IMG-20260401-WA0006

Berkunjung ke Bupati Konsel, IAI Rawa Aopa Bahas Keberlanjutan Dukungan Pendidikan Tinggi

Rawaaopakonsel.ac.id, Selatan, Konawe Selatan – Jajaran pengurus yayasan dan pimpinan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa melakukan kunjungan silaturahmi kepada Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, di Rumah Jabatan Bupati, Andoolo, Senin (30/32026).

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah, sekaligus menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan terhadap sektor pendidikan tinggi di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dalam suasana bulan Syawal tersebut, pimpinan IAI Rawa Aopa secara khusus menyoroti peran strategis pemerintah daerah dalam membantu meringankan beban mahasiswa melalui kebijakan dukungan Uang Kuliah Tunggal (UKT).  Turut hadir bersama pimpinan IAI Rawa Aopa, Dewan Pembina Yayasan yang juga Pendiri, Al Asri, M.Si.

Kerja sama ini dinilai menjadi angin segar bagi keberlangsungan studi putra-putri daerah di Konawe Selatan. “Kita sampaikan terima kasih, atas dukungan pembiayaan UKT bagi mahasiswa,” papar Al Asri usai pertemuan tersebiut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk nyata dari koordinasi institusi dengan pemangku kepentingan daerah. Ia menyampaikan bahwa dukungan Pemkab Konawe Selatan sangat berarti bagi penguatan kapasitas akademik kampus.

“Kami hadir untuk menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati atas komitmen nyata dalam menyokong pendidikan melalui kebijakan UKT ini,” ujar Ismail Suardi Wekke saat memberikan keterangan di sela-sela kunjungan tersebut.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa bantuan yang dialokasikan oleh pemerintah daerah selain sola angka, juga merupakan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia di Konawe Selatan. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara IAI Rawa Aopa dan Pemerintah Kabupaten adalah langkah strategis dalam mewujudkan visi daerah yang cerdas dan kompetitif.

Ismail Suardi Wekke juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. “Dukungan pemerintah daerah terhadap biaya kuliah mahasiswa menjadi motor penggerak bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di IAI Rawa Aopa,” tegasnya.

Selain menyampaikan apresiasi, pihak kampus juga memaparkan rencana pengembangan institusi ke depan yang memerlukan sinkronisasi dengan program-program pembangunan daerah. Ismail menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang mampu berkontribusi langsung pada pembangunan di Konawe Selatan.

“Sinergi ini membuktikan bahwa pemerintah daerah memiliki visi yang sangat tajam dalam melihat pendidikan sebagai kunci utama kemajuan masyarakat,” imbuh Ismail menutup pernyataannya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan hubungan antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah semakin solid, sehingga akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Konawe Selatan tetap terjamin dan berkualitas.

IMG-20260331-WA0044

IAI Rawa Aopa Dorong Mobilitas Mahasiswa Melalui Program KKN Internasional Terintegrasi

Rawaaopakonsel.ac.id, Kolaka Timur – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menyelenggarakan serangkaian kegiatan akademik dan sosial di wilayah Kabupaten Kolaka Timur pada Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini mencakup pengabdian masyarakat di TK Tobaru serta Workshop Peningkatan Kualitas Penulisan Skripsi yang menitikberatkan pada integritas karya ilmiah.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Penyelenggara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Al Asri, M.Si., menyatakan komitmen penuh yayasan dalam mendukung pengembangan pendidikan di daerah.

“Kami memastikan bahwa yayasan akan terus mengawal setiap program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik melalui pengabdian langsung di lapangan maupun penguatan kapasitas akademik mahasiswa,” ujar Al Asri.

Secara tidak langsung, ia juga menekankan bahwa keberadaan yayasan bertujuan untuk menjadi pilar pendukung bagi kampus dalam mencetak lulusan yang kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Workshop yang digelar juga fokus pada sosialisasi pencegahan plagiarisme melalui penggunaan perangkat Turnitin. Hal ini dilakukan sebagai langkah nyata menjaga kualitas karya tulis ilmiah mahasiswa, terutama bagi mereka yang tengah menyusun skripsi. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur dalam mengimplementasikan Wajib Belajar 13 Tahun.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, turut memberikan pandangan strategisnya mengenai arah pengembangan institusi. Dalam pernyataan pertamanya, Ismail menekankan pentingnya pengalaman global bagi mahasiswa.

