Doa Syukur (ISW)

Usai Wisuda 2026, Dewan Pembina Adakan Doa Bersama dan Syukuran

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Begitu pula dengan kehadiran para karyawan badan usaha. Acara doa bersama dan syukuran dengan selesainya wisuda 2026, diadakan di kampus Andoolo, Jumat, 12 Juni 2026.

Menandai rasa syukur atas suksesnya gelaran Wisuda Tahun 2026, Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, S.Pd.I, M.Si., menggelar acara doa bersama dan syukuran.

Suasana kebersamaan begitu kental terasa sejak bakda maghrib. Tidak hanya dihadiri oleh jajaran dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran para karyawan dari berbagai badan usaha yang selama ini menjadi badan usaha kampus. Dari lini perwakilan mahasiswa, tampak hadir pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) serta Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ HTN).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Al Asri Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga soliditas internal. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan dan kemajuan sebuah lembaga pendidikan sangat bergantung pada kekuatan fondasi kebersamaan seluruh elemen di dalamnya.

“Wisuda yang baru saja kita lalui bukan sekadar akhir dari proses akademik, melainkan bukti nyata dari kerja keras kolektif kita. Di tengah dinamika tantangan eksternal yang makin kompleks, soliditas adalah harga mati yang harus kita pertahankan demi menjaga tegaknya lembaga pendidikan ini,” ujar Al Asri di hadapan hadirin dan hadirat.

Lebih lanjut, Al Asri juga menyatakan secara tidak langsung bahwa yayasan berkomitmen penuh untuk terus memperkuat sinergi antara pihak kampus dan badan usaha penggerak ekonomi di sekitarnya. Menurutnya, integrasi antara dunia akademik, mahasiswa melalui wadah DEMA dan HMJ, serta sektor industri akan menjadi benteng pertahanan yang kuat dalam menghadapi kompetisi global, sekaligus memastikan institusi tetap memberikan dampak nyata bagi masyarakat Konawe Selatan.

Acara syukuran ini kemudian ditutup dengan pemotongan makan malam bersama yang sebelumnya diawali dengan doa dipimpin dengan khusyuk oleh Ketua Dewan Pembina yayasan. Sekaligus memohon keberkahan untuk para alumni baru yang akan terjun ke masyarakat serta keberlanjutan kejayaan kampus ke depan.

IMG-20260612-WA0028

Akselerasi Tri Dharma, IAI Rawa Aopa Gagas Program “Masjid Ramah Musafir” di Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus melakukan akselerasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Kali ini, institusi akademik tersebut meluncurkan program inovatif bertajuk “Masjid Ramah Musafir” yang mengintegrasikan riset aplikatif dan pengabdian masyarakat melalui kolaborasi erat dengan pengurus rumah ibadah.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa gagasan ini lahir dari kesadaran mendalam mengenai posisi geografis Konawe Selatan yang strategis sebagai wilayah perlintasan antar-daerah. Menurutnya, perguruan tinggi Islam memikul tanggung jawab moral untuk mendesain ruang-ruang ibadah yang tidak hanya nyaman untuk ritual formal, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan logistik serta ketenteraman para musafir.

Oleh karena itu, program ini dirancang sebagai wadah pengabdian masyarakat yang berbasis pada data dan karakteristik wilayah. Sinergi ini sekaligus menjadi pembuktian nyata bahwa institusi akademik dan lembaga keagamaan mampu berjalan beriringan demi melahirkan kemaslahatan yang luas bagi masyarakat.

“Program Masjid Ramah Musafir ini selain pemenuhan fasilitas fisik, juga sebuah gerakan kultural sekaligus bentuk nyata pengabdian masyarakat untuk mengembalikan esensi masjid sebagai perlindungan aman bagi mereka yang sedang dalam perjalanan,” tutur Ismail dalam keterangannya terkait penguatan Tri Dharma kampus, Jumat (12/6/2026).

Lebih lanjut, Ismail memaparkan bahwa sinergi antara akademisi dan pengurus rumah ibadah nantinya akan diwujudkan dalam beberapa langkah strategis, mulai dari pendampingan manajemen, pelatihan tata kelola pelayanan berbasis syariah, hingga standardisasi fasilitas pendukung. Seluruh intervensi pengabdian ini didasarkan pada hasil kajian mendalam agar program kolaboratif tersebut mampu tumbuh menjadi cetak biru (blueprint) bagi tata kelola masjid yang inklusif, yang diawali dari rumah ibadah terdekat dengan kampus.

Pihak kampus berkomitmen penuh untuk menjadikan kolaborasi ini sebagai laboratorium sosial bagi dosen dan mahasiswa. Ismail menegaskan bahwa melalui integrasi penelitian dan pengabdian, ia ingin memastikan setiap musafir yang singgah di Konawe Selatan mendapatkan pelayanan terbaik, mulai dari tempat istirahat yang layak hingga pemenuhan kebutuhan dasar mereka.

