China (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Berpartisipasi Dalam The 23rd China-ASEAN Expo, 17-21 September 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memastikan akan berpartisipasi aktif dalam pameran internasional bergengsi The 23rd China–ASEAN Expo (CAEXPO) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 17–21 September 2026 di Nanning International Convention and Exhibition Center, Nanning, Tiongkok. Keikutsertaan institusi pendidikan tinggi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik, riset terapan, serta pengembangan potensi ekonomi dan industri halal di kancah global.

Kesiapan dan keterlibatan IAI Rawa Aopa ini sejalan dengan agenda nasional yang diusung Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Sebelumnya, Kemendag telah menggelar acara Kick-off Partisipasi Indonesia pada CAEXPO 2026 di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada 13 Maret 2026.

Dalam sambutannya pada acara kick-off tersebut, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menyampaikan bahwa CAEXPO 2026 merupakan platform ideal yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai elemen bangsa, termasuk akademisi dan pelaku usaha lokal, untuk memperkenalkan produk unggulan serta inovasi masa depan.

“CAEXPO 2026 dapat dimanfaatkan pelaku usaha dan lembaga strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, dan industri antara Indonesia dan Tiongkok,” tegas Puntodewi.

Pada gelaran tahun ini, Paviliun Indonesia direncanakan menempati Hall D5 dengan area seluas 2.000 m². Indonesia akan menampilkan tiga paviliun utama sebagai representasi kekuatan ekonomi, potensi unggulan daerah, serta inovasi nasional. Kehadiran IAI Rawa Aopa di ajang ini diharapkan mampu menampilkan karya riset inovatif, produk binaan UMKM, serta gagasan pengembangan SDM daerah yang siap bersaing di pasar ASEAN dan Tiongkok.

Kegiatan Kick-off CAEXPO 2026 sendiri diisi oleh sesi paparan dan testimoni dari berbagai tokoh lintas sektor, seperti Wakil Ketua Umum Bidang Diplomasi Multilateral Kadin Indonesia Andi Anzhar Cakra Wijaya; perwakilan PT Pandu Arjuna Nusantara (PAR) Indonesia Guspiabri Sumowigeno; Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) Sarwoto Atmosutarno; perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Provinsi Kalimantan Utara Heri Siampa; serta Officer II Small and Medium Enterprise Partnership Program Pertamina Ujang Supriadi.

Melalui sinergi antara kementerian, lembaga, pemerintah daerah, asosiasi, dan perguruan tinggi seperti IAI Rawa Aopa, Indonesia optimistis dapat mengoptimalkan peluang kerja sama ekonomi dan investasi internasional sepanjang gelaran CAEXPO 2026 mendatang.

Ismail Suardi Wekke, Wakil rektor di Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2026 menyatakan kesiapan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam mengikuti kegiatan tersebut. “Usai KKN yang sementara dilaksanakan, maka hasil-hasil KKN dan juga KKA itu, akan didiseminasikan di tingkat internasional,” pungkas Ismail. (*)

Binus (ISW)

Usai Bertemu Pimpinan Binus University, IAI Rawa Aopa Nayatakan Kesiapan Melaksanakan ASEAN Symposium on Higher Education

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta — Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus melangkah maju dalam memperkuat kolaborasi akademik di tingkat regional. Bertempat di Kampus Binus at JWC Senayan, Jakarta, pimpinan IAI Rawa Aopa menggelar pertemuan strategis bersama pimpinan Binus University untuk mematangkan persiapan penyelenggaraan ASEAN Symposium on Higher Education, Senin (3/8/2026).

Kegiatan berskala internasional ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Binus University dan Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM), yang dirancang untuk menjadi wadah diskursus pengembangan serta transformasi pendidikan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

“ASEAN Symposium on Higher Education merupakan platform kerjasama antara perguruan tinggi di Asia Tenggara. Selain kesyukuran terhadap 11 tahun SEAAM bersama mintra-mitra perguruan tinggi, ini juga menjadi kesempatan mengukuhkan kerjasama perguruan tinggi selama ini. Kita juga menyongsong ASEAN Day yang akan diperingati pada akhir pekan ini,” tegas Ismail Suardi Wekke kepada awak media.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa yang juga bertindak sebagai Komite Saintifik SEAAM, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam menyelaraskan visi antarlembaga demi menyukseskan simposium tersebut. Menurutnya, kolaborasi antar-perguruan tinggi di ASEAN merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan globalisasi pendidikan.

“Pertemuan hari ini membicarakan kerangka strategis dan kesiapan teknis pelaksanaan simposium. ASEAN Symposium on Higher Education bukan sekadar agenda akademis rutin, melainkan ruang kolaboratif untuk merumuskan arah tata kelola, inovasi riset, dan mobilitas akademik yang inklusif di Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke di sela-sela pertemuan di Senayan.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan IAI Rawa Aopa dalam konsorsium ini menegaskan komitmen kampus untuk terus berkontribusi aktif dalam jejaring internasional serta membawa isu-isu strategis pengembangan daerah ke panggung regional.