“Bagi mahasiswa yang memasuki semester 7, kami menyediakan pilihan strategis melalui skema PPL dan KKN Internasional yang nantinya akan terintegrasi dengan program student mobility,” kata Ismail.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya penguatan karakter intelektual di lingkungan kampus. “Budaya akademik dan pemahaman mendalam mengenai proses perkuliahan adalah fondasi utama agar mahasiswa tidak hanya sekadar lulus, tetapi juga memiliki integritas keilmuan yang kuat,” tegasnya.

Terkait keberlanjutan pendidikan bagi lulusan, Ismail menambahkan dalam pernyataan ketiganya bahwa institusi sangat peduli pada masa depan alumni.

“Kami memfasilitasi para alumni untuk melanjutkan studi ke jenjang Pascasarjana, khususnya pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di STAI Al Furqan, sebagai bagian dari pengembangan karier akademik mereka,” ungkapnya.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa seluruh rangkaian program ini merupakan upaya sistematis kampus dalam menyelaraskan kurikulum dengan tantangan global, sembari tetap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang berlangsung di Rate-Rate ini dihadiri oleh jajaran civitas akademika, mahasiswa semester akhir, serta tokoh masyarakat setempat, yang menyambut baik inisiatif IAI Rawa Aopa dalam memajukan sektor pendidikan di Kolaka Timur.

IMG-20260331-WA0040

Pimpinan IAI Rawa Aopa Tekankan Pentingnya Deteksi Mandiri Karya Ilmiah Mahasiswa

Rawaaopakonsel.ac.id, Kolaka – Integritas penelitian menjadi sorotan utama dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Workshop Integritas Penelitian yang diselenggarakan hari ini. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai pencegahan plagiarisme dalam penulisan skripsi bagi para mahasiswa guna memastikan kualitas karya ilmiah yang dihasilkan berlangsung di Kolaka, Selasa (31/3 //2026).

Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, M.Si., dalam arahannya menekankan bahwa kejujuran akademik adalah fondasi utama seorang sarjana. Beliau melontarkan pertanyaan retoris mengenai kemungkinan lahirnya inovasi jika fondasi pemikirannya hanya sekadar menyalin karya orang lain. Al Asri menambahkan bahwa workshop ini merupakan bentuk tanggung jawab moral lembaga dalam menjaga mutu lulusan agar memiliki daya saing yang sehat secara intelektual.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian, Ismail Suardi Wekke, menjelaskan bahwa pihak kampus telah menyiapkan infrastruktur teknologi untuk mendukung kebijakan tersebut. Ia mempertanyakan sejauh mana kesiapan mahasiswa dalam memanfaatkan sistem Turnitin secara mandiri sebelum naskah mereka diuji.

Ismail menegaskan bahwa penggunaan teknologi ini bukan bertujuan untuk mempersulit proses kelulusan, melainkan untuk memudahkan deteksi kemiripan naskah secara transparan dan akurat.

Terkait teknis pelaksanaan, pihak kampus kini mewajibkan setiap skripsi untuk melalui tahap verifikasi Turnitin guna memastikan tingkat orisinalitas naskah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Melalui sistem ini, kemiripan teks dapat dipetakan secara detail sehingga potensi plagiarisme dapat dihindari sedini mungkin sebelum mahasiswa menyelesaikan studinya.

Sebagai langkah akhir dari siklus akademik, naskah yang telah terverifikasi kemudian akan diproses melalui digitalisasi dalam sistem repository kampus. Seluruh karya ilmiah tersebut akan diunggah ke database digital sebagai bagian dari penguatan pendataan alumni. Langkah ini tidak hanya berfungsi sebagai pengarsipan, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi pengetahuan nyata bagi publik serta rekam jejak akademik yang dapat dipertanggungjawabkan di masa depan.

IMG-20260403-WA0004

Pimpinan IAI Rawa Aopa Tekankan Pentingnya Desain Pembelajaran Bahasa dalam Partisipasi Simposium di Marok

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Simposium ALIF yang berlangsung pada 27-28 Maret 2026 di Maroko resmi dibuka dengan malam jejaring yang hangat dan alunan musik tradisional yang meriah. Memasuki hari kedua, suasana akademik semakin kental saat para peserta menyimak aspirasi mahasiswa yang menjadi titik tolak diskusi mengenai cara mendorong pembelajar keluar dari zona nyaman mereka menuju kontak nyata dengan bahasa, budaya, dan masyarakat lokal.

