SEASIHE (ISW)

Dapatkan Dukungan BKSPTIS dan UniSZA, IAI Rawa Aopa Siap Gelar SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan langkah dalam kancah akademik internasional melalui persiapan penyelenggaraan Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Momentum ini dipertahankan setelah perguruan tinggi tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) se-Indonesia serta Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia, yang akan memperluas jejaring riset dan kolaborasi antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa sinergi antara BKSPTIS dan UniSZA merupakan fondasi dalam memastikan pelaksanaan simposium mendatang. Beliau menekankan bahwa kolaborasi ini akan menjadi sebuah ikhtiar strategis untuk mengangkat posisi perguruan tinggi Islam lokal ke tingkat global. 

Menurutnya, dukungan dari lembaga besar seperti UniSZA memberikan kepercayaan diri lebih bagi IAI Rawa Aopa dalam mengelola perhelatan ilmiah berskala internasional. “Kita akan mengkomunikasikan ini semakin luas ke pelbagai perguruan tinggi Islam. Termasuk dalam jejaring Al Washliyah,” ungkap Ismail di Masjid Istiqlal setelah menghadiri pengukuhan Majelis Ulama Indonesia, Sabtu, 7 Februari 2026.

Sebagaimana diketahui bahwa SEASIHE 2026 akan dilaksanakan di Kendari-Andoolo, Sulawesi Tenggara, pada bulan Mei yang akan datang. Sekaligus sebuah kesempatan mendorong wujudnya kerjasama perguruan tinggi luar negeri dengan pemerintah kabupaten Konawe Selatan.

“Penyelenggaraan SEASIHE 2026 adalah manifestasi dari komitmen kami untuk menjadikan Konawe Selatan sebagai salah satu titik temu pemikiran interdisipliner Islam di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke sesaat setelah menyapa Ketua Umum PB Al Wahliyah yang dilantik menjadi pengurus MUI. 

Ismail menambahkan bahwa keterlibatan BKSPTIS akan menjadi jembatan bagi berbagai kampus swasta di Indonesia untuk turut serta dalam diskursus global. “Kami ingin memastikan bahwa setiap gagasan yang lahir dari simposium ini memiliki dampak bagi pengembangan kurikulum dan tata kelola perguruan tinggi Islam,” tegasnya.

Selain itu, Ismail juga menjelaskan bahwa persiapan aspek infrastruktur dan sumber daya manusia terus dikebut guna menyambut para delegasi dari mancanegara. Beliau menyampaikan bahwa dukungan administratif dan anggaran telah dialokasikan secara proporsional demi kelancaran acara tersebut. Pihak IAI Rawa Aopa optimis bahwa dengan dukungan teknis dari mitra luar negeri, SEASIHE 2026 akan mampu menghasilkan luaran publikasi ilmiah yang kompetitif dan diakui secara internasional.

Menutup keterangannya, Ismail menggarisbawahi pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi di masa depan. “Dukungan UniSZA dan BKSPTIS adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa dapat menjadi motor penggerak kolaborasi akademik lintas batas,” ucap Ismail secara optimis. Kehadiran simposium ini diharapkan tidak hanya memperkuat profil kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas melalui penyebaran ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman.

SEASIHE (ISW)

Announcement of Cohost Acceptance, Rawa Aopa – UniSZA – BKSPTIS will Organize SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – With shukur and thankfully to Allah, We announce that the Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026 conference has reached a significant milestone in its organizational journey. In a landmark collaboration, Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), and the Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS) already started discussion to organize  a collaborative forum namely SEASIHE (6-10 May 2026; Kendari-Andoolo, Southeast Sulawesi, Indonesia). 

This partnership marks a synergy between environmental conservation initiatives, prestigious academic institutions, and a robust network of private Islamic higher education bodies, ensuring a multifaceted approach to the challenges of sustainable innovation. The collaboration reflects a strategic commitment to diversity in thought and expertise. UniSZA, renowned for its academic excellence and research-driven curriculum, provides the intellectual foundation necessary for high-level discourse. 