“Akselerasi melalui jalur penelitian dan pengabdian ini menjadi momentum krusial bagi sivitas akademika untuk tidak sekadar berteori di dalam kelas. Saya berharap seluruh dosen dan mahasiswa dapat menjadi pelopor dalam menghidupkan ekosistem masjid yang ramah, terbuka, dan humanis, sekaligus menjadikannya objek kajian ilmiah yang kaya akan nilai-nilai transformasi sosial,” pungkas Ismail penuh optimisme.

Pada akhir penjelasannya, Ismail menyampaikan harapan besar agar akselerasi Tri Dharma ini dapat memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dan solidaritas sosial. Baginya, luaran dari penelitian dan pengabdian harus memberikan dampak sosial yang konkret serta berkelanjutan.

Akreditasi (ISW)

Sekali Lagi, Penjelasan Terkait Akreditasi Institusi dan Program Studi IAI Rawa Aopa Konawe Selatan

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Eksistensi perguruan tinggi di era kontemporer tidak lagi sekadar diukur dari megahnya infrastruktur fisik, melainkan dari sejauh mana sistem penjaminan mutu internal dan eksternal diimplementasikan secara konsisten. Akreditasi, baik pada level institusi maupun program studi, merupakan instrumen formal yang diakui secara yuridis dan akademik untuk menilai kelayakan serta kinerja sebuah lembaga pendidikan tinggi. 

Bagi Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, dinamika akreditasi ini bukan sekadar rutinitas administratif pemenuhan regulasi, melainkan sebuah komitmen etis untuk menyajikan pendidikan berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Di tengah disrupsi teknologi dan perubahan lanskap kebijakan pendidikan nasional, pemahaman yang komprehensif mengenai status akreditasi menjadi sangat krusial, baik bagi civitas akademika maupun masyarakat luas. 

Akreditasi (ISW)
Akreditasi (ISW)

Seringkali, distorsi informasi di ruang publik memicu kesalahpahaman yang berpotensi mereduksi pencapaian serta upaya transformatif yang sedang berjalan. Oleh karena itu, penjelasan yang berbasis data, transparan, dan metodologis mengenai peta jalan akreditasi IAI Rawa Aopa mutlak diperlukan guna memberikan kejelasan objektif sekaligus menegaskan posisi institusi dalam konstelasi pendidikan tinggi keagamaan Islam swasta.

Artikel ini hadir untuk membedah anatomi penjaminan mutu di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan secara jernih dan berimbang. Melalui pendekatan yang humanis namun tetap bersandar pada koridor akademik, ulasan ini akan mengurai bagaimana tata kelola organisasi, konsolidasi sumber daya manusia, dan pengembangan ekosistem digital dijalankan sebagai pilar utama akreditasi. Kejelasan informasi ini diharapkan mampu memperkokoh kepercayaan publik publik serta memotivasi seluruh elemen institusi untuk terus bergerak adaptif dalam mewujudkan visi akademik yang unggul dan berdampak sosial.

Anatomi Transparansi dan Akselerasi Mutu Akademik

Langkah awal dalam memahami dinamika akreditasi di IAI Rawa Aopa adalah dengan melihatnya sebagai proses berkelanjutan (continuous quality improvement), bukan sebuah titik akhir yang statis. Pengelolaan akreditasi institusi saat ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh elemen tata kelola perguruan tinggi, mulai dari aspek kepemimpinan, strategi pengembangan, hingga luaran hasil penelitian dan pengabdian masyarakat. 

Penguatan fondasi ini menjadi sangat fundamental mengingat institusi ini bergerak memadukan nilai-nilai lokal dengan standar tata kelola modern yang berbasis pada akuntabilitas publik. Pada level program studi, yang berfungsi sebagai ujung tombak transformasi keilmuan, IAI Rawa Aopa melakukan pemetaan yang presisi terhadap seluruh klaster keilmuan yang dikembangkan. 

Setiap program studi didorong untuk mendefinisikan keunikan kurikulumnya agar memiliki daya saing distingtif di tingkat regional maupun nasional. Proses evaluasi diri (self-assessment) yang dilakukan secara berkala oleh tim penjaminan mutu internal memastikan bahwa kesenjangan antara realitas objektif dan standar nasional pendidikan tinggi dapat terus dipangkas.

Salah satu strategi akselerasi mutu yang kini diadopsi adalah optimalisasi ekosistem digital dan sistem manajemen pengetahuan (knowledge management). Penyimpanan dokumen akreditasi tidak lagi bertumpu pada metode konvensional, melainkan telah bermigrasi ke repositori digital berbasis awan yang terintegrasi. Digitalisasi rekam jejak aktivitas tri dharma perguruan tinggi ini tidak hanya mempermudah proses asesmen lapangan oleh asesor, tetapi juga meningkatkan efisiensi birokrasi dan transparansi data akademik secara instan.

