IMG-20260427-WA0044

IAI Rawa Aopa Turut Mendorong Integrasi Riset Asia-Eropa dalam Forum ICon-FiBank di Kampus Nitro

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Kampus Nitro Makassar menjadi pusat perhelatan dunia akademik dengan diselenggarakannya International Conference of Finance and Banking (ICon-FiBank) 2026 yang berlangsung selama dua hari, 27-28 April 2026. Forum ini menghadirkan kolaborasi lintas benua antara perguruan tinggi dari Asia dan Eropa dalam format hybrid, memungkinkan partisipasi luas dari para pakar keuangan dan perbankan internasional meski berada di lokasi berbeda.

Acara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujungpandang, Dr. Ridwan Arif. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi internasional untuk menjawab tantangan ekonomi global yang kian kompleks. Kehadiran perwakilan dari berbagai negara ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan tinggi di Indonesia semakin diakui sebagai mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan di kancah global.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, turut memberikan kontribusi sebagai Komite Saintifik dalam forum tersebut.

Melalui serangkaian kegiatansebelumnya, Ismail menegaskan urgensi adaptasi institusi pendidikan.

“Konferensi ini bukan sekadar ajang kumpul akademik, melainkan jembatan konkret untuk menyatukan standar riset antara perguruan tinggi di Asia dan Eropa demi menghadapi disrupsi ekonomi,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi ini harus memberikan dampak langsung bagi kebijakan keuangan di tingkat lokal. “Kita harus memastikan bahwa setiap hasil pemikiran di ICon-FiBank mampu diterjemahkan menjadi solusi praktis bagi penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan Timur Indonesia,” tambah Ismail.

Dalam kesempatan tersebut, ia pun menggarisbawahi peran penting teknologi dalam pendidikan dengan menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan secara hybrid membuktikan bahwa batasan geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi pengembangan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

Selain memberikan pernyataan secara lugas, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan pandangannya mengenai arah pengembangan institusi ke depan. Ia menjelaskan bahwa kemitraan strategis dalam ICon-FiBank ini merupakan langkah awal bagi IAI Rawa Aopa dan institusi mitra lainnya untuk memperluas jangkauan publikasi ilmiah di tingkat internasional.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan harapannya agar pertukaran pengetahuan antara pakar dari Asia dan Eropa dapat memperkaya kurikulum keuangan di tanah air sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki daya saing global. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program kolaboratif semacam ini agar momentum kerja sama akademik tidak berhenti hanya pada seremoni konferensi, melainkan berlanjut dalam bentuk riset bersama yang konsisten.

Pelaksanaan ICon-FiBank 2026 yang paralel dengan IPRC 2026 ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekosistem riset yang lebih sehat dan integratif. Dengan dukungan penuh dari berbagai yayasan pendidikan dan tokoh akademik, Makassar kembali membuktikan posisinya sebagai simpul penting dalam diplomasi intelektual di kawasan Asia Tenggara.

IMG-20260417-WA0011

Perkuat Sinergi Global, Dewan Pendidikan Maros Bersama IAI Rawa Aopa Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional di Ammesangeng

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros akan menggelar program International Collaborative Community Service di Madrasah Darul Ulum Ammesangeng, Kabupaten Maros, pada 28 April 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas negara yang melibatkan unsur pendidikan, organisasi kemahasiswaan, dan perguruan tinggi internasional.

Program tersebut diinisiasi bersama Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) HMI Cabang Makassar Timur serta Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Makassar Timur. Selain itu, sejumlah perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri turut ambil bagian, di antaranya IBK NITRO Makassar, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Universitas Bina Nusantara Jakarta, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Tohoku University Jepang.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Maros, Ismail Suardi Wekke, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bentuk nyata kolaborasi antara kampus, organisasi kemahasiswaan, Dewan Pendidikan, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Maros,” ujar Ismail dalam keterangannya, Jumat (16/4/2026).

Ia menjelaskan, kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mendorong pertukaran gagasan dan inovasi yang berdampak langsung bagi pengembangan pendidikan di tingkat lokal, khususnya di Madrasah Darul Ulum Ammesangeng.

