Kita Bisa (ISW)

Wakili Perguruan Tinggi, IAI Rawa Aopa Tandatangani MoU Dengan Kita Bisa

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memperkuat capaian strategis di tingkat nasional dengan menjadi representasi dari puluhan institusi akademis dalam jalinan kerja sama strategis. Di sela-sela agenda Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Sakinah Finance, IAI Rawa Aopa secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan platform filantropi terkemuka, Kitabisa (Jakarta, 16 Mei 2026). 

Prosesi penandatanganan ini menjadi sangat prestisius lantaran IAI Rawa Aopa dipercaya untuk mewakili total 42 perguruan tinggi yang hadir dalam forum tersebut. Langkah kolaboratif ini diambil sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan implementasi pengabdian masyarakat dan digitalisasi pendanaan sosial di lingkungan kampus. 

Kehadiran Kitabisa sebagai mitra strategis dinilai membuka ruang inovasi yang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk mengintegrasikan nilai-nilai akademis dengan aksi sosial nyata yang akuntabel dan berdampak luas. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah amanah besar bagi institusinya. 

Beliau menyatakan, “Penunjukan IAI Rawa Aopa untuk mewakili 42 perguruan tinggi dalam penandatanganan MoU dengan Kitabisa ini merupakan bentuk kepercayaan nasional sebagai apresiasi terhadap komitmen kita dalam memajukan Tri Dharma.” Ismail menambahkan bahwa integrasi antara sektor akademis dan platform filantropi digital mutakhir seperti Kitabisa akan menjadi katalisator penting bagi pembiayaan program sosial keagamaan serta riset yang berorientasi pada kemaslahatan publik. 

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya aksi nyata pasca-penandatanganan dengan menegaskan, “Kami tidak ingin kerja sama ini berhenti di atas kertas, sehingga setelah workshop ini selesai, kami akan segera merumuskan program konkret agar dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas dan sivitas akademika.”

Dalam penjelasannya yang lain, Ismail Suardi Wekke menguraikan bahwa sinergi yang diinisiasi bersama Sakinah Finance dan Kitabisa ini memuat cetak biru yang sangat relevan dengan tantangan modernisasi tata kelola keuangan sosial di lingkungan kampus. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut dirancang untuk membuka akses yang lebih inklusif terhadap program-program beasiswa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan tanggap bencana berbasis komunitas akademik. 

Pihaknya juga berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kerangka kerja sama ini dapat menjadi pemantik bagi perguruan tinggi lain dalam mengadopsi sistem filantropi yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi modern. Di akhir keterangannya, Ismail menekankan bahwa IAI Rawa Aopa siap menjadi pionir sekalgus laboratorium percontohan dalam menyukseskan program-program sosial yang lahir dari kesepakatan besar ini.

Sinergi tripartit antara IAI Rawa Aopa, Sakinah Finance, dan Kitabisa ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem baru dalam dunia pendidikan tinggi, di mana kegiatan edukasi literasi keuangan syariah dapat berjalan beriringan dengan aksi solidaritas sosial yang terstruktur digital. Dengan penandatanganan MoU ini, 42 perguruan tinggi yang terafiliasi kini memiliki jembatan strategis untuk mengeskalasi program pengabdian masyarakat mereka ke skala yang lebih masif.

Workshop Tri Dharma (ISW)

Turut Hadir Dalam Akselerasi Ekonomi Syariah, IAI Rawa Aopa Jalin Kerjasama Dengan 42 Perguruan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Langkah strategis ini dibuktikan melalui jalinan kerjasama monumental yang disepakati bersama 42 perguruan tinggi terkemuka. Kolaborasi berskala besar ini dirancang untuk mempercepat implementasi, riset, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor ekonomi berbasis syariah demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, Jakarta, 16 Mei 2026.

Kegiatan Tri Dharma PT (ISW)
Kegiatan Tri Dharma PT (ISW)

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi besar kampus untuk tidak sekadar menjadi lembaga menara gading. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah momentum krusial bagi IAI Rawa Aopa untuk mengambil peran aktif di garis depan dalam mempercepat pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sulawesi Tenggara.