Isu mengenai realitas multibahasa di Maroko, keseimbangan antara Bahasa Arab Fusha (MSA) dan Darija, hingga peran pembelajaran berbasis pengalaman menjadi topik hangat yang terus bergulir sepanjang pertemuan. Kegiatan yang dilaksanakan oleh konsorsium perguruan tinggi berlangsung dua hari di Maroko.

Di tengah diskusi yang dinamis tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa kunci utama dari efektivitas studi di luar negeri adalah niat yang terencana atau intentionality. Beliau berpendapat bahwa pembelajaran bahasa strategis dalam program luar negeri tidak terjadi secara kebetulan, melainkan harus melalui proses perancangan yang sistematis, terstruktur, dan peka terhadap konteks lokal.

Menurut Ismail, masa depan studi internasional di Maroko sangat bergantung pada seberapa baik institusi mampu membangun jembatan budaya yang kokoh.

“Kehadiran kami dalam simposium ini merupakan langkah konkret IAI Rawa Aopa Konawe Selatan untuk memperluas cakrawala kerja sama internasional, khususnya dengan institusi pendidikan di Maroko yang memiliki kekayaan linguistik,” ujar Ismail Suardi Wekke, Ahad (29/3/2026).

Beliau kemudian menambahkan, “Kita harus memastikan bahwa setiap pertukaran mahasiswa bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah desain instruksional yang matang agar mereka mampu menyerap esensi budaya dan bahasa setempat secara mendalam.”

Di akhir sesi, Ismail menegaskan, “Kolaborasi dengan Maroko akan membuka pintu bagi pengembangan riset kolaboratif dan penguatan kompetensi bahasa Arab bagi sivitas akademika kami di Sulawesi Tenggara.”

Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa partisipasi IAI Rawa Aopa dalam Simposium ALIF ini bertujuan untuk memetakan potensi kemitraan strategis yang dapat memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan institusi. Beliau menekankan perlunya pergeseran paradigma dalam pembelajaran bahasa di luar negeri, di mana aspek kenyamanan mahasiswa harus mulai ditantang dengan interaksi komunitas yang lebih bermakna.

Selain itu, Ismail juga menyampaikan optimisme terkait perluasan jaringan kerja sama ke wilayah Afrika Utara sebagai bagian dari rencana strategis kampus dalam meningkatkan daya saing global. Lebih lanjut, Ismail menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari misi besar IAI Rawa Aopa untuk memperluas kerja sama ke Maroko.

Ia melihat Maroko sebagai mitra strategis dalam pengembangan akademik, terutama dalam memperkuat metodologi pembelajaran bahasa Arab dan kajian keislaman. Dengan adanya kesepahaman yang terjalin dalam simposium ini, diharapkan akan lahir program-program kolaboratif yang mampu membawa mahasiswa dan dosen IAI Rawa Aopa terlibat lebih aktif dalam kancah pendidikan internasional yang inklusif dan transformatif.

IMG-20260401-WA0068

Menatap Masa Depan Sains: Pesan Inspirasi dari Webinar Women in Science IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Bank BSN

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan sukses menggelar webinar bertajuk “Women in Science” yang berkolaborasi dengan Bank BSN Cabang Kendari. Kegiatan ini menjadi momentum krusial dalam menyoroti peran strategis perempuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern. Dilaksanakan secara hybrid dari kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Senin (16/3/2026).

Rektorat IAI Rawa Aopa menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam ranah saintifik bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan kebutuhan esensial bagi kemajuan inovasi daerah. Kolaborasi dengan sektor perbankan seperti Bank BSN juga diharapkan mampu membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis literasi digital dan sains bagi kaum perempuan.

Ismail Suardi Wekke, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi lintas sektor ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa melalui integrasi antara akademisi dan praktisi keuangan, hambatan struktural yang selama ini dihadapi ilmuwan perempuan dapat diminimalisir secara bertahap.

Ismail Suardi Wekke menegaskan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor perbankan merupakan langkah konkret untuk memastikan keberlanjutan riset yang inklusif. Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan dalam dunia sains akan menjadi motor penggerak transformasi sosial di wilayah Konawe Selatan. Selain itu, beliau menambahkan bahwa pihak rektorat berkomitmen penuh untuk mengalokasikan sumber daya guna mendukung ekosistem akademik yang ramah bagi peneliti perempuan.