“Melalui sinergi ini, kami ingin menghadirkan pertukaran ide dan inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan satuan pendidikan,” katanya.

Lebih lanjut, keterlibatan perguruan tinggi dari Malaysia hingga Jepang dinilai sebagai langkah strategis untuk menghadirkan perspektif global dalam pembangunan pendidikan daerah.

“Kehadiran mitra internasional menunjukkan komitmen bersama untuk membawa wawasan global ke dalam penguatan kualitas pendidikan lokal,” tambahnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Maros dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kemitraan strategis yang inklusif dan berkelanjutan.

Pers (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Seret Penyebar Fitnah ke Dewan Pers: Itu Murni Pembunuhan Karakter

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara tegas memberikan bantahan keras terhadap gelombang pemberitaan miring yang menyudutkan institusi belakangan ini. Manajemen kampus menyatakan bahwa seluruh tuduhan yang beredar di media massa adalah kebohongan publik yang tidak memiliki dasar hukum dan merupakan upaya sistematis untuk merusak reputasi lembaga melalui fitnah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi serangan informasi tersebut sebagai kampanye gelap. Menurutnya, apa yang disebarluaskan bukan lagi kritik, melainkan penyebaran berita bohong yang dirancang untuk mengelabui masyarakat.

“Apa yang berkembang di media terkait kejadian di Masjid Kampus IAI Rawa Aopa sepenuhnya adalah fitnah dan merupakan bentuk nyata dari pembunuhan karakter yang sengaja didesain untuk merugikan kami secara institusional maupun personal,” ujar Ismail saat memberikan klarifikasi resmi di kampus dalam persiapan pelaksanaan PBAK, Kamis (16/4/2026).

Ismail menegaskan bahwa seluruh operasional kampus, baik dari aspek keuangan maupun manajerial, berjalan transparan dan sesuai regulasi. Ia mencurigai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengembuskan kebohongan karena kebencian terhadap IAI Rawa Aopa.

“Kami tidak akan membiarkan martabat institusi ini diinjak-injak oleh narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara faktual,” tegasnya.

Sebagai langkah nyata melawan fitnah ini, pihak rektorat tengah mempertimbangkan jalur hukum secara serius. Ismail juga menyayangkan lemahnya prinsip jurnalisme dalam pemberitaan tersebut yang tidak melakukan verifikasi (cek dan recek), sehingga justru menjadi corong bagi kebohongan publik.

“Pemberitaan yang ada dalam kaitan kejadian di Masjid Kampus sepenuhnya mengabaikan prinsip jurnalistik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Secara prosedural, kami akan segera melapor ke Dewan Pers agar diambil tindakan tegas terhadap penyebaran fitnah ini,” pungkas Ismail.

IMG-20260414-WA0015

Menjelang IPRC dan ICon-FiBank 2026, Akademisi Didorong Kuasai Teknik Komunikasi Sains yang Inovatif

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Menjelang perhelatan akbar International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) dan International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO terus memacu kualitas sumber daya manusianya, Selasa (14/4/2026) berlangsung daring.

Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Webinar Series seri kedua yang dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026). Forum ini secara khusus menyoroti vitalnya penguasaan komunikasi sains bagi akademisi yang akan berlaga di kancah internasional.

Fokus utama dalam pertemuan virtual ini adalah membedah strategi komunikasi sains sebuah keterampilan krusial yang sering menjadi titik lemah para peneliti. Peserta diajarkan untuk tidak hanya berkutat pada kompleksitas data, tetapi juga piawai dalam menyusun narasi yang mampu menyederhanakan temuan ilmiah tanpa mengurangi esensinya.

Melalui pembekalan teknik presentasi yang efektif, para akademisi didorong untuk memastikan bahwa gagasan mereka tidak berakhir sebagai tumpukan berkas laporan, melainkan mampu memberikan dampak nyata dan meyakinkan para pemangku kepentingan di panggung global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, yang juga menjabat sebagai Komite Saintifik untuk kedua konferensi tersebut, menegaskan bahwa kecakapan retorika adalah instrumen vital bagi setiap pendidik.