Sekaligus Ismail Suardi Wekke turut hadir dalam kegiatan Workshop Tri Dharma Perguruan Tinggi di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta. Kegiatan yang menjadi wadah kolaborasi industri keuangan, dengan bersama-sama perguruan tinggi dan juga sekolah & madrasah.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa melalui aliansi akademik yang luas ini, perguruan tinggi akan bertindak sebagai laboratorium inovasi yang mampu melahirkan solusi-solusi praktis bagi tantangan keuangan Islam kontemporer. Pihak rektorat juga optimis bahwa penguatan sinergi antar-kampus ini secara otomatis akan mendongkrak kualitas tata kelola kelembagaan dan mutu lulusan, sehingga mereka siap bersaing di industri syariah global.

Kehadiran 42 perguruan tinggi dalam kesepakatan ini membawa angin segar bagi dunia akademis dan praktisi ekonomi Islam. Jaringan yang luas ini memungkinkan terjadinya pertukaran dosen, kolaborasi riset multisentris, hingga program magang mahasiswa yang lebih terstruktur di berbagai lembaga keuangan syariah.

Menutup penjelasannya, Ismail Suardi Wekke memberikan penekanan kuat mengenai urgensi dari implementasi nyata setelah penandatanganan berkas kerjasama ini selesai dilakukan. “Kami tidak ingin nota kesepahaman ini hanya berakhir di atas kertas formalitas belaka, melainkan harus segera diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” tegas Ismail.

Beliau juga menambahkan bahwa tantangan ekonomi syariah ke depan semakin kompleks, sehingga membutuhkan pemikiran kolektif dari berbagai pakar lintas kampus. “Melalui sinergi masif bersama 42 perguruan tinggi ini, kita sedang membangun fondasi intelektual yang kokoh untuk mengawal transisi menuju sistem ekonomi yang lebih berkeadilan,” ujar Ismail optimis.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Ismail Suardi Wekke mengajak seluruh civitas akademika untuk bergerak cepat menyusun program kerja turunan dari kesepakatan besar ini. “Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran program studi di IAI Rawa Aopa untuk segera merumuskan langkah taktis mingguan agar poin-poin kerjasama ini langsung berjalan efektif mulai bulan depan,” pungkasnya.

Screenshot_2026_0516_093139

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan SEAAM Bersiap Jadi Pelaksana Bersama, Bandara Sultan Hasanuddin Dukung Penuh Celebes Summit Oktober 2026 Mendatang

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Sinergi strategis demi kemajuan kawasan Timur Indonesia terus digagas oleh institusi pendidikan tinggi. Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) bersama Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan agenda akbar “Celebes Summit” yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Langkah besar ini dipastikan mendapat dukungan penuh serta fasilitas strategis dari pihak otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai pintu gerbang utama perhelatan tersebut. “Terima kasih pada Bandara Internasional Sultan Hasanuddin atas dukungannya,” kata Ismail Suardi Wekke, Sabtu (16/5/2026) usai bertemu Komite Saintifik di Makassar.

Pertemuan lintas sektor ini dirancang untuk mendiskusikan berbagai tantangan global serta peluang pengembangan riset, manajemen kelembagaan, dan inovasi di wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Kehadiran para akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara Asia Tenggara dalam forum ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret bagi pembangunan daerah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menyejajarkan perguruan tinggi keagamaan di daerah dengan perkembangan global. Penyelenggaraan acara internasional seperti ini membutuhkan fondasi yang kuat, baik dari sisi tata kelola internal kampus maupun kerja sama dengan jaringan eksternal yang mencakup skala regional dan internasional.

“Kami memandang Celebes Summit sebagai sebuah kemitraan penta helix, juga menjadi sebuah jembatan strategis untuk membawa inovasi lokal dari Konawe Selatan menuju panggung Asia Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan terkait persiapan acara.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa keterlibatan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebagai mitra pendukung utama logistik dan penyambutan delegasi akan memastikan aksesibilitas para peserta berjalan dengan lancar dan profesional. Integrasi antara kesiapan akademik dari kampus dan dukungan infrastruktur transportasi udara yang prima menjadi kunci utama dalam menyukseskan acara berskala besar tersebut.