Selain infrastruktur digital, fokus utama dari penjelasan akreditasi ini tertuju pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dosen dan tenaga kependidikan. IAI Rawa Aopa secara aktif memfasilitasi peningkatan kualifikasi akademik dosen melalui program-program doktoral, baik di dalam maupun luar negeri, serta mendorong perolehan sertifikasi pendidik. 

Kehadiran dosen-dosen dengan kualifikasi mumpuni dan rekam jejak riset yang diakui secara global secara otomatis akan mendongkrak bobot penilaian dalam instrumen akreditasi terbaru. Indikator keberhasilan akreditasi yang tidak kalah penting adalah produktivitas riset dan keterlibatan internasional. Melalui jejaring kemitraan strategis yang mencakup kerja sama regional dan global, institusi membuka ruang bagi diseminasi gagasan ilmiah yang lebih luas. 

Penggunaan identitas peneliti global seperti ORCID ID bagi seluruh dosen menjadi standar wajib, yang pada gilirannya meningkatkan visibilitas institusi di kancah global dan memberikan poin signifikan dalam penilaian kriteria luaran akademik. Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat, IAI Rawa Aopa menerjemahkan visi akreditasinya melalui inovasi sosial yang membumi, seperti integrasi laboratorium pembelajaran di pusat-pusat kegiatan ekonomi masyarakat seperti pasar rakyat. 

Pendekatan design thinking diterapkan dalam manajemen tata kelola pengabdian agar solusi yang ditawarkan mahasiswa dan dosen benar-benar menjawab problem riil di Konawe Selatan. Sinergi antara dunia kampus dan realitas sosial ini membuktikan bahwa akreditasi bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan bukti kebermanfaatan sosial.

Kemitraan strategis dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka dan lembaga otoritas,  seperti dalam program literasi keuangan inklusif, juga terus diperluas. Kolaborasi penta-helix yang melibatkan akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media ini menjadi katalis penting dalam memperkaya ekosistem akademik kampus. Rekam jejak kemitraan yang aktif dan produktif seperti inilah yang kerap menjadi catatan positif bagi para asesor dalam menilai aspek tata pamong dan kerja sama institusi.

Akhirnya, penjelasan mengenai akreditasi ini menegaskan bahwa seluruh program studi di bawah naungan IAI Rawa Aopa berada dalam koridor hukum yang sah dan terus mengalami tren peningkatan mutu. Tantangan geografis dan sosiologis di daerah tidak dijadikan hambatan, melainkan sebuah peluang untuk membuktikan bahwa tata kelola perguruan tinggi yang sehat, transparan, dan visioner dapat tumbuh subur di Konawe Selatan. Komitmen kolektif dari yayasan, rektorat, dosen, hingga mahasiswa menjadi energi penggerak utama yang memastikan roda penjaminan mutu ini tetap berputar konsisten.

Akreditasi (ISW)
Akreditasi (ISW)

Masa Depan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta

“IAI Rawa Aopa Konawe Selatan diantara perguruan tinggi tersehat dalam lingkungan KOPERTAIS Wilayah VIII,” Prof. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D. (Koordinator KOPERTAIS Wilayah VIII & Rektor UIN Alauddin Makassar).

Melalui pemaparan yang komprehensif mengenai potret penjaminan mutu di atas, dapat dilihat bahwa akreditasi institusi dan program studi di IAI Rawa Aopa Konawe Selatan merupakan sebuah ikhtiar sistematis yang terencana dengan matang. Upaya ini bukan sekadar untuk memenuhi prasyarat formalitas birokrasi, melainkan sebuah transformasi kultural menuju institusi yang adaptif, digital, dan berdaya saing tinggi. 

Kejelasan status dan komitmen peningkatan mutu yang dipaparkan secara berkala menjadi bukti tanggung jawab moral lembaga terhadap masa depan para mahasiswa dan pemangku kepentingan. Masyarakat kini dapat melihat dengan jernih bahwa IAI Rawa Aopa terus bergerak maju secara inklusif dan profesional dalam mengawal mutu akademiknya. Dukungan penuh dari seluruh lapisan civitas akademika serta kemitraan strategis yang luas menjadi modal utama bagi institusi ini untuk meraih capaian-capian baru di masa mendatang. 

Dengan fondasi penjaminan mutu yang semakin kokoh, IAI Rawa Aopa siap melahirkan generasi akademisi dan praktisi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga siap menjadi inovator yang membawa kemaslahatan nyata bagi masyarakat luas.

Untuk memastikan akreditasi dan pangkalan data, silahkan dapat mengakses laman berikut:

  1. Untuk Akreditasi BAN-PT: https://www.banpt.or.id/direktori/institusi/pencarian_institusi.php
  2. Untuk pangkalan data PD DIKTI: https://pddikti.kemdiktisaintek.go.id
Semiloka (ISW)

Seminar dan Lokakarya Nasional “Strategi Pengembangan dan Kolaborasi Pendidikan Tinggi”, Makassar (Hybrid) 16-17 Juni 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Menjelang perhelatan Seminar dan Lokakarya Nasional (Semiloka Nasional) bertajuk “Strategi Pengembangan dan Kolaborasi Pendidikan Tinggi” yang akan digelar secara hybrid di Makassar pada 16–17 Juni 2026 mendatang, gelombang penguatan sinergi antar-perguruan tinggi terus digaungkan. 

