UGM (ISW)

Perkuat Sinergi Akademik, IAI Rawa Aopa Gelar FGD Bahas Rencana Kerja Sama dengan UGM

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan mempertahankan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola kelembagaan. Langkah strategis terbaru diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) daring yang secara khusus membahas perencanaan kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (Rabu, 15 April 2026). 

Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa dalam memetakan potensi kolaborasi lintas institusi yang mencakup bidang tridarma perguruan tinggi. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar institusi untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan akademik di Sulawesi Tenggara. 

Menurutnya, UGM sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia memiliki ekosistem yang sangat relevan untuk menjadi mitra pendamping dalam pengembangan program-program strategis IAI Rawa Aopa ke depan. Dalam diskusi tersebut, Ismail Suardi Wekke memberikan pernyataan mengenai urgensi pertemuan ini. “Kami menyadari bahwa untuk mencapai standar internasional, kolaborasi dengan institusi mapan seperti UGM adalah sebuah keharusan, bukan sekadar pilihan,” tegas Ismail. 

Ia juga menambahkan bahwa fokus utama dari kerja sama ini akan menyasar pada penguatan riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak luas. “FGD ini merupakan langkah awal yang konkret untuk menyusun peta jalan kerja sama yang saling menguntungkan, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia di Konawe Selatan,” lanjutnya. 

Lebih lanjut, Ismail menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan rencana tersebut dengan menyatakan bahwa semangat dari pertemuan ini adalah untuk memastikan potensi kolaborasi. Ismail juga menyampaikan beberapa poin secara tidak langsung terkait arah kebijakan kampus. Ia menjelaskan bahwa IAI Rawa Aopa saat ini tengah berupaya keras untuk melakukan sinkronisasi kurikulum dengan kondisi kontemporer masyarakat dan perkembangan zaman, sehingga pendampingan dari universitas besar akan sangat membantu. 

Ismail turut memaparkan bahwa melalui FGD ini, pihak kampus berharap dapat menyerap praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan keuangan dan administrasi kepegawaian yang transparan serta akuntabel dari UGM. Terakhir, ia mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan adanya payung kerja sama ini, dosen-dosen di IAI Rawa Aopa akan memiliki peluang lebih besar untuk terlibat dalam proyek riset kolaboratif yang didanai secara nasional maupun internasional.

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh kedua belah pihak IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dan Universitas Gadjah Mada. Peserta mengajukan eksplorasi terkait dengan apa yang dapat dikolaborasikan. Diharapkan, hasil dari diskusi ini dapat segera diformalkan dalam waktu dekat agar program diseminasi pengetahuan, riset bersama, serta penguatan literasi hukum adat dapat segera dilaksanakan demi kemajuan daerah.

Breaking News (ISW)

Terkait dengan Sorotan di Media Berhubungan Dengan IAI Rawa Aopa, Sepenuhnya Fitnah dan Pembunuhan Karakter

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan secara resmi membantah berbagai pemberitaan miring yang menyudutkan institusi tersebut belakangan ini. Manajemen kampus menegaskan bahwa seluruh tuduhan yang beredar di media massa tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan cenderung mengarah pada upaya sistematis perusakan reputasi lembaga pendidikan tersebut.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa pihaknya telah mencermati dinamika informasi yang berkembang. Menurutnya, serangan informasi yang dialamatkan kepada IAI Rawa Aopa bukan lagi sekadar kritik konstruktif, melainkan sudah masuk dalam kategori penyebaran berita bohong. 

Beliau menegaskan bahwa apa yang disorot oleh sejumlah pihak di media sepenuhnya adalah fitnah dan merupakan bentuk nyata dari pembunuhan karakter terhadap pimpinan maupun institusi secara keseluruhan. Dalam keterangannya, Ismail Suardi Wekke secara lugas menyampaikan pembelaan terhadap integritas kampus. “Apa yang berkembang di media terkait IAI Rawa Aopa sepenuhnya adalah fitnah dan merupakan upaya pembunuhan karakter yang sengaja didesain untuk merugikan kami,” ujar Ismail saat memberikan klarifikasi resmi di kampus IAI Rawa Aopa. 

