ICOBAR (ISW)

IAI Rawa Aopa dengan dukungan BKSPTIS Bersiap Melaksanakan konferensi SEASIHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini tengah mematangkan persiapan untuk menyelenggarakan konferensi internasional Southeast Asia Islamic Higher Education (SEASIHE) 2026. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKSPTIS), menyusul koordinasi intensif yang dilakukan oleh pimpinan IAI Rawa Aopa dalam sepekan terakhir.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, bergerak cepat dengan melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta pada pekan lalu. Dalam kunjungan tersebut, Ismail secara langsung mengantarkan surat permohonan dukungan kolaborasi kepada Ketua Umum BKSPTIS. Upaya ini merupakan bentuk komitmen IAI Rawa Aopa untuk memosisikan diri sebagai pusat diskursus pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Sebagai sosok yang juga menjabat di Bidang Kerjasama BKSPTIS, Ismail memberikan kepastian mengenai kelanjutan rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa permohonan kolaborasi yang diajukannya telah mendapatkan lampu hijau melalui pesan singkat di WhatsApp. 

“Saat ini, kita tengah menunggu terbitnya surat resmi dari Ketua Umum BKSPTIS, yang dijabat oleh Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), guna memperkuat legitimasi kemitraan strategis ini,” kata Ismail Suardi Wekke usai pembukaan acara konferensi di Bina Nusantara University, Jakarta (Kamis, 5 Februari 2026).

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke menegaskan pentingnya momentum ini bagi pengembangan institusi. “Konferensi SEASIHE 2026 adalah sarana bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jejaring akademik di level internasional,” ujar Ismail Suardi Wekke yang merupakan alumni pendidikan doktor di Universiti Kebangsaan Malaysia. 

Beliau juga menambahkan bahwa dukungan dari BKSPTIS menjadi bagian dalam menyukseskan perhelatan yang akan dihadiri oleh berbagai akademisi lintas negara tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa persiapan teknis dan substansi kegiatan ini berjalan selaras dengan standar global. Olehnya, perguruan tinggi Islam saatnya bersama-sama ke arah yang sama,” tegasnya menutup pernyataan.

Ismail juga menjelaskan secara mendalam mengenai proses persiapan yang tengah berjalan. Ia memaparkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi Islam sangat krusial untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. 

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi tuan rumah yang representatif bagi para ilmuwan dari Asia Tenggara. Terakhir, Ismail menekankan bahwa nantinya, setelah terbitnya surat dari Ketua Umum BKSPTIS nantinya akan menjadi dukungan bagi seluruh panitia untuk segera mengeskalasi persiapan di lapangan.

Penyelenggaraan SEASIHE 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang komunikasi akademik, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi daerah Konawe Selatan ke kancah mancanegara. Dengan dukungan dari BKSPTIS, IAI Rawa Aopa optimistis konferensi ini akan melahirkan rencana aksi bagi masa depan pendidikan Islam di kawasan ini.

Seminar (ISW)

Introducing SEASIHE 2026, The Collaboration Platform of Southeast Asia

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – SEASIHE 2026, or the Southeast Asia Symposium on Islamic Higher Education, marks a landmark moment for regional academic synergy. Scheduled to take place in Kendari and Andoolo from May 6 to 10, 2026, this symposium is a collaborative effort initiated by Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan of Indonesia. 

By bringing together these two prominent institutions, the event establishes a dedicated space for scholars and educators to bridge the gap between national borders and academic disciplines. The primary mission of SEASIHE 2026 is to serve as a dynamic collaboration platform that addresses the evolving challenges of the 21st century. In an era where digital transformation, ethical governance, and social stability are paramount, the symposium provides a forum to harmonize Islamic educational values with modern research methodologies. 

This gathering is designed not just for passive listening, but for active engagement through Focus Group Discussions (FGDs) and workshops that aim to produce tangible research outputs and policy recommendations. Furthermore, sessions will run workshop, FGD, mini exhibition, and competition.

A key highlight of the symposium is its focus on inclusive growth and regional identity. By centering the discussion in Southeast Asia, the platform highlights the unique cultural and intellectual landscape of the region. It seeks to empower local institutions—often far from traditional urban centers—to take their place on the global stage. This “Menara Air” (Water Tower) approach ensures that high-level academic discussions flow down to benefit local communities, fostering an environment where knowledge is shared rather than hoarded.