“Dukungan penuh dari pihak bandara internasional adalah bentuk nyata dari hubungan penta-helix, di mana sektor akademisi dan pengelola fasilitas publik bersatu demi nama baik bangsa,” tegas Ismail Suardi Wekke.

Selain kesiapan infrastruktur, manajemen internal kampus juga terus diakselerasi guna menyambut para tamu internasional. Penataan aspek perencanaan program dan pengelolaan sumber daya manusia di IAI Rawa Aopa menjadi prioritas utama agar seluruh civitas akademika mampu mengambil peran aktif dan memberikan impresi terbaik selama konferensi berlangsung.

“Celebes Summit Oktober nanti akan kesempatan bahwa perguruan tinggi yang berada di daerah juga mampu mengorkestrasi sebuah forum internasional yang bermutu tinggi dan berdampak luas,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Ismail Suardi Wekke turut menyatakan bahwa manajemen IAI Rawa Aopa Konawe Selatan saat ini tengah fokus mengoptimalkan seluruh sumber daya internal demi memastikan standar pelaksanaan acara memenuhi ekspektasi internasional. Beliau menambahkan pula bahwa sinergi yang terbangun antara SEAAM, pihak kampus, dan pengelola bandara diharapkan dapat menjadi cetak biru baru bagi penyelenggaraan event-event akademis global di masa yang akan datang.

IMG-20260512-WA0017

Pimpinan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Ucapkan Selamat atas Pelantikan Tujuh Pimpinan PTKN

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melantik tujuh pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, pada Senin (11/5/2026).

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, Menag menekankan pentingnya integritas dan kemandirian bagi setiap pimpinan institusi pendidikan di bawah naungan Kemenag.

Menag menegaskan bahwa seorang pimpinan perguruan tinggi merupakan representasi tertinggi institusi yang harus berani berdiri tegak di atas kepentingan apa pun. Ia meminta para pimpinan PTKN untuk memposisikan diri layaknya “Menteri Agama” di lingkungan kerjanya masing-masing, dengan memahami fungsi sebagai penanggung jawab totalitas institusi serta tidak membiarkan diri dikendalikan oleh kepentingan pihak luar.

Selain aspek kepemimpinan, Menag juga menyoroti pentingnya penguasaan aturan perundang-undangan dan tata kelola keuangan. Ia mewajibkan para pimpinan untuk mempelajari seluruh peraturan terkait guna menghindari pelanggaran yang disebabkan oleh ketidaktahuan prosedur. Menag menekankan bahwa tidak boleh ada alasan bagi pimpinan untuk tidak memahami regulasi yang berlaku.

Terkait peningkatan mutu akademik, Menag menginstruksikan para pimpinan yang baru dilantik untuk segera melakukan akselerasi peningkatan status institusi. Hal ini mencakup transformasi dari Sekolah Tinggi menjadi Institut, serta Institut menjadi Universitas. Ia juga mewanti-wanti agar kualitas akreditasi minimal dipertahankan dan terus ditingkatkan demi menjaga citra dan kualitas program tinggi di masa depan.

Dalam daftar pimpinan yang dilantik, Janawi resmi menjabat sebagai Rektor IAIN Abdurrahman Sidik Bangka Belitung, Lukman Arake sebagai Rektor IAIN Bone, dan Idi Warsah sebagai Rektor IAIN Curup. Sementara itu, jabatan Rektor IAIN Pare-pare kini diemban oleh Darmawati, Rektor IAKN Ambon oleh Elka Anakotta, Rektor IAKN Tarutung oleh Haposan Silalahi, dan Mara Samin Lubis resmi menjabat sebagai Ketua STAIN Mandailing Natal.

Sehubungan dengan pelantikan tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pernyataan dukungan. Beliau menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada rekan-rekan sejawat yang baru saja mengambil sumpah jabatan. Ismail Suardi Wekke juga mendoakan agar para pimpinan tersebut senantiasa diberikan kesehatan dalam mengemban amanah besar demi kemajuan pendidikan keagamaan di Indonesia.