“Seorang akademisi harus memiliki kemampuan menerjemahkan bahasa teknis penelitian ke dalam bahasa yang lebih membumi. Kegagalan dalam mengomunikasikan riset sama saja dengan menyembunyikan kebenaran ilmiah itu sendiri,” tegas Ismail dalam paparannya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi bahwa konferensi internasional bukan sekadar ajang pertukaran jurnal, melainkan sebuah panggung diplomasi akademik. Di sini, reputasi institusi sangat bergantung pada kualitas presentasi para delegasinya. Persiapan mental dan teknis melalui webinar ini menjadi fondasi agar diseminasi riset dari Sulawesi Tenggara mampu tampil kompetitif di level dunia.

Ismail juga memberikan tips praktis mengenai estetika presentasi ilmiah. Menurutnya, setiap slide yang ditampilkan harus mampu bercerita secara visual sehingga audiens tidak merasa jenuh dengan deretan angka yang rumit.

“Komunikasi sains bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana kita mentransfer energi dan keyakinan atas temuan riset kita kepada audiens,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, ia optimis bahwa sinergi antara IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO akan menjadi katalisator bagi akademisi lokal untuk berdiri sejajar dengan peneliti dunia. Dengan narasi sains yang kuat dan argumentatif, ICon-FiBank dan IPRC 2026 diprediksi akan menjadi tonggak baru bagi eksistensi intelektual Indonesia Timur di peta ilmu pengetahuan internasional.

IMG-20260413-WA0019

Luncurkan SMP Muhammadiyah 1, PDM Konawe Selatan Percepat Pembangunan Pusat Dakwah

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan –   Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Konawe Selatan menggelar kegiatan Halalbihalal yang dirangkaikan dengan peluncuran (launching) SMP Muhammadiyah 1 Konawe Selatan di Bike, Senin (13/4/2026).

Momentum ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui sektor pendidikan dan dakwah.

Sekretaris PDM Konawe Selatan, Marham, S.Pd., menegaskan bahwa Muhammadiyah konsisten menjadikan budaya sebagai sarana syiar selama tidak bertentangan dengan prinsip tauhid. Menurutnya, PDM Konawe Selatan terus bersinergi dengan visi SETARA yang diusung pemerintah daerah.

Saat ini, pihaknya tengah merampungkan pembangunan Pusat Dakwah di Pallangga yang dirancang setinggi dua lantai, di mana lantai pertama diperuntukkan sebagai perkantoran dan lantai kedua sebagai masjid.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Konawe Selatan yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Ivan Hardiansyah, S.STP., MM.

Dalam sambutannya, Ivan menyampaikan permohonan maaf Bupati yang berhalangan hadir karena agenda lain yang tidak kalah penting. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah daerah merupakan bentuk pengakuan atas peran aktif Muhammadiyah yang senantiasa bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tenggara, Drs. H. Syamsul, M.Pd., dalam tausiahnya menyampaikan bahwa Halalbihalal merupakan momen kebangsaan yang menjadi ciri khas keislaman di Nusantara. Ia menjelaskan bahwa tema kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah islamiyah serta persaudaraan dalam bingkai bangsa Indonesia.

Syamsul juga mengingatkan pentingnya menempatkan konteks silaturahmi dengan tepat dan senantiasa mendoakan kebaikan bagi pemerintah.

Turut memberikan pandangan dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke. Ia menekankan pentingnya integrasi antara lembaga pendidikan dan gerakan dakwah di daerah.

Ismail menyatakan bahwa kehadiran SMP Muhammadiyah 1 harus menjadi mercusuar kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kehadiran sekolah baru ini bukan sekadar menambah jumlah institusi, melainkan bentuk nyata kontribusi kita dalam mencetak generasi unggul di Konawe Selatan,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan, “Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah akan mempercepat transformasi sumber daya manusia di wilayah ini.” Lebih lanjut, ia berpesan, “Kita harus memastikan tata kelola keuangan dan perencanaan sekolah ini dilakukan secara transparan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.”