“Webinar ini adalah jembatan emas bagi para perempuan di Sulawesi Tenggara untuk membuktikan bahwa kontribusi mereka di dunia sains sejajar dengan peran mereka di sektor pembangunan lainnya,” ujar Ismail Suardi Wekke saat membuka sesi diskusi utama.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya dukungan finansial dan pendampingan dalam setiap inovasi yang dihasilkan. “Kami tidak ingin riset perempuan hanya berakhir di perpustakaan; dukungan Bank BSN adalah kunci agar inovasi tersebut memiliki nilai ekonomi dan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ismail mengajak seluruh peserta untuk melihat sains sebagai instrumen pengabdian. “Sinergi hari ini menunjukkan bahwa Women in Science bukan sekadar tema seremonial, melainkan panggilan bagi kita semua untuk menciptakan keadilan akses dalam penguasaan teknologi,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga praktisi perbankan. Diskusi mengalir hangat dengan fokus pada tantangan serta peluang masa depan bagi perempuan dalam meniti karier di bidang sains dan teknologi.

IMG-20260314-WA0043

IAI Rawa Aopa dan GSB UKM Sepakati Kerjasama Akademik demi Pengembangan Ekonomi Islam

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas cakrawala akademik di kancah internasional. Seiring dengan momentum pembukaan dan pengembangan ekonomi syariah yang kian masif, IAI Rawa Aopa secara resmi menjalin kerjasama strategis dengan Graduate School of Business (GSB) Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk menyelaraskan kurikulum dan riset institusi dengan standar global di sektor ekonomi Islam.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan jembatan emas bagi institusi untuk meningkatkan kualitas lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri syariah saat ini. Ismail menyampaikan bahwa kerjasama dengan GSB UKM bukan sekadar seremoni di atas kertas, melainkan langkah konkret untuk menghadirkan atmosfer akademik internasional di Sulawesi Tenggara.

“Kita baru saja menerima SK untuk izin penerimaan mahasiswa program studi Ekonomi Syariah. Maka, sejak awal sudah disiapkan untuk melampaui standar nasional, sebagaimana panduan lembaga akreditasi mandiri,” papar Ismail Suardi Wekke yang menyatakan kegembiraannya seiring dengan kesediaan UKM untuk meneruskan kerjasama.

Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan langsung terkait urgensi kemitraan ini.

“Kerjasama ini adalah tonggak sejarah bagi IAI Rawa Aopa dalam memperkuat fondasi ekonomi syariah melalui sinergi pendidikan lintas negara,” tegas Ismail Suardi Wekke di Jakarta, Sabtu (14/3 2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sangat optimis kolaborasi ini akan melahirkan riset-riset inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kajian ekonomi Islam yang lahir dari kampus ini memiliki standar kualitas yang dapat bersanding di dunia internasional, khususnya dari pakar di GSB UKM,” imbuhnya.

Selain pernyataan tersebut, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi beberapa poin penting secara tidak langsung. Beliau menjelaskan bahwa kemitraan ini diharapkan mampu membuka peluang pertukaran pelajar dan dosen yang akan memperkaya pengalaman akademik kedua belah pihak.

Selain itu, Ismail memaparkan bahwa pengembangan kurikulum ekonomi syariah di IAI Rawa Aopa nantinya akan banyak mengadopsi modul-modul mutakhir dari Malaysia yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi Islam dunia. Ia pun menuturkan bahwa sinergi ini akan diarahkan pada penguatan tata kelola lembaga keuangan syariah di tingkat regional agar lebih profesional dan transparan.

Kerjasama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada level manajerial, tetapi juga merambah ke program-program pengabdian masyarakat berbasis ekonomi syariah. Dengan adanya dukungan dari GSB Universiti Kebangsaan Malaysia, IAI Rawa Aopa optimis dapat menjadi pusat keunggulan (center of excellence) dalam pengembangan ekonomi Islam di wilayah Indonesia Timur.

Terakhir, ia menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah mengintegrasikan kearifan lokal dengan praktik ekonomi global.

“Dengan dukungan GSB UKM, kami berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di pasar ekonomi syariah global tanpa melupakan akar budaya kita,” ujar Ismail.

IMG-20260314-WA0034

Wujud Kepedulian HMI IAI Rawa Aopa: Tebar Kebaikan di Bulan Suci Ramadhan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan, puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat IAI Rawa Aopa Cabang Konawe Selatan turun ke jalan untuk menggelar aksi sosial berbagi takjil. Kegiatan ini menyasar masyarakat dan pengguna jalan di Desa Motaha, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (5/3/2026).

