Wujud Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KKA Posko 8 IAI Rawa Aopa Gelar Kerja Bakti Bersama Warga

 

kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id meluhu-posko 8 woerahi, kec.meluhu, kab.konawe, Sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kemasyarakatan, mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Posko 8 Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa menggelar aksi kerja bakti dan gotong royong bersama warga setempat pada Minggu (9/8/2026).

Kegiatan pembersihan lingkungan ini dipusatkan di area lapangan serta lahan terbuka desa lokasi pengabdian. Berbekal peralatan sederhana seperti sabit dan cangkul, para mahasiswa KKA bersama warga bahu-membahu membersihkan rumput liar, semak belukar, serta sampah yang menumpuk di sekitar area publik tersebut.

Koordinator KKA Posko 8 IAI Rawa Aopa menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan salah satu program kerja bidang pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan sekaligus mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan warga setempat.

“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan rasa kepedulian lingkungan. Selain menjadikan lingkungan desa lebih bersih dan asri, aksi ini juga mempererat hubungan kekeluargaan antara mahasiswa KKA Posko 8 dan masyarakat,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Antusiasme warga terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Kehadiran para mahasiswa KKA memberikan energi positif dan semangat baru bagi masyarakat sekitar untuk terus menjaga kelestarian lingkungan tempat tinggal mereka.

Aksi bersih lingkungan ini berjalan lancar hingga selesai. Diharapkan semangat gotong royong yang telah terjalin dapat terus terjaga dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi desa setempat selama pelaksanaan program KKA IAI Rawa Aopa berlangsung.

Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Sejahtera Melalui Posyandu Balita dan Lansia KKA IAI Rawa Aopa Posko 8

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliyah (KKA) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Posko 8 sukses menggelar kegiatan Posyandu Integrasi yang diperuntukkan bagi balita dan lansia pada Rabu, 8 Agustus 2026. Berlokasi di posko pelayanan masyarakat setempat, kegiatan ini diusung sebagai bentuk komitmen nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa di sekitarnya. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi sejak pagi hari, dengan puluhan ibu rumah tangga membawa anak-anak mereka serta para lansia yang datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala.

Rangkaian kegiatan posyandu berjalan dengan lancar berkat kerja sama sinergis antara mahasiswa KKA Posko 8 dan para kader kesehatan desa. Untuk kategori balita, pelayanan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan tumbuh kembang, pemberian imunisasi rutin, serta pembagian makanan tambahan (PMT) bergizi. Sementara itu, untuk para lansia, pemeriksaan difokuskan pada pengecekan tekanan darah, gula darah, serta sesi konsultasi kesehatan ringan untuk mengontrol dan mencegah penyakit tidak menular.

Melalui program terpadu ini, KKA IAI Rawa Aopa Posko 8 berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan sejak dini hingga usia lanjut. Penanggung jawab kegiatan Posko 8 menyampaikan bahwa pemenuhan gizi balita dan perawatan kesehatan lansia merupakan kunci utama dalam menciptakan tatanan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Kehadiran mahasiswa KKA ini mendapat apresiasi hangat dari pemerintah desa dan masyarakat setempat karena dinilai sangat membantu serta memberi dampak positif secara langsung bagi kesejahteraan warga.

Aksi Bersih Masjid As-Siddiq: Sinergi KKA Posko 8 dan Masyarakat Desa Woerahi

kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id meluhu-posko 8 woerahi, kec.meluhu, kab.konawe, Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Posko 8 Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar aksi bersih-bersih di Masjid As-Siddiq, Desa Woerahi, Jumat (7/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bergotong royong bersama warga setempat guna menjaga kebersihan dan kenyamanan sarana ibadah desa.

Aksi yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA tersebut berfokus pada pembersihan area dalam ruang utama shalat, penataan karpet, pembersihan tempat wudhu, hingga perawatan halaman luar masjid. Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat terlihat dari pembagian tugas yang efektif demi mengoptimalkan kelancaran kegiatan.

Koordinator Posko 8 KKA IAI Rawa Aopa menyatakan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk menjaga fisik sarana ibadah, tetapi juga sebagai sarana mempererat jalinan silaturahmi antara mahasiswa peserta KKA dan warga Desa Woerahi. Pemilihan Masjid As-Siddiq sebagai pusat kegiatan didasari oleh posisinya sebagai sarana ibadah utama masyarakat sekitar.

Tokoh masyarakat dan pengurus Masjid As-Siddiq menyambut baik inisiatif ini. Kehadiran mahasiswa KKA dinilai membawa dorongan positif dalam memelihara kebersihan lingkungan tempat ibadah secara berkelanjutan.

