IMG-20260224-WA0050

IAI Rawa Aopa Ajukan Kolaborasi Dengan Dewan Sengketa Indonesia Perkuat Ekosistem Pendidikan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memperluas jejaring kerja sama strategis. Kali ini, kampus hijau di Konawe Selatan tersebut tengah mematangkan rencana kolaborasi dengan Dewan Sengketa Indonesia (DSI).

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat ekosistem pendidikan, khususnya dalam bidang hukum, mediasi, dan penyelesaian sengketa di lingkungan akademik maupun pengabdian masyarakat. “Kita sementara berkomunikasi dengan DSI dalam penguatan program Studi Hukum Tata Negara,” papar Ismail di Kendari, Selasa (24/2/ 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi institusi dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, keberadaan Dewan Sengketa Indonesia akan memberikan warna baru bagi pengembangan sumber daya manusia di kampus, terutama dalam melahirkan mediator-mediator profesional dari kalangan akademisi.

“Kami memandang kolaborasi dengan Dewan Sengketa Indonesia sebuah ikhtiar untuk membumikan budaya perdamaian melalui jalur mediasi di Sulawesi Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangannya.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa melalui kemitraan ini, IAI Rawa Aopa berencana membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi di bidang penyelesaian sengketa. Ia meyakini bahwa penguatan aspek hukum non-litigasi akan menjadi nilai tambah bagi lulusan IAI Rawa Aopa sehingga mereka tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga kecakapan praktis dalam resolusi konflik.

Selain fokus pada pendidikan, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya riset kolaboratif yang mengangkat kearifan lokal dalam penyelesaian masalah di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa ingin mengintegrasikan nilai-nilai lokalitas Sulawesi Tenggara dengan standar profesionalisme yang dimiliki oleh DSI.

Ismail Suardi Wekke mengatakan bahwa tujuan utama dari rencana ini adalah menciptakan ekosistem kampus yang sadar hukum dan mampu menjadi pelopor dalam penyelesaian sengketa secara mandiri. Ia menambahkan bahwa institusi sedang menyiapkan regulasi internal dan fasilitas pendukung agar pusat mediasi yang direncanakan dapat segera beroperasi di bawah payung kerja sama tersebut.

“Harapan kami, sinergi ini akan melahirkan pusat studi mediasi yang kuat, di mana kampus menjadi rujukan utama bagi masyarakat Konawe Selatan dalam mencari keadilan melalui jalur alternatif yang bermartabat,” tegas Ismail Suardi Wekke menutup penjelasannya.

IMG-20260224-WA0020

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siapkan Langkah Transformasi Melalui Kemitraan UNHAS

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Upaya penguatan institusi dan perluasan jejaring akademik terus dilakukan oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Terbaru, jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa melakukan kunjungan resmi ke Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar guna mengajukan kerangka perencanaan kerja sama strategis yang mencakup berbagai aspek pengembangan perguruan tinggi, Senin (23/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa untuk belajar pengalaman dari UNHAS sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia. Fokus utama pembicaraan diarahkan pada sinkronisasi program perencanaan, tata kelola keuangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui skema kolaborasi yang berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan langkah konkret untuk mempercepat akselerasi kualitas pendidikan di wilayah Sulawesi Tenggara. Beliau menegaskan bahwa sebagai institusi yang terus berkembang, pihaknya memerlukan mitra strategis seperti Universitas Hasanuddin untuk melakukan transformasi tata kelola yang lebih modern dan akuntabel.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa sangat berharap dapat mengadopsi sistem perencanaan yang telah matang di UNHAS untuk diterapkan secara adaptif di Konawe Selatan. Ia menilai bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk memastikan setiap gerak pembangunan kampus didasarkan pada perencanaan yang presisi dan berorientasi pada mutu.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa penguatan bidang kepegawaian dan keuangan menjadi pilar utama yang ingin dikerjasamakan dalam waktu dekat. Menurutnya, pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan dunia akademik yang semakin kompetitif, sehingga sinergi antarperguruan tinggi menjadi jalan pintas yang sangat efektif.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara gamblang mengutarakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti pertemuan ini.

