistem evaluasi internal yang kuat dan berkelanjutan, serta kesediaan untuk menerima umpan balik dan melakukan perbaikan secara terus-menerus. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan mutu ini, menjadikan IAI Rawa Aopa sebagai pusat keunggulan yang diakui secara regional maupun nasional.

Selain budaya mutu, Prof. Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya menciptakan atmosfer akademik yang inklusif dan kondusif. Atmosfer ini, jelasnya, adalah fondasi bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan lingkungan penelitian yang produktif.

“Atmosfer akademik yang baik adalah suasana di mana mahasiswa merasa nyaman untuk bertanya, berdiskusi, dan mengembangkan ide-ide mereka tanpa rasa takut atau canggung,” kata Ismail. “Ini adalah lingkungan di mana dosen dan mahasiswa dapat berkolaborasi dalam penelitian, saling menginspirasi, dan mendorong batas-batas pengetahuan. Kita harus menciptakan ruang di mana perbedaan pendapat dihargai, inovasi didukung, dan setiap individu merasa menjadi bagian dari komunitas ilmiah yang dinamis.”

Untuk mencapai hal ini, Rektor meminta agar fasilitas perpustakaan diperkaya, akses terhadap sumber daya digital ditingkatkan, serta kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar, lokakarya, dan diskusi rutin digalakkan. Ia juga mendorong pengembangan program mentoring bagi mahasiswa, serta kesempatan bagi dosen untuk terus mengembangkan kapasitas keilmuan mereka melalui studi lanjut dan partisipasi dalam konferensi internasional.

“Atmosfer akademik juga berarti menjunjung tinggi etika akademik, integritas, dan objektivitas dalam setiap penelitian dan publikasi,” tambahnya. “Ini adalah tentang membangun kepercayaan antara dosen dan mahasiswa, serta menciptakan lingkungan yang bebas dari plagiarisme dan praktik-praktik tidak etis lainnya.”

Raker Akademik ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan menjadi panduan bagi seluruh unit kerja di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan selama satu tahun ke depan. Rekomendasi tersebut mencakup peningkatan digitalisasi layanan akademik, penguatan jejaring kemitraan dengan institusi lain, serta pengembangan program studi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Penutupan Raker Akademik ini ditandai dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mengimplementasikan hasil-hasil yang telah disepakati. Dengan semangat kebersamaan dan visi yang jelas, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan siap melangkah maju menuju masa depan yang lebih cerah, menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi nyata bagi bangsa dan agama.

ICSHAIS 2025 (Rawa Aopa)

STAI DDI Makassar Kembali Selenggarakan Konferensi Internasional ICSHAIS 2025 bersama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sekolah Tinggi Agama Islam Darud Da’wah wal Irsyad (STAI DDI) Kota Makassar akan kembali menjadi tuan rumah perhelatan akbar International Conference on Social and Humanities Approach to Islamic Studies (ICSHAIS) pada November 2025 mendatang. Kali ini, STAI DDI Makassar menggandeng Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra kolaborasi utama (Selasa, 22 Juli 2025).

ICSHAIS sendiri bukanlah nama baru dalam kancah konferensi internasional di bidang studi Islam. Ajang ini telah menunjukkan konsistensinya sejak pertama kali diadakan. Pada tahun 2020, ICSHAIS memulai debutnya dengan kolaborasi antara IAIN Gorontalo (sekarang IAIN Sultan Amai Gorontalo) dan STAI DDI Makassar, sebagaimana diberitakan sebelumnya di situs IAIN Gorontalo.

Kemudian, ICSHAIS 2022 melangkah lebih jauh secara internasional. Konferensi ini sukses diselenggarakan di Hatyai, Thailand, melalui kerja sama strategis antara STAI DDI Makassar, Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM), dan Andaman Anatolian Technology College (Thailand).

Kini, di tahun 2025, ICSHAIS kembali ke tanah air dengan mitra dengan melangkah bersama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkaya diskusi dan memperluas jangkauan keilmuan dalam bidang studi Islam, sosial, dan humaniora.