Melalui aksi gotong royong ini, KKA Posko 8 IAI Rawa Aopa berharap kenyamanan jamaah dalam beribadah di Masjid As-Siddiq semakin meningkat, sekaligus memperkokoh semangat kebersamaan selama masa pengabdian masyarakat di Desa Woerahi.

KKA Posko 8 IAI Rawa Aopa Ajak Murid dan Guru Mengaji Lantunkan Asmaul Husna Bersama

 

 

kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id meluhu-posko 8 woerahi, kec.meluhu, kab.konawe, Mahasiswa Kuliah Kerja Amalan (KKA) Posko 8 Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menggelar kegiatan spiritual bersama masyarakat dengan melantunkan Asmaul Husna di Desa Woerahi. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh para murid Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan guru mengaji setempat.

Program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKA Posko 8 ini bertujuan untuk memperkuat pembinaan karakter religius anak-anak sejak dini, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa, pengajar Al-Qur’an, dan warga sekitar.

Acara diawali dengan shalat berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan 99 nama-nama Allah SWT secara serentak. Suasana khidmat dan penuh keberkahan terasa saat lantunan Asmaul Husna bergema, dipandu langsung oleh para mahasiswa KKA bersama guru mengaji setempat.

Koordinator Posko 8 KKA IAI Rawa Aopa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dalam bidang keagamaan dan pendidikan Islam. “Kami ingin menghadirkan suasana belajar Al-Qur’an yang tidak hanya berfokus pada kelancaran membaca, tetapi juga menanamkan nilai-nilai tauhid dan kecintaan kepada Allah SWT melalui Asmaul Husna,” ujarnya.

Para guru mengaji Desa Woerahi menyambut positif inisiatif ini. Menurut mereka, kehadiran mahasiswa KKA membawa semangat baru bagi para murid dalam mengikuti kegiatan pengajian rutin di TPQ.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKA Posko 8 IAI Rawa Aopa berharap kebiasaan melantunkan Asmaul Husna dapat terus dilestarikan oleh para santri dan guru mengaji, sehingga nilai-nilai keislaman tetap hidup dan menjadi benteng moral bagi generasi muda di Desa Woerahi.

KKA Tudameaso

Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa Berbaur di Desa Tudameaso, Warga Keluhkan Harga Pinang Murah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe  Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan Posko VIII silaturahmi dengan masyarakat petani Pinang di Desa Tudameaso, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Rabu (5/8/2026).

Dalam pertemuan itu, mahasiswa dan warga berbincang tentang hasil produksi Pinang yang menjadi salah satu faktor perputaran ekonomi masyarakat sekitar.

Mahasiswa mendengarkan langsung keluhan warga tentang harga Pinang yang belum sesuai dengan keinginan petani.

Keluhan itu salah satunya disampaikan oleh Maudu. Selaku pemilik Pinang, ia merasa produksi Pinang yang dilakukan petani belum setara dengan harga pasar yang tergolong murah.

“Kami masih sangat kesusahan dengan harga Pinang yang murah, khususnya di Kecamatan Muluhu. Pinang belum banyak yang menanam tapi harganya sangat murah,” keluh Maudu.

Mendengar itu, Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Posko VIII, Sulwati menilai masalah yang dialami warga sekitar harusnya bisa menjadi perhatian pemerintah terkait.

“Keluhan petani akibat anjloknya harga pinang sangat wajar karena berdampak langsung pada daya beli dan biaya hidup,” kata Sulwati.

Sekadar diketahui, KKA IAI Rawa Aopa Konawe Selatan sudah memasuki hari ketiga sejak dimulainya pada Senin, 3 Agustus 2026 lalu.

Berbagai aktivitas sudah dilakukan, termasuk di antaranya saat Rembuk Sunting di Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe pada Selasa 4 Agustus 2026.

NR (ISW)

IAI Rawa Aopa Jalin Kerjasama dengan NR Institute, Dorong Ekosistem Koperasi di Desa

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) resmi dibuka dengan menggelar Rapat Pleno I pada Selasa (4/8/2026). Turut hadir Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, termasuk hadir dalam agenda utama rapat pleno pertama. Agenda Pleno I berfokus pada pengukuhan visi dan misi organisasi serta pembahasan strategis mengenai pengembangan ekosistem koperasi.

Pelaksanaan Munas kali ini digelar secara hybrid, mengombinasikan kehadiran tatap muka terbatas di Sekretariat Organisasi kawasan Tebet, Jakarta Selatan, serta partisipasi dalam jaringan (daring) bagi para peserta dari berbagai daerah.