Furthermore, BKSPTIS brings a network of private institutions, ensuring that the conference’s outcomes resonate across a wide demographic of educators and students. Complementing these is the unique perspective of Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, emphasizing the critical intersection of ecological preservation and educational frameworks in the home of Taman Nasional Rawa Aopa.

As the world pivots toward greener technologies and ethical AI integration, SEASIHE 2026 aims to be the premier forum for showcasing transformative ideas. The cohosts will work in tandem to curate a program that highlights groundbreaking research in renewable energy, sustainable campus management, and digital literacy. By pooling their resources, UniSZA, BKSPTIS, and IAI Rawa Aopa are creating a platform where local wisdom meets global innovation, fostering a dialogue that is both culturally grounded and forward-looking in the framework of Islam.

Logistical preparations are already underway to ensure a seamless experience for delegates from across the globe. This partnership signifies more than just a logistical arrangement; it represents a shared vision for the future of higher education in Southeast Asia. Through joint plenary sessions, workshops, and exhibitions, the cohosts aim to bridge the gap between theory and practice, providing attendees with actionable insights that can be implemented within their respective institutions to drive sustainable growth.

We invite researchers, academicians, and industry leaders to mark their calendars for this prestigious event. The formalization of this cohost agreement is a testament to the collective resolve of our partners to lead the charge in sustainable innovation. We look forward to welcoming you to an environment of rigorous academic exchange and collaborative spirit, as we work together to shape a resilient and innovative future for higher education in our region.

Boepinang (ISW)

Implementasi MoU Dengan Pemkab Bombana, Pimpinan dan Dosen IAI Rawa Aopa Laksanakan Pendampingan Mahasiswa di Boepinang

Rawaaopakonsel.ac.id, Boepinang – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan merealisasikan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bombana. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan pendampingan mahasiswa yang dilaksanakan oleh jajaran pimpinan dan dosen di Boepinang, Kabupaten Bombana (Sabtu, 24 Januari 2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua belah pihak sebelumnya dalam kaitan memberi bantuan pembiayaan untuk mahasiswa asal Bombana. “Namun, bukan soal biaya saja, kita juga memastikan mahasiswa selesai tepat waktu,” kata Ismail Suardi Wekke.

Kehadiran pimpinan dan IAI Rawa Aopa di wilayah tersebut bertujuan untuk memastikan kegiatan mahasiswa terkait dengan program pengabdian masyarakat berjalan optimal. Dosen pendamping lapangan memberikan arahan langsung kepada mahasiswa agar program yang dijalankan relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bombana.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut hadir memantau langsung proses pendampingan tersebut. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar soal biaya kuliah. Menurutnya, aksi nyata di lapangan adalah kunci dari keberhasilan sebuah kemitraan institusi pendidikan dengan pemerintah daerah.

“Kehadiran kami di Boepinang merupakan bukti komitmen kampus dalam mengawal setiap butir kesepakatan dengan Pemkab Bombana agar berdaya guna,” ujar Ismail Suardi Wekke saat ditemui di sela kegiatan. 

Ismail menjelaskan bahwa keterlibatan dosen secara aktif diharapkan mampu mentransfer pengetahuan praktis kepada mahasiswa dan warga sekitar. Ia juga menekankan bahwa melalui pendampingan ini, mahasiswa dapat belajar memecahkan masalah sosial secara lebih sistematis dan terukur.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa pihaknya ingin memastikan seluruh sumber daya kampus dikerahkan untuk mendukung program prioritas daerah di wilayah Bombana. Beliau juga mengungkapkan harapannya agar sinergi ini melahirkan inovasi baru yang muncul dari hasil interaksi antara akademisi dan realitas sosial di lapangan. 

Selain itu, Ismail menambahkan bahwa penguatan kapasitas mahasiswa di Boepinang akan menjadi pilot project bagi implementasi MoU di wilayah-wilayah lainnya. Sekolah setempat menyambut baik kehadiran tim dari IAI Rawa Aopa yang turun langsung ke masyarakat. 