Ia juga menambahkan bahwa setiap langkah manajerial yang diambil selama ini selalu mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas sesuai dengan regulasi pendidikan tinggi yang berlaku. “Kami tidak akan tinggal diam melihat institusi ini dikerdilkan oleh narasi-narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara faktual,” tegasnya dengan nada meyakinkan.

Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa seluruh operasional kampus, baik dari segi keuangan maupun kepegawaian, berjalan di atas rel aturan yang sah. Beliau menekankan bahwa tuduhan-tuduhan tersebut sengaja diembuskan oleh pihak tertentu yang tidak senang dengan kemajuan yang diraih oleh IAI Rawa Aopa dalam beberapa waktu terakhir. 

Ismail pun menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen kampus untuk membawa persoalan ini ke jalur hukum jika kampanye hitam ini terus berlanjut tanpa ada itikad baik dari pihak-pihak terkait. “Langkah hukum sedang kami pertimbangkan secara serius sebagai bentuk perlindungan terhadap marwah institusi pendidikan,” pungkas Ismail.

Dari pihak rektorat, Ismail Suardi Wekke meminta masyarakat dan para mahasiswa tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk tetap fokus pada peningkatan kualitas akademik dan pengabdian masyarakat, sembari memastikan bahwa kebenaran akan terungkap melalui proses yang objektif. 

Manajemen juga mengimbau media massa untuk lebih mengedepankan prinsip cek dan recek agar pemberitaan yang dihasilkan tidak menjadi sarana bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan pembunuhan karakter demi kepentingan sepihak. “Pemberitaan yang ada saat ini, tidak mengedepankan prinsip jurnalistik, sehingga sepenuhnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Secara prosedural, kami akan melaporkan ke dewan pers, untuk diambil tindakan,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Webinar Series (ISW)

Perkuat Kapasitas Akademisi, IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO Bedah Strategi Komunikasi Sains Menuju ICon-FiBank dan IPRC 2026

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan bekerja sama dengan Institut Bisnis dan Keuangan (IBK) NITRO terus mematangkan persiapan menjelang perhelatan akbar International Conference on Finance and Banking (ICon-FiBank) serta International Postgraduate Research Conference (IPRC) 2026. Sebagai langkah menuju perhelatan tersebut, kedua institusi kembali menggelar Webinar Series seri kedua yang secara khusus menyoroti urgensi komunikasi publik bagi kalangan akademisi dalam mempresentasikan ide-ide inovatif mereka di kancah internasional (Selasa, 14 April 2026).

Fokus utama pada sesi kali ini adalah komunikasi sains, sebuah keterampilan yang seringkali menjadi tantangan bagi para peneliti dalam menyederhanakan kompleksitas data menjadi narasi yang mudah dipahami. Melalui forum ini, para peserta dibekali teknik presentasi yang efektif agar gagasan yang disampaikan tidak hanya berhenti sebagai tumpukan berkas laporan, namun mampu memberikan dampak nyata dan meyakinkan para pemangku kepentingan dalam berbagai forum ilmiah.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, yang juga Komite Saintifik kedua konferensi tersebut menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik adalah instrumen vital bagi setiap pendidik. Beliau menyatakan bahwa seorang akademisi harus memiliki kecakapan dalam menerjemahkan bahasa teknis penelitian ke dalam bahasa yang lebih membumi agar manfaat ilmu pengetahuan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. 

Menurutnya, kegagalan dalam mengomunikasikan riset sama saja dengan menyembunyikan kebenaran ilmiah itu sendiri. Selain itu, Ismail Suardi Wekke juga menggarisbawahi bahwa webinar ini merupakan bagian dari ekosistem persiapan mental dan teknis sebelum para dosen terjun ke ajang ICon-FiBank dan IPRC mendatang. 

