Kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id potoro – Hari ke tujuh Kamis, 14 Agustus 2026 melaksanakan
Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dengan mengumpulkan sampah dan membersihkan area sekitar kampus agar tetap bersih dan nyaman.
Kegiatan dilaksanakan di area kampus, khususnya di sekitar gazebo dan kawasan terbuka yang menjadi tempat berkumpul mahasiswa. Kegiatan dilakukan oleh mahasiswa KKA.
Kegiatan dilaksanakan pada pagi atau siang hari dengan kondisi cuaca yang cerah.
Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, serta menciptakan suasana kampus yang nyaman bagi pengunjung.
Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dan bergotong royong, dengan membagi tugas seperti mengumpulkan sampah, membersihkan area sekitar, serta menggunakan karung dan alat kebersihan untuk mengangkut sampah yang telah dikumpulkan.
Mahasiswa KKA IAIRA Konsel, Gelar Kegiatan Jum’at Bersih Di Kampus 2
Kkabuletinrawaaopakonsel.ac.id, Andoolo-Mahasiswa KKA Institut Agama Islam Rawa Aopa Gelar Kegiatan Jum’at Bersih di Kampus 2
Konawe Selatan, 14 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan melaksanakan kegiatan Jum’at Bersih di lingkungan Kampus 2 Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan kampus. Para mahasiswa bersama-sama membersihkan area sekitar kampus, mulai dari mengumpulkan sampah, membersihkan halaman, hingga merapikan lingkungan yang terlihat kurang tertata.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Para mahasiswa saling bekerja sama dalam membersihkan lingkungan serta menunjukkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan Jum’at Bersih ini, mahasiswa KKA berharap dapat menumbuhkan kesadaran seluruh warga kampus untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan kekompakan antar-mahasiswa.
“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab satu orang, tetapi tanggung jawab kita bersama.”
Kegiatan Jum’at Bersih diharapkan dapat menjadi kegiatan positif yang terus dilakukan secara rutin demi terciptanya lingkungan Kampus 2 Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan yang bersih, sehat, nyaman, dan asri.
Kegiatan Kunjungan Mahasiswa KKA IAIRA Kel.Potoro Ke Kawasan Wisata Persawahan
Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo-Kegiatan kunjungan Mahasiswa KKA IAIRA Kelurahan Potoro ke kawasan wisata persawahan merupakan bagian dari rangkaian persiapan program kerja (Proker) yang akan dilaksanakan selama kegiatan KKA.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka survei dan pengecekan lokasi secara langsung, untuk melihat kondisi, potensi, fasilitas, serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program kerja. Dengan melakukan survei terlebih dahulu, diharapkan setiap program yang direncanakan dapat disusun dengan lebih matang, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kelurahan Potoro.
Selain sebagai bentuk persiapan kegiatan, survei lokasi ini juga menjadi momentum bagi mahasiswa KKA IAIRA untuk membangun koordinasi, komunikasi, kekompakan, dan kebersamaan antaranggota. Sebab, keberhasilan sebuah program kerja tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh kerja sama dan kepedulian seluruh pihak yang terlibat.
Melalui langkah kecil ini, mahasiswa KKA IAIRA berkomitmen untuk terus menggali potensi yang ada di Kelurahan Potoro serta menghadirkan kegiatan yang dapat memberikan nilai positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Semoga setiap proses yang dilakukan menjadi awal dari lahirnya program-program yang inovatif, bermanfaat, dan mampu meninggalkan kesan serta dampak positif bagi masyarakat Kelurahan Potoro.
“Melangkah bersama, berkarya nyata, menggali potensi, dan memberikan manfaat untuk masyarakat.”
mahasiswa KKA posko 8 Woerahi Gelar Program Penanaman Pagar Hidup

kkabuletin. rawaaopakonsel. ac.id meluhu-posko 8 woerahi, kec.meluhu, kab.konawe, MELUHU, 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) IAI Rawa Aopa Posko 8 Desa Woerahi, Kecamatan Meluhu, sukses menggelar program pembuatan dan penanaman pagar hidup bersama warga setempat. Kegiatan gotong royong ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih asri, hijau, dan tertata rapi.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa bersama warga aktif menyiapkan media tanam dan membibitkan tanaman hias ke dalam polibag untuk dijadikan pembatas pekarangan alami. Selain mempercantik halaman rumah, program ini juga menjadi solusi penghijauan yang hemat biaya dan ramah lingkungan.
Perwakilan mahasiswa KKA Posko 8 berharap program ini dapat terus dirawat oleh masyarakat secara berkelanjutan. Warga Desa Woerahi pun menyambut antusias kegiatan ini karena memberikan dampak estetika langsung terhadap wajah pemukiman desa mereka.