Prosesi pelantikan ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin dan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno, serta dihadiri oleh para Staf Khusus, Tenaga Ahli Menteri Agama, dan jajaran pejabat Eselon I Kementerian Agama. Di akhir arahannya, Menag mengingatkan agar pimpinan baru tidak goyah oleh tekanan dari pihak mana pun, termasuk urusan pribadi atau keluarga, yang dapat mencederai peraturan.

Jakarta (ISW)

IAI Rawa Aopa Konsel Konsisten Jalankan Tri Dharma, Mahasiswa PPL Tersebar di Berbagai Kabupaten

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan tetap menunjukkan komitmennya dalam menjaga ritme aktivitas akademik secara konsisten. Memasuki pertengahan semester, kampus yang dikenal dengan julukan kampus hijau ini tetap aktif menjalankan agenda Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik di lingkungan internal kampus maupun melalui kegiatan lapangan yang melibatkan masyarakat luas.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pembelajaran tatap muka berjalan sebagaimana jadwal yang ada di dua lokasi utama, yakni Kampus Lamooso dan Kampus Andoolo. Selain kegiatan di ruang kelas, IAI Rawa Aopa juga tengah menerjunkan ratusan mahasiswa Program Studi Tarbiyah semester 6 untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Mahasiswa tersebut tersebar di berbagai sekolah yang berada di pelbagai kabupaten, sebagai bentuk nyata implementasi pengabdian dan pengasahan kompetensi pedagogik. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa seluruh gerak langkah institusi saat ini difokuskan pada penguatan kualitas layanan pendidikan.

Beliau menyatakan bahwa dinamika aktivitas di Kampus Lamooso dan Andoolo merupakan cerminan dari dedikasi dosen dan mahasiswa dalam menjaga marwah akademik. “Kita juga sepekan yang lalu menyelesaikan rangkaian SEA-AFSID yang berlangsung sukses, dilaksanakan dari 8 negara dan 17 kota di Asia,” ungkap Ismail yang menjalin kerjasama dengan BOLT (Balsamo Outreach for Learning and Teaching).

Selain itu, Ismail menggarisbawahi bahwa pelaksanaan PPL di berbagai daerah bukan sekadar tugas rutin, melainkan jembatan bagi kampus untuk berkontribusi langsung pada peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, manajemen kampus berkomitmen penuh untuk mendukung setiap kegiatan yang menunjang akreditasi dan pengembangan sumber daya manusia melalui alokasi perencanaan yang tepat sasaran.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke menyampaikan instruksi langsung terkait kesinambungan program ini. “Kita harus memastikan bahwa setiap proses pembelajaran, baik yang berlangsung di dalam kelas maupun praktik di lapangan, memiliki standar kualitas yang sama tingginya,” tegas Ismail usai melaksanakan pemantauan PPL TERPADU. 

Ia juga menambahkan, “Keaktifan mahasiswa semester 6 di lokasi PPL adalah bukti bahwa IAI Rawa Aopa hadir dan berpartisipasi pada institusi mitra di berbagai kabupaten.”

Di akhir penyampaiannya, Ismail menekankan pentingnya sinergi kolektif dengan berujar, “Manajemen akan terus mengawal ketersediaan fasilitas dan dukungan administratif agar seluruh sivitas akademika dapat menjalankan tugasnya tanpa hambatan teknis.”

Dengan pembagian fokus antara penguatan teori di pusat kampus dan praktik lapangan di daerah-daerah, IAI Rawa Aopa optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga cekatan dalam menghadapi realitas profesi di masa depan.

“Dosen yang memiliki tuas mengajar tetap mengajar. Sementara itu, bagi yang membimbing PPL, juga tetap membimbing PPL,” kata Ismail. Sementara itu, PPL TERPADU, dilaksanakan dengan integrasi penelitian kolaboratif antara mahasiswa dan dosen.