Dalam kepemimpinannya pada Pleno I, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya penyelarasan visi dan misi agar seluruh jajaran organisasi memiliki fondasi yang kokoh, khususnya dalam mendorong penguatan ekonomi anggota melalui koperasi.

“Pengukuhan visi dan misi ini menjadi dasar sebelum kita melangkah ke program kerja strategis, terutama dalam membangun ekosistem koperasi yang tangguh dan relevan. Format hybrid ini memastikan seluruh anggota tetap memiliki hak dan ruang yang sama untuk mengawal arah gerak organisasi,” ujar Ismail saat memimpin jalannya sidang.

Agenda dilanjutkan dengan diskusi mendalam terkait rancangan ekosistem koperasi. Para peserta menyoroti pentingnya modernisasi tata kelola, digitalisasi layanan koperasi, hingga perluasan jaringan kemitraan guna memperkuat daya saing usaha bersama di tengah ketidakpastian ekonomi.

Suasana rapat berlangsung dinamis. Peserta yang hadir secara fisik di Tebet maupun secara virtual aktif memberikan masukan untuk penajaman draf visi-misi serta poin-poin krusial terkait pengembangan koperasi tersebut.

Setelah melalui serangkaian tanggapan dan penyempurnaan substansial, Rapat Pleno I secara resmi mengesahkan rumusan visi dan misi organisasi yang baru sekaligus menyepakati kerangka awal pengembangan ekosistem koperasi. Pengesahan ini menjadi pijakan untuk melanjutkan ke agenda Rapat Pleno berikutnya dalam rangkaian Musyawarah Nasional tahun ini.

Sebagaimana diketahui, IAI Rawa Aopa sementara menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) terpadu dengan nama utama Kuliah Kerja Amaliah. “Kesempatan ini bisa diseleraskan antara NR Institute dengan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk mendorong ekosiostem koperasi,” pungkas Ismail usai Pleno I selesai.

KKA Sambasule, Meluhu

Rembuk KKA IAI Rawa Aopa dan Warga Sambasule, Deteksi Dini hingga Pencegahan Stunting

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe – Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan langsung berbaur dengan masyarakat Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe di hari kedua Kuliah Kerja Amaliah (KKA) pada Selasa (4/8/2026).

Mahasiswa KKA di Desa Sambasule mengikuti berbagai kegiatan mulai dari rembuk pencegahan stunting, hingga berpindah posko dari rumah.

Rangkaian kegiatan Mahasiswa KKA menuai respon positif dari unsur perangkat Desa Sambasule. Salah satunya Sekretaris Desa, Mustahiq.

Menurutnya, kehadiran Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa di Desa Sambasule dapat membantu kelancaran penyelenggaraan program-program pemerintah desa, khususnya dalam urusan upaya pencegahan stunting.

“Keberadaan Mahasiswa KKA IAI Rawa Aopa menjadi peluang bekerja bersama. Termasuk dalam isu stunting,” tutur Mustahiq

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke menjelaskan, rangkaian aktivitas mahasiswa tidak terlepas dari bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan Ini merupakan bagian dalam partisipasi mahasiswa melalui kerja-kerja pengabdian,” katanya menerangkan.

Bagi masyarakat setempat, pelaksanaan Rembuk Stunting sebagai upaya pencegahan ini perlu dipertahankan.

Sebagaimana diketahui, KKA mulai dilaksanakan pada Senin 3 Agustus 2026 dengan pembekalan dan juga penempatan di berbagai posko.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pendiri sekaligus Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri M Si menegaskan bahwa program KKA memegang peranan kunci dalam mengukur kualitas pengabdian institusi kepada masyarakat.

HaI itu disampaikan pada Rapat Koordinasi panitia bersama jajaran dosen dan tenaga kependidikan dalam menyamput penyelenggaraan KKA, Kamis 30 Juli 2026.

Ia mengimbau seluruh panitia dan tenaga pengajar untuk mengawal jalannya kegiatan dengan komitmen penuh.

“KKA bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan etalase utama kualitas tata kelola dan dedikasi akademis kampus kita di tengah masyarakat,” ujar Al Asri di hadapan peserta rapat.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam bekerja demi merespons dinamika pendidikan tinggi modern. Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kesiapan internal dalam beradaptasi dan berinovasi.