Ia menyatakan bahwa konferensi internasional bukan sekadar tempat bertukar jurnal, melainkan panggung diplomasi akademik di mana citra institusi dipertaruhkan melalui kualitas presentasi para delegasinya. Dengan persiapan yang matang melalui seri webinar ini, ia optimis kualitas diseminasi riset dari Sulawesi Tenggara akan semakin kompetitif di level global.

Lebih lanjut, dalam sesi tersebut Ismail Suardi Wekke menyampaikan beberapa poin kunci secara lugas kepada para peserta webinar. “Komunikasi sains bukan sekadar berbicara, melainkan bagaimana kita mentransfer energi dan keyakinan atas temuan riset kita kepada audiens,” tegas Ismail usai kegiatan. 

Ia juga menambahkan pernyataan penting mengenai esensi presentasi ilmiah dengan menyebutkan bahwa setiap slide yang ditampilkan harus mampu bercerita secara visual tanpa harus membuat audiens merasa jenuh dengan angka-angka yang rumit. Sebagai penutup pernyataannya, ia menegaskan, “Kita ingin ICon-FiBank dan IPRC 2026 menjadi momentum di mana akademisi lokal mampu berdiri sejajar dengan peneliti dunia melalui kekuatan narasi sains yang kuat dan argumentatif.”

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sosialisasi bagi para civitas akademika untuk terus mengasah kemampuan soft skills mereka. Dengan sinergi yang terjalin antara IAI Rawa Aopa dan IBK NITRO, persiapan menuju konferensi internasional tahun 2026 diprediksi akan semakin solid, sekaligus memperkuat posisi kedua institusi dalam peta pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia Timur.

Webinar (ISW)

Undangan Partisipasi Dalam Webinar Series Atdikbud di 15 Negara, dan Wakil Delegasi Tetap RI-UNESCO

Webinar Atdikbud (ISW)
Webinar Atdikbud (ISW)

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kolaborasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan bersiap menggelar rangkaian kegiatan intelektual melalui Webinar Series Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud). Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 ini akan menghadirkan para diplomat pendidikan dari 15 negara serta Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO sebagai narasumber utama. 

Acara strategis ini rencananya akan disertai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang bertindak sebagai pembicara kunci untuk memberikan arah kebijakan pendidikan Indonesia di kancah global. “Terima kasih kepada Atdikbud yang telah memberikan kesempatan untuk partisipasi,” kata Ismail Suardi Wekke

Inisiatif besar ini mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan akademisi di daerah, termasuk dari Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa keterlibatan para Atdikbud dari 15 negara merupakan langkah konkret dalam memperluas cakrawala berpikir mahasiswa dan dosen di Indonesia. 

Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan emas bagi perguruan tinggi di daerah untuk memahami kondisi pendidikan internasional langsung dari para praktisinya di luar negeri. Selain itu, Ismail juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dengan implementasi di tingkat institut guna menyongsong digitalisasi pendidikan yang menjadi tema besar dalam rangkaian webinar tersebut.

Dalam sebuah sesi wawancara, Ismail Suardi Wekke memberikan penegasan terkait urgensi partisipasi aktif dalam agenda ini. “Kami melihat webinar series ini bukan sekadar rutinitas diskusi, melainkan momentum bagi kampus-kampus di pelosok untuk menyerap sari pati kebijakan global yang dibawa oleh para delegasi kita di UNESCO dan para Atase Pendidikan,” ujar Ismail dengan antusias. 

Ia juga menambahkan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen untuk mendorong seluruh sivitas akademika agar terlibat penuh dalam setiap sesi. “Kehadiran dua menteri sebagai keynote speakers menunjukkan betapa krusialnya penyelarasan visi antara pendidikan dasar hingga tinggi dalam menghadapi tantangan sains dan teknologi di masa depan,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Ismail memberikan pesan kuat bagi para pengelola pendidikan di daerah. “Jangan sampai peluang emas ini terlewatkan, karena akses informasi langsung dari 15 negara ini adalah modal sosial untuk pengembangan mutu sumber daya manusia kita di Konawe Selatan,” pungkasnya.