Posko 2 KKA, kunjungan lokasi di area WSP (Wisata Sawah Potoro)
Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id potoro – hari ke Enam Rabu, 13 Agustus 2026 melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), posko 2 melakukan kunjungan ke kawasan wisata persawahan Potoro. Para mahasiwa sedang berkumpul dan mendapatkan pengarahan atau penjelasan sebelum melanjutkan kegiatan di lingkungan persawahan. Kegiatan ini diikuti oleh sekelompok peserta KKA, yang didampingi oleh ketua LPM. Kegiatan berlangsung pada sore hari, tepatnya di jam 16.00. Kunjungan dilakukan untuk mengenal dan menikmati potensi wisata persawahan Potoro, sekaligus memberikan pengalaman kepada peserta mengenai lingkungan pedesaan, pemandangan persawahan, serta kehidupan masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Kegiatan berlangsung di kawasan wisata persawahan Potoro, tepatnya di kel. Potoro, kec.Andoolo, kab. Konawe Selatan.
Kegiatan dilakukan secara berkelompok. Peserta berkumpul di sekitar kendaraan, kemudian menerima pengarahan dari koordinator atau ketua LPM . Setelah mendapatkan arahan, peserta dapat melanjutkan kegiatan dengan mengamati lingkungan persawahan, menikmati pemandangan, serta mengenal potensi wisata yang ada di kawasan tersebut. Kegiatan di wisata persawahan Potoro merupakan aktivitas kunjungan kelompok yang bertujuan mengenalkan potensi lingkungan persawahan dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan tetap memperhatikan arahan dan pendampingan selama berada di lokasi.
Posko 3 KKA, Kunjungan ke WSP (Wisata Sawah Potoro)
Kkabuletin.rawaaopakonsel.ac.id, Potoro – Hari keenam pelaksanaan Kuliah Kerja Amaliah (KKA), Posko 3 melaksanakan Kunjungan ke WSP (Wisata Sawah Potoro) (Kamis, 13 Agustus 2026). Kunjungan Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) ke Wisata Persawahan Potoro. Kunjungan ini menjadi salah satu momen bagi mahasiswa untuk menikmati keindahan alam sekaligus belajar tentang pemberdayaan Wisata Sawah Potoro.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Amaliah (KKA) berkumpul bersama sehingga suasananya terasa lebih ramai dan menyenangkan. Wisata Sawah Potoro adalah bukti nyata bagaimana sebuah intervensi infrastruktur sederhana mampu mengubah wajah sosial dan ekonomi suatu wilayah secara total.Bermula dari Aspal Pembawa Berkah Sebelum viral seperti sekarang, kawasan WSP hanyalah hamparan sawah irigasi biasa di Desa Potoro. Tempat ini murni berfungsi sebagai urat nadi pertanian bagi masyarakat suku Tolaki dan transmigran lokal. Saban hari, pemandangan di sini didominasi oleh para petani yang merawat tanaman padi mereka. Perubahan besar dimulai ketika pemerintah daerah melakukan pengaspalan jalan setapak yang membelah persawahan tersebut.
Tujuan awalnya sangat praktis, yaitu mempermudah jalur traktor dan mempercepat mobilisasi hasil panen. Namun, aspal hitam lurus yang kontras dengan karpet hijau persawahan justru melahirkan estetika visual yang luar biasa indah.Magnet “Senja Andoolo” yang ViralKombinasi jalanan mulus, angin sepoi-sepoi, siluet perbukitan Konawe Selatan, dan pemandangan matahari terbenam (sunset) yang dramatis langsung memikat mata generasi muda. Melalui kekuatan media sosial seperti Instagram dan TikTok, foto-foto keindahan tempat ini menyebar cepat. Secara organik, masyarakat mulai menjuluki kawasan ini sebagai WSP atau Wisata Sawah Potoro.Kini, setiap pukul 16.00 hingga menjelang magrib, WSP berubah menjadi ruang publik yang sangat hidup. Tempat ini menjadi wadah interaksi sosial yang inklusif. Di satu sudut, terlihat anak-anak riang bermain sepatu roda di atas aspal mulus. Di sudut lain, tampak warga paruh baya sedang melakukan olahraga jalan santai, sementara para remaja asyik berswafoto mengabadikan momen emas golden hour.Inspirasi Pemberdayaan Ekonomi Kreatif bagi kita sebagai mahasiswa KKN, fenomena WSP memberikan pelajaran berharga mengenai konsep Agrowisata berbasis komunitas. Lonjakan pengunjung lokal langsung direspons cerdas oleh warga Desa Potoro dengan membuka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sepanjang tepi jalan sawah, puluhan pedagang kaki lima kini menggantungkan rezeki sore mereka. Mulai dari penjual kopi kekinian, batagor, hingga camilan tradisional, semuanya meramaikan roda perputaran ekonomi desa. Fenomena ini bisa menjadi bahan studi kasus atau inspirasi program kerja KKN terkait digitalisasi UMKM atau penataan wisata desa yang berkelanjutan.WSP adalah pengingat bahwa potensi wisata tidak selalu harus bermodal kemewahan buatan. Keaslian alam desa yang dikelola dengan akses yang baik sudah cukup untuk menggerakkan ekonomi warga.
KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa Gelar Penataan dan Pembersihan Balai Desa Bekenggasu Indah
Bekenggasu Indah, 13 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 8 Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melaksanakan kegiatan penataan dan pembersihan Balai Desa Bekenggasu Indah, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung terciptanya lingkungan fasilitas desa yang bersih, rapi, dan nyaman. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN bersama-sama melakukan pembersihan area halaman balai desa, merapikan lemari dan berbagai perlengkapan, serta menata lingkungan sekitar balai.
Penataan dan pembersihan dilakukan untuk menciptakan suasana balai desa yang lebih nyaman dan tertata, mengingat Balai Desa merupakan salah satu fasilitas penting yang digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas pemerintahan maupun kegiatan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa turut menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan dan pemeliharaan fasilitas umum di Desa Bekenggasu Indah. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat yang menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan KKN.
Diharapkan, kebersihan dan kerapian Balai Desa Bekenggasu Indah dapat terus dipertahankan secara bersama-sama sehingga fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa dan seluruh masyarakat.
Kegiatan penataan dan pembersihan ini menjadi salah satu langkah sederhana namun bermakna dalam membangun lingkungan desa yang nyaman, tertib, dan mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa
Posko Desa Bekenggasu Indah
KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa Perkenalkan Diri kepada Siswa SD dan SMP di Desa Bekenggasu Indah
Desa Bekenggasu Indah, 12 Agustus 2026 — KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa Posko Desa Bekenggasu Indah melaksanakan kegiatan silaturahmi dan perkenalan dengan siswa-siswi tingkat
Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Desa Bekenggasu Indah.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah awal mahasiswa KKN dalam membangun komunikasi dan kedekatan dengan lingkungan pendidikan di desa. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan diri kepada para siswa sekaligus menyampaikan maksud dan tujuan kehadiran mereka selama melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Bekenggasu Indah.
Perkenalan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para mahasiswa berinteraksi langsung dengan siswa-siswi, sehingga tercipta suasana yang lebih santai dan terbuka. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal terjalinnya hubungan yang baik antara mahasiswa KKN dengan para siswa dan pihak sekolah.
Kehadiran mahasiswa KKN di lingkungan sekolah juga diharapkan dapat memberikan semangat dan motivasi bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Selama masa KKN, mahasiswa berkomitmen untuk turut mendukung berbagai kegiatan pendidikan yang menjadi bagian dari program kerja kelompok, khususnya kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi siswa.
KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa menyampaikan terima kasih kepada Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta seluruh siswa-siswi yang telah memberikan sambutan hangat dan menerima kehadiran mahasiswa dengan baik.
Melalui kegiatan silaturahmi dan perkenalan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan siswa-siswi selama pelaksanaan pengabdian di Desa Bekenggasu Indah. Semoga kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif serta membawa semangat baru bagi lingkungan pendidikan di desa.
KKN Kelompok 8 IAI Rawa Aopa
Posko Desa Bekenggasu Indah
Inisiasi Desa Wisata: Program Pengabdian Masyarakat Dorong Optimalisasi Potensi Sawah Andoolo
Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo — Ruas jalan aspal yang membelah hamparan sawah di Kelurahan Potoro, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, kini berikhtiar melangkah lebih jauh. Kawasan persawahan yang mulanya hanya menjadi jujugan warga untuk berolahraga ringan dan menikmati senja tersebut mulai dilirik untuk dikembangkan menjadi kawasan Desa Wisata berbasis agrowisata dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, fenomena tingginya kunjungan masyarakat terjadi secara konsisten pada sore hingga menjelang malam hari. Pengunjung dari berbagai usia memanfaatkan infrastruktur jalan yang mulus untuk berjalan santai, berswafoto, hingga bermain sepatu roda dengan latar lanskap persawahan yang asri. Geliat keramaian ini turut memicu kebangkitan ekonomi mikro di sepanjang bahu jalan, di mana puluhan pedagang kaki lima menjajakan aneka jajanan dan minuman ringan untuk memanfaatkan tingginya perputaran interaksi warga.
Melihat dinamika sosial dan potensi ekonomi yang tumbuh secara spontan ini, akademisi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menginisiasi langkah pendampingan terstruktur guna mentransformasi kawasan Potoro menjadi destinasi wisata pedesaan yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, inisiasi pengembangan Desa Wisata di Kelurahan Potoro memfokuskan pendampingan pada tiga pilar utama. Pertama, penataan ruang dan zonasi eco-tourism dilakukan untuk mengatur tata letak aktivitas wisata agar tidak mengganggu fungsi utama lahan pertanian produktif, sekaligus menjaga keselamatan para pejalan kaki dan pengguna jalan.
Selanjutnya, pembinaan UMKM kuliner lokal diarahkan untuk mengorganisasi para pedagang agar memiliki standar higienitas dan penataan tempat usaha yang rapi, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Terakhir, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi prioritas guna mendorong kapasitas kelembagaan masyarakat lokal dalam mengelola potensi lanskap alam secara mandiri dan profesional.
Integrasi antara ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai, keasrian alam pedesaan, serta pendampingan berbasis perguruan tinggi ini diharapkan mampu menjadikan kawasan sawah Andoolo sebagai salah satu model penataan agrowisata berbasis komunitas di Kabupaten Konawe Selatan.