Sambasule (ISW)

Hari Kedua KKA di Meluhu, Ragam Aktivitas Mahasiswa di Lapangan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe — Menginjak hari kedua pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), para mahasiswa peserta KKN mulai menerjunkan diri secara aktif dalam beragam program kemasyarakatan di Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Selasa (4/8/2026).

Rangkaian agenda KKA yang secara resmi telah dimulai sejak Senin (3/8/2026) lalu—diawali dengan sesi pembekalan serta pelepasan menuju posko—kini memasuki tahap pembagian fokus kerja dan adaptasi lingkungan.

Pada hari kedua ini, dinamika kegiatan mahasiswa tampak makin memadat. Sebagian peserta KKA langsung membaur bersama aparatur desa dan warga setempat untuk mengikuti forum rembuk pencegahan stunting. Kehadiran mahasiswa dalam rembuk ini diharapkan mampu memperkuat edukasi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung program percepatan penurunan angka stunting di kawasan pedesaan.

Baca Juga: IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Bersiap Laksanakan KKA, Integrasi antara KKN dengan Pengabdian Masyarakat
https://rawaaopakonsel.ac.id/berita/iai-rawa-aopa-konawe-selatan-bersiap-laksanakan-kka-integrasi-antara-kkn-dengan-pengabdian-masyarakat/

Di samping agenda kemasyarakatan, para mahasiswa juga disibukkan dengan penataan logistik dan pemindahan posko utama dari rumah warga yang sebelumnya dijadikan penampungan sementara. Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran operasional program kerja selama masa pengabdian berlangsung.

“Memasuki hari kedua ini, beragam kegiatan mahasiswa sudah mulai berjalan, mulai dari keterlibatan dalam rembuk pencegahan stunting hingga proses kepindahan posko,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangannya, Selasa (4/8).

Kehadiran mahasiswa KKA di Meluhu (Kabupaten Konawe) diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata serta dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Meluhu.

Proker (ISW)

Penguatan Kapasitas Masyarakat Berbasis Digital, Hukum, dan Inovasi: Optimalisasi Program Kuliah Kerja Amaliah

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Kuliah Kerja Amaliah (KKA) merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan di luar ruang kuliah, tetapi juga sebagai laboratorium lapangan untuk menghasilkan riset aplikatif dan inovasi berbasis potensi lokal di tingkat desa serta komunitas.

Di era transformasi digital dan ekonomi berbasis pengetahuan saat ini, tantangan masyarakat makin kompleks. Kebutuhan akan tata kelola informasi, perlindungan atas hasil riset dan karya inovatif lokal, serta literasi digital yang inklusif menjadi prioritas. Oleh karena itu, program KKA dirancang secara strategis untuk menjawab tantangan tersebut melalui intervensi yang terukur, relevan, berbasis data (research-based), dan berkelanjutan.

Melalui pengintegrasian aspek sains, teknologi, hukum, keagamaan, serta pemetaan potensi riset, pelaksanaan KKA difokuskan pada penguatan infrastruktur digital dasar, komersialisasi inovasi warga, serta pendampingan kapasitas sosial-hukum masyarakat.

1. Target Program

Target utama dari pelaksanaan KKA ini mencakup empat pilar utama:

  • Penguatan Identitas & Infrastruktur Digital: Mendorong digitalisasi lembaga pendidikan (sekolah/madrasah), komunitas warga, dan pemerintahan desa melalui penyediaan media informasi resmi berbasis web (Information and Communication Technology / ICT paling dasar).

  • Pengembangan Riset Terapan & Inovasi Lokal: Mengidentifikasi, memetakan, dan mentransformasikan potensi lokal menjadi produk inovasi terapan yang berdaya saing serta berbasis riset saintifik.

  • Perlindungan Aset Kekayaan Intelektual: Membangun kesadaran serta memfasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas hasil riset, produk inovasi lokal, dan karya kreatif warga melalui Sentra Kekayaan Intelektual.

  • Harmonisasi Sosial & Ketertiban: Menguatkan peran tokoh agama lokal (Dai Kamtibmas) dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat berbasis nilai-nilai dakwah yang edukatif dan solutif.

2. Rincian Kegiatan

Untuk mencapai target di atas, serangkaian kegiatan terstruktur berbasis riset dan aksi (action research) dilaksanakan selama periode KKA:

  • Eksplorasi Riset Potensi Desa & Inkubasi Inovasi:

    • Pelaksanaan pemetaan partisipatif (participatory mapping) dan penelitian lapangan sederhana untuk mengenali masalah utama serta potensi unggulan desa/komunitas.