Momentum ini dipandang krusial bagi akselerasi mutu akademik nasional, terutama dalam menghadapi dinamika tata kelola kelembagaan di era digital. Dalam kaitan tersebut, Wakil Rektor Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi setiap institusi yang ingin bertahan. 

Penguatan jaringan ini harus dimulai sejak dini, bahkan diintegrasikan dalam setiap seremoni akademik termasuk pelepasan alumni baru. “Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri dalam mengelola perguruan tinggi di era modern ini. Melalui momentum Semiloka Nasional di Makassar pekan depan, IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai mitra strategis demi mendongkrak mutu lulusan yang adaptif,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengarahan internal.

“Saya melihat tantangan terbesar universitas saat ini adalah bagaimana mentransformasikan kurikulum agar selaras dengan kebutuhan industri tanpa kehilangan akar moralitasnya. Oleh karena itu, skema kolaborasi yang konkret, baik dalam bidang riset bersama maupun pertukaran dosen, harus segera kita rumuskan secara taktis,” lanjutnya secara tegas.

“Pendidikan tinggi harus menjadi motor penggerak inovasi di tengah masyarakat, bukan sekadar menara gading yang memproduksi ijazah. Kita harus memastikan bahwa setiap kesepakatan yang lahir dari forum nasional nanti mampu diimplementasikan secara nyata di tingkat program studi,” pungkas Ismail menutup pernyataannya.

Lebih lanjut, pengurus dewan pendidikan ini juga menyoroti perlunya standardisasi mutu yang inklusif agar perguruan tinggi di daerah dapat sejajar dengan kampus-kampus di kota besar. Ia menambahkan bahwa forum Semiloka Nasional di Makassar nanti menjadi ajang yang sangat tepat untuk merumuskan cetak biru pengembangan kelembagaan yang berbasis pada keunggulan lokal namun berwawasan global.

Di akhir penjelasannya, Ismail optimis bahwa sinergi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan sektor industri akan mempercepat pencapaian akreditasi unggul bagi institusi di kawasan timur Indonesia. Ia berharap ajang nasional pertengahan Juni tersebut mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang taktis bagi kementerian terkait.

Sementara itu, dari ranah pelaksanaan akademis, IAI Rawa Aopa Konawe Selatan baru saja sukses menyelenggarakan sidang senat terbuka dalam rangka Wisuda VII Angkatan I yang berlangsung khidmat pada Rabu, 10 Juni 2026. Acara tersebut menjadi bukti nyata kesiapan institusi dalam melahirkan sumber daya manusia baru yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Ismail Suardi Wekke mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur digital dan tata kelola pengetahuan (knowledge management) untuk mendukung integrasi akademik tersebut. Menurutnya, sebuah kolaborasi antar-kampus hanya akan menjadi dokumen di atas kertas jika tidak ditopang oleh sistem keterbukaan informasi dan komitmen manajerial yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

Wisuda 2026 (ISW)

Menyongsong Dies Natalis X, IAI Rawa Aopa Telah Awali dengan Istigasah Akbar di Kampus Lamooso

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Menyambut momentum bersejarah satu dekade berdirinya kampus, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memulai rangkaian perayaan Dies Natalis X. Mengawali momentum sakral ini, civitas akademika menggelar Istigasah Akbar yang berlangsung khusyuk di Kampus Lamooso. Kegiatan doa bersama ini menjadi penanda dimulainya berbagai agenda strategis kampus, yang puncaknya disinergikan dengan pelaksanaan Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026).

Rangkaian Dies Natalis X ini dirancang bukan sekadar sebagai selebrasi, melainkan sebagai refleksi mendalam atas capaian institusi selama sepuluh tahun terakhir. Istigasah Akbar di Kampus Lamooso sengaja dipilih sebagai pembuka untuk meletakkan fondasi spiritual sebelum memasuki rangkaian kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat lainnya. Pihak rektorat menegaskan bahwa usia dua digit ini menjadi titik balik bagi IAI Rawa Aopa untuk bertransformasi menjadi pusat peradaban Islam yang unggul di Sulawesi Tenggara.