Dalam pernyataan Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa integrasi program antara IAI Rawa Aopa dan sekolah-sekolah di bawah naungan Muhammadiyah merupakan langkah strategis untuk keberlanjutan pendidikan. Ia juga mengungkapkan harapannya agar SMP Muhammadiyah 1 mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga kuat dalam pemahaman agama.

Selain itu, Ismail menekankan bahwa dukungan sarana prasarana yang memadai di Pusat Dakwah Pallangga akan menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda organisasi ke depan.

IMG_20260408_075005

Langkah Strategis IAI Rawa Aopa Perkuat Transformasi Akademik Melalui Kolaborasi dengan BINUS University

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Bina Nusantara (BINUS) University secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI). Prosesi yang menandai awal kerja sama lintas institusi ini dilaksanakan di Kampus Anggrek, BINUS University, Jakarta, dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi guna membahas penguatan riset dan pengembangan teknologi, Selasa (7/4/2026).

Hadir mewakili BINUS University, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Transfer Teknologi, Prof. Dr. Juneman Abraham, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini sebagai langkah nyata dalam memperluas jejaring transfer teknologi di tingkat nasional. Di sisi lain, IAI Rawa Aopa diwakili secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, Ph.D. Pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi intensif mengenai peluang implementasi program-program inovatif yang dapat memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak dan masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya kolaborasi ini bagi perkembangan institusi di daerah. “Kerja sama dengan BINUS University merupakan langkah transformatif bagi IAI Rawa Aopa untuk mengakselerasi standar akademik dan tata kelola perguruan tinggi kami ke level yang lebih kompetitif,” tegas Ismail saat memberikan sambutan.

Beliau juga menambahkan bahwa komitmen ini diharapkan dapat membuka pintu bagi para dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam proyek penelitian bersama dengan isu interdisipliner.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap poin dalam LoI ini diterjemahkan ke dalam aksi nyata, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Konawe Selatan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke memberikan penjelasan mendalam mengenai visi jangka panjang dari kesepakatan ini secara tidak langsung. Beliau memaparkan bahwa integrasi antara keilmuan agama dan teknologi merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital saat ini.

Menurutnya, IAI Rawa Aopa memandang BINUS University sebagai mitra ideal dalam mendalami mekanisme transfer teknologi yang efektif agar dapat diadaptasi di lingkungan kampus mereka. Selain itu, beliau meyakini bahwa sinergi ini akan memperkuat posisi IAI Rawa Aopa dalam menjalankan fungsi pengabdian masyarakat yang berbasis pada data dan inovasi terkini.

Pertemuan yang berlangsung hangat di Kampus Anggrek ini diakhiri dengan pertukaran cinderamata dan komitmen untuk segera menyusun nota kesepakatan yang lebih teknis. Penandatanganan LoI ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam hubungan antara universitas swasta terkemuka di Jakarta dengan institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara, guna menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan progresif di masa depan.

IMG-20260402-WA0029

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Tegaskan Keperluan Jejaring Internasional dalam ASHE 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Semangat integrasi akademik di kawasan Asia Tenggara kembali diperkuat melalui perhelatan “Indonesia-Malaysia Week of Academic Friendship”. Agenda besar ini menjadi panggung bagi para akademisi dan mahasiswa melalui dua kegiatan utama, yakni ASEAN Symposium on Higher Education (ASHE) 2026 dan ASEAN Student Leadership Forum.

Penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) dengan Pusat Strategi PERMATA Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), serta mendapat dukungan diantaranya dari Bina Nusantara University (Jakarta).