The event’s structured pathways for collaboration include joint research initiatives, student mobility programs, and the publication of findings in globally reputable journals. By aligning technical expertise from Malaysia with the rich social fabric of Indonesia, SEASIHE 2026 facilitates a cross-pollination of ideas that is vital for the region’s intellectual resilience. It is an invitation to educators, technologists, and practitioners to participate in a “connected intelligence” that spans the diverse markets and cultures of ASEAN.

As we look toward the future, SEASIHE 2026 stands as a testament to the power of inter-institutional partnership. It is more than a conference; it is a catalyst for long-term strategic alliances that will shape the trajectory of Islamic higher education for years to come. By fostering a spirit of unity and shared purpose, the symposium ensures that Southeast Asia remains at the forefront of global intellectual and ethical discourse.

PALPASI (ISW)

Komunikasi Dengan Pemuda Peduli Pendidikan dan Demokrasi (Palpasi) Indonesia, Terkait dengan Pengembangan Kapasitas Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus memperkuat jejaring guna meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa. Langkah terbaru yang diambil adalah menjalin komunikasi intensif dengan organisasi Pemuda Peduli Pendidikan dan Demokrasi (Palpasi) Indonesia (Andoolo, Kamis, 22 Januari 2026). Inisiasi ini bertujuan untuk membuka ruang kolaborasi bagi mahasiswa dalam bidang pengembangan kapasitas, khususnya pada sektor pendidikan dan penguatan nilai-nilai demokrasi di tanah air.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., mengungkapkan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi awal dengan Ketua Umum Palpasi Indonesia, Andi Muh. Riski. Dalam pembicaraan tersebut, Ismail menekankan pentingnya pelibatan mahasiswa dalam ekosistem organisasi pemuda yang progresif. Ia berharap mahasiswa IAI Rawa Aopa dapat diberikan panggung yang lebih luas untuk mengeksplorasi potensi mereka melalui berbagai program kolaboratif yang dirancang oleh Palpasi Indonesia.

Selain menjabat sebagai Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke yang juga merupakan Direktur Pascasarjana IAI Rawa Aopa ini menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi kampus yang inklusif dan dinamis. Menurutnya, sinergi antara akademisi dan organisasi kepemudaan seperti Palpasi Indonesia akan memberikan dampak positif bagi pemahaman mahasiswa mengenai realitas sosial di lapangan. 

Ismail meyakini bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam isu pendidikan dan demokrasi akan membentuk karakter kepemimpinan yang kuat di masa depan. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan beberapa poin krusial secara langsung terkait urgensi kerjasama ini. 

“Kami memandang Palpasi Indonesia sebagai mitra strategis dalam mengakselerasi kompetensi mahasiswa agar mereka tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu-isu kewarganegaraan,” ujar Ismail saat dikonfirmasi mengenai program pengembangan mahasiswa. 

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya aksesibilitas bagi mahasiswa daerah dengan menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen membuka jalan bagi mahasiswa untuk mendapatkan peluang emas dalam kolaborasi berskala nasional bersama Palpasi. Ia pun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sinergi ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak kader bangsa yang peduli pada kemajuan pendidikan dan stabilitas demokrasi.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya IAI Rawa Aopa dalam memperluas jangkauan kerja sama internasional dan nasional. Ismail menggarisbawahi bahwa mahasiswa perlu mendapatkan stimulasi yang tepat di luar ruang kelas agar mampu bersaing di era global. Dengan adanya komunikasi dengan Andi Muh. Riski, diharapkan program-program peningkatan kapasitas yang dimiliki Palpasi Indonesia dapat segera diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh sivitas akademika di Konawe Selatan.

FGD Persiapan Seminar (Raawa Aopa)

FGD Persiapan Pelaksanaan Webinar Internasional Kolaboratif: STIKES Panrita Husada dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersinergi

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Panrita Husada Makassar dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan hari ini menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah awal persiapan pelaksanaan webinar internasional kolaboratif (Ahad, 27 Juli 2025) yang berlangsung daring. 

Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan konsep, materi, dan teknis penyelenggaraan webinar yang akan menjadi wadah pertukaran ilmu dan pengalaman di kancah global. Kolaborasi strategis antara dua institusi pendidikan tinggi ini diharapkan mampu menghasilkan kegiatan yang berkualitas dan memberikan dampak positif bagi civitas akademika maupun masyarakat luas, khususnya dalam pengembangan keilmuan di bidang kesehatan dan keagamaan yang saling mendukung.

FGD yang berlangsung hangat dan produktif ini dihadiri oleh perwakilan dari kedua belah pihak, termasuk panitia pengarah, dan panitia pelaksana dari kalangan mahasiswa. Diskusi intensif meliputi penentuan tema-tema relevan untuk diskursus internasional, identifikasi pembicara kunci dari berbagai negara, serta penjadwalan agar webinar dapat diakses secara optimal oleh peserta dari zona waktu yang berbeda. 

Aspek teknis seperti platform webinar, promosi, dan mekanisme pendaftaran juga menjadi fokus pembahasan untuk memastikan kelancaran acara. Komitmen kuat dari kedua institusi terlihat jelas dalam upaya bersama menyukseskan inisiatif penting ini.

Webinar internasional kolaboratif ini tidak hanya menjadi ajang diseminasi ilmu pengetahuan, tetapi juga merupakan manifestasi dari komitmen STIKES Panrita Husada dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas jejaring akademik di tingkat global. 

Dengan menghadirkan narasumber internasional dan memfasilitasi diskusi lintas budaya, diharapkan webinar ini dapat membuka wawasan baru bagi peserta, mendorong riset kolaboratif, serta memperkuat reputasi kedua institusi di mata dunia internasional. Persiapan yang matang melalui FGD ini menjadi fondasi kuat bagi penyelenggaraan webinar yang sukses dan berdaya guna.

Dalam kesempatan FGD tersebut, Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, dan Pembina Kegiatan Kemahasiswaan STIKES Panrita Husada, Dr. A. Suswani Makmur, SKM, S.Kep, Ns, M.Kes, secara bersama-sama menyampaikan pernyataan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk belajar dan meneruskan aktivitas di ruang kuliah ke dalam skala yang lebih luas. 

Mereka menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan webinar, sebagai bekal pengalaman berharga yang tidak dapat diperoleh hanya di dalam kelas. Inisiatif ini diharapkan dapat memacu semangat mahasiswa untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam dunia akademik dan profesional di masa depan.

ESERI UniSZA (Rawa Aopa)

Meneruskan Pesan Menteri Agama: IAI Rawa Aopa dan UniSZA Kolaborasi untuk Pendidikan Ekoteologi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kuala Nerus – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan yang relevan dengan tantangan global, khususnya di bidang lingkungan dan keagamaan. Meneruskan pesan penting dari Menteri Agama Republik Indonesia mengenai ekoteologi, IAI Rawa Aopa bersiap meluncurkan program pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) bersama dengan East Coast Environmental Research Institute (ESERI) Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.

Kolaborasi ini menandai langkah maju yang signifikan dalam mengintegrasikan perspektif keagamaan dengan isu-isu keberlanjutan lingkungan. Ismail yang saat ini berada di kampus Universiti Sultan Zainal Abidin, Malaysia merespon pesan Menteri Agama RI terkait dengan ekoteologi (Selasa, 15 Juli 2025).

Pernyataan Menteri Agama RI yang menekankan pentingnya peran agama dalam menjaga kelestarian lingkungan menjadi landasan kuat bagi inisiatif ini. Ekoteologi, sebagai bidang studi yang semakin krusial, berupaya menjembatani pemahaman spiritual dengan krisis lingkungan yang sedang kita hadapi.

Melalui program studi lanjut Master dan PhD ini, IAI Rawa Aopa dan UniSZA berkomitmen untuk menghasilkan cendekiawan yang mampu mengkaji, menganalisis, dan memberikan solusi berbasis nilai-nilai agama terhadap permasalahan lingkungan.

Kerja sama dengan UniSZA, sebuah institusi pendidikan tinggi terkemuka di Malaysia dengan keahlian di bidang lingkungan, akan memperkaya kurikulum dan pengalaman belajar mahasiswa. Program Master dan PhD ini diharapkan dapat melahirkan para ahli yang tidak hanya memahami teori ekoteologi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik, baik melalui penelitian maupun pengabdian masyarakat.