Kolaborasi ini dinilai strategis dalam ikhtiar mempercepat pembangunan di sektor pendidikan dan sosial keagamaan. Mahasiswa yang sedang bertugas merasa terbantu dengan adanya arahan teknis dari para pimpinan dan dosen yang hadir.

Kegiatan pendampingan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemberdayaan ekonomi umat hingga penguatan literasi pendidikan. Dosen yang terlibat tidak hanya memantau, tetapi juga ikut serta dalam diskusi-diskusi bersama tokoh masyarakat setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program yang dijalankan memiliki keberlanjutan jangka panjang bagi warga Boepinang.

Implementasi MoU ini diharapkan terus berkembang ke berbagai sektor pembangunan lainnya di masa depan. IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mencetak generasi unggul. Penutupan kegiatan pendampingan hari ini menandai babak baru kolaborasi aktif antara dunia akademik dan birokrasi di Sulawesi Tenggara.

 

Research Network (ISW)

Pertahankan Jejaring Riset, IAI Rawa Aopa Kembali Dapatkan Dana Hibah Penelitian dari Australia

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkokoh eksistensinya di kancah internasional. Kampus ini kembali berhasil mengamankan dana hibah penelitian dari lembaga donor Australia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata terhubungnya jejaring riset yang dibangun oleh sivitas akademika IAI Rawa Aopa.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan pengumuman tersebut usai silaturahmi dengan Kementerian Agama RI Kabupaten Konawe Selatan di Andoolo (Kamis, 22 Januari 2026). Ismail menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari konsistensi dalam menjaga kualitas kemitraan global. 

Ia menyampaikan sekali lagi bahwa kerja sama riset dengan Australia telah berlangsung dalam beberapa siklus program. “Kepercayaan ini tidak datang tiba-tiba, melainkan melalui proses seleksi yang sangat ketat dan kompetitif di tingkat internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Menurut Ismail, dana hibah tersebut akan dialokasikan untuk mendukung proyek riset yang berfokus pada pengembangan masyarakat lokal. Ia juga menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah dari dana hibah ini berdampak langsung pada kualitas akademik. 

“Kami memastikan bahwa seluruh pendanaan ini akan dikelola secara transparan dan akuntabel guna menunjang produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas,” tambahnya.

Ismail turut menekankan pentingnya bagi perguruan tinggi untuk memiliki daya saing yang melampaui batas wilayah. Baginya, hibah riset internasional bukan sekadar soal nilai finansial yang diterima kampus. 

“Ini adalah pengakuan dunia terhadap kapasitas intelektual peneliti kita di Konawe Selatan yang mampu bersaing di level dunia,” tegas Ismail dengan penuh optimisme.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong seluruh dosen untuk aktif mencari peluang kolaborasi di luar negeri. Ia menilai bahwa jejaring riset merupakan instrumen penting bagi institusi untuk meningkatkan akreditasi dan reputasi akademik. Dengan adanya hibah ini, Ismail berharap akan lahir inovasi-inovasi baru yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan sosial di Sulawesi Tenggara.

Ia pun menambahkan bahwa pihak rektorat akan memberikan pendampingan khusus bagi tim peneliti yang terlibat dalam proyek ini. Pendampingan tersebut meliputi aspek administratif hingga penguatan metodologi riset agar sesuai dengan standar global. Ismail menginginkan agar momentum ini menjadi pemicu bagi program studi lain di IAI Rawa Aopa untuk segera menyusul kesuksesan yang sama.

Keberhasilan meraih dana dari Australia ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi IAI Rawa Aopa dalam peta pendidikan tinggi di Indonesia Timur. Ismail memaparkan bahwa riset kolaboratif ini juga akan melibatkan pertukaran data dan publikasi bersama pada jurnal bereputasi. Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan sitasi karya ilmiah dari para akademisi kampus tersebut.