Rangkaian webinar ini diharapkan mampu menjadi platform untuk memperkuat jejaring internasional bagi lembaga pendidikan di seluruh pelosok tanah air. Dengan menghadirkan perspektif dari berbagai negara, mulai dari kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika, para peserta akan diajak untuk membedah praktik terbaik (best practices) pendidikan yang dapat diadaptasi dalam konteks lokal Indonesia. 

Sinergi antara kementerian pusat, delegasi internasional, dan akademisi daerah seperti yang ditunjukkan oleh IAI Rawa Aopa menjadi bagian dari kunci keberhasilan transformasi pendidikan nasional yang berdaya saing global. “Sekali lagi, terima kasih kepada Atdikbud yang telah membuka peluang untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” pungkas Ismail Suardi Wekke.

Young Scholar (ISW)

IYSSAMB 2026 as The Pillar for Fostering Collaboration in Research and Publication

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – The International Young Scholar Symposium on Accountancy, Management, and Business (IYSSAMB), serves as a pillar to bridge between undergraduate curiosity and professional academic rigor. By positioning itself as a collaborative ecosystem, it transforms the often-intimidating world of research into an accessible, mentored experience.

The Core Mission: Collaboration & Mentorship

Unlike traditional conferences that focus purely on the final result, the YSS emphasizes the process. It functions as a “sandbox” where students can test their theories under the watchful eye of experienced academics.

  • Student-Led, Faculty-Guided: While students take the lead in data collection and drafting, lecturer supervision ensures that the methodology remains sound and the conclusions are grounded in existing literature.
  • Peer-to-Peer Synergy: The platform encourages students from different disciplines to cross-pollinate ideas, fostering a community of practice rather than a siloed competitive environment.

Training Ground for Publication

One of the most significant barriers for young researchers is the “black box” of academic publishing. The YSS demystifies this through structured training:

  1. Drafting & Formatting: Students learn the nuances of IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) structures.
  2. The Peer-Review Cycle: Participants often receive constructive feedback that mimics the professional peer-review process, allowing them to refine their work before it hits a public repository.
  3. Ethics and Integrity: Training includes critical modules on plagiarism, citation standards, and ethical data handling.

Breaking Barriers: The “Free” Advantage

Financial constraints often prevent talented students from participating in high-tier symposiums. By remaining free of charge, the Young Scholar Symposium ensures that:

  • Inclusivity is prioritized over institutional wealth.
  • Meritocracy thrives, as the quality of the research is the only “currency” required for entry.
  • Open Access principles are instilled in students early, viewing knowledge as a public good rather than a gated commodity.

Impact on Career After Graduation

Participating in the symposium isn’t just about adding a line to a CV; it’s about building the “Soft Skills” of Science:

  • Public Speaking: Defending a thesis in front of an audience builds immense confidence.
  • Networking: Connecting with lecturers and peers can lead to future graduate school recommendations or joint research ventures.
  • Professional Identity: Students begin to see themselves not just as “learners,” but as active contributors to the global knowledge base.

The Symposium will serve as a catalyst, turning student potential into scholarly presence by removing the price tag and adding the guidance.

Ngaji Artikel (ISW)

Kerjasama IAI Rawa Aopa Konawe Selatan dengan UIN Ponorogo Dalam Pengelolaan Jurnal dan Publikasi Hasil Riset

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Kerja sama antara Ikatan Alumni IAI (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan dengan Universitas Islam Negeri (UIN)  Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menandai langkah strategis dalam penguatan ekosistem akademik, khususnya di bidang publikasi ilmiah. Kolaborasi ini difokuskan pada standarisasi pengelolaan jurnal serta peningkatan kualitas artikel hasil riset dosen dan mahasiswa. 

Dengan menyatukan sumber daya dan keahlian dari kedua institusi, diharapkan publikasi yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kriteria nasional tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional melalui manajemen tata kelola jurnal yang lebih profesional dan sistematis. Fokus utama dari kemitraan ini terletak pada transfer pengetahuan mengenai manajemen Penerbitan Berkala Ilmiah dan proses review artikel yang kredibel. 