“Rangkaian Dies Natalis X dan Wisuda VII Angkatan I ini adalah bukti keteguhan kita semua dalam menjaga mutu pendidikan Islam di Konawe Selatan. Hari ini, para wisudawan bukan hanya menerima ijazah, melainkan juga menerima tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan yang membawa kedamaian dan kemajuan di lingkungan tempat mereka mengabdi nanti,” ujar Ismail Suardi Wekke di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Di tengah atmosfer khidmat pelaksanaan wisuda yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis tersebut, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, memberikan orasi yang membakar semangat para lulusan. Beliau menggarisbawahi pentingnya peran alumni baru dalam menjaga nama baik almamater serta kontribusi nyata mereka di tengah masyarakat setelah menyelesaikan proses pembelajaran di Kampus Lamooso.

“Kita memulai seluruh rangkaian ini dengan Istigasah Akbar di Kampus Lamooso karena kita sadar, perjalanan sepuluh tahun ke depan akan jauh lebih menantang. Oleh karena itu, kekuatan spiritual harus berjalan beriringan dengan keunggulan intelektual agar institusi ini terus melahirkan generasi yang berkarakter mulia dan berdaya saing global,” lanjut Ismail dengan nada optimis.

Ismail juga menambahkan, “Saya berpesan kepada seluruh alumni Angkatan I Wisuda VII ini, jadikan momentum satu dekade kampus kita sebagai motivasi tambahan. Jangan pernah berhenti belajar, jagalah integritas keilmuan kalian, dan buktikan bahwa lulusan IAI Rawa Aopa mampu menjadi solusi atas berbagai dinamika sosial keagamaan yang ada di masyarakat saat ini.”

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, juga memaparkan visi strategis kampus ke depan, di mana beliau menyatakan bahwa momentum satu dekade ini harus dijadikan pijakan utama bagi seluruh civitas akademika untuk meningkatkan akreditasi dan kualitas riset. Menurutnya, sinergi antara alumni, dosen, dan pemerintah daerah akan menjadi kunci utama dalam mempercepat transformasi kelembagaan institusi tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa pelaksanaan Wisuda VII Angkatan I yang bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis X ini merupakan tonggak sejarah yang membanggakan bagi seluruh masyarakat Konawe Selatan. Beliau menegaskan bahwa pencapaian sejauh ini tidak terlepas dari dukungan penuh orang tua mahasiswa dan dedikasi tanpa pamrih dari para staf pengajar di Kampus Lamooso.

Menutup penyampaiannya, Ismail menekankan pentingnya para lulusan baru untuk segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas nilai-nilai keislaman. Beliau berharap agar para alumni tidak hanya fokus mencari lapangan kerja, melainkan juga mampu menciptakan inovasi dan peluang baru yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Wisuda (ISW)

Pimpinan IAI Rawa Aopa Sampaikan Selamat dan Sukses Kepada Wisudawan dan Wisudawati

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati dalam sidang senat terbuka Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum sakral yang berlangsung khidmat tersebut menandai lahirnya generasi baru intelektual muslim yang siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, Ph.D., menyatakan kesyukuran setinggi-tingginya atas dedikasi para lulusan yang telah berhasil menyelesaikan masa studinya. Beliau menekankan bahwa gelar sarjana yang diraih hari ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab moral yang lebih besar di tengah masyarakat.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses yang setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas pencapaian luar biasa ini. Perjalanan akademik yang kalian lalui dengan penuh ketekunan kini telah membuahkan hasil, dan hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras serta doa yang tidak pernah putus,” ujar Ismail Suardi Wekke saat menyapa para wisudawan dan tamu undangan usai Wisuda VII.

“Tantangan di luar sana tidak lagi sama dengan apa yang kalian hadapi di dalam ruang kuliah, sebab dunia nyata menuntut adaptasi dan inovasi yang cepat. Oleh karena itu, jadikan ilmu yang telah diperoleh di kampus ini sebagai fondasi utama untuk terus belajar, berkarya, dan menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan bagi umat,” lanjut Ismail dengan nada penuh optimisme.

“Jangan pernah melupakan peran dan pengorbanan orang tua serta keluarga yang telah menjadi pilar pendukung utama hingga kalian bisa berdiri di podium kelulusan ini. Bawalah nama baik almamater IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan penuh integritas, dan buktikan bahwa lulusan institusi ini mampu bersaing serta memberikan warna positif di berbagai sektor kehidupan,” tegas Wakil Rektor dalam menutup pertemuan dalam acara wisuda tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke juga menyampaikan bahwa pihak rektorat menaruh harapan besar agar para lulusan Angkatan I ini tidak hanya menjadi pencari kerja, melainkan mampu menciptakan peluang kerja baru yang inovatif. Beliau menegaskan pentingnya penguasaan teknologi dan pemahaman keagamaan yang moderat sebagai modal utama dalam menghadapi era disrupsi global saat ini.

Lebih lanjut, Wakil Rektor menjelaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Wisuda VII ini merupakan tonggak sejarah penting bagi perkembangan IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, pihak kampus berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kurikulum agar selalu relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dinamika sosial masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, Ismail mengingatkan para wisudawan akan pentingnya menjaga jaringan alumni yang kuat demi saling mendukung dalam pengembangan karier ke depan. Beliau menambahkan bahwa kontribusi nyata di masyarakat adalah indikator utama keberhasilan dari sebuah proses pendidikan yang sesungguhnya di kampus IAI Rawa Aopa.