“Insya Allah, ICSHAIS 2025 akan berlangsung pada November mendatang,” ujar Ismail Suardi Wekke usai bertemu dengan pihak STAI DDI Makassar di Hotel Claro. “Kami optimis konferensi ini akan menjadi wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi gagasan, temuan, serta inovasi terbaru dalam studi Islam di era kontemporer.”

Informasi lebih lanjut mengenai tema, sub-tema, dan jadwal pendaftaran ICSHAIS 2025 akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Para peneliti dan akademisi di bidang terkait diundang untuk turut serta dalam agenda ilmiah yang prestisius ini.

FGD Mahasiswa Baru (Rawa Aopa)

FGD Pendaftaran Mahasiswa Baru

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kami mengundang seluruh dosen, staf akademik, dan tenaga kependidikan (administrasi) untuk berpartisipasi dalam Diskusi Kelompok Terpumpun (FGD) mengenai proses Pendaftaran Mahasiswa Baru (Jumat, 25 Juli 2025, Pukul 16.00 wita Andoolo). FGD ini merupakan kesempatan berharga bagi kita untuk bersama-sama mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan merumuskan inovasi demi mempertahankan pendaftaran dan kualitatif mahasiswa baru.

Masukan dan informasi Anda akan sangat berarti dalam membantu kita memahami tantangan yang dihadapi dan harapan terhadap sistem pendaftaran. Dari diskusi ini, kami akan mendapatkan wawasan mendalam yang akan menjadi dasar untuk menciptakan proses pendaftaran yang lebih transparan, efisien, dan ramah pengguna di masa depan. Mari bersama-sama wujudkan sistem pendaftaran yang optimal bagi semua pihak.

Agenda Diskusi:

  • Sesi Pembukaan: Sambutan dan pengantar mengenai tujuan FGD.
  • Diskusi Kelompok: Berbagi pengalaman, tantangan, dan harapan terkait proses pendaftaran.
  • Identifikasi Solusi: Merumuskan ide-ide perbaikan dan inovasi.
  • Sesi Rekomendasi: Presentasi singkat hasil diskusi dan kesimpulan.

Kami menantikan partisipasi aktif Anda dalam FGD ini. Untuk memastikan kelancaran acara, mohon konfirmasi kehadiran Anda melalui rawaaopaunggul at gmai dot com, dan tautan pendaftaran selambat-lambatnya pada tanggal 20 Juli 2025.

Terima kasih atas perhatian dan kontribusi Anda.

NASA Challenge (Dok NASA)

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Menjadi Mitra Kegiatan Global, NASA International Space Apps Challenge 2025

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai mitra kegiatan global NASA International Space Apps Challenge 2025. Kemitraan strategis ini menjadi tonggak sejarah bagi IAI Rawa Aopa, menegaskan komitmennya dalam memajukan inovasi dan teknologi di tingkat daerah hingga kancah internasional. 

Keikutsertaan ini membuka peluang besar bagi mahasiswa dan komunitas lokal untuk berkontribusi dalam solusi tantangan global berbasis data antariksa. “Kita menjadikan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sebagai mitra 2025,” kata Ismail Suardi Wekke, Local Lead NASA International Space Apps Challenge 2025.

Sebagai satusatunya institusi pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara yang terpilih sebagai mitra, IAI Rawa Aopa telah menunjukkan dedikasi yang kuat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Kemitraan dengan NASA Space Apps Challenge 2025 bukan hanya pengakuan atas kapabilitas institusi, tetapi juga jembatan bagi para talenta muda Indonesia untuk terlibat langsung dalam proyek-prosi inovatif yang relevan dengan isu-isu global, mulai dari perubahan iklim hingga eksplorasi luar angkasa. Peran IAI Rawa Aopa akan mencakup penyediaan fasilitas, mentor, dan dukungan logistik bagi para peserta di wilayahnya.

NASA Space Apps Challenge adalah hackathon internasional tahunan yang diselenggarakan oleh NASA, mendorong kolaborasi tim untuk memecahkan masalah dunia nyata menggunakan data terbuka dari NASA. 