“Terima kasih kepada semua mitra yang sudah mendukung, diantaranya Universiti Kebangsaan Malaysia dan Bina Nusantara University (Jakarta),” kata Ismail Suardi Wekke, usai pertemuan daring dengan pihak UKM, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan jejaring intelektual yang lebih solid di antara negara-negara serumpun, sekaligus menjadi wadah pertukaran gagasan dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi global. Keterlibatan institusi dari berbagai wilayah, termasuk partisipasi aktif dari perwakilan perguruan tinggi di daerah, menunjukkan bahwa semangat persahabatan akademik ini telah merambah luas melampaui batas administratif dan geografis.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, yang hadir dalam rangkaian acara tersebut memberikan pandangannya mengenai nilai strategis kolaborasi ini. Ismail menyatakan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi di ASEAN bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia secara global.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi institusi pendidikan di Indonesia untuk belajar sekaligus berbagi praktik terbaik dalam tata kelola akademik. Ia juga menekankan bahwa melalui forum kepemimpinan mahasiswa, generasi muda dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan yang memiliki wawasan regional yang inklusif dan progresif.

Lebih lanjut, dalam wawancara di sela-sela pertemuan daring, Ismail menyampaikan aspirasinya secara lugas bagi pengembangan pendidikan tinggi di tanah air. “Kegiatan persahabatan akademik ini adalah jembatan emas bagi kampus-kampus di pelosok Indonesia untuk meraih standar internasional melalui kemitraan strategis dengan Malaysia,” tegas Ismail.

Ia juga menambahkan mengenai pentingnya mobilitas intelektual bagi dosen dan mahasiswa demi memperkaya perspektif keilmuan. “Kami sangat mengapresiasi dukungan Bina Nusantara University dan peran SEAAM yang konsisten membuka ruang bagi penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat ASEAN,” lanjutnya.

Menutup pernyataannya, Ismail memberikan penekanan pada dampak jangka panjang dari pertemuan ini. “Ini bukan sekadar acara seremoni, melainkan investasi peradaban untuk memastikan Asia Tenggara menjadi pusat keunggulan akademik dunia,” pungkasnya.

ASHE 2026 adalah salah satu rangkaian Indonesia-Malaysia Week dan forum kepemimpinan tersebut, diharapkan akan lahir rekomendasi-rekomendasi kebijakan pendidikan yang aplikatif. Kerjasama antara SEAAM dan PERMATA UKM ini diproyeksikan akan terus berlanjut menjadi program rutin yang mampu mengakomodasi pertumbuhan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih dinamis di kawasan ASEAN.

Strategi IAI Rawa Aopa Tingkatkan Mutu Kampus Lewat Kemitraan dengan PT Sarajevo

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring global melalui rencana ekspansi kerja sama ke wilayah Eropa Tenggara. Institusi yang berbasis di Konawe Selatan ini kini tengah menjajaki kolaborasi strategis dengan sejumlah perguruan tinggi di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina, sebagai langkah nyata dalam meningkatkan mutu akademik dan daya saing lulusan di level internasional.

“Kita sementara berdikusi intensif dengan perguruan tinggi di Sarajevo, Bosnia – Herzegovina, untuk melaksanakan kemitraan perguruan tinggi,” paparan awal Ismail Suardi Wekke sekaitan dengan aspek pengembangan program studi ekonomi syariah, di Andoolo, Rabu (1/4/2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari desain besar pengembangan kampus. Ia menyatakan bahwa Sarajevo dipilih karena memiliki akar sejarah dan tradisi akademik yang kuat, terutama dalam studi keislaman dan kemanusiaan yang relevan dengan visi IAI Rawa Aopa. Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak diharapkan dapat saling bertukar perspektif dalam pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan global.

“Kami memandang Sarajevo sebagai mitra strategis yang memiliki kemiripan nilai kultural sekaligus keunggulan akademik di wilayah Balkan untuk memperkuat posisi institusi kami,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan mengenai rencana tersebut.

Beliau juga menambahkan bahwa kolaborasi ini akan mencakup berbagai aspek fundamental pendidikan tinggi.