Manajemen kampus kini tengah mempersiapkan jadwal pelaksanaan riset yang akan segera dimulai dalam waktu dekat. Ismail meyakini bahwa dengan kepemimpinan yang solid dan dukungan penuh dari yayasan, program ini akan berjalan sukses. Sinergi antara pendanaan internasional dan semangat peneliti lokal diharapkan mampu membawa IAI Rawa Aopa menuju kampus yang unggul dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, Ismail Suardi Wekke menyampaikan terima kasih kepada kolega dari pelbagai perguruan tinggi yang turut mendukung kolaborasi ini. “Diantaranya dari Institut Teknologi Bandung,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

PALPASI (ISW)

Komunikasi Dengan Pemuda Peduli Pendidikan dan Demokrasi (Palpasi) Indonesia, Terkait dengan Pengembangan Kapasitas Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring guna meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa. Langkah terbaru yang diambil adalah menjalin komunikasi intensif dengan organisasi Pemuda Peduli Pendidikan dan Demokrasi (Palpasi) Indonesia (Andoolo, Kamis, 22 Januari 2026). Inisiasi ini bertujuan untuk membuka ruang kolaborasi bagi mahasiswa dalam bidang pengembangan kapasitas, khususnya pada sektor pendidikan dan penguatan nilai-nilai demokrasi di tanah air.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., mengungkapkan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi awal dengan Ketua Umum Palpasi Indonesia, Andi Muh. Riski. Dalam pembicaraan tersebut, Ismail menekankan pentingnya pelibatan mahasiswa dalam ekosistem organisasi pemuda yang progresif. Ia berharap mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat diberikan panggung yang lebih luas untuk mengeksplorasi potensi mereka melalui berbagai program kolaboratif yang dirancang oleh Palpasi Indonesia.

Selain menjabat sebagai Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke yang juga merupakan Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa ini menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi kampus yang inklusif dan dinamis. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan organisasi kepemudaan seperti Palpasi Indonesia akan memberikan dampak positif bagi pemahaman mahasiswa mengenai realitas sosial di lapangan. 

Ismail meyakini bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam isu pendidikan dan demokrasi akan membentuk karakter kepemimpinan yang kuat di masa depan. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan beberapa poin krusial secara langsung terkait urgensi kerjasama ini. 

“Kami memandang Palpasi Indonesia sebagai mitra strategis dalam mengakselerasi kompetensi mahasiswa agar mereka tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu-isu kewarganegaraan,” ujar Ismail saat dikonfirmasi mengenai program pengembangan mahasiswa. 

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya aksesibilitas bagi mahasiswa daerah dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen membuka jalan bagi mahasiswa untuk mendapatkan peluang emas dalam kolaborasi berskala nasional bersama Palpasi. Ia pun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sinergi ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak kader bangsa yang peduli pada kemajuan pendidikan dan stabilitas demokrasi.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya IAI Rawa Aopa dalam memperluas jangkauan kerja sama internasional dan nasional. Ismail menggarisbawahi bahwa mahasiswa perlu mendapatkan stimulasi yang tepat di luar ruang kelas agar mampu bersaing di era global. Dengan adanya komunikasi dengan Andi Muh. Riski, diharapkan program-program peningkatan kapasitas yang dimiliki Palpasi Indonesia dapat segera diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh sivitas akademika di Konawe Selatan.

Silaturahmi dengan Kemenag (ISW)

Silaturahmi Yayasan dan Pimpinan IAI Rawa Aopa dengan Kemenag Kab Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –

Jajaran pengurus Yayasan (Ketua Dewan Pembina, Al Asri) dan unsur pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa (Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor) melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Konawe Selatan. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat sinergi sektor pendidikan keagamaan. 

Kehadiran rombongan kampus disambut hangat oleh jajaran pejabat Kemenag setempat dalam suasana penuh kekeluargaan. Diterima langsung Kepala Kementerian Agama RI, Kabupaten Konawe Selatan, dan Kepala Seksi Pendidikan Islam, Hidayat, S.Ag., M.Pd.