“Kami datang ke UNHAS membawa harapan besar agar visi perencanaan kami dapat bersinergi dengan standar yang telah mapan di sini, sehingga IAI Rawa Aopa bisa tumbuh lebih cepat dan profesional,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kerja sama ini akan menjadi tonggak sejarah bagi pengembangan pendidikan tinggi di Konawe Selatan.

“Langkah ini adalah ikhtiar kami untuk memastikan bahwa pengelolaan keuangan dan kepegawaian di kampus kami memiliki standar nasional yang mumpuni,” pungkasnya di akhir pertemuan.

IMG-20260221-WA0022

Ngaji Menulis Artikel Selama Ramadhan, Inisiasi Rumah Jurnal UIN Ponorogo Bersama 20 Mitra Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Rumah Jurnal UIN Ponorogo: Programkan Ngaji Menulis Artikel Selama Ramadhan 1447 H. Rumah Jurnal UIN Ponorogo menginisiasi program “Ngaji Menulis Artikel”. Kegiatan ini berlangsung selama bulan Ramadhan 1447 H. Sebanyak 20 Perguruan Tinggi (PT) dan institusi penerbit turut berkolaborasi.

Program ini bertujuan produktif di bulan suci. Peserta akan mendalami teknik penulisan karya ilmiah. Sesi pertama sukses terselenggara di Jumat, 20 Februari 2026 berlangsung daring.
Di balik deretan gedung tinggi Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo, terdapat sebuah unit yang menjadi motor penggerak intelektualitas kampus. Rumah Jurnal UIN Ponorogo kini semakin intensif melakukan transformasi, bukan sekadar menjadi pusat administrasi, melainkan inkubator riset yang krusial bagi sivitas akademika.

Suasana di ruang Rumah Jurnal tampak sibuk pada Jumat siang. Layar monitor menampilkan peserta dan pembicara yang berlangsung daring. Tim pengelola jurnal dari berbagai fakultas tengah berkumpul dalam agenda Ngaji Menulis Artikel.

“Kami fokus pada kolaborasi. Targetnya, jurnal yang dikelola UIN Ponorogo tidak saja maju, tetapi juga maju bersama dengan perguruan tinggi lainnya,” ujar Dr. Muhammad Hariri, Koordinator Rumah Jurnal di awal kegiatan.

Tidak hanya bersifat manajerial, Rumah Jurnal juga aktif turun ke lapangan melalui program Ngaji Menulis Artikel. Dalam sesi yang sering digelar, ruangan biasanya dipenuhi oleh para dosen dan mahasiswa tingkat akhir yang membawa draf penelitian mereka.

Kegiatan ini bertransformasi menjadi ruang diskusi dua arah. Narasumber membedah anatomi artikel, mulai dari cara merumuskan abstrak yang tajam hingga pemilihan referensi yang mutakhir. Situasi ini menciptakan ekosistem riset yang hidup, di mana ide-ide mentah dipoles hingga menjadi karya ilmiah yang layak terbit di jurnal bereputasi internasional.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyambut baik inisiatif ini. Ismail yang menjadi pembicara pada sesi pertama dari rencana empat sesi menyatakan bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi kunci kemajuan akademik. Ia menegaskan bahwa Ramadhan bukan penghalang untuk tetap berkarya. Menurutnya, menulis artikel adalah bentuk syiar ilmu yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail menyatakakan “Kami sangat mendukung penuh gerakan literasi produktif ini,” ujar Ismail.
Ia menambahkan, “Sinergi 20 institusi ini akan memperkuat ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia.” Ismail juga menekankan pentingnya kualitas. “Artikel yang dihasilkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” ungkpnya, Sabtu (21/2/2026).

Ismail Suardi Wekke menekankan bahwa program ini merupakan momentum emas bagi para dosen dan peneliti. Beliau menjelaskan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa merupakan komitmen institusi dalam pengembangan sumber daya manusia. Ismail juga berharap agar tradisi menulis ini tetap terjaga meski bulan Ramadhan telah usai.