“Langkah ini adalah upaya konkret kami untuk memastikan bahwa dosen dan mahasiswa IAI Rawa Aopa memiliki wawasan global yang inklusif dan kompetitif,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya implementasi yang berkelanjutan. “Kami berkomitmen agar rencana ini segera dituangkan dalam dokumen kerja sama resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh civitas akademika dalam waktu dekat,” tegas Ismail.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan secara mendalam mengenai teknis dan arah kebijakan yang akan diambil. Beliau menyampaikan bahwa penjajakan ini bertujuan untuk membuka peluang pertukaran dosen dan mahasiswa, yang nantinya akan memberikan pengalaman belajar di lingkungan internasional bagi seluruh komponen kampus.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa kolaborasi riset antarnegara menjadi salah satu poin utama dalam draf kerja sama tersebut guna meningkatkan jumlah publikasi ilmiah IAI Rawa Aopa di jurnal bereputasi internasional. Terakhir, beliau menguraikan bahwa rencana ini merupakan bagian dari akselerasi transformasi IAI Rawa Aopa menuju universitas yang memiliki rekognisi internasional, sejalan dengan rencana strategis pengembangan kepegawaian dan infrastruktur akademik.

Rencana kolaborasi ini disambut positif oleh berbagai pihak di lingkungan kampus. Dengan terjalinnya kemitraan dengan perguruan tinggi di Bosnia-Herzegovina, IAI Rawa Aopa optimis dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih dinamis. Kerja sama lintas benua ini diharapkan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru dalam metode pembelajaran serta mempererat hubungan diplomatik melalui jalur pendidikan antara Indonesia dan Bosnia-Herzegovina.

IMG-20260401-WA0028

Sinergi Kampus dan Rakyat: Pasar Potoro Jadi Pusat Riset Mahasiswa Ekonomi Syariah IAI Rawa Aopa

Kabar Panrita.com, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan melakukan terobosan signifikan dalam menyambut tahun akademik baru. Program Studi Ekonomi Syariah kini secara resmi mengintegrasikan Pasar Rakyat Potoro sebagai laboratorium pembelajaran lapangan bagi para mahasiswa.

Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya menguasai teori di dalam kelas, tetapi juga memahami dinamika transaksi ekonomi riil yang bernafaskan nilai-nilai islami di tengah masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kesiapan menyambut mahasiswa baru tahun ini ditandai dengan penguatan fasilitas praktik yang aplikatif.

Menurutnya, keberadaan Pasar Rakyat Potoro akan menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana etika bisnis syariah diimplementasikan dalam skala ekonomi kerakyatan.

“Pasar Rakyat Potoro menjadi laboratorium terpadu,” ungkap Ismail Suardi Wekke di Potoro, usai meninjau akselerasi pasar, Rabu (1/4/2026).

Ia menyatakan bahwa kampus berkomitmen penuh untuk menghadirkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, di mana pasar tradisional menjadi pusat riset dan pengembangan kemitraan strategis. Dalam sebuah kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan khusus mengenai peran laboratorium hidup ini.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap mahasiswa Ekonomi Syariah memiliki kepekaan terhadap denyut nadi ekonomi masyarakat melalui kehadiran laboratorium di Pasar Rakyat Potoro ini,” ujar Ismail.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara akademisi dan pedagang pasar akan menciptakan ekosistem pendidikan yang saling menguntungkan.

“Laboratorium ini bukan sekadar tempat observasi, melainkan ruang pengabdian di mana mahasiswa memberikan edukasi terkait tata kelola keuangan syariah kepada para pedagang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam pembelajaran tinggi. “Kesiapan kami menerima mahasiswa baru adalah janji kualitas, di mana teori di bangku kuliah akan langsung diuji dengan realitas pasar yang dinamis,” pungkas Ismail.

Secara teknis, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa kurikulum Prodi Ekonomi Syariah telah dirancang sedemikian rupa agar jadwal perkuliahan terintegrasi dengan aktivitas di pasar tersebut.

Beliau menyampaikan pula bahwa pihak rektorat telah menjalin koordinasi dengan pengelola pasar guna menjamin kenyamanan dan keamanan mahasiswa selama melakukan praktik lapangan.

Selain itu, Ismail memaparkan bahwa melalui laboratorium ini, IAI Rawa Aopa bercita-cita mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mahir dalam melakukan pendampingan ekonomi syariah di tingkat akar rumput.