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis bagi kedua lembaga dalam menyelaraskan program-program pengembangan sumber daya manusia. IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus menjadi mitra garda terdepan bagi Kemenag dalam mencetak generasi unggul. Pihak yayasan menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas literasi keagamaan di wilayah Konawe Selatan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangannya dalam kesempatan tersebut. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran kampus di tengah masyarakat harus mampu memberikan solusi nyata terhadap tantangan zaman. Ismail juga menjelaskan bahwa manajemen kampus sedang melakukan akselerasi besar-besaran untuk memperbaiki tata kelola keuangan dan kepegawaian demi menunjang kualitas akademik.

Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya standar mutu pelayanan yang tinggi bagi seluruh civitas akademika di IAI Rawa Aopa. Menurutnya, setiap langkah perencanaan yang diambil institusi saat ini selalu berorientasi pada kemajuan jangka panjang bagi para mahasiswa. Ia berharap kerja sama dengan Kemenag ini dapat membuka akses beasiswa dan fasilitas pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri daerah.

“Kami datang ke sini dengan niat silaturahmi untuk merajut kerja sama yang lebih erat demi kemajuan pendidikan Islam di daerah kita,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pernyataan resminya usai pertemuan tersebut. Dirinya yakin bahwa hubungan harmonis antara perguruan tinggi dan pemerintah akan membawa perubahan positif bagi masyarakat luas. Semangat kolaboratif ini menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan yang diambil oleh jajaran rektorat IAI Rawa Aopa.

Ismail kembali menegaskan posisi kampus dalam ekosistem pendidikan melalui pernyataan langsungnya di hadapan para pejabat Kemenag. “IAI Rawa Aopa siap menjadi laboratorium pemikiran dan pengembangan dakwah yang modern di Konawe Selatan,” tegasnya. 

Beliau menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan inovasi di bidang kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Dalam sesi diskusi yang lebih mendalam, Ismail kembali memberikan penekanan terkait transparansi dan akuntabilitas lembaga. 

“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dan setiap pegawai di kampus kami bekerja maksimal untuk melayani umat,” tuturnya dengan penuh keyakinan. Pernyataan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa IAI Rawa Aopa sedang bertransformasi menjadi institusi yang profesional dan terpercaya.

Pihak Kemenag Kabupaten Konawe Selatan menyambut positif seluruh rencana strategis dan komitmen yang disampaikan oleh pimpinan IAI Rawa Aopa. Pertemuan ini diakhiri dengan respon untuk mengajukan permohonan rekomendasi sebagai tindak lanjut untuk kerja sama konkret di masa mendatang. 

Sinergi ini diharapkan dapat memperkokoh fondasi pendidikan Islam dan kerukunan umat beragama di wilayah Sulawesi Tenggara. “Kita juga akan turut berpatisipasi dalam memperkuat program Madrasah Riset di Kementerian Agama secara umum,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga Distingished Professor di North Bangkok University (Thailand)

Pertemuan dengan BRIDA (ISW)

Silaturahmi ke BRIDA Konsel, Pimpinan IAI Rawa Aopa Sampaikan Kesiapan Berkolaborasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Konawe Selatan. Pertemuan ini berlangsung di gedung perkantoran Andoolo dengan agenda utama memperkuat sinergi antara dunia akademisi dan pemerintah daerah (Rabu, 21 Januari 2026). Kedatangan Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diterima Kepala BRIDA Konawe Selatan, Drs. I Putu Darta, MT.

Suasana hangat menyelimuti pertemuan yang membahas berbagai peluang kerja sama strategis untuk kemajuan daerah. IAI Rawa Aopa Konawe Selatan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mitra penelitian bagi pemerintah. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan dampak konkret bagi pembangunan berbasis data dan riset di wilayah Konawe Selatan.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, dalam pertemuan tersebut memberikan pernyataan kesediaan untuk berkolaborasi. Ismail yang juga Direktur Pascasarjana, menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung inovasi di daerah. Ia melihat BRIDA sebagai mitra strategis dalam mengimplementasikan hasil-hasil riset para akademisi dan mahasiswa.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk menyelaraskan kurikulum dan riset kampus dengan kebutuhan pembangunan di Konawe Selatan,” ujar Ismail di hadapan Kepala BRIDA. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan menjadi jalan bagi kampus untuk berkontribusi lebih nyata. 