Ismail merujuk kepada pesan Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri bahwa hidup senantiasa disertai dengan ujian dan cobaan. “Dalam dinamika kehidupan, adanya ujian dan cobaan, kita tetap mempertahankan komitmen untuk menjalankan tri dharma perguruan tinggi,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

ICLASH (ISW)

IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros Siap Laksanakan ICLASH 2026, Didukung 11 Institusi dari 9 Negara

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bersama IAI DDI Maros mengumumkan kesiapan mereka untuk menyelenggarakan konferensi internasional bergengsi bertajuk International Conference on Law, Accountability, Sustainability, and Halal (ICLASH) 2026. Perhelatan akademik ini mendapat dukungan penuh dari 11 institusi pendidikan tinggi dan lembaga riset yang tersebar di 9 negara, mempertegas posisi kedua institusi dalam kancah intelektual global.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan rekognisi internasional terhadap institusi di daerah. Beliau menekankan bahwa kehadiran mitra dari sembilan negara tersebut membuktikan bahwa batas geografis bukan lagi penghalang dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset kolaboratif. 

Ismail menambahkan bahwa agenda ini juga menjadi momentum bagi para dosen dan peneliti lokal untuk mendiseminasikan hasil pemikiran mereka di panggung dunia. Terkait persiapan teknis dan dukungan manajerial, Ismail Suardi Wekke menegaskan komitmen institusinya dalam memastikan kelancaran acara tersebut. 

“Kami telah mengalokasikan sumber daya, baik dari sisi anggaran maupun personel, guna menjamin standar pelaksanaan konferensi ini setara dengan pertemuan ilmiah internasional lainnya,” tegas Ismail saat ditemui di ruang kerjanya (Jumat, 8 Mei 2026). 

“Insya Allah kita rencanakan di Oktober mendatang, sebagai bentuk kolaborasi dan juga s=momentum alih status STAI DDI Maros menjadi IAI DDI Maros, dimana sejak pelaksanakan ICLASH kali pertama merupakan rekan strategis,” ungkap Ismail.

Beliau juga menambahkan, “Dukungan dari sebelas institusi lintas negara ini adalah modal sosial yang sangat berharga bagi pengembangan program pascasarjana dan peningkatan akreditasi kami ke depan.” Lebih lanjut, Ismail menyampaikan optimisme tinggi terhadap luaran konferensi ini dengan mengatakan, “ICLASH 2026 bukan sekadar seremoni akademik, melainkan jembatan bagi lahirnya inovasi kebijakan yang berbasis pada hukum dan kemanusiaan.”

Sinergi antara IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros dalam mengelola dukungan internasional ini diharapkan dapat menghasilkan konsorsium riset jangka panjang. Dengan melibatkan pakar dari berbagai latar belakang budaya dan yurisdiksi hukum, konferensi ini diprediksi akan menjadi salah satu forum diskusi paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2026.

IMG-20260508-WA0051

Pimpinan dan Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Menyampaikan Duka Atas Wafatnya Haerul Saleh, Anggota BPK RI Asal Sulawesi Tenggara

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Kabar duka yang menyelimuti Sulawesi Tenggara atas wafatnya Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Haerul Saleh, memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari jajaran pimpinan dan segenap civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan.

Pihak kampus secara resmi menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya tokoh nasional putra daerah terbaik asal Bumi Anoa tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, mengungkapkan bahwa sosok Haerul Saleh merupakan figur yang memiliki dedikasi tinggi bagi bangsa, khususnya dalam pengawalan transparansi keuangan negara.

“Kami keluarga besar IAI Rawa Aopa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh. Sulawesi Tenggara kehilangan salah satu putra terbaiknya yang telah berkiprah di kancah nasional,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026).

Ismail menambahkan bahwa rekam jejak almarhum, baik saat duduk di parlemen maupun sebagai anggota BPK RI, menjadi teladan bagi generasi muda di Sulawesi Tenggara, termasuk bagi para mahasiswa di IAI Rawa Aopa.

Segenap Civitas Akademika mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini.

Dedikasi Almarhum diharapkan terus menginspirasi pembangunan di Sulawesi Tenggara dan Indonesia pada umumnya.
Kepergian Haerul Saleh meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi institusi pendidikan yang melihat beliau sebagai sosok yang gigih dalam menjalankan amanah negara. Selamat jalan, Bapak Haerul Saleh.