Tim ahli dari UIN Ponorogo melalui Rumah Jurnal menjadi bagian dalam pendampingan teknis dan upgrading pengelola jurnal di IAI Rawa Aopa, mulai dari proses penyuntingan, pemeriksaan orisinalitas karya, hingga strategi indeksasi jurnal pada basis data bereputasi. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan platform publikasi yang menjadi wadah bagi peneliti untuk menyebarluaskan temuan-temuan inovatif mereka kepada khalayak luas secara efektif.

Sebagai bagian dari implementasi nyata kerja sama tersebut, kedua lembaga menyelenggarakan program bertajuk “Ngaji Artikel” sepanjang bulan suci Ramadhan. Terlaksana selama empat kali pertemuan daring dengan juga mengundang pihak eksternal baik perguruan tinggi maupun penerbit. 

Program ini dirancang sebagai wadah edukasi intensif yang memadukan semangat spiritualitas bulan puasa dengan semangat intelektualitas akademik. Melalui pendekatan yang lebih santai namun berbobot, para peserta diajak untuk mendalami teknik penulisan karya tulis ilmiah yang sesuai dengan standar jurnal akademik terkini. Kegiatan “Ngaji Artikel” ini berlangsung sebanyak empat kali pertemuan yang dilaksanakan secara daring setiap hari Jumat. 

Dalam setiap sesinya, para pemateri membedah berbagai aspek krusial dalam penulisan, mulai dari cara menentukan novelty (kebaruan) riset, teknik menyusun tinjauan pustaka yang kuat, hingga metodologi penelitian yang presisi. Diskusi interaktif yang terjadi antar peserta dan narasumber memberikan ruang bagi para peneliti muda untuk mendapatkan umpan balik langsung atas draf artikel yang mereka siapkan.

Hasil dari serangkaian pertemuan online ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dan peningkatan pemahaman peserta terhadap struktur publikasi ilmiah. Melalui konsistensi kegiatan yang diadakan setiap pekan tersebut, kolaborasi IAI Rawa Aopa dan UIN Ponorogo berhasil memfasilitasi lahirnya draf-draf riset yang lebih matang dan siap diterbitkan. Inisiatif ini membuktikan bahwa keterbatasan jarak dan waktu ibadah tidak menjadi penghalang untuk tetap produktif dalam menghasilkan karya akademik yang berkualitas bagi kemajuan ilmu pengetahuan.

Dosen Tamu (ISW)

Membangun Episentrum Intelektual: Peluang Kolaborasi Akademik di IAI Rawa Aopa Melalui Dosen Tamu

Rawaaopakonsel.ac.id, Andoolo – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan kini tengah memposisikan diri sebagai katalisator perubahan sosial-keagamaan di wilayah Sulawesi Tenggara. Melalui visi integrasi ilmu, lembaga ini berupaya membedah kompleksitas tantangan zaman dengan pendekatan multidisiplin yang segar. Dalam upaya memperkuat struktur diskursus akademik di kampus, kami membuka ruang kolaborasi bagi para pakar dan praktisi untuk bergabung sebagai Dosen Tamu. Kehadiran tenaga ahli eksternal diharapkan mampu memberikan stimulasi intelektual baru bagi mahasiswa dan civitas akademika dalam menghadapi dinamika global yang kian terdisrupsi.

Urgensi rekrutmen ini didasari oleh kebutuhan akan transfer pengetahuan (knowledge transfer) yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif. IAI Rawa Aopa mencari individu yang memiliki rekam jejak akademik mumpuni serta kemampuan analitis yang tajam dalam bidang ekonomi syariah, pendidikan Islam, maupun hukum keluarga. Sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi yang berkembang, dosen tamu akan berperan sebagai jembatan antara kurikulum tradisional dan tren riset kontemporer, memastikan bahwa proses pedagogis di Konawe Selatan tetap relevan dan kompetitif di level nasional.