“Kami siap menerjunkan dosen dan mahasiswa yang dapat berfungsi sebagai peneliti untuk belajar bersama BRIDA dalam merumuskan kebijakan yang berbasis pada data ilmiah,” tegasnya. 

Terakhir, ia menyatakan bahwa sinergi ini merupakan langkah awal dari transformasi IAI Rawa Aopa sebagai institusi yang responsif terhadap isu-isu lokal.

Selain itu, Ismail juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan mahasiswa pascasarjana dalam program-program inovasi daerah. Ia menyebutkan bahwa mahasiswa pascasarjana memiliki potensi besar untuk melakukan pemetaan masalah sosial dan ekonomi di Konawe Selatan. Menurutnya, hasil studi tersebut nantinya dapat menjadi rujukan penting bagi BRIDA dalam menyusun rekomendasi kebijakan bagi Bupati.

Ismail turut menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dapat bersama-sama BRIDA menyiapkan peta jalan riset yang relevan dengan visi pembangunan daerah dan didukung dengan keberadaan habitat pendidikan, diantaranya melalui perguruan tinggi. Ia berpendapat bahwa integrasi antara keahlian akademis dan kewenangan pemerintah daerah akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat. 

Lebih lanjut, ia meyakini bahwa keberadaan BRIDA dalam memberi pendampingan untuk aktivitas kampus akan menciptakan ekosistem inovasi yang sehat di Andoolo. “BRIDA Konsel dapat menjadi mitra strategis bagi keberadaan lembaga penelitian, dan pengabdian masyarakat di kampus kami,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang juga Distinguished Professor di North Bangkok University. 

Kepala BRIDA Konawe Selatan, I Putu Darta, menerima kedatangan pimpinan IAI Rawa Rawa Aopa Konawe Selatan dengan penuh keterbukaan. Ismail menyampaikan bahwa Kepala BRIDA, memberikan eksplorasi dan juga kesediaan untuk bekerja bersama. 

Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk merumuskan nota kesepahaman yang lebih teknis dalam waktu dekat. Silaturahmi ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk segera menindaklanjuti poin-poin diskusi dalam program kerja nyata. 

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan BRIDA Konawe Selatan dapat melanjutkan dengan pertemuan berikutnya dengan salah satu agenda terkait inovasi daerah. Langkah ini diproyeksikan akan membawa wajah baru bagi pembangunan Konawe Selatan yang lebih modern dan terukur.

Pasca Pelantikan (ISW)

Usai Pelantikan Pejabat di Jajaran IAI Rawa Aopa, Di Pekan Pertama Siap Laksanakan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bergerak cepat pasca pelantikan jajaran pejabat struktural baru. Memasuki pekan pertama masa kerja, manajemen kampus telah menjadwalkan agenda strategis berupa kegiatan Upgrading dan Peningkatan Kapasitas yang ditargetkan berlangsung pada akhir pekan ini.

Langkah taktis ini diputuskan setelah adanya pertemuan koordinasi intensif antara rektorat dengan jajaran yayasan. Bertempat di kediaman Ketua Yayasan di Andoolo, Senin (19 Januari 2026), Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, melakukan pertemuan khusus dengan Ketua Yayasan, Mardan, SkM., M.Si., serta Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., guna mematangkan ritme kerja organisasi ke depan.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa momentum setelah pelantikan harus segera diisi dengan penyamaan persepsi melalui program pengembangan SDM. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memastikan seluruh pejabat yang baru dilantik memiliki kesiapan mental dan manajerial yang mumpuni dalam menjalankan tugas-tugas akademik maupun administratif. Menurutnya, sinergi antara yayasan dan rektorat menjadi kunci utama agar target-target institusi dapat tercapai secara akseleratif.