Simposium ini diharapkan dapat menghadirkan para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan tinggi dari berbagai negara di ASEAN. Melalui diskusi terarah dan pertukaran gagasan, agenda ini ditargetkan mampu melahirkan rekomendasi konkrit bagi peningkatan mutu serta daya saing perguruan tinggi di kawasan.

ASEAN Symposium (ISW)

Announcement of ASEAN Symposium on Higher Education

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – The SEAAM and Institut Agam Islam Rawa Aopa Konawe Selatan has officially announced the upcoming ASEAN Symposium on Higher Education, scheduled to take place from September 24 to 25, 2026, in Jakarta, Indonesia. This landmark event aims to gather education practitioners, university rectors, and regional stakeholders to address the evolving landscape of tertiary education within the bloc. Under the overarching theme of “Digital Transformation, Sustainability, and Regional Harmonization,” the symposium serves as a critical platform for aligning national educational goals with the broader ASEAN Community Vision.

A primary focus of the 2026 symposium is the acceleration of the ASEAN Higher Education Space, a regional initiative designed to foster a more integrated and “borderless” academic environment. Discussions will center on the implementation of the ASEAN GEMS (Global Exchange for Mobility & Scholarship) platform, which seeks to simplify credit transfers and increase talent mobility for students and faculty across the ten member states. By standardizing quality assurance frameworks, the symposium intends to ensure that degrees earned in one ASEAN nation are recognized and valued throughout the entire region.

In response to the rapid rise of Artificial Intelligence and digital tools, a significant portion of the symposium will be dedicated to digital inclusivity. Leaders will explore strategies to bridge the digital divide that persists between urban centers and rural communities, ensuring that technology-enhanced personalized learning is accessible to all. The announcement highlights the importance of “future-ready” graduates, emphasizing that higher education must evolve to meet the shifting demands of the global labor market while maintaining the cultural identity and values unique to Southeast Asia.

Sustainability also takes center stage, with sessions planned to discuss how universities can lead the transition toward a green economy. The symposium will facilitate “mini-lateral” cooperation, encouraging partnerships between universities, industries, and governments to fund research on climate resilience and renewable energy. By integrating Sustainable Development Goals (SDGs) into the core curriculum, ASEAN aims to empower the next generation of leaders to tackle environmental challenges through innovation and regional solidarity.

The event concludes a series of preparatory policy dialogues and reflects the collective commitment of member states to build a resilient and competitive educational sector. As the Philippines prepares to host this gathering, the symposium is expected to culminate in the adoption of new strategic roadmaps that will guide regional education policy through 2030. This announcement reinforces the notion that higher education is not merely an academic pursuit but a fundamental pillar for the socio-economic growth and stability of the ASEAN region.

Ketua Dewan Pembina Yayasan (ISW)

Peluang Beasiswa BDGS Brunei Darussalam 2026/2027: IAI Rawa Aopa Perkuat Implementasi MoU dengan UNISSA

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Pemerintah Brunei Darussalam melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan resmi membuka pendaftaran Brunei Darussalam Government Scholarship (BDGS) untuk Tahun Akademik 2026/2027. Program ini menawarkan beasiswa penuh bagi siswa-siswi Indonesia untuk jenjang Diploma, Sarjana (S1), dan Magister (S2).

Pembukaan beasiswa ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika, khususnya bagi keluarga besar IAI Rawa Aopa. Hal ini merupakan langkah nyata dalam menindaklanjuti Nota Kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara IAI Rawa Aopa dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA).

Melalui program BDGS, para lulusan maupun dosen memiliki peluang besar untuk melakukan mobilitas akademik di UNISSA, salah satu institusi mitra dalam program beasiswa ini. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi riset, pertukaran pelajar, serta peningkatan kualifikasi SDM di lingkungan IAI Rawa Aopa guna mewujudkan visi internasionalisasi kampus.

Pelamar juga dapat memilih institusi pendidikan tinggi terkemuka di Brunei, yaitu UNISSA (Universiti Islam Sultan Sharif Ali) sebagaimana telah ditandantangani 20 November 2025., 

Penerima beasiswa akan mendapatkan dukungan finansial yang komprehensif, meliputi:

  • Tiket pesawat kelas ekonomi pulang-pergi.
  • Pembebasan biaya kuliah secara penuh.
  • Tunjangan uang saku bulanan sebesar BND 500.
  • Fasilitas asrama, asuransi kesehatan, serta tunjangan lainnya.

Informasi Pendaftaran

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi beasiswa pemerintah Brunei Darussalam. Pelamar diwajibkan membuat akun terlebih dahulu melalui tautan pendaftaran yang tersedia (https://www.mfa.gov.bn/Pages/scholarship.aspx).

Batas Akhir Pendaftaran: 15 Februari 2026

Perkuliahan dimulai: Juli/Agustus 2026