Secara metodologis, pelibatan dosen tamu di IAI Rawa Aopa diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang dialektis. Kami mencari sosok yang mampu mentransformasi ruang kelas menjadi laboratorium gagasan, di mana sintesis antara nilai-nilai kearifan lokal dan metodologi modern dapat terjadi. Calon instruktur diharapkan memiliki kualifikasi pendidikan minimal magister (S2) atau doktor (S3) dari institusi perguruan tinggi atau lembaga riset, ataupun industri, dengan preferensi pada mereka yang memiliki publikasi ilmiah bisajuga dalam bentuk publikasi populer atau pengalaman praktis yang signifikan di bidangnya masing-masing.

Selain aspek kognitif, kolaborasi ini juga menekankan pada pengembangan modal sosial dan jaringan profesional bagi institusi. Menjadi dosen tamu di IAI Rawa Aopa bukan sekadar menjalankan kewajiban mengajar, melainkan menjadi bagian dari proyek besar penguatan literasi dan pengabdian masyarakat di daerah penyangga Taman Nasional Rawa Aopa. Fleksibilitas metode pengajaran—baik secara sinkron maupun asinkron—disediakan untuk memfasilitasi para profesional yang memiliki keterbatasan waktu namun memiliki komitmen tinggi terhadap dedikasi pendidikan.

Sebagai langkah konkret dalam proses asimilasi akademik ini, para peminat diundang untuk mengajukan profil profesional dan rencana silabus singkat yang mencerminkan kebaruan topik. IAI Rawa Aopa berkomitmen memberikan iklim kerja yang suportif dan apresiatif terhadap setiap kontribusi intelektual yang diberikan. Mari bergabung dalam misi besar ini untuk mentransformasi potensi daerah menjadi kekuatan akademik yang diakui, sekaligus meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna bagi generasi masa depan di Konawe Selatan.

IMG-20260305-WA0037

Terima KMA Resmi, IAI Rawa Aopa Siap Cetak Sarjana Ekonomi Syariah Unggulan

Rawaaopakonsel.ac.id, Kendari – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan resmi memperkuat kedudukannya sebagai lembaga pendidikan tinggi kredibel dengan menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1714 Tahun 2025 mengenai izin penyelenggaraan Program Studi Ekonomi Syariah untuk jenjang Sarjana (S1).

Penerimaan dokumen strategis tersebut dilakukan pada Senin, 3 Maret 2025, yang diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri. Kehadiran program studi baru ini diharapkan menjadi angin segar bagi calon mahasiswa di Sulawesi Tenggara yang ingin mendalami sektor ekonomi berbasis syariah.

Ketua Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri, Mardan, SKM., M.Si, menegaskan bahwa seluruh infrastruktur penunjang dan sumber daya manusia telah disiagakan untuk melayani calon mahasiswa yang ingin bergabung di kampus hijau tersebut. Mardan menyampaikan bahwa pembukaan program studi baru ini merupakan jawaban atas kebutuhan pasar kerja di Sulawesi Tenggara yang semakin dinamis.

Beliau menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa berkomitmen penuh untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami telah menyiapkan skema pendaftaran yang memudahkan calon mahasiswa, baik dari sisi administrasi maupun akses informasi, agar proses transisi menuju bangku perkuliahan berjalan lancar,” ujar Mardan saat tiba di Kendari usai menerima KMA tersebut.

Selain kesiapan internal, pihak yayasan juga memastikan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah melalui program UKT Setara tetap menjadi prioritas utama. Marda menjelaskan bahwa kehadiran program bantuan biaya pendidikan dari Pemkab Konawe Selatan akan sangat membantu meringankan beban orang tua mahasiswa, terutama bagi keluarga yang kurang mampu namun memiliki semangat belajar tinggi.

Beliau menuturkan bahwa pihak kampus akan terus melakukan sosialisasi masif ke sekolah-sekolah menengah agar informasi mengenai beasiswa dan keunggulan prodi baru ini tersampaikan secara merata ke pelosok daerah.

Ketua Yayasan juga memberikan penekanan khusus pada kualitas lulusan yang ingin dicapai oleh IAI Rawa Aopa di masa depan.