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan antusiasmenya terhadap kolaborasi bersejarah ini. “Kami sangat gembira dapat berkolaborasi dengan ESERI UniSZA untuk meluncurkan program Master dan PhD dalam Lingkungan dan Keagamaan,” ujar Dr.

Ismail Suardi Wekke selanjutnya menyatakan “Inisiatif ini sejalan dengan visi IAI Rawa Aopa untuk menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan Islam yang relevan dan berdampak.”

Ismail Suardi Wekke melanjutkan, “Pesan dari Bapak Menteri Agama tentang pentingnya ekoteologi telah menjadi inspirasi utama bagi kami. Kami percaya bahwa agama memiliki peran fundamental dalam membentuk etika dan perilaku manusia terhadap lingkungan. Melalui program ini, kami ingin mencetak generasi ilmuwan dan praktisi yang mampu mengintegrasikan kearifan lokal, nilai-nilai agama, dan sains modern untuk mengatasi tantangan lingkungan.”

Program ini akan mencakup berbagai topik interdisipliner, mulai dari teologi lingkungan, etika lingkungan Islam, kebijakan lingkungan berbasis agama, hingga pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Mahasiswa akan didorong untuk melakukan penelitian inovatif yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pemecahan masalah lingkungan di Indonesia dan di seluruh dunia.

“Kami berharap lulusan dari program ini akan menjadi agen perubahan yang mampu mengadvokasi keberlanjutan, mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan, dan berkontribusi pada pengembangan kebijakan yang berpihak pada kelestarian alam,” tambah Ismail Suardi Wekke.

“IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk mendukung keberhasilan program ini dan menjadikan Sulawesi Tenggara, khususnya Konawe Selatan, sebagai salah satu pionir dalam pengembangan ekoteologi di Indonesia,” ungkap Ismail.

Kolaborasi antara IAI Rawa Aopa dan UniSZA diharapkan tidak hanya akan memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan secara luas, sesuai dengan amanat Menteri Agama dan nilai-nilai luhur agama dalam menjaga kelestarian bumi.

FGD Bersama (IAI Rawa Aopa)

Undangan FGD IAI Rawa Aopa, STIT Sunan Giri Bima, dan ESERI UniSZA: Persiapan dan Tindak Lanjut Kerjasama

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Undangan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan tiga institusi pendidikan tinggi dari dua negara berbeda— IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan STIT Sunan Giri Bima dari Indonesia, serta ESERI UniSZA (Universiti Sultan Zainal Abidin) dari Malaysia akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2025.

Undangan ini merupakan langkah lanjutan, sekaligus langkah strategis untuk menjajaki teknis dan mempererat kolaborasi lintas batas. Fokus utama FGD ini adalah persiapan dan tindak lanjut kerjasama yang diharapkan mampu membuka peluang baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Sinergi antara ketiga institusi ini berpotensi menciptakan ekosistem akademik yang lebih kaya, mendorong inovasi, dan menghasilkan dampak positif yang lebih luas bagi komunitas akademik maupun masyarakat umum.

Diskusi dalam FGD ini tentunya akan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari penjajakan potensi bidang kerjasama yang relevan bagi masing-masing institusi hingga perumusan kerangka kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. Misalnya, kolaborasi bisa berfokus pada penelitian bersama di bidang studi keagamaan dan sosial, kegiatan bersama mahasiswa dan dosen, pengembangan kurikulum bersama, atau bahkan proyek pengabdian masyarakat yang terintegrasi. Pentingnya FGD ini terletak pada kemampuannya untuk menyelaraskan visi dan misi ketiga pihak, mengidentifikasi kekuatan dan sumber daya yang dapat saling melengkapi, serta merumuskan langkah-langkah praktis untuk mewujudkan tujuan bersama.