Mentri Pendidikan (ISW)

Pelantikan Timbalan Menteri Brunei Darussalam, Dewan Pembina Yayasan Sampaikan Selamat

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Kendari — Dewan Pembina Yayasan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, menyampaikan ucapan selamat yang mendalam atas dilantiknya Yang Mulia Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal sebagai Timbalan Menteri Brunei Darussalam. Ia mengungkapkan salah satu perluasan kerjasama perguruan tinggi dalam sambutan pada kegiatan Wisuda VII Angkatan I IAI Rawa Aopa yang diselenggarakan pada Rabu (10 Juni 2026). 

Al Asri menegaskan apresiasinya atas pencapaian tersebut  bahwa pelantikan yang dilakukan langsung oleh Sultan Hassanal Bolkiah pada 4 Juni 2026 lalu merupakan sebuah peristiwa penting yang turut disyukuri oleh segenap civitas akademika di Konawe Selatan.

Di hadapan ratusan wisudawan dan tamu undangan yang hadir, Al Asri mengungkapkan kebanggaan institusinya yang pernah menjalin kerja sama erat dengan tokoh penting Brunei tersebut. 

“Kami, keluarga besar IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, merasa sangat bersyukur dan bangga mendengar kabar pelantikan Yang Mulia Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal. Beliau adalah sosok akademisi sekaligus pemimpin yang visioner, dan pengangkatannya sebagai Timbalan Menteri menjadi bukti nyata dari dedikasi panjang beliau bagi negara dan dunia pendidikan Islam,” sambung Al Asri usai acara wisuda.

Lebih lanjut, Al Asri menuturkan rekam jejak kerja sama historis yang sangat berkesan ketika Dato Norarfan masih menjabat sebagai Rektor Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA). Ia memaparkan bahwa delegasi IAI Rawa Aopa berkunjung dan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan pihak UNISSA pada November 2025 silam. 

Menurutnya, momentum peresmian kemitraan di bawah kepemimpinan rektor kala itu telah berhasil membuka gerbang kolaborasi internasional yang berkontribusi signifikan bagi pengembangan kualitas akademik di kampus IAI Rawa Aopa.

Dalam kesempatan yang penuh khidmat tersebut, Al Asri juga mengirimkan doa khusus bagi kelancaran tugas sang pejabat baru di lingkungan pemerintahan Brunei Darussalam. “Atas nama Dewan Pembina Yayasan, kami mendoakan agar Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, keberkahan, dan kekuatan kepada Yang Mulia dalam mengemban amanah kenegaraan yang baru ini. Kami sangat meyakini bahwa kapabilitas serta visi beliau yang teruji selama memimpin UNISSA akan membawa dampak positif yang besar bagi kemajuan pemerintahan Brunei,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Terkait kelanjutan kemitraan antar lembaga pasca pergantian tampuk kepemimpinan, Al Asri memastikan bahwa naiknya jabatan Dato Norarfan tidak akan menyurutkan tali silaturahmi akademik yang telah terbangun kokoh. Ia menyatakan komitmen teguhnya bahwa ikatan kerja sama yang sebelumnya disepakati bersama mantan rektor UNISSA tersebut akan terus dikawal dan diimplementasikan secara berkelanjutan. 

Al Asri sangat berharap prestasi gemilang yang ditorehkan oleh Dato Norarfan di tingkat kementerian dapat menjadi katalisator bagi semangat kolaborasi pendidikan lintas negara yang lebih erat di masa depan.

Sebagai penutup, Al Asri menjadikan kesuksesan mantan pimpinan kampus terkemuka Brunei itu sebagai teladan nyata bagi para sarjana baru yang memadati ruang upacara. “Jadikanlah perjalanan karir, dedikasi, dan integritas Yang Mulia Dato Norarfan sebagai sumber inspirasi bagi kalian semua. 

Beliau berangkat dari seorang pendidik dan rektor yang gigih mengurus umat hingga kini dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Timbalan Menteri. Oleh karena itu, jangan pernah ragu untuk terus berkarya dan lebarkan sayap pengabdian kalian hingga ke kancah global,” urai Al Asri di hadapan para pekerja media dan civitas akademika dalam momen ramah tamah usai pelaksanaan wisuda.

Vietnam (ISW)

Pertahankan Kerjasama dengan Vietnam Bersiap Acara Seminar di Desember Mendatang

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus mempertahankan komitmen di kancah internasional. Berkomitmen menjaga kesinambungan kolaborasi global, kampus ini bersiap menggelar seminar internasional berskala besar di Vietnam pada Desember mendatang. Agenda strategis tersebut digarap melalui kemitraan erat dengan Balsamo Outreach for Teaching and Learning (BOLT) dan Da Lat University, Vietnam.