Selain itu, Ismail menjelaskan bahwa fokus utama dari upgrading ini adalah penguatan tata kelola keuangan dan perencanaan yang lebih transparan dan akuntabel di lingkungan IAI Rawa Aopa. Ia menyebutkan bahwa setiap pejabat harus mengakselerasi regulasi terbaru serta mekanisme kerja internal agar tidak terjadi hambatan birokrasi yang tidak perlu. Pihaknya berkomitmen untuk menjadikan pekan pertama ini sebagai fondasi kuat bagi transformasi kampus di masa depan.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke secara lugas menekankan pentingnya eksekusi cepat setelah seremoni pelantikan berakhir. “Kita tidak memiliki waktu untuk sekadar bertepuk tangan, sebab setelah pelantikan ini, tanggung jawab besar sudah menanti dan upgrading di akhir pekan nanti adalah langkah awal kita untuk bertahan pada jalur transformasi,” tegas Ismail saat ditemui di usai pertemuan di Andoolo.

Lebih lanjut, Ismail mengingatkan bahwa kualitas pelayanan kepada mahasiswa sangat bergantung pada kapasitas para pengelolanya. “Peningkatan kapasitas ini sebagai silaturahmi, juga merupakan upaya sadar untuk meningkatkan standar mutu pelayanan di IAI Rawa Aopa agar semakin kompetitif,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pihak yayasan terhadap program-program akselerasi ini. “Hasil koordinasi hari ini memastikan bahwa Ketua Yayasan dan Ketua Dewan Pembina memberikan lampu hijau sepenuhnya agar kami segera melakukan konsolidasi internal demi kemajuan institusi yang kita cintai ini,” pungkas Ismail.

Pascasarjana IAI Rawa Aopa (ISW)

Fasilitasi Studi Lanjut Magister dan Doktor bagi Masyarakat Konsel, IAI Rawa Aopa Bentuk Direktorat Pascasarjana

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan membentuk Direktorat Pascasarjana sebagai langkah strategis untuk memfasilitasi kebutuhan studi lanjut bagi masyarakat di wilayah Konawe Selatan dan Sulawesi Tenggara. Kehadiran direktorat baru ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi peningkatan kualifikasi akademik masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin menempuh jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3).

Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., usai dilantik, (Sabtu, 17 Januari 2026) menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas kepada masyarakat lokal. Menurutnya, selama ini kendala jarak dan akses seringkali menjadi hambatan utama bagi putra daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan adanya direktorat ini, IAI Rawa Aopa berupaya memangkas hambatan tersebut melalui program-program yang adaptif terhadap kebutuhan daerah.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai visi besar di balik pembentukan unit ini. “Pembentukan Direktorat Pascasarjana ini adalah jawaban konkret kami untuk memastikan bahwa masyarakat Konawe Selatan memiliki wadah yang representatif guna meningkatkan kapasitas keilmuan mereka tanpa harus meninggalkan daerah,” ujar Ismail saat ditemui di kampus IAI Rawa Aopa (Andoolo), usai acara pelantikan Rektor dan Direktur Pascasarjana. 

Ia juga menambahkan bahwa institusi sedang merancang kurikulum yang relevan dengan dinamika sosial dan potensi ekonomi di Sulawesi Tenggara. “Kami ingin lulusan pascasarjana nantinya bukan sekadar meraih gelar, tetapi benar-benar menjadi pakar yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan di Konsel,” imbuhnya. 

Terkait kolaborasi, Ismail menyatakan komitmennya untuk membangun jejaring luas. “Langkah awal kami adalah memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna menjamin mutu akademik yang kompetitif,” tegasnya.