Beliau menyatakan bahwa target utama institusi bukan sekadar menjaring kuantitas mahasiswa yang banyak, melainkan mencetak kader-kader intelektual yang memiliki integritas moral dan keahlian profesional di bidang ekonomi Islam.

“Penerimaan mahasiswa baru tahun ini adalah momentum bagi kami untuk membuktikan bahwa putra-putri daerah tidak perlu jauh-jauh keluar kota demi mendapatkan pendidikan tinggi yang kredibel dan terakreditasi,” tegas Mardan.

Lebih lanjut, Mardan menambahkan bahwa seluruh fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, hingga ruang kelas telah direvitalisasi untuk menyambut mahasiswa angkatan pertama Prodi Ekonomi Syariah.

Beliau menyampaikan rasa optimisnya bahwa antusiasme masyarakat akan sangat tinggi mengingat prodi ini memiliki prospek kerja yang luas di sektor perbankan dan industri kreatif syariah.

“Kami mengundang seluruh generasi muda Konawe Selatan untuk menjadi bagian dari sejarah baru ini dan bersama-sama membangun daerah melalui ilmu pengetahuan yang bermanfaat,” pungkasnya menutup pernyataan.

Langkah penguatan akademik ini berjalan selaras dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Teranyar, Pemkab Konsel kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui penandatanganan Addendum Perjanjian Kerja Sama Program UKT Setara Tahun Anggaran 2026. Prosesi penandatanganan ini berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari pada Selasa, 24 Februari 2026.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Selatan, Ichsan Porosi, yang hadir mewakili pemerintah daerah, didampingi oleh Asisten I Ivan Ardiansyah dan Kepala BKAD Marwiyah Tombili. Dalam agenda tersebut, IAI Rawa Aopa menjadi salah satu dari 13 universitas dan sekolah tinggi mitra yang menyepakati kelanjutan program bantuan biaya pendidikan tersebut.

Kerja sama ini merupakan pengejawantahan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Konawe Selatan dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam sambutannya, Ichsan Porosi menekankan bahwa program UKT Setara adalah bukti nyata kehadiran negara dalam meringankan beban finansial mahasiswa.

Ia menyatakan bahwa program ini memastikan putra-putri daerah memiliki kesempatan setara untuk mengenyam pendidikan tinggi demi mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, addendum ini bukan sekadar bantuan biaya, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan Konawe Selatan.

Melalui sinergi antara izin program studi baru di IAI Rawa Aopa dan dukungan finansial melalui program UKT Setara dari Pemkab Konsel, diharapkan kualitas pendidikan di Sulawesi Tenggara akan mengalami peningkatan signifikan. Pemerintah daerah optimistis bahwa kolaborasi erat dengan perguruan tinggi mitra akan terus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan kecerdasan masyarakat di masa mendatang.

IMG-20260224-WA0050

IAI Rawa Aopa Ajukan Kolaborasi Dengan Dewan Sengketa Indonesia Perkuat Ekosistem Pendidikan

Rawaaopakonsel.ac.id, Konawe Selatan – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa memperluas jejaring kerja sama strategis. Kali ini, kampus hijau di Konawe Selatan tersebut tengah mematangkan rencana kolaborasi dengan Dewan Sengketa Indonesia (DSI).

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat ekosistem pendidikan, khususnya dalam bidang hukum, mediasi, dan penyelesaian sengketa di lingkungan akademik maupun pengabdian masyarakat. “Kita sementara berkomunikasi dengan DSI dalam penguatan program Studi Hukum Tata Negara,” papar Ismail di Kendari, Selasa (24/2/ 2026).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi institusi dalam menghadapi dinamika sosial yang semakin kompleks. Menurutnya, keberadaan Dewan Sengketa Indonesia akan memberikan warna baru bagi pengembangan sumber daya manusia di kampus, terutama dalam melahirkan mediator-mediator profesional dari kalangan akademisi.

“Kami memandang kolaborasi dengan Dewan Sengketa Indonesia sebuah ikhtiar untuk membumikan budaya perdamaian melalui jalur mediasi di Sulawesi Tenggara,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangannya.