Keberhasilan FGD ini akan menjadi fondasi kokoh bagi terjalinnya kemitraan strategis yang bermanfaat jangka panjang. Tindak lanjut dari diskusi ini diharapkan akan berupa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) atau perjanjian kerjasama (MoA) yang lebih spesifik, yang akan menjadi payung hukum bagi berbagai program dan kegiatan kolaboratif.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan ketiga institusi dapat saling belajar, berbagi pengalaman terbaik, dan bersama-sama menghadapi tantangan global dalam dunia pendidikan tinggi. Ini adalah langkah maju yang menjanjikan dalam upaya memperluas jejaring akademik dan memperkuat kapasitas keilmuan di kancah internasional.

FGD Kemitraan Perguruan Tinggi dengan Universitas LIA

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo –

Universitas LIA menjadi panitia bersama bagi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) tentang kemitraan perguruan tinggi, yang diselenggarakan Jumat, 11 Juli 2025 Pukul 15.00 WIB Jakarta.

FGD ini mempertemukan berbagai perwakilan institusi pendidikan tinggi untuk mengeksplorasi dan memperkuat kolaborasi strategis. Diskusi difokuskan pada pengembangan program bersama, pertukaran mahasiswa dan staf, serta penelitian kolaboratif yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi lulusan di era global ini.

FGD ini akan membahas teknis sinergi antara perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan. Para peserta diundang untuk turut aktif berbagi ide dan pengalaman terbaik mengenai model kemitraan yang berhasil, serta mengidentifikasi area-area potensial untuk kerja sama yang lebih erat.

Inisiatif semacam ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari FGD ini, diharapkan akan segera terbentuk kerangka kerja kemitraan yang lebih teknis diantaranya adalah platform MAJLIS, dan juga kerjasama dengan perguruan tinggi Asia Tenggara dalam platform SEAAM.

Universitas LIA selama ini menjadi mitra strategis dalam memfasilitasi implementasi hasil diskusi ini, dengan harapan kolaborasi yang terjalin dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia secara keseluruhan.

Transformasi Pendidikan Tinggi Islam di Sulawesi Tenggara: STAI Rawa Aopa Resmi Menjadi Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Tonggak sejarah baru telah ditorehkan dalam dunia pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kabupaten Konawe Selatan. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi telah bertransformasi dan diluncurkan sebagai Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Peresmian ini merupakan puncak dari upaya panjang dan dedikasi seluruh civitas akademika serta dukungan penuh dari berbagai pihak, menandai peningkatan status dan komitmen dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia.

Acara peluncuran yang berlangsung khidmat dan meriah pada hari Senin, 23 Juni 2025, bertempat di Kampus Andoolo, IAI Rawa Aopa. Sejumlah tokoh penting hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain Bupati Konawe Selatan, Kepala Pengadilan Agama, KNPI Kabupaten Konawe Selatan, tokoh masyarakat, alim ulama, serta seluruh jajaran pimpinan, dosen, dan mahasiswa IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati Konawe Selatan, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ia menyatakan bahwa perjalanan panjang sejak berdirinya STAI Rawa Aopa hingga saat ini resmi menjadi Institut Agama Islam Rawa Aopa adalah buah kerja keras dan kolaborasi tak kenal lelah.

Ini bukan hanya perubahan nama, melainkan juga peningkatan tanggung jawab dan komitmen kami untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman dan berlandaskan nilai-nilai keislaman. Bupati Konawe Selatan, dalam pidato kuncinya mengapresiasi tinggi transformasi ini.

Beliau menekankan bahwa peningkatan status dari sekolah tinggi menjadi institut adalah indikator nyata dari kematangan institusi, baik dari segi tata kelola, kualitas sumber daya manusia, maupun pengembangan program studi.

IAI Rawa Aopa diharapkan dapat menjadi lokomotif pengembangan ilmu pengetahuan keislaman yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan global. Ini adalah investasi besar bagi masa depan pendidikan Islam di Indonesia.

Sementara itu, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., turut menyampaikan bahwa kehadiran Bupati Konawe Selatan ini merupakan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap pengembangan IAI Rawa Aopa.

Ia berharap kehadiran Institut Agama Islam di Konawe Selatan ini menjadi aset berharga bagi Sulawesi Tenggara dan dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap membangun daerah serta bangsa. Pemerintah Provinsi pun menyatakan siap bersinergi dalam berbagai program pengembangan.