Langkah akselerasi internasional ini mencuat di akhir kekhidmatan Sidang Senat Terbuka Wisuda VII Angkatan I IAI Rawa Aopa Konawe Selatan yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum kelulusan para wisudawan kali ini tidak hanya menjadi panggung selebrasi akademik lokal, melainkan juga penanda komitmen institusi dalam memperluas jejaring kontribusi ilmiah melintasi batas negara.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa konsistensi hubungan bilateral dengan institusi di Vietnam merupakan langkah krusial untuk membangun ekosistem akademik yang kompetitif. Kemitraan ini sengaja dirawat demi memastikan seluruh civitas akademika mendapatkan eksposur global yang berkelanjutan.

“Kerjasama yang kita jalin dengan Vietnam, khususnya melalui rencana seminar bersama Da Lat University pada Desember nanti, adalah bukti nyata bahwa IAI Rawa Aopa tidak pernah berhenti bergerak di level internasional. Kita ingin memastikan bahwa lulusan kita, termasuk yang diwisuda hari ini, lahir dari iklim akademik yang terkoneksi global,” ujar Ismail Suardi Wekke saat melepas tamu undangan yang hadir dalam acara wisudaw.

Lebih lanjut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian ini menerangkan bahwa pemilihan Vietnam sebagai mitra strategis didasarkan pada kesamaan visi dalam mentransformasi manajemen pendidikan tinggi. Menurutnya, IAI Rawa Aopa ingin menyerap praktik-praktik terbaik dari Da Lat University dalam mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam kurikulum yang berdaya saing global.

“Lewat kolaborasi strategis bersama BOLT, seminar ini dirancang bukan sekadar forum diskusi seremonial. Kami menargetkan adanya pertukaran gagasan yang konkret, riset kolaboratif, serta penguatan metodologi pengajaran kontemporer yang dapat langsung diadopsi oleh dosen dan mahasiswa kita sekembalinya dari Vietnam,” tambahnya dengan nada optimistis.

Dalam kesempatan yang sama, Ismail Suardi Wekke juga memaparkan bahwa persiapan menuju seminar internasional di Da Lat University sudah mulai berjalan matang. Ia menjelaskan bahwa sinergi dengan bOLT menjadi katalisator penting untuk menyusun agenda-agenda akademik yang visioner, yang diharapkan mampu mendongkrak reputasi riset universitas di tingkat regional Asia Tenggara.

“Oleh karena itu, momentum Wisuda VII Angkatan I ini harus menjadi refleksi bagi kita semua. Tantangan di luar sana semakin kompleks, dan IAI Rawa Aopa menjawabnya dengan membuka pintu-pintu kemitraan internasional seluas-luasnya agar institusi ini terus adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman,” tegas Ismail menutup pernyataannya.

Mengakhiri penjelasannya terkait diplomasi akademik tersebut, Ismail menyampaikan harapan besarnya agar atmosfer internasional ini dapat menular kepada para alumni baru. Ia menekankan pentingnya bagi para sarjana yang baru dikukuhkan untuk memiliki kepercayaan diri tinggi, mengingat kampus tempat mereka bernaung telah membuktikan diri mampu sejajar dan aktif berkolaborasi dengan lembaga-lembaga terkemuka di luar negeri.

FGD (ISW)

Usai Wisuda IAI Rawa Aopa Pertahankan Penjaminan Mutu Eksternal, Bersiap Akreditasi Prodi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menggelar Wisuda VII Angkatan I pada Rabu (10 Juni 2026). Momentum sakral kelulusan ini tidak membuat jajaran civitas akademika larut dalam euforia, melainkan langsung tancap gas mempertahankan sistem penjaminan mutu eksternal. Langkah konkret tersebut dibuktikan dengan langsung digelarnya Focus Group Discussion (FGD) prodi di lingkungan Fakultas Hukum pasca-prosesi wisuda guna mematangkan persiapan akreditasi program studi.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa akselerasi mutu pasca-wisuda ini merupakan komitmen institusi dalam menjaga kepercayaan masyarakat. “Wisuda bukanlah akhir, melainkan gerbang awal bagi kampus untuk membuktikan bahwa lulusan kami dicetak dari sistem akademik yang teruji. Oleh karena itu, penjaminan mutu eksternal dan persiapan akreditasi prodi di Fakultas Hukum menjadi prioritas utama yang langsung kami eksekusi hari ini,” ujar Ismail usai kegiatan tersebut.

“Kami menyadari betul bahwa tantangan dunia hukum di luar sana semakin kompleks, sehingga validasi mutu melalui akreditasi program studi menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi,” kata Ismail Suardi Wekke saat memberikan pengantar dalam forum FGD Fakultas Hukum.