Dengan menjadi mitra, IAI Rawa Aopa akan menjadi bagian tuan rumah lokal untuk kegiatan ini, memfasilitasi partisipasi dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, profesional, hingga pegiat teknologi. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat Konawe Selatan dalam skala global.

Ismail Suardi Wekke, menyatakan antusiasmenya terhadap kemitraan ini. “Kami sangat bangga dan bersemangat menjadi bagian dari inisiatif global yang prestisius ini. Kemitraan ini sejalan dengan visi kami untuk menciptakan lingkungan akademik yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Kami berharap melalui NASA Space Apps Challenge, mahasiswa kami dapat mengembangkan keterampilan kritis, pemikiran kolaboratif, dan solusi-solusi disruptif yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ke depan, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan berkomitmen untuk mempersiapkan diri secara optimal dalam menyukseskan NASA International Space Apps Challenge 2025. Dengan adanya kemitraan ini, diharapkan akan muncul inovasi-inovasi cemerlang dari bumi Konawe Selatan yang tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam upaya global untuk menjawab tantangan masa depan. Ini adalah langkah maju yang signifikan bagi IAI Rawa Aopa dan seluruh komunitas pendidikan di wilayah tersebut.

Program Studi Hukum Tata Negara dengan Gelar SH

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) merupakan salah satu cabang ilmu hukum yang fokus mengkaji struktur, fungsi, dan kewenangan lembaga-lembaga negara, serta hak dan kewajiban warga negara dalam kerangka konstitusi. Mahasiswa yang mendalami bidang ini akan mempelajari berbagai aspek penting seperti dasar-dasar negara, sistem pemerintahan, hukum konstitusi, hukum administrasi negara, hukum otonomi daerah, hak asasi manusia, hingga hukum pemilihan umum. 

Kurikulumnya dirancang untuk membekali lulusan dengan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip demokrasi, supremasi hukum, dan tata kelola pemerintahan yang baik, sehingga mampu menganalisis permasalahan hukum tata negara dari perspektif teoritis maupun praktis.

Lulusan dari Program Studi Hukum Tata Negara akan menyandang gelar Sarjana Hukum (SH). Gelar ini menunjukkan bahwa individu tersebut telah menyelesaikan pendidikan tinggi di bidang hukum dan memiliki kompetensi dasar yang diperlukan untuk berkarier di berbagai sektor. 

Meskipun fokus utama adalah hukum tata negara, kurikulum yang komprehensif juga memberikan dasar hukum umum yang kuat, mencakup pengantar ilmu hukum, hukum perdata, hukum pidana, dan hukum acara. Hal ini penting karena dalam praktik, permasalahan hukum seringkali saling terkait antara satu cabang hukum dengan lainnya, sehingga kemampuan berpikir interdisipliner sangat dibutuhkan.

Prospek karir bagi Sarjana Hukum yang mengambil spesialisasi Hukum Tata Negara sangat beragam. Mereka dapat berkarier sebagai akademisi, peneliti, konsultan hukum, atau bergabung dengan lembaga-lembaga negara seperti Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Dewan Perwakilan Rakyat, atau kementerian/lembaga pemerintah. Selain itu, peluang juga terbuka di organisasi non-pemerintah yang berfokus pada advokasi hak asasi manusia, reformasi birokrasi, atau pengawasan kebijakan publik. 

Dengan bekal pengetahuan yang solid tentang sistem ketatanegaraan dan hak-hak konstitusional, lulusan HTN memiliki peran krusial dalam menjaga dan mengembangkan tatanan hukum yang adil dan demokratis di Indonesia.

Beberapa peminatan di program studi Hukum Tata Negara yang dikelola Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan diantaranya (namun tidak terbatas pada itu saja) pemerintahan, kepemiluan, desa dan pengembangan wilayah, kerjasama internasional dan diplomasi, perairan dan pesisir. 

Prodi HTN ini menjadi bagian dalam program Sekolah Pemerintahan Desa yang menjadi program akseleratif bagi perangkat desa, partai politik, dan juga konsultan hukum desa, dalam mendapatkan pendidikan formal.