Dengan adanya fasilitas laboratorium di Pasar Rakyat Potoro, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan optimis dapat menarik minat calon mahasiswa yang menginginkan pengalaman belajar yang nyata dan berdampak luas.

Penggabungan antara tradisi pasar rakyat dan prinsip ekonomi modern berbasis syariah ini diharapkan mampu melahirkan inovator-inovator ekonomi baru dari Sulawesi Tenggara.

IMG-20260401-WA0007

Tali Silaturahmi, Pimpinan IAI Rawa Aopa Berkunjung ke Wakil Bupati Konsel di Momentum Syawal

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Memanfaatkan momentum hangat Bulan Syawal 1447 H, jajaran pengurus Yayasan bersama pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Wakil Bupati Konawe Selatan, H. Wahyu Ade Pratama Imran, S.H. Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara institusi pendidikan tinggi dengan pemerintah daerah demi kemajuan sumber daya manusia di Bumi Syekh Yusuf, Senin (30/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pembina Yayasan dan Pendiri, Al Asri, M.Si., bersama dengan Pimpinan IAI Rawa Aopa, Wakil Rektor, Ismail Suardi Wekke. “Kita silaturahmi, sekaligus menyampaikan terima kasih atas dukungannya selama ini,” papar Ismail.

Wakil Bupati Konawe Selatan, H. Wahyu Ade Pratama Imran, menyambut hangat kehadiran rombongan akademisi tersebut. Dalam dialog yang mengalir santai, Wahyu menekankan pentingnya peran perguruan tinggi lokal dalam memberikan kontribusi pemikiran dan mencetak kader-kader daerah yang religius serta kompeten secara intelektual. Kehadiran IAI Rawa Aopa dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong indeks pembangunan manusia di wilayah tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk menyelaraskan visi pengembangan kampus dengan arah pembangunan daerah. Ismail menegaskan bahwa momen Syawal merupakan waktu yang tepat untuk membuka lembaran baru kerja sama yang lebih erat dan produktif.

“Kami datang membawa semangat Idulfitri untuk memperbarui komitmen dalam memajukan pendidikan di Konawe Selatan melalui koordinasi yang lebih intensif dengan pemerintah kabupaten,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di sela-sela pertemuan.

Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa pihak kampus memiliki harapan besar agar kolaborasi ini mampu menyentuh aspek-aspek mendasar bagi kesejahteraan masyarakat. Ia menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk menjadi motor penggerak transformasi sosial dan keagamaan di bawah bimbingan dan arahan pemerintah daerah agar setiap program pendidikan yang dijalankan selaras dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Ismail juga memberikan pandangannya mengenai integrasi akademik dan birokrasi dalam memajukan daerah. Menurutnya, IAI Rawa Aopa ingin memastikan bahwa lulusan mereka nantinya bukan sekadar pencari kerja, melainkan sosok yang mampu menjawab tantangan riil di Konawe Selatan dengan dukungan kebijakan dari pimpinan daerah seperti Wakil Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail turut menjelaskan bahwa institusinya kini tengah memfokuskan diri pada penguatan struktur organisasi dan peningkatan kualitas layanan akademik guna menunjang target besar kampus. Ia menyebutkan bahwa proses penguatan internal ini membutuhkan dukungan moral dan administratif dari pemerintah daerah agar IAI Rawa Aopa dapat terus berkembang sebagai ikon pendidikan Islam di wilayah tersebut.

Ismail pun menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya harmoni antara ulama dan umara yang tercermin dalam silaturahmi ini. Ia menekankan bahwa sinergi antara dunia kampus dan pemerintah kabupaten adalah kunci utama dalam menciptakan stabilitas sosial serta mengakselerasi program pembangunan yang berkelanjutan di segala bidang.

“Silaturahmi ini adalah langkah mempertahankan program kolaboratif yang sudah dan akan tetap kita laksanakan ke depan. Terima kasih, kepada Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan yang telah menganggarkan bantuan UKT bagi mahasiswa. Ini merupakan langkah stategis demi masa depan generasi muda Konawe Selatan yang lebih gemilang,” pungkas Ismail.