Aksi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mempererat solidaritas serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Ketua HMI Komisariat IAI Rawa Aopa, Cabang Konawe Selatan, Muslim Hidayat R., menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, kepedulian sosial harus menjadi identitas yang melekat pada diri setiap kader HMI.

“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian. Melalui kegiatan berbagi takjil ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat,” ujar Muslim dalam pernyataan resminya usai kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Muslim juga menyampaikan secara tidak langsung bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan emosional antara kaum intelektual kampus dengan warga sekitar agar tercipta sinergi yang harmonis.

Keberhasilan agenda ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Ketua Kohati HMI Cabang Konawe Selatan, Putri Susanti, mengungkapkan bahwa dana kegiatan ini bersumber dari kontribusi kolektif.

Putri menyebutkan bahwa terselenggaranya pembagian takjil ini berkat adanya sumbangsih dari para alumni serta dukungan dari pihak birokrasi kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan. Ia menambahkan bahwa suntikan dana yang diberikan sangat membantu kelancaran acara sehingga kegiatan dapat berjalan dengan sangat baik dan tertib.

Inisiatif para mahasiswa ini disambut hangat oleh warga setempat. Banyak pengendara yang merasa terbantu, terutama mereka yang masih menempuh perjalanan jauh saat waktu berbuka puasa tiba.

Salah satu pengguna jalan menyatakan apresiasinya terhadap mahasiswa yang dinilai peka terhadap kondisi lapangan, di mana akses mendapatkan penganan berbuka terkadang sulit bagi mereka yang masih di atas kendaraan.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, HMI Komisariat IAI Rawa Aopa berharap semangat berbagi tidak berhenti di bulan Ramadhan saja, namun terus tumbuh menjadi budaya di lingkungan kampus dan menginspirasi organisasi lain untuk menebar kebaikan serupa.

IMG-20260401-WA0061

Membangun Narasi Literasi, IAI Rawa Aopa Fasilitasi Pelatihan Menulis Berita Layak Muat Media

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bekerja sama dengan Kreasi Communication menyelenggarakan pelatihan menulis berita bertajuk Pesantren Jurnalistik 2026.

Kegiatan ini akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Ahad, 15 Maret 2026. Pelatihan tersebut bertujuan mengasah kemampuan peserta dalam mengolah potensi dunia pesantren menjadi karya jurnalistik yang informatif dan edukatif.

Managing Director Kreasi Communication, Maya Sumitradilaga, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis terkait teknik penulisan berita sesuai standar media massa.

“Penguasaan literasi media menjadi keterampilan penting di era digital, baik untuk menyampaikan gagasan maupun memperluas jangkauan informasi,” ujar Maya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, peserta akan mendapatkan materi mulai dari penggalian ide berita, penerapan kaidah jurnalistik, hingga strategi agar tulisan dapat dipublikasikan di media cetak maupun daring.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut dia, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi sekaligus mendukung penyebaran nilai-nilai Islam melalui tulisan.

“Kampus memiliki tanggung jawab untuk memastikan aktivitas akademik dan pesantren terdokumentasi dalam bentuk karya jurnalistik yang berkualitas,” kata Ismail.

Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan menulis civitas akademika, sekaligus mendorong lahirnya kontributor berita yang mampu menyampaikan informasi secara objektif kepada masyarakat.

Pelatihan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Kegiatan akan menghadirkan wartawan senior Subroto Kardjo sebagai narasumber utama.

Subroto merupakan mantan Managing Editor Republika dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia jurnalistik. Ia juga telah mengantongi Sertifikasi Wartawan Utama dari Dewan Pers.

Dalam sesi yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB, Subroto akan berbagi pengalaman serta kiat menghasilkan tulisan yang akurat dan bernilai berita.

Prodi Eksyar (ISW)

IAI Rawa Aopa Siap Menerima Mahasiswa Baru Program Studi Ekonomi Syariah

Rawaaopakonsel.ac.id, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyatakan kesiapannya untuk menjaring bibit unggul melalui pembukaan pendaftaran mahasiswa baru pada Program Studi Ekonomi Syariah. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan tenaga profesional yang memahami integrasi antara prinsip keterbukaan ekonomi global dengan nilai-nilai keislaman.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa persiapan sarana dan prasarana telah rampung dilakukan demi menunjang kenyamanan belajar. Ia menjelaskan bahwa pendaftaran tahun ini didesain lebih inklusif agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, prodi ini tidak hanya menawarkan teori, tetapi juga praktik keuangan sosial yang relevan dengan kebutuhan industri halal masa kini.