Bupati Konawe Selatan, juga tidak ketinggalan menyampaikan kebanggaannya. Beliau mengungkapkan bahwa mimpi memiliki institut agama Islam di Konawe Selatan kini terwujud, dan IAI Rawa Aopa akan menjadi pusat keunggulan serta ikon pendidikan di daerah tersebut.

Bupati berharap institut ini dapat menjadi pencerah dan penggerak kemajuan masyarakat Konawe Selatan. Perubahan status ini memungkinkan IAI Rawa Aopa untuk membuka program studi baru yang lebih beragam, tidak hanya pada strata sarjana, tetapi juga memungkinkan pengembangan ke jenjang pascasarjana di masa mendatang.

Hal ini tentu akan memberikan lebih banyak pilihan bagi calon mahasiswa serta memperluas cakupan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menuju Keunggulan Akademik dan Kontribusi Nyata: Visi dan Misi Iai Rawa Aopa Konawe Selatan

Transformasi STAI Rawa Aopa menjadi Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bukan hanya sekadar perubahan nomenklatur, melainkan sebuah lompatan besar dalam mewujudkan visi dan misi yang lebih luas dan ambisius. Dengan status institut, IAI Rawa Aopa kini memiliki cakupan yang lebih luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik ilmu-ilmu keislaman maupun ilmu-ilmu umum yang terintegrasi.

Pendiri Yayasan Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Al Asri, sekaligus Ketua Dewan Pembina yang mengelola IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I., M.M., dalam pidato perdananya dalam nama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan memaparkan diantara wawasan Institut, yaitu “Menjadi Institut Agama Islam Unggul, Inovatif, dan Berdaya Saing Global Berlandaskan Nilai-nilai Keislaman Moderat pada Tahun 2035.”

Untuk mencapai visi tersebut, beliau menguraikan beberapa misi utama. Misi-misi tersebut meliputi penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berakhlak mulia, dan berjiwa enterpreneur; pengembangan penelitian ilmiah yang relevan dan inovatif untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penyelesaian masalah-masalah sosial.

Begitu pula, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan melalui program-program yang solutif dan memberikan dampak positif; pengembangan tata kelola institusi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi; serta menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional, untuk peningkatan kualitas akademik dan non-akademik.

Al Asri juga menekankan pentingnya peran IAI Rawa Aopa dalam menjaga moderasi beragama di tengah masyarakat. Beliau berkomitmen untuk mencetak sarjana yang memiliki pemahaman Islam yang moderat, toleran, dan inklusif. Lulusan IAI Rawa Aopa diharapkan menjadi agen perdamaian dan perekat persatuan bangsa.

Saat ini, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan mengelola dua fakultas dengan empat program studi unggulan yang menampung ribuan mahasiswa. Beberapa program studi yang telah mendapatkan akreditasi baik dan sangat baik antara lain Pendidikan Agama Islam.

Dengan status institut, diharapkan akan ada penambahan program studi baru di bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan, seperti Sains Data Islam, Pariwisata Halal, atau bahkan Program Studi Profesi Guru.

Infrastruktur pendukung juga terus ditingkatkan. Selain gedung perkuliahan yang modern, IAI Rawa Aopa juga memiliki perpustakaan digital, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, pusat penelitian, serta fasilitas penunjang kegiatan kemahasiswaan lainnya. Pengembangan asrama mahasiswa dan sarana olahraga juga menjadi prioritas dalam beberapa tahun ke depan.

Peluncuran IAI Rawa Aopa Konawe Selatan ini diakhiri dengan peletakan batu pertama gedung perkuliahan, sebagai simbol dibukanya lembaran baru bagi institusi ini. Seluruh hadirin berharap IAI Rawa Aopa dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Indonesia secara keseluruhan.

Momentum bersejarah ini menjadi awal dari era baru yang penuh harapan bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di Bumi Anoa. Begitu pula akan menjadi bagian dalam menyediakan akses bagi pendidikan di seluruh kawasan.

Seri Diskusi Pemikiran dirangkaian dengan Kolokium Penelitian Kolaboratif

Alasripublisher.org, Ondoolo – Pendidikan tinggi memiliki peran krusial dalam memajukan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dalam semangat tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima dan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan berinisiatif meneruskan “Seri Diskusi Pemikiran” yang dirangkaikan dengan Kolokium Penelitian Kolaboratif.