Ismail Suardi Wekke juga menjelaskan bahwa melalui kemitraan ini, IAI Rawa Aopa berencana membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi di bidang penyelesaian sengketa. Ia meyakini bahwa penguatan aspek hukum non-litigasi akan menjadi nilai tambah bagi lulusan IAI Rawa Aopa sehingga mereka tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga kecakapan praktis dalam resolusi konflik.

Selain fokus pada pendidikan, Ismail Suardi Wekke menekankan pentingnya riset kolaboratif yang mengangkat kearifan lokal dalam penyelesaian masalah di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa IAI Rawa Aopa ingin mengintegrasikan nilai-nilai lokalitas Sulawesi Tenggara dengan standar profesionalisme yang dimiliki oleh DSI.

Ismail Suardi Wekke mengatakan bahwa tujuan utama dari rencana ini adalah menciptakan ekosistem kampus yang sadar hukum dan mampu menjadi pelopor dalam penyelesaian sengketa secara mandiri. Ia menambahkan bahwa institusi sedang menyiapkan regulasi internal dan fasilitas pendukung agar pusat mediasi yang direncanakan dapat segera beroperasi di bawah payung kerja sama tersebut.

“Harapan kami, sinergi ini akan melahirkan pusat studi mediasi yang kuat, di mana kampus menjadi rujukan utama bagi masyarakat Konawe Selatan dalam mencari keadilan melalui jalur alternatif yang bermartabat,” tegas Ismail Suardi Wekke menutup penjelasannya.

IMG-20260224-WA0020

IAI Rawa Aopa Konawe Selatan Siapkan Langkah Transformasi Melalui Kemitraan UNHAS

Rawaaopakonsel.ac.id, Makassar – Upaya penguatan institusi dan perluasan jejaring akademik terus dilakukan oleh Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan. Terbaru, jajaran pimpinan IAI Rawa Aopa melakukan kunjungan resmi ke Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar guna mengajukan kerangka perencanaan kerja sama strategis yang mencakup berbagai aspek pengembangan perguruan tinggi, Senin (23/2/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi momentum penting bagi IAI Rawa Aopa untuk belajar pengalaman dari UNHAS sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia. Fokus utama pembicaraan diarahkan pada sinkronisasi program perencanaan, tata kelola keuangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui skema kolaborasi yang berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan langkah konkret untuk mempercepat akselerasi kualitas pendidikan di wilayah Sulawesi Tenggara. Beliau menegaskan bahwa sebagai institusi yang terus berkembang, pihaknya memerlukan mitra strategis seperti Universitas Hasanuddin untuk melakukan transformasi tata kelola yang lebih modern dan akuntabel.

Ismail Suardi Wekke menyampaikan bahwa IAI Rawa Aopa sangat berharap dapat mengadopsi sistem perencanaan yang telah matang di UNHAS untuk diterapkan secara adaptif di Konawe Selatan. Ia menilai bahwa kolaborasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk memastikan setiap gerak pembangunan kampus didasarkan pada perencanaan yang presisi dan berorientasi pada mutu.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa penguatan bidang kepegawaian dan keuangan menjadi pilar utama yang ingin dikerjasamakan dalam waktu dekat. Menurutnya, pengembangan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan dunia akademik yang semakin kompetitif, sehingga sinergi antarperguruan tinggi menjadi jalan pintas yang sangat efektif.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail Suardi Wekke secara gamblang mengutarakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti pertemuan ini.

“Kami datang ke UNHAS membawa harapan besar agar visi perencanaan kami dapat bersinergi dengan standar yang telah mapan di sini, sehingga IAI Rawa Aopa bisa tumbuh lebih cepat dan profesional,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kerja sama ini akan menjadi tonggak sejarah bagi pengembangan pendidikan tinggi di Konawe Selatan.

“Langkah ini adalah ikhtiar kami untuk memastikan bahwa pengelolaan keuangan dan kepegawaian di kampus kami memiliki standar nasional yang mumpuni,” pungkasnya di akhir pertemuan.