“Kami telah menyiapkan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan teknologi finansial agar lulusan kami memiliki daya saing yang tinggi di pasar kerja,” ujar Ismail Suardi Wekke saat mendapatkan kabar bahwa Surat Keputusan dari Kementerian Agama telah diterima yayasan (Jakarta, 10 Maret 2026). 

Selain itu, ia menambahkan bahwa pihak kampus memberikan perhatian khusus pada pengembangan karakter mahasiswa. “Visi kami adalah mencetak sarjana ekonomi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang berlandaskan syariat,” tegasnya. 

Terkait aksesibilitas pendidikan, Ismail juga memastikan adanya kemudahan bagi pendaftar. “Pintu IAI Rawa Aopa terbuka lebar bagi seluruh calon mahasiswa yang memiliki semangat untuk memajukan ekonomi umat melalui jalur akademik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke memaparkan bahwa pihak rektorat saat ini tengah memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga keuangan syariah untuk memfasilitasi program magang mahasiswa. Hal ini sejalan dengan komitmen institusi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat lokal. 

Dengan dibukanya program ini, IAI Rawa Aopa optimis dapat berkontribusi signifikan dalam mencetak praktisi ekonomi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi religius. “Kita siap menjadi bagian dalam ekosistem ekonomi syariah Indonesia, dan dunia muslim,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang lulusan Universiti Kebangsaan Malaysia.

IMG-20260310-WA0032

Eratkan Tali Silaturahmi, Civitas Akademika IAI Rawa Aopa Konsel Gelar Buka Puasa Bersama di Konawe

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Civitas akademika Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan kelas Hybrid Konawe menggelar kegiatan buka puasa bersama dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di bulan suci Ramadhan, Senin (9/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh mahasiswa kelas Hybrid Konawe serta dosen pembimbing kelas Konawe, Ipri Yanti, S.Pd., M.Pd., Gr.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi salah satu agenda kebersamaan civitas akademika yang bertujuan untuk menumbuhkan nilai ukhuwah Islamiyah, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan dosen di lingkungan kampus. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas serta membangun komunikasi yang lebih baik dalam suasana santai namun tetap penuh makna.

Sebelum waktu berbuka tiba, rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari dosen pembimbing  yang mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan, memperbanyak amal ibadah, dan menumbuhkan rasa kepedulian di bulan yang penuh berkah ini. Juga beliau menyampaikan beberapa pesan terkait perkuliahan dan beasiswa yang sedang diusulkan oleh pihak kampus ke pemerintah daerah kab. Konawe. Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut, yang tidak hanya menjadi ajang berbuka puasa, tetapi juga wadah mempererat hubungan kekeluargaan di antara civitas akademika.

Dosen pembimbing kelas Konawe, Ipri Yanti, S.Pd., M.Pd., Gr, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan buka puasa bersama memiliki nilai positif dalam membangun kedekatan antara mahasiswa dan dosen.

“Ramadhan adalah momen terbaik untuk mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat kebersamaan di antara kita sebagai civitas akademika,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa mendatang karena mampu memperkuat nilai kekeluargaan di lingkungan akademik. “Kebersamaan yang terbangun hari ini semoga menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Rendi, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan inisiatif mahasiswa untuk mempererat hubungan silaturahmi di antara seluruh civitas akademika kelas Hybrid Konawe.

“Kami berharap kegiatan buka puasa bersama ini dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan semangat kebersamaan di antara mahasiswa dan dosen,” ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan.

“Terima kasih kepada seluruh teman-teman mahasiswa dan juga kepada Ibu dosen pembimbing yang telah berkenan hadir. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat silaturahmi kita semua,” tuturnya.

Suasana penuh keakraban terlihat ketika mahasiswa dan dosen duduk bersama, berbincang santai, serta saling berbagi cerita dan pengalaman. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi juga mampu memperkuat nilai kebersamaan, solidaritas, serta semangat kekeluargaan di lingkungan civitas akademika IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, khususnya bagi mahasiswa kelas Hybrid Konawe.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan hubungan antara mahasiswa dan dosen dapat terus terjalin dengan baik serta menciptakan suasana akademik yang harmonis dan penuh nilai-nilai keislaman.