    • Pendampingan inovasi produk lokal (misalnya: diversifikasi olahan pangan, teknologi tepat guna sederhana, atau pemanfaatan limbah) agar memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pasar.

  • Inisiasi & Pendampingan Sentra Kekayaan Intelektual (KI):

    • Sosialisasi pentingnya perlindungan hasil riset, merek, hak cipta, dan potensi Indikasi Geografis bagi pelaku usaha dan kreator lokal.

    • Pendataan karya riset, invensi tepat guna, serta identifikasi potensi HKI berbasis inovasi desa.

    • Pendampingan teknis pemberkasan dan permohonan pendaftaran HKI ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

  • Pembinaan dan Penguatan Dai Kamtibmas:

    • Pengorganisasian wadah silaturahmi para dai, penyuluh agama, dan tokoh masyarakat lokal.

    • Pelatihan materi dakwah yang mengintegrasikan literasi hukum, kesadaran Kamtibmas, pencegahan hoaks, serta responsif terhadap isu-isu sosial berbasis data riil lapangan.

    • Kolaborasi antara dai, aparatur kepolisian/keamanan setempat, dan pemerintah desa dalam menjaga kondusivitas wilayah.

  • Pengembangan ICT Dasar (Website Sekolah, Madrasah, Komunitas, dan Desa):

    • Pelatihan dan pendampingan pembuatan platform website sederhana, responsif, dan mudah dikelola (User-Friendly).

    • Pelatihan tata kelola konten, publikasi kegiatan riset/inovasi desa, serta pengarsipan data digital bagi operator lokal.

    • Optimalisasi situs web sebagai sarana transparansi publik, etalase hasil riset/inovasi desa, dan media informasi akademik sekolah/madrasah.

3. Luaran (Output & Outcome) Program

Pelaksanaan kegiatan KKA ini menghasilkan luaran berwujud (tangible) maupun takberwujud (intangible), antara lain:

  • Luaran Fisik, Digital, & Inovasi:

    • Terbangunnya website aktif dan siap pakai untuk sekolah, madrasah, komunitas, serta pemerintah desa.

    • Terciptanya prototipe atau produk inovasi tepat guna berbasis potensi desa yang ramah lingkungan dan ekonomis.

    • Dokumen pendaftaran/sertifikat HKI (Hak Cipta, Merek, atau Paten Sederhana) atas produk inovasi lokal yang didampingi.

    • Laporan riset berbasis aksi (Action Research Report) atau draf artikel ilmiah yang mencatat dinamika dan solusi pembangunan desa.

  • Luaran Dampak (Outcome):

    • Peningkatan nilai tambah ekonomi masyarakat melalui komersialisasi produk inovasi terdaftar HKI.

    • Terbentuknya jejaring Dai Kamtibmas yang aktif menyampaikan pesan ketertiban dan kemajuan berbasis data sosial.

    • Meningkatnya kemandirian literasi digital dan tradisi berbasis riset/inovasi dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal.

Penutup

Program Kuliah Kerja Amaliah (KKA) bukan selain sebagai kegiatan rutin akademik, juga menjadi sebuah ikhtiar pemandirian masyarakat yang memadukan kekuatan riset, inovasi, dan nilai-nilai pengabdian. Melalui penyediaan infrastruktur ICT paling dasar berupa website, perlindungan karya melalui Sentra Kekayaan Intelektual, hilirisasi inovasi lokal, serta penguatan peran Dai Kamtibmas, KKA berhasil meletakkan fondasi penting bagi pembangunan desa yang inovatif, aman, dan berdaya saing tinggi.

Sehingga, bukan berarti berhenti ketika KKA berakhir. Kesinambungan program ini memerlukan kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan komunitas lokal untuk terus merawat serta mengembangkan potensi berbasis riset yang telah diinisiasi.

Mahasiswa KKN IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Dibekali Strategi Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Desa

kkabuletin.  rawa aopa konawe selatan.ac.id meluhu-posko8 woerahi, kec.meluhu kab.konawe — Menjelang pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan membekali para mahasiswa peserta KKA dengan materi strategis mengenai pemberdayaan ekonomi dan sosial desa. Kegiatan pembekalan ini dirancang untuk memastikan mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata dan solutif di tengah masyarakat pedesaan.

Acara yang dipusatkan di Rumah Adat suku tolaki laika Mbu’u kampus IAI Rawa Aopa ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa peserta KKA dari berbagai program studi. Rektor IAI Rawa Aopa dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan (agent of change), tetapi juga harus menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi kerakyatan di lokasi penempatan masing-masing.