Rawa Aopa (ISW)

Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Sampaikan Selamat Penerimaan KMA Alih Status IAI DDI Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Segenap civitas akademika Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang mendalam atas terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) mengenai alih status IAI DDI Maros. Momentum ini dipandang sebagai tonggak sejarah baru bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat jejaring akademik di tingkat regional (Jumat, 8 Mei 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi panjang seluruh elemen di IAI DDI Maros. Beliau menegaskan bahwa perubahan status ini akan membawa dampak signifikan pada perluasan akses pendidikan dan peningkatan kualitas riset di lingkungan institusi tersebut.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke mengungkapkan bahwa keberhasilan IAI DDI Maros dalam meraih alih status menjadi sumber motivasi bagi perguruan tinggi lain di wilayah sekitarnya untuk terus melakukan pembenahan tata kelola. Menurutnya, transformasi institusi merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman dan memenuhi standar mutu pendidikan nasional yang semakin kompetitif.

Ismail Suardi Wekke juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga pasca-perubahan status ini. Ia meyakini bahwa dengan posisi yang baru, IAI DDI Maros akan semakin lincah dalam membangun kemitraan strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi inovasi pendidikan di Indonesia Timur secara berkelanjutan.

“Kami atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika IAI Rawa Aopa menyampaikan selamat yang setinggi-tingginya kepada IAI DDI Maros atas terbitnya KMA alih status ini yang menjadi bukti pengakuan atas kualitas tata kelola yang dijalankan selama ini.”

Lebih lanjut Ismail menyampaikan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan tanggung jawab baru untuk meningkatkan standar layanan akademik dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di masyarakat.” Dalam kesempatan yang sama Ismail mengemukakan “Besar harapan kami agar momentum ini membuka pintu kolaborasi yang lebih luas antara IAI Rawa Aopa dan IAI DDI Maros dalam memajukan pendidikan tinggi Islam yang moderat dan inovatif.”

Ismail Suardi Wekke menyatakan bahwa pencapaian IAI DDI Maros dalam meraih status institut merupakan hasil dari komitmen kolektif seluruh elemen kampus dalam menjaga mutu pendidikan tinggi. Beliau menekankan bahwa dengan perubahan status tersebut, IAI DDI Maros diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi peningkatan daya saing lulusan di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa menyampaikan terima kasih selama ini atas keterbukaan IAI DDI Maros dalam menjalin sinergi lebih dalam di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat guna merespons dinamika sosial melalui perspektif akademik yang kuat.

IMG-20260501-WA0023

IAI Rawa Aopa Ambil Peran di Sultan Hasanuddin Forum, Perkuat Daya Saing Riset Nasional

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation sukses digelar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Rabu (29/4/2026). Forum ini menjadi momentum penting dalam mendorong akselerasi riset dan inovasi nasional melalui kolaborasi lintas lembaga dan wilayah.

Kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah kolaboratif untuk mempercepat hilirisasi riset serta pengembangan inovasi. Pemilihan lokasi di bandara dinilai strategis karena merepresentasikan konektivitas nasional dan sinergi antarpene­liti serta institusi dari berbagai daerah.

Keberhasilan penyelenggaraan forum ini tidak terlepas dari peran aktif Dewan Pendidikan Kabupaten Maros dalam kolaborasi berskala nasional. Keterlibatan tersebut mencerminkan komitmen dalam membangun ekosistem keilmuan yang inklusif dan dinamis.

Partisipasi IAI Rawa Aopa turut mempertegas peran perguruan tinggi daerah dalam mendukung kemajuan riset nasional. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu melahirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan global.

Forum ini tidak hanya menjadi ruang pertemuan formal, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator pertukaran gagasan antara akademisi dan praktisi. Fokus utamanya adalah memastikan setiap inovasi memiliki dampak nyata bagi pembangunan.

Komite Saintifik forum, Ismail Suardi Wekke, mengapresiasi peran Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM) dalam mendukung kesuksesan kegiatan tersebut. Ia menilai capaian ini sebagai indikasi kebangkitan kedaulatan intelektual dari kawasan timur Indonesia.