Untuk sesi seri kesepuluh, pada tanggal 4 Juli 2025, Pukul 20.00 wita Bima/Andoolo. Sekaligus menjadi seminar proposal penelitian kolaboratif kedua perguruan tinggi.

Kegiatan ini menjadi platform penting untuk mempertemukan para akademisi dari kedua institusi guna mendiskusikan gagasan-gagasan inovatif, berbagi hasil penelitian, dan merumuskan agenda riset bersama. Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah, tetapi juga untuk memperkaya perspektif akademik melalui pertukaran ide lintas batas geografis dan keilmuan.

Penelitian kolaboratif menjadi bagian dari inisiatif ini. Dengan menggabungkan kekuatan peneliti dari STIT Sunan Giri Bima dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, diharapkan dapat terwujud riset-riset yang lebih komprehensif, mendalam, dan berdampak luas. Kolokium yang diadakan menjadi wadah untuk mempresentasikan proposal penelitian, membedah metodologi, dan memberikan masukan konstruktif dari berbagai pakar.

Fokus penelitian kolaboratif ini mencakup berbagai isu strategis, khususnya yang relevan dengan konteks sosial, budaya, dan keagamaan di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tenggara. Melalui pendekatan interdisipliner, penelitian yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan solusi inovatif terhadap tantangan-tantangan kontemporer.
Dampak positif dari “Seri Diskusi Pemikiran” dan Kolokium Penelitian Kolaboratif ini sangatlah signifikan.

Selain memperkuat jejaring akademik antar-dosen dan peneliti, kegiatan ini juga mendorong lahirnya inovasi dalam metodologi penelitian dan pengembangan teori. Lebih jauh, hasil-hasil penelitian kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan, praktisi pendidikan, dan masyarakat luas dalam upaya memajukan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah.

Dengan terus menjalin kolaborasi semacam ini, STIT Sunan Giri Bima dan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimis dapat terus berkontribusi dalam memajukan khazanah ilmu pengetahuan dan peradaban.

Kemitraan Al Asri Publisher dengan Panitia Konferensi Mahasiswa 29-30 Juli 2025

Alasripublisher.org, Andoolo – Al Asri Publisher, sebuah penerbitan yang dikenal atas komitmennya terhadap diseminasi ilmu pengetahuan, telah menjalin kemitraan strategis dengan Panitia Konferensi Mahasiswa yang akan diselenggarakan pada tanggal 29-30 Juli 2025.

Kemitraan ini menandai langkah maju dalam mendukung pengembangan akademik mahasiswa, khususnya dalam mempublikasikan hasil penelitian dan gagasan inovatif mereka. Melalui kolaborasi ini, Al Asri Publisher akan berperan aktif dalam proses seleksi, penyuntingan, dan publikasi makalah-makalah terbaik yang dipresentasikan dalam konferensi, memberikan platform kredibel bagi para mahasiswa untuk berkontribusi pada literatur ilmiah.

Kerja sama ini tidak hanya sefasilitator publikasi, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran berharga bagi mahasiswa. Al Asri Publisher akan memberikan bimbingan dan pendampingan teknis terkait penulisan ilmiah yang baik, etika publikasi, serta strategi diseminasi hasil penelitian.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa dan mempersiapkan mereka untuk berpartisipasi aktif dalam komunitas riset global. Dengan adanya kesempatan publikasi yang terjamin melalui Al Asri Publisher, semangat penelitian dan penulisan ilmiah di kalangan mahasiswa diharapkan akan semakin meningkat, memicu lahirnya inovasi dan pemikiran-pemikiran baru.

Pada akhirnya, kemitraan antara Al Asri Publisher dan Panitia Konferensi Mahasiswa 29-30 Juli 2025 ini merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia unggul. Dengan memberikan akses yang lebih luas terhadap publikasi ilmiah berkualitas, kolaborasi ini berkontribusi pada peningkatan budaya riset di perguruan tinggi.

Diharapkan bahwa hasil dari konferensi ini, yang akan diterbitkan oleh Al Asri Publisher, tidak hanya menjadi referensi bagi komunitas akademik, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, sejalan dengan visi bersama untuk memajukan ilmu pengetahuan.