“Melalui FGD yang digelar segera setelah prosesi wisuda ini, kami memetakan seluruh instrumen akreditasi secara detail agar Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu meraih predikat unggul yang mencerminkan kualitas riil proses belajar-mengajar di kampus kita,” lanjutnya di hadapan para dosen dan jajaran dekanat. Turut hadir Dekan Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Aminuddin, SH., MH.

“Kerja keras ini bukan sekadar mengejar status di atas kertas, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab moral lembaga kepada para alumni yang baru saja dikukuhkan hari ini serta para mahasiswa aktif agar masa depan akademik mereka benar-benar terjamin,” pungkas Al Asri dengan optimistis.

Dalam kesempatan yang sama, Al Asri menjelaskan bahwa konsistensi dalam mempertahankan penjaminan mutu eksternal merupakan jangkar utama bagi fakultas untuk tetap relevan dengan kebutuhan dinamika hukum kontemporer. Ia menilai bahwa momentum kelulusan angkatan pertama IAI Rawa ini harus dijadikan batu pijakan untuk meningkatkan standardisasi kurikulum dan pelayanan akademik secara menyeluruh.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara seluruh elemen dosen dan tenaga kependidikan dalam menyusun borang akreditasi prodi hukum yang komprehensif. Al Asri mengingatkan bahwa objektivitas penilaian dari lembaga akreditasi eksternal hanya bisa dipenuhi jika seluruh dokumen pendukung dan implementasi tri dharma perguruan tinggi terintegrasi dengan baik.

Di akhir penjelasannya, Al Asri menyampaikan optimisme tinggi bahwa Fakultas Hukum IAI Rawa Aopa mampu melewati proses akreditasi ini dengan hasil yang memuaskan. Menurutnya, kesiapan instrumen dan solidnya komitmen tim yang langsung bekerja pasca-wisuda menjadi indikator kuat bahwa fakultas siap naik kelas ke level penjaminan mutu yang lebih tinggi.

Poski (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Menjadi Tuan Rumah POSKI, Tegas Dewan Pembina di Acara Wisuda

Kendari – Perhelatan Pekan Olahraga, Seni, dan Karya Ilmiah (POSKI) II tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di lingkungan Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua telah dilaksanakan dalam beberapa kesempatan. Momentum tersebut direspons cepat oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan yang menyatakan kesiapannya untuk mengambil tongkat estafet sebagai penanggung jawab pelaksanaan POSKI berikutnya.

Kesiapan strategis ini disampaikan langsung oleh Dewan Pembina Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri yang merupakan pengelola IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda VII Angkatan I yang digelar pada Rabu (10 Juni 2026). Di hadapan para wisudawan, orang tua, dan jajaran senat akademik, ia menegaskan bahwa pihak yayasan telah melakukan konsolidasi internal guna memastikan seluruh fasilitas penunjang siap menyambut gelaran akbar regional tersebut.

Dalam sambutannya, Al Asri menjelaskan bahwa penunjukan sebagai lokasi penyelenggaraan POSKI bukan sekadar kehormatan bagi kampus, melainkan sebuah peluang besar untuk memperkenalkan potensi daerah. Ia menilai kehadiran ratusan kontingen dari berbagai provinsi tidak hanya akan menjadi panggung unjuk bakat bagi mahasiswa, tetapi juga diyakini mampu mendongkrak perputaran ekonomi lokal di wilayah Konawe Selatan.

“Dalam momentum khidmat Wisuda VII Angkatan I ini, saya selaku Dewan Pembina secara resmi menyatakan bahwa IAI Rawa Aopa siap untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan POSKI berikutnya. Terlaksanaya POSKI dalam beberapa kesempatan sebelumnya menjadi sinyal bagi kami untuk mengambil peran dan tanggung jawab besar ini demi bersama-sama memajukan mutiara akademik di Indonesia Timur,” ujar Al Asri di atas podium.

Di tengah riuh tepuk tangan wisudawan, ia menambahkan bahwa persiapan sarana dan prasarana akan segera digenjot agar mampu menyambut seluruh kontingen dari Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan representatif. “Kami tidak ingin sekadar menjadi penyelenggara formalitas. Melalui mimbar akademik ini, saya instruksikan jajaran rektorat untuk segera membuka koordinasi intensif dengan Kopertais Wilayah VIII dan pemerintah daerah,” tegasnya.

“Hari kelulusan ini menjadi saksi komitmen kita bersama bahwa IAI Rawa Aopa siap naik kelas. Kita tidak hanya fokus pada penguatan mutu alumni, tetapi juga siap menjadi episentrum kegiatan kemahasiswaan skala regional. Saya optimistis, dengan dukungan seluruh civitas akademika yang hadir di ruangan ini, kita mampu menjadi tuan rumah yang sukses dan berkesan,” pungkas Al Asri menutup sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, IAI Rawa Aopa mewisuda 438 alumni dari tiga program studi di fakultas tarbiyah. “Sementara ini dengan 5 prodi, kita sudah meluluskan di tiga program studi,” papar Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, dalam kesempatan usai kegiatan wisuda.