“Forum ini melampaui ekspektasi dalam membangun konektivitas global bagi para peneliti, sekaligus membuka akses lebih luas terhadap jejaring akademik internasional,” ujar Ismail.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut terlihat dari kemampuan forum dalam menjembatani peneliti lokal ke jaringan global melalui peran strategis SEAAM, sehingga meningkatkan daya saing riset Indonesia di tingkat internasional.

Selain itu, Ismail menekankan pentingnya relevansi inovasi terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan riset tidak lagi diukur dari banyaknya teori, melainkan dari kontribusi nyata dalam menjawab tantangan pembangunan.

Dari sisi manajerial, ia juga menyoroti pentingnya tata kelola institusi yang kuat untuk mendukung riset berkelanjutan, termasuk transparansi perencanaan keuangan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

IAI Rawa Aopa, lanjutnya, berkomitmen mengadopsi model kolaborasi forum ini dalam perencanaan strategis kampus guna menciptakan ruang tumbuh optimal bagi dosen dan peneliti.

“Momentum ini harus segera ditindaklanjuti melalui penguatan sinergi lintas sektor agar hasil inovasi tidak berhenti pada tahap presentasi, tetapi diwujudkan dalam kerja sama konkret untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045,” kata Ismail.

IMG-20260429-WA0031

Kolaborasi Multinasional, NITRO dan IAI Rawa Aopa dan Tohoku Gelar PkM Kolaboratif Internasional di Maros

Rawaaopakonsel.ac.id, Maros – Suasana Madrasah Aliyah Darul Ulum Ammessangeng, Maros, tampak berbeda pada Selasa, 28 April 2026. Rangkaian pelaksanaan International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) secara resmi menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan skala internasional.

Agenda ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara institusi madrasah, perguruan tinggi, dan organisasi kemahasiswaan dalam memajukan kualitas pendidikan di daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pakar dari dalam dan luar negeri. Selain melibatkan jajaran akademisi dari perguruan tinggi di Makassar, hadir pula delegasi dari IAI Rawa Aopa Konawe Selatan.

Tak tanggung-tanggung, nuansa global kian terasa dengan kehadiran dosen dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Para delegasi luar negeri lainnya yang turut serta meliputi perwakilan dari Jepang, yang bergabung bersama mitra perguruan tinggi lokal lainnya.

Sementara itu, dosen dan mahasiswa secara bersama-sama turut hadir. Mereka menjalin kolaborasi dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Kolaboratif Internasional dengan memilih madrasah sebagai lokasi. Panitia Pelaksana turut terlibat Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam, HMI Cabang Makassar Timur.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiasi ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran para akademisi lintas negara di tengah siswa madrasah bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mentransfer energi akademik lintas negara.

Ismail menekankan pentingnya membangun jejaring sejak dini bagi para siswa agar mereka memiliki wawasan yang tidak lagi terbatas pada batas-batas administratif wilayah, melainkan global. Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan terkait dampak kegiatan ini bagi institusi. “Kolaborasi ini adalah jembatan emas bagi IAI Rawa Aopa untuk memperluas jangkauan pengabdian kami hingga ke level internasional melalui mitra di Maros,” ujarnya.

Ia kemudian melanjutkan bahwa kehadiran dosen dari Jepang dan Malaysia memberikan perspektif baru bagi para pendidik di madrasah. “Kami ingin memastikan bahwa inovasi keuangan dan perbankan yang dibahas di konferensi dapat membumi dan dipahami oleh generasi muda di tingkat sekolah menengah,” tambah Ismail dengan optimis.

Selanjutnya, Ismail Suardi Wekke juga mengemukakan bahwa integrasi antara organisasi kemahasiswaan dan perguruan tinggi merupakan kunci keberlanjutan program pengabdian di masa depan. Ia berpendapat bahwa keterlibatan aktif mahasiswa dalam mendampingi delegasi asing akan mengasah kemampuan komunikasi internasional mereka.

Selain itu, Ismail memandang bahwa pemilihan Madrasah Aliyah Darul Ulum Ammessangeng sebagai lokasi kegiatan menunjukkan bahwa pendidikan agama dan sains modern dapat berjalan beriringan melalui dukungan kemitraan strategis global yang dibawa oleh jejaring ICon-FiBank.