Selain pernyataan langsung tersebut, Ismail juga menjelaskan bahwa keberadaan direktorat ini diharapkan dapat memacu semangat para aparatur sipil negara (ASN) dan praktisi pendidikan di Konawe Selatan untuk terus belajar. Ia menyampaikan bahwa pihak kampus akan memberikan kemudahan administratif dan bimbingan yang intensif bagi para calon mahasiswa agar mereka dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan standar kualitas yang terjaga. 

Lebih lanjut, Ismail mengutarakan optimismenya bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Konawe Selatan akan memiliki stok sumber daya manusia unggul yang melimpah berkat fasilitasi pendidikan yang sistematis melalui pemberian bantuan UKT oleh Bupati Konawe Selatan.

Pendirian Direktorat Pascasarjana ini juga merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) pengembangan kampus untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan akademik di wilayah selatan Sulawesi Tenggara. Dengan manajemen yang terfokus di bawah kepemimpinan Direktur Pascasarjana Ismail Suardi Wekke, IAI Rawa Aopa kini tengah mempersiapkan proses pengembangan program studi baru yang linear dengan kebutuhan pasar kerja global namun tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.

Pelantikan PP IAPIM (ISW)

Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Sampaikan Selamat Atas Pengukuhan PP IAPIM

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Direktur Pascasarjana Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. menyampaikan ucapan selamat dan sukses secara resmi atas pengukuhan jajaran Pengurus Pusat Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM). Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap keberlanjutan regenerasi kepemimpinan dalam organisasi alumni pesantren tersebut, disampaikan Ismail Suardi Wekke di sela-sela pelaksanaan ujian akhir semester IAI Rawa Aopa (Sabtu, 17 Januari 2026).

Dalam keterangan persnya, Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menekankan bahwa pengukuhan ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat jejaring alumni pesantren yang kini telah berkiprah di berbagai sektor strategis. Ia menilai bahwa alumni pesantren memiliki keunggulan komparatif karena mampu memadukan kedalaman spiritual dengan kecerdasan intelektual dalam menjawab tantangan zaman.

“Dalam pelbagai kesempatan, alumnus pesantren merupakan bagian dalam memajukan pendidikan tinggi Indonesia,” ungkap Ismail Suardi Wekke yang juga alumnus pesantren IMMIM.

Beliau berharap agar amanah yang diemban oleh pengurus baru dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi membawa organisasi IAPIM menjadi lebih besar dan memberikan manfaat nyata bagi umat. Lebih lanjut, ia juga melihat adanya potensi besar bagi kedua belah pihak untuk menjalin sinergi di masa depan, terutama dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jenjang pendidikan tinggi.

“Melalui pesantren kita bisa belajar banyak. Ketika duduk di bangku pesantren, saat itu kami mendapatkan peluang belajar banyak hal semisal bahasa Inggris dan Arab sehingga kini mendapatkan pelbagai peluang di tingkat global,” tutur Ismail yang kini juga memegang jabatan sebagai Distinguished Professor di North Bangkok University (Thailand).

Selain urusan akademik, Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam program pengabdian masyarakat yang melibatkan pakar serta praktisi dari kalangan alumni. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat literasi Islam dan moderasi beragama, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.

Pengukuhan ini diyakini akan menjadi titik awal bagi IAPIM untuk semakin solid dalam menjalin ukhuwah antaralumni. Dengan kepemimpinan yang baru, organisasi ini diharapkan terus menjadi mitra strategis bagi lembaga pendidikan dan pemerintah dalam upaya mencetak generasi emas yang berakhlak mulia.

“Dengan adanya regenerasi ini, menjadi peluang bagi IAPIM untuk tetap berkontribusi bagi pemajuan ilmu pengetahuan,” lanjut Ismail Suardi Wekke yang menulis disertasi terkait pembelajaran bahasa di Pesantren IMMIM.

Sebagai catatan, tegas Ismail bahwa pesantren menjadi sarana dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. “Pada saat yang sama, kita perlu mempertahankan bahwa pesantren menyediakan akses pendidikan yang selama ini tidak dapat dipenuhi seluruhnya oleh pemerintah dan negara,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang juga research fellow INTI International University (Malaysia).